0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan150 halaman

Basic Leadership Development Program

Program Pengembangan Kepemimpinan Dasar bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, motivasi diri, dan kerjasama tim melalui pemahaman diri dan orang lain. Agenda program mencakup sesi tentang kepemimpinan, manajemen waktu, komunikasi efektif, dan membangun tim. Program ini dirancang untuk membantu peserta memahami pentingnya kepemimpinan dalam organisasi dan bagaimana mengimplementasikannya secara efektif.

Diunggah oleh

hhartanto1416
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
17 tayangan150 halaman

Basic Leadership Development Program

Program Pengembangan Kepemimpinan Dasar bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, motivasi diri, dan kerjasama tim melalui pemahaman diri dan orang lain. Agenda program mencakup sesi tentang kepemimpinan, manajemen waktu, komunikasi efektif, dan membangun tim. Program ini dirancang untuk membantu peserta memahami pentingnya kepemimpinan dalam organisasi dan bagaimana mengimplementasikannya secara efektif.

Diunggah oleh

hhartanto1416
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BASIC LEADERSHIP DEVELOPMENT PROGRAM

HR-People Development
Sampoerna Agro

1
GARIS BESAR PROGRAM

MENGAPA PERLU KEPEMIMPINAN

APA ITU KEPEMIMPINAN

MEMAHAMI DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN

MANAJEMEN WAKTU

MOTIVASI DIRI

EFEKTIF KOMUNIKASI

KERJASAMA TIM

2
SASARAN PROGRAM

 Meningkatkan jiwa
kepemimpinan
 Meningkatkan motivasi diri dan
tim
 Memahami diri sendiri dan
orang lain
 Membangun tim yang solid

3
AGENDA PROGRAM

Hari-1

08.00 – 08.30 Registrasi


08.30 – 09.30 Pembukaan, Garis Besar
Program, Pre Assessment
Pembagian Kelompok
09.30 – 10.15 Mengapa Perlu Kepemimpinan
10.15 – 10.30 Rehat Kopi
10.30 – 12.00 Apa itu Kepemimpinan
Kepemimpinan vs Pimpinan
12.00 – 13.00 Istirahat Siang
13.00 – 15.00 Memahami Diri Sendiri dan Orang
Lain
15.15 – 15.35 Rehat Kopi
15.35 – 16.30 Manajemen Waktu

4
AGENDA PROGRAM

Hari-2

08.30 – 09.00 Wrap Up Pembelajaran Sesi Hari-1


09.00 – 10.15 Motivasi Diri
10.15 – 10.30 Rehat Kopi
10.30 – 12.00 Efektif Komunikasi
12.00 – 13.00 Istirahat Siang
13.00 – 14.00 Lanjut
14.00 – 15.15 Membangun Kerjasama Tim
15.15 – 15.35 Rehat Kopi
15.35 – 16.30 Wrap Up Sesi Hari-1 & 2
Post Assessment
Persiapan Hari-3

5
Bagian I
KEPEMIMPINAN

6
Global
Global

7
1. Insight apa yang diperoleh tentang perubahan?
 Jumlah terjadinya perubahan dalam 50 th terakhir
 Kecepatan & kompleksitas

 Kemungkinan terjadinya

2. Faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya


perubahan secara global?
3. Bagaimana faktor-faktor ini berpengaruh terhadap
organisasi?
4. Apa akibatnya kalau organisasi tidak berubah?
5. Apa efeknya perubahan organisasi terhadap diri
sendiri?
6. Apa akibatnya jika kita tidak berubah?

8
Proses kerja yang baru

Teknologi baru

Bergabung dengan tim yang baru

Target baru

Atasan baru

Lainnya …

9
• Global  percepatan perubahan
• Pentingnya perubahan organisasi
• Perubahan pada diri sendiri
• Perubahan pada lingkungan kerja
• Perubahan menimbulkan berbagai perasaan &
reaksi
• Perasaan & reaksi  normal & dapat membantu
ataupun menunda proses adaptasi terhadap
perubahan
10
The Change • Perubahan
 Sesuatu terjadi untuk merubah
pekerjaanmu, relasimu, dan lingkungan
The
Unknown
• Ketidaktahuan
 Harus menghadapi perubahan tersebut,
membiarkan cara lama pergi & menerima
cara baru
The
Adjusment
• Penyesuaian
 Fokus pada keterlibatan dalam membuat
perubahan sungguh terjadi
The New • “Norma” Baru
“Norm”
 Sudah terbiasa & menguasai dengan baik

untuk melakukan sesuatu secara berbeda


sebagai akibat dari perubahan

11
 Kumpulan Orang atau Benda
 Mencapai Tujuan Bersama
 Membentuk Kesatuan
 Peran-peran Tertentu
 Cara Teratur

Organisasi

12
Piramida Manajemen

Dewan Komisaris

Manajemen Puncak

Manajemen Madya

Manajemen Lini Pertama

Pelaksana

13
Mengapa Perlu Kepemimpinan
Menurut Katz dan Kahn

Ketidaklengkapan rancangan organisasi


Tidak ada aturan, perencanaan, prosedur, ataupun bagan organisasi yang dapat
menjelaskan dengan baik apa yang harus terjadi dalam organisasi tersebut jika ingin
bertahan dan sukses. Pemimpin membantu menginterpretasikan peraturan, rencana, dan
mengisi kesenjangan tersebut.

Kepemimpinan sebagai fungsi pembatas


Organisasi didefiniskan sebagai sistem yang terdiri dari subsistem yang saling berkaitan.
Pemimpin merupakan penghubung antar subsistem tersebut.

Perubahan kondisi lingkungan


Konsep bahwa organisasi merupakan suatu open system yang berinteraksi dengan
lingkungannya. Pemimpin memperoleh sumber daya dari lingkungan dan membuat
lingkungan lebih dapat diterima oleh organisasi

Dinamika internal dari organisasi


Organisasi berubah dan tumbuh. Pemimpin mencegah perubahan ini merusak organisasi
dan anggotanya serta mendorong perubahan positif.

Sifat dari keanggotaan manusiawi dalam organisasi


Orang datang, pergi, dan berubah. Kepemimpinan memberikan kesinambungan dan
membantu mereka untuk beradaptasi dengan perubahan dalam organisasi.

14
Do you know or……do you realize…?
I am more afraid of an army of 100 sheep led by a lion than an army
of 100 lions led by a sheep.
Charles Maurice de Talleyrand, a French diplomat as quoted by Rhenald Kasali in Agility. 2014

15
Apakah
Kepemimpinan itu ?

PENCAPAIAN
YES! Proses membangun keinginan
PINGIN!
OK EUY! ARAH
pada orang lain untuk
mencapai suatu sasaran atau
membuat orang lain ingin
melakukan sesuatu yang Anda
ingin mereka lakukan ([Link])

16
Definisi Kepemimpinan

Pemimpin adalah figur seseorang yang


bijaksana, berani mengambil keputusan dan
yang paling penting berwibawa dan bisa
memimpin untuk mencapai tujuan bersama

Sedangkan menurut Stoner Kepemimpinan adalah suatu


proses pengarahan dan pemberian pengaruh pada kegiatan-
kegiatan dari sekelompok anggota yang saling berhubungan
tugasnya (Handoko,1995:295). Kepemimpinan adalah
kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni
mempengaruhi perilaku orang lain, atau seni mempengaruhi
manusia baik perorangan maupun kelompok
Robbins (2003) juga memberikan pengertian
kepemimpinan dalam organisasi, yaitu merupakan
kemampuan mempengaruhi suatu kelompok kearah
pencapaian tujuan.
Jadi, secara umum dapat kita simpulkan bahwa kepemimpinan adalah suatu
kemampuan yang dimiliki oleh seseorang dalam mempengaruhi dan
menggerakkan orang lain untuk bekerjasama mencapai suatu tujuan kelompok
atau mensukseskan tujuan organisasi.
17
Menurut Kotter Fungsi Utama Kepemimpinan :

Direction Setting (Set Arahan)


Menyusun visi, misi dan strategi.

Aligning Constituencies (Menyelaraskan Konstituensi)


Menyelaraskan antara visi, misi dan sasaran organisasi
dengan seluruh perangkat-perangkat organisasi.

Motivation and Inspiring (Memotivasi dan


Menginspirasi)
Memberikan motivasi kepada tim bagaimana bersama-
sama untuk mencapai sasaran organisasi. Menjadi
inspirasi bagi tim sebagai bentuk memotivasi.
18
Fungsi – Fungsi Kepemimpinan
Menurut Teori Lainnya

• Menyampaikan Informasi
• Memberikan Perintah
• Mendelegasikan wewenang
• Memberikan motivasi
• Menerima umpan balik
• Mengkoordinasikan manusia dan pekerjaan
• Melakukan Pengendalian

19
Key Message
GOOD SUPERIOR

MANAGER

LEADER

20
Key Principles - Essence of Leadership
Prinsip-prinsip utama membantu untuk mengatasi kebutuhan pribadi orang dan
membangun kepercayaan dan hubungan kerja yang kuat.
Kebutuhan orang untuk dihargai dari hasil upaya yang telah dilakukan untuk memotivasi diri,
meningkatkan kepercayaan diri dan berkomitmen kepada tugas serta fungsinya. Misal: hargai
ESTEEM pemikiran dan ide yang bagus, hargai sebuah pencapaian yang bagus, ekpresikan dan
tunjukan kepercayaan diri, fokus pada data dan fakta, mengahrgai dan mendukung orang lain
dan berikan motivasi.

Empati membantu membangun kepercayaan dan meningkatkan komunikasi. Orang-orang tahu


EMPATHY Anda memahami perasaan mereka dan mengapa mereka merasa seperti itu. Misal: meredakan
emosi, tunjukkan pada orang lain bahwa anda peduli dan tanggapilah secara fakta dan
perasaan.

Keterlibatan meningkatkan peluang bahwa ide dan solusi inovatif akan muncul.
Komitmen lebih kuat dan sukses lebih mungkin ketika ide-ide sedang dilakukan oleh orang-orang
INVOLVEMENT
dari mana mereka berasal. Misal: buat keterlibatan sebagai pilihan pertama anda, keluarkan ide
semua orang dengan pertanyaan, mendorong tanggung jawab melalui keterlibatan dan jaga
prosesnya tetap bergerak dengan melibatkan orang yang tepat.

Berbagi pemikiran dan perasaan Anda dan alasan untuk keputusan Anda memungkinkan orang
SHARE
tahu bahwa Anda cukup memercayai mereka, untuk melihat apa yang ada di dalam Anda.

Bantu orang lain berpikir dan melakukan, jaga komitmen anda dan tahan godaan untuk
SUPPORT
mengambil alih.

21
Leadership Mindset
Hal utama yang perlu Anda ketahui untuk menjadi pemimpin yang sukses
adalah
pola pikir yang benar yang harus Anda miliki dan yang Anda tanamkan
dalam tim Anda akan membuatmu sukses.

Hal ini penting dari posisi Kepemimpinan yang dipimpin oleh seorang
pemimpin, agar berada posisinya diatas garis:

O WNERSHIP
R ESPONSIBILITY
A CCOUNTABILITY

B LAME
E XCUSE VICTIM

D ENIAL
22
Apa dan Mengapa Ownership itu Penting?

 Apakah itu? psychological ownership (kepemilikan psikologis) terbukti dapat


mendorong terciptanya rasa tanggung jawab dari dalam diri (Pierce, dkk.,
2001, 2003).

 Individu yang merasakan kepemilikan atas sebuah obyek akan mengembangkan


rasa tanggung jawab untuk menjaga, melindungi, mempertahankan, dan
mengembangkan apa yang menjadi miliknya tersebut (Belk, 1988; Furby, 1978).
Hal ini dapat dianalogikan antara Anda dan anak Anda. ‘Rasa kepemilikan’ Anda
terhadap sang anak membuat Anda ingin menjaga, melindungi, dan menumbuh-
kembangkannya dengan sebaik mungkin.

 Demikian juga rasa kepemilikan pekerjaan akan membuat Anda berupaya untuk
melakukan hal-hal terbaik untuk pekerjaan Anda. Individu dengan kepemilikan
psikologis yang tinggi akan mencurahkan kepedulian dan perhatian yang lebih
besar terhadap obyek kepemilikannya (Belk, 1988; Beggan, 1992).

23
23
Proses Berpikir menuju Ownership

Aware Care Ownership Perform

 Untuk mecapai sebuah kinerja yang diharapkan, maka diperlukannya


pola pikir “Ownership”.
 Untuk berpikir “Ownership”, maka diperlukan kesadaran “Aware” dan
keperdulian “Care” terlebih dahulu.

24
24
Accountability
Dalam peran kepemimpinan, akuntabilitas
dapat merupakan pengetahuan dan adanya
pertanggungjawaban tehadap tiap
tindakan, produk, keputusan dan kebijakan
termasuk pula di dalamnya administrasi,
dan pelaksanaan dalam lingkup peran atau
posisi kerja yang mencakup di dalam
mempunyai suatu kewajiban untuk
melaporkan, menjelaskan dan dapat
dipertanyakan bagi tiap-tiap konsekuensi
yang sudah dihasilkan.
(Accountability): Orang yang bertanggung jawab terhadap penyelesaian
pekerjaan atau menyetujui hasil suatu pekerjaan.
25
25
Responsibility
Dalam peran kepemimpinan, responsibilitas
merupakan pertanggung jawaban atas pelaksanaan
atau implemetasi dalam lingkup peran atau posisi
kerja yang mencakup di dalam mempunyai suatu
kewajiban untuk melaporkan, menjelaskan dan dapat
dipertanyakan bagi tiap-tiap konsekuensi yang
sudah dihasilkan selama pelaksanaan.

(Responsibility):
 Orang yang bertanggung jawab terhadap pelaksaaan pekerjaan atau
implementasi sesuai tugas dan tanggungjawab yang telah diterimanya.
 Kewajiban atau keharusan untuk secara melakukan atau menyelesaikan
suatu tugas dengan memuaskan (yang ditugaskan oleh seseorang) yang
harus dipenuhi, dan yang memiliki konsekuensi hukuman karena kegagalan.

26
SUMBER PENGARUH KEPEMIMPINAN
Sumber pengaruh adalah kekuatan atau kekuasaan yang
mampu menggerakkan atau mempengaruhi orang lain

Struktural:
posisinya

Kepribadian : Hubungan :
Sumber
kekuatan karakter/ Pengaruh hubungan pribadi
keteladanan dan kepercayaan

Keahlian :
kelebihan dan
keterampilannya

27
Leadership vs. Management

“Management is doing things right;


leadership is doing the right things.”
Peter F. Drucker

28
• Memberi Arah / orientasi Kelompok yang
Membuat Kemampuan
masa depan produktif, loyal dan
pribadi dan kelompok
bergairah
berKembang; serta • Menyelaraskan kegiatan
kelompok menjadi dan anggota
berGairah
• Memberi motivasi

• Perencanaan
Pencapaian
Mengatur Proses • Pengorganisasian Sasaran/Target
kerja dan Sumber sesuai Aturan
• Koordinasi
Manajemen daya secara
dan Prosedur
optimal • Pemberian tugas yang berlaku
• Pengendalian

Manajemen dan Kepemimpinan merupakan


dua keterampilan yang saling melengkapi
untuk optimalisasi keberhasilan

29
Leadership vs. Management
LEADERSHIP MANAGEMENT

= =

Make others do things for you because Rational, logical way of work
they want to. with people.

 Menyiapkan orang dengan visi yang jelas  Menyiapkan sasaran atau target
 Menjadi pendukung, dipercaya,  Menyiapkan perencanaan yang
dihormati efektif
 Mengembangkan / melatih orang  Mengorganisasikan pekerjaan
 Berurusan dengan orang-orang secara  Memberikan instruksi kerja yang
individual sesuai dengan motif yang jelas
spesifik bagi mereka  Mendelegasikan
 Melibatkan orang ke dalam proses  Memonitor dan control hasil
pengambilan keputusan pekerjaan
 Bertindak sebagai panutan  Mengevaluasi hasil pekerjaan

30
Apa Kriteria Pemimpin yang ‘Hebat’, Efektif, ‘Besar’, Idola ?

• Lead, follow or get out of the way! (Pilihlah: memimpin,


mengikuti, atau minggir !) ~ George S. Patton
• Courage is being scared to death, but saddling up
anyway. (Orang yang benar-benar berani
sebenarnya sangat ketakutan di dalam hati, tetapi
tetap memutuskan berkuda menuju sasaran ~ John
Wayne

• Success is the ability to go from failure to failure without losing your


enthusiasm. (Sukses adalah kemampuan untuk terus melangkah dari
kegagalan satu ke kegagalan berikutnya dan berikutnya lagi, tanpa
kehilangan antusiasme ~ Sir Winston Churchill

31
3 Gaya Kepemimpinan
Autocratic Democratic Laissez-Faire
Leadership Leadership Leadership
Asumsi Orang cenderung Kelompok merupakan Semua orang mampu
menghindari pusat informasi. bekerja sendiri.
pekerjaan karena
tidak suka.

Kekuatan Orang perlu Jika Pemimpin bisa Pemimpin


dikontrol, diancam mengembangkan menyediakan
dengan hukuman ”team feeling”  informasi dan material
Menggunakan bawahan akan suka yang diperlukan
manipulasi, ancaman dengan gaya ini. kelompok.
atau kekuatan untuk
mencapai misinya

Kelemahan Gagal Kepemimpinan akan Memberikan


mengembangkan gagal jika kelompok kebebasan penuh pada
kepemimpinan pada tidak dimotivasi dan bawahan
bawahan dilatih. Minimum kontrol dan
Bawahan tidak Opini bawahan selalu kepemimpinan.
terlibat dalam proses dipertimbangkan Hanya memberikan
pengambilan bantuan jika diminta
keputusan

Smith, Frank, Model

32
GAYA Gaya Kepemimpinan
KEPEMIMPINAN:
Yang mana yang terbaik ? Situasional
Diterapkan berdasarkan :

Otokratik

Demokrati Laissez-faire
k (Bebas)

33
Kemampuan Kemampuan Kemampuan Tidak punya/
memadai, memadai, bisa tumbuh, belum hanya sedikit
Kemampuan adakalanya melakukan menguasai memiliki
melebihi dengan sepenuhnya Kemampuan
standar mandiri kemampuan
Motivasi tinggi Motivasi turun Percaya diri Biasanya
tumbuh, masih ragu,
Kemauan
semangat belum
memadai sepenuhnya
percaya diri
Sangat Cukup Kurang Tidak
Mandiri Mandiri Mandiri Mandiri

M4 M3 M2 M1
34
KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
BERBASIS KEMANDIRIAN BAWAHAN

ORIENTASI
ORIENTASI
RELASI/
TUGAS
HUBUNGAN

Sejauh mana pemimpin terlibat di dalam Sejauh mana pemimpin terlibat di dalam
menetapkan dan memberi petunjuk kegiatan komunikasi dua arah, mendengarkan,
tentang tugas & tanggung jawab memberikan dukungan sosio-emosional, atau
bawahan bantuan pribadi.

Kemandirian Bawahan

MAMPU (ability): MAU (wilingness):


1. Pengetahuan ttg pekerjaan 1. Kepercayaan diri
2. Keterampilan mengerjakan 2. Komitmen/Motivasi untuk
dan menguasai sesuatu menyelesaikan tugas
35
KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
Tinggi
L3 L2
Orientasi pada Relasi/Hubungan

Partisipatif Suportif
•Tinggi pada Hubungan • Tinggi pada Hubungan
•Rendah pada Tugas • Tinggi pada Tugas

L4 Delegasi Direktif L1
• Rendah pada Hubungan • Tinggi pada Tugas
• Rendah pada Tugas • Rendah pada Hubungan
Rendah
Rendah Tinggi
Orientasi pada Tugas

Sangat Cukup Kurang Tidak


Mandiri M4 Mandiri M3 Mandiri M2 Mandiri
M1

36
KEBUTUHAN BAWAHAN (SUB-ORDINATE)
Cukup Mandiri (M3) Kurang Mandiri (M2)
• Tujuan yang jelas
• Mentor/Coach
• Kesempatan mengutarakan masalah • Mengembangkan Pola pikir
• Dukungan dalam mengembangkan keterampilan • Umpan balik
pemecahan masalah • Pujian atas kemajuan yang dicapai
• Bantuan dalam mengevaluasi keterampilannya • Dukungan pada saat melakukan kesalahan
secara objektif untuk meningkatkan kepercayaan
• Kesempatan berdiskusi
diri
• Keterlibatan dalam memecahkan masalah
• Pujian dan penghargaan atas pencapaian
kompetensi dan kinerja yang cukup tinggi • Dorongan
• Bantuan untuk menghilangkan kendala yang
muncul

Sangat Mandiri (M4) Tidak Mandiri (M1)


• Penghargaan atas antusiasme
• Tantangan dan variasi tugas
• Tujuan yang jelas
• Pemimpin yang lebih berperan sebagai mentor • Standar kinerja yang jelas
• Informasi bagaimana kinerja diukur
daripada bos
• Informasi mengenai kebiasaan setempat
• Pengakuan akan kontribusi yang diberikan • Informasi mengenai tugas dan organisasi
• Pelatihan
• Otonomi dan otoritas
• Action plan
• Kepercayaan • Batasan waktu
• Prioritas

37
KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
Partisipatif (L3) Suportif (L2)
• Mendengarkan keluhan dan masalah bawahan, • Memberikan banyak umpan-balik kepada
tanpa mencela dan menghakiminya bawahan tentang bagaimana perkembangan
• Melibatkan bawahan dalam pengambilan kepu- pekerjaan dan kemampuan mereka
tusan yang mempengaruhi pekerjaan mereka • Memberikan motivasi dengan pemberian
• Memberi kebebasan kepada bawahan untuk
apresiasi
bertanya dan berdiskusi hal penting
• Meyakinkan bawahan akan kemampuannya.
• Sering mengadakan pertemuan dengan bawahan
• Memuji bawahan yang melakukan tugasnya
• Membantu bawahan menentukan kegiatan
dengan baik
pengembangan dirinya

Delegatif (L4) Direktif (L1)


• Mendelegasikan tanggung jawab sepenuhnya • Membuat prosedur yang lengkap dan jelas.
kepada bawahan dan meminta mereka • Menentukan tujuan dan sasaran yang
mengerjakan dengan komplit spesifik bagi bawahan
• Mendorong bawahan untuk mencari dan • Memberikan contoh pelaksanaan suatu
membetulkan kesalahan yg dibuatnya sendiri pekerjaan
• Memberikan umpan-balik terhadap hasil kerja
• Menegakkan peraturan dan kebijaksanaan
• Mendorong bawahan berinovasi dan memberi
• Sering melakukan pengontrolan terhadap
toleransi/kepercayaan atas resiko yang
bawahan
diakibatkannya

38
5 Tingkatan Kepemimpinan Menurut Jhon Maxwell

Level 2 Puncak
Kepemimpinan
(Respect/ Rasa
Hormat)

Level 4
Mengembangkan
Orang Lain
(Reproduction/
Reproduksi)
Level 3
Productivity
(Result/Hasil)

Level 2 Perkenaan
(Relationships/
Hubungan

Level 1 Dasar
(Right/Hak)

39
Level 1 – Kepemimpinan dasar (Rights/hak) : Maksudnya adalah orang mau mengikuti
Anda karena mereka memang harus melakukan hal tersebut atau lebih mudahnya
dapat disebut sebagai pemimpin yang hanya mengandalkan jabatannya.
Note : Semakin lama Anda bertahan disini, semakin tinggi perputaran karyawan dan
semakin rendah semangat juangnya.
Level 2 – Perkenanan (Relationships/hubungan ) : Orang mau mengikut Anda karena
mereka ingin melakukan hal tersebut.
Note : Orang akan mengikuti Anda hingga melampaui wewenang yang ditetapkan
kepada Anda. Di level ini, mungkin pekerjaan akan menjadi sesuatu yang
menyenangkan. Tetapi semakin lama Anda bertahan disini, Anda dapat membuat
orang-orang disekitar Anda yang bermotivasi tinggi menjadi gelisah.
Level 3 – Produktivitas (Results/hasil) : Orang mau mengikuti Anda karena apa yang
telah Anda lakukan untuk organisasi tersebut.
Note : Di level ini biasanya kesuksesan sudah bisa dirasakan oleh sebagian besar
orang. Mereka menyukai Anda dan mereka juga menyukai apa yang telah Anda
lakukan.
Level 4 – Mengembangkan orang lain (Reproduction/reproduksi) : Disini orang mau
mengikuti Anda karena apa yang telah Anda lakukan untuk mereka.
Note : Disini tempat pertumbuhan jangka panjang terjadi. Hal ini disebabkan karena
komitmen Anda untuk mengembangkan para pemimpin yang akan menjamin
pertumbuhan yang berkelanjutan bagi suatu organisasi dan manusia didalamnya.
Level 5 – Puncak kepemimpinan (Respect/rasa hormat) : Orang mau mengikuti Anda
karena siapa Anda dan apa yang Anda representasikan.
40
Bagian II
MEMAHAMI DIRI SENDIRI DAN
ORANG LAIN

41
Saya Tahu Siapa Anda, Tetapi
Siapakah Saya?

42
Faktor Kombinasi

Faktor Lingkungan Sifat Faktor diri/bawaan


(Pola asuh, lingkungan Sifat Sifat (diturunkan)
budaya, sekolah, dsb) Sifat
Sifat

Sifat Sifat

Sifat KEPRIBADIAN Sifat

Sifat Sifat
Sifat
Dari mana asalnya unsur-unsur
kepribadian yang kita punyai ?

43
Riset Dari David Merril & Associates,
Menemukan bahwa :

1. Setiap orang memiliki satu style yang


dominan yang mempengaruhi cara bekerja
dan berkomunikasi

2. Social styles seseorang dapat diketahui


dari :
a. perilaku yang sering muncul,
b. self assessment
c. feed back dari orang lain

3. Ada empat social styles (setiap gaya


memiliki kelebihan dan kekurangan)

44
SOCIAL STYLES

Pola (KECENDERUNGAN)
Perilaku Dari Seseorang
Yang Paling Sering Muncul
Dalam Hubungan Dengan
Orang Lain
- David Merril & Associates -

45
DIMENSI TINGKAH LAKU -1
(Pengaruh)

SEJAUH MANA ORANG LAIN


BERUSAHA UNTUK
MEMPENGARUHI KITA
MELALUI KATA-KATA DAN
TINDAKANNYA

46
PENGARUH
Kurang Asertif Lebih Asertif

• Cenderung untuk menunggu • Tertarik untuk memulai suatu


• Mengajukan pertanyaan interaksi
• Tampak “kurang yakin” • Membuat
• Bahan pembicaraannya terbatas pernyataan/komentar
• Sabar mendengarkan • Tampak “yakin”
• Membutuhkan waktu di dalam • Bicara banyak dan cepat
mengambil keputusan • Memotong pembicaraan
• Tatapan matanya tidak langsung • Cepat mengambil keputusan
• Tatapan matanya langsung

47
DIMENSI TINGKAH LAKU -2
(Hubungan Emosional)
SEJAUH MANA ORANG LAIN MENYATAKAN
EMOSINYA MELALUI KATA-KATA DAN
TINDAKANNYA

48
Empat Gaya Perilaku / Tipologi
Informal_Sosialisasi Terbuka
Outer Driven

Harmoni/Safely Gaul/Influence
Guardian Performer
sabar stabilitas Persuasif Optimis
Pola Rutin
Pendengar Ekspresif Positif
Menghormati Tradisi
Setia Patuh pada sistem Komunikatif Social / Person

Kalem Tidak suka kompetisi Antusias Motivator

Banyak Spontan Risk Taker


Pertimbangan Low
Risk Taker
Pemikir/Complaince Kuasa/Driver
Guardian Creator
Hati2 Analitis Dominan Orientasi Hasil

Persiapan Kritis Kompetitif Tantangan

Anti Konflik Akurat Tegas Kompetitif

Perfeksionis Perencanaan Spontan Trouble Shooting

Formal – Sosialisasi Tertutup


Inner Driven

49
Kenali Lewat 3 Pertanyaan
KUASA/D PEMIKIR/C HARMONI/S GAUL/I
1. Bagaimana mereka berpakaian ?

Konservatif Konservatif Biasa (Casual) Cerah/warna-warni


2. Bagaimana suasana kantornya

• Meja yang luas • Ijasah-ijasah • Seperti dirumah • Meja


• Bersih • Simbol-simbol • Foto keluarga berantakan
• Ada jam • Plakat-plakat • Poster-poster • Piala-piala
• Penghargaan • Tumpukan • Souvenir • Poster-poster
kertas • Foto-foto orang
• Tak ada poster • Kenang-
kenangan terkenal

3. Kata sifat apa yang dapat anda gunakan untuk menggambarkan dirinya?
• Memutuskan • Persisten • Personal • Menarik
• Menuntut • Serius • Bersahabat • Dramastis
• Menekan • Teknis • Menyetujui • Antusias
• Efisien • Teratur • Menghargai • Memberi ilham
• Mendominasi • Prosedural • Mendukung Persuasif
• Teliti • Pasti • Mempercayai orang • “Stimulating”
• Berkemauan keras • Tenang lain • “Impulsif”
• Action oriented • Impersonal • Jujur • Promosi

Pahami CIRI KHAS Bahasa Tubuh – Intonasi – Lisan/Tulisannya

50
Motivasi Dasar
• Hubungan Sosial ( SOSIAL )  Pengakuan
• Penerimaan
 Penghargaan
• Persahabatan
 Penampilan
• Kekeluargaan
 Kebanggaan
• Pengabdian

 Ketepatan  Hasil / Result


 Kualitas
 Tantangan
 Ketelitian
 Tindakan segera
 Informasi
 Perubahan
 Kesempurnaan
 Profit
( NON SOSIAL )

51
Teknik Hubungan & Persuasi
Tipe Karakter Cara Menghadapi
• Berbicara dengan nada kuat dan • Bersikap profesional;
langsung ke tujuan. • Tanggapi keinginan dan kebutuhan mereka
• Terus menerus membuat kontak mata. dengan cepat;
KUASA
• Menjabat tangan kita kuat-kuat dan • Langsung ke tujuan;
mendominasi pembicaraan.

• Berbicara dengan nada yang bervariasi. • Perkenalkan diri anda lebih dulu;
• Mempunyai ekspresi muka yang hidup. • Tunjukkan bahwa kita tertarik;
GAUL • Suka bercerita dan fokus. • Bersikaplah antusias;

• Bicara dengan sikap sabar dan tenang. • Kenali mereka secara pribadi
• Volume suara rendah dan tenang. • Kembangkan kepercayaan & Persahabatan
HARMONI • Berbicara dengan lembut. secara perlahan;
• Lebih banyak mendengarkan daripada • Juallah kredibitas.
berbicara. • Hindari membuat mereka terburu-buru.

• Tidak banyak berkomunikasi secara • Jelaskan secara detil dan nyatakan untung-
lisan, menggunakan sedikit variasi tinggi rugi(pro&kontra);
rendahnya nada. • Beri waktu berpikir sambil memberi kepastian
PEMIKIR & ketegasan (aturan ataupun hukum yang
• Mendetail.
berlaku);
• Penuhi setiap janji anda;
52
Aplikasinya: Menjual vs Konflik (keluhan)

Dalam konflik (Kecewa, keluhan,


Harmoni Gaul keberatan).
• Gaul sebaiknya dihadapi oleh tipe
pemikir (mencermati & tunjukkan plus-
minusnya).
• Kuasa dihadapi oleh tipe harmoni
(sabar).
• Pemikir dihadapi dengan gaul (beri
suasana happy).
• Harmoni dihadapi dengan Kuasa
(kepastian yang jelas).
Pemikir Kuasa
Dalam situasi penjualan (menjual ide/program)
Samakan tipologi kita (flexing): gaul hadapi dengan gaul, kuasa dengan kuasa,
pemikir dengan pemikir, harmoni dengan harmoni. Kita merubah diri.

53
Tipe Kuasa Tipe Gaul Tipe Harmoni Tipe Pemikir
• Lebih banyak menyatakan daripada • Menceritakan kisah dan anekdot • Lebih banyak bertanya daripada • Berorientasi fakta dan tugas
bertanya menyatakan • Membatasi kemungkinan berbagi
• Lebih banyak bicara daripada • Berbagi perasaan dan pandangan • Lebih banyak mendengarkan perasaan
mendengarkan pribadi daripada berbicara • Cenderung resmi dan sebagaimana
• Mengandalkan komunikasi lisan • Menahan pendapat mestinya
Verbal

bukan tertulis • Menggunakan pola bicara informal • Kurang banyak menggunakan • Memfokuskan komunikasi
• Membuat pernyataan yang kuat • Punya perspektif waktu fleksibel komunikasi lisan • Lebih banyak menggunakan
terus terang dan langsung ke • Menggunakan langkah lambat komunikasi tertulis daripada lisan
tujuan • Menyimpang dalam percakapan

• Menggunakan banyak variasi vokal • Menggunakan banyak infleksi • Bicara dengan sikap sederhana • Bicara dengan sedikit infleksi
• Bicara dengan nada kuat suara bicara • Menggunakan nada ekspresi yang • Menggunakan sedikit variasi tinggi
• Membuat variasi dalam tinggi kurang kuat rendahnya suara
• Berkomunikasi dengan seketika rendahnya nada bicara
Vokal

• Menggunakan gaya bicara cepat • Membuat variasi dalam kualitas • Bicara dengan volume rendah dan • Kurang menggunakan variasi dalam
dengan volume tinggi vokal lebih tenang kualitas vokal
• Menggunakan gaya bicara cepat
• Menggunakan intonasi suara dan bervolume tinggi • Menggunakan kecepatan bicara • Berbicara monoton dan konstan
menantang • Kualitas bicara yang dramatis lebih rendah • Bicara lebih lambat dan dengan
• Kualitas bicara mantap volume rendah

• Berjabat tangan dengan kuat • Berjabat tangan dengan kuat • Berjabat tangan dengan lembut • Menggunakan hanya sedikit
• Terus menerus membuat kontak • Menggunakan lebih sedikit ekspresi wajah
mata • Menggunakan ekspresi wajah yang ekspresi wajah yang bergairah
• Membuat gerak-gerik untuk hidup • Cenderung berorientasi tanpa
menekankan maksudnya • Berorientasi hubungan • Tidak terus menerus membuat kontak
Visual

• Memperlihatkan ketidaksabaran kontak mata


• Cenderung bertindak spontan • Jarang menggunakan gerak-gerik
• Menggunakan bahasa tubuh yang • Memperlihatkan kesabaran • Bergerak secara terkontrol
bergerak cepat • Menggunakan banyak gerakan • Menggunakan bahasa tubuh yang menggunakan bahasa tubuh
tangan dan tubuh lebih lambat gerakannya • Gerakan lambat 54
Gaul Kuasa
Berkemauan keras
Hangat, bersahabat Dingin Independen
Berbelas kasihan Tidak Cepat puas Memiliki visi
Responsif Disiplin Dominan Praktis
Antusias Emosi labil Sarkatis Produktif
Ramah Tidak produktif Pemarah Tegas
Banyak Egosentris Keras kepala Pemimpin
Bicara Hiperbola

Perfeksionis -
Berbakat
Sensitif Pemurung Tidak tegas Tenang
Analitis Cari aman Obyektif
Berpikiran Penakut Diplomatis
Tekun Cepat kuatir Pendengar
negatif Suka menunda yang baik
Disiplin Efisien dan
Teoritis teratur
Rela berkorban

Pemikir Harmoni

55
Menarikkah topik pembicaraan ini … ? Bagi saya, hobby yang menarik adalah … ?

• INFORMASI / DATA / ANGKA


• AKUNTING, AUDIT,
KEUANGAN • MEMIMPIN
• MATEMATIK, SISTEM, • BERORGANISASI
• ILMU / SCIENCE • BISNIS FILSAFAT, BAHASA • KERJA KERAS
• DATA / INFORMASI • PEKERJAAN / • KREATIVITAS, PENEMUAN, • GAGASAN / IDE
• STATISTIK TUGAS PENELITIAN, RANCANGAN • OLAHRAGA
• ILMIAH, SPIONASE, DETEKTIF, • MENGATUR SISTEM
• EKSPERIMEN • EKONOMI
HORROR • MELATIH /
• FALSAFAH • PROFIT • TEKNOLOGI COACHING
• TEKNOLOGI • PRODUK • MUSIKUS • POLITIK
• SISTEM • FAKTA • TEORITIKUS • KEMILITERAN
• ANALISIS • KALKULASI
• KEPASTIAN

• FAMILY – MAN
• SEPUTAR RUMAH
• PEMBUKUAN, • PUBLIC SPEAKING
• KELUARGA • PRIBADI ADMINISTRASI, TATA • SELLING
• TEAM-SPIRIT • PERGAULAN USAHA • DISPLAYING / DEMO
• PENASIHAT / KONSELOR • SOSIALISASI
• SOSIAL • HOBBY
• MENDIDIK/ MENGAJAR • SENI / ARTIS
• HUMANISME • CITA-CITA
• HOME – DECORATION • OLAHRAGA
• PARENTAL • INSPIRASI • MERANCANG BUSANA • MEMIMPIN
• SERVICE • AMBISI • KESEKRETARISAN / ASISTEN • MEMOTIVIR
• RUMAH TANGGA • GENGSI • MEMASAK, RUMAH TANGGA • SANDIWARA /
HARMONI • GLAMOUR • DIPLOMAT TEATER
• ILMUWAN • MUSIK
• ALAM / LINGKUNGAN
HIDUP
56
Bagian III
MANAJEMEN WAKTU

57
APA ITU
TIME
MANAGEMENT?

58
1. Standar kerja

2. Memahami pentingnya prioritas

3. Menghadapi kebiasaan menunda

4. Mengatasi interupsi

59
Apa yang diukur? berdasarkan apa?

60
Kontinum Standar Kerja

61
1. FOCUS :
Mendefinisikan secara jelas, spesifik dan jujur- level of excellence yang
ingin dicapai. Definisikan apa artinya excellence untuk anda – dan
tetapkan standar excellence anda sendiri.

2. DISCIPLINE:
Tentukan harga yang harus dibayar: waktu, pikiran, perasaan, tenaga,
sumberdaya ……yang harus dikeluarkan untuk mencapai standar
tersebut. Dan konsisten dalam upaya mencapai standar.

3. ACTION:
Aplikasikan tindakan dengan efektif, intensif, dan motivasi penuh.

62
1. Standar kerja

2. Memahami pentingnya prioritas

3. Menghadapi kebiasaan menunda

4. Mengatasi interupsi

63
Memahami Pentingnya
Prioritas

64
• Prioritas:
superiority in rank,
position, or privilege
(Webster Dictionary).
 Sesuatu yang harus
? ? didahulukan

• Prioritas kerja :
Pekerjaan yang harus
didahulukan dibandingkan
dengan pekerjaan yang
lain.
? ?

65
1. Agar pekerjaan teratur rapi.

2. Agar semua pekerjaan selesai sesuai urutan prioritas.


3. Membantu kita memilih pekerjaan mana yang harus
dilakukan terlebih dulu.

66
• Important/penting
Faktor yang menyatakan sejauh
mana derajat penting atau tidaknya
suatu pekerjaan

• Urgent/mendesak
Faktor yang menyatakan bahwa
suatu pekerjaan mendesak dan harus
diselesaikan pada waktu itu (segera)

67
• Urgent waktu

• Important derajat kepentingan

• Urgent adalah sesuatu yang


tidak bisa ditunda sehingga
harus didahulukan.
• Important adalah segala
sesuatu yang valuable bagi
kita dan pekerjaan

68
A systematic approach to prioritize your daily tasks

URGENT NOT URGENT

(A) (B)
Do It Now Do It Soon
IMPORTANT Q1
“Pemadam Q2
Kebakaran” “Keseimbangan”

(C) (D)
Do I Do It ? Don’t Do It !
NOT
IMPORTANT Q3 Q4
“Interupsi” “Telenovela”

69
Urgent Not Urgent

Q1 Q2
Important
• Persiapan
• Pencegahan
• Krisis • Perencanaan
• Masalah Mendesak • Pembinaan relasi
• Proyek yang dikejar deadline • Rekreasi
• Pemberdayaan
• Klarifikasi nilai
Important

Q3 Q4
Not

• Interupsi, telpon • Gosip


yg tdk penting • Nonton atau
• Beberapa Rapat • karaoke hingga
• Beberapa kegiatan • Larut
kemasyarakatan • Kegiatan ‘pelarian’

70
Perencanaan,
Pengorganisasian,
Evaluasi

71
• Susun dan evaluasi daftar pekerjaan dalam kerangka
waktu tertentu (hari, minggu, bulan, dll)
• Tulis di Buku Agenda, Kalendar Calendar Outlook, dll.

• Susun berdasarkan Urgent – Important diagram

• Atur jadwal waktu

• Lakukan evaluasi setiap hari dan minggu

• Hindari pekerjaan tidak important menjadi urgent.

72
• Identifikasi Jebakan Prioritas

• Analisa Jebakan Prioritas

73
Waspadai Jebakan Prioritas ?
74
• Meremehkan waktu yang diperlukan untuk
menyelesaikan suatu pekerjaan
• Tidak efisien: membuat suatu pekerjaan jadi
lebih sulit dari semestinya
• Tidak memanfaatkan sumber daya maupun
dukungan yang ada
• Membiarkan “prioritas-prioritas palsu” terjadi

75
• Negosiasikan tenggat waktu
• Atur dan jadwalkan pekerjaan secara efisien
• Kumpulkan pekerjaan/pertanyaan, kemudian
lakukan / jawab
• Periksa realitas keperluan, buat target
• Tunjukkan bahwa Anda sibuk
• Minta dukungan orang lain
• Katakan “TIDAK”
• Tambahkan waktu  Apresiasi

76
77
1. Standar kerja

2. Memahami pentingnya prioritas

3. Menghadapi kebiasaan menunda

4. Mengatasi interupsi

78
Untuk Diri Sendiri Orang Lain
 Kebiasaan tertua di dunia  Menimbulkan masalah
 Dimiliki orang secara alami  Menurunkan motivasi
 Bisa menjadi kronik  Menghambat pekerjaan
 Biasa muncul dengan alasan yang tidak masuk akal  Penutup kesempatan
 Menciptakan masalah – bukan menyelesaikan!  Merusak kepercayaan
 Memperlambat penyelesaian tugas
 Kinerja buruk

Ke Organisasi
 Kinerja keseluruhan (revenue, growth)
 Menyia-nyiakan sumberdaya
 Tidak efektif & efisien, menghabiskan biaya
 Penolakan dari pelanggan internal/ekternal
 Menghambat pekerjaan
 Merugikan agenda-agenda penting
79
Gunakan taktik untuk
mengatasi hal-hal ini

80
• Kelola Pekerjaan Anda • Kelola Diri Anda

81
• Tetapkan target dengan baik
• Rencanakan & organisasikan pekerjaan
• Buat tenggat waktu yang masuk akal
• ‘Pecah-pecah’ pekerjaan menjadi tugas yang
mudah dijalankan
• Fokus pada Q2: Hindari jebakan prioritas
• Lakukan evaluasi diri secara rutin untuk memantau
kemajuan

82
• Buat perencanaan diri
• Latih disiplin Anda
• Hindari ‘pencuri waktu’
• Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan
• Kebiasaan membiarkan interupsi terjadi
• Kebiasaan merubah-rubah prioritas
• Sikap reaktif: kebiasaan menunggu jawaban, dsb

83
1. Standar kerja

2. Memahami pentingnya prioritas

3. Menghadapi kebiasaan menunda

4. Mengatasi interupsi

84
Mengatasi Interupsi

85
• Identifikasi Interupsi
• Kategorikan
• Perkiraan % Waktu
• Perhitungan Biaya (bila memungkinkan)
86
Anda ingin mengurangi
dan mencegah jumlah
dan durasi interupsi?

 Cegah Sebelum Terjadi


 Pasang/Beri “Tanda”
 Berikan Pilihan

87
 SCREEN telepon/email masuk
 Tentukan derajat kepentingan
 Monitor durasi penggunaan
 Gunakan waktu istirahat/makan
siang untuk menjawab
telepon/email
 Yang lainnya….?

88
 Cegah sebelum dimulai
 Beri “tanda”
 Beri alternatif
 Atur jumlah dan lamanya telpon
keluar-masuk
 Kembangkan kemampuan
komunikasi Anda ketika bicara di
telepon
 Gunakan e-mail seperlunya
 Hindari e-mail tidak penting –
letakkan di Q4

89
Bagian IV
MOTIVASI DIRI

90
The Essence of Coaching

91
Sasaran Program

• Mampu mengenali motivasi dan segala


aspek yang terkait dengannya.
• Mampu menerjemahkan motivasi ke
dalam keyakinan diri dalam bersikap.
• Mampu menerapkannya dalam
berperilaku keseharian.

92
Agenda
1 Click
Motivasi to
Diri add Title

2 CaraClick to add
Memotivasi DiriTitle

Kesuksesan dan Kegagalan


13 Click to
Memotivasi Diriadd Title

24 Click
Kiat-kiat to add
dalam Title Diri
Memotivasi

15 Click
Rencana to add
Tindakan Title

93
Motivasi diri
Arti motivasi diri

Kekuatan motivasi diri

Hidup adalah pilihan

Waktu adalah motivasi

Bersyukur dengan apa yang ada

94
Arti motivasi diri
• Semangat dari dalam yang mendorong untuk tetap
berusaha mengejar sukses

Selama anda tidak pernah


berhenti berharap, selama itulah
semangat dalam jiwa anda akan
senantiasa menyala

95
Kekuatan motivasi diri
• Setiap perbuatan tergantung dari
niatnya
• Mewujudkan niat dengan usaha
terbaik (We do the best, God do the Berani hidup tak
rest)
takut mati,
• Ikhlas: Menyerahkan segala urusan
secara total dengan penuh takut mati
kepasrahan kepada Tuhan
• Keberhasilan hidup bukan jangan hidup,
tergantung dari kehebatan kartu
yang kita pegang tapi bagaimana takut hidup
kita memainkan kartu yang kita
punya
mati saja

96
Hidup adalah pilihan
• Pilihan adalah keputusan untuk siap menerima
resiko dari pilihan
• Tidak memilih dan memutuskan, itu pilihan dan
keputusan

Anda boleh memilih apapun dalam


hidup ini, selama Anda
bertanggunjawab dengan konsekuensi
dari pilihan Anda

97
Waktu adalah motivasi
• Waktu yang berlalu tidak akan
pernah kembali, optimalkan bingkai
waktu yang dimiliki untuk
menjadikan hidup lebih berarti
• 5 bingkai waktu: kaya sebelum
miskin, muda sebelum tua, sehat
sebelum sakit, lapang sebelum
sempit, dan hidup sebelum mati

Jangan biarkan waktu berlalu


tanpa sejarah baru yang anda
catatkan
98
Bersyukur dengan apa yang ada
• Merasa puas dengan yang
sedikit, maka akan
memperoleh banyak, lebat,
dan subur
• Tiga sisi syukur:
• Syukur dengan hati, yaitu
kepuasan batin atas anugrah
• Syukur dengan lidah, yaitu
mengakui anugerah dan
memuji pemberian Nya
• Syukur dengan perbuatan,
yaitu memanfaatkan anugerah
yang diperoleh sesuai dengan
tujuan penganugerahannya

99
Cara memotivasi diri
Sadar Diri
Berpikir Positif
Tujuan Hidup
Berani Sukses
Tentukan Peran
Prinsip Hidup
Keyakinan Diri
Rencana Hidup
Tindakan Nyata
Evaluasi Diri

100
• Anda telah dilahirkan sebagai pemenang
Sadar Diri

1 pemenang
> 500 juta
• Pemenang adalah yang berani menghadapi kehidupan, pantang
menyerah, pantang putus asa, tidak gentar dengan tantangan,
tidak takut menghadapi kesulitan, dan tidak lari dari masalah

Berpikir  Pikiran adalah magnet, membawa menjadi lebih baik atau buruk
Positif
 Pikiran akan menjadi kata-kata, kata-kata akan menjadi tindakan,
tindakan akan menjadi kebiasaan, kebiasaan akan menjadi karakter,
karakter akan menentukan nasib
 Mulai hari ini, apapun masalah yang menimpa, maka berpikirlah
positif, ambil hikmah dan evaluasi diri

101
Tujuan  Kemauan yang kuat dan tujuan yang jelas adalah sebuah paket
Hidup
yang tidak dapat dibeli secara terpisah
 Kemauan kuat tanpa tujuan yang jelas, akan menyesatkan
 Tujuan kuat tanpa kemauan kuat, akan berhenti di tengah
jalan
 Kuatkan kemauan dan perjelas tujuan hidup Anda
mulai hari ini.
 Hari ini atau tidak sama sekali!

Berani  Kehidupan yang sukses dan mulia adalah kehidupan yang dapat
Sukses menindaklanjuti kegagalan dan dapat menyikapi kesuksesan
 Sikap terbaik untuk mendapatkan kesuksesan adalah jangan pernah
berputus asa dari rahmat Tuhan
 Berbagi , memberi , membahagiakan orang lain

102
Tentukan  Tiga pertanyaan yang harus diselesaikan mulai hari ini, yang
Peran mempengaruhi hidup:
 Anda ingin menjadi apa?
 Anda ingin punya manfaat apa?
 Anda ingin dikenang sebagai siapa?

 Pimpinlah diri anda dengan antusias, jalankan peran yang telah


anda pilih. Fokus, fokus, fokus, itu syaratnya!
 Tentukan peran anda mulai hari ini!

Prinsip  Miliki modal yaitu: Kejujuran, rendah hati, percaya diri, kerja keras,
Hidup ketekunan, bertanggung jawab, berani memaafkan dan mengakui
kesalahan
 Tidak ada jalan pintas
 Nikmati Proses

103
 Keyakinan diri untuk mampu melakukan yang terbaik dalam hidup
Keyakinan
Diri  Bagi orang yang mengenal dan yakin akan dirinya, hambatan-
hambatan yang ditemui merupakan peluang untuk menjadi lebih
baik. Tetapi bagi orang yang tidak mengenal dirinya, hambatan
merupakan musibah.
 Sandarkanlah kepada Tuhan Yang Maha Berkehendak

Rencana  Rencana hidup, mengoptimalkan waktu hidup


Hidup
 Gagal dalam membuat perencanaan, maka Anda merencanakan
kegagalan
 Dengan memiliki rencana walaupun berjalan pelan, pasti akan
sampai ke tujuan
 Hidup dengan rencana:
 Meluruskan jalan untuk mencapai tujuan
 Mempersiapkan hal-hal yang mungkin terjadi
 Menikmati apa yang dilakukan
104
Tindakan  Yang membedakan seorang pemenang dengan pecundang, pemberani
Nyata dengan pengecut, sukses dengan gagal, yaitu tindakan
 Seindah apapun impian, sebesar apapun harapan, dan setinggi apapun
cita-cita, tidak akan pernah tercapai dan menjadi kenyataan tanpa ada
sebuah tindakan
 Langkah seribu meter dimulai dengan satu langkah, maka melangkahlah!!
 Anda hanya hidup hari ini, berbuatlah yang terbaik!!

 Ambil tindakan nyata mulai hari ini!!

 Untuk tahu apa yang sudah kita lewati berhentilah sejenak dan
Evaluasi merenunglah. Dengar dan bicaralah dengan hati, mungkin dalam proses
Diri yang dilalui terjadi kesalahan atau penyimpangan
 Kunci untuk mengevaluasi diri adalah keberanian
 Berani untuk melihat apa yang sudah Anda lakukan,
 Berani untuk menerima konsekuensi dari tindakan Anda,

 Berani mengambil tindakan baru untuk menjadi lebih baik lagi

 Sediakan waktu 10 – 15 menit setiap hari untuk evaluasi dari apa yang
sudah dilakukan

105
Sukses dan gagal memotivasi diri
• Memotivasi diri

Sukses Gagal

106
Sukses dan gagal memotivasi diri
Kesuksesan Kegagalan

Memiliki rasa percaya diri yang Merasa rendah diri, kurang percaya diri
kuat dan semangat yang
membara
Berorientasi pada tujuan, belajar Kurang memiliki semangat hidup, mudah
dengan tekun, nyaman dan cemas dan gelisah
menyenangkan
Aktivitas terorganisasi dengan Memiliki gagasan dan emosi negatif
baik dan efisien, produktif dan
disiplin
Bersikap mampu untuk memulai Lebih suka menunda-nunda sesuatu, malas
sesuatu, tidak tergantung dan kurang disiplin
motivasi eksternal
Memiliki kepribadian yang Pemalu dan suka menyendiri
dinamis dan menyenangkan

107
Sukses dan gagal memotivasi diri
Kesuksesan Kegagalan

Mampu mengendalikan diri, selalu Hanya memikirkan kepuasan sendiri


berinisiatif dan kreatif

Masa depan cerah dan yakin Hari-harinya tidak produktif dan bermanfaat
dengan “Sukses adalah hak
saya”
Mudah dalam bergaul, menikmati Malas belajar mengembangkan diri
hidup dan aktivitas

Berani menghadapi tantangan Reaktif dan emosional dalam bertindak

Berani mengambil resiko dan siap Sensitif dalam kritikan


menghadapi masalah

108
Sukses dan gagal memotivasi diri
Kesuksesan Kegagalan

Terus produktif, berkarya, kreatif Senang terhadap pujian, pengakuan semu


penuh manfaat

Selalu tampilkan senyum optimis Wajahnya cemberut, judes dan jutek penuh
dan ikhlas kesedihan

Siap dikritik, berani, jujur melihat Takut resiko, lari dari masalah, mencari
kekurangan diri dan semangat pembanding yang tidak realistis
memperbaiki diri
Pantang mengeluh, menyerah, Kata-katanya keluh kesah, merasa tidak
dan sia-sia, terhindar dari rasa penting
jenuh dan kesepian
Memperoleh sukses dunia akhirat Menunggu dan mudah menyerah

109
Kiat-kiat dalam memotivasi diri
Kiat-kiat

Pelemah,
Kiat-kiat pembangkit dan
memotivasi diri penambah
motivasi diri

110
Kiat-Kiat Memotivasi Diri
• Suka memecahkan masalah pribadi
• Memiliki keberanian menerima tantangan dan resiko
• Bertindak proaktif
• Merasa memiliki waktu terbatas
• Mengerjakan sesuatu penuh kreativitas dan inovasi
• Tulis apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang telah
ditulis
• Tuliskan impian-impian
• Bacalah maka hidup akan berubah
• Meyakini tiada prestasi tanpa disiplin
• Temukan mentor sukses

111
Pelemah, pembangkit dan penambah motivasi diri

Penambah

Pembangkit

Pelemah

112
Pelemah motivasi diri
• Tontonan melemahkan
• Musik pesimistis
• Bacaan picisan
• Teman negatif
• Malas
• Menunda
• Banyak alasan
• Pikiran negatif
• Rendah diri (minder)
• Keluh kesah
113
Penambah motivasi diri Pembangkit motivasi diri
• Baca kitab suci dan buku- • Motivasi mental – Sadar diri
buku
• Motivasi spiritual – Terima
• Jaga hubungan dengan diri
Tuhan
• Motivasi emosional – Harga
• Berkumpul dengan orang- diri
orang shaleh dan sukses
• Motivasi fisik –
• Rasakan nikmat dan Aktualisasikan diri
bersyukur
• Berdo’a, berusaha dan
bertawakal

114
Rencana Tindakan

• Goal : Tujuan (cita-cita yang diharapkan)


• Reality: Apa kenyataan atau situasi yang Anda
hadapi saat ini?
• Option : Pilihan-pilihan apa saja yang dapat Anda
miliki?
• Ways : Langkah-langkah apa saja yang akan Anda
tempuh?

115
Bagian V
EFEKTIF KOMUNIKASI

116
Sasaran hasil

Sasaran hasil

Memahami Meningkatkan
pentingnya kualitas
komunikasi di hubungan antar
lingkungan personal dalam
kerja dan di mencapai
luar lingkungan kinerja yang
kerja ditetapkan

117
Konten
1 Konsep dasar komunikasi

2 Faktor penghambat komunikasi

3 Faktor penunjang komunikasi

4 Kiat-kiat membangun komunikasi

118
Pengertian komunikasi
• Komunikasi adalah suatu proses untuk mentransfer
ide atau informasi dengan menggunakan
simbol/bahasa dari pengirim ke penerima (Edward Depari)

Komunikasi

Simbol Bahasa

119
Prinsip KOMUNIKASI
Context
Barrier/ • Ide
• Kebutuhan
Hambatan • Persepsi
• Sikap
Pengirim/ • Tujuan
Pesan
Sender

Media
Transmisi
Barrier/
Hambatan

• Ide Pesan
• Kebutuhan
• Persepsi Penerima/
• Sikap Receiver
• Tujuan

120
PILIHAN MEDIA KOMUNIKASI

Instruksi Lisan
Instruksi Tertulis
Meeting Koordinasi
Briefing harian
dll

121
2 MODEL KOMUNIKASI
LISAN TERTULIS
Penekanan informasi Penekanan informasi pada
pada permainan kata- penggunaan media cetak /tulis
kata, intonasi dan untuk menampung data/fakta
bahasa tubuh secara cermat/ akurat

122
Tujuan komunikasi

Mengenal diri sendiri Menciptakan dan memelihara Mengubah sikap dan


dan orang lain hubungan perilaku

Menyampaikan informasi Melakukan kerja sama Bermain dan mencari


hiburan

Berbagi pengalaman Menumbuhkan motivasi

123
MANFAAT MANFAAT
KOMUNIKASI LISAN KOMUNIKASI TERTULIS
• Kesempatan menilai pengertian • Relatif permanen
• Kesempatan bertanya bagi • Dapat dicek di kemudian hari
penerima
• Lebih cermat / akurat
• Mengetahui respon / reaksi
• Dapat disebarkan secara luas
• Klarifikasi pemahaman
• Relasi/sentuhan manusiawi

124
Kombinasi Elemen Komunikasi Lisan

Kata-kata (words):
- Gunakan kata-kata yang tepat
3 elemen komunikasi - Hindari menggunakan jargon/
istilah yang membingungkan

7% : Kata-kata
Suara (tone of voice):
- Nada suara/intonasi

38% : Suara
- Volume
- Artikulasi
- Kecepatan bicara

Bahasa Tubuh (body


55% : Bahasa Tubuh language):
- Senyum
- Wajah hangat bersahabat
- Kontak mata
- Gesture
- Penampilan
- Jarak

125
Faktor penghambat komunikasi

Mengembangkan pesan

Masalah teknis

Menafsirkan/persepsi pesan

126
Mengembangkan pesan
• Keraguan isi pesan
• Asing dengan situasi yang ada
• Pertentangan emosi
• Sulit mengekspresikan ide/gagasan

127
Masalah teknis
• Menyampaikan pesan :
• Sambungan kabel sound system kurang baik, timbul bunyi aneh
• Kualitas suara sound system kurang baik
• Lampu padam
• Audien terhalang tiang (pilar)
• Surat tidak terbaca

• Menerima pesan :
• Adanya persaingan antara penglihatan dan suara
• Kursi yang tidak nyaman
• Lampu kurang terang
• Kondisi lain yang mengganggu konsentrasi audien

128
Menafsirkan pesan
• Perbedaan latar belakang
• Perbedaan penafsiran
• Perbedaan reaksi emosional

Arti berbeda Arti serupa Arti sangat mirip


Salah pengertian Tingkat pengertiannya cukup Tingkat pengertian tinggi

129
Faktor penunjang komunikasi
Menghargai lawan bicara

Mendengarkan dengan empati

Pembicara yang baik

Pendengar yang baik

Asertif

Umpan balik (feedback)

Tipe kepribadian

Nonverbal

130
Bagian VI
KERJASAMA TIM

131
Sasaran hasil (Kerjasama Tim)

Mengetahui pentingnya kebersamaan di dalam tim

Memahami cara membangun kerjasama tim


Sasaran
Mengetahui syarat membangun kekuatan tim
hasil
Mengetahui hal-hal yang membuat tim tidak efektif

Memahami tahapan dan manfaat pembentukan tim

132
Konten
11 Membangun
Click to kerjasama
add Title tim

22 CaraClick
membangun
to addkerjasama
Title tim

13 Syarat membangun
Click kekuatan tim
to add Title

Hal-hal yang membuat kerjasama


24 Click to add Title
tim menjadi tidak efektif

Tahapan dan manfaat pembentukan


15 Click to add Title
tim

133
Manusia adalah mahluk sosial
• Tidak mungkin hidup
bertahan dalam
kesendirian
• Fitrahnya saling
bergantung dengan
manusia lain
• Organisasi bergantung
pada individu di
dalamnya
• Semua tidak akan
berjalan, tanpa adanya
kerja sama atau
teamwork

134
Pengertian tim
• Tim adalah sekelompok orang yang bekerja
bersama-sama
• Saling ketergantungan yang kuat satu sama
lain, untuk mencapai sebuah tujuan atau
menyelesaikan sebuah tugas
• Tim adalah untuk menyatukan tenaga dan
menutup keterbatasan individu, agar sasaran
yang dicapai lebih banyak dan lebih besar
• Orang biasa
• Orang luar biasa

luar biasa
sangat luar biasa

135
Membangun kerjasama dalam tim
• Tiap anggota tim dapat bekerja itu hal biasa. Yang
luar biasa adalah bagaimana tiap anggota bekerja
penuh semangat
• Kebersatuan tim adalah sikap kekitaan dan
mengkitakan bukan kesayaan dan mensayakan
• Ketika menjadi anggota tim:
• Tidak meniadakan cita-cita
• Tidak mengorbankan kesuksesan pribadi
• Tidak kehilangan tempat mengaktualisasikan
diri
• Memiliki cita-cita yang lebih tinggi sehingga
dapat memperbesar kesuksesan
• Sekelompok orang yang bekerja bersama, tapi
tidak memiliki goal (tujuan) yang sama bukanlah
tim yang sesungguhnya
• Sebesar apapun hasil yang dapat dicapai oleh
seorang individu, sebuah tim dapat mencapainya
lebih besar lagi
136
Cara membangun kerjasama tim
Mengenali diri sendiri dan memahami orang

Membangun sikap saling percaya (trust)

Menghargai kemampuan orang lain

Memiliki pemimpin yang bertanggung jawab

Membangun sistim komunikasi yang efektif

137
Cara membangun kerjasama tim
Menentukan peran dan tugas yang tepat

Membuat aturan main yang disepakati

Mengatasi konflik yang terjadi

Mengidentifikasi masalah dan mengambil keputusan

Memiliki komitmen terhadap tim

138
Syarat membangun kekuatan tim
Pemimpin yang tangguh &
inspirator

Peran & uraian tugas yang jelas

Saling mendukung (supportive)

Goals yang jelas

Motivasi untuk membentuk tim

139
Motivasi dari individu untuk membentuk tim
• Adanya motivasi dari individu untuk membentuk tim
• Maju dan berkembang bersama sebagai tim
• Paradigma berpikir sebagai individu dan sebagai tim:

Individu Tim
Anggota kelompok sangat berhati-hati Anggota menjalankan komunikasi terbuka yang tulus. Mereka
mengemukakan pendapat karena rasa saling berusaha memahami sudut pandang anggota lainnya
memahami mustahil terjadi
Anggota tidak didorong untuk ambil bagian Anggota berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang
dalam pengambilan keputusan yang mempengaruhi tim. Keputusan final tetap di tangan pemimpin
mempengaruhi kelompok. Konfirmasi lebih ketika tidak dicapai kesepakatan, atau jika terjadi situasi darurat.
penting dari pada hasil yang kongkrit Tujuannya adalah mendapatkan hasil yang kongkrit, bukan
konfirmasi

Anggota tidak percaya pada motif rekan-rekan Anggota bekerja dalam suasana saling percaya dan didorong
kerjanya akibat tidak memahami perangai untuk mengungkapkan ide, pendapat, ketidak setujuan serta
anggota yang lain. Menyatakan pendapat atau mengutarakan perasaan secara terbuka. Pertanyaan yang
ketidaksetujuan dianggap sebagai upaya muncul, akan disambut baik dan diklarifikasi
memecah belah dan tidak mendukung
Anggota berada dalam situasi konflik tanpa tahu Anggota menyadari bahwa konflik merupakan situasi yang wajar
cara penyelesaiannya. Para supervisor mungkin dalam hubungan antar manusia, dan mereka memandangnya
tidak akan turun tangan sampai situasi sebagai kesempatan mengembangkan ide dan kreativitas baru.
memburuk (mempengaruhi kelompok) Konflik diselesaikan dengan cepat dan konstruktif

140
Goals yang jelas
• Adanya goals yang
jelas dengan
mengetahui
sasaran yang akan Visi & Misi
dicapai secara
spesifik dan jujur
• Goals dibuat secara
SMART (Specific, Organisasi
Measureable,
Achieveble,
Relevant, Timely)
juga harus
dipahami oleh Orang Orang Orang
seluruh anggota

141
Saling mendukung (supportive)
• Saling mendukung
(supportive) dan tidak saling
menyalahkan satu sama lain
• Kegagalan atau kesuksesan
atau kebahagiaan sebuah tim
bergantung pada semua
anggota
• Kegagalan tidak dapat
dilimpahkan hanya kepada satu
orang saja
• Kekuatan akan muncul ketika
semua anggota saling
mendukung
142
Peran dan uraian tugas yang jelas
• Adanya peran dan uraian
tugas yang jelas untuk tiap
anggota
• Kerjasama tim sangat
bergantung dari performa
anggotanya.
• Setiap anggota memiliki peran
dan tugas masing-masing yang
saling mendukung.
• Ketika itu dipahami dengan
baik, performa tim sudah dapat
dipastikan akan baik.

143
Pemimpin yang tangguh dan inspirator
• Adanya pemimpin yang tangguh dan mampu
memberikan inspirasi bagi anggota
• Keberhasilan seorang pemimpin tidak dapat
dipisahkan dari peran anggotanya.
• Pemimpin yang tangguh akan mendorong
anggotanya, mencapai tujuan yang
disepakati bersama.
• Pemimpin tim harus bisa membaca kondisi
anggotanya dan memotivasi anggota untuk
mencapai yang terbaik.
• Pemimpin yang lemah, akan menjadi kuat
jika orang yang dipimpinnya patuh, dan
sebaliknya.
• Seorang pemimpin akan ditiru oleh
anggotanya (tokoh panutan)
144
Hal-hal yang membuat kerjasama tim menjadi
tidak efektif
• Tidak memiliki visi dan misi
yang jelas
• Tidak memiliki pemimpin
yang efektif
• Saling menyalahkan jika
menghadapi permasalahan
• Tidak adanya pembagian
tugas dan peran
• Ingin menang sendiri
(individualis)

145
Hal-hal yang membuat kerjasama tim
menjadi tidak efektif
• Tidak melaksanakan hasil
kesepakatan bersama
• Tidak mau menerima
kekurangan anggota yang lain
• Tidak saling mendukung
• Adanya anggota yang ingin
menonjolkan diri sendiri
• Tidak adanya evaluasi (sebagai
monitor) yang efektif dan
berkesinambungan

146
Hal-hal yang membuat kerjasama tim menjadi
tidak efektif
• Penyelesaian konflik internal yang
berlarut-larut
• Tidak adanya motivasi dalam tim
• Tidak adanya penghargaan
(reward) terhadap individu yang
kinerjanya baik
• Tidak ada teguran terhadap
individu yang kinerjanya buruk
• Kemampuan anggota tidak dapat
teraktualisasikan
• Pekerjaan menumpuk pada satu-
dua orang saja
147
Tahapan pembentukan tim

Forming Storming Norming Performing

Tim menghadapi Tim telah melalui


Sekelompok
”badai” karena ”badai” dan
orang mulai Tim sudah dapat
ada perbedaan- memulai
mencari bentuk bersinergi dengan
perbedaan antar membuat aturan-
yang pas dan baik dan bekerja
anggota. Konflik aturan serta
sesuai dengan secara efektif dan
internal terjadi kebijakan yang
kondisi yang ada efisien mencapai
ketika berlaku bagi
untuk membentuk tujuan.
menyampaikan seluruh
sebuah tim.
visi dan misi. anggotanya.

148
Manfaat kerjasama tim
• Mendapat keberkahan Tuhan, karena akan
hadir bagi kelompok orang yang taat dan
bekerja karena Nya
• Stress akibat pekerjaan akan berkurang
karena adanya pembagian kerja
• Tanggung jawab dipikul bersama-sama
(seluruh anggota tim)
• Tugas yang dipikul bisa lebih banyak
• Semua anggota diakui keberadaannya
• Keberhasilan tim adalah keberhasilan bersama
• Tidak mudah dipecah belah
• Dll ,,,,,
149
150

Anda mungkin juga menyukai