RK3K
RK3K
(RKK)
DAFTAR ISI
MASWO SASOSUSOKO
Direktur
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
Pekerjaan Turap dan Pagar di Kawasan Industri Wijaya Karya ( Persero ) Tbk
Dalam rangka Pekerjaan Pekerjaan Turap dan Pagar di Kawasan Industri Wijaya Karya ( Persero ) Tbk, berkomitmen
melaksanakan konstruksi berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh
pelaksanaan konstruksi:
MASWO SASOSUSOKO
Direktur
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI (RKK)
Pekerjaan Turap dan Pagar di Kawasan Industri Wijaya Karya ( Persero ) Tbk
Penyusunan Identifikasi Bahaya, Penilaian Resiko K3, Skala Prioritas K3 Pengedalian Resiko K3, dan
Penanggung Jawab K3 terdapat pada tabel berikut ini
B. Perencanaan Keselamatan Konstruksi
B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
TABEL 1. DENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Kondisi tidak sehat
Memakai Masker dan selalu menjaga Administratif ,
/berbahaya paparan Virus Instruksi Menteri PUPR
kebersihan anggota tubuh (Masker; air; Resiko Inspeksi dan
Protokol Pencegahan Covid-19 Covid 19, Gejala Covid-19 No.02/IN/M/2020 ; SE Bupati Bogor 3 4 12 N N N N Tidak Ada
sabun sanitaizer; disinfektan; pengukur Besar tindakan
(Batuk, Panas, Sesak No.12/Covid-19/sekret/IV/2020
suhu tubuh dan lainnya) pencegahan
Nafas, Pilek, dll)
Administratif ,
Memakai APD (helm, sepatu safety,
Kondisi tidak Resiko Inspeksi dan
Terperosok sarung tangan, masker, dan kacamata Memakai APD 2 3 6 N N N N Tidak Ada
aman/bahaya Sedang tindakan
kerja) dan mengikuti SOP Peralatan
pencegahan
Administratif ,
Pekerjaan Turap dan Pagar Memakai APD (helm, sepatu safety,
Kondisi tidak Resiko Inspeksi dan
1 di Kawasan Industri Wijaya Menghirup Debu Atau kotoran sarung tangan, masker, dan kacamata Memakai APD 2 3 6 N N N N Tidak Ada
aman/bahaya Sedang tindakan
Karya ( Persero ) Tbk kerja) dan mengikuti SOP Peralatan
pencegahan
Administratif ,
Memakai APD (helm, sepatu safety,
Kecelakaan akibat salah Kondisi tidak Resiko Inspeksi dan
sarung tangan, masker, dan kacamata Memakai APD 2 3 6 N N N N Tidak Ada
penggunaan peralatan aman/bahaya Sedang tindakan
kerja) dan mengikuti SOP Peralatan
pencegahan
Administratif ,
Memakai APD (helm, sepatu safety,
Kondisi tidak Resiko Inspeksi dan
Tertimpa Material sarung tangan, masker, dan kacamata Memakai APD 2 2 4 N N N N Tidak Ada
aman/bahaya Sedang tindakan
kerja) dan mengikuti SOP Peralatan
pencegahan
MASWO SASOSUSOKO
Direktur
B. 2 TABEL SASARAN KHUSUS DAN PROGRAM KHUSUS
Tabel 2. Penyusunan Sasaran Khusus dan Program Khusus
Sasaran Program
Pengedalian Resiko (Sesuai
No. Indikator Penanggung
Kolom Tabel 6 IBPRP) Uraian Tolok ukur Uraian Kegiatan Sumber daya Jadwal Pelaksanaan Bentuk Monitoring
Pencapaian Jawab
MASWO SASOSUSOKO
Direktur
B. 3 . Standar dan peraturan perundangan
Tabel 3. Standar Peraturan Perundang – Undangan
9 KEP.174/MEN/1986 dan Nomor : 104/KPTS/1986 tanggal 1986 tentangKeselamatan dan Kesehatan Kerja pada tempat kegiatan Konstruksi.
10 KEP.174/MEN/1986 dan Nomor : 104/KPTS/1986 tanggal 1986 tentangKeselamatan dan Kesehatan Kerja pada tempat kegiatan Konstruksi.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.03/Men/1998 Tata Cara Pelaporan Dan Pemeriksaan Kecelakaan
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.04/Men/1980 Syarat-Syarat Pemasangan Dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan
Keputusan Menteri Tenaga Kerja [Link]-186/Men/1999 Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No. [Link]/Men/1981 Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No. [Link]/Men/1989 Kualifikasi Dan Syarat-Syarat Operator Keran Angkat
Peraturan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi No. Per.O2/Men/L980 Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja
Peraturan Menteri Perburuhan No. 7 tahun 1964 Syarat Kesehatan, Kebersihan Serta Penerangan Dalam
[Link] No. Kep. 51/Men/1999 Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Di Tempat KerjaKerja
Surat Edaran No. Seso1/Men/1997 Nilai Ambang Batas Faktor Kimika Di Tempat KerjaKerja
Pekerja tidak harus dilihat sebagai pengamat dalam [Link] bertanggung jawab untuk melindungi keselamatan dan kesehatan mereka sendiri di
9 tempat kerja sehingga mereka perlu mengambil bagian dalam memastikan berfungsinya kebijakan [Link] melakukan ini, mereka perlu menyadari
dan memahami berbagai bahaya kesehatan dan keselamatan, standar dan praktekpraktek yang relevan dengan pekerjaan mereka.
PENANGGUNG JAWAB K3
2 Petugas Emergency/Kedaruratan
Menerapkan program emergency/kedaruratan.
Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pelatihan keadaan darurat secara keseluruhan
Mendata seluruh personil dan menugaskan Tim P3K dalam pencarian orang yang hilang
Mengkoordinir pelaksanaan penanganan kondisi darurat, evakuasi dan evaluasi kondisi darurat secara keseluruhan
Melakukan pemantauan dan pengendalian dalam setiap kondisi keadaan darurat termasuk melakukan mitigasi apabila terjadi
kecelakaan kerja
Memastikan kesiapan tim dan peralatan keadaan darurat tersedia sesuai kondisi lapangan.
3 Petugas P3K
Menerapkan program K3
Melaksanakan tindakan P3K di tempat kerja
Merawat fasilitas P3K ditempat kerja, meliputi :
Ruang P3K;
Kotak P3k dan isinya;
Alat evakuasi dan transportasi.
Fasilitas tambahan berupa alat pelindung diri (APD) dan/atau peralatan khusus di tempat kerja yang memiliki potensi bahaya
yang bersifat khusus.
Mencatat setiap kegiatan P3K dalam buku kegiatan
Membuat laporan kegiatan P3K secara periodik.
4 Petugas Kebakaran
Menerapkan program Kebakaran.
• Menyusun rencana kegiatan sesuai kebijakan.
• Menetapkan semua kegiatan unit manajemen keselamatan kebakaran pada pekerjaan konstruksi.
• Mengimplementasikan kebijakan operasi pemadam kebakaran konstruksi dan lingkungannya.
• Melaksanakan aktifitas unit manajemen keselamatan kebakaran di tempat kerja.
• Mengendalikan aktifitas terkait dengan pencegahan dan penanggulangan kebakaran sesuai rencana kerja.
• Melakukan koordinasi dengan pihak instansi pemadam kebakaran dan instansi terkait.
C.2. Kompetensi
Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No 13 tahun 2005 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib melaksanakan upaya
Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan sarana produksi. Untuk itu diperlukan tenaga-tenaga K3 yang
profesional dan kompeten dalam mengembangkan, mengkoordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3 dalam perusahaan.
Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM K3 untuk berbagai bidang keahlian dan bidang
kegiatan.
Salah satu bidang kompetensi yang diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3 untuk tingkat utama, madya dan muda yang dituangkan dalam SKKNI
bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Pada Paket pekerjaan ini Kami menyiapkan Petugas K3 dengan Sertifikat K3.
C.3. Kepedulian
Kepedulian kami terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan operasional dan bisnis
perusahaan yang pelaksanaannya merupakan tanggung jawab semua jajaran di perusahaan.
Kami bertekad untuk melaksanakan kegiatan perusahaan yang bergerak dalam bidang JASA KONSTRUKSI yang mengutamakan keselamatan dan
kesehatan kerja dengan penerapan program perbaikan berkelanjutan melalui Sistem, Manajemen Kesehatan & Keselamatan Kerja (OHSAS 18001)
sehingga dapat tercipta tempat kerja yang aman serta nyaman bagi siapapun yang berada di tempat kerja.
Membangun manajemen perusahaan yang mengacu pada sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berpedoman pada Permen PU.
1
Nomor: 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang PU.
Menetapkan tujuan, merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi sasaran dan program Manajemen K3 (Kesehatan & Keselamatan Kerja) secara
2
berkala agar selaras, baik dengan perkembangan kondisi perusahaan, peraturan atau standar yang berlaku.
Mematuhi peraturan perundang-undangan dan persyaratan lainnya yang berkaitan dengan K3, serta mengintegrasikannya ke dalam semua aspek
3
kegiatan operasi perusahaan kami.
4 Melaksanakan identifikasi bahaya seuai dengan sifat dan skala resiko K3 dalam semua aktivitas operasi.
5 Menyediakan kerangka kerja untuk menetapkan dan meninjau sasaran - sasaran K3.
6 Menyediakan sumberdaya yang cukup untuk mengimplementasikan Sistem manajemen K3.
7 Mendokumentasikan, menerapkan dan memelihara SMK3.
8 Memelihara program Lindungan Lingkungan terhadap kegiatan disemua area lokasi kerja.
9 Mengkomunikasikan dan menanamkan kesadaran akan kebijakan ini kepada semua personil secara berkala.
Mengelola dan menangani semua material, baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya, termasuk mengendalikan potensi bahaya terhadap
10
pekerja.
11 Meningkatkan kompetensi pekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawabnya.
12 Meninjau aspek Manajemen K3 secara periodik agar tetap relevan.
13 Memberikan perlindungan bagi semua personil di tempat kerja sehingga dapat dicegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
14 Memberikan pelatihan dan kompetensi yang sesuai dan memadai agar tenaga kerja dapat bekerja secara aman dan selamat.
15 Memperhatikan aspek K3 dalam semua kegiatan operasinya.
C.4. Komunikasi
Faktor Komunikasi memiliki unsur yang penting dalam mengkoordinasikan pelaksanaan K3 di Lapangan. Karena hal itu, maka Kami akan membuat
Prosedur Operasi Standard sebagai acuan dalam pelaksanaan di lapangan.
Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk Alat Pelindung Diri yang diperlukan untuk melaksanakan
No. No.
melaksanakan pekerjaan: pekerjaan:
1 Helm/Safety Helmet √ 8 Tameng Muka (Face Shield) √
2 Sepatu Keselamatan (Safety Shoes); untuk Staf √ 9 Sepatu Keselamatan (Rubber Safety Shoes_andtoe cap) √
3 Sarung Tangan/Safety Gloves √ 10 Penunjang Seluruh Tubuh (Full Body Harness) √
4 Kaca Mata Pengaman/Safety Googles √ 11 Celemek (Apron/Coveralls) √
5 Tali Ikat Pengaman/Safety Belt √ 12 Pelindung Jatuh (Fall Arrester) √
6 Rompi Keselamatan/Safety Vest √
7 Masker Pernafasan/Respiratory √
Gejala Covid-19 (Batuk, Panas, Sesak, Nafas, Pilek, dll), Mengikuti Protokol Pencegahan Covid-19,
Pekerjaan Turap dan Pagar di Kawasan Industri Wijaya Karya ( Tertimbun , Tergelincir / Terperosok, Terkena Alat kerja manual Memakai Safety Officer
1
Persero ) Tbk / alat berat, Tertusuk Paku, Terkena Coran Lantai di direksi APD (helm, sepatu safety, sarung tangan,
keet, Terbentur Benda keras / Tertimpa material masker, dan kacamata kerja) dan mengikuti
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1. Perencanaan Operasi
Penyedia jasa wajib membuat identifikasi Bahaya, Penilaian Risiko, Skala Prioritas, Pengendalian Risiko K3, dan Penanggung
jawab untuk diserahkan, dibahas, dan disetujui PPK pada saat Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak / Pre Construction
Meeting (PCM) sesuai lingkup pekerjaan yang akan dilaksanakan. Kegiatan Konstruksi pada pelaksanaan Paket Pekerjaan
Turap dan Pagar di Kawasan Industri Wijaya Karya ( Persero ) Tbk merupakan suatu kegiatan yang sangat kompleks dengan
perpaduan antara kondisi lingkungan dan tuntutan Spesifikasi Teknis yang di dalamnya terdapat interaksi antara peralatan,
bahan dan sumber daya manusia.
Interaksi tersebut sangat berpotensi menjadi penyebab terjadinya insiden dan kecelakaan kerja, penyakit akibat kondisi tempat
kerja serta dapat menyebabkan terjadinya dampak lingkungan yang disebabkan oleh pembuangan limbah dari proses
produksi sehingga terjadi ketidak sesuaian antara mutu produk dengan spesifikasi yang dipersyaratkan.
Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya pencegahan secara berkesinambungan sebagai antisipasi untuk meminimalisasi
terjadinya resiko kecelakaan kerja dan penyakit yang timbul akibat lingkungan yang tidak sehat demi pemenuhan dan
peningkatan kualitas produk yang dihasilkan.
Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) adalah dokumen rencana penyelenggaraan K3 Konstruksi di proyek yang
disusun oleh Penyedia Jasa dan diajukan kepada Pengguna Jasa untuk mendapat persetujuan yang selanjunya dijadikan
sebagai kerangka acuan antara Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa serta pihak-pihak yang terkait dalam rangka
penyelenggaraan dan penerapan K3 Konstruksi pada Paket Pekerjaan Turap dan Pagar di Kawasan Industri Wijaya Karya (
Persero ) Tbk. Rencana Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) disusun berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
Nomor : 09/PRT/M/2008 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)Konstruksi Bidang
Pekerjaan Umum.
E Evaluasi Keselamatan Konstruksi
E.1 Pemantauan dan Evaluasi
TABEL 1. DENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENETAPAN PENGENDALIAN RISIKO K3
JADWAL INSPEKSI DAN AUDIT
Bulan Ke
No. Kegiatan PIC 1 2
('1-30) ('31-50)
Perusahaan membangun metode sistematis untuk pengukuran dan pemantauan kinerja K3 secara teratur sebagai satu kesatuan bagian
dari keseluruhan sistem manajemen Perusahaan. Pemantauan melibatkan pengumpulan informasi-informasi berkaitan dengan bahaya
K3, berbagai macam pengukuran dan penelitian berkaitan dengan resiko K3, jam lembur tenaga kerja serta penggunaan
peralatan/mesin/perlengkapan/bahan/material beserta cara-cara penggunaannya di tempat kerja. Pengukuran kinerja K3 dapat berupa
pengukuran kualitatif maupun pengukuran kuantitatif kinerja K3 di tempat kerja.
Perusahaan mendelegasikan tugas pemantauan dan pengukuran kinerja K3 kepada Ahli K3 Umum Perusahaan atau Sekretaris Panitia
Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja termasuk anggota-anggota di bawah kewenangan Ahli K3 Umum [Link] dari
pemantauan dan pengukuran kinerja K3 dianalisa dan digunakan untuk mengidentifikasi tingkat keberhasilan kinerja K3 ataupun
kebutuhan perlunya tindakan perbaikan ataupun tindakan-tindakan peningkatan kinerja K3 [Link] kinerja K3 menggunakan
metode pengukuran proaktif dan metode pengukuran reaktif di tempat [Link] pengukuran kinerja K3 menggunakan metode
pengukuran proaktif dengan tujuan untuk mendorong peningkatan kinerja K3 dan mengurangi kejadian kecelakaan kerja di tempat kerja.
Termasuk dalam pengukuran proaktif kinerja K3 antara lain :
1 Penilaian kesesuaian dengan perundang-undangan dan peraturan lainnya yang berkaitan dengan penerapan K3 di tempat kerja.
2 Keefektivan hasil inspeksi dan pemantauan kondisi bahaya di tempat kerja
3 Penilaian keefektivan pelatihan K3.
4 Pemantauan Budaya K3 sluruh personil di bawah kendali Perusahaan.
5 Survey tingkat kepuasan tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja.
6 Keefektivan hasil audit internal dan audit eksternal Sistem Manajemen K3.
7 Jadwal penyelesaian rekomendasi-rekomendasi penerapan K3 di tempat kerja.
8 Penerapan Program - program K3
9 Tingkat keefektivan partisipasi tenaga kerja terhadap penerapan K3 di tempat kerja
10 Pemeriksaan kesehatan tenaga kerja di tempat kerja.
Untuk menjamin kesesuaian dan kefektifan yang berkesinambungan guna pencapaian tujuan SMK3, pengusaha dan/atau pengurus
perusahaan atau tempat kerja harus:
1 Melakukan tinjauan ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala
Tinjauan ulang SMK3 harus dapat mengatasi implikasi K3 terhadap seluruh kegiatan, produk barang danjasa termasuk dampaknya
2
terhadap kinerja perusahaan.
Tinjauan ulang penerapan SMK3, paling sedikit meliputi :
1 Evaluasi terhadap kebijakan K3
2 Tujuan, sasaran dan kinerja K3
3 Hasil temuan audit SMK3
4 Evaluasi efektifitas penerapan SMK3, dan kebutuhan untuk pengembangan SMK3.
Perbaikan dan peningkatan kinerja dilakukan berdasarkan pertimbangan:
1 Perubahan peraturan perundangan-undangan;
2 Tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar;
3 Perubahan produk dan kegiatan perusahaan;
4 Perubahan struktur organisasi perusahaan;
5 Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk epidemologi;
6 Hasil kajian kecelakaan dan penyakit akibat kerja;
7 Adanya pelaporan dan/atau
8 Adanya saran dari pekerja/buruh.