0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Chapter 01 - 02

Dokumen ini menceritakan tentang Bill yang menerima pesan misterius dari temannya, Coral, yang memperingatkannya untuk tidak pergi ke Bank Selatan. Setelah mengabaikan peringatan tersebut, Bill terlibat dalam situasi berbahaya ketika bank tersebut diledakkan oleh perampok. Selain itu, Bill juga menghadapi detektif yang mencurigainya dan masalah penculikan yang melibatkan teman dekatnya, Mia.

Diunggah oleh

odeniorra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan14 halaman

Chapter 01 - 02

Dokumen ini menceritakan tentang Bill yang menerima pesan misterius dari temannya, Coral, yang memperingatkannya untuk tidak pergi ke Bank Selatan. Setelah mengabaikan peringatan tersebut, Bill terlibat dalam situasi berbahaya ketika bank tersebut diledakkan oleh perampok. Selain itu, Bill juga menghadapi detektif yang mencurigainya dan masalah penculikan yang melibatkan teman dekatnya, Mia.

Diunggah oleh

odeniorra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MYSELF ENTERED INTO ME

PART 1 - Kecurigaan yang berujung terpukau

***********

Hari bermula dengan suara berisik tetangga yang lumayan keras membahas
masalah keluarga mereka, rupanya Bill terbangun dengan cara yang sudah
terbiasa mendengarnya sehingga tidak merasa terganggu, justru itu sebuah alarm
tersendiri baginya untuk bangun dari mimpi semalam.

" Hari ini mau ngapain lu bro? "

sebuah pesan yang muncul dari teman onlinenya bernama Coral, pesan tersebut
sudah terkirim sejak 2 jam sebelum Bill terbangun, rupanya Bill dan Coral sudah
akrab berteman sejak Juni tahun sebelumnya dan Coral mengaku mendapatkan
kontak Bill lewat Ibunya yang seorang Kepala Rektor di tempat Bill Kuliah.

Sudah 7 bulan mereka saling komunikasi lewat berbagai media sosial dan belum
pernah bertemu secara langsung dikarenakan Coral mengaku kalau dirinya kuliah
di luar negeri, hal tersebut dimaklumi Bill.

Sejenak setelah mendapatkan pesan di pagi hari oleh teman laki laki yang belum
pernah dia temui, sejujurnya Bill merasa kecewa bukannya pesan dari perempuan
cantik untuk membangunkan tidurnya malah suara berisik tetangga yang
menyadarkannya. Bill tertawa memikirkan hal tersebut dan mengingat bagaimana
bisa Coral mendapatkan kontaknya sedikit terkejut karena dia berteman dengan
anak kepala rektor kuliahnya sudah sungguh menakjubkan.

" Kuliah kayak biasanya lah, sama saja seperti hari hari dan remaja lainnya "

Bill menjawab dengan balasan yang sangat biasa dan mungkin minggu lalu juga
menulis balasan yang sama persis dari pertanyaan yang sama persis, Namun Bill
sangat penasaran dengan konteks pesan selanjutnya yang biasa dikirim oleh Coral
yaitu tentang teori prediksi dan balasan balasan tak terduga lainnya yang
membuat Bill sangat curiga,namun di satu sisi Bill juga terpukau.
" haha, benar juga ya. Btw hari ini lu jangan ke Bank Selatan dulu,kalau bisa lewat
jalur lain "

balasan Coral yang kurang jelas kenapa memperingatkan hal tersebut, namun Bill
selalu diberitahu oleh Coral tentang beberapa hal seperti,

" hari ini mungkin akan hujan deras, bawa payung dan juga jas hujan."

hal tersebut benar benar terjadi dan hujannya cukup deras, ketika ujian dadakan di
kuliahnya, Bill juga menerima pesan dari Coral satu malam sebelum ujiannya
berlangsung. Hari ini Coral memperingatkan Bill untuk tidak melewati atau
mengunjungi Bank Selatan, kebetulan Bill ingin mengambil uang tabungannya
karena disitulah satu satunya bank di daerahnya, hari ini Bill memiliki rencana
untuk menghiraukan peringatan dari Coral.

" iya, seperti biasa tebakanmu selalu berujung hal baik "

Bill membalas pesan tersebut secara singkat dan segera berangkat kuliah
menggunakan taksi seperti [Link] pergi ke tempat kuliahnya, Bill
terlebih dahulu ingin mengunjungi Bank Selatan dan mengabaikan peringatan dari
Coral. Beberapa kali terlihat ada panggilan tak terjawab dari Coral yang tidak
diangkat oleh Bill.

Saat keluar dari taksi tersebut Bill sudah berada di depan Gedung Bank Selatan,
terlihat panggilan yang ke 10 dari Coral. Bill segera menjawab telepon tersebut
karena merasa terganggu, ketika Bill mengangkat panggilannya saat itu juga
terdengar Coral langsung berteriak dengan suara yang cukup berisik di sekitarnya.

" SEKARANG DENGARKAN!! GW TAU LU BAKAL KE SANA!!!KE BANK SELATAN!!


DENGARKAN INI!! 10 DETIK DARI SEKARANG LU HARUS MENJAUH DARI SANA!! LARI
SEKENCANG MUNGKIN!!! LARI KE ARAH LU PULANG!! LARI SEKUAT TENAGA!!!
SEKARANG!!! "
Bill menginjakkan langkah ketiga saat menuruni taksi, dia terkejut mendengar
teriakkan Coral yang sangat keras, di saat itu juga Bill spontan menyimak perintah
yang sepertinya sangat serius sekali karena Coral memberitahu 10 detik dari
sekarang Bill harus meninggalkan tempat tersebut.

Lari sekuat tenaga menuju arah pulangnya, itulah yang dikerjakan Bill sekarang
dan di saat baru beberapa langkah terdengar suara dari petugas bank yang sangat
keras.

“ PERAMPOK!! ANGKAT TANGAN SEKARANG JUGA!! ”

Bill terkejut sepertinya di dalam Bank ada perampok dan di saat Bill berbalik
badan melihat ke arah Bank Selatan tersebut, berpapasan dengan mobil jeep
berwarna putih yang sepertinya Bill pernah melihat mobil tersebut bulan lalu.
Beberapa detik kemudian setelah mobil tersebut melewati Bank terlihat ledakan
bom yang segera menghancurkan gedung dari Bank Selatan tersebut dalam
sekejap.

Di saat Bill sedang bingung dengan kejadian tersebut , panggilan dari Coral terus
berlanjut dan sepertinya dia berbicara terus menerus namun Bill tidak
mendengarkan. Bill kembali mendengarkan teleponnya dan segera berdiri kembali
berjalan menjauhi Bank.

“ apa maksud itu tadi….? Apa….apakah kamu ada hubungan dengan semua ini? “

Bill terus berjalan dan segera menanyakan hal tersebut dengan nada suara yang
sedang kebingungan, di saat itu juga Bill berselisih dengan pemadam kebakaran,
polisi dan ambulan. Sepertinya mereka sangat siaga sekali dan langsung menuju
ke TKP.

“pertama gw tegaskan, aksi teroris yang baru saja terjadi ga ada hubungannya
sama gw dan kedua, gw kuliah di bidang psikologi dan kebetulan prediksi prediksi
yang gw terima sering kali berhasil. Jadi kebetulan aja gw mau mencoba prediksi
ke temen gw dan semenjak kenal sama lu gw mau mencoba prediksi jarak jauh,
hanya itu saja “
Penjelasan yang singkat dan to the point dari Coral tersebut sedikit bisa diterima
oleh Bill karena dengan hal itu dapat menjelaskan kenapa Coral sering
memberitahu apa yang akan terjadi kepada Bill.

“baik…baiklah… saya percaya akan hal itu, sekarang saya akan kemana? Apakah
pulang? Atau tetap kuliah?”

Bill menjawab masih dengan nada yang sama.

“untuk sekarang mending lu tenangkan diri aja dulu di rumah”

Di saat Bill mendengarkan jawaban dari Coral, ada satu orang berdiri tepat
dihadapan Bill menghalangi jalannya.

“hay orang yang belum saya kenal, atau mungkin orang yang akan saya kenal?”

Pria tersebut memakai topi dan jas rapi namun penampilannya seperti masih
muda, di saat dia berbicara menggunakan logat yang sedikit cepat, dia juga sedikit
senyum, Bill langsung menutup panggilan dan segera menjawab sapaan dari pria
di depannya.

“ya apa ada yang perlu saya bantu?”

Seketika Bill menjawab dengan nada yang cukup gugup, pria di depannya
mengeluarkan sebuah note dan sedikit memainkan pulpennya.

“ gak ada yang perlu dibantu, saya cuman bingung entah kenapa katanya ada
orang yang berlari lari sebelum ledakan di sana dan merepotkan beberapa aparat
seperti pemadam, ambulan atau kepolisan. Sepertinya orang tersebut mengetahui
akan adanya sebuah ledakan bom dan kebetulan juga
mungkin…………….orangnya adalah anda ya?”

Pria tersebut menutup pertanyaannya dengan sebuah senyuman kecil yang


sepertinya menikmati obrolannya saat ini.

“maaf…sebelumnya…..anda…. Siapa?”
Bill berkeringat dan memikirkan beberapa hal yang mengerikan baginya,
sepertinya Bill sangat takut dengan jawaban yang akan dilontarkan selanjutnya
oleh pria tersebut.

“maaf ya, saya kurang sopan sampai bertanya panjang lebar tapi tidak
mengenalkan diri dulu…perkenalkan saya Johan Liebert, panggil saja Johan atau
biasanya sih orang memanggil saya Detektif Muda…”

Benar sekali dugaan Bill kalau dia adalah seorang detektif dan Johan mengulurkan
tangannya yang sepertinya ingin salaman dengan Bill. Menerima salaman tersebut
dan mengucapkan salam kenal adalah tindakan yang harus dikerjakan oleh Bill
dan itulah yang dilaksanakannya.

Terlihat Bill sangat tegang sekali karena hanya dia yang berlari lari sebelum detik
detik ledakan itu terjadi atau bisa dibilang salah satu tersangka bagi sudut
pandang Johan.

“Bill…sepertinya kamu memiliki sebuah keunikan tersendiri karena sudah 1 bulan


saya menyelidiki tanpa sepengetahuan kamu, sepertinya… marabahaya selalu
menjauhi dirimu ya…..”

Johan menyelesaikan perkataannya dengan wajah serius dan tentu saja Bill sangat
terkejut dan sangat gugup karena dia berhadapan dengan orang yang selama 1
bulan ini mengikuti dirinya secara diam diam.

Johan kembali melanjutkan bicaranya dengan wajah yang sangat serius dan suara
dan tempo bicaranya sedikit pelan seperti berbisik kepada Bill.

“ Oiel Du Coeur atau The Eye Of The Heart……….. apakah kamu ada sangkut
pautnya dengan organisasi tersebut? ” – THE END OF CHAPTER

( PART I – K E C U R I G A A N Y A N G B E R U J U N G T E R P U K A U )
PART 2 – Asal Muasal Sebab Akibat

***********

Matanya hanya tertuju ke layar TV, sepertinya Bill terus memantau isi berita di
dalam kamarnya yang sudah jarang dibersihkan namun tetap tersusun rapi
dengan baik segala barang barang di ruangan tersebut.

Seperti di pikirannya, dia adalah salah satu tersangka namun belum ada berita
tentang dirinya. Antara perasaan lega dan khawatir muncul di saat mengetahui
ada seseorang yang telah mengikutinya selama 1 bulan atau mungkin orang
tersebut masih mengintainya di luar dan itulah yang dirasakan Bill.

Perasaan ngantuk dan sedikit lapar yang dirasakan Bill, mungkin saja dia beberapa
waktu belum tidur. Dirinya terlihat sangat mengantuk, di saat matanya mulai
menutup perlahan tiba tiba ada seseorang membunyikan pintu seperti ingin
bertamu dengannya.

“ Bill!! Bill!! Tolong bukain ini aku Mia ”

Terlihat Mia sedang berada di depan pintu, Bill segera membuka pintu dengan
perasaan yang ragu ragu dan sedikit takut, tiba tiba rasa kantuk Bill hilang karena
tiba tiba Mia berbicara sangat cepat dengan Bill secara tiba tiba.

“ kamu lihat berita gak? Lihat gak? Coba lihat sebentar berita terbaru, ini gawat,
pasti ini gawat, sialan pikiranku hampir seluruhnya negatif negatif saja ”

Bill segera menenangkan Mia yang sedang panik karena sesuatu, duduk di kamar
yang seperti biasanya Bill gunakan untuk ruang tamu dikarenakan ruangan kos
kosannya hanya seluas itu dan beberapa tempat kecil untuk dapur dan kamar
[Link] duduk di sana sambil melihat televisi.
Teh hangat yang telah disiapkan Bill untuk memberinya kepada Mia untuk
menenangkannya. Rupanya Bill cukup ahli dalam keperluan dapur, karena teh
buatannya terasa sedikit beda atau bisa dibilang masterpeace dalam hal rasa dan
aroma.

“ jadi apa yang sebenarnya terjadi?biasanya kamu datang kemari buat urusan
tugas atau hanya bermain main ”

Sambil memberikan Teh tersebut, Bill sekaligus melemparkan pertanyaan kepada


Mia.

“ kakak ku…. Sudah gak pulang ke rumah dan gak ada kabar sama sekali, bahkan
saat dihubungi gak ada respon ”

Perempuan dengan pakaian seadanya namun masih rapi untuk dipandang


tersebut terlihat menikmati teh buatan Bill,setelah tegukan pertama dia langsung
melanjutkan pembicaraannya.

“ tapi keluargaku bilang…. dia sedang bertugas mendadak ke luar daerah dan
sepertinya keluargaku juga cuman mau menenangkan…mereka juga belum tau
kemana sebenarnya kakak pergi ”

“ sudah berapa hari kakakmu belum ada kabar ? ”

“ 2 hari lalu dan sepertinya banyak kejadian di saat hari itu ya ”

Bill langsung terkejut mendengar kabar kakak Mia menghilang tepat 2 hari lalu,
karena di hari itulah beberapa kejadian yang menimpa dirinya terutama ketika
detektif berjumpa menemui dirinya tepat setelah dia berhasil lari dari ledakan
Bank Selatan tersebut.
[ 20 Maret 2019 ]

“ Oiel Du Coeur atau The Eye Of The Heart….apakah kamu ada sangkut pautnya
dengan organisasi tersebut? ”

Detektif muda tersebut tetap memasang tampang serius sedikit menunduk sambil
memainkan pulpennya, Bill belum bisa berkata kata namun sepertinya pandangan
Bill teralihkan ketika melihat mobil dengan warna yang sama lagi namun arah
yang berlawanan.

“ tidak ada gunanya pura pura lupa atau bagaimana, cuman dari beberapa
rekaman pembicaraanmu dengan teman di smarthphone kamu sepertinya
temanmu tahu banyak mengenai suatu kejadian ya? Apa mungkin kalian ada
semacam hubungan rahasia…. Tolong beritahu aku donk, sepertinya menarik ”

Bagaikan anak kecil yang merengek minta belikan sebuah permen, kira kira seperti
itulah nada si detektif tersebut, perubahan nada sangat terlihat entah apa yang
membuatnya seperti itu, namun Bill tetap menolak untuk bicara dan sekali lagi
matanya tertuju pada mobil putih tersebut berhenti di pinggiran jalan yang sedikit
jauh dari mereka berdua berbicara.

“ tolong kalau bicara sama orang itu harus sopan paling tidak memperhatikan
orang di depanmu, memangnya apa yang mengalihkan perhati-----……. ”

Sesaat sebelum si Johan menyelesaikan dialognya, Bill tiba tiba mendorong Johan
dan segera berlari menuju mobil putih tersebut.

“ DARI PADA ITU ADA YANG LEBIH PENTING LIHAT KE SANA!!! ”

Bill meneriaki Johan dengan wajah yang sangat takut bercampur marah, di
seberang jalan tepat mobil putih berhenti, ada seorang remaja memakai baju SMP
seolah sedang menunggu jemputan, namun ada yang aneh ketika orang di mobil
putih tersebut keluar. Pakaiannya memakai jubah putih sampai menyentuh tanah
dengan menggunakan topeng putih segitiga, kejadian tersebut sangat singkat
sekali.
Di saat Bill mendorong Johan dan segera mengejar remaja di seberang, sepertinya
orang berjubah putih itu memukul kepala remaja itu dengan tongkat yang
bentuknya kurang jelas dari penghilatan [Link] tersebut jatuh dan
kemungkinan pingsan dan benar sekali dugaan Bill, itu adalah kasus penculikan.

Mobil putih itu langsung pergi setelah membawa remaja tersebut, di saat Bill
mengejarnya dan sedikit jauh dari Johan, Bill menengok ke belakang untuk
melihat Johan. Tak disangka rupanya Johan beberapa saat melihat kejadian tadi
sangat terkejut terlihat dari bola matanya yang terlihat tegang beserta air keringat
terus mengalir, bahkan note dan pulpen dijatuhkannya. Setelah beberapa detik,
Johan langsung pingsan dan rupanya Bill memanfaatkan kejadian tersebut untuk
kabur dari detektif muda itu.

[ 22 Maret 2019 ]

Mia sudah berteman dengan Bill sejak SMP, mereka terlihat sangat akrab sekali.
Biasanya tempat mereka bertemu ketika sudah tidak satu sekolah terutama waktu
SMA, sebuah kafe bernama Café Stereo yang berada di sudut kota tersebut,
walaupun sedikit jauh tapi pemandangan yang disajikan Café itu sungguh alami
dan indah.

Mendengar kabar kakaknya Mia menghilang sekitar 2 hari tepat kejadian


peledakan Bank Selatan dan apabila melihat berita pagi tadi. Rupanya ada
beberapa penculikan terjadi di berbagai daerah, seorang remaja bernama Saskara
juga jadi korban penculikan, Saskara sendiri merupakan anak dari kepala Bank
Selatan,terlintas beberapa kemungkinan muncul dalam pikiran Bill seperti kasus
ini saling terhubung satu benang merah.

Tapi tetap saja Mia khawatir karena banyak korban yang belum bisa diidentifikasi
oleh pihak kepolisian,seperti yang diketahui Bank Selatan adalah satu satunya
Bank yang dekat di daerah tersebut dan kemungkinan kakak Mia juga berada di
dalam sana saat peledakan itu terjadi.

“ sepertinya kita bakalan lanjutin percakapaan ini di kafe biasanya…. ”


Bill sangat waspada karena yang dia tau detektif bernama Johan bisa jadi
mengintainya dari luar, dia juga tau kalau seseorang berjubah putih tersebut tentu
sangat berbahaya. Alhasil mereka berdua pergi ke Café Stereo seperti biasanya
dengan keadaan yang was was.

“ seperti biasa music dan pemandangan yang ditawarkan kafe ini luar biasa ya
hahaha seperti kafe kafe mahal di kota kota besar ”

Bill memulai percakapan dengan basa basi dan tawa yang sedikit terpaksa, Mia
membalasnya dengan sedikit tertawa padahal dia sedang menahan sedihnya.

“ haha, sorry ya Bill. Seperti bukan aku ya. Cepat banget sedihnya biasanya kan Mia
adalah sosok yang kuat hahaha ”

Mia membalas candaan Bill yang berguna untuk menenangkan dirinya sendiri juga,
setelah itu Bill menceritakan kejadian 2 hari lalu beserta cerita tentang dia menjadi
tersangka oleh detektif muda bernama Johan, namun Bill tidak bercerita tentang
Coral dengan alasan tidak masuk akal apabila teman onlinenya tersebut
dimasukkan ke dalam ceritanya.

“ yang jadi menarik adalah kalimat dari detektif dengan bahasa asing itu ”

Di akhir cerita Mia tiba tiba tertarik dengan perkataan yang diucapkan Johan, yaitu

“ Oiel Du Coeur….sepertinya itu dari Bahasa francis yang artinya mata jantung, dia
juga menyebutkan juga kan The Eye Of The Heart… ”

Mia tiba tiba tidak terlihat sedih lagi, justru terarik dengan pembicaraan kasus ini.

“ oh itu, memang ada arti khususnya? Oh ya kalau tidak salah dia juga
menyebutkan apakah aku ada sangkut paut dengan organisasi tersebut…. Jadi
Oiel Du Coeur itu semacam Organisasi? ”

Bill mengatakannya sambil berpikir dan mengingat kejadi penculikan yang dia
lihat, mungkin saja dalam pikirannya organisasi yang dimaksud Johan adalah
pelaku penculikan tersebut.
“ akhir akhir ini di internet lagi banyak sih yang membahas Oiel Du Coeur, ada yang
bilang ini organisasi dari negara Russia bertujuan merobohkan Indonesia, ada juga
yang bilang Oiel Du Coeur berfokus pada aktivitas religius namun Tuhan yang
mereka sembah adalah The Time atau Sang Waktu, banyak juga teori teori lain di
internet…. ”

Mia menunjukkan berbagai postingan sambil mengatakan hal itu, sepertinya Bill
beberapa bulan sudah jarang menggunakan Internet hingga tidak mengetahui
fakta fakta atau postingan mengenai Organisasi Oiel Du Coeur ini.

“ jadi organisasi ini semacam sekte agama atau mungkin sindikat dari negara asing
begitu ya menurut info beredar”

“ tapi ayahku sepertinya juga meneliti tentang Organisasi tersebut ”

Bill terkejut dengan jawaban Mia, dia tahu kalau ayah Mia adalah polisi daerah.
Namun tak disangka ayahnya Mia juga menyelidiki hal tersebut.

“ jadi, apa yang dikatakan ayahmu tentang organisasi mencurigakan itu? ”

“ tidak ada ”

Bill mengira kalau Mia hanya bercanda dan tertawa saat merespon jawabannya,
Mia kembali menampilkan layar smarthphonenya dan terlihat sebuah website
dengan kata sandi di halaman depannya.

“ website ini kepunyaan ayahku, sayangnya memerlukan kata sandi untuk melihat
isinya, tapi coba lihat di sebelah kanannya terdapat judul artikel yang cukup aneh
kan ”

“ Oiel Du Coeur Always Looking For Someone ? aneh juga ya selera ayah kamu
mencampurkan kalimat francis dengan inggris digabung jadi satu kalimat….. ”

Judul artikel di website kepunyaan ayahnya Mia sepertinya baru diperbaharui pagi
tadi, berarti ayah Mia dapat info terbaru tentang organisasi itu. Setelah melihat
judul artikelnya, Bill memikirkan sesuatu sambal meminum kopi yang dipesannya.
“ sepertinya kamu dapat petunjuk mengenai judul ini ya? ”

“ petunjuk atau bukan, ini mungkin sedikit hipotesis dan naluriku….”

“ ada hubungannya dengan kasus kasus yang terjadi dan postingan website
ayahku? ”

Tiba tiba Bill berdiri sambil menghentakkan meja sampai cangkir kopi yang berada
di atasnya tumpah, Bill tersadar akan suatu hal dan mengajak Mia untuk kembali
ke kamarnya.

“ kita kembali ke kos kosanku, nanti akan kuceritakan di jalan apa yang
kupikirkan…. ”

Di perjalanan suasana kota terlihat lebih damai dari biasanya karena jarang ada
kendaraan lewat mungkin karena ini hari kerja dan sudah cukup sore, biasanya
orang orang sudah sampai di rumah saat siang hari, jarang ada orang orang ke luar
rumah saat sore di hari kerja.

“ aku mau tanya soal website tadi, apakah orang yang mengunjungi situs itu dapat
terlihat oleh ayahmu? ”

“kayaknya iya sih, berarti tadi kita juga terlihat kalau sedang mengakses…
memangnya kenapa? ”

“ Postingan ayahmu tadi terlihat baru pagi diperbaharui kan? ”

“ iya….seperti yang kita lihat…..kamu tau sesuatu? Sampai kita harus kembali ke
kos kosanmu ”

Percakapan terus berlanjut oleh mereka berdua, namun Bill merasa ada yang
mengikutinya dari berbagai arah, Bill menyuruh Mia untuk berjalan lebih cepat dan
mengambil rute yang sedikit jauh atau bisa dibilang untuk jaga jaga.
“ bagaimana kalau ayahmu ingin memberikan pesan kepadamu lewat judul
postingan itu?....aku ada menemukan juga sedikit kejanggalan…. beberapa hari ini
aku selalu memantau televisi….1 hari yang lalu berita tentang penculikan dan
teroris Bank Selatan masih marak disiarkan di beberapa channel tv….. tapi hari ini
tidak ada satupun yang menyiarkan berita tersebut seolah olah 2 hari lalu tidak
terjadi apa apa……. ”

“ bisa jadi sih ayahku menitipkan pesan, soalnya dia bisa memantau siapa saja
yang datang ke websitenya seperti yang ku bilang tadi…. Kalau masalah berita di
televisi mungkin saja pemerintah untuk tidak menyiarkan kabar duka dulu kan? ”

“ satu kejanggalan lagi 1 hari lalu tetanggaku saat pagi hari seperti biasanya
mereka selalu meributkan tentang masalah keluarga mereka, seperti sarapan yang
tidak berubah ubah atau tentang biaya rumah yang mahal….. tapi pagi tadi aku
tidak mendengar sedikitpun suara dari mereka bahkan sampai kita pergi ke kafe
tadi…… ”

Seiring pembicaraan berlangsung akhirnya mereka berdua sampai di tempat


tujuan yaitu kos kosan Bill. Saat Bill menaiki tangga untuk menuju kamarnya, pintu
ruangannya terbuka dan mungkin dalam pikirannya dia lupa menutup saat tergesa
gesa ke kafe tadi.

Mia sepertinya tertuju pada satu tempat di bawah tepat tetangga yang Bill bilang
tinggal di sana, pintunya sedikit terbuka dan di saat Mia membuka dan melihat ke
dalam rumah tetangga Bill. Dia sangat terkejut bahkan sampai berteriak.

Bill menghiraukan Mia karena dia kira cuman melihat tikus, karena sedikit kumuh
tempat yang dia tinggali, namun saat Bill melihat ke dalam kamar kos kosannya
yang pintunya seperti dibuka dengan cara paksa sampai hancur ganggang
pintunya,Bill terkejut Tiba tiba kamarnya sangat berantakan sekali bahkan
beberapa buku terhambur ke mana mana.
“ DITUSUK…. KORBAN PEMBUNUHAN!!!! BILL!!! LIHAT KE BAWAH SINI!!! ”

Bill tak sempat untuk menjawab panggilan dari Mia karena yang dia lihat dalam
kamarnya adalah kondisi yang cukup berantakan dan satu orang berdiri tepat di
atas ranjang tempat biasa dia tidur. Sosok tersebut tepat sekali apa yang dalam
ingatan Bill soal penculikan yang dia lihat atau bisa dibilang….

“ anggota dari sekte Oiel Du Coeur? ”

Anda mungkin juga menyukai