CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
KURIKULUM MERDEKA (Deep Learning)
Nama Sekolah : SD Negeri 1 Padang Ratu
Nama Penyusun : RUSPA ZULENA,[Link]
NIP : 198103272025212058
Mata pelajaran : Bahasa Indonesia
Fase B, Kelas / Semester : IV (Empat) / I (Ganjil) & II (Genap)
CAPAIAN PEMBELAJARAN
MATA PELAJARAN : BAHASA INDONESIA
(Keputusan BSKAP NOMOR 046/H/KR/2025)
A. Rasional
Bahasa Indonesia dalam skala internasional diakui sebagai bahasa resmi ke-10 dalam
Sidang Umum UNESCO sejak 20 November 2023. Selain itu, perkembangan
pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di luar negeri cukup
menggembirakan. BIPA tersebar di 56 negara di dunia. Dalam era globalisasi dan
perkembangan teknologi informasi yang pesat, kemampuan berbahasa dan bernalar
menjadi kompetensi kunci yang diperlukan untuk menghadapi disrupsi dan perubahan
sosial budaya. Dalam hal ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia menjadi kompetensi kunci
yang sangat diperlukan.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah disiplin ilmu yang mengembangkan kemampuan
murid dalam berkomunikasi secara kritis, kreatif, dan komunikatif baik lisan maupun
tertulis dalam berbagai konteks kehidupan. Mata pelajaran ini juga diharapkan membantu
murid mengaplikasikan keterampilan berbahasa dalam berbagai tujuan dan konteks
kehidupan sekaligus mengukuhkan pengembangan identitas nasional, multilingualisme,
dan relevansi global.
Kemampuan berbahasa, bersastra, dan berpikir merupakan fondasi dari kemampuan
literasi. Semua bidang kajian, bidang kehidupan, dan tujuan-tujuan sosial menggunakan
kemampuan literasi. Literasi menjadi kemampuan dan praktik sosial yang digunakan
untuk bekerja dan belajar sepanjang hayat. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa
Indonesia merupakan pembelajaran yang menguatkan kemampuan literasi dan praktik
sosial untuk berbagai tujuan berkomunikasi dalam konteks sosial budaya Indonesia.
Dalam hal ini, mata pelajaran Bahasa Indonesia berhubungan dengan semua mata
pelajaran lain karena Bahasa Indonesia menjadi penghela untuk semua mata pelajaran.
Integrasi lintas-disiplin (interdisciplinary learning) antara Bahasa Indonesia dengan mata
pelajaran lain semakin nyata. Mata pelajaran Bahasa Indonesia mendukung pemahaman
konsep mata pelajaran lainnya. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa
Indonesia dan pelajaran lainnya sangat diperlukan. Penggunaan teks digital dalam
pembelajaran, literasi media dan informasi di era digital, integrasi teknologi dalam analisis
teks dan penulisan menjadi kajian yang penting saat ini. Keterampilan-berbahasa,
apresiasi dan ekspresi seni melalui sastra, dan komunikasi ilmiah melalui keterampilan
menyusun argumen dan laporan akan sangat mendukung penguatan karakter dan
penguasaan IPTEKS.
Mata pelajaran Bahasa Indonesia mempunyai dasar filosofi yang terdapat dalam Sumpah
Pemuda butir ketiga (3) yang menyatakan, "menjunjung bahasa persatuan bahasa
Indonesia". Hal ini bermakna bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa utama di
Indonesia. Secara implisit, ada juga pengakuan terhadap keberadaan ratusan bahasa
daerah yang memiliki hak hidup dan peluang penggunaan bahasa asing sesuai dengan
keperluannya. Butir ini menegaskan pentingnya pembelajaran berbahasa dalam
pendidikan nasional. Selain itu, Bahasa Indonesia tidak hanya sebagai alat komunikasi
nasional, tetapi juga simbol identitas dan pemersatu bangsa dalam keragaman budaya dan
bahasa daerah. Hal ini menunjukkan nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi yang
terkandung dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Secara umum, pendekatan pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Bahasa
Indonesia adalah pembelajaran mendalam. Secara khusus, mata pelajaran Bahasa
Indonesia juga menggunakan pendekatan pedagogi genre. Pendekatan ini memiliki empat
tahapan, yaitu yaitu penjelasan (explaining, building the context), pemodelan (modelling),
pembimbingan (joint construction), dan pemandirian (independent construction). Di
samping Selain pembelajaran mendalam dan pedagogi genre, pembelajaran Bahasa
Indonesia dapat juga disampaikan dengan pendekatan lain sesuai dengan pencapaian
pembelajaran tertentu.
Pembinaan dan pengembangan kemampuan berbahasa Indonesia dalam pembelajaran
mendalam akan membentuk "Delapan Dimensi Profil Lulusan" yang akan dicapai murid
yang terdiri atas: (1) keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME, (2) kewargaan, (3)
kreativitas, (4) penalaran kritis, (5) kolaborasi, (6) kemandirian, (7) kesehatan, dan (8)
komunikasi.
B. Tujuan
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan untuk mengembangkan:
1. kemampuan berkomunikasi secara efektif dan santun;
2. sikap pengutamaan dan penghargaan terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi
negara Republik Indonesia;
3. kemampuan berbahasa dengan berbagai teks multimodal (lisan, tulis, visual, audio dan
audiovisual) untuk berbagai tujuan dan konteks;
4. kemampuan literasi (berbahasa, bersastra, dan bernalar) dalam belajar dan bekerja;
5. kepercayaan diri untuk berekspresi sebagai individu yang cakap, sehat mental dan
fisik, mandiri, bergotong-royong, serta bertanggung jawab;
6. pemahaman tentang kaidah tata bahasa, kosakata, sastra, dan budaya Indonesia;
7. kepedulian terhadap budaya lokal dan lingkungan sekitarnya; dan
8. kepedulian untuk berkontribusi sebagai warga Indonesia.
C. Karakteristik
Mata pelajaran Bahasa Indonesia membentuk keterampilan berbahasa reseptif (menyimak,
membaca, dan memirsa) dan keterampilan berbahasa produktif (berbicara dan
mempresentasikan, serta menulis). Kompetensi berbahasa ini berdasar pada tiga hal yang
saling berhubungan dan saling mendukung untuk mengembangkan kompetensi murid,
yaitu bahasa (mengembangkan kompetensi kebahasaan), sastra (kemampuan memahami,
mengapresiasi, menanggapi, menganalisis, dan mencipta karya sastra); dan berpikir (kritis,
kreatif, dan imajinatif).
Kemampuan reseptif dan produktif dikembangkan saling berkaitan. Keterkaitan ini
dikembangkan dalam proses pembelajaran dengan gambaran sebagai berikut: (1) murid
perlu dilibatkan dalam interaksi verbal (percakapan dan diskusi) yang didasarkan pada
pemahamannya tentang teks, mengapresiasi estetika teks dan nilai budayanya, serta
proses, mencipta teks; (2) murid juga perlu diberi kesempatan untuk membaca teks dalam
beragam format (atau yang dikenal dengan teks multimodal (teks tertulis, teks audio, teks
audiovisual, teks digital, dan teks kinestetik) serta beragam konten dan genre; dan (3)
murid memiliki pengetahuan tentang tata bahasa bahasa Indonesia dengan baik dan benar
serta cara penggunaannya yang efektif untuk mendukung kompetensi berbahasa. Mata
pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam melalui
pemanfaatan beragam tipe teks dan teks multimodal.
Elemen dan deskripsi elemen mata pelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.
Elemen Deskripsi
Menyimak Kemampuan murid dalam menerima, memahami informasi
yang didengar, dan menyiapkan tanggapan secara relevan untuk
memberikan apresiasi kepada mitra tutur. Proses yang terjadi
dalam menyimak mencakup kegiatan seperti mendengarkan,
mengidentifikasi, memahami, menginterpretasi tuturan bahasa,
memaknai, dan/atau menyiapkan tanggapan terhadap mitra
tutur. Komponen-komponen yang dapat dikembangkan dalam
menyimak di antaranya kepekaan terhadap bunyi bahasa, sistem
isyarat, kosakata, struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan
metakognisi.
Membaca dan Membaca merupakan kemampuan murid untuk memahami,
Memirsa memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi teks sesuai tujuan
dan kepentingannya untuk mengembangkan pengetahuan,
keterampilan, dan potensi. Memirsa merupakan kemampuan
untuk memahami, memaknai, menginterpretasi, dan merefleksi
sajian visual dan/atau audiovisual sesuai tujuan dan
kepentingannya untuk mengembangkan pengetahuan,
keterampilan, dan potensi murid. Komponen-komponen yang
dapat dikembangkan dalam membaca dan memirsa di antaranya
kepekaan terhadap fonem, huruf, sistem isyarat, kosakata,
struktur bahasa (tata bahasa), makna, dan metakognisi.
Elemen Deskripsi
Berbicara dan Berbicara merupakan kemampuan menyampaikan gagasan,
Mempresentasikan tanggapan, dan perasaan dalam bentuk lisan. Mempresentasikan
merupakan kemampuan memaparkan gagasan atau tanggapan
secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan/atau
menyampaikan perasaan sesuai konteks dengan cara yang
komunikatif melalui beragam media (visual, digital, audio, dan
audiovisual). Komponen-komponen yang dapat dikembangkan
dalam berbicara dan mempresentasikan di antaranya kepekaan
terhadap bunyi bahasa, sistem isyarat, kosakata, struktur bahasa
(tata bahasa), makna, dan metakognisi.
Menulis Kemampuan menyampaikan gagasan, tanggapan, dan perasaan
dalam bentuk tulis secara fasih, akurat, bertanggung jawab, dan
sesuai konteks. Komponen-komponen yang dapat
dikembangkan dalam menulis di antaranya menerapkan
penggunaan ejaan, kata, kalimat, dan paragraf, struktur bahasa
(tata bahasa), makna, dan metakognisi dalam beragam tipe teks.
Capaian Pembelajaran
Fase B (Umumnya untuk Kelas III dan IV SD/MI/Program Paket A)
Pada akhir Fase B, peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
Menyimak
Memahami ide pokok suatu informasi dari teks nonsastra berbentuk teks aural (teks yang
dibacakan dan/atau didengarkan); dan memahami isi teks sastra berbentuk teks aural.
Membaca dan Memirsa
Membaca kata-kata baru dengan fasih dari bacaan dan/atau tayangan yang dipirsa; dan
memahami ide pokok, ide pendukung, pesan, dan informasi dalam teks sastra dan
nonsastra berbentuk cetak dan/atau elektronik.
Berbicara dan Mempresentasikan
Menyajikan pendapat dengan pilihan kata dan sikap tubuh/gestur yang sesuai,
menggunakan volume dan intonasi yang tepat sesuai konteks; menanggapi diskusi sesuai
tata cara; dan menceritakan kembali isi dan/atau informasi dari berbagai tipe teks yang
dibaca, dipirsa, atau didengar.
Menulis
Menulis berbagai tipe teks sederhana dengan rangkaian kalimat yang beragam; dan
menggunakan kaidah kebahasaan dan kosakata baru yang memiliki makna denotatif untuk
menulis teks sesuai dengan konteks.
Padang Ratu, 12 Juni 2025
Mengetahui Guru Kelas IV
Kepala Sekolah
EKI GUSWIYANTO,[Link] RUSPA ZULENA, [Link]
NIP.198408202010011010 NIP. 198103272025212058