0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Podcast Protype

Podcast 'Diagnosa Abdi Muda' membahas sinergi tenaga kesehatan muda dalam menerapkan nilai BerAKHLAK dalam pelayanan kesehatan. Para peserta, dr. Yusril, perawat Hilwa, dan radiografer Fayza, menekankan pentingnya kolaborasi, kompetensi, dan pelayanan yang berorientasi pada pasien. Mereka juga berbagi kebanggaan dalam melayani masyarakat dan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam profesi mereka.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan2 halaman

Podcast Protype

Podcast 'Diagnosa Abdi Muda' membahas sinergi tenaga kesehatan muda dalam menerapkan nilai BerAKHLAK dalam pelayanan kesehatan. Para peserta, dr. Yusril, perawat Hilwa, dan radiografer Fayza, menekankan pentingnya kolaborasi, kompetensi, dan pelayanan yang berorientasi pada pasien. Mereka juga berbagi kebanggaan dalam melayani masyarakat dan berkomitmen untuk terus berinovasi dalam profesi mereka.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Judul Podcast: Diagnosa Abdi Muda

Tema: Sinergi Nakes Muda: BerAKHLAK dalam Pelayanan Kesehatan Personel:

1. dr. Yusril (Dokter Umum)


2. Hilwa (Perawat)
3. Fayza (Radiografer)

Yusril: "Halo Sobat Abdi! Selamat datang di Diagnosa Abdi Muda. Gue dokter Yusril, dan
hari ini kita bakal bedah isi kepala para pelayan kesehatan muda. Sudah hadir di sini, Perawat
Hilwa yang baru aja selesai keliling bangsal, dan Fayza, jagonya 'ngintip' bagian dalam tubuh
manusia. Apa kabar kalian?"

Hilwa: "Halo Dok! Kabar baik, walaupun tadi pagi sempat tensi tinggi ya di IGD, hehe. Tapi
tetap semangat!"

Fayza: "Halo semua! Gue Fayza. Aman Dok, mesin rontgen dan CT Scan kita hari ini lagi
bersahabat banget."

Yusril: "Mantap. Nah, kita bertiga ini ASN. Sering banget dengar kata BerAKHLAK.
Pertanyaannya, gimana kita yang di lini depan medis ini beneran nerapin itu?"

Hilwa: "Kalau dari sisi perawat, Dok, nilai yang paling 'kerasa' itu Berorientasi Pelayanan.
Kadang pasien itu butuh didengar curhatnya dulu sebelum disuntik. Itu bagian dari pelayanan
prima kita sebagai ASN. Kita nggak cuma kasih obat, tapi kasih harapan."

Fayza: "Bener, Hil. Nah, kalau di instalasi radiologi, gue fokus ke Kompeten dan Adaptif.
Teknologi radiasi itu berkembang cepat banget. Kalau gue nggak upgrade ilmu, hasil foto
rontgen-nya nggak akurat. Dan itu bahaya buat diagnosa dokter nanti."

Yusril: "Setuju, Fayza. Gue sebagai dokter butuh hasil lo yang Akuntabel. Data yang lo
kasih harus jujur dan presisi. Di situ nilai integritas kita diuji. Kita nggak bisa asal-asalan
karena ini urusan nyawa."

Hilwa: "Satu lagi yang penting, Dok, yaitu Harmonis dan Kolaboratif. Kita bertiga ini
contohnya. Dokter kasih instruksi, Fayza ambil gambar medis, gue yang rawat pasiennya.
Kalau kita nggak kolaborasi, pasien nggak bakal sembuh maksimal."

Fayza: "Bener banget. Nggak ada ceritanya satu profesi lebih tinggi dari yang lain. Kita
semua satu tim buat masyarakat."

Yusril: "Ngomongin soal tim, tagline kita kan 'Bangga Melayani Bangsa'. Jujur, sebagai
ASN muda, kalian pernah nggak sih merasa 'terbebani' sama ekspektasi masyarakat?"
Hilwa: "Beban itu ada, Dok. Tapi rasa bangganya lebih besar. Bangga itu pas kita bisa kasih
pelayanan setara buat semua orang, mau yang pakai asuransi mahal atau yang pakai BPJS
gratisan. Di mata kita, mereka semua adalah rakyat Indonesia yang berhak sehat."

Fayza: "Gue ngerasa bangga pas bisa jelasin ke pasien daerah yang takut masuk mesin MRI.
Pas mereka tenang dan prosesnya lancar, gue ngerasa tugas gue sebagai pelayan publik
tercapai. Kita ini jembatan fasilitas negara ke masyarakat."

Yusril: "Gue setuju. Bangga Melayani Bangsa buat kita Nakes itu artinya kita Loyal pada
sumpah profesi dan ideologi negara. Kita bukan sekadar kerja cari gaji, tapi kita adalah
'benteng' kesehatan bangsa."

Yusril: "Wah, gila ya. Ternyata BerAKHLAK itu bukan cuma teori buat ujian, tapi
'stetoskop' kita buat dengerin kebutuhan masyarakat."

Hilwa: "Betul, Dok. Buat teman-teman Nakes ASN di luar sana, jangan pernah lelah jadi
orang baik dan tetap profesional."

Fayza: "Teruslah berinovasi. Jangan kaku, tetap adaptif dengan perubahan zaman."

Yusril: "Sip! Terima kasih Hilwa, terima kasih Fayza. Sobat Abdi, gue dr. Yusril pamit.
Tetap BerAKHLAK, tetap sehat, dan selalu..."

Semua (Serentak): "Bangga Melayani Bangsa!"

Anda mungkin juga menyukai