Basic Leadership Development Program
Basic Leadership Development Program
HR-People Development
Sampoerna Agro
1
GARIS BESAR PROGRAM
MANAJEMEN WAKTU
MOTIVASI DIRI
EFEKTIF KOMUNIKASI
KERJASAMA TIM
2
SASARAN PROGRAM
Meningkatkan jiwa
kepemimpinan
Meningkatkan motivasi diri dan
tim
Memahami diri sendiri dan
orang lain
Membangun tim yang solid
3
AGENDA PROGRAM
Hari-1
4
AGENDA PROGRAM
Hari-2
5
Bagian I
KEPEMIMPINAN
6
Global
Global
7
1. Insight apa yang diperoleh tentang perubahan?
Jumlah terjadinya perubahan dalam 50 th terakhir
Kecepatan & kompleksitas
Kemungkinan terjadinya
8
Proses kerja yang baru
Teknologi baru
Target baru
Atasan baru
Lainnya …
9
• Global percepatan perubahan
• Pentingnya perubahan organisasi
• Perubahan pada diri sendiri
• Perubahan pada lingkungan kerja
• Perubahan menimbulkan berbagai perasaan &
reaksi
• Perasaan & reaksi normal & dapat membantu
ataupun menunda proses adaptasi terhadap
perubahan
10
The Change • Perubahan
Sesuatu terjadi untuk merubah
pekerjaanmu, relasimu, dan lingkungan
The
Unknown
• Ketidaktahuan
Harus menghadapi perubahan tersebut,
membiarkan cara lama pergi & menerima
cara baru
The
Adjusment
• Penyesuaian
Fokus pada keterlibatan dalam membuat
perubahan sungguh terjadi
The New • “Norma” Baru
“Norm”
Sudah terbiasa & menguasai dengan baik
11
Kumpulan Orang atau Benda
Mencapai Tujuan Bersama
Membentuk Kesatuan
Peran-peran Tertentu
Cara Teratur
Organisasi
12
Piramida Manajemen
Dewan Komisaris
Manajemen Puncak
Manajemen Madya
Pelaksana
13
Mengapa Perlu Kepemimpinan
Menurut Katz dan Kahn
14
Do you know or……do you realize…?
I am more afraid of an army of 100 sheep led by a lion than an army
of 100 lions led by a sheep.
Charles Maurice de Talleyrand, a French diplomat as quoted by Rhenald Kasali in Agility. 2014
15
Apakah
Kepemimpinan itu ?
PENCAPAIAN
YES! Proses membangun keinginan
PINGIN!
OK EUY! ARAH
pada orang lain untuk
mencapai suatu sasaran atau
membuat orang lain ingin
melakukan sesuatu yang Anda
ingin mereka lakukan ([Link])
16
Definisi Kepemimpinan
• Menyampaikan Informasi
• Memberikan Perintah
• Mendelegasikan wewenang
• Memberikan motivasi
• Menerima umpan balik
• Mengkoordinasikan manusia dan pekerjaan
• Melakukan Pengendalian
19
Key Message
GOOD SUPERIOR
MANAGER
LEADER
20
Key Principles - Essence of Leadership
Prinsip-prinsip utama membantu untuk mengatasi kebutuhan pribadi orang dan
membangun kepercayaan dan hubungan kerja yang kuat.
Kebutuhan orang untuk dihargai dari hasil upaya yang telah dilakukan untuk memotivasi diri,
meningkatkan kepercayaan diri dan berkomitmen kepada tugas serta fungsinya. Misal: hargai
ESTEEM pemikiran dan ide yang bagus, hargai sebuah pencapaian yang bagus, ekpresikan dan
tunjukan kepercayaan diri, fokus pada data dan fakta, mengahrgai dan mendukung orang lain
dan berikan motivasi.
Keterlibatan meningkatkan peluang bahwa ide dan solusi inovatif akan muncul.
Komitmen lebih kuat dan sukses lebih mungkin ketika ide-ide sedang dilakukan oleh orang-orang
INVOLVEMENT
dari mana mereka berasal. Misal: buat keterlibatan sebagai pilihan pertama anda, keluarkan ide
semua orang dengan pertanyaan, mendorong tanggung jawab melalui keterlibatan dan jaga
prosesnya tetap bergerak dengan melibatkan orang yang tepat.
Berbagi pemikiran dan perasaan Anda dan alasan untuk keputusan Anda memungkinkan orang
SHARE
tahu bahwa Anda cukup memercayai mereka, untuk melihat apa yang ada di dalam Anda.
Bantu orang lain berpikir dan melakukan, jaga komitmen anda dan tahan godaan untuk
SUPPORT
mengambil alih.
21
Leadership Mindset
Hal utama yang perlu Anda ketahui untuk menjadi pemimpin yang sukses
adalah
pola pikir yang benar yang harus Anda miliki dan yang Anda tanamkan
dalam tim Anda akan membuatmu sukses.
Hal ini penting dari posisi Kepemimpinan yang dipimpin oleh seorang
pemimpin, agar berada posisinya diatas garis:
O WNERSHIP
R ESPONSIBILITY
A CCOUNTABILITY
B LAME
E XCUSE VICTIM
D ENIAL
22
Apa dan Mengapa Ownership itu Penting?
Demikian juga rasa kepemilikan pekerjaan akan membuat Anda berupaya untuk
melakukan hal-hal terbaik untuk pekerjaan Anda. Individu dengan kepemilikan
psikologis yang tinggi akan mencurahkan kepedulian dan perhatian yang lebih
besar terhadap obyek kepemilikannya (Belk, 1988; Beggan, 1992).
23
23
Proses Berpikir menuju Ownership
24
24
Accountability
Dalam peran kepemimpinan, akuntabilitas
dapat merupakan pengetahuan dan adanya
pertanggungjawaban tehadap tiap
tindakan, produk, keputusan dan kebijakan
termasuk pula di dalamnya administrasi,
dan pelaksanaan dalam lingkup peran atau
posisi kerja yang mencakup di dalam
mempunyai suatu kewajiban untuk
melaporkan, menjelaskan dan dapat
dipertanyakan bagi tiap-tiap konsekuensi
yang sudah dihasilkan.
(Accountability): Orang yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian
pekerjaan atau menyetujui hasil suatu pekerjaan.
25
25
Responsibility
Dalam peran kepemimpinan, responsibilitas
merupakan pertanggung jawaban atas pelaksanaan
atau implemetasi dalam lingkup peran atau posisi
kerja yang mencakup di dalam mempunyai suatu
kewajiban untuk melaporkan, menjelaskan dan dapat
dipertanyakan bagi tiap-tiap konsekuensi yang
sudah dihasilkan selama pelaksanaan.
(Responsibility):
Orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksaaan pekerjaan atau
implementasi sesuai tugas dan tanggungjawab yang telah diterimanya.
Kewajiban atau keharusan untuk secara melakukan atau menyelesaikan
suatu tugas dengan memuaskan (yang ditugaskan oleh seseorang) yang
harus dipenuhi, dan yang memiliki konsekuensi hukuman karena kegagalan.
26
SUMBER PENGARUH KEPEMIMPINAN
Sumber pengaruh adalah kekuatan atau kekuasaan yang
mampu menggerakkan atau mempengaruhi orang lain
Struktural:
posisinya
Kepribadian : Hubungan :
Sumber
kekuatan karakter/ Pengaruh hubungan pribadi
keteladanan dan kepercayaan
Keahlian :
kelebihan dan
keterampilannya
27
Leadership vs. Management
28
• Memberi Arah / orientasi Kelompok yang
Membuat Kemampuan
masa depan produktif, loyal dan
pribadi dan kelompok
bergairah
berKembang; serta • Menyelaraskan kegiatan
kelompok menjadi dan anggota
berGairah
• Memberi motivasi
• Perencanaan
Pencapaian
Mengatur Proses • Pengorganisasian Sasaran/Target
kerja dan Sumber sesuai Aturan
• Koordinasi
Manajemen daya secara
dan Prosedur
optimal • Pemberian tugas yang berlaku
• Pengendalian
29
Leadership vs. Management
LEADERSHIP MANAGEMENT
= =
Make others do things for you because Rational, logical way of work
they want to. with people.
Menyiapkan orang dengan visi yang jelas Menyiapkan sasaran atau target
Menjadi pendukung, dipercaya, Menyiapkan perencanaan yang
dihormati efektif
Mengembangkan / melatih orang Mengorganisasikan pekerjaan
Berurusan dengan orang-orang secara Memberikan instruksi kerja yang
individual sesuai dengan motif yang jelas
spesifik bagi mereka Mendelegasikan
Melibatkan orang ke dalam proses Memonitor dan control hasil
pengambilan keputusan pekerjaan
Bertindak sebagai panutan Mengevaluasi hasil pekerjaan
30
Apa Kriteria Pemimpin yang ‘Hebat’, Efektif, ‘Besar’, Idola ?
31
3 Gaya Kepemimpinan
Autocratic Democratic Laissez-Faire
Leadership Leadership Leadership
Asumsi Orang cenderung Kelompok merupakan Semua orang mampu
menghindari pusat informasi. bekerja sendiri.
pekerjaan karena
tidak suka.
32
GAYA Gaya Kepemimpinan
KEPEMIMPINAN:
Yang mana yang terbaik ? Situasional
Diterapkan berdasarkan :
Otokratik
Demokrati Laissez-faire
k (Bebas)
33
Kemampuan Kemampuan Kemampuan Tidak punya/
memadai, memadai, bisa tumbuh, belum hanya sedikit
Kemampuan adakalanya melakukan menguasai memiliki
melebihi dengan sepenuhnya Kemampuan
standar mandiri kemampuan
Motivasi tinggi Motivasi turun Percaya diri Biasanya
tumbuh, masih ragu,
Kemauan
semangat belum
memadai sepenuhnya
percaya diri
Sangat Cukup Kurang Tidak
Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri
M4 M3 M2 M1
34
KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
BERBASIS KEMANDIRIAN BAWAHAN
ORIENTASI
ORIENTASI
RELASI/
TUGAS
HUBUNGAN
Sejauh mana pemimpin terlibat di dalam Sejauh mana pemimpin terlibat di dalam
menetapkan dan memberi petunjuk kegiatan komunikasi dua arah, mendengarkan,
tentang tugas & tanggung jawab memberikan dukungan sosio-emosional, atau
bawahan bantuan pribadi.
Kemandirian Bawahan
Partisipatif Suportif
•Tinggi pada Hubungan • Tinggi pada Hubungan
•Rendah pada Tugas • Tinggi pada Tugas
L4 Delegasi Direktif L1
• Rendah pada Hubungan • Tinggi pada Tugas
• Rendah pada Tugas • Rendah pada Hubungan
Rendah
Rendah Tinggi
Orientasi pada Tugas
36
KEBUTUHAN BAWAHAN (SUB-ORDINATE)
Cukup Mandiri (M3) Kurang Mandiri (M2)
• Tujuan yang jelas
• Mentor/Coach
• Kesempatan mengutarakan masalah • Mengembangkan Pola pikir
• Dukungan dalam mengembangkan keterampilan • Umpan balik
pemecahan masalah • Pujian atas kemajuan yang dicapai
• Bantuan dalam mengevaluasi keterampilannya • Dukungan pada saat melakukan kesalahan
secara objektif untuk meningkatkan kepercayaan
• Kesempatan berdiskusi
diri
• Keterlibatan dalam memecahkan masalah
• Pujian dan penghargaan atas pencapaian
kompetensi dan kinerja yang cukup tinggi • Dorongan
• Bantuan untuk menghilangkan kendala yang
muncul
37
KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
Partisipatif (L3) Suportif (L2)
• Mendengarkan keluhan dan masalah bawahan, • Memberikan banyak umpan-balik kepada
tanpa mencela dan menghakiminya bawahan tentang bagaimana perkembangan
• Melibatkan bawahan dalam pengambilan kepu- pekerjaan dan kemampuan mereka
tusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka • Memberikan motivasi dengan pemberian
• Memberi kebebasan kepada bawahan untuk
apresiasi
bertanya dan berdiskusi hal penting
• Meyakinkan bawahan akan kemampuannya.
• Sering mengadakan pertemuan dengan bawahan
• Memuji bawahan yang melakukan tugasnya
• Membantu bawahan menentukan kegiatan
dengan baik
pengembangan dirinya
38
5 Tingkatan Kepemimpinan Menurut Jhon Maxwell
Level 2 Puncak
Kepemimpinan
(Respect/ Rasa
Hormat)
Level 4
Mengembangkan
Orang Lain
(Reproduction/
Reproduksi)
Level 3
Productivity
(Result/Hasil)
Level 2 Perkenaan
(Relationships/
Hubungan
Level 1 Dasar
(Right/Hak)
39
Level 1 – Kepemimpinan dasar (Rights/hak) : Maksudnya adalah orang mau mengikuti
Anda karena mereka memang harus melakukan hal tersebut atau lebih mudahnya
dapat disebut sebagai pemimpin yang hanya mengandalkan jabatannya.
Note : Semakin lama Anda bertahan disini, semakin tinggi perputaran karyawan dan
semakin rendah semangat juangnya.
Level 2 – Perkenanan (Relationships/hubungan ) : Orang mau mengikut Anda karena
mereka ingin melakukan hal tersebut.
Note : Orang akan mengikuti Anda hingga melampaui wewenang yang ditetapkan
kepada Anda. Di level ini, mungkin pekerjaan akan menjadi sesuatu yang
menyenangkan. Tetapi semakin lama Anda bertahan disini, Anda dapat membuat
orang-orang disekitar Anda yang bermotivasi tinggi menjadi gelisah.
Level 3 – Produktivitas (Results/hasil) : Orang mau mengikuti Anda karena apa yang
telah Anda lakukan untuk organisasi tersebut.
Note : Di level ini biasanya kesuksesan sudah bisa dirasakan oleh sebagian besar
orang. Mereka menyukai Anda dan mereka juga menyukai apa yang telah Anda
lakukan.
Level 4 – Mengembangkan orang lain (Reproduction/reproduksi) : Disini orang mau
mengikuti Anda karena apa yang telah Anda lakukan untuk mereka.
Note : Disini tempat pertumbuhan jangka panjang terjadi. Hal ini disebabkan karena
komitmen Anda untuk mengembangkan para pemimpin yang akan menjamin
pertumbuhan yang berkelanjutan bagi suatu organisasi dan manusia didalamnya.
Level 5 – Puncak kepemimpinan (Respect/rasa hormat) : Orang mau mengikuti Anda
karena siapa Anda dan apa yang Anda representasikan.
40
Bagian II
MEMAHAMI DIRI SENDIRI DAN
ORANG LAIN
41
Saya Tahu Siapa Anda, Tetapi
Siapakah Saya?
42
Faktor Kombinasi
Sifat Sifat
Sifat Sifat
Sifat
Dari mana asalnya unsur-unsur
kepribadian yang kita punyai ?
43
Riset Dari David Merril & Associates,
Menemukan bahwa :
44
SOCIAL STYLES
Pola (KECENDERUNGAN)
Perilaku Dari Seseorang
Yang Paling Sering Muncul
Dalam Hubungan Dengan
Orang Lain
- David Merril & Associates -
45
DIMENSI TINGKAH LAKU -1
(Pengaruh)
46
PENGARUH
Kurang Asertif Lebih Asertif
47
DIMENSI TINGKAH LAKU -2
(Hubungan Emosional)
SEJAUH MANA ORANG LAIN MENYATAKAN
EMOSINYA MELALUI KATA-KATA DAN
TINDAKANNYA
48
Empat Gaya Perilaku / Tipologi
Informal_Sosialisasi Terbuka
Outer Driven
Harmoni/Safely Gaul/Influence
Guardian Performer
sabar stabilitas Persuasif Optimis
Pola Rutin
Pendengar Ekspresif Positif
Menghormati Tradisi
Setia Patuh pada sistem Komunikatif Social / Person
49
Kenali Lewat 3 Pertanyaan
KUASA/D PEMIKIR/C HARMONI/S GAUL/I
1. Bagaimana mereka berpakaian ?
3. Kata sifat apa yang dapat anda gunakan untuk menggambarkan dirinya?
• Memutuskan • Persisten • Personal • Menarik
• Menuntut • Serius • Bersahabat • Dramastis
• Menekan • Teknis • Menyetujui • Antusias
• Efisien • Teratur • Menghargai • Memberi ilham
• Mendominasi • Prosedural • Mendukung Persuasif
• Teliti • Pasti • Mempercayai orang • “Stimulating”
• Berkemauan keras • Tenang lain • “Impulsif”
• Action oriented • Impersonal • Jujur • Promosi
50
Motivasi Dasar
• Hubungan Sosial ( SOSIAL ) Pengakuan
• Penerimaan
Penghargaan
• Persahabatan
Penampilan
• Kekeluargaan
Kebanggaan
• Pengabdian
51
Teknik Hubungan & Persuasi
Tipe Karakter Cara Menghadapi
• Berbicara dengan nada kuat dan • Bersikap profesional;
langsung ke tujuan. • Tanggapi keinginan dan kebutuhan mereka
• Terus menerus membuat kontak mata. dengan cepat;
KUASA
• Menjabat tangan kita kuat-kuat dan • Langsung ke tujuan;
mendominasi pembicaraan.
• Berbicara dengan nada yang bervariasi. • Perkenalkan diri anda lebih dulu;
• Mempunyai ekspresi muka yang hidup. • Tunjukkan bahwa kita tertarik;
GAUL • Suka bercerita dan fokus. • Bersikaplah antusias;
• Bicara dengan sikap sabar dan tenang. • Kenali mereka secara pribadi
• Volume suara rendah dan tenang. • Kembangkan kepercayaan & Persahabatan
HARMONI • Berbicara dengan lembut. secara perlahan;
• Lebih banyak mendengarkan daripada • Juallah kredibitas.
berbicara. • Hindari membuat mereka terburu-buru.
• Tidak banyak berkomunikasi secara • Jelaskan secara detil dan nyatakan untung-
lisan, menggunakan sedikit variasi tinggi rugi(pro&kontra);
rendahnya nada. • Beri waktu berpikir sambil memberi kepastian
PEMIKIR & ketegasan (aturan ataupun hukum yang
• Mendetail.
berlaku);
• Penuhi setiap janji anda;
52
Aplikasinya: Menjual vs Konflik (keluhan)
53
Tipe Kuasa Tipe Gaul Tipe Harmoni Tipe Pemikir
• Lebih banyak menyatakan daripada • Menceritakan kisah dan anekdot • Lebih banyak bertanya daripada • Berorientasi fakta dan tugas
bertanya menyatakan • Membatasi kemungkinan berbagi
• Lebih banyak bicara daripada • Berbagi perasaan dan pandangan • Lebih banyak mendengarkan perasaan
mendengarkan pribadi daripada berbicara • Cenderung resmi dan sebagaimana
• Mengandalkan komunikasi lisan • Menahan pendapat mestinya
Verbal
bukan tertulis • Menggunakan pola bicara informal • Kurang banyak menggunakan • Memfokuskan komunikasi
• Membuat pernyataan yang kuat • Punya perspektif waktu fleksibel komunikasi lisan • Lebih banyak menggunakan
terus terang dan langsung ke • Menggunakan langkah lambat komunikasi tertulis daripada lisan
tujuan • Menyimpang dalam percakapan
• Menggunakan banyak variasi vokal • Menggunakan banyak infleksi • Bicara dengan sikap sederhana • Bicara dengan sedikit infleksi
• Bicara dengan nada kuat suara bicara • Menggunakan nada ekspresi yang • Menggunakan sedikit variasi tinggi
• Membuat variasi dalam tinggi kurang kuat rendahnya suara
• Berkomunikasi dengan seketika rendahnya nada bicara
Vokal
• Menggunakan gaya bicara cepat • Membuat variasi dalam kualitas • Bicara dengan volume rendah dan • Kurang menggunakan variasi dalam
dengan volume tinggi vokal lebih tenang kualitas vokal
• Menggunakan gaya bicara cepat
• Menggunakan intonasi suara dan bervolume tinggi • Menggunakan kecepatan bicara • Berbicara monoton dan konstan
menantang • Kualitas bicara yang dramatis lebih rendah • Bicara lebih lambat dan dengan
• Kualitas bicara mantap volume rendah
• Berjabat tangan dengan kuat • Berjabat tangan dengan kuat • Berjabat tangan dengan lembut • Menggunakan hanya sedikit
• Terus menerus membuat kontak • Menggunakan lebih sedikit ekspresi wajah
mata • Menggunakan ekspresi wajah yang ekspresi wajah yang bergairah
• Membuat gerak-gerik untuk hidup • Cenderung berorientasi tanpa
menekankan maksudnya • Berorientasi hubungan • Tidak terus menerus membuat kontak
Visual
Perfeksionis -
Berbakat
Sensitif Pemurung Tidak tegas Tenang
Analitis Cari aman Obyektif
Berpikiran Penakut Diplomatis
Tekun Cepat kuatir Pendengar
negatif Suka menunda yang baik
Disiplin Efisien dan
Teoritis teratur
Rela berkorban
Pemikir Harmoni
55
Menarikkah topik pembicaraan ini … ? Bagi saya, hobby yang menarik adalah … ?
• FAMILY – MAN
• SEPUTAR RUMAH
• PEMBUKUAN, • PUBLIC SPEAKING
• KELUARGA • PRIBADI ADMINISTRASI, TATA • SELLING
• TEAM-SPIRIT • PERGAULAN USAHA • DISPLAYING / DEMO
• PENASIHAT / KONSELOR • SOSIALISASI
• SOSIAL • HOBBY
• MENDIDIK/ MENGAJAR • SENI / ARTIS
• HUMANISME • CITA-CITA
• HOME – DECORATION • OLAHRAGA
• PARENTAL • INSPIRASI • MERANCANG BUSANA • MEMIMPIN
• SERVICE • AMBISI • KESEKRETARISAN / ASISTEN • MEMOTIVIR
• RUMAH TANGGA • GENGSI • MEMASAK, RUMAH TANGGA • SANDIWARA /
HARMONI • GLAMOUR • DIPLOMAT TEATER
• ILMUWAN • MUSIK
• ALAM / LINGKUNGAN
HIDUP
56
Bagian III
MANAJEMEN WAKTU
57
APA ITU
TIME
MANAGEMENT?
58
1. Standar kerja
4. Mengatasi interupsi
59
Apa yang diukur? berdasarkan apa?
60
Kontinum Standar Kerja
61
1. FOCUS :
Mendefinisikan secara jelas, spesifik dan jujur- level of excellence yang
ingin dicapai. Definisikan apa artinya excellence untuk anda – dan
tetapkan standar excellence anda sendiri.
2. DISCIPLINE:
Tentukan harga yang harus dibayar: waktu, pikiran, perasaan, tenaga,
sumberdaya ……yang harus dikeluarkan untuk mencapai standar
tersebut. Dan konsisten dalam upaya mencapai standar.
3. ACTION:
Aplikasikan tindakan dengan efektif, intensif, dan motivasi penuh.
62
1. Standar kerja
4. Mengatasi interupsi
63
Memahami Pentingnya
Prioritas
64
• Prioritas:
superiority in rank,
position, or privilege
(Webster Dictionary).
Sesuatu yang harus
? ? didahulukan
• Prioritas kerja :
Pekerjaan yang harus
didahulukan dibandingkan
dengan pekerjaan yang
lain.
? ?
65
1. Agar pekerjaan teratur rapi.
66
• Important/penting
Faktor yang menyatakan sejauh
mana derajat penting atau tidaknya
suatu pekerjaan
• Urgent/mendesak
Faktor yang menyatakan bahwa
suatu pekerjaan mendesak dan harus
diselesaikan pada waktu itu (segera)
67
• Urgent waktu
68
A systematic approach to prioritize your daily tasks
(A) (B)
Do It Now Do It Soon
IMPORTANT Q1
“Pemadam Q2
Kebakaran” “Keseimbangan”
(C) (D)
Do I Do It ? Don’t Do It !
NOT
IMPORTANT Q3 Q4
“Interupsi” “Telenovela”
69
Urgent Not Urgent
Q1 Q2
Important
• Persiapan
• Pencegahan
• Krisis • Perencanaan
• Masalah Mendesak • Pembinaan relasi
• Proyek yang dikejar deadline • Rekreasi
• Pemberdayaan
• Klarifikasi nilai
Important
Q3 Q4
Not
70
Perencanaan,
Pengorganisasian,
Evaluasi
71
• Susun dan evaluasi daftar pekerjaan dalam kerangka
waktu tertentu (hari, minggu, bulan, dll)
• Tulis di Buku Agenda, Kalendar Calendar Outlook, dll.
72
• Identifikasi Jebakan Prioritas
73
Waspadai Jebakan Prioritas ?
74
• Meremehkan waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan
• Tidak efisien: membuat suatu pekerjaan jadi
lebih sulit dari semestinya
• Tidak memanfaatkan sumber daya maupun
dukungan yang ada
• Membiarkan “prioritas-prioritas palsu” terjadi
75
• Negosiasikan tenggat waktu
• Atur dan jadwalkan pekerjaan secara efisien
• Kumpulkan pekerjaan/pertanyaan, kemudian
lakukan / jawab
• Periksa realitas keperluan, buat target
• Tunjukkan bahwa Anda sibuk
• Minta dukungan orang lain
• Katakan “TIDAK”
• Tambahkan waktu Apresiasi
76
77
1. Standar kerja
4. Mengatasi interupsi
78
Untuk Diri Sendiri Orang Lain
Kebiasaan tertua di dunia Menimbulkan masalah
Dimiliki orang secara alami Menurunkan motivasi
Bisa menjadi kronik Menghambat pekerjaan
Biasa muncul dengan alasan yang tidak masuk akal Penutup kesempatan
Menciptakan masalah – bukan menyelesaikan! Merusak kepercayaan
Memperlambat penyelesaian tugas
Kinerja buruk
Ke Organisasi
Kinerja keseluruhan (revenue, growth)
Menyia-nyiakan sumberdaya
Tidak efektif & efisien, menghabiskan biaya
Penolakan dari pelanggan internal/ekternal
Menghambat pekerjaan
Merugikan agenda-agenda penting
79
Gunakan taktik untuk
mengatasi hal-hal ini
80
• Kelola Pekerjaan Anda • Kelola Diri Anda
81
• Tetapkan target dengan baik
• Rencanakan & organisasikan pekerjaan
• Buat tenggat waktu yang masuk akal
• ‘Pecah-pecah’ pekerjaan menjadi tugas yang
mudah dijalankan
• Fokus pada Q2: Hindari jebakan prioritas
• Lakukan evaluasi diri secara rutin untuk memantau
kemajuan
82
• Buat perencanaan diri
• Latih disiplin Anda
• Hindari ‘pencuri waktu’
• Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan
• Kebiasaan membiarkan interupsi terjadi
• Kebiasaan merubah-rubah prioritas
• Sikap reaktif: kebiasaan menunggu jawaban, dsb
83
1. Standar kerja
4. Mengatasi interupsi
84
Mengatasi Interupsi
85
• Identifikasi Interupsi
• Kategorikan
• Perkiraan % Waktu
• Perhitungan Biaya (bila memungkinkan)
86
Anda ingin mengurangi
dan mencegah jumlah
dan durasi interupsi?
87
SCREEN telepon/email masuk
Tentukan derajat kepentingan
Monitor durasi penggunaan
Gunakan waktu istirahat/makan
siang untuk menjawab
telepon/email
Yang lainnya….?
88
Cegah sebelum dimulai
Beri “tanda”
Beri alternatif
Atur jumlah dan lamanya telpon
keluar-masuk
Kembangkan kemampuan
komunikasi Anda ketika bicara di
telepon
Gunakan e-mail seperlunya
Hindari e-mail tidak penting –
letakkan di Q4
89
Bagian IV
MOTIVASI DIRI
90
The Essence of Coaching
91
Sasaran Program
92
Agenda
1 Click
Motivasi to
Diri add Title
2 CaraClick to add
Memotivasi DiriTitle
24 Click
Kiat-kiat to add
dalam Title Diri
Memotivasi
15 Click
Rencana to add
Tindakan Title
93
Motivasi diri
Arti motivasi diri
94
Arti motivasi diri
• Semangat dari dalam yang mendorong untuk tetap
berusaha mengejar sukses
95
Kekuatan motivasi diri
• Setiap perbuatan tergantung dari
niatnya
• Mewujudkan niat dengan usaha
terbaik (We do the best, God do the Berani hidup tak
rest)
takut mati,
• Ikhlas: Menyerahkan segala urusan
secara total dengan penuh takut mati
kepasrahan kepada Tuhan
• Keberhasilan hidup bukan jangan hidup,
tergantung dari kehebatan kartu
yang kita pegang tapi bagaimana takut hidup
kita memainkan kartu yang kita
punya
mati saja
96
Hidup adalah pilihan
• Pilihan adalah keputusan untuk siap menerima
resiko dari pilihan
• Tidak memilih dan memutuskan, itu pilihan dan
keputusan
97
Waktu adalah motivasi
• Waktu yang berlalu tidak akan
pernah kembali, optimalkan bingkai
waktu yang dimiliki untuk
menjadikan hidup lebih berarti
• 5 bingkai waktu: kaya sebelum
miskin, muda sebelum tua, sehat
sebelum sakit, lapang sebelum
sempit, dan hidup sebelum mati
99
Cara memotivasi diri
Sadar Diri
Berpikir Positif
Tujuan Hidup
Berani Sukses
Tentukan Peran
Prinsip Hidup
Keyakinan Diri
Rencana Hidup
Tindakan Nyata
Evaluasi Diri
100
• Anda telah dilahirkan sebagai pemenang
Sadar Diri
1 pemenang
> 500 juta
• Pemenang adalah yang berani menghadapi kehidupan, pantang
menyerah, pantang putus asa, tidak gentar dengan tantangan,
tidak takut menghadapi kesulitan, dan tidak lari dari masalah
Berpikir Pikiran adalah magnet, membawa menjadi lebih baik atau buruk
Positif
Pikiran akan menjadi kata-kata, kata-kata akan menjadi tindakan,
tindakan akan menjadi kebiasaan, kebiasaan akan menjadi karakter,
karakter akan menentukan nasib
Mulai hari ini, apapun masalah yang menimpa, maka berpikirlah
positif, ambil hikmah dan evaluasi diri
101
Tujuan Kemauan yang kuat dan tujuan yang jelas adalah sebuah paket
Hidup
yang tidak dapat dibeli secara terpisah
Kemauan kuat tanpa tujuan yang jelas, akan menyesatkan
Tujuan kuat tanpa kemauan kuat, akan berhenti di tengah
jalan
Kuatkan kemauan dan perjelas tujuan hidup Anda
mulai hari ini.
Hari ini atau tidak sama sekali!
Berani Kehidupan yang sukses dan mulia adalah kehidupan yang dapat
Sukses menindaklanjuti kegagalan dan dapat menyikapi kesuksesan
Sikap terbaik untuk mendapatkan kesuksesan adalah jangan pernah
berputus asa dari rahmat Tuhan
Berbagi , memberi , membahagiakan orang lain
102
Tentukan Tiga pertanyaan yang harus diselesaikan mulai hari ini, yang
Peran mempengaruhi hidup:
Anda ingin menjadi apa?
Anda ingin punya manfaat apa?
Anda ingin dikenang sebagai siapa?
Prinsip Miliki modal yaitu: Kejujuran, rendah hati, percaya diri, kerja keras,
Hidup ketekunan, bertanggung jawab, berani memaafkan dan mengakui
kesalahan
Tidak ada jalan pintas
Nikmati Proses
103
Keyakinan diri untuk mampu melakukan yang terbaik dalam hidup
Keyakinan
Diri Bagi orang yang mengenal dan yakin akan dirinya, hambatan-
hambatan yang ditemui merupakan peluang untuk menjadi lebih
baik. Tetapi bagi orang yang tidak mengenal dirinya, hambatan
merupakan musibah.
Sandarkanlah kepada Tuhan Yang Maha Berkehendak
Untuk tahu apa yang sudah kita lewati berhentilah sejenak dan
Evaluasi merenunglah. Dengar dan bicaralah dengan hati, mungkin dalam proses
Diri yang dilalui terjadi kesalahan atau penyimpangan
Kunci untuk mengevaluasi diri adalah keberanian
Berani untuk melihat apa yang sudah Anda lakukan,
Berani untuk menerima konsekuensi dari tindakan Anda,
Sediakan waktu 10 – 15 menit setiap hari untuk evaluasi dari apa yang
sudah dilakukan
105
Sukses dan gagal memotivasi diri
• Memotivasi diri
Sukses Gagal
106
Sukses dan gagal memotivasi diri
Kesuksesan Kegagalan
Memiliki rasa percaya diri yang Merasa rendah diri, kurang percaya diri
kuat dan semangat yang
membara
Berorientasi pada tujuan, belajar Kurang memiliki semangat hidup, mudah
dengan tekun, nyaman dan cemas dan gelisah
menyenangkan
Aktivitas terorganisasi dengan Memiliki gagasan dan emosi negatif
baik dan efisien, produktif dan
disiplin
Bersikap mampu untuk memulai Lebih suka menunda-nunda sesuatu, malas
sesuatu, tidak tergantung dan kurang disiplin
motivasi eksternal
Memiliki kepribadian yang Pemalu dan suka menyendiri
dinamis dan menyenangkan
107
Sukses dan gagal memotivasi diri
Kesuksesan Kegagalan
Masa depan cerah dan yakin Hari-harinya tidak produktif dan bermanfaat
dengan “Sukses adalah hak
saya”
Mudah dalam bergaul, menikmati Malas belajar mengembangkan diri
hidup dan aktivitas
108
Sukses dan gagal memotivasi diri
Kesuksesan Kegagalan
Selalu tampilkan senyum optimis Wajahnya cemberut, judes dan jutek penuh
dan ikhlas kesedihan
Siap dikritik, berani, jujur melihat Takut resiko, lari dari masalah, mencari
kekurangan diri dan semangat pembanding yang tidak realistis
memperbaiki diri
Pantang mengeluh, menyerah, Kata-katanya keluh kesah, merasa tidak
dan sia-sia, terhindar dari rasa penting
jenuh dan kesepian
Memperoleh sukses dunia akhirat Menunggu dan mudah menyerah
109
Kiat-kiat dalam memotivasi diri
Kiat-kiat
Pelemah,
Kiat-kiat pembangkit dan
memotivasi diri penambah
motivasi diri
110
Kiat-Kiat Memotivasi Diri
• Suka memecahkan masalah pribadi
• Memiliki keberanian menerima tantangan dan resiko
• Bertindak proaktif
• Merasa memiliki waktu terbatas
• Mengerjakan sesuatu penuh kreativitas dan inovasi
• Tulis apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang telah
ditulis
• Tuliskan impian-impian
• Bacalah maka hidup akan berubah
• Meyakini tiada prestasi tanpa disiplin
• Temukan mentor sukses
111
Pelemah, pembangkit dan penambah motivasi diri
Penambah
Pembangkit
Pelemah
112
Pelemah motivasi diri
• Tontonan melemahkan
• Musik pesimistis
• Bacaan picisan
• Teman negatif
• Malas
• Menunda
• Banyak alasan
• Pikiran negatif
• Rendah diri (minder)
• Keluh kesah
113
Penambah motivasi diri Pembangkit motivasi diri
• Baca kitab suci dan buku- • Motivasi mental – Sadar diri
buku
• Motivasi spiritual – Terima
• Jaga hubungan dengan diri
Tuhan
• Motivasi emosional – Harga
• Berkumpul dengan orang- diri
orang shaleh dan sukses
• Motivasi fisik –
• Rasakan nikmat dan Aktualisasikan diri
bersyukur
• Berdo’a, berusaha dan
bertawakal
114
Rencana Tindakan
115
Bagian V
EFEKTIF KOMUNIKASI
116
Sasaran hasil
Sasaran hasil
Memahami Meningkatkan
pentingnya kualitas
komunikasi di hubungan antar
lingkungan personal dalam
kerja dan di mencapai
luar lingkungan kinerja yang
kerja ditetapkan
117
Konten
1 Konsep dasar komunikasi
118
Pengertian komunikasi
• Komunikasi adalah suatu proses untuk mentransfer
ide atau informasi dengan menggunakan
simbol/bahasa dari pengirim ke penerima (Edward Depari)
Komunikasi
Simbol Bahasa
119
Prinsip KOMUNIKASI
Context
Barrier/ • Ide
• Kebutuhan
Hambatan • Persepsi
• Sikap
Pengirim/ • Tujuan
Pesan
Sender
Media
Transmisi
Barrier/
Hambatan
• Ide Pesan
• Kebutuhan
• Persepsi Penerima/
• Sikap Receiver
• Tujuan
120
PILIHAN MEDIA KOMUNIKASI
Instruksi Lisan
Instruksi Tertulis
Meeting Koordinasi
Briefing harian
dll
121
2 MODEL KOMUNIKASI
LISAN TERTULIS
Penekanan informasi Penekanan informasi pada
pada permainan kata- penggunaan media cetak /tulis
kata, intonasi dan untuk menampung data/fakta
bahasa tubuh secara cermat/ akurat
122
Tujuan komunikasi
123
MANFAAT MANFAAT
KOMUNIKASI LISAN KOMUNIKASI TERTULIS
• Kesempatan menilai pengertian • Relatif permanen
• Kesempatan bertanya bagi • Dapat dicek di kemudian hari
penerima
• Lebih cermat / akurat
• Mengetahui respon / reaksi
• Dapat disebarkan secara luas
• Klarifikasi pemahaman
• Relasi/sentuhan manusiawi
124
Kombinasi Elemen Komunikasi Lisan
Kata-kata (words):
- Gunakan kata-kata yang tepat
3 elemen komunikasi - Hindari menggunakan jargon/
istilah yang membingungkan
7% : Kata-kata
Suara (tone of voice):
- Nada suara/intonasi
38% : Suara
- Volume
- Artikulasi
- Kecepatan bicara
125
Faktor penghambat komunikasi
Mengembangkan pesan
Masalah teknis
Menafsirkan/persepsi pesan
126
Mengembangkan pesan
• Keraguan isi pesan
• Asing dengan situasi yang ada
• Pertentangan emosi
• Sulit mengekspresikan ide/gagasan
127
Masalah teknis
• Menyampaikan pesan :
• Sambungan kabel sound system kurang baik, timbul bunyi aneh
• Kualitas suara sound system kurang baik
• Lampu padam
• Audien terhalang tiang (pilar)
• Surat tidak terbaca
• Menerima pesan :
• Adanya persaingan antara penglihatan dan suara
• Kursi yang tidak nyaman
• Lampu kurang terang
• Kondisi lain yang mengganggu konsentrasi audien
128
Menafsirkan pesan
• Perbedaan latar belakang
• Perbedaan penafsiran
• Perbedaan reaksi emosional
129
Faktor penunjang komunikasi
Menghargai lawan bicara
Asertif
Tipe kepribadian
Nonverbal
130
Bagian VI
KERJASAMA TIM
131
Sasaran hasil (Kerjasama Tim)
132
Konten
11 Membangun
Click to kerjasama
add Title tim
22 CaraClick
membangun
to addkerjasama
Title tim
13 Syarat membangun
Click kekuatan tim
to add Title
133
Manusia adalah mahluk sosial
• Tidak mungkin hidup
bertahan dalam
kesendirian
• Fitrahnya saling
bergantung dengan
manusia lain
• Organisasi bergantung
pada individu di
dalamnya
• Semua tidak akan
berjalan, tanpa adanya
kerja sama atau
teamwork
134
Pengertian tim
• Tim adalah sekelompok orang yang bekerja
bersama-sama
• Saling ketergantungan yang kuat satu sama
lain, untuk mencapai sebuah tujuan atau
menyelesaikan sebuah tugas
• Tim adalah untuk menyatukan tenaga dan
menutup keterbatasan individu, agar sasaran
yang dicapai lebih banyak dan lebih besar
• Orang biasa
• Orang luar biasa
luar biasa
sangat luar biasa
135
Membangun kerjasama dalam tim
• Tiap anggota tim dapat bekerja itu hal biasa. Yang
luar biasa adalah bagaimana tiap anggota bekerja
penuh semangat
• Kebersatuan tim adalah sikap kekitaan dan
mengkitakan bukan kesayaan dan mensayakan
• Ketika menjadi anggota tim:
• Tidak meniadakan cita-cita
• Tidak mengorbankan kesuksesan pribadi
• Tidak kehilangan tempat mengaktualisasikan
diri
• Memiliki cita-cita yang lebih tinggi sehingga
dapat memperbesar kesuksesan
• Sekelompok orang yang bekerja bersama, tapi
tidak memiliki goal (tujuan) yang sama bukanlah
tim yang sesungguhnya
• Sebesar apapun hasil yang dapat dicapai oleh
seorang individu, sebuah tim dapat mencapainya
lebih besar lagi
136
Cara membangun kerjasama tim
Mengenali diri sendiri dan memahami orang
137
Cara membangun kerjasama tim
Menentukan peran dan tugas yang tepat
138
Syarat membangun kekuatan tim
Pemimpin yang tangguh &
inspirator
139
Motivasi dari individu untuk membentuk tim
• Adanya motivasi dari individu untuk membentuk tim
• Maju dan berkembang bersama sebagai tim
• Paradigma berpikir sebagai individu dan sebagai tim:
Individu Tim
Anggota kelompok sangat berhati-hati Anggota menjalankan komunikasi terbuka yang tulus. Mereka
mengemukakan pendapat karena rasa saling berusaha memahami sudut pandang anggota lainnya
memahami mustahil terjadi
Anggota tidak didorong untuk ambil bagian Anggota berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang
dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi tim. Keputusan final tetap di tangan pemimpin
mempengaruhi kelompok. Konfirmasi lebih ketika tidak dicapai kesepakatan, atau jika terjadi situasi darurat.
penting dari pada hasil yang kongkrit Tujuannya adalah mendapatkan hasil yang kongkrit, bukan
konfirmasi
Anggota tidak percaya pada motif rekan-rekan Anggota bekerja dalam suasana saling percaya dan didorong
kerjanya akibat tidak memahami perangai untuk mengungkapkan ide, pendapat, ketidak setujuan serta
anggota yang lain. Menyatakan pendapat atau mengutarakan perasaan secara terbuka. Pertanyaan yang
ketidaksetujuan dianggap sebagai upaya muncul, akan disambut baik dan diklarifikasi
memecah belah dan tidak mendukung
Anggota berada dalam situasi konflik tanpa tahu Anggota menyadari bahwa konflik merupakan situasi yang wajar
cara penyelesaiannya. Para supervisor mungkin dalam hubungan antar manusia, dan mereka memandangnya
tidak akan turun tangan sampai situasi sebagai kesempatan mengembangkan ide dan kreativitas baru.
memburuk (mempengaruhi kelompok) Konflik diselesaikan dengan cepat dan konstruktif
140
Goals yang jelas
• Adanya goals yang
jelas dengan
mengetahui
sasaran yang akan Visi & Misi
dicapai secara
spesifik dan jujur
• Goals dibuat secara
SMART (Specific, Organisasi
Measureable,
Achieveble,
Relevant, Timely)
juga harus
dipahami oleh Orang Orang Orang
seluruh anggota
141
Saling mendukung (supportive)
• Saling mendukung
(supportive) dan tidak saling
menyalahkan satu sama lain
• Kegagalan atau kesuksesan
atau kebahagiaan sebuah tim
bergantung pada semua
anggota
• Kegagalan tidak dapat
dilimpahkan hanya kepada satu
orang saja
• Kekuatan akan muncul ketika
semua anggota saling
mendukung
142
Peran dan uraian tugas yang jelas
• Adanya peran dan uraian
tugas yang jelas untuk tiap
anggota
• Kerjasama tim sangat
bergantung dari performa
anggotanya.
• Setiap anggota memiliki peran
dan tugas masing-masing yang
saling mendukung.
• Ketika itu dipahami dengan
baik, performa tim sudah dapat
dipastikan akan baik.
143
Pemimpin yang tangguh dan inspirator
• Adanya pemimpin yang tangguh dan mampu
memberikan inspirasi bagi anggota
• Keberhasilan seorang pemimpin tidak dapat
dipisahkan dari peran anggotanya.
• Pemimpin yang tangguh akan mendorong
anggotanya, mencapai tujuan yang
disepakati bersama.
• Pemimpin tim harus bisa membaca kondisi
anggotanya dan memotivasi anggota untuk
mencapai yang terbaik.
• Pemimpin yang lemah, akan menjadi kuat
jika orang yang dipimpinnya patuh, dan
sebaliknya.
• Seorang pemimpin akan ditiru oleh
anggotanya (tokoh panutan)
144
Hal-hal yang membuat kerjasama tim menjadi
tidak efektif
• Tidak memiliki visi dan misi
yang jelas
• Tidak memiliki pemimpin
yang efektif
• Saling menyalahkan jika
menghadapi permasalahan
• Tidak adanya pembagian
tugas dan peran
• Ingin menang sendiri
(individualis)
145
Hal-hal yang membuat kerjasama tim
menjadi tidak efektif
• Tidak melaksanakan hasil
kesepakatan bersama
• Tidak mau menerima
kekurangan anggota yang lain
• Tidak saling mendukung
• Adanya anggota yang ingin
menonjolkan diri sendiri
• Tidak adanya evaluasi (sebagai
monitor) yang efektif dan
berkesinambungan
146
Hal-hal yang membuat kerjasama tim menjadi
tidak efektif
• Penyelesaian konflik internal yang
berlarut-larut
• Tidak adanya motivasi dalam tim
• Tidak adanya penghargaan
(reward) terhadap individu yang
kinerjanya baik
• Tidak ada teguran terhadap
individu yang kinerjanya buruk
• Kemampuan anggota tidak dapat
teraktualisasikan
• Pekerjaan menumpuk pada satu-
dua orang saja
147
Tahapan pembentukan tim
148
Manfaat kerjasama tim
• Mendapat keberkahan Tuhan, karena akan
hadir bagi kelompok orang yang taat dan
bekerja karena Nya
• Stress akibat pekerjaan akan berkurang
karena adanya pembagian kerja
• Tanggung jawab dipikul bersama-sama
(seluruh anggota tim)
• Tugas yang dipikul bisa lebih banyak
• Semua anggota diakui keberadaannya
• Keberhasilan tim adalah keberhasilan bersama
• Tidak mudah dipecah belah
• Dll ,,,,,
149
150