2231
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.11, April 2024
ANALISIS POSISI KERJA TERHADAP RESIKO LOW BACK PAIN PADA KARYAWAN PT.
NINI SRI REJEKI
Oleh
I Gusti Putra Agung Rama Prananda1, Dimas Sondang Irawan2
1,2 Universitas Muhammadiyah Malang
E-mail: 1gungramapra@[Link]
Article History: Abstract: Low Back Pain merupakan salah satu dari sekian
Received: 03-03-2024 permasalahan yang menyerang para karyawan kantor, yang
Revised: 10-03-2024 ditandai dengan nyeri punggung bawah akut maupun kronis
Accepted: 06-04-2024 hingga tak jarang sampai menjalar. Kondisi ini
mengakibatkan menurunnya produktivitas kerja, bahkan
kegiatan sehari- harinya seperti berjalan maupun
mengangkat beban. Faktor yang berperan dalam kondisi ini
Keywords: meliputi umur, jenis kelamin, masa kerja, durasi kerja, sikap
Analisis Posisi Kerja, Duduk kerja, serta riwayat kerja. Tujuan dari Penelitian adalah
Ergonomis, Low Back Pain untuk menganalisa apakah ada hubungannya posisi kerja
dengan keluhan low back pain pada para karyawan.
Penelitian ini menggunakan survey dimana memanfaatkan 3
alat instrument seperti Rapid Upper Limb Assesment (RULA),
the pain and distress scale dan numerical rating scale (NRS)
untuk mendapatkan informasi. Desain ini juga menggunakan
data sekunder berupa sejumlah jurnal yang didapat melalui
databes seperti google scholar dan pubmed dalam kurun
waktu 2010-2022. Kesimpulan: Setelah dilakukan analisa,
didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh antara posisi
kerja tertentu dengan durasi waktu yang lama terhadap
resiko low back pain pada karyawan PT. Nini Sri Rejeki.
PENDAHULUAN
Pada era ini manusia dituntut bekerja lebih cepat dalam kaitan untuk memenuhi
kebutuhan hidupnya sehingga menyebabkan timbulnya pekerjaan statis dalam jangka waktu
yang lama, seperti duduk di depan komputer berjam-jam, serta kurang memperhatikan
posisi tubuh yang baik dalam bekerja. Risiko bahaya yang dihadapi oleh tenaga kerja, akibat
kombinasi dari beberapa faktor yaitu tenaga kerja dan lingkungan kerja (Dao et al., 2018).
Posisi duduk berkerja didepan komputer ataupun laptop di sebuah perusahaan
memberikan dampak positif dan negatif, desain dari komputer dengan monitor terpisah
dengan keyboard akan memberikan dampak negatif bagi penggunanya. Pada dasarnya
desain komputer dengan mejanya dapat menggangu kenyamanan karena keyboard yang
didesain bisa saja tidak sesuai, dan juga posisi monitor yang tidak sesuai sehingga hampir
tidak mungkin memposisikan keduanya dengan benar pada waktu yang bersamaan
(Adrianto et al., 2017)
Salah satu resiko dan bahaya yang mengintai di lingkungan kerja dan pekerjaan itu
sendiri yakni faktor ergonomi, dan masalah yang paling sering dijumpai yakni Low Back Pain
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
2232
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.11, April 2024
(LBP). Berdasarkan Hasil pengamatan yang dilakukan di perusahaan eskport PT. Nini Sri
Rejeki ditemukan sejumlah fakta yaitu masih terdapat pengunaan kursi dan meja yang tidak
sesuai, pekerjaan selama 8 jam diluar jam istirahat yang diberikan selama 1 jam untuk makan
siang, dan pengamatan tidak adanya istirahat aktif untuk peregangan otot selama pekerjaan
berlangsung. Tanpa mereka sadari bahwa saat mereka bekerja, postur tubuh saat duduk
dalam kondisi yang tidak sempurna. Perubahan postur tubuh dalam durasi yang lama akan
dapat berdampak pada komplikasi nyeri pada bagian tertentu seseorang.
Peningkatan ketegangan muskuloskeletal akibat kondisi kerja yang kurang ergonomis,
menimbulkan peningkatan beban. Pada pekerja, posisi statis dan kerja repetitif yang
dipertahankan dalam waktu lebih dari dua jam, mengakibatkan timbulnya keluhan
muskuloskeletal dan kelelahan (Chavda et al., 2014).
Hal ini didukung oleh WHO, bahwa posisi duduk yang lama sampai berjam-jam akan
menimbulkan suatu gangguan musculoskeletal pada tulang belakang bawah. Saat ini nyeri
punggung bawah merupakan sebuah kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya ketidak
efisiensinya suatu pekerjaan dan cukup banyak memerlukan perawatan. Nyeri punggung
bawah juga bisa diakibatkan karena aktivitas tubuh yang buruk ataupun akibat kegiatan
dengan posisi yang salah, adapun penyebabnya adalah kesalahan dalam posisi duduk saat
melakukan aktivitas. Prevalensi nyeri punggung bawah akut di dunia menurut dilaporkan
setinggi 84%, dan prevalensi nyeri punggung bawah kronis sebesar 23% (Riva et al., 2019).
Repetitif yang berlebihan, melakukannya secara terus menerus, dan dengan posisi
duduk yang monoton dapat menimbulkan perubahan garis lengkung atau kurva tulang
belakang pada seseorang sehingga terjadi muncul keluhan nyeri pada bagian tertentu.
Kondisi ini bisa dicegah dengan memperhatikan aspek ergonomi dalam bekerja. Ergonomi
dapat diartikan sebagai upaya menciptakan keselamatan kerja dan kesehatan bagi tenaga
kerja agar mampu menciptakan peningkatan produktivitas dalam pekerjaan (Pramana et al.,
2020).
Berdasarkan uraian diatas penulis melakukan analisa kepada karyawan di beberapa
bidang di PT Nini Sri Rejeki untuk mengetahui resiko apa yang terjadi dengan posisi
karyawan yang bekerja secara statis dalam waktu yang cukup lama.
METODE PENELITIAN
Gambaran penelitian ini berupa studi survey, yang dimaksud dengan studi survey yakni
berupa penelitian yang dilakukan pada populasi besar maupun kecil, tetapi data yang
dipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari populasi tersebut, untuk menemukan
kejadian-kejadian relatif, distribusi, dan hubungan-hubungan antar variabel.
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang mana
merupakan hasil pengamatan langsung, menggunakan Rapid Upper Limb Assesment (RULA),
The Pain and Distress Scale dan Numerical Rating Scale (NRS). Terdapat pula data sekunder
berupa jurnal yang didapatkan dari pencarian databes berupa google scholar dan pubmed
yang digunakan sebagai data penunjang
HASIL DAN PEMBAHASAN
Terdapat beberapa penyebab yang menjadikan pasien dengan keluhan low back pain
mengalami disabilitas atau keterbatasan. Penyebab pasti terjadinya disabilitas pada pasien
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
2233
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.11, April 2024
low back pain masih belum jelas, namun penyebab terseringnnya adalah degerenasi diskus
intervertebra dan biasanya dominan menyerang perempuan (Andini, 2015)
Faktor resiko low back pain terdiri dari faktor individu dimana didalamnya terdapat
usia, indeks massa tubuh, jenis kelamin, merokok, masa kerja, sementara dari faktor
pekerjaan yang terdiri dari beban kerja, durasi kerja, postur tubuh, repetisi, dan faktor
lingkungan fisik (Iijima et al., 2021). Faktor tersebut sejalan dengan kenyataan di lapangan,
bahwa karyawan yang bekerja di perusahaan eksportir PT Nini Sri Rejeki kebanyakan
menghabiskan waktu kurang lebih 8 jam per hari dengan posisi duduk di depan komputer
atau laptop.
Dalam melaksanakan pekerjaannya karyawan PT. Nini Sri Rejeki melaksanakan
pekerjaanya selama 8 jam per hari nya dan selama 6 hari di setiap minggunya. Low back pain
merupakan penyakit kronis yang membutuhkan waktu yang lama untuk berkembang dan
bermanifestasi. Jadi semakin lama waktu kerja atau semakin lama sesorang terpapar faktor
risiko ini maka semakin besar pula risiko untuk terjadinya low back pain (Andini, 2015).
Menurut OSHA (2014), semakin lama masa kerja semakin lama juga seseorang
melakukan pekerjaannya dengan posisi yang salah dan berulang (repetitive) sehingga
meningkatkan risiko terjadinya low back pain. Pengulangan gerakan secara terus menerus
hingga waktu bertahun-tahun menyebabkan kekuatan sendi pada tubuh menjadi menurun
dan akan berisiko timbulnya nyeri dan berpengaruh pada timbulnya kelelahan
musculoskeletal yang akan menurunkan produktivitas seseorang.
Menurut Eker et al., (2021) pekerjaan dengan posisi statis menyebabkan timbunan
asam laktat menyumbat aliran pembuluh darah, sehingga menyebabkan kekurangan oksigen
dan glukosa dari darah kemudian dengan penimbunan asam laktat tersebut akan timbul
nyeri.
Berdasarkan hasil dari survey serta pembagian angket yang telah diberikan kepada
karyawan PT Nini Sri Rejeki sebanyak 13 angket. Didapatkan 6 karyawan (4 perempuan dan
2 laki-laki) yang teridentifikasi mengarah ke low back pain dengan jenis kelamin perempuan.
Faktor jenis kelamin dan hormonal seseorang juga dapat mempengaruhi timbulnya kasus
low back pain. Jenis kelamin perempuan lebih sering mengalami low back pain dibandingkan
jenis kelamin laki-laki. Hal ini dapat disebabkan oleh adanya faktor dari hormone estrogen
yang sangat berperan. Penggunaan kontrasepsi dan menopause yang terjadi pada
perempuan mempengaruhi peningkatan dan penurunan dari kadar estrogen. Peningkatan
estrogen pada proses kehamilan dan penggunaan kontrasepsi menyebabkan terjadinya
peningkatan hormone relaxin. Meningkatnya kadar hormone relaxin dapat menyebabkan
terjadinya kelemahan pada sendi dan ligament khususnya pada daerah pinggang. Selain itu
proses menopause juga dapat menyebabkan kepadatan tulang berkurang akibat penurunan
hormone estrogen sehingga dapat memungkinkan terjadinya low back pain. Di dalam teori
menyebutkan bahwa kemampuan otot perempuan sangat lemah dibandingkan dengan
kekuatan otot laki- laki (Sumangando, 2017).
Upaya pencegahan yang bisa dilakukan fisioterapi pada saat ini hal yang dapat
dilakukan oleh fisioterapi adalah dengan melakukan edukasi atau promosi kesehatan
mengenai pencegahan Low Back Pain (LBP) yaitu edukasi mengenai duduk dengan
ergonomis saat bekerja dan memberikan edukasi mengenai hal yang harus dilakukan saat
nyeri timbul (Demir et al., 2019)
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
2234
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.11, April 2024
Selain itu fisioterapi juga memberikan edukasi mengenai exercise yang dapat dilakukan
dirumah untuk mengatasi Low Back Pain yaitu dengan Back Exercise. Pemberian exercise
pada karwayan pada kasus LBP ini merupakan salah satu pengobatan yang bersifat non-
farmakologi. Exercise ini merupakah latihan yang ditujukan pada otot fleksor di daerah
lumbosakral, khususnya muskulus abdominalis dan gluteus maksimus dan exercise ini
bertujuan untuk meningkatkan stabilitas di daerah lumbal dengan mengurangi gaya
kompresi pada facet joint serta memberikan stretching pada fleksor hip dan ekstensor
lumbal, meningkatkan aliran darah ke kapiler, serta mengaktivasi pelepasan hormon
endorphin dalam darah (Nava et al, 2021).
Tabel 1 Rekapitulasi Sampel Berdasarkan Massa Kerja
Masa Kerja (Tahun) Jumlah (N) Presentase (%)
<5 8 62 %
>5 5 38 %
Berdasarkan table 1, didapatkan masa kerja karyawan yang kurang dari 5 tahun
berjumlah 8 orang sedangkan masa kerja karyawan yang lebih dari 5 tahun berjumlah 5
orang
Tabel 2 Rekapitulasi sampel menggunakan The Pain and Distress Scale
Jenis Kelamin Dengan Keluhan Low Back Pain Tidak Dengan Keluhan Low Back Pain
Laki- Laki 2 3
Perempuan 4 4
Berdasarkan Tabel 2, didapatkan hasil dari penilaian resiko low back pain karyawan
yang diukur dengan The Pain and Distress Scale menunjukan bahwa karyawan laki-laki
dengan keluhan low back pain sebanyak 2 orang, sedangkan tidak dengan keluhan low back
pain sebanyak 3 orang. Pada karyawan perempuan dengan keluhan low back pain sebanyak
4 orang, sedangkan tidak dengan keluhan low back pain sebanyak 4 orang.
Tabel 3 Rekapitulasi sampel menggunakan Numerical Rating Scale (NRS)
Jenis Kelamin Skor Numerical Rating Scale (NRS)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Laki Laki - - - - 1 1 - - - -
Perempuan - - - - 2 1 1 - - -
Berdasarkan Tabel 3, didapatkan hasil dari penilaian sekala nyeri karyawan yang
diukur dengan Numerical Rating Scale menunjukan bahwa 2 pekerja laki laki dengan masing-
masing nilai 5 dan 6, karyawan perempuan dengan nilai NRS 5 sebanyak 2 orang, nilai 6
dengan 1 orang dan nilai 7 dengan 1 orang.
Tabel 4 Rekapitulasi sampel menggunakan Rapid Upper Limb Assesment (RULA)
Posisi Kerja Jumlah (N) Presentase (%)
Resiko Kecil 4 31 %
Resiko Sedang 9 69 %
Berdasarkan Tabel 4, didapatkan hasil dari penilaian posisi ergonomi karyawan yang
diukur dengan RULA menunjukan bahwa karyawan dengan resiko kecil sebanyak 4 orang,
sedangkan karyawan dengan resiko sedang sebanyak 9 orang.
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)
2235
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.11, April 2024
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil dari survey serta pembagian angket yang telah diberikan kepada
karyawan PT Nini Sri Rejeki sebanyak 13 angket. Didapatkan 6 karyawan (4 perempuan dan
2 laki-laki) yang teridentifikasi mengarah ke low back pain. Upaya pencegahan yang bisa
dilakukan fisioterapi pada saat ini hal yang dapat dilakukan oleh fisioterapi adalah dengan
melakukan edukasi atau promosi kesehatan mengenai pencegahan Low Back Pain (LBP)
yaitu edukasi mengenai duduk dengan ergonomis saat bekerja dan memberikan edukasi
mengenai hal yang harus dilakukan saat nyeri timbul yaitu dengan memberikan efek thermal
pada otot dengan menggunakan Back Exercise
DAFTAR PUSTAKA
[1] Adrianto, B. A., Adiatmika, I. P. G., & Suardana, I. P. E. (2017). Redesain Stasiun Kerja CV
Massa Digital Printing Denpasar Meningkatkan Produktivitas dan Menurunkan Keluhan
Muskuloskeletal Karyawan. The Indonesian Journal of Ergonomic) Vol, 3(2), 1.
[2] Andini, F. (2015). Risk factors of low back pain in workers. Jurnal Majority, 4(1).
[3] Chavda, E., S. Parmar, and M. Parmar. Current Practice of Laptop Computer And Related
Health Problems: A Survey Based on Ergonomics..Int J Med Sci Public Health; 2014; 3 (1):
1-5.
[4] Dao, A., Nguyen, V. T., Nguyen, H. V., & Nguyen, L. T. (2018). Factors associated with
depression among the elderly living in urban Vietnam. BioMed research international, Vol
2018, 2018, doi:10.1155/2018/2370284
[5] Demir-Deviren, S., Ozcan-Eksi, E. E., Sencan, S., Cil, H., & Berven, S. (2019).
Comprehensive non-surgical treatment decreased the need for spine surgery in patients with
spondylolisthesis: three-year results. Journal of back and musculoskeletal rehabilitation,
32(5), 701-706.
[6] Eker, Y., & Kaygısız, B. B. (2021). The effect of pain severity on balance, postural stability
and fall risk in patients with shoulder pathologies. Archives of medical science: AMS, 17(2),
390
[7] Iijima, H., Shimoura, K., Aoyama, T., & Takahashi, M. (2021). Low back pain as a risk factor
for recurrent falls in people with knee osteoarthritis. Arthritis Care & Research, 73(3), 328-
335.
[8] Nava, T. I., Romero-Fierro, L. O., Trani-Chagoya, Y. P., Macías-Hernández, S. I., García-
Guerrero, E., Hernández-López, M., & Roberto, C. Z. (2021). Stabilization exercises versus
flexion exercises in degenerative spondylolisthesis: A randomized controlled trial. Physical
Therapy, 101(8), pzab108.
[9] Pramana, I. G. B. T., & Adiatmika, I. P. G. (2020). Hubungan posisi dan lama duduk dalam
menggunakan laptop terhadap keluhan low back pain pada mahasiswa fakultas kedokteran
universitas udayana. Jurnal medika udayana, 9(08), 3-7.
[10] Riva, D., Fani, M., Benedetti, M. G., Scarsini, A., Rocca, F., & Mamo, C. (2019). Effects of
high-frequency proprioceptive training on single stance stability in older adults: implications
for fall prevention. BioMed research international, 2019.
[11] Sumangando, et al. 2017. Hubungan Beban Kerja Perawat dengan Kejadian Low Back Pain
(LBP) Pada Perawat Pelaksana di RS Tk. III R.W. Monginsidi Manado. Jurnal Kesehatan.
Vol. 5, No.
……………………………………………………………………………………………………..........................................
ISSN 2798-3471 (Cetak) Journal of Innovation Research and Knowledge
ISSN 2798-3641 (Online)
2236
JIRK
Journal of Innovation Research and Knowledge
Vol.3, No.11, April 2024
HALAMAN INI SENGAJA DIKOSONGKAN
……………………………………………………………………………………………………………………………………..
Journal of Innovation Research and Knowledge ISSN 2798-3471 (Cetak)
ISSN 2798-3641 (Online)