Program BK
Program BK
1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Orang bilang sekarang ini disebut zaman globalisasi dalam arti segala sesuatu bersifat
mendunia terutama yang menyangkut informasi dan transformasi. Dengan duduk di
rumah kita dapat melihat kejadian-kejadian di berbagai belahan dunia misalnya : bom
yang meledak di Amerika, perang yang terjadi di Irak, demo buruh yang terjadi di China,
bahkan sekarang kita dapat daftar kerja melalui internet bukan hanya mencari Informasi
Pekerjaan. Demikian juga kita dapat ke Amerika dengan hanya beberapa jam sehingga
seperti pergi ke belakang rumah saja, orang pergi haji yang dulu harus ditempuh dengan
beberapa bulan perjalanan, sekarang hanya ditempuh dengan beberapa jam. Karena
sebab-sebab di atas maka banyak sekali terjadi perubahan-perubahan diantaranya :
1. Terjadi kemerosotan moral ditandai dengan hilangnya karakter yang telah dibangun
berabad-abad seperti keramahan, tenggang rasa, kesopanan, rendah hati, suikap suka
menolong, solidaritas social dan sebagainya yang merupakan jati diri Bangsa.
Sekarang Bangsa Indonesia sedang mengalmi krisis moral, misalnya : banyaknya
tindakan asusila, kekerasan, pembunuhan, perjudian, pornografi, meningkatnya kasus
kenakalan remaja, jumlah pecandu narkoba, pemerkosaan, minum-minuman keras,
pelanggaran tata tertib , serta menjalarnya penyakit sosial lainnya. Menurut pengamat
sosial hal tersebut di atas sebagian bersumber dari kesalahan Lembaga Pendidikan
Nasional yang belum optimal dalam membentuk kepribadian/karakter peserta didik
Lembaga Pendidikan dinilai memberikan terlalau besar untuk transmisi pengetahuan
dan melupakan pengembangan sikap, nilai dan perilaku dalam pembelajaran sikap
juga tidak menjadi komponen penting dalam proses evaluasi pendidikan. Beberapa
mata pelajaran yang berkaitan dengan pendidikan, nilai selama ini hanya mengukur
kemampuan kognitif peserta didik.
2. Terjadi perubahan dalam dunia pekerjaan. Banyak pekerjaan yang jadi tidak ada
seperti jasa penumbuk padi, jasa mesin tik, dll, timbul banyak jenis pekerjaan baru,
seperti operator telepon, jasa tol, operator komputer, dll. Yang tentunya sangat
memerlukan keterampilan-keterampilan yang harus dimiliki oleh seseorang, terutama
pelajar SMP/MTs. Sehingga diharapkan melalui pendidikan SMP/MTs para
lulusannya dapat memiliki keterampilan tertentu sesuai dengan bakat dan minat yang
dimiliki oleh setiap siswa.
Dari pernyataan di atas maka dibutuhkan guru pembimbing (konselor, guru, dan atau
tenaga kependidikan lain sesuai dengan kemampuan dan kewenangannya) yang dapat
membantu tercapainya tugas perkembangan siswa SMP/MTs, dan dapat menghadapi
tantangan kehidupan .
2
B. Dasar Pemikiran
4
kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian
dan kebutuhan dirinya secara realistic.
b. Pengembangan kehidupan sosial, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik dalam memahami dan menilai sserta mengembangkan kemampuan
hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga,
dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
c. Pengembangan kemampuan belajar, yaitu bidang pelayanan yang membantu
peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti
pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
d. Pengembangkan karir, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik
dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan
karir.
e. Akhlaq mulia, yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mampu
bersikap, bertindak, dan berlaku mulia terhadap siapapun dan dimanapun berada.
5
5. Kode Etik Guru Bimbingan dan Konseling
1. Menjaga asas kerahasiaan, karena konselor langsung atau tidak langsung
mengemukakan hal-hal berkaitan dengan diri peserta didik yang tidak boleh atau
layak diketahui orang lain.
2. Memberikan label kepada peserta didik, baik perorangan maupun kelompok
dengan cara apapun yang berkonotasi negaif terhadap peserta didik yang
bersangkutan.
3. Bertindak laksana polisi sekolah yang memata-matai ataupun mencarai-cari
kesalahan peserta didik, seperti bertindak sebagai piket keamanan, perazia,
pencari pencuri. Dalam hal ini, konselor dapat menerima peserta didik yang
terjaring dalam kegiatan kepolisian sekolah yang dilakukan olehpihak lain untuk
mendapatkan pelayanan bimbingan dan konseling.
4. Membuat ataupun menyetujui dibuatnya surat perjanjian dengan peserta didik
yang berkonotasi atau berakhir pada saksi ataupun hukuman tertentu. Dalam hal
ini konselor dapat menerima peserta didik yang telah membuat perjanjian dengan
pihak lain, untuk mendapatkan pelayanan bimbingan dan konseling agar terhindar
dari sangsi ataupun hukuman sebagaimana dinyatakan dalam surat perjanjian.
5. Kondisi tempat ataupun ruang kerja konselor dapat menggangu kesuakrelaan,
ketenagaan, dan terjaminnya kerahasiaan peserta didik yang dating kepada
konselor untuk mendapatkan pelayanan bmbingan dan konseling.
6
d. Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai
konten tertentu, terutama kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalm
kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
e. Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam
pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar,
karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu
melalui dinamika kelompok.
f. Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam
mengentaskan masalah pribadinya.
g. Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam
pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
h. Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam
memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam
menangani kondisi dan atau masalah peserta didik.
i. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan
dan memperbaiki hubungan antarmereka.
Konselor dalam melaksanakan pelayanan bimbingan dan konseling
memperhatikan tugas perkembangan peserta didik. Tugas perkembangan siswa SMP
sebagai berikut :
a. Mencapai perkembangan diri sebagai remaja yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa.
b. Mempersiapkan diri, menerima dan bersikap positif serta dinamis terhadap
perubahan fisik dan psikis yang terjadi pada diri sendiri untuk kehidupan yang
sehat
c. Mencapai pola hubungan yang baik dengan teman sebaya dalam perannya sebagai
pria dan wanita.
d. Memantapkan nilai dan cara bertingkah laku yang dapat diterima dalam
kehidupan yang lebih luas.
e. Mengenal kemampuan, bakat dan minat serta arah kecenderungan karir dan
apresiasi seni.
f. Mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan untuk mengikuti dan melanjutkan
pelajaran dan atau mempersiapkan atau berperan dalam kehidupan di masyarakat.
g. Mengenal gambaran dan mengembangkan sikap tentang kehidupan mandiri secara
emosional, social dan ekonomi.
h. Mengenal system etika dan nilai-nilai bagi pedoman hidup sebagai pribadi,
anggota masyarakat dan warga negara.
7
6. Kegiatan Pendukung
a. Aplikasi Instrumentasi, yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta
didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun
non-tes.
b. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan
pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan,
sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia.
c. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan mambahas permasalahan peserta didik dalam
pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data,
kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang
bersifat terbatas dan tertutup.
d. Kunjungan Rumah, yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen
bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua
dan atau keluarganya.
e. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang
dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial,
kegiatan belajar, dan karir/jabatan.
f. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah
peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
7. Format Kegiatan
a. Individual, yaitu format kegiatan konseling yang melayani peserta didik secara
perorangan.
b. Kelompok, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik
melalui suasana dinamika kelompok.
c. Klasikal, yaitu format kegiatan konseling yang melayani sejumlah peserta didik
dalam satu kelas.
d. Lapangan, yaitu format kegiatan konseling yang melayani seorang atau sejumlah
peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan.
e. Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan konseling yang melayani kepentingan
peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan
kemudahan.
8. Program Pelayanan
a. Jenis Program
1) Program Tahunan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
8
2) Program Semesteran, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
3) Program Bulanan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
4) Program Mingguan, yaitu program pelayanan konseling meliputi seluruh
kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
5) Program Harian, yaitu program pelayanan konseling yang dilaksanakan pada
hari-hari tertentu dalam satu minggu. Program harian merupakan jabaran dari
program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan
kegiatan pendukung (SATKUNG) konseling.
b. Penyusunan Program
1) Program pelayanan konseling disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik
(need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi.
2) Substansi program pelayanan konseling meliputi keempat bidang, jenis
layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan
volume/beban tugas konselor.
E. Komponen Program
1. Layanan Dasar Bimbingan
Layanan dasar bimbingan merupakan layanan bantuan bagi seluruh peserta
didik melalui kegiatan-kegiatan kelas atau di luar kelas, yang disajikan secara
sistematis, dalam rangka membantu peserta didik mengembangkan potensi dirinya
secara optimal
Layanan ini bertujuan untuk membantu semua peserta didik agar memperoleh
perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh
ketrampilan dasar hidupnya. Tujuan layanan ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya
9
membantu peserta didik agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan
lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, social budaya dan agama); (2) mampu
mengembangkan ketrampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau
seperangkat tingkah laku tepat (memadai) bagi penyesuaian dirinya dengan
lingkungannya; (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya,
dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam mencapai tujuan hidupnya.
2. Layanan Responsip
Layanan responsip merupakan “ layanan bantuan bagi para peserta didik yang
memiliki kebutuhan atau masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera.
Layanan ini bertujuan untuk membantu peserta didik dalam memenuhi kebutuhannya
yang dirasakan pada saat ini , atau para paserta didik yang dipandang mengalami
hambatan dalam menyelesaikan tugas-tugas [Link] dari kegagalan
itu berupa ketidak mampuan untuk menyesuaikan diri atau perilaku bermasalah , atau
malasuai (maladjustment).
3. Layanan Perencanaan Individual
Layanan perencanaan individual dapat diartikan sebagai layanan bantuan
kepada semua peserta didik agar mampu membuat dan melaksanakan perencanaan
masa depannya, berdasarkan pemahaman akan kekuatan dan kelemahan dirinya.
Layanan ini bertujuan membantu peserta didik membuat dan mengiplementasikan
rencana-rencana pendidikan, karir dan social pribadinya.. Layanan ini bertujuan untuk
membimbing seluruh peserta didik agar (a) memiliki untuk merumuskan tujuan,
prencanaan, atau pengelolaan terhadap pengembangan dirinya, baik menyangkut
aspek pribadi, social, belajar, maupun karir (b)dapat belajar memantau dan
memahami perkembangan dirinya, dan (c) dapat melakukan kegiatan atau tindakan
berdasarkan pemahamannya atau tujuan yang telah dirumuskan secara proaktif.
4. Dukungan sistem
Ketiga layanan di atas , merupakan pemberian layanan kepada para siswa
secara langsung. Sedangkan dukungan system merupakan layanan yang secara tidak
langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran
perkembangan siswa. Dukungan system adalah kegiatan-kegiatan manajemen yang
bertujuan memantapkan, memelihara dan meningkatkan pelaksanaan BK secara
menyeluruh melalui pengembangan professional, hubungan masyarakat dan staf,
konsultasi dengan guru, staf ahli, masyarakat yang lebih luas, manajemen program ,
penelitian dan pengembangan.
Layanan ini memberikan dukungan kepada guru pembimbing dalam rangka
memperlancar penyelenggaraan layanan di atas. Sedangkan bagi personal pendidikan
lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah.
10
F. Stategi
1. Perencanaan Kegiatan
Perencanaan kegiatan pelayanan konseling mengacu pada program tahunan
yang telah dijabarkan ke dalam program semesteran, bulanan, serta mingguan.
Perencanaan kegiatan pelayanan konseling harian yang merupakan jabaran dari
program mingguan disusun dalam bentuk SATLAN dan SATKUNG yang masing-
masing memuat :
a. Sasaran layanan/kegiatan pendukung
b. Substansi layanan/kegiatan pendukung
c. Jenis layanan/kegiatan pendukung, serta alat bantu yang digunakan
d. Pelaksana layanan/kegiatan pendukung dan pihak-pihak yang terlibat
e. Waktu dan tempat
Rencana kegiatan pelayanan konseling mingguan meliputi kegiatan di dalam
kelas dan di luar kelas untuk masing-masing kelas peserta didik yang menjadi
tanggung jawab konselor. Satu kali kegiatan layanan atau pendukung konseling
berbobot ekuivalen 2 (dua) jam pembelajaran. Volume keseluruhan kegiatan
pelayanan konseling dalam satu minggu minimal ekuivalen dengan beban tugas wajib
konselor di sekolah/madrasah.
2. Pelaksanaan Kegiatan
Bersama pendidik dan personil sekolah/madrasah lainnya, konselor
berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan bimbingan konseling yang bersifat rutin,
insidental dan keteladanan. Program pelayanan konseling yang direncanakan dalam
bentuk SATLAN dan SATKUNG dilaksanakan sesuai dengan sasaran, substansi,
jenis kegiatan, waktu, tempat, dan pihak-pihak yang terkait.
Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Konseling
Di dalam jam pembelajaran sekolah/madrasah:
Kegiatan tatap muka secara klasikal dengan peserta didik untuk
menyelenggarakan layanan informasi, penempatan dan penyaluran, penguasaan
konten, kegiatan instrumentasi, serta layanan/kegiatan lain yang dapat dilakukan
di dalam kelas. Volume kegiaatn tatap muka klasikal adalah 2 (dua) jam per kelas
per minggu dan dilaksanakan secara terjadwal. Kegiatan tidak tatap muka dengan
peserta diidk untuk menyelenggarakan layanan konsultasi, kegiatan konferensi
kasus, himpunan data, kunjungan rumah, pemanfaatan kepustakaan, dan alih
tangan kasus.
Di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah:
11
Kegiatan tatap muka dengan peserta didik untuk menyelenggarakan
layanan orientasi, konseling perorangan, bimbingan kelompok, konseling
kelompok, dan mediasi, serta kegiatan lainnya yang dapat dilaksanakan di luar
kelas. Satu kali kegiatan layanan/pendukung konseling di luar kelas/di luar jam
pembelajaran ekuivalen dengan 2 (dua) jam pembelajaran taatp muka dalam kelas.
Kegiatan pelayanan konseling di luar jam pembelajaran sekolah/madrasah
maksimum 50% dari seluruh kegiatan pelayanan konseling, diketahui dan
dilaporkan kepada pimpinan sekolah/madrasah.
Kegiatan pelayanan konseling dicatat dalam laporan pelaksanaan program
(LAPELPROG). Volume dan waktu untuk pelaksanaan kegiatan pelayanan
konseling di dalam kelas dan di luar kelas setiap minggu diatur oleh konselor
dengan persetujuan pimpinan sekolah/madrasah.
Program pelayanan konseling pada masing-masing satuan
sekolah/madrasah dikelola dengan memperhatikan keseimbangan dan
kesinambungan program antarkelas dan antarkelas dan antarjenjang kelas, dan
mensinkronisasikan program pelayanan konseling dengan kegiatan pembelajaran
mata pelajaran mata pelajaran dan kegiatan ekstra kurikuler, serta mengefektifkan
dan mengefisienkan penggunaan fasilitas sekolah/madrasah.
12
jawab. Metode penilaian adalah pengamatan yang dilakukan oleh guru-guru terkait
dengan kegiatan sehari-hari peserta didik, baik dalam kegiatan belajar-mengajar atau
pengembangan diri, dikoordinir oleh konselor. Penilaian prilaku bersifat kualitatif dan
deskriptif, ditujukan untuk pengembangan, bukan untuk menentukan kenaikan kelas
atau kelulusan. Catatan pengamatan konselor dari guru-guru terkait tentang peserta
didik dirangkum, kemudian dideskripsikan dengan ”bahasa konseling”, tujuannya
untuk memotivasi peserta didik agar menjadi lebih dan atau lebih berkembang. (lihat
contoh lampiran).
3. Tindak Lanjut
Jika setelah dilakukan layanan dasar ada siswa yang mengalami kesulitan baik
Masalah, pribadi, social, belajar atau karir maka akan dilakukan layanan responsive
seperti konseling individu, konseling kelompok, atau ditambah dengan layanan
pendukung seperti kunjungan rumah, referral dsb jika diperlukan.
13
a. Ruang tamu dengan kursi tamunya
b. Ruang konseling pribadi dengan dua kursi
c. Ruang bimbingan dan konseling kelompok dengan kursi 8-15 buah
d. Meja konselor
e. Lemari (data, menyimpan buku kepustakaan dll).
f. Cermin, timbangan dll
PENUTUP
14
TEAM PENGEMBANG KTSP BIMBINGAN KONSELING
SUB RAYON O4 SALAMAN
TAHUN 2011
KABUPATEN MAGELANG
15
32 Titik Lestari, [Link] Anggota SMP Islam Sudirman
33 Imsoimah, [Link] Anggota MTs An Nawawi
Salaman,.......................
Ketua Sekretaris
16
REFERENSI DAFTAR PUSTAKA
17