0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Proposal

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana kegiatan pemetaan geologi di daerah Krajan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Penelitian ini akan mengidentifikasi litologi, struktur geologi, dan geomorfologi serta menghasilkan peta geologi dan kolom stratigrafi. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, pemetaan lapangan, dan pengolahan data untuk analisis lebih lanjut.

Diunggah oleh

mnursapr8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan11 halaman

Proposal

Proposal penelitian ini bertujuan untuk menyusun rencana kegiatan pemetaan geologi di daerah Krajan, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Penelitian ini akan mengidentifikasi litologi, struktur geologi, dan geomorfologi serta menghasilkan peta geologi dan kolom stratigrafi. Metodologi yang digunakan mencakup studi literatur, pemetaan lapangan, dan pengolahan data untuk analisis lebih lanjut.

Diunggah oleh

mnursapr8
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL PENELITIAN

PEMETAAN GEOLOGI

Disusun Oleh :
MUHAMMAD NURSAP RAMADHAN
111.230.084
KELOMPOK 19

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


JURUSAN TEKNIK GEOLOGI
FAKULTAS TEKNOLOGI MINERAL DAN ENERGI
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA
2025
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Pengasih dan Penyayang
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah-Nya sehingga penyusun dapat
menyelesaikan “Proposal Kuliah Lapangan Pemetaan Geologi 2025” sebagai
salah satu tugas sebelum dilaksanakan KLPG 2025. Proposal ini ditulis untuk
menyusun rencana kegiatan lapangan yang akan kami lakukan.

Ucapan terimakasih penyusun sampaikan kepada pihak – pihak yang telah


membantu sehingga penyusun dapat menambah wawasannya dan menyelesaikan
proposal ini, yaitu :

1. Bapak Prof. Dr. Ir. Eko Teguh Paripurno, M.T., selaku pembimbing
Kelompok KLPG 2025.
2. Kedua orang tua saya yang telah memberikan dukungan kepada saya baik
secara moril dan finansial.
3. Teman-teman Kelompok yang akan bekerja sama dengan baik dalam
pelaksanaan KLPG 2025.

Proposal ini merupakan rencana/rancangan kegiatan dan studi kondisi


geologi dari studi literatur pada daerah Krajan dan Sekitarnya, Kecamatan
Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur dan berisi tulisan hasil
penelitian – penelitian yang sudah ada sebelumnya sehingga kami dapat
memahami geologi daerah sebelum dilaksanakannya lapangan KLPG 2025.

Penulis sadar bahwa masih banyak kekurangan dalam pembuatan proposal


ini. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan.

Yogyakarta , 10 Desember 2025


Penyusun,

Muhammad Nursap Ramadhan


111230084

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN........................................................................................1
I. 1. Latar Belakang..............................................................................................1
I. 2. Rumusan Masalah.........................................................................................1
I. 3. Tujuan Penelitian..........................................................................................1
I. 4. Manfaat Penelitian........................................................................................1
BAB II STUDI PUSTAKA......................................................................................3
II. 1. Pemetaan Geologi........................................................................................3
II. 2. Litologi dan Petrologi..................................................................................3
II. 3. Stratigrafi.....................................................................................................3
II. 4. Struktur Geologi..........................................................................................4
II. 5. Geomorfologi...............................................................................................4
II. 6. Peran Pemetaan Geologi dalam Kajian Kebumian......................................4
BAB III METODOLOGI PENELITIAN................................................................6
III. 1. Lokasi dan Waktu Penelitian......................................................................6
III. 2. Peralatan.....................................................................................................6
III. 3. Metode Pengumpulan Data........................................................................6
III. 4. Jadwal Kegiatan.........................................................................................7
III. 5. Luaran Penelitian........................................................................................7
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

I. 1. Latar Belakang

Pemetaan geologi merupakan salah satu metode dasar dalam kajian geosains
untuk memperoleh informasi mengenai susunan, persebaran, dan sejarah geologi
suatu wilayah. Data geologi permukaan sangat penting untuk memahami kondisi
litologi, struktur geologi, perkembangan geomorfologi, serta potensi sumber daya
geologi maupun bahaya geologi. Melalui kegiatan pemetaan geologi, dapat
dihasilkan peta dasar yang menjadi acuan dalam penelitian lanjutan seperti
hidrogeologi, geoteknik, kebencanaan, hingga eksplorasi mineral.

I. 2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana sebaran litologi yang menyusun daerah penelitian?


2. Bagaimana pola struktur geologi yang berkembang?
3. Bagaimana hubungan stratigrafi antar satuan batuan?
4. Faktor apa saja yang memengaruhi perkembangan geomorfologi wilayah
penelitian?
5. Bagaimana model geologi permukaan yang dapat disajikan berdasarkan
hasil pemetaan?

I. 3. Tujuan Penelitian

1. Mengidentifikasi satuan batuan serta karakteristik litologinya.


2. Menggambarkan persebaran dan orientasi struktur geologi.
3. Menyusun urutan stratigrafi dan hubungan antar satuan batuan.
4. Mendeskripsikan kondisi geomorfologi daerah penelitian.
5. Menghasilkan peta geologi skala beserta penampang geologi.

I. 4. Manfaat Penelitian

1. Menambah pemahaman akademik tentang geologi lapangan.


Penelitian pemetaan geologi memberikan pengalaman langsung dalam
mengamati batuan, struktur, dan geomorfologi sehingga memperkuat teori
yang telah dipelajari di kelas.

1
2. Meningkatkan kemampuan analisis dan interpretasi data geologi.
Mahasiswa belajar mengolah data lapangan, membuat peta, kolom
stratigrafi, dan penampang geologi yang merupakan keterampilan penting
dalam studi dan profesi geologi.
3. Melatih keterampilan pemecahan masalah di lapangan.
Kondisi lapangan yang kompleks—akses, cuaca, keterbatasan data—
mendorong mahasiswa berpikir kritis dalam menentukan titik pengamatan,
membaca morfologi, dan menafsirkan hubungan satuan batuan.
4. Mengembangkan kompetensi teknis yang dibutuhkan di dunia kerja.
Meliputi cara menggunakan kompas geologi, GPS, software pemetaan
(ArcGIS/QGIS), serta teknik pengambilan sampel dan pencatatan data
secara sistematis.

2
BAB II
STUDI PUSTAKA

II. 1. Pemetaan Geologi

Pemetaan geologi merupakan kegiatan untuk menggambarkan persebaran


batuan, satuan geologi, dan fenomena struktural di permukaan bumi berdasarkan
observasi lapangan (Billings, 1972). Hasil pemetaan geologi umumnya
dituangkan dalam bentuk peta geologi lengkap dengan simbol-simbol, batas
satuan batuan, struktur geologi, serta penjelasan mengenai sejarah geologi daerah
tersebut. Pemetaan geologi menjadi dasar dalam berbagai bidang kajian geosains,
termasuk eksplorasi mineral, mitigasi bencana, hidrogeologi, serta rekonstruksi
evolusi geologi suatu wilayah. Metode pemetaan melibatkan pengamatan litologi,
pengukuran struktur, pembuatan lintasan pemetaan, dan interpretasi terhadap
proses geologi yang telah terjadi.

II. 2. Litologi dan Petrologi

Litologi merupakan deskripsi fisik dari batuan, mencakup warna, ukuran


butir, struktur, tekstur, komposisi mineral, serta kekerasan. Menurut Blatt,
Middleton, & Murray (1980), deskripsi litologi sangat penting untuk membedakan
satuan batuan dan menentukan lingkungan pengendapannya. Litologi batuan
sedimen misalnya mencerminkan kontrol proses seperti kecepatan arus, energi
pengendapan, serta transportasi material. Pada batuan beku, tekstur seperti
faneritik atau afanitik menjadi indikasi kecepatan pendinginan magma (Winter,
2010). Pada batuan metamorf, keberadaan foliasi, ukuran kristal, dan mineral
indeks dapat menunjukkan tingkat metamorfisme (Yardley, 1989).

II. 3. Stratigrafi

Stratigrafi adalah cabang geologi yang membahas urutan dan hubungan


antar lapisan batuan di permukaan bumi. Stratigrafi digunakan untuk memahami
sejarah geologi melalui prinsip superposisi, keselarasan, ketidaksesuaian
(unconformity), serta korelasi antar satuan batuan (NACSN, 2005). Dalam
pemetaan geologi, stratigrafi membantu mahasiswa mengenali batas kontak antar

3
satuan, menentukan umur relatif batuan, serta mengidentifikasi perubahan
lingkungan pengendapan dari masa ke masa. Penyusunan kolom stratigrafi
menjadi salah satu luaran penting untuk menunjukkan perkembangan geologi
daerah penelitian.

II. 4. Struktur Geologi

Struktur geologi meliputi deformasi pada batuan yang terjadi akibat gaya
tektonik, seperti sesar, lipatan, dan kekar (Davis & Reynolds, 1996). Sesar
merupakan rekahan disertai dislokasi, sedangkan lipatan adalah pelengkungan
lapisan batuan yang terjadi akibat tekanan. Pemetaan struktur geologi bertujuan
memahami arah gaya tektonik, pola deformasi, serta dampaknya terhadap
persebaran batuan. Pengukuran orientasi struktur (strike dan dip) dilakukan
menggunakan kompas geologi, kemudian dianalisis untuk menentukan pola
tegasan (stress) dan sejarah tektonik regional. Struktur geologi juga memiliki
pengaruh besar terhadap hidrologi, kestabilan lereng, dan potensi sumber daya
mineral.

II. 5. Geomorfologi

Geomorfologi mempelajari bentuk permukaan bumi serta proses


pembentukannya. Menurut Thornbury (1969), bentuklahan merupakan hasil
interaksi antara proses endogen seperti tektonik dan vulkanisme dengan proses
eksogen seperti pelapukan, erosi, dan sedimentasi. Dalam konteks pemetaan
geologi, analisis geomorfologi diperlukan untuk memahami bentuklahan, pola
drainase, kemiringan lereng, serta pembagian satuan geomorfik. Interpretasi
geomorfologi membantu menentukan lokasi titik pengamatan, menduga batas
satuan batuan, serta memahami kaitan antara kondisi geologi dan dinamika
permukaan bumi.

II. 6. Peran Pemetaan Geologi dalam Kajian Kebumian

Pemetaan geologi memiliki manfaat luas dalam penelitian akademik


maupun aplikasi praktis. Data geologi permukaan dapat digunakan untuk analisis
rawan bencana seperti longsor dan sesar aktif (van Bemmelen, 1949), kajian
hidrogeologi terkait akuifer, serta identifikasi zona potensial mineralisasi. Bagi
mahasiswa, kegiatan pemetaan geologi merupakan media belajar penting untuk

4
mengintegrasikan teori dan praktik lapangan. Pemetaan juga melatih kemampuan
pengambilan keputusan, analisis spasial, dan interpretasi geologi secara
menyeluruh.

5
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

III. 1. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di daerah Prambon dan sekitarnya, Kecamatan Tugu,


Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur dengan luas 5 km² pada bulan
Januari sampai Februari 2025.

Gambar 2. 1. Lokasi Penelitian (Google Maps, diakses pada 10 Desmber 2025)

III. 2. Peralatan

1. Kompas geologi
2. GPS
3. Palu geologi
4. Peta dasar
5. Buku lapangan
6. Tabulasi Data
7. Alat dokumentasi

III. 3. Metode Pengumpulan Data

1. Studi Literatur

Mengumpulkan data geologi regional, peta topografi, serta penelitian


terdahulu.

2. Pemetaan Lapangan

6
 Identifikasi dan deskripsi litologi (warna, ukuran butir, struktur,
tekstur).
 Pengukuran orientasi struktur (strike–dip, arah jurus dan
kemiringan).
 Penentuan batas satuan batuan dan kontak geologi.
 Dokumentasi lapangan melalui foto dan catatan stratigrafi singkat.
 Pengambilan sampel batuan untuk analisis lanjutan (opsional).
3. Pengolahan Data
 Penyusunan peta geologi menggunakan perangkat lunak
(ArcGIS/QGIS).
 Pembuatan kolom stratigrafi dan penampang geologi.
 Analisis struktur geologi.
 Interpretasi geomorfologi.

III. 4. Jadwal Kegiatan

III. 5. Luaran Penelitian

1. Peta lintasan
2. Peta geologi skala
3. Peta geomorfologi skala
4. Peta pola pengaliran
5. Peta kerawanan bencana
6. Model 3D geologi
7. Laporan
8. Poster

7
DAFTAR PUSTAKA

Billings, M. P. (1972). Structural Geology. Prentice-Hall.


Davis, G. H., & Reynolds, S. J. (1996). Structural Geology of Rocks and Regions.
John Wiley & Sons.
North American Commission on Stratigraphic Nomenclature. (2005). North
American stratigraphic code. AAPG Bulletin, 89(11), 1547–1591.
Thornbury, W. D. (1969). Principles of Geomorphology. John Wiley & Sons.

Anda mungkin juga menyukai