02 RKK 16 FC
02 RKK 16 FC
PEKERJAAN :
PEMBANGUNAN UNIT SEKOLAH BARU SMKN 16 KABUPATEN TANGERANG
LOKASI :
SMKN 16 KABUPATEN TANGERANG
DAFTAR ISI
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1 Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
A.2 Komitmen Keselamatan Konstruksi
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2 Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3 Standar dan peraturan perundangan
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1 Sumber Daya
C.2 Kompetensi
C.3 Kepedulian
C.4 Komunikasi
C.5 Informasi Terdokumentasi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1 Perencanaan Operasi
D.2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1 Pemantauan dan evaluasi
E.2 Tinjauan manajemen
E.3 Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1 Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
CV. FAR CONTRACTOR yang bergerak di bidang Jasa Konstruksi berkomitmen dan peduli terhadap
Keselamatan Konstruksi khusus dalam pencapaian penanganan isu keselamatan konstruksi dengan
langkah-langkah sebagai berikut :
2. Peduli dalam melakukan sosialisasi tentang keselamatan konstruksi terhadap seluruh tenaga kerja
maupun masyarakat dtdalam lingkungan kerja konstruksi;
4. Mencegah kecelakaan, kebakaran, sakit akibat kerja, keamanan dan pencemaran lingkungan;
5. Memantau dan mengevaluasi terhadap kinerja keselamatan konstruksi serta melakukan perbaikan
secara berkelanjutan
IWAN RIDWAN
Direktur
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.2 Komitmen Keselamatan Konstruksi
Dalam rangka pengadaan Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16 Kabupaten Tangerang yang
ditenderkan oleh Pokja Pemilihan POKJA 570 – DINDIK - PK, berkomitmen melaksanakan konstruksi
berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan
konstruksi :
IWAN RIDWAN.
Direktur
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
Keparahan Keterangan :
Keparahan 1 2 3 4 5
1-4 : Tingkat resiko kecil
1 1 2 3 4 5
2 2 4 6 8 10 5-12 : Tingkat resiko sedang
3 3 6 9 12 15 15-25 : Tingkat resiko besar
4 4 8 12 16 20
5 5 10 15 20 25
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)
SASARAN PROGRAM
PENGENDALIAN RISIKO (SESUAI KOLOM
NO JADWAL BENTUK INDIKATOR PENANGGUNG
TABEL 6 IBPRP) URAIAN TOLAK UKUR URAIAN KEGIATAN SUMBER DAYA
PELAKSANAAN MONITORING PENCAPAIAN JAWAB
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1. Menggunakan APD, APK & mengikuti Terciptanya kondisi Nihil tingkat Safety Morning, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Form Request Tertib melaksanakan Pelaksana
instruksi kerja K3 nihil kecelakaan kerja keparahan Safety Meeting & dan APD pelaksanaan ditandatangani oleh prosedur & instruksi
konstruksi Construction Safety PPK kerja, tertib
Induction menggunakan APD
dan APK
Mentaati peraturan Lalu Lintas Terselenggaranya Nihil kecelakaan lalin Sewa kendaraan/dan Purchase Order (PO) Sesuai jadwal Komunikasi verbal Terkirimnya peralatan Pelaksana
keselamatan lalin pekerja atau dengan sewa/milik sendiri pelaksanaan dan checklist dan material/bahan
pekerja Rekruitmen Sopir kendaraan angkut tepat waktu
berpengalaman dan
memiliki SIM
Pastikan area dan situasi pekerjaan aman Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan APD, APK, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib melaksanakan Pelaksana
ketertiban dan keparahan Prosedur dan dan APD pelaksanaan dan checklist prosedur & instruksi
kelancaran Instruksi Kerja kerja
pelaksanaan
pekerjaan
2. Menggunakan APD, APK & mengikuti Terciptanya kondisi Nihil tingkat Safety Morning, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Form Request Tertib melaksanakan Pelaksana
instruksi kerja K3 nihil kecelakaan kerja keparahan Safety Meeting & dan APD pelaksanaan ditandatangani oleh prosedur & instruksi
konstruksi Construction Safety PPK kerja, tertib
Induction menggunakan APD
dan APK
Memasang prosedur dan instruksi kerja Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan SDM dan ATK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib, disiplin dan Pelaksana
percepatan keparahan Banner/papan pelaksanaan dan checklist tepat waktu
komunikasi dan informasi prosedur
informasi kepada dan instruksi kerja
pekerja
Mentaati peraturan K3 Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan APD, APK, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib melaksanakan Pelaksana
ketertiban dan keparahan Prosedur dan dan APD pelaksanaan dan checklist prosedur & instruksi
kelancaran Instruksi Kerja kerja
pelaksanaan
pekerjaan
3.. Menggunakan APD, APK & mengikuti Terciptanya kondisi Nihil tingkat Safety Morning, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Form Request Tertib melaksanakan Pelaksana
instruksi kerja K3 nihil kecelakaan kerja keparahan Safety Meeting & dan APD pelaksanaan ditandatangani oleh prosedur & instruksi
konstruksi Construction Safety PPK kerja, tertib
Induction menggunakan APD
dan APK
Memasang prosedur dan instruksi kerja Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan SDM dan ATK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib, disiplin dan Pelaksana
percepatan keparahan Banner/papan pelaksanaan dan checklist tepat waktu
komunikasi dan informasi prosedur
informasi kepada dan instruksi kerja
pekerja
Mentaati peraturan K3 Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan APD, APK, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib melaksanakan Pelaksana
ketertiban dan keparahan Prosedur dan dan APD pelaksanaan dan checklist prosedur & instruksi
kelancaran Instruksi Kerja kerja
pelaksanaan
pekerjaan
4. Menggunakan APD, APK & mengikuti Terciptanya kondisi Nihil tingkat Safety Morning, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Form Request Tertib melaksanakan Pelaksana
instruksi kerja K3 nihil kecelakaan kerja keparahan Safety Meeting & dan APD pelaksanaan ditandatangani oleh prosedur & instruksi
konstruksi Construction Safety PPK kerja, tertib
Induction menggunakan APD
dan APK
Memasang prosedur dan instruksi kerja Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan SDM dan ATK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib, disiplin dan Pelaksana
percepatan keparahan Banner/papan pelaksanaan dan checklist tepat waktu
komunikasi dan informasi prosedur
informasi kepada dan instruksi kerja
pekerja
Mentaati peraturan K3 Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan APD, APK, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib melaksanakan Pelaksana
ketertiban dan keparahan Prosedur dan dan APD pelaksanaan dan checklist prosedur & instruksi
kelancaran Instruksi Kerja kerja
pelaksanaan
pekerjaan
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.3. Standar dan peraturan perundangan
Penanggung Jawab K3
Emergency/Kedaruratan
o Menerapkan program emergency/kedaruratan
o Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pelatihan keadaan darurat secara
keseluruhan
o Mendata seluruh personil dan menugaskan Tim P3K dalam pencarian orang yang hilang
o Mengkoordinir pelaksanaan penanganan kondisi darurat, evakuasi dan evaluasi kondisi
darurat secara keseluruhan
o Melakukan pemantauan dan pengendalian dalam setiap kondisi keadaan darurat termasuk
melakukan mitigasi apabila terjadi kecelakaan kerja
o Memastikan kesiapan tim dan peralatan keadaan darurat tersedia sesuai kondisi lapangan
Tim P3K
o Menerapkan program emergency/kedaruratan
o Menerapkan programP3K
o Melaksanakan tindakan P3K di tempat kerja
o Merawat fasilitas P3K di tempat kerja, meliputi:
▪ Ruanang P3P3K
▪ Kotatak P3K dan isisinynya
▪ Alat evakakuauasi dantrtrananspsporortatasisi
▪ Fasilitas tambahan berupa alat pelindung diri (APD) dan/atau peralatan khusus di
tempat kerja yang memiliki potensi bahaya yang bersifat khusus
o Mencatat setiap kegiatan P3K dalam buku kegiatan
o Membuat laporan kegiatan P3K secara periodik
Tim Kebakarn
o Menerapkan program Kebakakaran
o Menyusun rencana kegiatan sesuai kebijakan
o Menetapkan semua kegiatan unit manajemen keselamatan kebakaran pada pekerjaan
konstruksi
o Mengimplementasikan kebijakan operasi pemadam kebakaran konstruksiksi dan
lingkungannya
o Melaksanakan aktifitas unit manajemen keselamatan kebakaran di tempat kerja
o Mengendalikan aktifitas terkait dengan perpencegahan dan penanggulangan kebakaran
sesuai rencana kerja.
o Melakukan koordinasi dengan pihak instansi pemadam kebakaran dan instansi terkait
DIAGRAM ALIR KEADAAN DARURAT BAHAYA KEBAKARAN DI PROYEK
Kebakaran
Ya
Catatan :
Manager proyek telah mencatat nomor telephone/ contact person petugas kebakaran/kantor damkar
DIAGRAM ALIR KEADAAN DARURAT KASUS KECELAKAAN DI PROYEK
Kecelakaan
Ya
Catatan :
Manager proyek telah mencatat nomor telephone/ contact person RSUD
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.2. Kompetensi
DIREKTUR DAN KOMANDITER Surat Undangan, Agenda Rapat, 2. Sesuai dengan kebutuhan
Notulen dan Bukti Serah Terima untuk pemenuhan atau
Mengadakan Rapat tentang peningkatan
peningakatan kompetensi
karyawan
3. Bila tidak disetujui ditunda
atau dibatalkan
MANAGER UMUM/ KEUANGAN Surat Persetujuan dan proposal,
identifikasi Kebutuhan Peningkatan 4. SK tim perekrutan diedarkan
Mengusulkan peningkatan kompetensi karyawan sesuai
kompetensi karyawan kepada menggunakan bukti serah
program kerja
direktur dan komanditer terima
5. Diedarkan langsung ke
Tidak pegawai yang terkait
Setuju?
Kepedulian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan membuat rencana dan
program kerja sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko kecelakaan kerja, sakit akibat
pekerjaandan pemulihan lingkungan yang tercemar akibat pekerjaan konstruksi.
1. TUJUAN
Memberikan pedoman untuk penyebarluasan atau mengkomunikasikan informasi-
infomasi lingkungan hidup, keselamatan dan kesehatan kerja kepada pihak internal
dan eksternal perusahaan secara efektif.
2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini berlaku untuk seluruh fasilitas operasi CV. FAR CONTRACTOR dan
semua pihak yang bekerja di area tersebut. Hal-hal yang diatur dalam prosedur ini
adalah cara untuk menyebarluaskan informasi-informasisi terkait dengan
lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerjaja (K3) dan kepada pihak internal
maupun eksternal Perusahaan.
3. DEFINISI
o Informasi K3, yaitu informasi tentang lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja
yang meliputi :
▪ Peraturan perundangan K3 Indonesia dan Internasional
▪ tandar Nasional Indonesia dan Internasional
▪ Kebijakan terpadu danan EHS Management Systestem Manual CV. FAR
CONTRACTOR
▪ Kondisi bahaya, laporan inspeksi dan laporan & hasil investigasi kecelakaan
kerja
▪ Laporan internal / eksternal audit dan hasil rapat tinjauan ulang
manajemen
▪ Prosedur dan instruksi kerja K3
▪ Risalah rapat bulanan / khusus P2K3, pelatihan-pelatihanan K3
▪ Tanda-tanda, peringatan bahaya dan tanda / peringatan K3 lainnya
▪ Dan informasi-informasi lainnya yang terkait dengan K3
o Konsultansi K3, adalah usaha atau kegiatan untuk mendapatkan solusi dari
masalah yang dihadapai dan peluang untuk perbaikan penerapan, pengembangan
dan pemeliharaan sistem manajemen K3
4. REFERENSI
o Permenaker No.05/MEN/1996, SMK3, elemen 3.1.4. dan 3.2.1.
5. PROSEDUR
5.1. Tanggung Jawab
Direktur bertanggung jawab untuk senantiasa berkoordinasi baik secara internal maupun
eksternal perusahaan (Dinas Lingkungan Hidup, Disnaker Propinsi/Kab/Kota, Bapeda
Propinsi/Kabupaten/Kota, Dinkes, dan instansi / institusi lain terkait berkaitan dengan
aspek K3) yang bertujuan untuk memastikan bahwa peraturan dan perundangan, standar,
dan informasi K3 lainnya senantiasa up to date / terbaru dan dikomunikasikan /
diinformasikan pada departemen terkait di dalam lingkungan operasi Perusahaan Kami.
[Link]
5.2.1. Komununikasi Internal
Karyawan pada Perusahaan Kami diberikan atau mendapat informasi mengenai pedoman
dan prosedur Sistem Manajemen Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
serta pelaksanaannya di lingkungan Perusahaan, melalui kegiatan pelatihan dan
pelaksanaannya dikoordinir oleh Manager Administrasi/Keuangan.
Informasi ini diberikan melalui pelatihan, penjelasan / briefing K3 harian / mingguan atau
melalui papan pengumuman dan bulletin K3 (melalui media cetak atau elektronik internal
perusahaan).
Kerja dan penyelidikan kecelakaan disiapkan oleh Project Manager sebagai salah satu
bahan yang akan dibahas dalam rapat bulanan / rapat khusus P2K3, dan dibuatkan risalah
rapat P2K3 dan disebarluaskan kepada tiap seluruh anggota P2K3.
Hasil laporan audit internal / eksternal SMK3 disiapkan oleh personil Project Manager
berdasarkan laporan tim auditor internal / eksternal dan didistribusikan kepada pihak
internal (Direksi, Ketua P2K3) dan pihak eksternal jika diperlukan (misal Auditor Eksternal ).
Setiap 3 bulan sekali CV. FAR CONTRACTOR melaporkan hasil kegiatan P2K3 kepada Dinas
Tenaga Kerja Setempat, dimana laporannya disiapkan oleh sekretaris P2K3 dan
ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris P2K3. Laporan kecelakaan kerja dan hasil
penyelidikannya disiapkan oleh Manager Administrasi/Keuangan dan disampaikan kepada
Site Manager, Ketua P2K3 tembusannya kepada pihak Disnaker setempat.
Pihak pemasok dan kontraktor / sub kontraktor yang terikat kontrak dengan Perusahaan
Kami, untuk menyediakan barang atau jasa diinformasikan tentang kebijakan dan
ketentuan K3 Perusahaan Kami. Informasi diberikan oleh Procurement Manager dan bila
diperlukan Perusahaan Kami dapat memberikan pelatihan awal atau penjelasan / briefing
K3 kepada kontraktor yang akan bekerja di lingkungan Perusahaan Kami.
Pihak Satuan Pengaman / Security yang ada di Pos Ronda setiap Gedung / Area Produksi
atau Kepala Departemen / Personil Departemen yang ditunjuk berkewajiban memberikan
informasi-informasi K3 dan prosedur tanggap darurat yang berlaku di area tersebut kepada
setiap tamu yang akan masuk ke gedung / area departemen / plant tersebut.
Untuk menjamin kerahasiaan semua informasi yang berkaitan dengan K3, diatur dan
mengikuti peraturan perusahaan mengenai “Non-Disclosure Agreement”
(Perjanjian/Kesepakatan Tidak Membocorkan Rahasia Perusahaan) yang telah ditanda
tangani oleh setiap karyawan Kami.
Prosedur pelaporan informasi yang terkait harus ditetapkan untuk menjamin bahwa pelaporan
yang tepat waktu dan memantau pelaksanaan SMK3 sehingga kinerjanya dapat ditingkatkan.
Prosedur pelaporan terdiri atas:
a) Prosedur pelaporan internal yang harus ditetapkan untuk menangani:
1 pelaporan terjadinya insiden;
2 pelaporan ketidaksesuaian;
3 pelaporan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja; dan
4 pelaporan identifikasi sumber bahaya.
b) Prosedur pelaporan eksternal yang harus ditetapkan untuk menangani pelaporan yang
dipersyaratkan peraturan perundang-undangan; dan pelaporan kepada pemegang saham
atau pihak lain yang terkait. Laporan harus disampaikan kepada pihak manajemen
dan/atau pemerintah.
5 Pemasangan Cidera sedang (tangan/kaki tergores, Pengecekan kesehatan pekerja Project Manager
terjatuh/terpeleset)
Terkena perlatan kerja menggunakan APD & APK
6 Pengujian Cidera sedang (tangan/kaki tergores, Pengecekan kesehatan pekerja Project Manager
terjatuh/terpeleset)
Tertimbun urugan dan Terperosok ke dalam menggunakan APD & APK
galian
Ditinjau
Disusun oleh Petugas Keselamatan Konstruksi Disetujui Pelaksana
6. Perencanaan tanggap darurat penting bagi setiap perusahaan karena selalu lebih baik berhati-
hati dengan cara aman daripada menyesal. Membuat rencana respons yang efektif untuk
keadaan darurat mungkin membutuhkan usaha yang lebih, tetapi tentunya akan terbayarkan
dalam jangka panjang. Sehingga kepastian keselamatan pekerja terjamin dan membantu
membangun tempat kerja yang sehat dan aman.
Membuat Prosedur Dan Menentukan Jalur Evakuasi:
o Menentukan kondisi apa saja yang memerlukan evakuasi
o Menentukan tim evakuasi / floor warden (kapten lantai) untuk membantu proses evakuasi
berjalan lancar dan aman
o Prosedur evakuasi yang jelas dan rinci, termasuk penentuan jalur dan jalan keluar menuju
tempat berkumpul. Jalur evakuasi harus mudah dipahami, tidak rumit, dan mudah diakses.
Jalur evakuasi yang digunakan harus memuat tanda petunjuk arah keluar dan dilengkapi
sarana pendukung lainnya.
o Prosedur evakuasi harus membantu penyandang disabilitas
o Mempertimbangkan kebutuhan transportasi untuk evakuasi banyak pekerja.
Mengangkat Ahli K3 Konstruksi sebagai Koodinator Rencana Tanggap Darurat bertanggung jawab
untuk:
o Menilai situasi untuk menentukan apakah keadaan darurat membutuhkan aktivasi
prosedur darurat
o Mengawasi semua upaya penanggulangan keadaan darurat di seluruh area, termasuk
kegiatan evakuasi
o Mengkoordinasikan layanan darurat dengan pihak luar, seperti bantuan medis dan
departemen pemadam kebakaran setempat dan memastikan bahwa mereka tersedia dan
diberitahu bila diperlukan
o Mengarahkan penutupan operasional pabrik apabila diperlukan.
EVAKUASI
1. Penyelamat
2. Latihan
3. Pembinaan pengetahuan evakuasi
PENANGGULANGAN
1. Pelaksanaan pemadam kebakaran
2. Bekerjasama dengan unit pemadam lain
3. Peningkatan ketrampilan pemadam kebakaran
P3K
1. Pelayanan pertolongan pertama darurat kebakaran
2. Bekerjasama dengan instansi lain dalam penanganan kondisi darurat Sistem pertolongan
pertama pada kecelakaan.
Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada kegiatan yang
dilaksanakan pada bagian Operasi keselamatan konstruksi berdasarkan upaya pengendalian pada
bagian Perencanaan keselamatan konstruksi dan Dukungan keselamatan konstuksi.
Hal-hal yang harus dilaporkan dalam laporan evaluasi dan kinerja K3 adalah :
Rekapitulasi kecelakaan kerja dengan mengacu pada pelaporan dan penyelidikan kecelakaan yang
sudah dibuat.
1. Occupational Injury/Illness (Cidera/Sakit Akibat Kerja)
2. Fatality (Meninggal Dunia)
3. Loss Work Day / Loss Time Injury (Hilang Hari Kerja)
4. Restricted Work Day (Kerja Terbatas)
5. Medical Treatment (Perawatan Kesehatan)
6. First Aid (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
- Fire Accident (Kebakaran)
- Traffic Accident (Kecelakaan lalu lintas)
- Environmental Accident (Kecelakaan Lingkungan)
- Property Damage Accident (Kecelakaan peralatan atau mesin)
- Near miss (Hampir celaka)
- Man Hour (Jam kerja)
- Km Driven (Kilometer mengemudi – untuk kendaraan perusahaan)
Bulan Ke-
No. Kegiatan PIC
1 2 3
Inspeksi Keselamatan Pelaksana dan Petugas Keselamatan
1.
Konstruksi Konstruksi
Patroli Keselamatan
2. Pelaksana
Konstruksi
3. Audit internal Manajer Keuangan/ Administrasi
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi
Prosedur
Aktivitas/Kondisi Parameter Penanggung
No. Peraturan Terkait Lokasi Frekuensi /Instrument
Peralatan Pantau/Ukur Jawab
Kerja
1. Upaya Pemantauan Kualitas Udara PP RI No. 41/1999 Area proyek dan 1 kali Project Manager SOP/IK.01
Lingkungan ambien SO2, NO2, lapangan
CO, HC,TSP
Intensitas Kebisingan 8K5edpBmenkes Area genset 1 kali Project Manager SOP/IK.01
< 1405/Menkes/SK/XI/2002
Cahaya [Link] No. Kep. Area proyek dan 2 kali Project Manager SOP/IK.01
51/Men/1999 tentang lapangan
Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika Di Tempat
Kerja
Debu [Link] No. Kep. Area proyek dan 3 kali Project Manager SOP/IK.01
51/Men/1999 tentang lapangan
Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika Di Tempat
Kerja
Getaran [Link] No. Kep. Area proyek dan 4 kali Project Manager SOP/IK.01
51/Men/1999 tentang lapangan
Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika Di Tempat
Kerja
2. Upaya pemantauan Nihil kecelakaan permen PU 21/2018 Area proyek dan setiap hari Site Manager SOP/IK.01
Tingkat Kecelakaan lapangan
Kerja
3. Upaya pemantauan tepat waktu di lokasi Permenaker No. Area proyek dan setiap hari Site Manager SOP/IK.01
jam kerja proyek 01/Men/1980 tentang K 3 lapangan
Pada Konstruksi
Bangunan
4. Upaya pemantauan semua mendapatkan Permenburutrans No. Area proyek dan Setiap 1 Manajer SOP/IK.01
kesehatan pekerja dan keterangan sehat Per.02/Men/1980 lapangan bulan Keuangan/
karyawan tentang Pemeriksaan Administrasi
Kesehatan Tenaga Kerja
Dalam Penyelenggaraan
Keselamatan Kerja
5. Upaya Pemantauan tidak Kepber Menaker dan Area proyek dan Setiap 1 Project Manager SOP/IK.01
Peralatan Kerja mogok/macet/rusak Men PU No. Kep.174 Thn lapangan bulan
1986 dan No.104 Thn
1986 tentang
Keselamatan Kerja Pada
Tempat Kegiatan
Konstruksi
Permenaker
No.Perm05/Men/1985
tentang Pesawat Angkat
Dan Angkut
[Link] No. Kep.
51/Men/1999 tentang
Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika Di Tempat
Kerja
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.2. Tinjauan manajemen
Sistem manajemen adalah rangkaian kegiatan yang teratur dan saling berhubungan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dengan menggunakan manusia dan
sumber daya yang ada ( Sucofindo, 1999).
Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau biasa disebut SMK3 adalah bagian dari
sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung
jawab, pelaksanaan, prosedur proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan
pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam
rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat
kerja yang aman.
Jadi, sistem manajemen K3 merupakan rangkaian kegiatan yang teratur dan saling berhubungan
secara keseluruhan yang berguna dalam pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja
agar dapat menciptakan suasana tempat kerja yang aman.
Sistem manajemen K3 dalam pelaksanaannya juga memiliki pola tahapan dalam kosep dasarnya.
Pola tahapan pada konsep dasar tersebut disebut “Plan-DoCheck-Action”, yang meliputi :
• Penetapan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap
penerapan SMK3.
• Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan SMK3.
• Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan
mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai
kebijakan, tujuan dan sasaran.
• Mengukur dan memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta
melakukan tindakan pencegahan dan perbaikan.
• Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan SMK3 secara berkesinambungan
dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.
Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. Diklasifikasikan dengan kategori sesuai
dan tidak sesuai tolok ukur sebagaimana dalam Perencanaan Keselamatan Konstruksi. Hal-hal yang
tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan peningjauan ulang untuk di
ambil tindakan perbaikan.
No. Dok :
REVIEW
No. MR : 01 Tanggal Review : :
:
Nama Paket : Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16 Kabupaten Tangerang. Departemen : Dept. Adm/Keuangan
: ..............................
Hal Rapat : ..............................
: ..............................
Hari/Tanggal
Peserta
No. Permasalahan Rencana Tindak Lanjut Target Waktu Status Penanggung Jawab
Ditinjau
Disusun oleh : Petugas Keselamatan Konstruksi Disetujui Pelaksana
Untuk menjamin kesesuaian dan keefektifan yang berkesinambungan guna pencapaian tujuan
SMK3, pengusaha dan/atau pengurus perusahaan atau tempat kerja harus melakukan tinjauan
ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala;
dan tinjauan ulang SMK3 harus dapat mengatasi implikasi K3 terhadap seluruh kegiatan, produk
barang dan jasa termasuk dampaknya terhadap kinerja perusahaan.
Demikian Penyusunan Rencana Keselamatan Konstruksi CV. FAR CONTRACTOR, disusun sebagai
petunjuk dalam pelaksanaan Paket Pekerjaan Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16
Kabupaten Tangerang pada Satuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.
IWAN RIDWAN.
Direktur