Dengan Mineral Trioxide Aggregate: Apeksifikasi Pada Gigi Insisivus Kanan Maksila
Dengan Mineral Trioxide Aggregate: Apeksifikasi Pada Gigi Insisivus Kanan Maksila
ABSTRAK
Trauma pada gigi permanen imatur non vital dengan apikal terbuka sering terjadi dan melibatkan kurang lebih 30% populasi
anak. Mineral trioxide aggregate (MTA) adalah bahan pilihan terbaik yang dipakai sebagai bahan apeksifikasi untuk
pembentukan apikal barrier dan penyembuhan pada gigi imatur. Tujuan laporan kasus adalah untuk melaporkan keberhasilan
penutupan apikal dengan menggunakan MTA pada gigi permanen insisivus non vital dengan apikal terbuka yang diakibatkan
trauma. Pasien perempuan 18 tahun dengan keluhan gigi depan atas kanan patah dan berubah warna. Kejadian trauma sejak
6 tahun yang lalu karena jatuh dari sepeda. Pemeriksaan klinis, gigi non vital dengan fraktur Ellis klas IV disertai apikal terbuka
dan diskolorasi oleh karena trauma. Periapikal radiografis menunjukkan apikal masih terbuka dengan saluran akar yang besar
serta terdapat radiolusensi periapikal. Apeksifikasi dilakukan dengan MTA dilanjutkandengan pemasangan pasak pita fiber,
pembuatan inti dan restorasi mahkota jaket porselin fusi metal. Simpulan hasil perawatan menunjukkan bahwa apeksifikasi
dengan MTA dapat mempersingkat waktu kunjungan dengan pembentukan barier apikal yang merangsang penyembuhan dan
dapat langsung dilanjutkan dengan restorasi akhir.
Maj Ked Gi; Desember 2013; 20(2): 170-177.
ABSTRACT: Apexification With Mineral Trioxide Aggregate In Right Maxillary Incisor. Traumatic injury in non-vital immature
permanent teeth with open apex is common, and it comprises approximately 30% of the pediatric population. Mineral trioxide
aggregate (MTA) is the best material to be used as an ingredient for apexification procedure for apical calcific barrier formation
and healing. The aim of the present case study is to overview the successful closure of root apex in pulpless permanent incisors
with wide open apices as a consequence of trauma using MTA. The examination was conducted to an 18 year-old female patient
who complained about her broken and discolored right upper front teeth. The traumatic injury of her teeth had happened since 6
years ago after she fell from bike. On clinical examination, she suffered from non-vital teeth with fracture Ellis class IV, apex open
and discoloration accompanied by trauma. Periapical radiographic evaluation showed that root formation with wide open apices
with root canal was large and indicated a periapical radiolucency. Therefore, apexification with MTA was performed followed by
ribbon fiber-reinforced, core making and restoration of full crown porcelain fusion metal. From the treatment, it can be concluded
that the time visit for apexification treatment using MTA is shortened, and MTA can heal and stimulate apical barrier formation
immediately after final restoration.
Maj Ked Gi; Desember 2013; 20(2): 170-177.
170
Ni Kadek E.W., dkk.: Apeksifikasi pada Gigi ...
pada apikal sehingga pengisian saluran akar dapat Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah Mada,
dilakukan dengan normal.4 Calcific barrier bertujuan atas rujukan dari bagian orthodontia dan ingin
untuk mencegah ekstrusi semen dan guta perca ke merawat gigi depannya yang patah serta berubah
arah periapikal pada saat dilakukan obturasi. warna. Gigi tersebut patah karena jatuh dari sepeda
Bahan yang sering digunakan untuk apeksifikasi 6 tahun yang lalu. Pada usia 15 tahun gigi tersebut
adalah Calcium hydroxide (Ca(OH)2). Kalsium pernah ditumpat kemudian mengalami sakit dan
hidroksida adalah bahan apeksifikasi konvensional sekarang gigi tidak dalam keadaan sakit. Pasien saat
dengan prosedur apeksifikasi jangka panjang untuk ini mengeluhkan rasa tidak nyaman dan kurang
pembentukan apical calcific barrier.5 Kelemahan percaya diri dengan kondisi tersebut serta ingin segera
dalam proses apeksifikasi menggunakan kalsium merawat gigi tersebut (Gambar 1). Pemeriksaan
hidroksida dibutuh-kan waktu beberapa kali obyektif didapatkan gigi insisivus sentralis kanan
kunjungan untuk membentuk apical calcific barrier, (11) terdapat fraktur mahkota duapertiga insisal
terkadang mencapai 5 sampai 54 bulan serta banyak yang melibatkan email, dentin dengan pulpa yang
mendapatkan paparan radiasi dari radolusensi nampak sudah terbuka Tes perkusi, palpasi dan
periapikal. Penggantian pasta kalsium hidroksida vitalitas negatif. Pada pemeriksaan radiografis
dapat dilakukan setiap 3 bulan.7 Selain hal tersebut, nampak saluran akar dengan apikal yang terbuka
dapat terjadinya kerentanan terhadap fraktur akar dengan kamar pulpa yang besar serta terdapat
dan mahkota selama waktu perawatan oleh karena radiolusensi periapikal (Gambar 2). Diagnosis adalah
struktur jaringan keras gigi yang mudah rapuh gigi 11 non vital dengan fraktur Ellis klas IV dengan
dengan dinding saluran akar yang tipis.6,7 Hal ini apikal terbuka dan diskolorasi oleh karena trauma
yang menjadikan mineral trioxide aggregate (MTA) disertai lesi periapikal. Rencana perawatan terdiri
, dkk. : Apeksifikasi Pada pilihan
sebagai bahan Gigi Insisivus...
alternatif yang tepat dengandari perawatan apeksifikasi dengan MTA dilanjutkan
kelebihan sifat yang dimilikinya yaitu sebagai apical dengan pemasangan pasak pita fiber, pembuatan inti
plug untuk mengisi ujung apikal tanpa menunggu dan mahkota selubung penuh porselin fusi metal.
formasi apical calcific barrier.8 Dengan kondisi Prognosis kasus ini baik.
tersebut dapat memungkinkan segera dilakukan
yaitu sebagai restorasi
apical pluguntuk untuk
mencegah mengisi
terjadinya fraktur pada
tanpa menunggu formasiBubuk
gigi imature. apicalMTA calcific
terdiri dari partikel
Dengan kondisi
hidrofilik tersebut
yang halus dan dapatmengeras bila ada
akan
kan segera cairan.
dilakukan
9
restorasi
Bersifat basa kuatuntukdengan pH awal 10,2
terjadinya fraktur pada gigi imature.3 - 4 jam setelah
dan akan menjadi 12,5 dalam
pencampuran.
terdiri dari partikel hidrofilikKekuatan
9,10
yang halus MTA terhadap tekanan
akan cairan. 10
meningkat Bersifat
sampai 21basa hari dalam lingkungan
engeras bila ada
lembab. 10
MTA
n pH awal 10,2 dan akan menjadi 12,5 dapat menciptakan suasana anti
bakteri, anti jamur dalam lingkungan
10,11 Gambar
alkali dan 1. FotoGambarklinis gigi 11 klinis gigi 11
1. Foto
- 4 jam setelah pencampuran.
MTA terhadapmempunyai
tekanan akan kemampuan untuk membentuk
meningkat Pada kunjungan pertama dilakukan pembuatan
hidroksiapatit diatas permukaan
lembab. MTAserta menciptakan Informed Consent. Saat pera-watan, dilakukan isolasi
11
hari dalam lingkungan 11,12
biologic seal. Penggunaan MTA untuk apeksifikasi
iptakan suasana anti bakteri, anti jamur daerah kerja dengan pemasangan isolator karet dan
dapat terprediksi hasilnya dan mempersingkat waktu
gkungan alkali dan mempunyai saliva ejector. Selanjutnya kamar pulpa diirigasi
perawatan dengan hasil yang lebih memuaskan.13,14
n untuk membentuk hidroksiapatit diatas dengan NaOCl 2,5% untuk membuang semua
serta menciptakan Tujuanbiologic ini 12,13
artikel seal. adalah memaparkan
debris dan jaringan nekrotik. Dilanjutkan dengan
n MTA untuk apeksifikasi gigi imatur dengan
apeksifikasi dapatmenggunakan MTA eksplorasi saluran akar dengan menggunakan K-file
hasilnya dan padamempersingkat
gigi permanen insisivus non vital dengan apikal
waktu #25 dengan panjang estimasi yang dihitung dari
dengan hasil yang lebih memuaskan. oleh trauma.
yang terbuka yang disebabkan 14,15
foto radiografis. Selanjutnya dilakukan pengukuran
an laporan kasus ini memaparkan panjang kerja dengan apex locator (Profex ® II,
gigi imatur dengan menggunakan MTA
STUDI KASUS Densply) didapat panjang kerja 20 mm yang sudah
permanen insisivus non vital dengan
Pasien perempuan, usia 18 tahun datang ke dikurangi 1 mm dari apikal, kemudian panjang kerja
terbuka yang Bagian
disebabkan oleh trauma.
Konservasi RSGM Gigi dan Mulut Pendidikan dikonfirmasi dengan foto radiografis (Gambar 3).
telahkavitas
dibasahi akuadestertutup
dimasukkan kebahan
dalam saluransemen resin
perlahan lahan lalu
kemudian dilakukan
ditekan ke dinding saluran
(Gambar
dilakukan isolasi daerah6).kerjaPenentuan
dengan pemasanga warna gigi A3 (Vitalumin
pembuatan inti diaplikasikan kembali sampai
tertutup bahan semen resin lalu dilakukan aktivasi
kavitas
saliva ejector dan cotton roll. Tumpatan sementara
danvacum) (Gambar
kapas diambil dari kavitas kemudian dilakukan 7) dengandilanjutkan dengan
sinar selama 20 detik. Selanjutnya dilakukan
konfirmasi radiografis hasil aplikasi pembuatan
pemasangan gingival retraction
pemasangan pasak berupa pita fiber (Construct, Kerr)
yaitu dengan dengan memasukkan pita fiber yang pasak pitacord
fiber. selama 3 menit
sudahmasuk
diaplikasikan keflowabledalam sulkus Preparasi
composite sehingga gingival. dilanjutkanSelanjutnya
untuk pembuatan inti
an
an
an
an
an Gambar 6. Hasil akhir preparasi inti
69173
idiadnyani, dkk. : Apeksifikasi Pada Gigi Insisivus...
175
Maj Ked Gi. Desember 2013; 20(2): 170-177
rumit. MTA merupakan alternatif pilihan terbaik 8. Torabinejad M, Hong CU, MC Donald F, PIH Ford
untuk proses apeksifikasi yang bertindak sebagai TR, Physical and chemical properties of a new root
apical plug dan penyembuhan tanpa menunggu – end filling material. J Endod. 1995; 21: 349 – 53.
pembentukan apical calcific barrier sehingga 9. Camilleri J, Montesin FE, Brady K, Sweeney R,
mempersingkat waktu kunjungan pasien dengan Curtis RV, Pitt Ford TR. The constitution of mineral
langsung dilakukan pengisian saluran akar dan trioxide aggregate. Den Mater. 2005; 21: 731 – 8.
dibuatkan restorasi akhir untuk mencegah fraktur 10. Duarte MAH, de Oliveria Demarchi ACC, Yamashita
serta mengurangi paparan radiasi antar kunjungan. JC, Kuga MC, de Campos Fraga S. pH and calcium
ion release of two root – end filling materials. Oral
KESIMPULAN Surg Oral Med Oral Pathol Oral Radiol Endod.
2003; 95: 345-7.
Apeksifikasi dengan MTA dapat mem-
11. Fridland M, Rasado R. MTA solubility a long term
persingkat waktu kunjungan dengan pem-bentukan
study. J Endod. 2005; 31: 376-9.
barier apikal yang merangsang penyembuhan dan
dapat langsung dilanjut-kan dengan restorasi akhir. 12. Maroto M, Barberia E, Planells P,Vera V. Treatment
of a non-vital immature incisor with mineral trioxide
aggregate (MTA). Dent Traumatol. 2003; 19 :165-9.
DAFTAR PUSTAKA
13. El-Meligy AO, Avery DR. Comparison of
1. Rafter M. Apexification : a review. Dent Traumatol. apexification with mineral trioxide aggregate and
2005; 21: 1-8. calsium hydroxide. Pediatric Dentistry. 2006; 28 :
2. Navageni NB, Umashankara KV, Radhika NB, 248-53.
Manjunath S. Successful closure of the root apex in 14. Shabahang S, Torabinejad M. Treatment of teeth
non vital permanent incisors with wide open apices with open apices using mineral trioxide aggregate.
using single calcium hydroxide dressing–Report of 2 Pract. Periodontics Aesthet Dent. 2000; 12: 315-20.
cases. J Clin Exp Dent. 2010; 2(1): 26-9. 15. Tittle K, Farley J, Linkhart T, Torabinejed M. Apical
3. Viddyasagar M, Choudhari S, Raurale A, Dahapute closure induction using bone growth factors and
S. Apexification and apexogenesis – a case report. mineral trioxide aggregate. JOE. 1996; 22:198.
IJCD. 2010;1(3): 52-4. 16. Steinig Th, Regan JD, Gutmann JL. The use and
4. Grossman LI, Oliet S, Del Rio CE. Ilmu endodontic predictable placement of mineral trioxide anggregate
in one –visit apexification case. Aus Endod J. 2003;
dalam praktek (Endodontice Practice). Alih bahasa
29: 34-42.
Abyono R. Penyunting Suryo S. Edisi ke 11. Jakarta:
EGC; 1995. H. 121 – 125. 17. Keiser K. Johnnson CC, Tipton DA. Cytotoxicity of
mineral trioxide aggregate using human periodontal
5. Frank AL. Theray for the divergent pulpless tooth by
ligament fibroblasts. J endod. 2000; 26:288-91.
continued apical formation. J AM Dent Assoc. 1966;
18. Apaydin E, Shabahang S dan Torabinejed M. Hard-
72: 87-93.
tissue healing after application of fresh or set MTA as
6. Saunders WP, Saunders EM. Coronal leakage as
root-end filling material. J Endod. 2004; 30: 21-4.
a cause of failure in root canal therapy: a review.
19. Shabahang S, Torabinejad M, Boyne PP, Abedi
Endod Dent Traumatol. 1994; 10: 105-8.
HR, McMillan PA. Comparative study of root –
7. Simon S, Rilliard F, Berdal A, Machtou P. The use of
end induction using osteogenic protein-1, calcium
mineral trioxide aggregate in one – visit apexification
hydroxide and mineral trioxide aggregate in dogs. J
treatment: a prospective study. Int Endod J. 2007;
endod.1999; 25: 1-5.
40: 186-97.
176
Ni Kadek E.W., dkk.: Apeksifikasi pada Gigi ...
20. Al-Hzalmik, Naghshbandi J, Oglesby S, Simon JH 22. Lawley GR, Schindler WG, Walker WA, Kolodrubetz
dan Rotstein I. Human saliva penetration of root D. Evaluation of ultrasonically placed mta and
canals obturated with two types of mineral trioxide fracture resistance with intra canal composite in a
aggregate cement. J Endod. 2005 ;31:453-6. model of apexification. J Endod. 2004; 30: 167-72.
21. Sjogren U, Figdor D, Spangberg L, Sundqvist G. The
antimicrobial effect of calcium hydroxide as a short –
term intracanal dressing. Int endod J. 1991;24: 119-25.
177