Dasar Pemrograman Python
Sintaks Dasar Python
Bahasa pemrograman Python dikenal dengan sintaksnya yang bersih,
sederhana, dan menyerupai bahasa manusia, sehingga sangat cocok
digunakan dalam konteks pembelajaran. Salah satu filosofi utama
Python adalah readability counts, yang berarti keterbacaan kode
menjadi pertimbangan utama dalam desain bahasa ini (Lutz & Ascher,
2009). Sintaks Python yang konsisten dan minimalis memungkinkan
mahasiswa pemula memahami konsep-konsep dasar pemrograman
tanpa dibebani oleh aturan penulisan yang rumit seperti pada beberapa
bahasa lain.
Sintaks Python juga tidak menggunakan kurung kurawal ({}) atau titik
koma (;) seperti pada C/C++ atau Java. Sebagai gantinya, Python
menggunakan indentasi (spasi atau tab) untuk menandai blok kode. Hal
ini mendorong praktik penulisan kode yang lebih rapi dan terstruktur
sejak awal. Pemahaman awal terhadap variabel, tipe data, dan operator
merupakan dasar untuk memahami konstruksi program lebih
kompleks, termasuk struktur data dan algoritma yang akan dibahas pada
bab-bab selanjutnya.
Variabel dan Tipe Data
Variabel dalam Python berfungsi sebagai penampung data yang dapat
berubah-ubah. Python menggunakan sistem dynamic typing, di mana
jenis data ditentukan secara otomatis saat nilai diberikan pada variabel.
Tidak seperti bahasa pemrograman lain yang mengharuskan deklarasi
tipe data secara eksplisit, Python cukup dengan memberikan nilai secara
langsung (Downey, 2015).
24 Struktur Data dan Algoritma dalam Python: Panduan Praktis
Contoh:
nama = "Python"
umur = 25
tinggi = 1.72
aktif = True
Tabel 2.1: Tipe Data Dasar di Python
Tipe Data Contoh Nilai Keterangan
int 25 Bilangan bulat
float 1.72 Bilangan desimal
str "Python" Rangkaian karakter (teks)
bool True, False Nilai logika
Dalam konteks pendidikan, pendekatan ini mengurangi hambatan awal
bagi mahasiswa baru dan mendorong mereka untuk fokus pada
pemahaman logika program (Zelle, 2004).
Operator Aritmatika, Perbandingan, dan Logika
Python menyediakan operator dasar seperti +, -, *, / untuk
aritmatika, ==, !=, <, > untuk perbandingan, serta and, or, not
untuk logika. Operator ini sangat esensial dalam proses pengambilan
keputusan dan manipulasi data (Sweigart, 2020).
Operator Aritmatika
Digunakan untuk operasi matematika dasar.
Tabel 2.2: Operator Aritmatika
Operator Fungsi Contoh
+ Penjumlahan x + y
Dasar Pemrograman Python
Operator Fungsi Contoh
- Pengurangan x - y
* Perkalian x * y
/ Pembagian float x / y
// Pembagian bulat x // y
% Sisa bagi x % y
** Pangkat x ** y
Contoh:
a = 10
b = 3
print(a + b) # Penjumlahan → 13
print(a - b) # Pengurangan → 7
print(a * b) # Perkalian → 30
print(a / b) # Pembagian float → 3.333...
print(a % b) # Sisa bagi → 1
Output:
Output: 13
Output: 7
Output: 30
Output: 3.333…
Output: 1
Pada pemanggilan di atas:
Variabel a dan b menyimpan bilangan bulat. Operator +, -, *, /,
dan % digunakan untuk menjumlahkan, mengurangkan, mengalikan,
membagikan, dan menghasilkan sisa bagi nilai tersebut.
26 Struktur Data dan Algoritma dalam Python: Panduan Praktis
Operator Perbandingan
Digunakan untuk membandingkan dua nilai.
Tabel 2.3: Operator Perbandingan
Operator Makna Contoh
== Sama dengan x == y
!= Tidak sama dengan x != y
> Lebih besar x > y
< Lebih kecil x < y
>= Lebih besar sama dengan x >= y
<= Lebih kecil sama dengan x <= y
Contoh:
x = 7
y = 5
print(x == y) # Sama dengan → False
print(x > y) # Lebih besar → True
Output:
Output: False
Output: True
Pada pemanggilan di atas:
Operator perbandingan membandingkan dua nilai dan menghasilkan
True atau False. Contohnya, x == y berarti “apakah x sama dengan
y?”, sedangkan x > y memeriksa “apakah x lebih besar dari y”.
Dasar Pemrograman Python
Operator Logika
Digunakan dalam ekspresi logika Boolean.
Tabel 2.5: Operator Logika
Operator Makna Contoh
and Dan True and False → False
or Atau True or False → True
not Negasi not True → False
Contoh:
p = True
q = False
print(p and q) # Output: False
print(p or q) # Output: True
print(not p) # Output: False
Output:
Output: False
Output: True
Pada pemanggilan di atas:
Operator logika digunakan untuk ekspresi Boolean.
• and hanya menghasilkan True jika kedua operand bernilai True.
• or menghasilkan True jika salah satu operand bernilai True.
• not membalik nilai Boolean operand-nya.
Struktur Kontrol
Penguasaan terhadap struktur kontrol merupakan prasyarat untuk dapat
merancang algoritma yang efisien dan dapat diandalkan. Struktur
28 Struktur Data dan Algoritma dalam Python: Panduan Praktis
kontrol dalam Python memungkinkan aliran program berjalan secara
kondisional atau berulang, serta memberikan fleksibilitas dalam
menyusun logika komputasi. Penggunaan struktur seperti if, for, dan
while memperkaya ekspresi algoritmik yang akan banyak digunakan
dalam pembahasan struktur data lanjutan (Lutz & Ascher, 2009).
Percabangan (if, else, elif)
Struktur kontrol percabangan memungkinkan program menjalankan
perintah tertentu berdasarkan kondisi. Python menggunakan kata kunci
if, elif, dan else. Pendekatan menggunakan percabangan membuat
logika program mudah dibaca dan dipelihara (Lutz & Ascher, 2009).
Contoh:
nilai = 82
if nilai >= 90:
print("Nilai: A")
elif nilai >= 75:
print("Nilai: B")
elif nilai >= 60:
print("Nilai: C")
else:
print("Nilai: D")
Output:
Output: Nilai: A
Pada pemanggilan di atas:
Variabel nilai memiliki nilai 82. Python akan mengevaluasi kondisi
dari atas ke bawah:
• nilai >= 90 → salah,
• nilai >= 75 → benar → maka print ("Nilai: B") dijalankan.
Kondisi setelahnya diabaikan karena satu kondisi sudah terpenuhi.
Dasar Pemrograman Python
Perulangan (for, while, comprehension)
Python mendukung perulangan dengan for dan while. Untuk
manipulasi koleksi data, list comprehension menawarkan sintaks yang
ringkas dan efisien. Menurut Severance (2016), penggunaan
comprehension meningkatkan efisiensi penulisan kode untuk
transformasi data.
Contoh:
for i in range(1, 6):
print(i)
Output:
Output:
1
2
3
4
5
Pada pemanggilan di atas:
Fungsi range(1, 6) menghasilkan angka dari 1 hingga 5 (batas atas 6
tidak termasuk). Variabel i akan berisi setiap angka dari range tersebut
secara berurutan dan ditampilkan dengan print().