LP PKKMB R. Rengasdengklok - Rika
LP PKKMB R. Rengasdengklok - Rika
DIAGNOSA
DIABETES MELITUS DI RUANG RENGASDENGKLOK RSUD
KARAWANG
Disusun Oleh :
B. Etiologi
Menurut Padila (2012), etiologi diabetes melitus adalah :
1. Diabetes Tipe 1
a. Faktor genetik
Pasien diabetes sendiri tidak mewarisi diabetes tipe 1
dengan sendirinya, tetapi mewarisi suatu predisposisi
atau kerentanan genetik dari diabetes tipe 1, dan
kerentanan genetik ini ada pada individu dengan
antigen tipe HLA.
b. Faktor-fakror imunologi
Terdapat reaksi autoimun yang merupakan reaksi
abnormal di mana antibodi secara langsung terarah
pada jaringan manusia normal dengan bereaksi
terhadap jaringan yang dianggap sebagai benda asing
yaitu autoantibodi terhadap sel pulau Langerhans dan
insulin endogen.
c. Faktor lingkungan
Toksin atau virus tertentu yang dapat memicu proses
autoimun yang menimbulkan destruksi sel beta.
2. Diabetes Tipe 2
Mekanisme pasti yang menyebabkan resistensi insulin dan
gangguan sekresi insulin pada diabetes tipe 2 masih belum
jelas. Faktor genetik berperan dalam perkembangan
resistensi insulin.
Faktor-faktor resiko :
a. Usia
b. Obesitas
c. Riwayat keluarga
C. Manifestasi klinis
Menurut Febrinasari et al (2020), manifestasi klinis diabetes melitus
adalah:
1. Poliuria (sering kencing)
2. Polidipsia (sering merasa haus)
3. Polifagia (sering merasa lapar)
4. Penurunan berat badan yang tidak
diketahui penyebabnya. Selain hal-hal
tersebut, gejala lain adalah:
1. Mengeluh lemah dan kurang energi
2. Kesemutan di tangan atau kaki
3. Mudah terkena infeksi bakteri atau jamur
4. Gatal
5. Mata kabur
6. Penyembuhan luka yang lama.
D. Komplikasi
Komplikasi diabetes melitus sangat mungkin terjadi
dan bisa menyerang seluruh organ tubuh. Apabila kadar gula
darah tidak dikendalikan maka akan terjadi komplikasi baik
jangka pendek (akut) maupun jangka panjang (kronis).
Menurut Febrinasari et al (2020) komplikasi diabetes melitus ada 2
(dua) yaitu
1. Komplikasi diabetes melitus akut
Komplikasi diabetes akut dapat disebabkan oleh dua hal,
yaitu naik turunnya kadar gula darah secara drastis.
Keadaan ini membutuhkan perhatian medis segera,
karena jika terlambat dapat menyebabkan hilangnya
kesadaran, kejang dan kematian. Terdapat 3 macam
komplikasi diabetes melitus akut:
a. Hipoglikemia
Hipoglikemia merupakan kondisi dimana
turunnya kadar gula darah secara drastis akibat
terlalu banyak insulin dalam tubuh, terlalu banyak
mengonsumsi obat penurun gula darah, atau
terlambat makan. Gejala berupa penglihatan kabur,
detak jantung cepat, sakit kepala, gemetar,
berkeringat dingin dan pusing. Kadar gula darah
yang terlalu rendah dapat menyebabkan pingsan,
kejang, bahkan koma.
b. Ketosiadosis diabetik (KAD)
Ketosiadosis diabetik merupakan keadaan
darurat medis yang disebabkan oleh kadar gula darah
yang tinggi. Ini merupakan komplikasi penyakit
diabetes yang terjadi ketika tubuh tidak dapat
menggunakan gula atau glukosa sebagai sumber
bahan bakar, sehingga tubuh mengolah lemak dan
menghasilkan keton sebagai sumber energi.
E. Penatalaksanaan
Menurut Putra, I. W. A., & Berawi (2015)
penatalaksanaan diabetes melitus dikenal dengan 4 pilar
penting dalam mengontrol perjalanan penyakit dan
komplikasi. Empat pilar tersebut adalah:
1. Edukasi
Edukasi yang diberikan adalah pahami perjalanan
penyakitnya, pentingnya pengendalian penyakit,
komplikasi dan resikonya, pentingnya intervensi obat dan
pemantauan glukosa darah, bagaimana menangani
hipoglikemia, kebutuhan latihan fisik teratur, dan metode
menggunakan fasilitas kesehatan. Mendidik pasien
bertujuan agar pasien bisa mengontrol gula darah dan
kurangi komplikasi serta meningkatkan keterampilan
perawatan diri sendirian. Diabetes tipe 2 biasanya terjadi
pada saat gaya hidup dan perilaku terbentuk kuat. Petugas
kesehatan mendampingi pasien dan memberikan
pendidikan dalam upaya meningkatkan motivasi dan
perubahan perilaku.
Hiperglike Resiko
ketidakstabilan
Menyerang
kulit dan infeksi
jaringan subkutan
Menyerang
secara sistemik
Mekanisme radang
Nyeri Eritem
a lokal
Kerusakan L
T Gan
rauma gguan
integrit
Resiko
Sumber : Fatimah
(2015).
G. Asuhan keperawatan
1. Pengkajian
1) Identitas
Di identitas klien meliputi nama, usia, jenis kelamin,
agama, status perkawinan, tanggal MRS, dan
diagnosa medis.
2) Keluhan utama
Pada pasien dengan diabetes melitus biasanya akan
merasakan badannya lemas dan mudah mengantuk
terkadang juga muncul keluhan berat badan turun
dan mudah merasakan haus. Pada pasien diabetes
dengan ulkus diabetic biasanya muncul luka yang
tidak kunjung sembuh.
3) Riwayat penyakit sekarang
Biasanya hipertensi dan penyakit jantung. Gejala
yang muncul pada pasien DM tidak terdeteksi,
pengobatan yang di jalani berupa kontrol rutin ke
dokter maupun instansi kesehatan terdekat
4) Riwayat kesehatan dahulu
Dalam hal ini yang perlu dikaji yaitu tentang
penyakit apa saja yang pernah diderita. Apakah
pasien pernah mengalami penyakit yang sama
sebelumnya seperti penyakit payudara jinak,
hyperplasia tipikal.
5) Riwayat penyakit keluarga
Muncul akibat adanya keturunan dari keluarga yang
menderita penyakit DM.
6) Pola sehari-hari
1) Persepsi, persepsi pasien ini biasanya akan
mengarah pada pemikiran negative terhadap
dirinya yang cenderung tidak patuh berobat dan
perawatan.
2) Nutrisi, akibat produksi insulin tidak adekuat
atau adanya kurang insulin maka kadar gula
darah tidak bisa dipertahankan sehingga
menyebabkan keluhan sering BAK, banyak
makan, banyak minum, BB menurun dan mudah
lelah. Keadaan tersebut dapat
2. Diagnosis keperawatan
a) Ketidakstabilan kadar glukosa darah b.d hiperglikemia ( Resistensi
insulin) (D.0027)
b) Perfusi perifer tidak efektif b.d hiperglikemia (D.0009)
c) Defisit nutrisi b.d peningkatan kebutuhan metabolisme (D.0019)
d) Risiko hipovolemia d.d kehilangan cairan secara aktif (D.0034)
e) Intoleransi aktivitas d.d kelemahan (D.0056)
3. Intervensi
No Diagnosa Keprawatan Tujuan & Kriteria Intervensi
Hasil
Ketidakstabilan Kadar Setelah dilakukan Manajemen
1
Glukosa Darah (D.0027) Tindakan keperawatan hiperglikemia
Berhubungan dengan: selama ......... jam, (I.03115)
Hiperglikemia ketidakstabilan kadar Observasi
● Disfungsi pangkreas glukosa darah ● Identifikasi
meningkat diberi kode
● Resistensi insulin kemungkinan
(L.03029), dengan
penyebab
● Gangguan toleransi kriteria hasil : hiperglikemia
glukosa darah ● Koordinasi (.....)
● Identifikasi
● Gangguan glukosa ● Kesadaran (.....) situasi yang
darah puasa ● Pusing (.....) menyebabkan
kebutuhan
Hipoglikemia ● Lelah/ lesu (.....) insulin
● Penggunaan insulin meningkat
● Keluhan lapar
atau obat glikemik (.....) ● Monitor kadar
oral
● Gemetar (.....) glukosa darah,
● Hiperinsulinemia jika perlu
(mis. Insulinoma) ● Berkeringat
● Monitor tanda
● Endokrinopati (mis. (.....)
dan gjala
Kerusakan adrenal ● Mulut kering hiperglikemia
atau pituitari) (.....)
Disfungsi hati ● Rasa haus (.....) ● Monitor intake
● Disfungsi ginjal dan output
● Perilaku aneh
kronis cairan
(.....)
● Efek agen ● Monitor keton
● Kesulitan bicara
farmakologis urine, kadar
(.....)
● Tindakan analisa gas
● Kadar glukosa darah,
pembedahan
dalam darah elektrolit,
neoplasma
(.....) takaran darah
● Gangguan metabolik ortostatik dan
● Kadar glukosa
bawaan (mis. frekuensi nadi
dalam urine
Gangguan
(.....) Terapeutik
penyimpanan
lisosomal, ● Palpitasi (.....) ● Berikan
galaktosemia, ● Perilaku (.....) asupan cairan
gangguan oral
penyimpanan ● Jumlah urine
● Konsultasi
glikogen) (.....)
dengan mdis
Dibuktikan dengan: jika tanda dan
● Mengantuk gejala
hiperglikemia
● Pusing tetap ada atau
● Lelah atau lesu memburuk
● Fasilitasi
● Gangguan
ambulasi jika
koordinasi
ada hipotensi
● Kadar glukosa ortostatik
dalam darah atau
urine rendah Edukasi
● Anjurkan
● Kadar gluosa dalam
darah atau urin menghindari
tinggi olahraga saat
kadar glukosa
● Palpitasi
darah lebih
● Mengeluh lapar dari 250
mg/dL
● Mulut kering
● Anjurkan
● Haus meningkat monitor kadar
● Gemetar glukosa darah
secara mandiri
● Kesadaran menurun
● Anjurkan
● Perilaku aneh kepatuhan
● Sulit bicara terhadap diet
dan olahraga
● Berkeringat
● Ajarkan
● Jumlah urine indikasi dan
pentingnya
meningkat
pengujian
keton urine,
jika perlu
● Ajarkan
pengelolaan
diabetes
Kolaborasi
● kolaborasi
pemberian
insulin, jika
perlu
● kolaborasi
pemberian
cairan IV, jika
perlu
● Kolaborasi
pemberian
kalium, jika
perlu
Perfusi Perifer Tidak Setelah dilakukan Intervensi Utama :
2
Efektif (D.0009) intervensi selama Perawatan sirkulasi
………… maka (I.02079)
Berhubungan dengan : Perfusi Perifer Observasi
● Hiperglikemia Meningkat L.02011 ● Periksa sirkulasi
dengan kriteria hasil :
● Penurunan konsentrasi perifer ([Link]
hemoglobin perifer, edema,
pengisian kapiler,
● Peningkatan tekanan ● Denyut nadi perifer warna, suhu,
darah meningkat ankle-brachial
● Kekurangan volume ● Penyembuhan luka indeks)
cairan meningkat ● Identifikasi factor
● Penurunan aliran arteri ● Sensasi meningkat risiko gangguan
dan/vena sirkulasi
● Warna kulit pucat ([Link],
● Kurang terpapar menurun perokok, orang
informasi tentang factor ● Edema perifer tua, hipertensi dan
pemberat (mis. kadar kolestrol
menurun
Merokok, gaya hidup tinggi)
monoton, trauma ● Nyeri ekstremitas
● Monitor panas,
obesitas, asupan garam, menurun
imobilitas) kemerahan, nyeri
● Parastesia menurun
atau bengkak pada
● Kurang terapapar ekstremitas
● Kelemahan otot
informasi tentang proses menurun
penyakit (mis. Diabetes ● Kram otot menurun Terapeutik
melitus, hiperlipidemia) ● Hindari
● Bruit femoralis
● Kurang aktivitas fisik pemasangan infus
menurun
atau pengambilan
● Nekrosis menurun darah di area
Dibuktikan dengan : keterbatasan
● Pengisian kapiler
● Pengisian kapiler >3 perfusi
membaik
detik ● Hindari
● Akral membaik
● Nadi perifer menurun pengukuran
atau tidak teraba ● Turgor kulit tekanan darah pada
● Akral teraba dingin
membaik ekstremitas dengan
● Tekanan darah keterbatasan
● Warna kulit pucat perfusi
sistolik membaik
● Turgor kulit menurun ● Hindari penekanan
● Tekanan darah
● Edema diastolik membaik dan pemasangan
tourniquet pada
● Penyembuhan luka ● Tekanan arteri rata- area yang cedera
lambat rata membaik ● Lakukan
● Indeks ankle-brachial ● Indeks ankle- pencegahan infeksi
<0,90 brachial membaik ● Lakukan
● Bruit femoral perawatan kaki
dan kuku
● Lakukan hidrasi
Edukasi
● Anjurkan berhenti
merokok
● Anjurkan
berolahraga rutin
● Anjurkan
mengecek air
mandi untuk
menghindari kulit
terbakar
● Anjurkan
menggunakan obat
penurun tekanan
darah,
antikoagulan, dan
penurun kolestrol
jika perlu.
● Anjurkan minum
obat penurun
tekanan darah
secara teratur
● Anjurkan
menghindari
penggunaan obat
penyekat beta
● Anjurkan
melakukan
perawatan kulit
yang tepat (mis.
Melembabkan
kulit kering pada
kaki)
● Anjurkan program
rehabilitasi
vaskuler
● Anjurkan program
diet untuk
memperbaiki
sirkulasi (mis.
Rendah lemak
jenuh, minyak
ikan omega 3)
● Informasikan
tanda dan gejala
darurat yang harus
dilaporkan (mis.
Rasa sakit yang
tidak hilang saat
istirahat, luka
tidak sembuh,
hilangnya rasa)
Defisit Nutrisi (D. 0019) Setelah dilakukan Manajemen nutrisi
3
Kategori: Fisiologis Tindakan keperawatan (I.03119)
Subkategori: Nutrisi dan selama ……… jam, Observasi
Cairan Status Nutrisi ● Identifikasi status
Berhubungan dengan : (L.03030) membaik
nutrisi
● Ketidakmampuan
dengan kriteria hasil :
● Identifikasi alergi
menelan makanan ● Porsi makanan yang
dan intoleransi
● Ketidakmampuan
dihabiskan
makanan
meningkat
mencerna makanan ● Identifikasi
● Kekuatan otot
● Ketidakmampuan pengunyah makanan yang
meningkat disukai
mengabsorbsi nutrien
● Kekuatan otot ● Identifikasi
● Peningkatan kebutuhan
menelan meningkat kebutuhan kalori
metabolisme
● Verbalisasi dan jenis nutrien
● Faktor ekonomi (mis:
keinginan untuk ● Identifikasi
finansial tidak
meningkatkan perlunya
mencukupi)
nutrisi meningkat penggunaan
● Faktor psikologis (mis: selang nasogastrik
● Pengetahuan
stres, keengganan untuk ● Monitor asupan
tentang pilihan
makan)
makanan yang sehat makanan
meningkat ● Monitor berat
Dibuktikan dengan :
● Pengetahuan badan
● Berat badan menurun
tentang pilihan ● Monitor hasil
minimal 10%
minuman yang
dibawah rentang ideal. pemeriksaan
sehat meningkat
laboratorium
● Pengetahuan
tentang standar Terapeutik
asupan nutrisi yang ● Lakukan oral
tepat meningkat hygiene sebelum
● Penyiapan dan makan, jika perlu
penyimpanan ● Fasilitasi
makanan yang menentukan
aman meningkat pedoman diet
● Penyiapan dan (mis. piramida
penyimpanan makanan)
minuman yang ● Sajikan makanan
aman meningkat secara menarik
● Sikap terhadap dan suhu yang
makanan/minuman sesuai
sesuai dengan ● Berikan makanan
tujuan kesehatan tinggi serat untuk
meningkat mencegah
● Perasaan cepat koristipasi
kenyang menurun ● Berikan makanan
● Nyeri abdomen tinggi kalori dan
menurun tinggi protein
● Berikan suplemen
● Sariawan menurun
makanan, jika
● Rambut rontok perlu
menurun ● Hentikan
● Diare menurun pemberian makan
melalui selang
● Berat badan nasogatrik jika
asupan oral dapat
membaik
ditoleransi
● Indeks Massa
Tubuh (IMT) Edukasi
membaik ● Anjurkan posisi
● Frekuensi makan duduk, jika
membaik mampu
● Ajarkan diet yang
● Bising usus
membaik diprogramkan
● Tebal lipatan Kolaborasi
kulit trisep membai ● Kolaborasi
k pemberian
medikasi sebelum
makan (mis.
pereda nyeri,
antiemetik), jika
perlu
● Kolaborasi dengan
ahli gizi untuk
menentukan
jumlah kalori dan
jenis nutrien yang
dibutuhkan, jika p
erlu
Risiko Hipovolemia Setelah dilakukan Manajemen
4
(D.0034) Tindakan keperawatan hipovolemia
Ditandai dengan : selama ……… Status (I.03116)
● kehilangan cairan cairan membaik
(L.03028), dengan Observasi
secara aktif
kriteria hasil : ● Periksa tanda
● Gangguan absorbsi
● Kekuatan nadi dan gejala
cairan
meningkat hipovolemia
● Usia lanjut (mis: frekuensi
● Output urin
● Kelebihan berat nadi
meningkat
meningkat,
badan ● Membran nadi teraba
● Status mukosa lembab lemah, tekanan
hipermetabolik meningkat darah
● Kegagalan ● Ortopnea menurun,
mekanisme regulasi tekanan nadi
menurun
menyempit,
● Evaporasi ● Dispnea turgor kulit
● Kekurangan intake menurun menurun,
cairan ● Paroxysmal membran
● Efek agen nocturnal mukosa
dyspnea (PND) kering, volume
farmakologis
menurun urin menurun,
● Edema anasarka hematokrit
meningkat,
menurun
haus, lemah)
● Edema perifer
● Monitor intake
menurun
dan output
● Frekuensi nadi cairan
membaik
● Tekanan darah Terapeutik
membaik
● Turgor kulit
membaik ● Hitung
● Jugular venous kebutuhan
cairan
pressure
membaik ● Berikan posisi
● Hemoglobin modified
Trendelenburg
membaik
● Berikan
● Hematokrit
asupan cairan
membaik
oral
Edukasi
● Anjurkan
memperbanya
k asupan
cairan oral
● Anjurkan
menghindari
perubahan
posisi
mendadak
Kolaborasi
● Kolaborasi
pemberian
cairan IV
isotonis (mis:
NaCL, RL)
● Kolaborasi
pemberian
cairan IV
hipotonis (mis:
glukosa 2,5%,
NaCl 0,4%)
● Kolaborasi
pemberian
cairan koloid
(albumin,
plasmanate)
● Kolaborasi
pemberian
produk darah
Intoleransi Aktivitas Setelah dilakukan Manajemen Energi
5
(D.0056) Intervensi Keperawatan (I.05178)
Berhubungan dengan : selama …x 24 jam,
maka Toleransi Observasi
● Ketidak seimbangan Aktivitas (L.05047)
meningkat. Dengan ● Identifikasi
antara suplai dan
kriteria hasil:
kebutuhan oksigen gangguan
● Tirah baring fungsi tubuh
● Frekuensi nadi yang
● Kelemahan meningkat mengakibatka
● Imobilitas ● Saturasi oksigen n kelelahan
meningkat ● Monitor pola
● Gaya hidup
● Kemudahan dan jam tidur
monoton
dalam
melakukan
Terapeutik
Dibuktikan dengan : aktivitas sehari-
hari meningkat
● Sediakan
● Mengeluh lelah ● Kecepatan
lingkungan
● Frekuensi jantung berjalan
nyaman dan
meningkat
meningkat >20% rendah
dari kondisi ● Jarak berjalan stimulus (mis.
istirahat meningkat Cahaya, suara,
● Dispnea saat/setelah ● Kekuatan tubuh kunjungan)
aktivitas bagian atas ● Lakukan
● Merasa tidak meningkat rentang gerak
nyaman setelah ● Kekuatan tubuh pasif dan atau
beraktivitas bagian bawah aktif
meningkat ● Berikan
● Merasa lemah
● Toleransi dalam aktifitas
● Tekanan darah distraksi yang
menaiki tangga
berubah >20% dari meningkat menenangkan
kondisi istirahat ● Keluhan lelah ● Fasilitasi
● Gambaran EKG menurun duduk di sisi
menunjukan aritmia ● Dispnea saat tempat tidur,
saat/setelah aktivitas jika tidak
aktivitas
● Gambaran EKG dapat
menurun
berpindah atau
menunjukan isekmia ● Dispnea setelah berjalan
● Sianosis aktivitas
menurun
● Sianosis Edukasi
menurun
● Warna kulit ● Anjurkan tirah
membaik baring
● Anjurkan
● Tekanan darah
membaik melakukan
aktivitas
● Frekuesi nafas secara
membaik bertahap
● EKG isekmia ● Anjurkan
membaik menghubungi
perawat jika
tanda gejala
kelelahan tidak
berkurang
● Ajarkan
strategi koping
untuk
mengurangi
kelelahan
Kolaborasi
● Kolaborasi
dengan ahli
gizi tentang
cara
meningkatkan
asupan
makanan
DAFTAR PUSTAKA