PRAKTIKUM
ANALISIS & PERANCANGAN
SISTEM KERJA
LAPORAN PRAKTIKUM
MODUL 4
Sampling Pekerjaan
Kelompok: B6
Anggota Kelompok :
1. Novelia Christien (230612199)
2. Crissela Anugrah Berlian (230612633)
3. Bintang Pamungkas T S (230612643)
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Capaian Pembelajaran
Berikut merupakan beberapa tujuan yang dicapai dalam praktikum modul 4
sampling pekerjaan
a. Praktikan diharapkan dapat mengukur dan menganalisis produktivitas pekerjaan
dengan metode work sampling.
b. Praktikan diharapkan dapat menentukan faktor penyesuaian dan kelonggaran
dalam penentuan waktu baku elemen pekerjaan.
c. Praktikan diharapkan dapat melakukan analisis sampling pekerjaan
berdasarkan permasalahan nyata
1.2. Pelaksanaan Praktikum
Praktikum modul sampling pekerjaan dilakukan selama 5 hari di tempat observasi
yang sudah ditentukan dan melakukan pencatatan 20 pekerjaan sesuai dengan
kerja di tempat observasi.
1.2.1. Alat dan Bahan
Pelaksanaan praktikum modul sampling pekerjaan dilakukan dengan bantuan
dari beberapa alat dan bahan sebagai berikut.
a. Tempat Observasi
b. Operator Kerja
c. Alat Tulis
1.2.2. Cara Kerja
Pelaksanaan praktikum dilakukan dengan mengikuti langkah – langkah sebagai
berikut.
a. Tahap Persiapan
Mengamati tempat observasi dengan tujuan mendapatkan informasi mengenai
sistem kerja, lingkungan kerja, dan kondisi kerja tempat observasi. Proses dimulai
dengan melakukan identifikasi pada pekerjan, mengamati proses kerja oleh
operator atau pekerja, kemampuan atau skill tenaga kerja selama bekerja,
menentukan elemen kegiatan. Setelah itu, pengamatan dilanjutkan dengan
menentukan satu orang pekerja untuk dijadikan objek pengamatan. Aspek yang
digunakan yaitu tenaga kerja dapat bekerja sama dan bekerja secara normal.
Pengamatan berlanjut dengan memisahkan kegiatan atau elemen kerja sesuai
dengan elemen yang akan diamati. Elemen kerja satu dengan lain merupakan
elemen atau kegiatan terpisah, menetapkan output identification Unit dari setiap
elemen kerja. Selama proses pemisahan, semua elemen yang mungkin terjadi
harus dimasukkan. Pengamatanberlanjut dengan melakukan sampling
pengukuran pada waktu siklus untuk elemen pekerjaan yang diamati dengan
tujuan menentukan satuan waktu pengamatan.
Satuan waktu pengamatan dapat dihitung dengan menggunakan rata – rata waktu
elemen kerja selesai dilakukan. Satuan waktu pengamatan digunakan untuk
menentukan bilangan random maksimal. Langkah selanjutnya yaitu menentukan
bilangan acak maksimal. Pengamatan berlanjut dengan menentukan waktu
pengamatan acak dengan bantuan dari tabel bilangan acak 20 kali setiap harinya
sesuai dengan jam kerja operator selama 5 hari.
b. Tahap Pelaksanaan
Melakukan pengamatan dan mengumpulkan data yaitu sampling pekerjaan sesuai
dengan tempat observasi, operator yang akan diamati, dan waktu sebanyak 20
pekerjaan dalam 5 hari kerja.
1.3. Deskripsi Pekerjaan
Pada pengamatan dalam Modul 4 ini, praktikan melakukan observasi langsung
terhadap aktivitas pekerjaan di bengkel Rizky Motor. Bengkel ini merupakan usaha
mikro yang bergerak di bidang jasa perbaikan dan perawatan sepeda motor.
Beberapa jenis pekerjaan yang umum dilakukan di bengkel ini meliputi servis
ringan, pergantian oli mesin dan oli gardan, serta servis besar. Selain itu, bengkel
ini juga menerima dalam perbaikan system kelistrikan. Jam operasional bengkel
Rizky Motor dimulai pukul 13.00 hingga pukul 22.00, dengan hari kerja aktif dari
senin hingga sabtu. Durasi dalam pengerjaan untuk setiap jenis pun bervariasi
tergantung pada kesulitan dan kondisi motor yang ditangani. Misal untuk servis
ringan biasanya memerlukan waktu 20 hingga 45 menit, sementara untuk servis
besar dapat memakan waktu 2 jam hingga seharian penuh, tergantung dengan
ketersediaan suku cadang.
BAB 2
TEORI SINGKAT
2.1. Teknik Pengukuran Waktu
Pengukuran waktu kerja adalah suatu proses pentuing yang digunakan untuk
menentukan waktu yang dibutuhkan oleh seorang pekerja dalam menyelesaikan
suatu tugas pada konsisi normal. Terda;at dua metode utama dalam pengukuran
waktu kerja, yaitu metode langsung dan metode tidak langsung, yang masing-
masing memiliki pendekatan dan aplikasi yang berbeda.
a. Metode pengukuran waktu kerja langsung
Metode pengukuran waktu kerja langsung melibatkan pengamatan langsung oleh
pengamat terhadap pekerja dilokasi kerja. Salah satu Teknik yang umum
digunakan adalah stopwatch time study, dimana pengmat mencatat waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan elemen-elemen kerja tertentu. Metode ini sangat
efektif untuk pekerjaan yang bersifat singkat dan berulang-ulang.
b. Metode pengukuran waktu kerja tidak langsung
Metode pengukuran waktu kerja tidak langsung tidak memerlukan kehadiran
pengamat di lokasi kerja. Pengukuran dilakukan berdasarkan data yang telah
terdokumentasi sebelumnya, seperti rekaman video atau tabel waktu standar
metode ini memungkinkan analisis waktu kerja tanpa harus mengganggu proses
produksi yang sedang berlangsung.
2.2. Kegunaan Sampling Pekerjaan
Work sampling merupakan suatu metode pendekatan yang dapat digunakan untuk
mengukur produktivitas dengan cukup mudah. Sampling kerja, atau yang dikenal
juga sebagai random observation method, merupakan teknik pengukuran kerja
yang dilakukan secara langsung. Metode ini sangat efektif untuk menentukan
presentase waktu tunda dalam suatu aktivitas, tingkat pemanfaatan fasilitas
produksi, waktu standar, dan lainya.
Jika metode ini digunakan untuk menetapkan waktu kelonggaran (allowance),
maka hal utama yang harus dipastikan terlebih dahulu adalah penetapan metode
kerja yang baku. Metode sampling kerha didasarkan pada prinsip probabilitas,
sehingga pengamatan tidak perlu mencakup seluruh populasi, melainkan cukup
menggunakan sampel acak. Awalnya, metode ini diterapkan pada lingkungan
pabrik, namun kemudian juga digunakan dalam aktivitas perkantoran. Melalui
sampling kerja, dapat mengidentifikasi waktu-waktu menggangur yang dialami
oleh mesin, alat produksi, maupun tenaga kerja.
2.3. Prosedur Sampling Pekerjaan
Sampling pekerjaan dilakukan dengan mengikuti langkah – langkah pelaksanaan
sebagai berikut.
a. Menentukan waktu pengamatan dengan menggunakan tabel bilangan acak
Pengamatan yang dilakukan dengan metode sampling pekerjaan harus
memberikan kesempatan yang sama pada setiap kejadian pada aktivitas kerja.
Maka dari itu, perlu adanya pengamatan yang dilakukan secara acak atau random.
Waktu random untuk melakukan pengamatan di dapatkan dari tabel bilangan acak.
b. Menentukan Frekuensi Pengamatan
Frekuensi pengamatan merupakan jumlah data diperlukan dan harus dipenuhi
serta waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan data. Sebagai contoh dalam
praktikum dilakukan 100 kali pengamatan dengan jangka waktu pengerjaan 5 hari,
maka untuk memenuhi pengamatan yang dibutuhkan 100/5 yaitu melakukan
pengamatan 20 kali dalam waktu satu hari.
c. Menentukan Tingkat ketelitian dan kepercayaan
Pengukuran dapat dinyatakan ideal apabila kuantitas pengukuran tersebut banyak
hingga hasil dari pengukuran tersebut mendekati keadaan aktual. Namun, karena
waktu, biaya, dan tenaga kerja yang diperlukan terlalu banyak maka kuantitas
pengukuran dapat diperkecil namun hasil yang diperoleh dapat dipercaya. Tingkat
ketelitian merupakan hasil perhitungan penyimpangan maksimal dari data atau
kuantitas yang sudah dikumpulkan oleh praktikan. Tingkat kepercayaan
merupakan persentase kepercayaan praktikkan terhadap hasil data yang
dikumpulkan memenuhi syarat dan ketentuan dari sebuah penelitian, sehingga
data tersebut bisa dipercaya.
d. Penggunaan Peta Kontrol
Metode sampling kerja dikembangkan dengan dasar probabilitas, maka itu
pengamatan yang dilakukan tidak perlu menyeluruh cukup menggunakan sampel
yang diambil secara acak. Peta kontrol yang umumnya digunakan yaitu peta
kontrol proporsi (proportional control chart). Berikut merupakan persamaan untuk
menentukan nilai batas kontrol atas dan nilai batas kontrol bawah.
p̅ (1-p̅ )
BKA = p
̅ + K√
n
p̅ (1-p̅ )
BKB = p̅ - K√ n
Dengan keterangan:
p̅ = Prosentase rata – rata untuk pekerjaan yang akan diamati (desimal)
n = Jumlah pengamatan per siklus waktu kerja
K = Tingkat Kepercayaan pada pengamatan
e. Penentuan waktu longgar dan waktu baku
Waktu normal ditentukan untuk menunjukkan bahwa operator dengan keahlian
baik di bidangnya mampu menyelesaikan suatu pekerjaan dalam waktu normal.
Waktu longgar ditentukan untuk mengklasifikasikan berbagai jenis allowance yang
ada selama pekerjaan berlangsung.
f. Perhitungan waktu baku
Setelah menentukan waktu longgar dna waktu baku dilakukan perhitungan untuk
mencari nilai prosentase produktif dengan persamaan sebagai berikut.
Jumlah kegiatan produktif hari ke-i
% Produktif= x 100%
jumlah kegiatan hari ke-i
Jumlah kegiatan non- produktif hari ke-i
%Non Produktif= x 100%
jumlah kegiatan hari ke-i
Setelah prosentase produktivitas diketahui makan dilakukan perhitungan pada
waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku dengan persamaan sebagai berikut
𝛴𝑋𝑖
WS = 𝑁
Keterangan:
Ws = Waktu siklus (detik)
Xi = Waktu pengukuran masing-masing siklus (detik)
N= Banyak siklus perakitan
Wn = WS x p
Keterangan:
Wn = Waktu normal (detik)
p = Faktor penyesuaian
Wb = Wn x (100%+a)
Keterangan:
Wb = Waktu baku (detik)
a = Faktor kelonggaran
2.4. Keuntungan dan kerugian sampling pekerjaan
Metode work sampling adalah Teknik produktivitas kerja yang memiliki berbagai
keungggulan, menjadikannya pilihan efektif dalam berbagai lingkungan kerja.
Berikut beberapa keuntungan dari metode ini.
Keuntungan metode work sampling.
Berikut merupakan keuntungan-keuntungan dalam metode sampling pekerjaan.
a. biaya operasional yang rendah
metode work sampling tidak memerlukan biaya besar karena pengamat tidak
harus hadir secara terus menerus. Pengamatan dilakukan secara acak pada
interval waktu tertentu, sehingga mengurangi kebutuhan akan sumber daya yang
intensif.
b. tidak membutuhkan pelatihan atau keahlian khusus
pengamat dalam metode ini tidak memerlukan pelatihan khusus atau keahlian
tertentu, karena pengamatan dilakukan secara acak dan sederhana. Hal ini
memungkinkan partisipasi aktif dari berbagai tingkat organisasi, termasuk atasan
dan bawahan, dalam proses pengamatan dan analisis, yang dapat meningkatkan
keterlibatan dan pemahaman Bersama terhadap proses kerja.
c. pengamtan tidak mengganggu jalannya pekerjaan
karena pengamatan dilakukan secara acak dan tidak terus menerus, metode ini
tidak mengganggu alur kerja normal.
Kerugian metode work sampling
Berikut merupakan kerugian dalam metode sampling pekerjaan.
a. ketidakakuratan pada aktivitas jangka oendek
metode ini kurang efektif untuk aktivitas yang berdurasi singkat atau tidak
berulang, karena pengamatan acak mungkin tidak menangkap seluruh variasi
aktivitas tersebut.
b. memerlukan jumlah observasi yang besar untuk akurasi tinggi
untuk mencapai tingkat akurasi yang tinggi, diperlukan jum,lah observasi yang
besar, yang dapaty memakan waktu lebih banyak.
c. tidak memberikan informnasi detail tentang proses kerja
metode ini tidak menyediakan data yang rinci mengenai langkah-langkah spesifik
dalam proses kerja, sehingga kurang cocock untuk analisis mendalam atau
perbaikan proses yang memerlukan detail operasional.
BAB 3
DATA DAN PENGOLAHAN DATA
3.1. Penentuan Jam Kunjungan Acak
Pada praktikum modul 4 sampling pekerjaan, praktikan mengamati satu pekerja
bengkel dengan elemen kerja bongkar belanja sparepart, service kecil, ganti oli
dan melayani pembayaran. service kecil berupa mengganti kampas rem, service
CVT, pembersihan TB dan Thortle body dengan nilai SWP 2. Pekerja melakukan
pekerjaan selama 8 jam mulai dari jam 13.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan 1 jam
istirahat pada pukul 18.00 WIB sampai dengan 19.00 WIB. Berdasarkan
perhitungan dari waktu jam kerja dan nilai SWP didapatkan hasil waktu
pengamatan yang dapat dilihat pada tabel.
Tabel 3.1. Waktu Pengamatan Day 1
Waktu
No BR
Pengamatan
1 3 13.06
2 4 13.08
3 21 13.42
4 27 13.54
5 36 14.12
6 50 14.40
7 63 15.06
8 80 15.40
9 84 15.48
10 91 16.02
11 96 16.12
12 99 16.18
13 120 17.00
14 136 17.32
15 140 17.40
16 141 17.42
17 144 17.48
18 146 17.52
19 147 17.54
20 160 18.20
Tabel 3.2. Waktu Pengamatan Day 2
Waktu
No BR
Pengamatan
1 1 13.02
2 4 13.08
3 7 13.14
4 20 13.40
5 21 13.42
6 31 14.02
7 34 14.08
8 41 14. 22
9 60 15.00
10 77 15.34
11 104 16.28
12 105 16.30
13 117 16.54
14 136 17.32
15 138 17.36
16 148 17.56
17 150 18.00
18 157 18.14
19 162 18.24
20 165 18.30
Tabel 3.3. Waktu Pengamatan Day 3
Waktu
No BR
Pengamatan
1 13 13.38
2 19 13.42
3 21 14.32
4 46 14.48
5 54 15.04
6 62 15.08
7 64 15.42
8 81 15.44
9 82 15.50
10 85 16.00
11 90 16.02
12 91 17.10
13 125 17.22
14 131 17.24
15 132 17.28
Tabel xx. Lanjutan
16 134 18.20
17 160 18.34
18 167 18.54
19 177 19.18
20 189 19.54
Tabel 3.4. Waktu Pengamatan Day 4
Waktu
No BR
Pengamatan
1 17 13.34
2 22 13.44
3 23 13.46
4 27 13.54
5 29 13.58
6 59 14.58
7 71 15.22
8 72 15.24
9 75 15.30
10 82 15.44
11 85 15.50
12 99 16.18
13 101 16.22
14 103 16.26
15 104 16.28
16 106 16.32
17 112 16.44
18 113 16.46
19 122 17.04
20 136 17.32
Tabel 3.5. Waktu Pengamatan Day 5
Waktu
No BR
Pengamatan
1 8 13.16
2 29 13.58
3 32 14.04
4 34 14.08
5 49 14.38
6 57 14.54
7 64 15.08
8 72 15.24
9 73 15.26
10 93 16.06
11 96 16.12
12 110 16.40
13 113 16.46
14 117 16.54
15 129 17.18
16 136 17.32
17 138 17.36
18 145 17.50
19 148 17.56
20 167 18.34
3.2. Data Sampling Pekerjaan
Pada praktikum modul ini, praktikan melakukan pengamatan selama lima hari di
bengkel Rizqi Motor. Pengamatan tersebut bertujuan agar dapat mengetahui
elemen-elemen kerja apa saja yang berlangsung pada bengkel Rizky Motor. Data
hasil pengamatan tersebut nantinya akan digunakan untuk menilai apakah siklus
kerja yang ada pada bengkel Rizky Motor sudah berjalan dengan baik atau belum.
Berikut data sampling pekerjaan yang telah diamati oleh praktikan.
Tabel 3.6. Data Sampling Pekerjaan Hari 1
SAMPLING PEKERJAAN HARI 1
Nama Pekerja : Rizky Adriyan Waktu Pengamatan: 13.00
Diamati Oleh : B6 Tanggal: 15 Mei 2025
Bilang Waktu OIU
N Prod (P) / Non-
an pengam Aktivitas Juml
o Jenis Prod (NP)
acak atan ah
1 3 13.06 menganggur NP
2 4 13.08 servis cvt servis ringan 1 P
menerima nota
3 21 13.42 1 P
pembayaran pembayaran
pergantian
4 27 13.54 mengganti oli 1 P
oli
Tabel 3.6. Lanjutan
N Bilanggan Waktu QIU
Aktivitas P
o acak Aktivitas 1
Jumla Prod(P)/No
Jenis
h n-Prod (NP
nota
menerima
5 36 14.12 pembay 1 P
pembayaran
aran
belanja barang dan ke pulley
6 50 14.40 3 P
tukang bubut dan seal
belanja barang dan ke pulley
7 63 15.06 3 P
tukang bubut dan seal
belanja barang dan ke pulley
8 80 15.40 3 P
tukang bubut dan seal
9 84 15.48 menganggur - NP
10 91 16.02 menganggur NP
11 96 16.12 setting cvt motor 1 P
12 99 16.18 setting cvt motor 1 P
13 120 17.00 mengganti velg motor 1 P
14 136 17.32 istirahat NP
15 140 17.40 istirahat NP
16 141 17.42 istirahat NP
17 144 17.48 istirahat NP
18 146 17.52 istirahat NP
19 147 17.54 istirahat NP
20 160 18.20 istirahat NP
Tabel 3.6. merupakan tabel hasil pengamatan pada operator bengkel pada hari
pertama di 20 waktu yang berbeda. Tabel 3.7. memberikan data hasil pengamatan
pada operator bengkel hari kedua sebagai berikut.
Tabel 3.7. Data Sampling Pekerjaan Hari Kedua
SAMPLING PEKERJAAN HARI 2
Nama Pekerja : Rizky Adriyan Waktu Pengamatan: 13.00
Diamati Oleh : B6 Tanggal:
Bilan Waktu OIU Prod (P) /
No gan pengamat Aktivitas Non-Prod
acak an Jenis Jumlah (NP)
1 1 13.02 menganggur NP
membuat nota
2 1 P
4 13.08 nota pembayaran
membuat nota
3 1 P
7 13.14 nota pembayaran
4 20 13.40 mengganti oli motor 1 P
servis
5 motor 1 P
21 13.42 karburator
servis
6 motor 1 P
31 14.02 karburator
7 34 14.08 menganggur NP
8 41 14. 22 menganggur NP
mengisi air
9 motor 1 P
60 15.00 radiator
belanja dan
packing dan
10 ketukang 2 P
blok seher
77 15.34 bubut
belanja dan
packing dan
11 ketukang 2 P
blok seher
104 16.28 bubut
12 105 16.30 menganggur NP
membuat nota
13 1 P
117 16.54 nota pembayaran
14 136 17.32 istirahat NP
15 138 17.36 istirahat NP
16 148 17.56 istirahat NP
17 150 18.00 istirahat NP
18 157 18.14 istirahat NP
19 162 18.24 istirahat NP
20 165 18.30 istirahat NP
Tabel 3.7. merupakan tabel hasil pengamatan pada operator bengkel pada hari
kedua di 20 waktu yang berbeda. Tabel 3.8. memberikan data hasil pengamatan
pada operator bengkel hari ketiga sebagai berikut.
Tabel 3.8. Data Sampling Pekerjaan Hari Ketiga
SAMPLING PEKERJAAN HARI 3
Nama Pekerja : Waktu Pengamatan: 13.40
Diamati Oleh : Tanggal:
Waktu OIU Prod (P) /
Bilangan
No pengamat Aktivitas Non-Prod
acak Jenis Jumlah
an (NP)
1 13 13.38 menganggur NP
2 19 13.42 menganggur NP
3 21 14.32 servis ringan motor 1 P
4 46 14.48 servis ringan motor 1 P
nota
5 membuat nota pembayara 1 P
54 15.04 n
nota
6 membuat nota pembayara 1 P
62 15.08 n
7 64 15.42 menganggur NP
8 81 15.44 menganggur NP
9 82 15.50 menganggur NP
mengganti oli
10 motor 1 P
85 16.00 gardan
mengganti oli
11 motor 1 P
90 16.02 gardan
mengganti oli
12 motor 1 P
91 17.10 gardan
13 125 17.22 menyetel rem motor 1 P
14 131 17.24 menyetel rem motor 1 P
15 132 17.28 istirahat NP
16 134 18.20 istirahat NP
17 160 18.34 istirahat NP
18 167 18.54 menganggur NP
19 177 19.18 servis cvt motor 1 P
20 189 19.54 servis cvt motor 1 P
Tabel 3.8. merupakan tabel hasil pengamatan pada operator bengkel pada hari
ketiga di 20 waktu yang berbeda. Tabel 3.9. memberikan data hasil pengamatan
pada operator bengkel hari keempat sebagai berikut.
Tabel 3.9. Data Sampling Pekerjaan Hari Keempat
SAMPLING PEKERJAAN HARI 4
Nama Pekerja : Rizky Adrian Waktu Pengamatan: 13.30
Diamati Oleh : B6 Tanggal:
OIU Prod
(P) /
Bilangan Waktu
No Aktivitas Non-
acak pengamatan Jenis Jumlah Prod
(NP)
1 17 13.34 menganggur NP
2 22 13.44 menganggur NP
3 23 13.46 menganggur NP
4 27 13.54 ganti oli motor 1 P
5 29 13.58 ganti oli motor 1 P
6 59 14.58 membuat nota nota pembayaran 1 P
7 71 15.22 servis ringan motor 1 P
8 72 15.24 servis ringan motor 1 P
9 75 15.30 servis ringan motor 1 P
10 82 15.44 menganggur NP
11 85 15.50 menganggur NP
12 99 16.18 servis cvt motor 1 P
13 101 16.22 servis cvt motor 1 P
14 103 16.26 servis cvt motor 1 P
15 104 16.28 servis cvt motor 1 P
16 106 16.32 servis cvt motor 1 P
17 112 16.44 menganggur NP
18 113 16.46 menganggur NP
19 122 17.04 menganggur NP
20 136 17.32 istirahat NP
Tabel 3.9. merupakan tabel hasil pengamatan pada operator bengkel pada hari
keempat di 20 waktu yang berbeda. Tabel 3.10. memberikan data hasil
pengamatan pada operator bengkel hari kelima sebagai berikut.
Tabel 3.10. Data Sampling Pekerjaan Hari Kelima
SAMPLING PEKERJAAN HARI 5
Nama Pekerja : Rizky Adriyan Waktu Pengamatan: 13.00
Diamati Oleh : B6 Tanggal:
Waktu OIU Prod (P) /
Bilangan
No penga Aktivitas Non-Prod
acak Jenis Jumlah
matan (NP)
belanja dan seher dan
1 3 P
8 13.16 ketukang bubut noken
belanja dan seher dan
2 3 P
29 13.58 ketukang bubut noken
belanja dan seher dan
3 3 P
32 14.04 ketukang bubut noken
nota
4 membuat nota 1 P
34 14.08 pembayaran
5 49 14.38 servis ringan motor 1 P
6 57 14.54 servis ringan motor 1 P
7 64 15.08 servis ringan motor 1 P
8 72 15.24 menganggur NP
9 73 15.26 menganggur NP
10 93 16.06 ganti oli motor 1 P
11 96 16.12 ganti oli motor 1 P
konsultasi dengan
12 informasi 1 P
110 16.40 customer
konsultasi dengan
13 informasi 1 P
113 16.46 customer
konsultasi dengan
14 informasi 1 P
117 16.54 customer
15 129 17.18 menganggur NP
16 136 17.32 istirahat NP
17 138 17.36 istirahat NP
18 145 17.50 istirahat NP
19 148 17.56 istirahat NP
20 167 18.34 istirahat NP
Tabel 3.10. merupakan tabel hasil pengamatan pada operator bengkel pada hari
kelima di 20 waktu yang berbeda.
3.3. Perhitungan dan Grafik % Produktif
Grafik Persentase Produktif dan Non
Produktif
60%
40%
20%
0%
1 2 3 4 5 6
% Produktif % Non Produktif
Gambar xx. Grafik % Produktif
3.4. Perhitungan dan Grafik % Produktif Tiap Elemen Kerja
Berdasarkan hasil observasi selama lima hari di bengkel Rizky Motor, dapat
disimpulkan bahwa terdapat beberapa jenis elemen yang dilakukan yaitu, ganti oli,
servis ringan, belanja sparepart/ke tukang bubut, dan menerima pembayaran.
Setiap elemen kerja memiliki intensitas yang berbeda-beda pada setiap harinya,
data dapat dilihat melalui grafik dibawah ini.
Ganti Oli
4
0
Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5
Gambar xx. Grafik % Produktif Elemen Mengganti Oli
Pada gambar xx dapat diketahui bahwa dalam 5 hari kerja. Pekerjaan pergantian
oli dilakukan secara rutin setiap harinya. Hal ini menunjukan bahwa pergantian oli
merupakan salah satu pekerjaan yang cukup konsisten dilakukan dibengkel setiap
hari, dengan peningkatan jumlah pada setiap minggunya.
Servis Ringan
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5
Gambar xx. Grafik % Produktif Elemen Servis Ringan
Pada gambar XX. dapat diketahui bahwa dalam 5 hari kerja, pekerjaan servis
ringan dilakukan setiap harinya dan aktivtas tersebut termasuk aktivitas yang
paling dominan yang ada di bengkel Rizqy Motor. Pola pada grafik menunjukan
bahwa untuk servis ringan menjadi kebutuhan umum pelanggan.
Belanja barang dan ke tukang bubut
4
0
Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5
Gambar xx. Grafik % Produktif Elemen Belanja Barang
Pada gambar XX dapat diketahui
Menerima Pembayaran
4
0
Hari 1 Hari 2 Hari 3 Hari 4 Hari 5
Gambar xx. Grafik % Produktif Elemen Menerima Pembayaran
3.5. Uji Keseragaman Data Kerja Lab 2
Berdasarkan hasil pengamatan yang sudah dilakukan selama 5 hari, data
kemudian diolah dan di analisis uji keserakaman data. Perhitungan uji
keseragaman data digunakan untuk mengetahui data yang didapatkan seragam
atau tidak. Berikut merupakan perhitungan untuk p bar.
𝛴𝑝
𝑝̄ = (4.1)
𝛴𝑛
50
𝑝̄ =
100
𝑝̄ = 0.5
Selanjutnya praktikan menghitung nilai n bar menggunakan rumus (4.2) sebagai
berikut
𝛴𝑛
𝑛̄ = (4.2)
𝛴𝑘
100
𝑛̄ =
5
𝑛̄ = 20
Setelah perhitungan p bar dan n bar didapatkan hasil nilai p bar 0,5 dan nilai n bar
20. Selanjutnya praktikan menghitung BKA dan BKB dengan tingkat keyakinan
90% dan tingkat ketelitian 10% dengan nilai tingkat keyakinan 2 dan nilai tingkat
ketelitian 0,1. Berikut merupakan perhitungan BKA menggunakan rumus 4.3.
𝑝̄ (1−𝑝̄ )
BKA = 𝑝̄ + K√ 𝑛 (4.3)
0,05(1−0,05)
BKA = 0,5+ 2√ 20
BKA= 0,723607
Berikut merupakan perhitungan BKB menggunakan rumus 4.4.
𝑝̄ (1−𝑝̄ )
BKB = 𝑝̄ − K√
𝑛 (4.3)
0,05(1−0,05)
BKB = 0,5 - 2√ 20
BKB = 0,276393
Setelah menjadaptkan hasil BKA dan BKB, berikut merupakan grafik uji
keseragaman dari data yang telah didapatkan
Grafik Uji Keseragaman
80%
60%
40%
20%
0%
1 2 3 4 5
BKA Rerata BKB
Gambar 4.x. Grafik Uji Keseragaman
3.6. Uji Kecukupan Data
Setelah data pengamatan dikumpulkan, maka selanjutnya dilakukan uji kecukupan
data untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan telah cukup untuk dihitung
dan di analisis secara statistik. Perhitungan kecukupan data pada modul ini
menggunakan tingkat keyakinan 90% dan tingkat ketelitian 10%, dengan nilai
tingkat keyakinan 2 dan tingkat ketelitian 0,1. Perhitungan kecukupan data dapat
dilihat sebagai berikut.
𝑘 2
( ) 𝑥 (1−𝑝̄ )
𝑠
N’ = 𝑝̄ (4.4)
2 2
( ) 𝑥 (1−0,5)
0,1
N’ = 0,5
N’ = 400
3.7. Waktu Baku Tiap Elemen Kerja Asistensi 2
BAB 4
PEMBAHASAN
4.1. Analisis Persentase Produktif Pekerja (minimal 2 paragraf) Final
Progres 2
4.2. Analisis Sistem Kerja serta Kondisi Lingkungan (fisik dan mental) Final
Progres 2
4.3. Usulan Perbaikan Mengenai Tenaga Kerja dan Aktivitas Kerja (minimal
2 paragraf) Asistensi 2
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan (berisi kesimpulan hasil praktikum minimal 5 poin)
5.2. Saran (berisi saran perbaikan untuk modul ini minimal 3 poin)
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
a. Scan lembar pengamatan
b. Denah lokasi tempat kerja
c. Dokumentasi kelompok melakukan pengamatan (per hari)
d. Dokumentasi tiap elemen kerja
e. Bukti Turnitin <20%