Makalah Pai
Makalah Pai
Disusun Oleh :
Kelas :PAI
Semester : I (Satu)
Kami berterima kasih kepada allah subhanahu wata’ala atas rahmat dan karunia-nya
sehingga makalah ini dapat disusun dengan baik. Dalam makalah ini, pendekatan dan metode
pembelajaran dalam pendidikan agama islam (pai) dibahas, terutama strategi, pendekatan
dialog, keteladanan, kisah, dan strategi pembelajaran. Kami berharap makalah ini akan
membantu guru, siswa, dan pemerhati pendidikan islam meningkatkan kualitas pembelajaran
pai.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu,
kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan di masa yang akan
datang. Semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca, khususnya dalam
meningkatkan kualitas pembelajaran pai.
Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah
ini dan semoga bermanfaat.
Penulis
2
ABSTRAK rekayasa proses pembelajaran dapat didesain oleh pendidik dengan sedemikian
rupa. Idealnya, pendekatan pembelajaran untuk peserta didik yang pandai harus berbeda
dengan kegiatan peserta didik yang berkemampuan sedang atau kurang (walaupun untuk
memahami konsep yang sama). Hal ini dikarenakan, masing masing peserta didik memiliki
keunikan yang berbeda-beda. Hal ini mengindikasikan bahwa pemahaman pendidik terhadap
pendekatan, model, strategi, metode, dan teknik pembelajaran tidak bisa diabaikan. Hal ini
dikarenakan, aktifitas belajar mengajar sangat terkait dengan proses pencarian ilmu
pengetahuan. Untuk itu, dalam mendidik harus sesuai dengan tuntutan zaman, senantiasa
meningkatkan dan mengembangkan rencana dan cara dalam proses pembelajaran.
Pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran merupakan komponen pembelajaran
yang harus dikuasai pendidik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Kata kunci:
pendekatan, strategi, metode dan teknik.
Kata kunci : strategi, pendekatan, metode, pembelajaran, pai
3
DAFTAR ISI
COVER ..................................................................................................................................... 1
KATA PENGANTAR .............................................................................................................. 2
ABSTRAK ................................................................................................................................ 3
DAFTAR ISI ............................................................................................................................. 4
KAJIAN PUSTAKA ................................................................................................................ 5
METODE PENELITIAN ........................................................................................................ 6
A. PENDAHULUAN ................................................................................................................ 7
1. Latar Belakang ................................................................................................................... 7
2. Rumusan masalah ............................................................................................................... 9
3. Tujuan............................................................................................................................... 10
B. PEMBAHASAN................................................................................................................. 11
1. Pendekatan pembelajaran ................................................................................................. 11
2. Bentuk-bentuk pendekatan dalam pembelajaran .............................................................. 13
3. Strategi pembelajaran ....................................................................................................... 16
4. Metode pembelajaran ....................................................................................................... 21
5. Teknik pembelajaran ........................................................................................................ 28
6. Komponen strategi pembelajaran ..................................................................................... 30
KESIMPULAN...................................................................................................................... 33
DAFTAR ISI ........................................................................................................................... 34
4
KAJIAN PUSTAKA
Strategi pertama kali dikenal di dunia militer, khususnya dalam strategi perang.
Seiring berjalannya waktu dan perkembangan zaman, istilah strategi diadopsi ke dalam dunia
pendidikan. Muncullah makna strategi dalam konteks pendidikan yang memiliki arti rencana
tindakan untuk mengatur siasat agar mencapai tujuan pendidikan dengan baik. Dengan kata
lain, strategi dalam konteks pendidikan dapat dimaknai sebagai perencanaan yang berisi
serangkaian kegiatan pembelajaran yang didesain sedemikian rupa guna untuk mencapai
tujuan pendidikan.
Strategi biasanya berkaitan dengan taktik (terutama banyak dikenal dalam lingkungan
militer). Taktik adalah segala cara dan daya untuk menghadapi sasaran tertentu dalam kondisi
tertentu agar memperoleh hasil yang diharapkan secara maksimal. Dalam proses pendidikan,
teknik tidak lazim digunakan, akan tetapi menggunakan metode.1
1
Dr. Hj. Nur’aini,S,Ag., [Link] strategi dan model pembelajaran pendidikan agama islam.
[Link] (diakses pada
tanggal 16 Desember 2025. Pukul 16.39)
5
METODE PENELITIAN
6
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Indonesia terus berbenah, salah satunya adalah upaya peningkatan kualitas pendidikan
yang dilakukan secara berkesinambungan dan terus menerus. Berbagai upaya tentunya
dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dimulai dari pembagunan
secara fisik gedung-gedung sekolah, pengadaan sarana dan prasarana pendidikan,
pengangkatan tenaga kependidikan sampai pengesahan undang undang sistem pendidikan
nasional serta undang undang guru dan dosen. Walaupun secara riil sampai saat ini seluruh
usaha-usaha yang dilakukan pemerintah tersebut belum menampakkan hasil yang
menggembirakan. Pendidikan yang bermutu bertujuan untuk mengembangkan potensi diri,
mencakup kecerdasan intelektual dan kepribadian yang positif.(anwar, 2017) di antara upaya
pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah meningkatkan kualitas guru dan
dosen melalui program sertifikasi.
Melalui program ini diharapkan para guru dan dosen sungguh-sungguh memiliki
kompetensi profesional yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang
memenuhi standar mutu pendidikan di indonesia. Salah satu kemampuan dan keahlian
profesional utama yang harus dimiliki oleh para pendidik adalah kemampuan di bidang
pendidikan dan keguruan, khususnya terkait dengan pendekatan, strategi, metode dan teknik
pembelajaran. Selanjutnya, pelajaran pendidikan agama islam (pai) merupakan pelajaran yang
diajarkan dengan durasi waktu 2 jam perminggu di sekolah dasar. Dengan durasi waktu yang
sangat singkat ini guru pai dituntut untuk mampu menjalankan proses pembelajaran dengan
efektif dan efesien, agar tujuan dari pendidikan dapat tercapai. Dalam usaha mencapai tujuan
pembelajaran tersebut guru dituntut untuk professional, memahami karakteristik peserta didik
dan menggunakan pendekatan yang tepat agar proses pembelajaran menjadi bermakna dan
menyenangkan bagi peserta didik di tingkat sekolah dasar ini. Di samping itu, peran pelajaran
agama juga amat dibutuhkan di era teknologi canggih ini.
Berbagai dampak teknologi ini dapat mempengaruhi karakter siswa. “the inculcation
of islamic values, especially the strengthening of aqidah and noble morals becomes an
inevitable reference, so that children are expected to be able to survive with their islam.
Teachers in schools are responsible for directing and controlling and finding accurate steps to
regain concentration and religious awareness of these children who are in a troubled time in
consuming communication media that continues to roll.” (suriana, 2019b)
7
Tanggung jawab professional guru dalam proses pembelajaran, mengharapkan setiap
pendidik dapat menyiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan proses pembelajaran
sebelum kegiatan pembelajaran berlansung. Hal ini bertujuan supaya kegiatan pembelajaran
dapat berjalan secara efektif dan efesien, sehingga tujuan akhir yang diharapkan dapat
dikuasai oleh semua peserta didik. Kedudukan guru menjadi titik sentral dan awal dari semua
pembangunan pendidikan, karena itu tanpa guru, maka dunia pendidikan tidak memiliki arti
yang signifikan.(wiliandani et al., 2016) pada umumnya, persiapan awal ini membutuhkan
penyusunan perencanaan pembelajaran, dimulai dengan menyusun perumusan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai pada setiap akhir kegiatan pembelajaran, tujuan ini nantinya
menjadi tolak ukur dalam menentukan langkah-langkah berikutnya, yaitu rangkaian kegiatan
yang akan dilaksanakan pendidik selama kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, dalam usaha
mencapai tujuan pembelajaran ini, pendidik dituntut untuk serius dan focus agar perencanaan
pembelajaran dapat tersusun dengan baik.
Di samping itu juga harus dapat memahami pendekatan pembelajaran yang akan
digunakan, pemilihan strategi pembelajaran yang tepat, metode serta teknik pembelajaran
yang sesuai dengan topik dan pembahasan. Keadaan ini tentunya berujung kepada
penerapannya di dalam proses belajar mengajar dengan situasi dan kondisi yang dihadapi
akan berdampak pada tingkat penguasaan dan prestasi belajar peserta didik. Seorang pendidik
baik guru maupun dosen tidak hanya dituntut untuk menguasai bidang studi yang akan
diajarkannya saja. Akan tetapi juga harus menguasai strategi pertransferan ilmu tersebut
kepada peserta didik, sehingga peserta didik dapat mendapatkan ilmu dan kecakapan sesuai
dengan indikator pembelajaran. Untuk itu, pendidik sebagai komponen yang penting dari
tenaga kependidikan memiliki tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran dengan baik.
Dalam pelaksanaan proses pembelajaran tersebut, pendidik diharapkan dapat paham tentang
strategi pembelajaran. Secara kognisi, strategi adalah sebagai proses berfikir induktif yaitu
membuat gengeralisasi dari fakta, konsep, dan prinsip dari apa yang diketahui
seseorang.(suriana, 2019).
Terdapat istilah pendekatan, strategi, metode dan teknik yang sering digunakan untuk
mengambarkan situasi dan kondisi proses pembelajaran, dan istilah tersebut sering tidak
konsisten dan terjadi tumpang tindih dalam penggunaannya. Tulisan ini akan mengkaji dan
membahas secara kontekstual dan komprehensif istilah istilah tersebut, agar tidak terjadi lagi
kesalah pahaman makna dalam proses perencanaan dan proses pembelajaran.
8
2. Rumusan masalah
9
3. Tujuan
10
B. PEMBAHASAN
1. Pendekatan pembelajaran
Pendekatan pembelajaran di dalam kamus besar bahasa indonesia (kbbi), pendekatan
adalah proses, perbuatan dan cara mendekati, suatu sikap atau pandangan tentang sesuatu,
yang biasanya berupa asumsi atau seperangkat asumsi yang saling berkaitan. Pendekatan
(approach) ialah petunjuk atau cara umum dalam memandang permasalahan atau objek
kajian, sehingga berdampak. Pendekatan diibaratkan seorang yang memakai kacamata dengan
warna tertentu di dalam memandang alam sekitar. Kacamata berwarna hijau akan
menyebabkan lingkungan kelihatan kehijau-hijauan dan seterusnya (sri anita w, 2015).
Menurut nurjannah secara garis besar pendekatan dibagi dalam dua pemahaman makna.
Pertama, pendekatan berarti memandang fenomena (budaya dan social). Pemaknaan tekait hal
ini, bahwa pendekatan menjadi paradigma, sedangkan bila cara memandang atau
menghampiri, pendekatan menjadi perspektif atau sudut pandang. Kedua, pendekatan berarti
disiplin ilmu. Maka, terkait perihal ini, dapat disebut studi islam dengan pendekatan
sosiologis sama artinya dengan mengkaji islam dengan menggunakan disiplin ilmu sosiologi.
Konsekuensinya, pendekatan di sini menggunakan teori atau teori- teori dari disiplin ilmu
yang dijadikan sebagai pendekatan (nurjannah rianie, 2014).
Dari beberapa pendapat di atas pendekatan dapat diartikan sebagai suatu sudut
pandang seseorang terhadap proses pembelajaran. Istilah pendekatan merujuk kepada
pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum. Dan kemudian
dalam proses pembelajaran pendekatan dikaitkan dengan dengan strategi dan metode yang
saling ketergantungan. Roy killen dalam wina sanjaya menyebutkan bahwa ada dua
pendekatan dalam pembelajaran, yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred
approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student centred approaches).
Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran lansung (direct
instruction), pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Sedangkan pembelajaran
yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inkuiri serta
strategi pembelajaran induktif. (wina sanjaya, 2016) pendekatan yang berorientasi kepada
11
guru dapat dinamakan pembelajaran konvensional di mana hampir semua kegiatan to face
yang dijadwalkan oleh sekolah, pembelajaran dikendalikan oleh guru dan staf lembaga
pendidikan. Karakteristik dari pendekatan ini proses belajar mengajar atau proses komunikasi
berlangsung di dalam kelas dengan metode ceramah secara tatap muka.
Pendekatan pembelajaran yang berorientasi kepada peserta didik merupakan sistem
pembelajaran yang menunjukkan dominasi peserta didik selama kegiatan pembelajaran dan
guru hanya sebagai fasilitator, mediator, pembimbing dan pemimpin. Karakteristiknya
berorientasi pada peserta didik dimana pembelajaran beragam dengan menggunakan berbagai
sumber belajara, metode, media dan strategi secara bergantian sehingga selama proses
pembelajaran peserta didik berpartisipasi aktif baik secara individu maupun kelompok dari
pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan ke dalam strategi
pembelajaran. Ada empat unsur strategi dari kegiatan pembelajaran, keempat unsur tersebut
adalah:
(a) menetapkan spesifikasi dan kualifikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil
perilaku dan pribadi peserta didik.
(b) mempertimbangkan dan memilih sistem pendekatan pembelajaran yang dipandang paling
efektif.
(c)mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah atau prosedur, metode dan teknik
pembelajaran.
(d) menetapkan norma-norma dan batas minimum ukuran keberhasilan atau kriteria dan
ukuran baku keberhasilan.
12
2. Bentuk-bentuk pendekatan dalam pembelajaran
A. Pendekatan pemprosesan informasi ada beberapa model yang termasuk di dalam
pendekatan pembelajaran pemrosesan informasi yaitu:
1) model pembelajaran perolehan konsep (consept attainment model) pendekatan
pembelajaran ini dikembangkan berdasarkan karya goodnow dan austin yakin bahwa
lingkungan sekitar manusia beragam, dan sebagai manusia kita harus mampu membedakan,
mengkategorikan, dan menanamkan semua itu. Kemampuan manusia dalam membedakan,
mengelompokan dan menanamkan sesuatu inilah yang menyebabkan munculnya sebuah
konsep. Pendekatan pembelajaran perolehan konsep adalah suatu pendekatan pembelajaran
yang bertujuan untuk membantu siswa memahami suatu konsep tertentu. Pendekatan
pembelajaran ini dapat diterapkan untuk semua umur, dari anak-anak sampai orang dewasa.
Untuk taman kanak-kanak, pendekatan ini dapat digunakan untuk memperkenalkan konsep
yang sederhana. Misalnya konsep binatang, tumbuhan, dan lain-lain. Pendekatan ini lebih
tepat diinginkan ketika penekanan pembelajaran lebih dititik beratkan pada mengenalkan
konsep baru, melatih kemampuan berpikir induktif dan melatih berpikir analisis. Pendekatan
perolehan pembelajaran merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang bertujuan untuk
membantu siswa untuk memahami konsep tertentu.
3) model pembelajaran inquiry training model ini bertujuan untuk melatih kemampuan peserta
didik dalam meneliti, menjelaskan fenomena dan memecahkan masalah secara ilmiah.
Sesuatu yang saat ini diyakini benar, kelak suatu saat belum tentu benar atau berubah. Di
samping itu peserta didik dilatih untuk dapat menghargai alternatif-alternatif lain yang
mungkin berbeda dengan yang telah ada sebelumnya dan telah diyakini sebagai suatu
kebenaran. Tujuan utama dari pembelajaran ini membuat siswa menjalani suatu proses bagai
mana pengetahuan diciptakan. Ada lima langkah prosedur mengerjakan inquiry training:
13
a) siswa dihadapkan pada situasi membingungkan (teka-teki).
b) mengumpulkan data untuk verifikasi
c) mengumpulkan data untuk eksperimentasi.
d) merumuskan penjelasan atas peristiwa yang telah dialami peserta didik
e) menganalisis proses penelitian yang telah mereka lakukan.
B. Pendekatan individual pendekatan individual adalah pendekatan yang dilakukan oleh guru
terhadap peserta didik yang bertujuan untuk membimbing dan membantu siswa secara
individual. Pendekatan individual merupakan pendekatan langsung dilakukan guru terhadap
peserta didiknya untuk memecahkan kasus peserta didiknya tersebut. Perbedaaan individual
peserta didik memberikan wawasan kepada guru bahwa strategi pengajaran harus
memperhatikan perbedaan peserta didik pada aspek individual ini. Dengan kata lain, guru
harus melakukan pendekatan individual dalam strategi belajar mengajarnya, jika tidak maka
strategi belajar tuntas atau mastery learning yang menuntut penguasaan penuh kepada peserta
didik tidak pernah menjadi kenyataan. Pendidikan individual mempunyai arti yang sangat
penting bagi kepentingan pengajaran dan pengelolaan kelas sangat memerlukan pendekatan
individual ini. Pemilihan metode tidak bisa begitu saja mengabaikan kegunaan pendekatan
individual, sehingga guru dalam melaksanakan tugasnya selalu saja melakukan pendekatan
individual terhadap peserta didik di kelas. Dengan adanya pendekatan individual persoalan
kesulitan belajar peserta didik lebih mudah dipecahkan walaupun suatu saat pendekatan
kelompok diperlukan. (syaiful bahri djamarah, 2006: 54) menurut djamarah dalam pendekatan
individual guru harus melakukan hal berikut ini:
1) mendengarkan secara simpati dan menanggapi secara positif pikiran peserta didik dan
membuat hubungan saling percaya.
2) membantu peserta didik dengan pendekatn verbal dan non-verbal.
3) membantu peserta didik tanpa harus mendominasi atau mengambil alih tugas.
4) menerima perasaan peserta didik sebagaimana adanya atau menerima perbedaannya
dengan penuh perhatian.
5) menanggani peserta didik dengan memberi rasa aman, penuh pengertian, bantuan, dan
mungkin memberi beberapa alternatif pemecahan.
Ada beberapa model pembelajaran yang termasuk dalam pendekatan individual ini,
diantaranya adalah:
1) model pembelajaran tidak langsung (non- derective teaching) model pembelajaran tidak
langsung menekankan pada upaya menfasilitasi belajar. Tujuan utamanya adalah membantu
peserta didik mencapai integritas pribadi, efektifitas pribadi dan penghargaan terhadap dirinya
14
secara realistis. Model pembelajaran ini bisa digunakan untuk berbagai situasi masalah, baik
masalah pribadi, sosial dan akademik. Dalam masalah pribadi, peserta didik menggali
perasaannya tentang dirinya. Dalam masalah sosial, ia menggali tentang hubungannya dengan
orang lain dan dalam masalah akademik, ia menggali perasaannya tentang kompetensi dan
minatnya.
2) model pembelajaran pelatihan kesadaran (awarenes training) model pembelajaran pelatihan
kesadaran merupakan suatu model pembelajaran yang ditujukan untuk meningkatkan
kesadaran manusia. Model ini dikembangkan oleh milliam schutz. Ia menekankan pentingnya
pelatihan interpersonal sebagai sarana peningkatan kesadaran pribadi (pemahaman diri
individu). Model pembelajaran ini terdiri atas dua tahapan. Pertama, penyampaian dan
penyelesaian tugas. Kedua, diskusi atau analisis tahap pertama. Jadi, intinya peserta didik
diminta melakukan sesuatu, setelah itu mendiskusikannya (refleksi bersama) atas apa yang
telah terjadi.
3) model pembelajaran pertemuan kelas model ini diciptakan berdasarkan terapi realitas yang
dipelopori oleh william glasser. Terapi realitas merupakan landasan teori kepribadian yang
digunakan untuk terapi tradisional dan dapat diaplikasikan untuk pengajaran. Model
pertemuan (diskusi kelas) terdiri atas enam tahap yaitu :
a) menciptakan iklim (suasana) yang kondusif, b) menyampaikan permasalahan diskusi, c)
membuat penilaian pribadi, d) mengidentifikasi alternatif tindakan solusi, e) membuat
komitmen, dan f) merencanakan tindak lanjut tindakan. (wina sanjaya, 2010)2
2
Dra. Fadriati, [Link]. STRATEGI DAN TEKNIK PEMBELAJARAN PAI.
“[Link]
[Link]?sequence=1” Hal. 18-22 (Diakses pada tanggal 12 Desember 2025. Pada pukul 18.43)
15
3. Strategi pembelajaran
Kata strategi berasal dari bahasa latin strategia, yang diartikan sebagai seni
penggunaan rencana untuk mencapai tujuan. Pengertian strategi pembelajaran dapat dikaji
dari dua suku kata, yakni strategi dan pembelajaran. Kata strategi berarti cara dan seni
menggunakan sumber daua untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam dunia peperangan, maka
digunakan strategi peperangan dengan menggunakan sumber daya tentara dan peralatan
perang untuk memenangi peperangan. Sedangkan dalam dunia bisnis dengan mengerahkan
sumber daya yang ada sehingga tujuan perusahaan untuk mencari keuntungan tercapai. Dalam
dunia pembelajaran, maka digunakan strategi pembelajaran dengan penggunaan berbagai
sumber daya (pendidik dan media) untuk mencapai tujuan pembelajaran.(suriana, 2019a)
strategi pembelajaran menurut frelberg dan driscoll dapat digunakan untuk mencapai berbagai
tujuan pemberian materi pelajaran pada berbagai tingkatan, untuk siswa yang berbeda, dalam
konteks yang berbeda pula. Gerlach dan ely mengatakan bahwa strategi pembelajaran
merupakan cara cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan
pembelajaran tertentu, meliputi sifat, lingkup, dan urutan kegiatan yang dapat memberikan
pengalaman belajar kepada siswa. Direktorat tenaga kependidikan ditjen peningkatan mutu
pendidik dan tenaga kependidikan (pmptk) memberikan pengertian terkait strategi
pembelajaran. Di dalam modul strategi pembelajaran, direktorat tenaga kependidikan ditjen
pmptk menyatakan, bahwa strategi dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang
rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dan merupakan
rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemanfaatan
berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran yang disusun untuk mencapai tujuan
tertentu. Kemudian, terkait dengan strategi pembelajaran, terdapat beberapa hal yang perlu di
perhatikan dalam proses pembelajaran. Ketiga hal tersebut yaitu
(a) strategi pengorganisasian pembelajaran,
(b) strategi penyampaian pembelajaran, dan
(c) strategi pengelolaan pembelajara (tim kurikulum, 2014).
Dick dan carey berpendapat bahwa strategi pembelajaran tidak hanya terbatas pada
prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pembelajaran.
Strategi pembelajaran terdiri atas semua komponen materi pelajaran dan prosedur yang akan
digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Menurut wina
sanjaya, istilah strategi pertama digunakan dalam dunia militer yang diartikan sebagai cara
penggunaan seluruh kekuatan militer untuk memenangkan suatu peperangan (wina sanjaya,
2016) strategi pembelajaran juga dapat diartikan sebagai pola kegiatan pembelajaran yang
16
dipilih dan digunakan guru secara kontekstual, sesuai dengan karakteristik siswa, kondisi
sekolah, lingkungan sekitar serta tujuan khusus pembelajaran yang dirumuskan.
Gerlach dan ely juga mengatakan bahwa perlu adanya kaitan antara strategi
pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan
pembelajaran yang efektif dan efisien. Strategi pembelajaran terdiri dari metode dan teknik
(prosedur) yang akan menjamin bahwa siswa akan betul-betul mencapai tujuan pembelajaran.
Kata metode dan teknik sering digunakan secara bergantian. Selanjutnya, terkait pengertian
strategi pembelajaran, sri anita mendefinisikan bahwa strategi juga dapat diartikan sebagai
pola kegiatan pembelajaran yang dipilih dan digunakan guru secara kontekstual, sesuai
dengan karakteristik siswa, kondisi sekolah, kemudian lingkungan sekitar, serta tujuan khusus
pembelajaran yang dirumuskan. Penjelasan lebih lanjut, bahwa menurut sri di dalam strategi
terdiri dari metode dan teknik atau prosedur guna mencapai tujuan. Jelasnya, bahwa
pemaknaan strategi pembelajaran lebih luas dari pada metode dan teknik pembelajaran
metode dan teknik pembelajaran merupakan bagian dari strategi pembelajaran (sri anita w,
2015).
Menurut j.r david, strategi pembelajaran adalah a plan, methor, or series of activities
designed to achieves a particular educational goal (wina sanjaya, 2016). Jadi dapat dipahami
bahwa strategi pembelajaran adalah sebuah perencanaan tentang rangkaian kegiatan
pendidikan yang didesain untuk mencapai tujuan, suatu kegiatan pembelajaran yang
dijalankan oleh guru dan siswa agar tercapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efesien.
Dalam upaya penyajian dan cara pengolahannya strategi pembelajaran dapat dibedakan
menjadi dua yaitu strategi pembelajaran deduktif dan strategi pembelajaran induktif. Strategi
pembelajaran deduktif adalah strategi pembelajaran yang dilakukan dengan mempelajari
konsep konsep terlebih dahulu untuk kemudian dicari kesimpulan dan ilustrasi-ilustrasi atau
bahan pelajaran yang pelajari di mulai dari hal hal yang abstrak, kemudian secara perlahan
lahan menuju hal yang konkret (umum ke khusus).
Sebaliknya dengan strategi induktif bahan yang dipelajari dimulai dari yang konkret
atau contoh contoh yang kemudian secara perlahan siswa dihadapkan pada materi yang
komplek dan sukar (khusus ke umum). Pembelajaran pada dasarnya adalah penambahan
informasi dan kemampuan baru. Ketika berfikir, suatu informasi dan kemampuan yang harus
dimiliki oleh siswa, maka pada saat itu guru berfikir strategi yang akan dipilih untuk tercapai
tujuan pembelajaran. Hal ini sangat penting untuk dipahami karena tujuan menentukan
bagaimana plan. Oleh karena itu, sebelum menentukan strategi pembelajaran yang akan
dipilih maka ada beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan diantaranya:
(a) tujuan yang ingin dicapai,
17
(b) pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran,
(c) pertimbangan dari sudut siswa (kematangan, minat, bakat dan kondisi siswa),
(d) nilai efektivitas dan efesiensi (abdul majid, 2013)
Pengertian strategi pembelajaran istilah strategi mula-mula dipakai di kalangan militer
dan diartikan seni dalam merancang peperangan. Pemakaian istilah strategi dalam
pembelajaran adalah sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan
yang memungkinkan terjadi proses mengajar. (abu ahmadi, 1997: 11). Strategi merupakan
pola umum rentetan kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu (wina
sanjaya, 2008: 99). Dikatakan pola umum, sebab suatu strategi pada hakekatnya belum
mengarah kepada hal-hal yang bersifat praktis, masih berupa rencana atau gambaran
menyeluruh. Sedangkan untuk mencapai tujuan, strategi disusun untuk tujuan tertentu. Dalam
dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai “a plan, method,or series of activities designed to
achieves a particular ducational goal“ (j. R. David, 1976). Demikian juga halnya dalam proses
pembelajaran, untuk mencapai tujuan pembelajaran perlu disusun suatu strategi agar tujuan
itu tercapai secara optimal. Tanpa suatu strategi yang cocok, tepat dan jitu, tidak mungkin
tujuan dapat tercapai.
Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk
bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan. Bila dihubungkan dengan
pembelajaran, strategi bisa diartikan merupakan pola-pola umum kegiatan guru siswa dalam
perwujudan kegiatan pembelajaran untuk mencapai kompetesi sebagai tujuan pembelajaran
yang telah ditetapkan. (darwansyah, 2009: 14). Dalam konteks pembelajaran, strategi
diartikan sebagai daya upaya guru dalam menciptakan suatu sistem lingkungan yang
memungkinkan terjadinya proses mengajar agar tujuan belajar yang telah dirumuskan dapat
tercapai dan berhasil. Sedangkan dalam strategi pembelajaran adalah pola umum yang berisi
tentang rentetan kegiatan yang dapat dijadikan pedoman agar kopetensi sebagai tujuan
pembelajaran dapat tercapai secara optimal. (syariffudin, 2010: 1). Darsono (2001: 24) secara
umum mendefinisikan pengertian belajar merupakan suatu kegiatan yang mengakibatkan
terjadinya perubahan tingkah laku, maka pengertian pembelajaran adalah suatu kegiatan yang
dilakukan oleh guru sedemikian rupa, sehingga tingkah laku peserta didik berubah ke arah
yang lebih baik. Kegiatan pembelajaran dapat berlangsung di mana-mana, misalnya di
lingkungan keluarga, di sekolah dan di masyarakat.
Belajar dan pembelajaran di sekolah sifatnya formal. Semua komponen dalam proses
pembelajaran direncanakan secara sistematis. Komponen guru sangat berperan dalam
membantu peserta didik untuk mencapai hasil belajar yang optimal. Jadi, seorang guru
dituntut mempunyai pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang profesional dalam
18
membelajarkan peserta didik-peserta didiknya. Secara khusus pembelajaran menurut teori
behavioristik adalah usaha guru membentuk tingkah laku yang diinginkan dengan
menyediakan lingkungan (stimulus). Agar terjadi hubungan stimulus dan respons (tingkah
laku yang diinginkan) perlu latihan dan setiap latihan yang berhasil harus diberi hadiah dan
atau reinforcement (penguatan). Gestalt berpendapat bahwa pembelajaran adalah usaha guru
untuk memberikan materi pembelajaran sedemikian rupa, sehingga peserta didik lebih mudah
mengorganisirnya (mengaturnya) menjadi suatu gestalt (pola bermakna). Bantuan guru
diperlukan untuk mengaktualkan potensi mengorganisir yang terdapat dalam diri peserta
didik. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang
rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. (wina sanjaya,
2008: 26).
Menurut uno (2008: 3), strategi pembelajaran adalah cara-cara yang akan digunakan
oleh pengajar untuk memilih kegiatan belajar yang akan digunakan selama proses
pembelajaran. Pemilihan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi,
sumber belajar, kebutuhan dan karakteristik peserta didik yang dihadapi dalam rangka
mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Dalam bukunya colin marsh (2005: 66-67)
membedakan strategi pembelajaran dengan teknik pembelajaran. Strategi pembelajaran adalah
suatu cara untuk meningkatkan pembelajaran yang optimal bagi siswa termasuk bagaimana
mengelola disiplin kelas dan organisasi pembelajaran. (suyono, 2012: 20-21). Gropper
mengatakan bahwa strategi pembelajaran merupakan pemilihan atas berbagai jenis latihan
tertentu yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Ia menegaskan bahwa
setiap tingkah laku yang diharapkan dapat dicapai oleh peserta didik dalam kegiatan
belajarnya. (hamzah b. Uno, 2007: 1-3).
Sedangkan menurut armai arief strategi pembelajaran adalah tindakan guru dalam
melaksanakan tencana pembelajaran. Artinya, usaha guru dalam menggunakan beberapa
variabel pembelajaran (tujuan, bahan, metode dan alat serta evaluasi). Dengan kata lain
strategi mengajar adalah taktik yang digunakan dalam melaksanakan/praktik di kelas. Strategi
pembelajaran diartikan juga sebagai politik atau taktik mengajar yang digunakan guru dalam
melaksanakan praktek mengajar di kelas. Memperhatikan beberapa pengertian strategi
pembelajaran di atas, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran merupakan cara cara
yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi
pembelajaran sehingga akan memudahkan peserta didik menerima dan memahami materi
pembelajaran, yang pada akhirnya tujuan pembelajaran dapat dikuasainya di akhir kegiatan
belajar. Jadi, dapat dipahami bahwa strategi adalah suatu pola yang direncanakan dan
ditetapkan dengan sengaja untuk melakukan suatu kegiatan atau sebuah tindakan. Jika
19
dihubungkan dengan pembelajaran, maka strategi pembelajaran adalah sebagai pola-pola
umum kegiatan guru dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan
yang telah digariskan.3
3
Dra. Fadriati, [Link]. STRATEGI DAN TEKNIK PEMBELAJARAN PAI.
“[Link]
[Link]?sequence=1” Hal. 1-3 (Diakses pada tanggal 11 Desember 2025. Pada pukul 19.49)
20
4. Metode pembelajaran
Metode pembelajaran, metode adalah cara yang digunakan untuk
mengimplementasikan rencana yang sudah disusun ke dalam kegiatan nyata agar tujuan
tercapai optimal. Ini bermakna bahwa metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang
telah ditetapkan, metode dalam rangkaian sistem pembelajaran memegang peran yang sangat
penting, keberhasilan penerapan strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru
mengunakan metode pembelajaran karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat
diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran. Menurut knowles metode
adalah “ the organization of the prospective participants for purposes of education” (malcolm
s knowles, 1977). Metode adalah mengorganisasian peserta didik di dalam upaya mencapai
tujuan belajar. Verner mengklarifikasi metode ke dalam tiga katagori yaitu:
(a) individual methods (metode pembelajaran perorangan) mencakup teknik mangang dan
inteship, bimbingan belajar, modul, supervise, tutorial.
(b) group methods, (metode pembelajaran kelompok) seperti proyek laksana, studi klinis dan
lokakarya, kelompok belajar dan perkumpulan (club), demontrasi, pecan raya, festival,
kunjungan dan karya wisata.
(c) community methods (metode pembelajaran pembangunan masyarakat) seperti bantuan
kepada masyarakat untuk mengenal masalah yang dihadapi atau usaha pemecahannya,
layanan konsultasi dan nara sumber (sudjana, 2001).
Secara garis besar metode mengajar dapat diklarifikasikan kedalam dua bagian yaitu
metode mengajar convensional dan inconvensional. Convensional merupakan metode
mengajar yang lazim digunakan oleh guru dan disebut dengan metode tradisional, sedangkan
metode inconvensional yaitu suatu metode mengajar yang baru berkembang dan belum lazim
digunakan secara umum seperti metode modul, pengajaran berprogram, pengajaran unit,
machine program, metodenya baru dikembangangkan disekolah tertentu yang memiliki
prasarana dan sarana yang lengkap. Berikut ini beberapa contoh metode metode mengajar
antara lain: metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, eksperimen, resitasi, kerja
kelompok, sosio drama dan bermain peran, karya wisata, metode drill dan metode system
beregu.
Metode pembelajaran Secara etimologi metode dalam bahasa arab, dikenal dengan
istilah thariqah yang berarti langkah-langkah strategis yang dipersiapkan untuk melakukan
suatu pekerjaan. Bila dihubungkan dengan pendidikan, maka metode itu harus diwujudkan
dalam proses pendidikan, dalam rangka mengembangkan sikap mental dan kepribadian agar
peserta didik menerima pelajaran dengan mudah, efektif dan dapat dicerna dengan baik.
(ramayulis, 2013: 271-272) zakiyah daradjat mendefinisikan metode (method) adalah suatu
21
cara kerja yang sistematik dan umum, seperti cara kerja ilmu pengetahuan. Ia merupakan
jawaban atas pertanyaan “bagaimana”. Metode berasal dari bahasa greeka, yaitu metha berarti
melalui atau melewati dan hodos berarti jalan atau cara. (zakiyah daradjat, 2008: 1) metode
mengajar dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan oleh guru dalam membelajarkan
peserta didik saat berlangsung proses pembelajaran.
Secara terminologi para ahli mendefenisikan metode sebagai berikut.
1. Hasan langgulung mendefenisikan bahwa metode adalah cara atau jalan yang harus dilalui
untuk mencapai tujuan pendidikan
2. Abd. Al-rahman ghunaimah mendefenisikan bahwa metode adalah cara-cara yang praktis
dalam mencapai tujuan pengajaran.
3. Ahmad tafsir, mendefenisikan bahwa metode mengajar adalah cara yang paling tepat dan
cepat dalam mengajarkan mata pelajaran. (ahmad tafsir,1996: 9)
Berdasarkan beberapa defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa metode adalah
seperangkat cara, dan jalan yang digunakan oleh pendidik dalam proses pembelajaran agar
peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran atau menguasai kompetensi tertentu yang
dirumuskan dalam silabi mata pelajaran. Dalam pandangan filosofis pendidikan, metode
merupakan alat yang dipergunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. Alat itu mempunyai
fungsi ganda, yaitu bersifat polipragmatis dan monopragmatis. Polipragmatis bilamana
metode mengandung kegunaan yang serba guna (multipropose), misalnya suatu metode
tertentu pada suatu situasi kondisi tertentu dapat digunakan untuk membangun atau
memperbaiki sesuatu. Kegunaannya dapat tergantung pada sipemakai atau pada corak,
bentuk, dan kemampuan menggunakan metode sebagai alat, sebaliknya, monopragmatis
bilamana metode mengandung satu macam kegunaan untuk satu macam tujuan. Menurut
fatturrahman pupuh (2007) metode secara harfiah adalah suatu cara atau prosedur yang
dipakai untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam kaitannya dengan pembelajaran metode didefenisikan sebagai cara menyajikan
bahan pelajaran pada peserta didik untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dengan
demikian salah satu keterampilan yang dimiliki guru adalah keterampilan dalam memilih
metode. Pemilihan metode terkait langsung dengan usaha guru dalam menampilkan
pengajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga tujuan pengajaran dapat dicapai
secara optimal. Salah satu hal yang paling mendasar adalah bagaimana guru memahami
kedudukan metode sebagai salah satu komponen bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar,
sama pentingnya dengan komponen komponen lain dalam keseluruhan komponen pendidikan.
Dan menurut m. Arifin penggunaan metode bersifat konsisten, sistematis kebermaknaan
menurut kondisi sasarannya. Mengingat sasaran metode adalah manusia, sehingga pendidik
22
dituntut untuk berhati-hati dalam penerapannya. (m. Arifin, 1996) metode pembelajaran dapat
diartikan sebagai cara mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk
kegiatan yang nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran. Adapun istilah strategi,
metode, atau teknik yang sering digunakan bergantian walaupun pada dasarnya memiliki
perbedaan satu dengan yang lain. (zaifio, 2010: 5).
Jadi metode pembelajaran dapat diartikan sebagai suatu cara yang telah dipersiapkan
dan dipertimbangkan serta terencana yang disusun dalam bentuk kegiatan yang nyata dan
praktis untuk mencapai tujutan pembelajaran.4
4
Dra. Fadriati, [Link]. STRATEGI DAN TEKNIK PEMBELAJARAN PAI.
“[Link]
[Link]?sequence=1” Hal. 4-6 (Diakses pada tanggal 11 Desember 2025. Pada pukul 19.57)
23
Guru menentukan cerita sebelum penyampaian menggunakan metode kisah teladan. Cerita
yang digunakan berupa cerita islami terkait tentang kisah-kisah nabi pada zaman dahulu.
Seperti yang dipaparkan oleh (Mulyasa:2020) dengan cerita maka manusia bisa memecahkan
masalah yang sedang dihadapi serta dapat belajar untuk menghargai kehidupan setelah
membandingkan kehidupan diri sendiri dengan orang lain di masa lalu. Maka berdasarkan
paparan yang dikemukakan oleh Mulyasa dapat disimpulkan bahwa dengan cerita seesorang
dapat memecahkan masalah yang dihadapi dengan membandingkan kehidupan yang dialami
dan kehidupan orang lain sehingga seseorang dapat belajar untuk mengehargai arti kehidupan.
c. Guru menganalisis KI, KD, SKL, tujuan pembelajaran, sumber belajar, dan karakter siswa.
Analisis KI, KD, SKL bertujuan untuk menguraikan keterkaiatan KI, KD, SKL dengan
komponen yang berupa KD pengetahuan dan KD keterampilan yang berguna untuk membuat
perencanaan pembelajaran yang benar. Selain menjabarkan bagian-bagian terkecil, analisis
KI, KD, SKL juga menjabarkan hubungan dan keterkaitan antar komponen yang dianalisis
(Andriani, 2018 : 7). Berdasarkan pernyataan tersebut maka dapat dipahami bahwa analisis
KI, KD, dan SKL menjadi kunci utama dalam membuat perencanaan pembelajaran selain itu
dengan menganalisis tujuan pembelajaran, sumber belajar dan karakter siswa maka guru dapat
lebih mudah dalam menentukan pola pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan kondisi
peserta didik.
d. Guru membuat perangkat pembelajaran.
Perangkat pembelajaran yang digunakan berupa RPP dan silabus yang sesuai dengan konsep
pendidikan dan kurikulum agar tercapai hasil belajar yang maksimal. Seperti yang
diungkapkan oleh (Cahyono : 2021 : 86) bahwa penyusunan program pengajaran harus
dilakukan dengan sesuai agar pelaksanaan pembelajaran dapat berjalan dengan efektif dan
efisien yang mana silabus menjadi acuan dalam menyusun perencanaan program
pembelajaran, serta faktor lain baik kondisi sekolah, siswa dan lingkungan yang menjadi hal
lain dalam penyusunan perencanaan pembelajaran.
e. Guru merancang media.
Media elektronik merupakan media yang terbuat dari bahan elektronik sedangkan media non
ektronik merupakan media yang terbuat dari bahan non elektronik (Barus, 2015 : 21-22).
Media elektronik yang digunakan berupa video cerita islami yang disampaikan melalui
computer, laptop dan lCD serta media non elektronik yang digunakan berupa penyampaian
cerita secara langsung yang dilakukan oleh guru dengan menggunakan bahasa yang mudah
dipahami anak-anak. Selain itu anak-anak juga dapat membaca buku-buku cerita islami yang
terdapat kisah keteladanan. Sehingga media menjadi alat yang digunakan untuk menunjang
dalam penyampaian materi kisah keteladanan.
24
f. Guru menentukan bahan ajar.
Bahan ajar menjadi bagaian terpenting dalam penyampaian materi keteladanan karena dengan
bahan ajar guru dapat lebih mudah dalam menjelaskan pokok-pokok pembahasan yang
kemudian peserta didik dapat membaca bahan ajar lain untuk memperoleh pemahaman yang
relevan dengan penjelasan yang diberikan oleh guru. Bahan ajar yang digunakan adalah lks
dan beberapa catatan tersendiri yang dimiliki guru. Guru dapat menyusun bahan ajar dengan
menggunakan berbagai sumber lain sebagai pendukung dalam menyajikan materi kepada
peserta didik dalam proses pembelajaran (Koasasih, 2020 : 1). Maka dalam menggunakan
bahan ajar guru tidak hanya menggunakan satu bahan ajar tetapi dapat menggunakan
beberapa bahan ajar yang berisi materi serupa agar materi yang disampaikan dapat lebih luas,
maksimal dan variatif.
2. Pelaksanaan Metode Kisah Teladan (Ibrah) Pada Pembelajaran PAI Dalam Membentuk
Karakter Peserta Didik Siswa Kelas 1 SDI Daarul Fikri Malang
Kegiatan pelaksanaan yang dilakukan guru dalam mengimplementasikan metode kisah
teladan pada pembelajaran PAI dalam membentuk karakter siswa kelas 1 SDI Daarul Fikri
Malang yaitu dengan melakukan :
a. Guru melakukan ice breaking
Ice breaking dilakukan selama satu atau dua menit untuk mengawali kegaiatan pembelajaran
dengan tujuan agar mengubah kondisi kebekuan yang ada pada peserta didik serta
menumbuhkan semangat sebelum pembelajaran dimulai.
b. Guru memberikan stimulus.
Sebelum pembelajaran dimulai guru memberikan beberapa pertanyaan tentang materi kisah
keteladanan kepada peserta didik. Stimulus diberikan dengan tujuan agar peserta didik dapat
fokus memahami materi dalam kegiatan pembelajaran (Yayuk, 2019 : 59).
a. Melihat video cerita islami.
Peserta didik melihat video cerita islami yang dimiliki para nabi melalui LCD dan proyektor
kemudian guru mengulang kembali cerita yang telah disaksikan dengan menyampaikan
penjelasana terkait cerita keteladanan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami
oleh anak kelas 1.
b. Menyimpulkan cerita.
Peserta didik menyampaikan isi cerita berupa satu atau dua kalimat tentang cerita islami pada
zaman nabi terdahulu yang telah disaksikan dengan menggunakan pemahaman yang dimiliki.
Menyimpulkan merupakan kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk memhami inti dari
sebuah materi yang telah diajarkan. Menyimpulkan dilakukan dengan memberikan keyakinan
kepada siswa tentang suatu paparan (Rachmawati, 2020 : 60).
25
c. Mempresentasikan hikmah dibalik cerita.
Peserta didik menjelaskan hikmah (pelajaran) yang dapat diambil dari cerita tentang kisah
keteladanan dan diterapkan oleh peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Selaras dengan
penjelasan (Saiful, 2019 : 101) yang menjelaskan bahwa mempelajari dan mengambil hikmah
merupakan salah satu ayat-ayat Allah yang mengajarkan manusia tentang kehidupan.
3. Hasil Implementasi Metode Kisah Teladan (Ibrah) Pada Pembelajaran PAI Dalam
Membentuk Karakter Peserta Didik Siswa Kelas 1 SDI Daarul Fikri Malang
Berdasarkan uraian di atas, diketahui bahwa metode kisah teladan yang diterapkan
pada pembelajaran PAI memberikan dampak yang relatif baik terhadap perkembangan
karakter anak meskipun tidak 100% siswa kelas 1 menerapkannya, tetapi 80% siswa kelas 1
telah menerapkan pelajaran atau yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan
penuturan yang dikemukakan oleh kepala sekolah, wali kelas 1 dan guru PAI yang
menyatakan bahwa siswa kelas 1 SDI Daarul Fikri Malang memiliki karakter yang beragam
tergantung latar belakang lingkungan, Pendidikan orang tua dan latar belakang siswa. 5
5
Nur Aisyah. IMPLEMENTASI METODE KISAH TELADAN (IBRAH) PADA PEMBELAJARAN PAI DALAM MEMBENTUK KARAKTER
PESERTA DIDIK SISWA KELAS 1 SDI DAARUL FIKRI MALANG. “ [Link] (diakses pada tanggal
19 Desember 2025. Pukul 15.18)
27
5. Teknik pembelajaran.
Selain strategi, metode dan pendekatan pembelajaran, terdapat juga istilah teknik atau
taktik mengajar. Teknik atau taktik mengajar merupakan penjabaran dari metode
pembelajaran. Teknik adalah cara yang dilakukan guru dalam rangka mengimplementasikan
suatu metode. Misalnya cara yang bagaimana yang harus dilakukan agar metode ceramah
yang dilakukan berjalan efektif dan efesien? Dengan demikian, sebelum guru melakukan
proses ceramah sebaiknya memerhatikan kondisi dan situasi. Misalnya, berceramah pada
siang hari dengan jumlah siswa yang banyak tentu saja akan berbeda jika ceramah itu
dilakukan pada pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas.
Menurut morris teknik adalah “the systemic procedure by which a complex or
scientific task is accomplished, or the degree of skill or command of fundamentals exhibited
in any performance”. (william morris, 1976) dapat dipahami bahwa teknik merupakan
prosedur yang sistematis sebagai petunjuk untuk melaksanakan tugas pekerjaan yang komplek
dan ilmiah, merupakan tingkat keterampilan atau perintah untuk melakukan patokan-patokan
dasar suatu penampilan. Kamus besar bahasa indonesia memberi batasan bahwa teknik adalah
cara (kepandaian, dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan
seni.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa teknik adalah ketrampilan dan seni untuk
melaksanakan langkah-langkah yang sistematik dalam melakukan suatu kegiatan ilmiah yang
lebih luas dan komplek. Verne menjelaskan perbedaan antara metode, teknik dan alat bantu
(device) yang digunakan dalam program pendidikan, ia mengemukakan: “methods are the
activities selected or developed by the instructor to reach the educational objectives.
Techniques are considered as attributes or procedures for introducing variety, focus and
clarity. They are the catalytic agents in methods… they differ in scope from methods, they
reguire less time to carry out. Devices refers to physical equipment used to facilitate the
learning process. They include videptape recordes, slide and film projectors, record players,
easels, blackboard, typewriters, and the like” ( robert m smith, 1982) berdasarkan perbedaan
menurut verne diatas bahwa metode adalah setiap kegiatan yang ditetapkan oleh pendidik
untuk mencapai tujuan-tujuan belajar. Teknik adalah kelengkapan atau langkah-langkah
dengan dilengkapi keragaman, fokus dan penjelasannya. Teknik adalah katalisator metode,
berbeda ruang lingkupnya dari metode, dan waktu penggunaannya lebih singkat dari waktu
penggunaan metode. Sedangkan alat bantu adalah sarana fisik yang di gunakan untuk
membantu kelancaran proses belajar seperti videotape recorder, proyektor, slide dan film,
papan tulis, mesin tulis dan lain lain. Menurut knowles teknik pembelajaran dibagi ke dalam
tujuh jenis diantaranya: pertama teknik presentasi seperti ceramah, siaran televisi, film, slide,
28
debat, dialog, tanya jawab, dll. Kedua teknik pembinaan partisipasi peserta didik dalam
kelompok besar mencakup: tanya jawab, forum, kelompok pendengar bermain peran, panel
berangkai dan lain lain. Ketiga. Teknik untuk diskusi seperti: diskusi terbimbing, diskusi
buku, diskusi pemecahan masalah dan diskusi kursus. Keempat. Teknik- teknik simulasi yang
terdiri antara lain: bermain peran, pemecahan masalah kritis, studi kasus dan pelatihan
keranjang. Kelima, sensitivity training (teknik pelatihan kelompok training). Keenam teknik
teknik pelatihan tanpa bicara. Ketujuh, teknik-teknik pelatihan keterampilan praktis dan
pelatihan. Secara sederhana dapat kita pahami teknik pembelajaran itu bervariasi, sedangkan
penerapannya dapat dipilih dan ditentukan sesuai dengan metode pembelajaran yang dipilih
dan digunakan (malcolm s knowles, 1977). Gerlach dan ely mengatakan bahwa teknik (yang
kadang-kadang disebut metode) dapat diamati dalam setiap kegiatan pembelajaran. Teknik
adalah jalan atau alat (way or means) yang digunakan oleh guru untuk mengarahkan kegiatan
siswa ke arah tujuan yang akan dicapai. Guru yang efektif sewaktu-waktu siap menggunakan
berbagai metode dan teknik dengan efektif dan efisien menuju tercapainya tujuan.
Kemudian yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana upaya mengimplementasikan
rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah ditentukan dapat
tercapai secara optimal. Nah disinilah kemudian terjadi kesinambungan antara strategi dan
metode. Ini bermakna bahwa metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah
disusun dan dutetapkan. Dengan demikian satu strategi pembelajaran digunakan beberapa
metode, strategi menunjukkan pada sebuah perencanaan untuk mencapai tujuan sedangkan
metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan strategi dengan kata lain
strategi adalah a plan of operation achieving something sedangkan metode adalah a way in
achieving something. 6
6
Fadhlina Harisnur PENDEKATAN, STRATEGI, METODE, DAN TEKNIK DALAM PEMBELAJARAN PAI DI SEKOLAH DASAR
[Link] (Diakses pada tanggal 11 Desember 2025. Pukul 18.46)
29
6. Komponen strategi pembelajaran
Strategi belajar mengajar dapat diartikan sebagai kegiatan guru untuk memikirkan dan
mengupayakan terjadinya konsistensi antara aspek- aspek dari komponen pembentuk sistem
instruksional, dimana untuk itu guru menggunakan siasat tertentu. Atau dapat diartikan pula
sebagai pola umum kegiatan guru dan anak didik dalam upaya perwujudan kegiatan belajar
mengajar untuk mencapai suatu tujuan yang telah digariskan. Dalam menerapkan strategi
pembelajaran ada beberapa komponen yang harus diperhatikan agar dalam kegiatan
pembelajaran tercapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Menurut dick dan carey (1978)
menyebutkan terdapat komponen strategi pembelajaran:
1. Kegiatan pembelajaran pendahuluan kegiatan pembelajaran sebagai bagian dari suatu
sistem pembelajaran secara keseluruhan memegang peranan penting. Pada bagian ini guru
diharapkan dapat menarik minat peserta didik atas materi pelajaran yang disampaikan.
Kegiatan pendahuluan yang disampaikan dengan menarik akan dapat meningkatkan motivasi
belajar siswa. Cara guru memperkenalkan materi pelajaran melalui ilustrasi tetang kehidupan
sehari-hari atau cara guru meyakinkan apa manfaat mempelajari pokok bahasan tertentu akan
sangat mempengaruhi motivasi belajar peserta didik. Persoalan motivasi ekstrinsik ini
menjadi sangat penting bagi peserta didik yang belum dewasa, sedangkan intrinsik sangat
penting bagi pesera didik yang lebih dewasa karena kelompok ini lebih menyadari pentingnya
kewajiban belajar serta manfaatnya bagi mereka. Secara spesifik, kegiatan pembelajaran
pendahuluan dapat dilakukan melalui teknik-teknik berikut.
a. Jelaskan tujuan pembelajaran khusus yang diharapkan dapat dicapai oleh semua peserta
didik. Dengan demikian peserta didik akan menyadari pengetahuan, keterampilam, sekaligus
manfaat yang diperoleh setelah mempelajari pokok bahasan tersebut. Demikian pula, perlu
dipahami oleh guru bahwa dalam menyampaikan tujuan hendaknya digunakan bahasa atau
kata-kata yang mudah dimengerti oleh peserta didik. Pada umumnya penjelasan dilakukan
dengan mengunakan ilustrasi kasus yang sering dialami oleh peserta didik dalam kehidupan
sehari-hari. Sedangkan siswa yang lebih dewasa dapat dibacakan rumusan tkp yang telah
ditetapkan terdahulu.
b. Lakukan apersepsi, berupa kegiatan yang merupakan jembatan antara pengetahuan lama
dengan pengetahuan baru yang akan dipelajari. Tunjukan pada peserta didik tentang eratnya
hubungan antara pengetahuan yang telah mereka miliki dengan pengetahuan yang akan
dipelajari. Kegiatan ini dapat menimbulkan rasa mampu dan percaya diri sehingga mereka
terhindar dari rasa cemas dan takut menemui kesulitan atau kegagalan.
30
2. Penyampaian informasi penyampaian informasi seringkali dianggap sebagai suatu kegiatan
yang penting dalam proses pembelajaran, padahal ini hanya merupakan satu komponen dari
strategi pembelajaran. Artinya, tanpa ada kegiatan pendahuluan yang menarik atau dapat
memotivasi peserta didik dalam belajar maka kegiatan penyampaian informasi ini akan
menjadi tidak berarti. Guru mampu menyampaikan informasi dengan baik, tetapi tidak
melakukan kegiatan pendahuluan dengan mulus akan menghadapi kendala dalam kegiatan
pembelajaran selanjutnya. Dalam kegiatan ini, guru juga harus memahami dengan baik situasi
dan kondisi yang dihadapinya. Dengan demikian, informasi yang disampaikan dapat diserap
oleh peserta didik dengan baik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyampaian
informasi sebagai berikut.
a. Urutan penyampaian urutan penyampaian materi pelajaran harus menggunakan pola yang
tepat. Urutan materi yang diberikan berdasarkan tahapan berpikir dari hal-hal yang bersifat
konkret ke hal-hal yang bersifat abstrak atau dari hal-hal yang sederhana atau mudah
dilakukan ke hal-hal yang lebih kompleks atau sulit dilakukan. Selain itu, perlu juga
diperhatikan apakah suatu materi harus disampaikan secara berurutan atau boleh melompat-
lompat atau dibolak-balik, misalnya dari teori ke praktik atau dari praktik ke teori. Urutan
penyampaian informasi yang sistematis akan memudahkan peserta didik cepat memahami apa
yang ingin disampaikan oleh gurunya.
b. Ruang lingkup materi yang disampaikan besar kecilnya materi yang disampaikan atau
ruang lingkup materi sangat bergantung pada karakteristik peserta didik dan jenis materi yang
dipelajari. Umumnya ruang lingkup materi sudah tergambar pada saat penentuan tujuan
pembelajaran. Apabila tpk berisi muatan tentang fakta maka ruang lingkupnya lebih kecil
dibandingkan dengan tpk yang berisi muatan tentang suatu prosedur. Hal yang perlu
diperhatikan oleh guru dalam memperkirakan besar kecilnya materi adalah penerapan teori
gestalt. Teori tersebut menyebutkan bahwa bagian-bagian kecil merupakan satu kesatuan yang
bermakna apabila dipelajari secara keseluruhan, dan keseluruhan tidaklah berarti tanpa
bagian-bagian kecil tadi. Atas dasar teori tersebut perlu dipertimbangkan hal-hal berikut.
1) apakah materi akan disampaikan dalam bentuk bagian-bagian kecil seperti dalam
pembelajaran terprogram (programmed instruction)
2) apakah materi akan disampaikan secara global/keseluruhan dulu baru ke bagian-bagian.
Keseluruhan dijelaskan melalui pembahasan isi buku, selanjutnya bagian-bagian dijelaskan
melalui uraian per bab.
c. Materi yang akan disampaikan materi pelajaran umunya merupakan gabungan antara jenis
materi yang berbentuk pengetahuan (fakta dan informasi yang terperinci), keterampilan
(langkah-langkah, prosedur, keadaan, atau tanggapan) (kemp, 1977). Merril (1977: 37)
31
membedakan isi pelajaran menjadi 4 jenis, yaitu fakta, konsep, prosedur, dan prinsip. Dalam
isi pelajaran ini terlihat masing-masing jenis pelajaran sudah pasti memerlukan strategi
penyampaian yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam menentukan strategi pembelajaran,
guru harus terlebih dahulu memahami jenis strategi yang akan disampaikan agar diperoleh
strategi pembelajaran yang sesuai.
3. Partisipasi peserta didik berdasarkan prinsip student centered, peserta didik merupakan
pusat dari suatu kegiatan belajar. Hal ini dikenal dengan istilah cbsa (cara belajar siswa aktif)
yang diterjemahkan dari sal (student active learning), yang maknanya adalah bahwa proses
pembelajaran akan lebih berhasil apabila peserta didik secara aktif melakukan latihan secara
langsung dan relevan dengan tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan (dick dan carey,
1978: 108). Terdapat beberapa hal penting yang berhubungan dengan partisipasi peserta didik,
yaitu sebagai berikut:
a. Latihan dan praktek seharusnya dilakukan peserta didik setelah memberikan informasi
tentang suatu pengetahuan, sikap atau keterampilan tertentu.
b. Umpan balik setelah peserta didik menunjukan prilaku sebagai hasil belajar maka guru
memberikan umpan balik tersebut. Tes serangkaian tes umum yang digunakan oleh guru
untuk mengetahui:
(a) apakah tujuan pembelajaran khusus telah tercapai atau belum, dan
(b) apakah pengetahuan sikap dan keterampilan telah benar-benar dimiliki oleh peserta didik
atau belum.7
7
Dra. Fadriati, [Link]. STRATEGI DAN TEKNIK PEMBELAJARAN PAI.
“[Link]
[Link]?sequence=1” Hal. 6-17 (Diakses pada tanggal 2 Desember 2025. Pada pukul 18.53)
32
KESIMPULAN
Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai
akhir yang disajikan secara khas oleh guru. Dengan kata lain, model pembelajaran merupakan
bungkus atau bingkai dari penerapan suatu pendekatan, metode, strategi, dan teknik
pembelajaran. Istilah model pembelajaran mempunyai arti perencanaan atau suatu pola yang
digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran
dalam tutorial. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang akan
digunakan, termasuk di dalamnya tujuan-tujuan pendidikan, tahap-tahap dalam kegiatan
pembelajaran, lingkungan pembelajaran dan pengelolaan kelas. era globalisasi membawa
dampak yang signifikan terhadap perubahan perubahan tata nilai kehidupan masyarakat. Salah
satu bentuk perubahan tata nilai tersebut adalah "lemahnya keyakinan keagamaan, sikap
individualistis, materialistis dan hedonistis". Keadaan ini berlawanan dengan ajaran islam
sekaligus tidak mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional yaitu membangun manusia
indonesia seutuhnya yang cerdas dan berakhlak mulia.
Model pembelajaran merupakan suatu rencana mengajar yang memperhatikan pola
pembelajaran tertentu. Model-model pembelajaran berkembang sesuai dengan perkembangan
jaman dan kebutuhan peserta didik. Untuk membelajarkan peserta didik sesuai dengan cara-
gaya belajar mereka sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan optimal ada berbagai
model pembelajaran. Dalam praktiknya, kita (pendidik) harus ingat bahwa tidak ada model
pembelajaran yang paling tepat untuk segala situasi dan kondisi.
33
DAFTAR ISI
dr. Hj. Nur’aini, s. M. (2025). Strategi dan model pembelajaran pendidikan agama islam.
Dipetik desember 16, 2025, dari
[Link]
[Link]
Dra. Fadriati, m. (2014). Strategi dan teknik . 1-16. Dipetik desember 12, 2025, dari
[Link]
915334_isi%20keseluruhan%20buku%20fadriati%[Link]?sequence=1
Harisnur, f. (2002). Pendekatan, strategi, metode, dan teknik. Journal of primary education,
20-31. Dipetik desember 11 , 2025, dari [Link]
Nur Aisyah. implementasi metode kisah teladan (ibrah) pada pembelajaran pai dalam
membentuk karakter peserta didik siswa kelas 1 sdi daarul fikri malang. “ Dipetik desember
19, 2025, dari [Link]
34