LAPORAN
DRAINASE PERKOTAAN
(Wangan Aji)
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Drainase Perkotaan
Yang Diampu Oleh Ahmad Alfin.,ST,MT
DISUSUN OLEH :
1. MUFTIYA HIDAYAT ZAI’MUL F (2022140013)
2. MUHAMMAD WAWAN FUADUL A’LA (2022140043)
PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SAINS AL QUR’AN JAWA TENGAH
DI WONOSOBO
2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur dipanjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
hidayah-Nya tugas ini dapat diselesaikan, untuk memenuhi tugas Drainase
Perkotaan. Shalawat serta salam yang hanya disanjungkan kepada Baginda
Rasulullah Muhammad SAW, sebagai tokoh revolusioner sejati yang
mengahancurkan segala macam kezaliman dan ketidakadilan. Sungguh sangat
menjadi kerinduanku untuk bisa menjadikan Beliau sebagai inspirasi
perjuanganku.
Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam penyelesaian
penulisan laporan ini, namun berkat bantuan dari berbagai pihak akhirnya
kesulitan yang timbul dapat teratasi. Untuk itu atas segala bentuk bantuannya,
disampaikan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Dr. Z. Sukawi, M.A. Selaku Rektor Universitas Sains Al-Qur’an Jawa
Tengah di Wonosobo.
2. Nasyiin Faqih, S.T.,M.T. selaku Dekan Fakultas Teknik dan Ilmu
Komputer Universitas Sains Al-Qur’an.
3. Wiji Lestarini S.T., M.T. selaku Kaprodi Teknik Sipil Universitas Sains Al-
Qur’an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo.
4. Ahmad Alfin, S.T,M.T. sebagai Dosen Mata Kuliah Drainase Perkotaan.
5. Terimakasih kepada teman – teman yang sudah ikut berpartisipasi.
Semoga amal kebaikan semua pihak tersebut mendapatkan imbalan yang sepadan
dari Allah SWT.
DAFTAR ISI
Wonosobo, 8 Juni 2025
Penulis
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Saluran drainase adalah salah satu bangunan pelengkap pada ruas jalan
dalam memenuhi salah satu persyaratan teknis prasarana jalan. Saluran
drainase jalan raya berfungsi untuk mengalirkan air yang dapat mengganggu
pengguna jalan, sehingga badan jalan tetap kering.
Pada umumnya saluran drainase jalan raya adalah saluran terbuka dengan
menggunakan gaya gravitasi untuk mengalirkan air menuju outlet. Distribusi
aliran dalam saluran drainase menuju outlet ini mengikuti kontur jalan raya,
sehingga air permukaan akan lebih mudah mengalir secara gravitasi. Semakin
berkembangnya suatu daerah, lahan kosong untuk meresapkan air secara alami
akan semakin berkurang. Permukaan tanah tertutup oleh beton dan aspal, hal
ini akan menambah kelebihan air yang tidak terbuang. Kelebihan air ini jika
tidak dapat dialirkan akan menyebabkan genangan.
Dalam perencanaan saluran drainase harus memperhatikan tata guna lahan
daerah tangkapan air saluran drainase yang bertujuan menjaga ruas jalan tetap
kering walaupun terjadi kelebihan air, sehingga air permukaan tetap terkontrol
dan tidak mengganggu pengguna jalan.
1.2 Rumusan Masalah
Penulis menyusun beberapa masalah yang akan dibahas dalam laporan ini
sebagai batasan dalam pembahasan bab isi. Beberapa masalah tersebut antara
lain.
1. Apa itu drainase ?
2. Apa saja langkah-langkah untuk merencanakan sistem drainase ?
1.3 Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan laporan ini yaitu.
1. Dapat memahami apa itu drainase.
2. Dapat memahami dalam menganalisa atau merencanakan saluran drainase
yang baik untuk lingkungan. Selain itu juga mahasiswa diharapkan dapat
merencanakan suatu sistem drainase pemukin atau kawasan yang baik.
1.4 Batasan Masalah
Pada laporan ini yang dikaji hanya berupa saluran drainase pada Kawasan atau
Daerah Wangan Aji.
1.5 Lokasi Penelitian
Gambar 1,1 Denah lokasi
Sumber : Google maps
Lokasi : Wangan Aji
Kabupaten : Wonosobo
Provinsi : Jawa Tengah
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Drainase
Drainase adalah pembuangan massa air secara alami atau buatan
dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat. Pembuangan ini
dapat dilakukan dengan mengalirkan, menguras, membuang, atau
mengalihkan air. Irigasi dan drainase merupakan bagian penting dalam
penataan sistem penyediaan air dibidang pertanian maupun tata ruang.
Saluran drainase sering kali dirujuk sebagai drainase saja karena secara
teknis hamper semua drainase terkait dengan pembuatan saluran. Saluran
drainase permukaan biasanya berupa parit , sementara untuk bawah tanah
disebut gorong-gorong di bawah tanah.
Dalam lingkup rekayasa sipil, drainase dibatasi sebagai
serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau
membuang kelebihan air dari suatu Kawasan atau lahan, sehingga lahan
dapat difungsikan secara optimal sesuai dengan [Link] tata
ruang, drainase berperan penting untuk mengatur pasokan air demi
pencegahan banjir. Drainase juga bagian dari usaha untuk mengontrol
kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas.
Drainase perkotaan adalah ilmu yang diterapkan mengkhususkan
pengkajian pada kawasan perkotaan yang erat kaitannya dengan kondisi
lingkungan sosial yang ada dikawasan kota. Drainase perkotaan
merupakan sistim pengeringan dan pengaliran air danwilayah perkotaan
yang meliputi:
Pemukiman, Kawasan Industri, Kampus dan Sekolah, Rumah Sakit &
Fasilitas Umum, Lapangan Olahraga, Lapangan Parkir, Pelabuhan Udara.
2.2 Tujuan Drainase
a. Untuk meningkatkan kesehatan lingkungan permukiman;
b. Pengendalian kelebihan air permukaan dapat dilakukan secara aman,
lancar dan efisien serta sejauh mungkin dapat mendukung kelestarian
lingkungan;
c. Dapat mengurangi/menghilangkan genangan air yang menyebabkan
penyakit.
2.3 Jenis Drainase
a. Menurut Cara Terbentuknya
1. Drainase Alamiah (Natural Drainage) Terbentuk secara alami, tidak
ada unsur campur tangan manusia serta tidak terdapat bangunan-
bangunan pelimpah, pasangan batu/beton, gorong-gorong dan lain-lain.
2. Drainase Buatan (Artificial Drainage) Dibentuk berdasarkan analisis
ilmu drainasi, untuk menentukan debit akibat hujan, kecepatan resapan
air dalam tanah dan dimensi saluran serta memerlukan bangunan-
bangunan khusus seperti selokan pasangan batu/beton, gorong-gorong,
pipa-pipa dan sebagainya.
b. Menurut Letak Saluran
1. Drainase Muka Tanah (Surface Drainage) Saluran drainase yang
berada di atas permukaan tanah yang berfungsi mengalirkan air limpasan
permukaan.
2. Drainase Bawah Tanah (Sub Surface Drainage) Saluran drainase yang
bertujuan mengalirkan air limpasan permukaan melalui media di bawah
permukaan tanah (pipa-pipa), dikarenakan alasan- alasan tertentu. Alasan
itu antara lain : tuntutan artistik, tuntutan fungsi permukaan tanah yang
tidak memperbolehkan adanya saluran di permukaan tanah seperti
lapangan sepakbola, lapangan terbang, taman dan lain-lain
c. Menurut Fungsi
1. Single Purpose Saluran berfungsi mengalirkan satu jenis air buangan
saja, misalnya air hujan atau jenis air buangan lain seperti air limbah
domestik, air limbah industry dan lain-lain.
2. Multi Purpose Saluran berfungsi mengalirkan beberapa jenis buangan,
baik secara bercampur maupun bergantian.
d. Menurut Konstruksi
1. Saluran Terbuka Saluran untuk air hujan yang terletak di area yang
cukup luas. Juga untuk saluran air non hujan yang tidak mengganggu
kesehatan lingkungan.
2. Saluran Tertutup Saluran air untuk air kotor yang mengganggu
kesehatan lingkungan. Juga untuk saluran dalam kota.
2.4 Sistem jaringan drainase perkotan umumnya dibagi atas 2 bagian, yaitu :
a. Sistem Drainase Makro
Sistem drainase makro yaitu sistem saluran/ badan air yang
menampung dan mengalirkan air dari suatu daerah tangkapan air hujan
(Catchment Area). Pada umumnya sistem drainase makro ini disebut juga
sebagai sistem saluran pembuangan utama (major system) atau drainase
primer. Sistem jaringan ini menampung aliran yang berskala besar dan
luas seperti saluran drainase primer, kanal-kanal atau sungai-sungai.
Perencanaan drainase makro ini umumnya dipakai dengan periode ulang
antara 5 sampai 10 tahun dan pengukuran topografi yang detail mutlak
diperlukan dalam perencanaan sistem drainase ini.
b. Sistem Drainase Mikro
Sistem drainase mikro yaitu sistem saluran dan bangunan
pelengkap drainase yang menampung dan mengalirkan air dari daerah
tangkapan hujan. Secara keseluruhan yang termasuk dalam sistem
drainase mikro adalah saluran di sepanjang sisi jalan, saluran/ selokan air
hujan di sekitar bangunan, gorong-gorong, saluran drainase kota dan lain
sebagainya dimana debit air yang dapat ditampungnya tidak terlalu besar.
Pada umumnya drainase mikro ini direncanakan untuk hujan dengan
masa ulang 2, 5 atau 10 tahun tergantung pada tata guna lahan yang ada.
Sistem drainase untuk lingkungan permukiman lebih cenderung sebagai
sistem drainase mikro.
BAB 4
PEMBAHASAN
PETA LOKASI DARI GOOGLE EARTH
A. URU
TAN
PENGERJAAN PENELITIAN
Perencanaan Drainase Perkotaan ini di Saluran Air Wangan Aji ,Wonosobo
Survey ini dilakukan untuk mengetahui data curah hujan ,luas Kawasan
dan saluran excisting. Dan pengerjaan dari perencanaan awal yaitu seperti
pemetaan ,perhitungan ,acad dan RAB.
1. Rencana Anggaran Biaya
Dokumen yang berisi rincian biaya yang diperlukan untuk
pembangunan atau perbaikan sistem drainase di suatu wilayah
perkotaan. Dokumen ini mencakup semua biaya yang terkait, mulai
dari persiapan lahan, pekerjaan struktur, hingga pengawasan dan biaya
tak terduga
Tabel 1. Galian Untuk Saluran Air
NO KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN KUANTITAS HARGA SATUAN JUMLAH HARGA
A TENAGA
1 PEKERJA (L01) jam 0,0435 Rp 10.889,00 Rp 473,67
2 MANDOR (L03) jam 0,0109 Rp 17.422,40 Rp 189,90
JUMLAH HARGA TENAGA Rp 663,58
B PERALATAN
1 EXCAVATOR (E10) jam 0,0109 Rp 613.479,65 Rp 6.686,93
2 DUMP TRUCK (E08) jam 0,0748 Rp 315.168,29 Rp 23.574,59
JUMLAH HARGA PERALATAN Rp 30.261,52
C JUMLAH KESELURUHAN Rp 30.925,09
D OVERHEAD & PROFIT 15% Rp 4.637,03
E HARGA SATUAN PEKERJA Rp 35.562,12
Tabel 2. Pasangan Batu Dengan Mortar
NO KOMPONEN SATUAN PERKIRAAN KUANTITAS HARGA SATUAN JUMLAH HARGA
A TENAGA
1 PEKERJA (L01) jam 4,0161 Rp 10.889,00 Rp 43.731,31
2 TUKANG BATU (L02) jam 1,2048 Rp 14.155,70 Rp 17.054,79
3 MANDOR (L03) jam 0,4016 Rp 17.422,40 Rp 6.996,84
JUMLAH HARGA TENAGA Rp 67.782,94
B BAHAN
BATU BELAH (M09) M3 1,0800 Rp 261.300,00 Rp 282.204,00
SEMEN (M12) KG 161,00 Rp 1.150,00 Rp 185.150,00
PASIR (M01) M3 0,4829 Rp 313.600,00 Rp 151.437,44
JUMLAH HARGA BAHAN Rp 618.791,44
C PERALATAN
1 CONC. MIXER (E06) jam 0,4016 Rp 101.079,29 Rp 40.593,44
2 WATER TANKER (E23) jam 0,0141 Rp 290.109,45 Rp 4.090,54
JUMLAH HARGA PERALATAN Rp 44.683,99
D JUMLAH KESELURUHAN Rp 731.258,36
E OVERHEAD & PROFIT 15% Rp 109.685,73
F HARGA SATUAN PEKERJA Rp 840.944,09
1 GALIAN UNTUK SALURAN AIR M3 74580000 Rp 35.562,12 Rp [Link].061,46
2 PASANGAN BATU DENGAN MORTAR
M3 38560000 Rp 840.944,09 Rp [Link].579,00
JUMLAH Rp [Link].640,50
2. Perencanaan Drainase Perkotaan
Perencanaan drainase perkotaan adalah proses merancang sistem
pengaliran air (terutama air hujan) yang efektif dan efisien untuk
mengelola kelebihan air di suatu kawasan perkotaan. Tujuan utamanya
adalah untuk mencegah banjir, mengurangi kerusakan akibat genangan
air, dan menjaga kualitas lingkungan.
Tabel 3. Nilai α
a
A 0,8 perumahan rapat
B 0,8 perumahan rapat
C 0,8 perumahan rapat
D 0,8 perumahan rapat
E 0,8 perumahan rapat
F 0,8 perumahan rapat
G 0,8 perumahan rapat
Tabel 4. Luas Kawasan
2 2
A (m ) A (km )
A 372280 0,37228
B 988950 0,98895
C 1535280 1,53528
D 1321470 1,32147
E 2728150 2,72815
F 3120740 3,12074
G 5197310 5,19731
Tabel 5. nilai β
A
2
A 1 A≤4 km
2
B 1 A≤4 km
2
C 1 A≤4 km
2
D 1 A≤4 km
2
E 1 A≤4 km
2
F 1 A≤4 km
3
G 1 A≤4 km
Tabel 6. Elevasi Drainase
Elevasi drainase (elevation drainage) mengacu pada ketinggian permukaan tanah
atau struktur saluran drainase diukur dari suatu referensi seperti permukaan laut
rata-rata (mean sea level/MSL). Pemetaan elevasi drainase penting untuk
perencanaan dan pengelolaan sistem drainase, baik untuk perkotaan maupun
perairan.
ev1 ev2 H L S tc m tc h
A1 957 956 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A2 956 945 11 100 0,11 1,58160645 0,02636011
A3 945 955 10 100 0,1 1,64072053 0,02734534
A4 955 956 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A5 956 954 2 100 0,02 3,04886408 0,0508144
A6 954 950 4 100 0,04 2,33475608 0,0389126
A7 950 946 4 100 0,04 2,33475608 0,0389126
A8 946 945 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A9 945 942 3 100 0,03 2,60821224 0,0434702
A10 942 935 7 100 0,07 1,88222642 0,03137044
A11 935 932 3 100 0,03 2,60821224 0,0434702
A12 932 929 3 100 0,03 2,60821224 0,0434702
A13 929 927 2 100 0,02 3,04886408 0,0508144
A14 927 925 2 100 0,02 3,04886408 0,0508144
A15 925 924 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A16 924 923 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A17 923 923 0 100 0 0 0
A18 922 922 0 100 0 0 0
A19 922 919 3 100 0,03 2,60821224 0,0434702
A20 919 916 3 100 0,03 2,60821224 0,0434702
A21 916 914 2 100 0,02 3,04886408 0,0508144
A22 914 913 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A23 913 909 4 100 0,04 2,33475608 0,0389126
A24 909 907 2 100 0,02 3,04886408 0,0508144
A25 907 903 4 100 0,04 2,33475608 0,0389126
A26 903 902 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A27 902 898 4 100 0,04 2,33475608 0,0389126
A28 898 895 3 100 0,03 2,60821224 0,0434702
A29 895 895 0 100 0 0 0
A30 895 894 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A31 894 890 4 100 0,04 2,33475608 0,0389126
A32 890 883 7 100 0,07 1,88222642 0,03137044
A33 883 882 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A34 882 880 2 100 0,02 3,04886408 0,0508144
A35 880 877 3 100 0,03 2,60821224 0,0434702
A36 873 872 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A37 872 870 2 100 0,02 3,04886408 0,0508144
A38 870 869 1 100 0,01 3,98138899 0,06635648
A39 869 869 0 100 0 0 0
A40 869 866 3 70 0,04 1,72755214 0,02879254
Tabel 7. Perhitungan Data Curah Hujan
Perhitungan data curah hujan untuk perencanaan drainase sangat penting untuk
menentukan ukuran saluran drainase dan kapasitas tampung yang diperlukan.
R tc h I mm/h I m/s
A1 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A2 12,06 0,026360108 47,2039972 1,31122E-05
A3 12,06 0,027345342 46,0632581 1,27953E-05
A4 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A5 12,06 0,050814401 30,4756061 8,46545E-06
A6 12,06 0,038912601 36,4096679 1,01138E-05
A7 12,06 0,038912601 36,4096679 1,01138E-05
A8 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A9 12,06 0,043470204 33,8180926 9,39391E-06
A10 12,06 0,03137044 42,03359 1,1676E-05
A11 12,06 0,043470204 33,8180926 9,39391E-06
A12 12,06 0,043470204 33,8180926 9,39391E-06
A13 12,06 0,050814401 30,4756061 8,46545E-06
A14 12,06 0,050814401 30,4756061 8,46545E-06
A15 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A16 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A17 12,06 0,03137044 0 0
A18 12,06 0,043470204 0 0
A19 12,06 0,043470204 33,8180926 9,39391E-06
A20 12,06 0,050814401 30,4756061 8,46545E-06
A21 12,06 0,050814401 30,4756061 8,46545E-06
A22 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A23 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A24 12,06 0 0 0
A25 12,06 0 0 0
A26 12,06 0,043470204 33,8180926 9,39391E-06
A27 12,06 0,043470204 33,8180926 9,39391E-06
A28 12,06 0,050814401 30,4756061 8,46545E-06
A29 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A30 12,06 0,038912601 36,4096679 1,01138E-05
A31 12,06 0,050814401 30,4756061 8,46545E-06
A32 12,06 0,038912601 36,4096679 1,01138E-05
A33 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A34 12,06 0,038912601 36,4096679 1,01138E-05
A35 12,06 0,043470204 33,8180926 9,39391E-06
A36 12,06 0 0 0
A37 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
A38 12,06 0,038912601 36,4096679 1,01138E-05
A39 12,06 0,03137044 42,03359 1,1676E-05
A40 12,06 0,066356483 25,5086801 7,08574E-06
Tabel 8. Pekerjaan Saluran Drainase
a b A I Ql
A1 0,8 1 372280 7,08574E-06 2,11030476
A2 0,8 1 372280 1,31122E-05 3,90513424
A3 0,8 1 372280 1,27953E-05 3,81076217
A4 0,8 1 372280 7,08574E-06 2,11030476
A5 0,8 1 372280 8,46545E-06 2,52121303
A6 0,8 1 988950 1,01138E-05 8,00163135
A7 0,8 1 988950 1,01138E-05 8,00163135
A8 0,8 1 988950 7,08574E-06 5,60595759
A9 0,8 1 988950 9,39391E-06 7,43208948
A10 0,8 1 1535280 1,1676E-05 14,34074
A11 0,8 1 1535280 9,39391E-06 11,5378314
A12 0,8 1 1535280 9,39391E-06 11,5378314
A13 0,8 1 1535280 8,46545E-06 10,3974641
A14 0,8 1 1321470 8,46545E-06 8,9494665
A15 0,8 1 1321470 7,08574E-06 7,49087898
A16 0,8 1 2728150 7,08574E-06 15,464779
A31 0,8 1 2728150 8,46545E-06 18,4760055
A32 0,8 1 3120740 1,01138E-05 25,2500238
A33 0,8 1 3120740 7,08574E-06 17,6902129
A34 0,8 1 3120740 1,01138E-05 25,2500238
A35 0,8 1 3120740 9,39391E-06 23,452772
A36 0,8 1 5197310 0 0
A37 0,8 1 5197310 7,08574E-06 29,4614484
A38 0,8 1 5197310 1,01138E-05 42,0516291
A39 0,8 1 5197310 1,1676E-05 48,5470217
A40 0,8 1 5197310 7,08574E-06 29,4614484