0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan32 halaman

02 RKK 16 FC

Dokumen ini adalah Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) untuk pembangunan SMKN 16 Kabupaten Tangerang oleh CV. FAR CONTRACTOR. RKK mencakup komitmen keselamatan, perencanaan, identifikasi bahaya, dan evaluasi kinerja untuk memastikan keselamatan selama pelaksanaan proyek. Tujuannya adalah mencapai Zero Accident dengan mematuhi standar keselamatan yang berlaku.

Diunggah oleh

anwar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan32 halaman

02 RKK 16 FC

Dokumen ini adalah Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) untuk pembangunan SMKN 16 Kabupaten Tangerang oleh CV. FAR CONTRACTOR. RKK mencakup komitmen keselamatan, perencanaan, identifikasi bahaya, dan evaluasi kinerja untuk memastikan keselamatan selama pelaksanaan proyek. Tujuannya adalah mencapai Zero Accident dengan mematuhi standar keselamatan yang berlaku.

Diunggah oleh

anwar
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMERINTAH PROVINSI BANTEN

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B)
Jalan Syeh Nawawi Al-Bantani, Sukajaya Curug Kota Serang Telp. (0254) 267066

RENCANA KESELAMATAN KONTRUKSI


(RKK)
KEGIATAN :
PENGELOLAAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

PEKERJAAN :
PEMBANGUNAN UNIT SEKOLAH BARU SMKN 16 KABUPATEN TANGERANG

LOKASI :
SMKN 16 KABUPATEN TANGERANG

KELOMPOK KERJA PEMILIHAN :


POKJA 570 – DINDIK - PK

APBD PROVINSI BANTEN


TAHUN ANGGARAN 2025
RENCANA KESELAMATAN KONSTRUKSI
CV. FAR CONTRACTOR
PENAWARAN

DAFTAR ISI
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1 Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal
A.2 Komitmen Keselamatan Konstruksi
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.
B.2 Rencana tindakan (sasaran & program)
B.3 Standar dan peraturan perundangan
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.1 Sumber Daya
C.2 Kompetensi
C.3 Kepedulian
C.4 Komunikasi
C.5 Informasi Terdokumentasi
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D.1 Perencanaan Operasi
D.2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1 Pemantauan dan evaluasi
E.2 Tinjauan manajemen
E.3 Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.1 Kepedulian pimpinan terhadap Isu eksternal dan internal

CV. FAR CONTRACTOR yang bergerak di bidang Jasa Konstruksi berkomitmen dan peduli terhadap
Keselamatan Konstruksi khusus dalam pencapaian penanganan isu keselamatan konstruksi dengan
langkah-langkah sebagai berikut :

1. Peduli dalam mempromosikan pemahaman akan kebutuhan keselamatan konstruksi dan


membudayakan keselamatan konstruksi dalam seluruh kegiatan pelaksanaan konstruksi;

2. Peduli dalam melakukan sosialisasi tentang keselamatan konstruksi terhadap seluruh tenaga kerja
maupun masyarakat dtdalam lingkungan kerja konstruksi;

3. Peduli dalam melaksanakan implementasi sesuai rencana keselamatan konstruksi bedasarkan


perundang-undangan yang berlaku dalam keselamatan konstruksi nasional;

4. Mencegah kecelakaan, kebakaran, sakit akibat kerja, keamanan dan pencemaran lingkungan;

5. Memantau dan mengevaluasi terhadap kinerja keselamatan konstruksi serta melakukan perbaikan
secara berkelanjutan

Serang, 26 September 2025


Penawar,
CV. FAR CONTRACTOR

IWAN RIDWAN
Direktur
A. Kepemimpinan dan Partisipasi Pekerja dalam Keselamatan Konstruksi
A.2 Komitmen Keselamatan Konstruksi

PAKTA KOMITMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI

Saya yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama : IWAN RIDWAN


Jabatan : Direktur
Bertindak untuk : CV. FAR CONTRACTOR
Dan atas nama

Dalam rangka pengadaan Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16 Kabupaten Tangerang yang
ditenderkan oleh Pokja Pemilihan POKJA 570 – DINDIK - PK, berkomitmen melaksanakan konstruksi
berkeselamatan demi terciptanya Zero Accident, dengan memastikan bahwa seluruh pelaksanaan
konstruksi :

1. Memenuhi ketentuan Keselamatan Konstruksi;


2. Menggunakan tenaga kerja kompeten bersertifikat;
3. Menggunakan peralatan yang memenuhi standar kelaikan;
4. Menggunakan material yang memenuhi standar mutu;
5. Menggunakan teknologi yang memenuhi standar kelaikan;
6. Melaksanakan Standar Operasi dan Prosedur (SOP); dan
7. Memenuhi 9 (sembilan) komponen biaya penerapan SMKK

Serang, 26 September 2025


Penawar,
CV. FAR CONTRACTOR

IWAN RIDWAN.
Direktur
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.1. Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang.

TABEL 1. IDENTIFIKASI BAHAYA, PENILAIAN RISIKO, PENGENDALIAN DAN PELUANG

Nama Perusahan : CV. FAR CONTRACTOR


Paket Pekerjaan Konstruksi : Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16 Kabupaten Tangerang
Lokasi : Kabupaten Tangerang
Tanggal dibuat : Serang, 26 September 2025

DESKRIPSI RISIKO PENILAIAN RISIKO PENILAIAN SISA RISIKO


PENGENDALI KEMU NILAI TINGK KETER
PERSYARATAN PENGENDALIAN NILAI TINGKAT KEPAR
NO. IDENTIFIKASI BAHAYA JENIS BAHAYA (Tipe KEMUNG KEPARAHA AN NG RESIK AT ANGA
URAIAN PEKERJAAN PEMENUHAN PERATURAN AWAL RESIKO (F RESIKO AHAN
(Skenario Bahaya) Kecelakaan) KINAN (F) N (A) LANJUTAN KINAN O (F X RESIK N
X A) (TR) (A)
(F) A) O (TR)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
1. Pekerjaan Struktur

- Pembesian - Tangan terjepit - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 2 6 Tingkat Penerapan 2 2 2 6


Struktur Beton Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Sedang Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
- Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis Tempat Kegiatan
(Stress, Konstruksi
Tidak_harmonis - Permenaker No.
dan 01/Men/1980 tentang K
Habis_dimarahi) 3 Pada Konstruksi
Bangunan
- Tersandung dan - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 2 6 Tingkat Penerapan 2 2 2 6
Tergelincir Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Sedang Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
- Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis Tempat Kegiatan
(Stress, Konstruksi
Tidak_harmonis - Permenaker No.
dan 01/Men/1980 tentang K
Habis_dimarahi) 3 Pada Konstruksi
Bangunan
- Bekisting dan - Bekisting dan - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 4 12 Tingkat Penerapan 3 3 6 12
Perancah Perancah runtuh Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Besar Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis (Stress, Tempat Kegiatan
Tidak_harmonis dan Konstruksi
Habis_dimarahi) - Permenaker No.
01/Men/1980 tentang K
3 Pada Konstruksi
Bangunan
- Tersandung dan - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 6 9 Tingkat Penerapan 3 2 3 9
Tergelincir Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Besar Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
- Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis Tempat Kegiatan
(Stress, Konstruksi
Tidak_harmonis - Permenaker No.
dan 01/Men/1980 tentang K
Habis_dimarahi) 3 Pada Konstruksi
Bangunan
- Pekerjaan Beton - Mata iritasi terkena - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 1 3 Tingkat Penerapan 1 1 1 3
debu Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kecil Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
- Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis Tempat Kegiatan
(Stress, Konstruksi
Tidak_harmonis - Permenaker No.
dan 01/Men/1980 tentang K
Habis_dimarahi) 3 Pada Konstruksi
Bangunan
- Debu terhirup - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 1 3 Tingkat Penerapan 1 1 1 3
Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kecil Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
- Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis Tempat Kegiatan
(Stress, Konstruksi
Tidak_harmonis - Permenaker No.
dan 01/Men/1980 tentang K
Habis_dimarahi) 3 Pada Konstruksi
Bangunan
- Iritasi kulit - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 1 3 Tingkat Penerapan 1 1 1 3
Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kecil Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
- Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis Tempat Kegiatan
(Stress, Konstruksi
Tidak_harmonis - Permenaker No.
dan 01/Men/1980 tentang K
Habis_dimarahi) 3 Pada Konstruksi
Bangunan
- Kaki tertusuk kawat - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 2 6 Tingkat Penerapan 2 2 2 6
atau paku Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Sedang Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
- Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis Tempat Kegiatan
(Stress, Konstruksi
Tidak_harmonis - Permenaker No.
dan 01/Men/1980 tentang K
Habis_dimarahi) 3 Pada Konstruksi
Bangunan
- Pekerjaan di - Patah Tulang, terkilir - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 2 6 Tingkat Penerapan 2 2 2 6
Ketinggian Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Sedang Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
- Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis Tempat Kegiatan
(Stress, Konstruksi
Tidak_harmonis - Permenaker No.
dan 01/Men/1980 tentang K
Habis_dimarahi) 3 Pada Konstruksi
Bangunan
- Pekerja, perkakas dan - Kecelakaan Kerja - Permenaker - Menggunakan 3 2 6 Tingkat Penerapan 2 2 2 6
material jatuh Ringan No.Perm05/Men/1985 APD, APK & Risiko Kontrol
- Penyebab Benda tentang Pesawat Angkat mengikuti instruksi Sedang Administatif
Bergerak (Lurus, Dan Angkut kerja K3
Berputar, Acak - Kepber Menaker dan - Memasang
dan Men PU No. Kep.174 Thn prosedur dan
Mengangkut/Me 1986 dan No.104 Thn instruksi kerja
ngangkat) 1986 tentang - Mentaati
- Penyebab Keselamatan Kerja Pada peraturan K3
Phsycologis Tempat Kegiatan
(Stress, Konstruksi
Tidak_harmonis - Permenaker No.
dan 01/Men/1980 tentang K
Habis_dimarahi) 3 Pada Konstruksi
Bangunan

Tabel B-6 Penetapan Tingkat Risiko

Keparahan Keterangan :
Keparahan 1 2 3 4 5
1-4 : Tingkat resiko kecil
1 1 2 3 4 5
2 2 4 6 8 10 5-12 : Tingkat resiko sedang
3 3 6 9 12 15 15-25 : Tingkat resiko besar
4 4 8 12 16 20
5 5 10 15 20 25
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.2. Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus)

TABEL 2. RENCANA TINDAKAN (SASARAN KHUSUS DAN PROGRAM KHUSUS)

Nama Perusahan : CV. FAR CONTRACTOR


Paket Pekerjaan Konstruksi : Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16 Kabupaten Tangerang
Lokasi : Kabupaten Tangerang
Tanggal dibuat : Serang, 26 September 2025

SASARAN PROGRAM
PENGENDALIAN RISIKO (SESUAI KOLOM
NO JADWAL BENTUK INDIKATOR PENANGGUNG
TABEL 6 IBPRP) URAIAN TOLAK UKUR URAIAN KEGIATAN SUMBER DAYA
PELAKSANAAN MONITORING PENCAPAIAN JAWAB
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1. Menggunakan APD, APK & mengikuti Terciptanya kondisi Nihil tingkat Safety Morning, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Form Request Tertib melaksanakan Pelaksana
instruksi kerja K3 nihil kecelakaan kerja keparahan Safety Meeting & dan APD pelaksanaan ditandatangani oleh prosedur & instruksi
konstruksi Construction Safety PPK kerja, tertib
Induction menggunakan APD
dan APK
Mentaati peraturan Lalu Lintas Terselenggaranya Nihil kecelakaan lalin Sewa kendaraan/dan Purchase Order (PO) Sesuai jadwal Komunikasi verbal Terkirimnya peralatan Pelaksana
keselamatan lalin pekerja atau dengan sewa/milik sendiri pelaksanaan dan checklist dan material/bahan
pekerja Rekruitmen Sopir kendaraan angkut tepat waktu
berpengalaman dan
memiliki SIM
Pastikan area dan situasi pekerjaan aman Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan APD, APK, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib melaksanakan Pelaksana
ketertiban dan keparahan Prosedur dan dan APD pelaksanaan dan checklist prosedur & instruksi
kelancaran Instruksi Kerja kerja
pelaksanaan
pekerjaan
2. Menggunakan APD, APK & mengikuti Terciptanya kondisi Nihil tingkat Safety Morning, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Form Request Tertib melaksanakan Pelaksana
instruksi kerja K3 nihil kecelakaan kerja keparahan Safety Meeting & dan APD pelaksanaan ditandatangani oleh prosedur & instruksi
konstruksi Construction Safety PPK kerja, tertib
Induction menggunakan APD
dan APK
Memasang prosedur dan instruksi kerja Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan SDM dan ATK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib, disiplin dan Pelaksana
percepatan keparahan Banner/papan pelaksanaan dan checklist tepat waktu
komunikasi dan informasi prosedur
informasi kepada dan instruksi kerja
pekerja
Mentaati peraturan K3 Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan APD, APK, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib melaksanakan Pelaksana
ketertiban dan keparahan Prosedur dan dan APD pelaksanaan dan checklist prosedur & instruksi
kelancaran Instruksi Kerja kerja
pelaksanaan
pekerjaan
3.. Menggunakan APD, APK & mengikuti Terciptanya kondisi Nihil tingkat Safety Morning, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Form Request Tertib melaksanakan Pelaksana
instruksi kerja K3 nihil kecelakaan kerja keparahan Safety Meeting & dan APD pelaksanaan ditandatangani oleh prosedur & instruksi
konstruksi Construction Safety PPK kerja, tertib
Induction menggunakan APD
dan APK
Memasang prosedur dan instruksi kerja Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan SDM dan ATK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib, disiplin dan Pelaksana
percepatan keparahan Banner/papan pelaksanaan dan checklist tepat waktu
komunikasi dan informasi prosedur
informasi kepada dan instruksi kerja
pekerja
Mentaati peraturan K3 Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan APD, APK, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib melaksanakan Pelaksana
ketertiban dan keparahan Prosedur dan dan APD pelaksanaan dan checklist prosedur & instruksi
kelancaran Instruksi Kerja kerja
pelaksanaan
pekerjaan
4. Menggunakan APD, APK & mengikuti Terciptanya kondisi Nihil tingkat Safety Morning, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Form Request Tertib melaksanakan Pelaksana
instruksi kerja K3 nihil kecelakaan kerja keparahan Safety Meeting & dan APD pelaksanaan ditandatangani oleh prosedur & instruksi
konstruksi Construction Safety PPK kerja, tertib
Induction menggunakan APD
dan APK
Memasang prosedur dan instruksi kerja Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan SDM dan ATK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib, disiplin dan Pelaksana
percepatan keparahan Banner/papan pelaksanaan dan checklist tepat waktu
komunikasi dan informasi prosedur
informasi kepada dan instruksi kerja
pekerja
Mentaati peraturan K3 Terciptanya Nihil tingkat Penyediaan APD, APK, Daftar inventaris APK Sesuai jadwal Komunikasi verbal Tertib melaksanakan Pelaksana
ketertiban dan keparahan Prosedur dan dan APD pelaksanaan dan checklist prosedur & instruksi
kelancaran Instruksi Kerja kerja
pelaksanaan
pekerjaan
B. Perencanaan keselamatan konstruksi
B.3. Standar dan peraturan perundangan

NO. PERATURAN PERUNDANGAN

1. Undang-Undang Dasar 1945


2. UU No. 1/1970 Tentang Keselamatan Kerja
3. UU No. 23/1992 Tentang Kesehatan
4. UU No. 3/1992 Tentang Jaminan Sosisal Tenaga Kerja
5. Undang – Undang No. 2 Tahun 2017 Tentang jasa Konstruksi
6. Peraturan Pemerintah Nomor 50 tahun 2012 tentang Penerapan SMK3
7. Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Umum
8. Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. : Ins/11/M/BW/1997 Tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran
9. Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I No. : Kep-186/Men/1999 Tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
10. Instruksi Menteri Tenaga Kerja No. : Ins/11/M/BW/1997 Tentang Pengawasan Khusus K3 Penanggulangan Kebakaran
11. Permenburutrans No. 7 tahun 1964 tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan Serta Penerangan Dalam Tempat Kerja
12. Permenaker No. 1 tahun 1978 Tentang Keselamatan Kerja Dalam Penebangan Dan Pengangkutan Kayu
13. Permenaker No.1 tahun 1979 Tentang Pengadaan Kantin Dan Ruangan Makan
14. Permenaker No. 01/Men/1980 tentang K 3 Pada Konstruksi Bangunan
15. Permenburutrans No. Per.02/Men/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Dalam Penyelenggaraan Keselamatan Kerja
16. Permenaker No. 04/Men/1980 tentang Syarat-Syarat Pemasangan Dan Pemeliharaan Alat Pemadam Api Ringan
17. Permenaker No. Per.01/Men/1981 tentang Kewajiban Melapor Penyakit Akibat Kerja
18. Permenaker No. 1 tahun 1982 tentang Bejana Tekanan
19. Permenaker No. 02/Men/1982 tentang Kualifikasi Juru Las
20. Permenaker 2 tahun 1983 tentang lnstalasi Alarm Kebakaran Automatik
21. Permenaker No. Per.03/MEN/Tahun 1985 Tentang Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Pemakaian Asbes
22. Permenaker No.Perm05/Men/1985 tentang Pesawat Angkat Dan Angkut
23. Kepber Menaker dan Men PU No. Kep.174 Thn 1986 dan No.104 Thn 1986 tentang Keselamatan Kerja Pada Tempat Kegiatan Konstruksi
24. Permenaker No. Per 04/Men/1987 tentang Panitia Pembina Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Serta Tata Cara Penunjukkan Ahli Keselamatan Kerja
25. Peramenakertrans No. Per.01/Men/1989 tentang Kualifikasi Dan Syarat-Syarat Operator Keran Angkat
26. Permenaker no. PER.02/MEN/1989 Tentang Pengawasan lnstalasi Penyalur Petir
27. Permenaker No. 3 tahun 1999 tentang Syarat Syarat Keselamatan Dan Kesehatan Kerja Untuk Lift
28. Surat Edaran No. Seso1/Men/1997 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Kimia Di Udara Lingkungan Kerja
29. Surat Edaran Dirjen Binawas No. 05/Bw/1997 tentang Penggunaan Alat Pelindung Diri
30. Permenaker No. 03/Men/1998 tentang Tata Cara Pelaporan Dan Pemeriksaan Kecelakaa
31. Permenaker No. 4 tahun 1998 tentang Pengangkatan Pemberhentian Dokter Penasehat
32. [Link] No. Kep. 51/Men/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika Di Tempat Kerja
33. Kepnaker No. Kep-186/Men/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran Di Tempat Kerja
C.. Dukungan Keselamatan Konstruksi
Dalam upaya pelaksanaan pekerjaan dalam proyek perlu diadakannya dukungan keselamatan
konstruksi yang meliputi :

C.1 Sumber Daya

Penanggung Jawab K3

Emergency P3K Kebakaran

Tugas, Tanggung Jawab dan Wewenang Tenaga Keselamatan Konstruksi:


Penanggung Jawab K3
o Menerapkan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
o Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait K3 Konstruksi
o Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi
o Merencanakan dan menyusun program K3
o Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3
o Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program, prosedur kerja
dan instruksi kerja K3
o Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman teknis K3
konstruksi
o Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3, jika
diperlukanan
o Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta keadaan darurat

Emergency/Kedaruratan
o Menerapkan program emergency/kedaruratan
o Bertanggung jawab terhadap pelaksanaan dan pelatihan keadaan darurat secara
keseluruhan
o Mendata seluruh personil dan menugaskan Tim P3K dalam pencarian orang yang hilang
o Mengkoordinir pelaksanaan penanganan kondisi darurat, evakuasi dan evaluasi kondisi
darurat secara keseluruhan
o Melakukan pemantauan dan pengendalian dalam setiap kondisi keadaan darurat termasuk
melakukan mitigasi apabila terjadi kecelakaan kerja
o Memastikan kesiapan tim dan peralatan keadaan darurat tersedia sesuai kondisi lapangan

Tim P3K
o Menerapkan program emergency/kedaruratan
o Menerapkan programP3K
o Melaksanakan tindakan P3K di tempat kerja
o Merawat fasilitas P3K di tempat kerja, meliputi:
▪ Ruanang P3P3K
▪ Kotatak P3K dan isisinynya
▪ Alat evakakuauasi dantrtrananspsporortatasisi
▪ Fasilitas tambahan berupa alat pelindung diri (APD) dan/atau peralatan khusus di
tempat kerja yang memiliki potensi bahaya yang bersifat khusus
o Mencatat setiap kegiatan P3K dalam buku kegiatan
o Membuat laporan kegiatan P3K secara periodik

Tim Kebakarn
o Menerapkan program Kebakakaran
o Menyusun rencana kegiatan sesuai kebijakan
o Menetapkan semua kegiatan unit manajemen keselamatan kebakaran pada pekerjaan
konstruksi
o Mengimplementasikan kebijakan operasi pemadam kebakaran konstruksiksi dan
lingkungannya
o Melaksanakan aktifitas unit manajemen keselamatan kebakaran di tempat kerja
o Mengendalikan aktifitas terkait dengan perpencegahan dan penanggulangan kebakaran
sesuai rencana kerja.
o Melakukan koordinasi dengan pihak instansi pemadam kebakaran dan instansi terkait
DIAGRAM ALIR KEADAAN DARURAT BAHAYA KEBAKARAN DI PROYEK

Kebakaran

Manager Pelaksana/ Ahli K3


Tidak Konstruksi/ Mandor setempat akan
Besar memadamkan api dengan free

Ya

Manager Pelaksana melaporkan


Manager Pelaksana/Ahli K3 Konstruksi/Mandor kebakaran dengan menisi formulir
setempat akan memberitahukan seluruh
pekerja /karyawan melalui :
1. Sirine/Horn;
2. Megaphone.

Personil setempat akan segera mematikan


seluruh arus listrik dan memindahkan
barang/material yang mudah terbakar

Manager Pelaksana/ Ahli K3 Konstruksi/


Mandor setempat segera menghubungi petugas
kebakaran/ Kantor Damkar setempat

Manager Pelaksana melaporkan kebakaran


dengan menisi formulir pelaporan

Catatan :
Manager proyek telah mencatat nomor telephone/ contact person petugas kebakaran/kantor damkar
DIAGRAM ALIR KEADAAN DARURAT KASUS KECELAKAAN DI PROYEK

Kecelakaan

Diobati dengan fasilitas P3K


Parah
Tidak

Ya

Manager Pelaksana/ Ahli K3 Manager Pelaksana/Ahli K3


Konstruksi/Mandormembawa ke Konstruksi/ Mandor membawa ke
klinik terdekat RSUD kabupaten klinik terdekat
Tangerang

1. Manager pelaksana/ Ahli K3


Konstruksi/ Mandor melaporkan
kecelakaan dengan mengisi formulir
laporan kecelakaan kerja
2. Sekecil apapun kecelakaan Manajer
pelaksana/ ahli K3 Konstruksi/ mandor
segera melakukan investigasi peyebab
kecelakaan dan melaporkan hasil
investigasi dalam formulir accident or
incident report.
3. Pada kasus kecelakaan berat/ parah
yang mengharuskan pekerja/
karyawan untuk rawat inap di
rumahsakit, manager pelaksana
bersama manager keuangan akan
terus mamantau proses perawatan

Catatan :
Manager proyek telah mencatat nomor telephone/ contact person RSUD
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.2. Kompetensi

STANDARD OF OPERATING PROCEDURE (SOP)


PENINGKATAN KOMPETENSI KARYAWAN
DIAGRAM ALIR DOKUMEN KETERANGAN

MULAI 1. Peningkatan kompetensi


pegawai berupa pelatihan

DIREKTUR DAN KOMANDITER Surat Undangan, Agenda Rapat, 2. Sesuai dengan kebutuhan
Notulen dan Bukti Serah Terima untuk pemenuhan atau
Mengadakan Rapat tentang peningkatan
peningakatan kompetensi
karyawan
3. Bila tidak disetujui ditunda
atau dibatalkan
MANAGER UMUM/ KEUANGAN Surat Persetujuan dan proposal,
identifikasi Kebutuhan Peningkatan 4. SK tim perekrutan diedarkan
Mengusulkan peningkatan kompetensi karyawan sesuai
kompetensi karyawan kepada menggunakan bukti serah
program kerja
direktur dan komanditer terima

5. Diedarkan langsung ke
Tidak pegawai yang terkait
Setuju?

Ya 6. Identitas pendaftar lengkap


1. SK Tim Perekrutan
2. Surat edaran/pengumuman
3. Formulir pendaftaran 7. Dilaksanakan sesuai jadwal
MANAGER UMUM/ KEUANGAN
4. Daftar Rekapitulasi dan tepat waktu
5. Daftar Hadir
1. Membentuk Tim Perekrutan;
2. Pengumuman perekrutan; 6. Naskah Pelatihan
3. Penerimaan pendaftaran; ID Card 8. Sertifikat digandakan untuk
4. Melaksanakan peningkatan 7. Dokumentasi, sertifikat, diserahkan sebagai arsip dan
kompetensi karyawan; Laporan kepada pagawai yang ikut
5. Membuat laporan pelaksanaan 8. pelaksanaan & pertanggung
dan pertanggung jawaban
pelatihan sebagai portofolio
jawaban keuangan, form
kepada direktur. yang diperbaharui/diinput
kompetensi
pada data pribadi dan form
kompetensi personil
SELESAI
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.3. Kepedulian

Kepedulian merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan membuat rencana dan
program kerja sebagai tindakan pencegahan terhadap risiko kecelakaan kerja, sakit akibat
pekerjaandan pemulihan lingkungan yang tercemar akibat pekerjaan konstruksi.

Program kepedulian keselamatan konstruksi sebagai berikut :

Penyedia Jasa : CV. FAR CONTRACTOR


Nama Paket : Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16 Kabupaten Tangerang

NO URAIAN Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Keterangan

Seluruh pekerjaan terukur dan


1. terpantau dalam pelaksanaan NP NP NP
pemenuhan standar K3 konstruksi

Program pemeriksaan dan


pengawasan secara periodik dalam
2. NP NP NP
mengindetifikasi bahaya
kecelakaan dan sakit akibat kerja

Melaksanakan sosialisasi terhadap


lingkungan masyarakat sekitar area
3. pekerjaan yang berpeluang NP NP NP
terhadap potensi bahaya di lokasi
kerja

Melakukan rapat rutin manajemen


proyek sebagai bahan evaluasi
4. NP NP NP
dalam setiap risiko bahaya yang
muncul di tempat kerja

Memfasilitasi terhadap kebutuhan


bahan utilitas dan tenaga kerja
5. NP NP NP
serta peralatan pendukung sesuai
rencana keselamatan konstruksi

Catatan : NP = belum dalam program


C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.4. Komunikasi

Komunikasi, Konsultasi, Motivasi dan Kepedulian

1. TUJUAN
Memberikan pedoman untuk penyebarluasan atau mengkomunikasikan informasi-
infomasi lingkungan hidup, keselamatan dan kesehatan kerja kepada pihak internal
dan eksternal perusahaan secara efektif.

2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini berlaku untuk seluruh fasilitas operasi CV. FAR CONTRACTOR dan
semua pihak yang bekerja di area tersebut. Hal-hal yang diatur dalam prosedur ini
adalah cara untuk menyebarluaskan informasi-informasisi terkait dengan
lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerjaja (K3) dan kepada pihak internal
maupun eksternal Perusahaan.

3. DEFINISI
o Informasi K3, yaitu informasi tentang lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja
yang meliputi :
▪ Peraturan perundangan K3 Indonesia dan Internasional
▪ tandar Nasional Indonesia dan Internasional
▪ Kebijakan terpadu danan EHS Management Systestem Manual CV. FAR
CONTRACTOR
▪ Kondisi bahaya, laporan inspeksi dan laporan & hasil investigasi kecelakaan
kerja
▪ Laporan internal / eksternal audit dan hasil rapat tinjauan ulang
manajemen
▪ Prosedur dan instruksi kerja K3
▪ Risalah rapat bulanan / khusus P2K3, pelatihan-pelatihanan K3
▪ Tanda-tanda, peringatan bahaya dan tanda / peringatan K3 lainnya
▪ Dan informasi-informasi lainnya yang terkait dengan K3

o Internal Perusahaan, yaitu semua karyawan (karyawan bulanan, harian tetap,


harian borongan maupun harian musiman) yang terkait dengan kegiatan operasi
CV. FAR CONTRACTOR

o Eksternal Perusahaan,yaitu semua pihak-pihak yang terkait baik langsung maupun


tidak langsung dengan operasi CV. FAR CONTRACTOR,seperti dalam penyediaan
pasokan barang/ material maupun jasa (supplier / pemasok barang,kontraktor /
sub kontraktor, dll.), termasuk tamu-tamu yang akan berkunjung ke lingkungan
operasi CV. FAR CONTRACTOR maupun penyediaan informasi K3 kepada-kepada
instansi-instansi pemerintah yang terkait dan berwenang.

o Konsultansi K3, adalah usaha atau kegiatan untuk mendapatkan solusi dari
masalah yang dihadapai dan peluang untuk perbaikan penerapan, pengembangan
dan pemeliharaan sistem manajemen K3
4. REFERENSI
o Permenaker No.05/MEN/1996, SMK3, elemen 3.1.4. dan 3.2.1.

5. PROSEDUR
5.1. Tanggung Jawab
Direktur bertanggung jawab untuk senantiasa berkoordinasi baik secara internal maupun
eksternal perusahaan (Dinas Lingkungan Hidup, Disnaker Propinsi/Kab/Kota, Bapeda
Propinsi/Kabupaten/Kota, Dinkes, dan instansi / institusi lain terkait berkaitan dengan
aspek K3) yang bertujuan untuk memastikan bahwa peraturan dan perundangan, standar,
dan informasi K3 lainnya senantiasa up to date / terbaru dan dikomunikasikan /
diinformasikan pada departemen terkait di dalam lingkungan operasi Perusahaan Kami.

Manager Lapangan bertanggung jawab untuk menginformasikan ketentuan-ketentuan K3


Perusahaan Kami, kepada supplier / pemasok dan kontraktor / sub kontraktor yang akan
memasok barang atau jasa / bekerja dilingkungan operasi yang bekerja sama dengan
Perusahaan Kami.

Manager Administrasi/Keuangan bertanggung jawab untuk menyediakaan sarana-sarana


dan penyebarluasan informasi-informasi K3 kepada seluruh karyawan yang ada di
Departemennya.

[Link]
5.2.1. Komununikasi Internal
Karyawan pada Perusahaan Kami diberikan atau mendapat informasi mengenai pedoman
dan prosedur Sistem Manajemen Lingkungan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3)
serta pelaksanaannya di lingkungan Perusahaan, melalui kegiatan pelatihan dan
pelaksanaannya dikoordinir oleh Manager Administrasi/Keuangan.

Karyawan Perusahaan Kami mendapatkan informasi mengenai kebijakan terpadu (kualitas,


lingkungan, keselamatan dan kesehatan kerja), manual SMK3, hasil rapat-rapat P2K3,
artikel-artikel K3, perubahan pada prosedur / instruksi kerja, penyelesaian masalah /
keluhan K3, program-program dan kinerja K3.

Informasi ini diberikan melalui pelatihan, penjelasan / briefing K3 harian / mingguan atau
melalui papan pengumuman dan bulletin K3 (melalui media cetak atau elektronik internal
perusahaan).

Informasi mengenai peraturan perundangan K3 akan disediakan oleh Project Manager


kepada tiap Manager Lapangan.

Laporan hasil kegiatan inspeksi K3, pemantauan lingkungan dan lingkungan.

Kerja dan penyelidikan kecelakaan disiapkan oleh Project Manager sebagai salah satu
bahan yang akan dibahas dalam rapat bulanan / rapat khusus P2K3, dan dibuatkan risalah
rapat P2K3 dan disebarluaskan kepada tiap seluruh anggota P2K3.

Hasil laporan audit internal / eksternal SMK3 disiapkan oleh personil Project Manager
berdasarkan laporan tim auditor internal / eksternal dan didistribusikan kepada pihak
internal (Direksi, Ketua P2K3) dan pihak eksternal jika diperlukan (misal Auditor Eksternal ).

Tanda-tanda peringatan K3 (poster, sign, label, dll) disediakan oleh Manager


Administrasi/Keuangan dengan terlebih dahulu disetujui oleh Project Manager dan Ahli K3
melampirkan hasil identifikasi bahaya dan penilaian resiko di departemennya disertai
dengan formulir pengajuan permintaan tanda-tanda peringatan K3.
Untuk memudahkan penyebaran informasi yang berkaitan dengan K3 dalam lingkup
Perusahaan Kami, maka dibuat daftar penyebarluasan informasi K3.

5.2.2. Komunikasi Eksternal

Personil Administrasi/Keuangan menghubungi instansi-instansi terkait (misal: Disnaker


Propinsi/Kabupaten/Kota, Bapeda, Dinkes dan sebagainya) untuk mendapatkan informasi
terkini mengenai peraturan perundangan berkaitan dengan K3 di Indonesia.

Setiap 3 bulan sekali CV. FAR CONTRACTOR melaporkan hasil kegiatan P2K3 kepada Dinas
Tenaga Kerja Setempat, dimana laporannya disiapkan oleh sekretaris P2K3 dan
ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris P2K3. Laporan kecelakaan kerja dan hasil
penyelidikannya disiapkan oleh Manager Administrasi/Keuangan dan disampaikan kepada
Site Manager, Ketua P2K3 tembusannya kepada pihak Disnaker setempat.

Pihak pemasok dan kontraktor / sub kontraktor yang terikat kontrak dengan Perusahaan
Kami, untuk menyediakan barang atau jasa diinformasikan tentang kebijakan dan
ketentuan K3 Perusahaan Kami. Informasi diberikan oleh Procurement Manager dan bila
diperlukan Perusahaan Kami dapat memberikan pelatihan awal atau penjelasan / briefing
K3 kepada kontraktor yang akan bekerja di lingkungan Perusahaan Kami.

Pihak Satuan Pengaman / Security di Pos Komando Keamanan perusahaan berkewajiban


memberikan informasi kepada setiap tamu yang akan memasuki area pabrik / plant di
lingkungan operasi. Tentang Kebijakan Terpadu (Kualitas, Lingkungan, Keselamatan dan
Kesehatan Kerja), peraturan-peraturan umum K3 dan prosedur menghadapi keadaan
darurat.

Pihak Satuan Pengaman / Security yang ada di Pos Ronda setiap Gedung / Area Produksi
atau Kepala Departemen / Personil Departemen yang ditunjuk berkewajiban memberikan
informasi-informasi K3 dan prosedur tanggap darurat yang berlaku di area tersebut kepada
setiap tamu yang akan masuk ke gedung / area departemen / plant tersebut.

Informasi-informasi yang berkaitan dengan kondisi darurat / emergency yang terjadi di


perusahaan diatur dan mengikuti prosedur komunikasi tanggap gawat darurat.

Untuk menjamin kerahasiaan semua informasi yang berkaitan dengan K3, diatur dan
mengikuti peraturan perusahaan mengenai “Non-Disclosure Agreement”
(Perjanjian/Kesepakatan Tidak Membocorkan Rahasia Perusahaan) yang telah ditanda
tangani oleh setiap karyawan Kami.

5.2.3. Alat Media Komunikasi


Alat dan Media komunikasiyayang digunakan dapat berupa dan tidak terbatas hanya pada
alat dan media sebagai berikut :
▪ Electronic mail ( e-mail )
▪ Meeting( townhall, P2K3,dsb.)
▪ Briefing
▪ One to one personal contact
▪ Papan pengumuman
▪ Pelatihan atau kursus
▪ Banner, poster (Promosi)
▪ Distribusi dokumen ( Manual, standard procedure, supporting doc, record )
▪ Telepon, facsimile, internet
▪ TV Media
5.3. Konsultansi K3
Konsultasi ini bisa dilakukan di internal CV. FAR CONTRACTOR untuk melibatkan karyawan
maupun dengan pihak eksternal, seperti Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintah terkait,
Lembaga Swadaya masyarakat (NGO – Non Government Organization), perusahaan
asuransi, konsultan K3, dsb.

Beberapa contoh konsultasi K3 adalah :


▪ Konsultasi dengan wakil karyawan dalam pembuatan kebijakan K3.
▪ Konsultasi dengan karyawan yang ahli maupun dengan pihak eksternal untuk
pemenuhan terhadap peraturan perundangan dan persyaratan lainnya.
▪ Konsultasi dengan Perguruan Tinggi atau lembaga penelitian dalam usaha
pencegahan pencemaran lingkungan dan pemanfaatan limbah.
▪ Konsultasi dengan pihak konsultan eksternal untuk usaha-usaha peningkatan
perilaku dan kinerja karyawan terkait dengan K3.

5.4. Motivasi dan Kesadaran


Komunikasi dan konsultasi K3 tersebut akan meningkatkan motivasi dan kesadaran
semuaua orang baik karyawan maupun pipihak ketigiga yang berada di di area
operasi CV. FAR CONTRACTOR untuk menerapkan, mengembangkan dan
memelihara sistem manajemen K3 untuk memperbaiki kinerja K3 secara
menyeluruh.

Tabel. Jadwal Program Komunikasi

No. Jenis Komunikasi PIC Waktu Pelaksanaan


Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety Petugas Keselamatan Selambat-lambatanya 3 (tiga) Hari Kalender
1.
Induction) Konstruksi Setelah Pre Construction Meeting (PCM)
2. Pertemuan pagi hari (safety morning) Pelaksana 07.30 WIB s.d 08.00 WIB Setiap Hari
Pertemuan Kelompok Kerja (toolbox Hari Jumat Sore Jam 15.00 s.d 16.00 WIB
3. Pelaksana
meeting) Setiap minggu
Rapat Keselamatan Konstruksi
4. Pelaksana
(construction safety meeting)
C. Dukungan Keselamatan Konstruksi
C.5. Informasi Terdokumentasi
Prosedur operasi/kerja harus disediakan pada setiap jenis pekerjaan dan dibuat melalui analisa
pekerjaan berwawasan K3 (Job Safety Analysis) oleh personil yang kompeten.
Prosedur informasi K3 harus menjamin pemenuhan kebutuhan untuk:
a) mengkomunikasikan hasil dari sistem manajemen, temuan audit dan tinjauan ulang
manajemen dikomunikasikan pada semua pihak dalam perusahaan yang bertanggung
jawab dan memiliki andil dalam kinerja perusahaan;
b) melakukan identifikasi dan menerima informasi K3 dari luar perusahaan; dan
c) menjamin bahwa informasi K3 yang terkait dikomunikasikan kepada orang-orang di luar
perusahaan yang membutuhkan.

Informasi yang perlu dikomunikasikan meliputi:


a) Persyaratan eksternal/peraturan perundangan-undangan dan internal/indikator kinerja K3;
b) Izin kerja;
c) Hasil identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko serta sumber bahaya yang meliputi
keadaan mesin- mesin, pesawat-pesawat, alat kerja, peralatan lainnya, bahan-bahan,
lingkungan kerja, sifat pekerjaan, cara kerja, dan proses produksi;
d) Kegiatan pelatihan K3;
e) Kegiatan inspeksi, kalibrasi dan pemeliharaan;
f) Pemantauan data;
g) Hasil pengkajian kecelakaan, insiden, keluhan dan tindak lanjut;
h) Identifikasi produk termasuk komposisinya;
i) Informasi mengenai pemasok dan kontraktor; dan
j) Audit dan peninjauan ulang SMK3.

Prosedur pelaporan informasi yang terkait harus ditetapkan untuk menjamin bahwa pelaporan
yang tepat waktu dan memantau pelaksanaan SMK3 sehingga kinerjanya dapat ditingkatkan.
Prosedur pelaporan terdiri atas:
a) Prosedur pelaporan internal yang harus ditetapkan untuk menangani:
1 pelaporan terjadinya insiden;
2 pelaporan ketidaksesuaian;
3 pelaporan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja; dan
4 pelaporan identifikasi sumber bahaya.
b) Prosedur pelaporan eksternal yang harus ditetapkan untuk menangani pelaporan yang
dipersyaratkan peraturan perundang-undangan; dan pelaporan kepada pemegang saham
atau pihak lain yang terkait. Laporan harus disampaikan kepada pihak manajemen
dan/atau pemerintah.

c. Pendokumentasian kegiatan K3 Pendokumentasian kegiatan K3 digunakan untuk:


a) menyatukan secara sistematik kebijakan, tujuan dan sasaran K3;
b) menguraikan sarana pencapaian tujuan dan sasaran K3;
c) mendokumentasikan peranan, tanggung jawab dan prosedur;
d) memberikan arahan mengenai dokumen yang terkait dan menguraikan unsur-unsur lain
dari sistem manajemen perusahaan; dan
e) menunjuk bahwa unsur-unsur SMK3 yang sesuai untuk perusahaan telah diterapkan.
Dalam pendokumentasian kegiatan K3, perusahaan harus menjamin bahwa:
a) dokumen dapat diidentifikasi sesuai dengan uraian tugas dan tanggung jawab di
perusahaan;
b) dokumen ditinjau ulang secara berkala dan jika diperlukan dapat direvisi;
c) dokumen sebelum diterbitkan harus lebih dahulu disetujui oleh personil yang berwenang;
d) dokumen versi terbaru harus tersedia di tempat kerja yang dianggap perlu;
e) semua dokumen yang telah usang harus segera disingkirkan; dan
f) dokumen mudah ditemukan, bermanfaat dan mudah dipahami.

D. Operasi Keselamatan Konstruksi


D1. Perencanaan Operasi
Perencanaan operasional berupa prosedur kerja / petunjuk kerja, yang harus mencakup seluruh
upaya pengendalian, diantaranya :
1. Upaya pengendalian berdasarkan lingkup pekerjaan
2. Rencana penunjukan personil yang akan ditugaskan menjadi Penganggung Jawab Kegiatan
SMK3
3. Prediksi dan rencana penanganan kondisi keadaan darurat tempat kerja
4. Rencana prosedur / petunjuk kerja yang perlu di siapkan
5. Rencana program pelatihan / sosialisasi sesuai pengendalian resiko
6. Sistem pertolongan pertama pada kecelakaan
7. Persyaratan Operator Alat Angkat
a) Operator Alat Angkat harus memenuhi kompetensi;
b) Setiap Operator alat angkat harus memiliki SIO (Surat Izin Operasi) atau bersertifikat yang
di keluarkan oleh Badan yang berwenang.
8. Rambu Peringatan / Larangan / Anjuran
a) Penempatan Rambu-rambu peringatan/larangan/anjuran harus dipasang sesuai dengan
kondisi di tempat kerja;
b) Rambu peringatan/larangan/anjuran harus mudah dilihat dan dapat dibaca.
9. Alat Pelindung Diri
a) Alat pelindung diri diidentifikasi berdasarkan hasil penilaian risiko;
b) Alat pelindung diri (APD) diberikan kepada pekerja sesuai dengan jenis pekerjaan.
10. Tamu/pengunjung dan pihak luar
a) Pengendalian dan pembatasan akses masuk dan akses keluar tempat kerja;
b) Persyaratan APD (Alat Pelindung Diri);
c) Induksi K3;
d) Prosedur dan Persyaratan tanggap darurat.
No. Dok :

CV. FAR CONTRACTOR


JOB SAFETY ANALYSIS No. Rev
Tgl Rilis
Hal
:
:
:

No. JSA : 01 Tanggal Pekerjaan : Minggu 1 sd. Minggu 12


Nama Paket : Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16 Kabupaten Tangerang Terbit :
Departemen : Dept. Teknik dan Pelaksana
Nama Pekerjaan : Pekerjaan Persiapan Pelaksana : Operator/Sopir/Kenek/
Mandor/Pekerja
Pengawas : Yudhi A Erik & Agus
cheklist cheklist cheklist cheklist cheklist
APD/APK : Helm/Safety Helmet Pelindung di Ketinggian/Full Penyumbat
V V Body Harness Telinga/Ear Plug ............... ...............
Sepatu/Safety Shoes Kacamata Pengaman/Safety Penutup
V V
Glasses Barang/Terpal ............... ...............
V Sarung Tangan/Safety Gloves Baju Kerja Las/Appron V Rambu lalin ............... ...............
V Rompi Keselamatan/Safety Vest Pelindung Wajah/Face Shield V Kerucut lalin ............... ...............
V Masker Pernafasan/Respiratory Penutup Telinga V .Gerobak Dorong ............... ...............

No. Urutan Langkah Pekerjaan Identifikasi Bahaya Pengendalian Penanggung Jawab


1 Persiapan pengerjaan Cidera sedang (tangan/kaki tergores) Pemeriksaan peralatan dan surat
jalan Site Manager

Peralatan rusak Pemeriksaan kompetensi dan


kesehatan
2 Pengukuran Cidera sedang (tangan/kaki tergores, Cara pengukuran yang efektif
terjatuh/terpeleset) Site Manager
Peralatan rusak Pengecekan peralatan
3 Pengangkutan menaikkan/menurunkan muatan Cidera sedang (tangan/kaki tergores, Pemeriksaan kesehatan
terjatuh/terpeleset) Project Manager
Tertimpa bahan material Pengecekan peralatan
4 Pemesanan material/bahan Cidera sedang (tangan/kaki tergores, Pemeriksaan kesehatan
terjatuh/terpeleset) Project Manager
Terkena perlatan kerja memasang rambu dan kerucut lalin

5 Pemasangan Cidera sedang (tangan/kaki tergores, Pengecekan kesehatan pekerja Project Manager
terjatuh/terpeleset)
Terkena perlatan kerja menggunakan APD & APK
6 Pengujian Cidera sedang (tangan/kaki tergores, Pengecekan kesehatan pekerja Project Manager
terjatuh/terpeleset)
Tertimbun urugan dan Terperosok ke dalam menggunakan APD & APK
galian

Ditinjau
Disusun oleh Petugas Keselamatan Konstruksi Disetujui Pelaksana

Nama ACHMAD SUPRAJA, ST Nama ANGGI MAHARANI,ST


Tanggal Tanggal
D. Operasi Keselamatan Konstruksi
D2. Kesiapan dan Tanggapan Terhadap Kondisi Darurat
Langkah-langkah Kesiapan yang perlu dilakukan untuk perencanaan tanggap darurat adalah :
1. Perencanaan Identifikasi keadaan darurat :
o mengidentifikasi semua situasi darurat yang mungkin dihadapi organisasi selama jam kerja
atau setelah jam kerja.
o Mempertimbangkan lokasi perusahaan, sifat pekerjaan perusahaan, mesin atau bahan
kimia yang digunakan, dibuat, atau disimpan di dalam lokasi.
o Membuat daftar semua potensi keadaan darurat yang mungkin dihadapi perusahaan.
o Melakukan penilaian risiko yang terkait dengan keadaan darurat ini.

2. Identifikasi persediaan/sumber daya yang diperlukan untuk menanggapi keadaan darurat :


o Menilai kemampuan tempat kerja untuk merespons keadaan darurat yang termasuk
sumber daya internal dan eksternal, persediaan medis atau lainnya yang diperlukan untuk
menanggapi keadaan darurat.
o Mengendalikan beberapa keadaan darurat dengan kontrol proaktif, seperti mengurangi
sumber pengapian. Selain kontrol proaktif, identifikasi kontrol reaktif seperti saluran
komunikasi, bantuan medis, generator, peralatan pemadam kebakaran, dan lain-lain yang
mungkin diperlukan saat keadaan darurat terjadi.

3. Membuat rencana tanggap darurat :


Rencana Tanggap Darurat dibuat setelah keadaan darurat dan mekanisme tanggapan mereka
diidentifikasi. Ini akan mencakup prosedur untuk menangani keadaan darurat, lokasi dan
instruksi untuk fasilitas darurat, prosedur evakuasi, alarm dan fasilitas darurat.

4. Melaksanakan komunikasikan dan melatih pekerja / pemangku kepentingan yang relevan


tentang tanggap darurat :
Begitu Rencana Tanggap Darurat dibuat, penting untuk mengkomunikasikan rencana tersebut
kepada semua pekerja / pemangku kepentingan yang relevan. Melatih pekerja untuk
menangani situasi darurat. Latihan darurat yang sering dapat dilakukan untuk mendidik pekerja
dari waktu ke waktu.

5. Evaluasi dan revisi prosedur tanggap darurat :


Prosedur tanggap darurat harus dievaluasi setelah latihan atau setelah keadaan darurat
dihadapi. Jika perlu, prosedur darurat ini harus diubah atau direvisi berdasarkan hasil pengujian
atau latihan.

6. Perencanaan tanggap darurat penting bagi setiap perusahaan karena selalu lebih baik berhati-
hati dengan cara aman daripada menyesal. Membuat rencana respons yang efektif untuk
keadaan darurat mungkin membutuhkan usaha yang lebih, tetapi tentunya akan terbayarkan
dalam jangka panjang. Sehingga kepastian keselamatan pekerja terjamin dan membantu
membangun tempat kerja yang sehat dan aman.
Membuat Prosedur Dan Menentukan Jalur Evakuasi:
o Menentukan kondisi apa saja yang memerlukan evakuasi
o Menentukan tim evakuasi / floor warden (kapten lantai) untuk membantu proses evakuasi
berjalan lancar dan aman
o Prosedur evakuasi yang jelas dan rinci, termasuk penentuan jalur dan jalan keluar menuju
tempat berkumpul. Jalur evakuasi harus mudah dipahami, tidak rumit, dan mudah diakses.
Jalur evakuasi yang digunakan harus memuat tanda petunjuk arah keluar dan dilengkapi
sarana pendukung lainnya.
o Prosedur evakuasi harus membantu penyandang disabilitas
o Mempertimbangkan kebutuhan transportasi untuk evakuasi banyak pekerja.

Mengangkat Ahli K3 Konstruksi sebagai Koodinator Rencana Tanggap Darurat bertanggung jawab
untuk:
o Menilai situasi untuk menentukan apakah keadaan darurat membutuhkan aktivasi
prosedur darurat
o Mengawasi semua upaya penanggulangan keadaan darurat di seluruh area, termasuk
kegiatan evakuasi
o Mengkoordinasikan layanan darurat dengan pihak luar, seperti bantuan medis dan
departemen pemadam kebakaran setempat dan memastikan bahwa mereka tersedia dan
diberitahu bila diperlukan
o Mengarahkan penutupan operasional pabrik apabila diperlukan.

Kalau mendengar tanda keadaan darurat yang harus dilakukan adalah :


o Seluruh karyawan yang terlibat dalam tim penanggulangan segera menuju ke tempat
kejadian untuk membantu penanggulangan.
o Unit kerja yang tidak bergabung dalam tim penanggulangan harus tetap siaga untuk
menunggu instruksi.
o Tindakan karyawan di lingkungan pekerjaan
- Hentikan semua pekerjaan dan perhatikan instruksi atasan
- Matikan sumber api (rokok, kompor, dan lain-lain)
- Matikan aliran listrik yang tidak berfungsi
o Tindakan karyawan non teknis
- Hentikan semua kegiatan dan perhatikan instruksi atasan
- Amankan arsip-arsip
- Matikan semua peralatan listrik yang tidak berfungsi
- Matikan sumber api (rokok, kompor, dan lain-lain)
- Bila ada instruksi meninggalkan gedung jangan menggunakan lift

EVAKUASI
1. Penyelamat
2. Latihan
3. Pembinaan pengetahuan evakuasi

PENANGGULANGAN
1. Pelaksanaan pemadam kebakaran
2. Bekerjasama dengan unit pemadam lain
3. Peningkatan ketrampilan pemadam kebakaran
P3K
1. Pelayanan pertolongan pertama darurat kebakaran
2. Bekerjasama dengan instansi lain dalam penanganan kondisi darurat Sistem pertolongan
pertama pada kecelakaan.

A. Sarana Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K)


1. Terdapat kotak P3K yang memadai dan tersedia pada tempat-tempat yang mudah
terjangkau.
2. Terdapat personil penanggung jawab K3.
3. Tersedia tempat dan kendaraan yang selalu siap untuk mengangkut orang yang cedera ke
puskesmas / rumah sakit.
4. Kecelakaan kerja harus segera dilaporkan kepada petugas K3 secepat mungkin.
5. Proyek harus menyediakan sarana pelayanan kesehatan, bisa berupa sarana pelayanan
kesehatan yang dikelola sendiri atau bekerja sama dengan pusat kesehatan masyarakat
(puskesmas) yang berada di sekitar lokasi proyek.

B. Penanganan Jika Pekerja Mengalami Kecelakaan


1. Petugas K3 segera memeriksa dan memberikan pertolongan pertama.
2. Petugas K3 segera menentukan apakah korban perlu dibawa ke puskesmas atau tidak.
3. Apabila perlu Petugas K3 membawa korban ke Puskesmas untuk perawatan lebih lanjut.
4. Petugas K3 membuat laporan kecelakaan dan diserahkan kepada Project Manager.
5. Membuat Laporan untuk pihak luar (Jamsostek / Asuransi).

C. Penanganan Jika Pekerja Sakit


1. Petugas K3 segera memeriksa dan memberikan pengobatan atas gejala sakit.
2. Petugas K3 segera menentukan apakah pasien perlu dibawa ke puskesmas/rumah sakit
atau tidak,
3. Petugas K3 membawa pasien ke puskesmas/rumah sakit untuk pengobatan lebih lanjut.
4. Membuat laporan adanya pekerja sakit di lokasi kerja.

D. Penanganan Jika Pekerja Meninggal


1. Untuk pekerja meninggal karena kecelakaan kerja, Ahli K3 Konstruksi segera memberikan
kabar kepada keluarga korban, membuat dan mengirimkan laporan ke lembaga asuransi
Jamsostek/BPJS Ketenagakerjaan), Depnaker dan Kepolisiani. Waktu dan format
disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Selanjutnya Ahli K3 bekerja sama dengan
bagian administrasi membuat dan mengirim laporan kecelakaan intern dan evaluasinya
kepada Manajer Keuangan.
2. Untuk pekerja meninggal karena sakit di lokasi ker]a, petugas K3 segera mengadakan
pertemuan dengan bagian administrasi membuat laporan dan petunjuk yang perlu untuk
menindak lanjuti kejadian tersebut Selanjutnya laporan tersebut dikirim kepada Manajer
Keuangan.
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi

Pengendalian pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 dilakukan mengacu pada kegiatan yang
dilaksanakan pada bagian Operasi keselamatan konstruksi berdasarkan upaya pengendalian pada
bagian Perencanaan keselamatan konstruksi dan Dukungan keselamatan konstuksi.

Hal-hal yang harus dilaporkan dalam laporan evaluasi dan kinerja K3 adalah :

Rekapitulasi kecelakaan kerja dengan mengacu pada pelaporan dan penyelidikan kecelakaan yang
sudah dibuat.
1. Occupational Injury/Illness (Cidera/Sakit Akibat Kerja)
2. Fatality (Meninggal Dunia)
3. Loss Work Day / Loss Time Injury (Hilang Hari Kerja)
4. Restricted Work Day (Kerja Terbatas)
5. Medical Treatment (Perawatan Kesehatan)
6. First Aid (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan)
- Fire Accident (Kebakaran)
- Traffic Accident (Kecelakaan lalu lintas)
- Environmental Accident (Kecelakaan Lingkungan)
- Property Damage Accident (Kecelakaan peralatan atau mesin)
- Near miss (Hampir celaka)
- Man Hour (Jam kerja)
- Km Driven (Kilometer mengemudi – untuk kendaraan perusahaan)

E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi


E.1. Pemantauan dan evaluasi

Jadwal Inspeksi dan Audit

Bulan Ke-
No. Kegiatan PIC
1 2 3
Inspeksi Keselamatan Pelaksana dan Petugas Keselamatan
1.
Konstruksi Konstruksi
Patroli Keselamatan
2. Pelaksana
Konstruksi
3. Audit internal Manajer Keuangan/ Administrasi
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.1. Pemantauan dan evaluasi

Matriks Pemantauan, Pengukuran, Analisis dan Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi

Prosedur
Aktivitas/Kondisi Parameter Penanggung
No. Peraturan Terkait Lokasi Frekuensi /Instrument
Peralatan Pantau/Ukur Jawab
Kerja
1. Upaya Pemantauan Kualitas Udara PP RI No. 41/1999 Area proyek dan 1 kali Project Manager SOP/IK.01
Lingkungan ambien SO2, NO2, lapangan
CO, HC,TSP
Intensitas Kebisingan 8K5edpBmenkes Area genset 1 kali Project Manager SOP/IK.01
< 1405/Menkes/SK/XI/2002
Cahaya [Link] No. Kep. Area proyek dan 2 kali Project Manager SOP/IK.01
51/Men/1999 tentang lapangan
Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika Di Tempat
Kerja
Debu [Link] No. Kep. Area proyek dan 3 kali Project Manager SOP/IK.01
51/Men/1999 tentang lapangan
Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika Di Tempat
Kerja
Getaran [Link] No. Kep. Area proyek dan 4 kali Project Manager SOP/IK.01
51/Men/1999 tentang lapangan
Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika Di Tempat
Kerja
2. Upaya pemantauan Nihil kecelakaan permen PU 21/2018 Area proyek dan setiap hari Site Manager SOP/IK.01
Tingkat Kecelakaan lapangan
Kerja
3. Upaya pemantauan tepat waktu di lokasi Permenaker No. Area proyek dan setiap hari Site Manager SOP/IK.01
jam kerja proyek 01/Men/1980 tentang K 3 lapangan
Pada Konstruksi
Bangunan
4. Upaya pemantauan semua mendapatkan Permenburutrans No. Area proyek dan Setiap 1 Manajer SOP/IK.01
kesehatan pekerja dan keterangan sehat Per.02/Men/1980 lapangan bulan Keuangan/
karyawan tentang Pemeriksaan Administrasi
Kesehatan Tenaga Kerja
Dalam Penyelenggaraan
Keselamatan Kerja
5. Upaya Pemantauan tidak Kepber Menaker dan Area proyek dan Setiap 1 Project Manager SOP/IK.01
Peralatan Kerja mogok/macet/rusak Men PU No. Kep.174 Thn lapangan bulan
1986 dan No.104 Thn
1986 tentang
Keselamatan Kerja Pada
Tempat Kegiatan
Konstruksi
Permenaker
No.Perm05/Men/1985
tentang Pesawat Angkat
Dan Angkut
[Link] No. Kep.
51/Men/1999 tentang
Nilai Ambang Batas
Faktor Fisika Di Tempat
Kerja
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.2. Tinjauan manajemen

Sistem manajemen adalah rangkaian kegiatan yang teratur dan saling berhubungan untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan dengan menggunakan manusia dan
sumber daya yang ada ( Sucofindo, 1999).

Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau biasa disebut SMK3 adalah bagian dari
sistem manajemen secara keseluruhan yang meliputi struktur organisasi perencanaan, tanggung
jawab, pelaksanaan, prosedur proses dan sumber daya yang dibutuhkan bagi pengembangan
pencapaian, pengkajian dan pemeliharaan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dalam
rangka pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja guna terciptanya tempat
kerja yang aman.

Jadi, sistem manajemen K3 merupakan rangkaian kegiatan yang teratur dan saling berhubungan
secara keseluruhan yang berguna dalam pengendalian resiko yang berkaitan dengan kegiatan kerja
agar dapat menciptakan suasana tempat kerja yang aman.

Sistem manajemen K3 dalam pelaksanaannya juga memiliki pola tahapan dalam kosep dasarnya.
Pola tahapan pada konsep dasar tersebut disebut “Plan-DoCheck-Action”, yang meliputi :

• Penetapan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja dan menjamin komitmen terhadap
penerapan SMK3.
• Merencanakan pemenuhan kebijakan, tujuan dan sasaran penerapan SMK3.
• Menerapkan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja secara efektif dengan
mengembangkan kemampuan dan mekanisme pendukung yang diperlukan untuk mencapai
kebijakan, tujuan dan sasaran.
• Mengukur dan memantau dan mengevaluasi kinerja keselamatan dan kesehatan kerja serta
melakukan tindakan pencegahan dan perbaikan.
• Meninjau secara teratur dan meningkatkan pelaksanaan SMK3 secara berkesinambungan
dengan tujuan meningkatkan kinerja keselamatan dan kesehatan kerja.

Hasil pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3 pada bagian E. Diklasifikasikan dengan kategori sesuai
dan tidak sesuai tolok ukur sebagaimana dalam Perencanaan Keselamatan Konstruksi. Hal-hal yang
tidak sesuai, termasuk bilamana terjadi kecelakaan kerja dilakukan peningjauan ulang untuk di
ambil tindakan perbaikan.
No. Dok :

CV. FAR CONTRACTOR MANAGEMENT No.


Tgl
Hal
Rev :
Rilis :
:

REVIEW
No. MR : 01 Tanggal Review : :
:
Nama Paket : Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16 Kabupaten Tangerang. Departemen : Dept. Adm/Keuangan
: ..............................
Hal Rapat : ..............................
: ..............................
Hari/Tanggal
Peserta

No. Permasalahan Rencana Tindak Lanjut Target Waktu Status Penanggung Jawab

Ditinjau
Disusun oleh : Petugas Keselamatan Konstruksi Disetujui Pelaksana

Nama : ACHMAD SUPRAJA, ST Nama : ANGGI MAHARANI,ST


Tanggal : Tanggal :
E. Evaluasi Kinerja Keselamatan Konstruksi
E.3. Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi

Peningkatan kinerja keselamatan konstruksi dilakukan dengan melakukan pemantauan,


pengawasan, pelatihan dan pembahasan rapat SMK3 secara periodik serta dengan melaksanakan
audit secara menyeluruh dimulai pada tahap pelaksanaan serta penyelesaian proyek.

Untuk menjamin kesesuaian dan keefektifan yang berkesinambungan guna pencapaian tujuan
SMK3, pengusaha dan/atau pengurus perusahaan atau tempat kerja harus melakukan tinjauan
ulang terhadap penerapan SMK3 secara berkala;
dan tinjauan ulang SMK3 harus dapat mengatasi implikasi K3 terhadap seluruh kegiatan, produk
barang dan jasa termasuk dampaknya terhadap kinerja perusahaan.

Tinjauan ulang penerapan SMK3, paling sedikit meliputi:


1) evaluasi terhadap kebijakan K3;
2) tujuan, sasaran dan kinerja K3;
3) hasil temuan audit SMK3; dan
4) evaluasi efektifitas penerapan SMK3, dan kebutuhan untuk pengembangan SMK3.

Perbaikan dan peningkatan kinerja dilakukan berdasarkan pertimbangan:


a) perubahan peraturan perundang-undangan;
b) tuntutan dari pihak yang terkait dan pasar;
c) perubahan produk dan kegiatan perusahaan;
d) perubahan struktur organisasi perusahaan;
e) perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk epidemologi;
f) hasil kajian kecelakaan dan penyakit akibat kerja;
g) adanya pelaporan; dan/atau adanya saran dari pekerja/buruh.

Demikian Penyusunan Rencana Keselamatan Konstruksi CV. FAR CONTRACTOR, disusun sebagai
petunjuk dalam pelaksanaan Paket Pekerjaan Pembangunan Unit Sekolah Baru SMKN 16
Kabupaten Tangerang pada Satuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten.

Serang, 26 September 2025


Penawar,
CV. FAR CONTRACTOR

IWAN RIDWAN.
Direktur

Anda mungkin juga menyukai