0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

CP Final

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran mata pelajaran Matematika untuk SMP Negeri 1 Borbor sesuai dengan Kurikulum Merdeka, yang mencakup tujuan, karakteristik, dan capaian pembelajaran untuk kelas VII, VIII, dan IX. Mata pelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kreatif siswa melalui berbagai elemen konten dan proses matematika. Capaian pembelajaran mencakup pemahaman bilangan, aljabar, pengukuran, geometri, serta analisis data dan peluang.

Diunggah oleh

nerlin793
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan7 halaman

CP Final

Dokumen ini menjelaskan capaian pembelajaran mata pelajaran Matematika untuk SMP Negeri 1 Borbor sesuai dengan Kurikulum Merdeka, yang mencakup tujuan, karakteristik, dan capaian pembelajaran untuk kelas VII, VIII, dan IX. Mata pelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir logis, analitis, dan kreatif siswa melalui berbagai elemen konten dan proses matematika. Capaian pembelajaran mencakup pemahaman bilangan, aljabar, pengukuran, geometri, serta analisis data dan peluang.

Diunggah oleh

nerlin793
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KI KD / CAPAIAN PEMBELAJARAN

KURIKULUM MERDEKA

Nama Sekolah :SMP NEGERI 1 BORBOR


Nama penyusun :1. SAIDA SIANIPAR
2. MARYANTI PANJAITAN,[Link]
3. NERLIN TIURMA MARPAUNG,[Link]
Mata pelajaran : Matematika
Fase D, Kelas / Semester : VII ,VIII, & IX / GANJIL & GENAP
CAPAIAN PEMBELAJARAN KURIKULUM MERDEKA
MATEMATIKA FASE D KELAS VII,VIII & IX
(Sesuai Kemendikbudristek No. 33 Th. 2022 Tentang Capaian Pembelajaran)

IV. CAPAIAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA


A. Rasional Mata Pelajaran Matematika
Matematika merupakan ilmu atau pengetahuan tentang belajar atau
berpikir logis yang sangat dibutuhkan manusia untuk hidup yang mendasari
perkembangan teknologi modern. Matematika mempunyai peran penting dalam
berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Matematika
dipandang sebagai materi pembelajaran yang harus dipahami sekaligus sebagai
alat konseptual untuk mengonstruksi dan merekonstruksi materi tersebut,
mengasah, dan melatih kecakapan berpikir yang dibutuhkan untuk memecahkan
masalah dalam kehidupan.
Belajar matematika dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam
berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif. Kompetensi tersebut
diperlukan agar pembelajar memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan
memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu
berubah, penuh dengan ketidakpastian, dan bersifat kompetitif.
Mata Pelajaran Matematika membekali peserta didik tentang cara berpikir,
bernalar, dan berlogika melalui aktivitas mental tertentu yang membentuk alur
berpikir berkesinambungan dan berujung pada pembentukan alur pemahaman
terhadap materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip,
operasi, relasi, masalah, dan solusi matematis tertentu yang bersifat formal-
universal. Proses mental tersebut dapat memperkuat disposisi peserta didik
untuk merasakan makna dan manfaat matematika dan belajar matematika serta
nilai- nilai moral dalam belajar Mata Pelajaran Matematika, meliputi kebebasan,
kemahiran, penaksiran, keakuratan, kesistematisan, kerasionalan, kesabaran,
kemandirian, kedisiplinan, ketekunan, ketangguhan, kepercayaan diri,
keterbukaan pikiran, dan kreativitas. Dengan demikian relevansinya dengan
profil pelajar Pancasila, Mata Pelajaran Matematika ditujukan untuk
mengembangkan kemandirian, kemampuan bernalar kritis, dan kreativitas
peserta didik. Adapun materi pembelajaran pada Mata Pelajaran Matematika di
setiap Aljabar, Pengukuran, Geometri, Analisis Data dan Peluang, dan Kalkulus
(sebagai pilihan untuk kelas XI dan XII).
B. Tujuan Mata Pelajaran Matematika
Mata Pelajaran Matematika bertujuan untuk membekali peserta didik agar
dapat:
1. memahami materi pembelajaran matematika berupa fakta,konsep, prinsip,
operasi, dan relasi matematis dan mengaplikasikannya secara luwes, akurat,
efisien, dan tepat dalam pemecahan masalah matematis (pemahaman
matematis dan kecakapan prosedural),
2. menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi
matematis dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan
gagasan dan pernyataan matematika (penalaran dan pembuktian matematis),
3. memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,
merancang model matematis, menyelesaikan model atau menafsirkan solusi
yang diperoleh (pemecahan masalah matematis).
4. mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain
untuk memperjelas keadaan atau masalah, serta menyajikan suatu situasi ke
dalam simbol atau model matematis (komunikasi dan representasi
matematis),
5. mengaitkan materi pembelajaran matematika berupa fakta, konsep, prinsip,
operasi, dan relasi matematis pada suatu bidang kajian, lintas bidang kajian,
lintas bidang ilmu, dan dengan kehidupan (koneksi matematis), dan
6. memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu
memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari
matematika, serta sikap kreatif, sabar, mandiri, tekun, terbuka, tangguh, ulet,
dan percaya diri dalam pemecahan masalah (disposisi matematis).
C. Karakteristik Mata Pelajaran Matematika
Mata Pelajaran Matematika diorganisasikan dalam lingkup lima elemen konten
(dengan tambahan 1 elemen sebagai pilihan untuk kelas XI dan XII) dan lima
elemen proses.
1. Elemen konten dalam Mata Pelajaran Matematika terkait dengan pandangan
bahwa matematika sebagai materi pembelajaran (subject matter) yang harus
dipahami peserta didik. Pemahaman matematis terkait erat dengan
pembentukan alur pemahaman terhadap materi pembelajaran matematika
berupa fakta, konsep, prinsip, operasi, dan relasi yang bersifat formal-
universal.

Elemen Deskripsi

Bilangan Bidang kajian Bilangan membahas tentang angka


sebagai simbol bilangan, konsep bilangan, operasi
hitung bilangan, dan relasi antara berbagai operasi
hitung bilangan dalam subelemen representasi
visual, sifat urutan, dan operasi

Aljabar Bidang kajian Aljabar membahas tentang aljabar


non- formal dalam bentuk simbol gambar sampai
dengan aljabar formal dalam bentuk simbol huruf
yang mewakili bilangan tertentu dalam subelemen
persamaan dan pertidaksamaan, relasi dan pola
bilangan, serta rasio dan proporsi.

Pengukuran Bidang kajian Pengukuran membahas tentang


besaran- besaran pengukuran, cara mengukur
besaran tertentu, dan membuktikan prinsip atau
teorema terkait besaran tertentu dalam subelemen
pengukuran besaran geometris dan non-geometris.

Geometri Bidang kajian Geometri membahas tentang berbagai


bentuk bangun datar dan bangun ruang baik dalam
kajian Euclides maupun Non-Euclides serta ciri-
cirinya dalam subelemen geometri datar dan
Elemen Deskripsi

geometri ruang.

Analisis Data dan Bidang kajian Analisis Data dan Peluang membahas
Peluang tentang pengertian data, jenis-jenis data, pengolahan
data dalam berbagai bentuk representasi, dan
analisis data kuantitatif terkait pemusatan dan
penyebaran data serta peluang munculnya suatu data
atau kejadian tertentu dalam subelemen data dan
representasinya, serta ketidakpastian dan peluang.

Kalkulus (sebagai Bidang kajian Kalkulus membahas tentang laju


pilihan untuk kelas perubahan sesaat dari suatu fungsi kontinu, dan
XI dan XII) mencakup topik limit, diferensial, dan integral, serta
penggunaannya.

2. Elemen proses dalam mata pelajaran Matematika terkait dengan pandangan


bahwa matematika sebagai alat konseptual untuk mengonstruksi dan
merekonstruksi materi pembelajaran matematika berupa aktivitas mental
yang membentuk alur berpikir dan alur pemahaman yang dapat
mengembangkan kecakapan- kecakapan.

Elemen Deskripsi

Penalaran dan Penalaran terkait dengan proses penggunaan pola


Pembuktian hubungan dalam menganalisis situasi untuk
Matematis menyusun serta menyelidiki praduga. Pembuktian
matematis terkait proses membuktikan kebenaran
suatu prinsip, rumus, atau teorema tertentu.

Pemecahan Masalah Pemecahan masalah matematis terkait dengan


Matematis proses penyelesaian masalah matematis atau
masalah sehari- hari dengan cara menerapkan dan
mengadaptasi berbagai strategi yang efektif. Proses
ini juga mencakup konstruksi dan rekonstruksi
pemahaman matematika melalui pemecahan
masalah.

Komunikasi Komunikasi matematis terkait dengan pembentukan


alur pemahaman materi pembelajaran matematika
melalui cara mengomunikasikan pemikiran
matematis menggunakan bahasa matematis yang
tepat. Komunikasi matematis juga mencakup proses
menganalisis dan mengevaluasi pemikiran
matematis orang lain.

Representasi Representasi matematis terkait dengan proses


Matematis membuat dan menggunakan simbol, tabel, diagram,
atau bentuk lain untuk mengomunikasikan gagasan
dan pemodelan matematika. Proses ini juga
mencakup fleksibilitas dalam mengubah dari satu
Elemen Deskripsi

bentuk representasi ke bentuk representasi lainnya,


dan memilih representasi yang paling sesuai untuk
memecahkan masalah.

Koneksi Matematis Koneksi matematis terkait dengan proses


mengaitkan antar materi pembelajaran matematika
pada suatu bidang kajian, lintas bidang kajian, lintas
bidang ilmu, dan dengan kehidupan.

D. Capaian Pembelajaran Matematika Setiap Fase


4. Fase D (Umumnya untuk kelas VII, VIII dan IX SMP/MTs/Paket B)
Pada akhir fase D, peserta didik dapat menyelesaikan masalah
kontekstual peserta didik dengan menggunakan konsep-konsep dan
keterampilan matematika yang dipelajari pada fase ini. Mereka mampu
mengoperasikan secara efisien bilangan bulat, bilangan rasional dan
irasional, bilangan desimal, bilangan berpangkat bulat dan akar, bilangan
dalam notasi ilmiah; melakukan pemfaktoran bilangan prima, menggunakan
faktor skala, proporsi dan laju perubahan. Mereka dapat menyajikan dan
menyelesaikan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dan sistem
persamaan linier dengan dua variabel dengan beberapa cara, memahami dan
menyajikan relasi dan fungsi. Mereka dapat menentukan luas permukaan dan
volume bangun ruang (prisma, tabung, bola, limas dan kerucut) untuk
menyelesaikan masalah yang terkait, menjelaskan pengaruh perubahan
secara proporsional dari bangun datar dan bangun ruang terhadap ukuran
panjang, luas, dan/atau volume. Mereka dapat membuat jaring-jaring bangun
ruang (prisma, tabung, limas dan kerucut) dan membuat bangun ruang
tersebut dari jaring-jaringnya. Mereka dapat menggunakan sifat-sifat
hubungan sudut terkait dengan garis transversal, sifat kongruen dan
kesebangunan pada segitiga dan segiempat. Mereka dapat menunjukkan
kebenaran teorema Pythagoras dan menggunakannya. Mereka dapat
melakukan transformasi geometri tunggal di bidang koordinat Kartesius.
Mereka dapat membuat dan menginterpretasi diagram batang dan diagram
lingkaran. Mereka dapat mengambil sampel yang mewakili suatu populasi,
menggunakan mean, median, modus, range untuk menyelesaikan masalah;
dan menginvestigasi dampak perubahan data terhadap pengukuran pusat.
Mereka dapat menjelaskan dan menggunakan pengertian peluang, frekuensi
relatif dan frekuensi harapan satu kejadian pada suatu percobaan sederhana.
Fase D Berdasarkan Elemen

Elemen Capaian Pembelajaran

Bilangan Di akhir fase D, peserta didik dapat membaca,


menulis, dan membandingkan bilangan bulat,
bilangan rasional dan irasional, bilangan desimal,
bilangan berpangkatbulat dan akar, bilangan dalam
notasi ilmiah. Mereka dapat menerapkan operasi
Elemen Capaian Pembelajaran

aritmetika pada bilangan real, dan memberikan


estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah
(termasuk berkaitan dengan literasi finansial).
Peserta didik dapat menggunakan faktorisasi prima
dan pengertian rasio (skala, proporsi, dan laju
perubahan) dalam penyelesaian masalah.

Di akhir fase D peserta didik dapat mengenali,


memprediksi dan menggeneralisasi pola dalam
bentuk susunan benda dan bilangan. Mereka dapat
menyatakan suatu situasi ke dalam bentuk aljabar.
Mereka dapat menggunakan sifat-sifat operasi
(komutatif, asosiatif, dan distributif) untuk
menghasilkan bentuk aljabar yang ekuivalen.
Peserta didik dapat memahami relasi dan fungsi
(domain, kodomain, range) dan menyajikannya
Aljabar dalam bentuk diagram panah, tabel, himpunan
pasangan berurutan, dan grafik. Mereka dapat
membedakan beberapa fungsi nonlinear dari fungsi
linear secara grafik. Mereka dapat menyelesaikan
persamaan dan pertidaksamaan linear satu variabel.
Mereka dapat menyajikan, menganalisis, dan
menyelesaikan masalah dengan menggunakan
relasi, fungsi dan persamaan linear. Mereka dapat
menyelesaikan sistem persaman linear dua variabel
melalui beberapa cara untuk penyelesaian masalah.

Di akhir fase D peserta didik dapat menjelaskan


cara untuk menentukan luas lingkaran dan
menyelesaikan masalah yang terkait. Mereka dapat
menjelaskan cara untuk menentukan luas
permukaan dan volume bangun ruang (prisma,
Pengukuran
tabung, bola, limas dan kerucut) dan menyelesaikan
masalah yang terkait. Mereka dapat menjelaskan
pengaruh perubahan secara proporsional dari
bangun datar dan bangun ruang terhadap ukuran
panjang, besar sudut, luas, dan/atau volume.

Geometri Di akhir fase D peserta didik dapat membuat jaring-


jaring bangun ruang (prisma, tabung, limas dan
kerucut) dan membuat bangun ruang tersebut dari
jaring-jaringnya. Peserta didik dapat menggunakan
hubungan antar-sudut yang terbentuk oleh dua garis
yang berpotongan, dan oleh dua garis sejajar yang
dipotong sebuah garis transversal untuk
menyelesaikan masalah (termasuk menentukan
jumlah besar sudut dalam sebuah segitiga,
menentukan besar sudut yang belum diketahui pada
sebuah segitiga). Mereka dapat menjelaskan sifat-
Elemen Capaian Pembelajaran

sifat kekongruenan dan kesebangunan pada segitiga


dan segiempat, dan menggunakannya untuk
menyelesaikan masalah. Mereka dapat
menunjukkan kebenaran teorema Pythagoras dan
menggunakannya dalam menyelesaikan masalah
(termasuk jarak antara dua titik pada bidang
koordinat Kartesius).
Peserta didik dapat melakukan transformasi tunggal
(refleksi, translasi, rotasi, dan dilatasi) titik, garis,
dan bangun datar pada bidang koordinat Kartesius
dan menggunakannya untuk menyelesaikan
masalah.

Di akhir fase D, peserta didik dapat merumuskan


pertanyaan, mengumpulkan, menyajikan, dan
menganalisis data untuk menjawab pertanyaan.
Mereka dapat menggunakan diagram batang dan
diagram lingkaran untuk menyajikan dan
menginterpretasi data.
Mereka dapat mengambil sampel yang mewakili
suatu populasi untuk mendapatkan data yang terkait
dengan mereka dan lingkungan mereka. Mereka
dapat menentukan dan menafsirkan rerata (mean),
Analisa Data dan median, modus, dan jangkauan (range) dari data
Peluang tersebut untuk menyelesaikan masalah (termasuk
membandingkan suatu data terhadap kelompoknya,
membandingkan dua kelompok data, memprediksi,
membuat keputusan). Mereka dapat
menginvestigasi kemungkinan adanya perubahan
pengukuran pusat tersebut akibat perubahan data.
Peserta didik dapat menjelaskan dan menggunakan
pengertian peluang dan frekuensi relatif untuk
menentukan frekuensi harapan satu kejadian pada
suatu percobaan sederhana (semua hasil percobaan
dapat muncul secara merata).

Anda mungkin juga menyukai