OUTLINE LAPORAN PENDAHULUAN
LAPORAN PENDAHULUAN
RENCANA DETAIL TATA RUANG (RDTR)
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Dasar Hukum Penyusunan RDTR
1.3 Maksud dan Tujuan Penyusunan RDTR
1.4 Ruang Lingkup Wilayah Perencanaan
1.4.1 Ruang Lingkup Kegiatan
1.4.2 Ruang Lingkup Wilayah
1.5 Kedudukan RDTR dalam Sistem Penataan Ruang
1.6 Keterkaitan RDTR dengan Dokumen Perencanaan Lain
1.7 Kerangka Pemikiran
1.8 Sistematika Penyusunan Laporan
BAB II PROFIL WILAYAH PERENCANAAN
2.1 Letak dan Batas Wilayah Perencanaan
2.2 Luas Wilayah dan Pembagian Sub Wilayah Perencanaan (SWP)
2.3 Kondisi Geografis dan Fisik Wilayah
1.4.1 Kondisi Fisik Dasar
a. Klimatologi
b. Topografi dan Morfologi
c. Geologi
d. Jenis Tanah
e. Hidrologi
1.4.2 Kondisi Fisik Lingkungan
a. Kualitas Lingkungan
- Kualitas udara
- Kualitas air permukaan
- Kondisi kebisingan
- Indikasi pencemaran
- Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
b. Kawasan Rawan Bencana
- Jenis dan Sebaran Bencana
- Tingkat Risiko Bencana
2.4 Kondisi Sosial dan Ekonomi
2.4.1 Kondisi Sosial
2.4.2 Kondisi Ekonomi
2.4 Gambaran Umum Pemanfaatan Ruang Eksisting
2.4.1 Tutupan Lahan
a. Tutupan lahan eksisting
b. Kawasan terbangun dan tidak terbangun
c. Ruang terbuka hijau alami
2.4.2 Kondisi Vegetasi
a. Jenis vegetasi dominan
b. Fungsi ekologis vegetasi
c. Area lindung alami
2.5 Isu Umum Pengembangan Wilayah
BAB III PENDEKATAN DAN METODOLOGI
3.1 Pendekatan Kerangka Teoritis
3.2 Prinsip dan Tahapan Penyusunan RDTR
3.2.1 Tahap Persiapan
a. Penetapan Wilayah Perencanaan
b. Pengumpulan Data Awal
c. Identifikasi Isu Strategis
3.2.2 Tahap Pengumpulan Data dan Informasi
3.2.3 Tahap Analisis
3.2.4 Tahap Perumusan Konsepsi RDTR
3.2.5 Tahap Penyusunan Rancangan Peraturan Kepala Daerah
3.3 Metode Pengumpulan dan Pengolahan Data
3.4 Pelibatan Masyarakat dan Pemangku Kepentingan
3.5 Keluaran Setiap Tahapan Penyusunan RDTR
BAB IV JADWAL DAN RENCANA KERJA SELANJUTNYA
4.1 Program Kerja
4.2 Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
4.3 Struktur Organisasi
3.2 Rencana Kerja Selanjutnya
OUTLINE LAPORAN ANALISIS
LAPORAN ANALISIS
(BUKU DATA DAN ANALISIS RDTR)
BAB I KEDUDUKAN DAN PERAN WILAYAH PERENCANAAN
1.1 Kedudukan Wilayah Perencanaan dalam Wilayah Kabupaten/Kota
1.2 Peran Wilayah Perencanaan dalam Sistem Perkotaan
BAB II ANALISIS SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN
2.1 Kondisi Fisik Dasar Wilayah
2.1.1 Geologi dan Geomorfologi
2.1.2 Topografi dan Kemiringan Lahan
2.1.3 Hidrologi
2.2 Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan
2.3 Kawasan Rawan Bencana
2.4 Isu Lingkungan Hidup
BAB III ANALISIS SOSIAL, KEPENDUDUKAN, DAN BUDAYA
3.1 Kependudukan dan Proyeksi Penduduk
3.2 Kondisi Sosial dan Budaya
3.3 Perumahan dan Permukiman
BAB IV ANALISIS EKONOMI DAN SEKTOR UNGGULAN
4.1 Struktur Perekonomian Wilayah
4.2 Sektor Unggulan dan Potensi Ekonomi
4.3 Kebutuhan Ruang Kegiatan Ekonomi
BAB V ANALISIS TRANSPORTASI
5.1 Sistem Jaringan Transportasi
5.2 Pola Pergerakan
5.3 Kinerja Jaringan Jalan
5.4 Kebutuhan Pengembangan Transportasi
BAB VI ANALISIS SUMBER DAYA BUATAN
6.1 Jaringan Jalan
6.2 Jaringan Energi
6.3 Jaringan Telekomunikasi
6.4 Jaringan Air Minum
6.5 Jaringan Drainase
6.6 Sistem Air Limbah
6.7 Sistem Persampahan
BAB VII ANALISIS LINGKUNGAN BINAAN
7.1 Pola dan Intensitas Pemanfaatan Ruang Eksisting
7.2 Karakteristik Kawasan Terbangun
7.3 Kualitas Lingkungan Binaan
BAB VIII ANALISIS KELEMBAGAAN DAN PEMBIAYAAN
8.1 Kelembagaan Penataan Ruang
8.2 Pembiayaan Pembangunan dan Pemanfaatan Ruang
BAB IX ANALISIS POLA RUANG DAN ZONASI
9.1 Penggunaan Lahan Eksisting
9.2 Kesesuaian Lahan
9.3 Kesesuaian dengan RTRW
9.4 Karakteristik Zona dan Subzona
9.5 Dampak Pemanfaatan Ruang
BAB X HASIL ANALISIS DAN ARAHAN PENGEMBANGAN
10.1 Potensi dan Permasalahan Wilayah
10.2 Isu Strategis Penataan Ruang
10.3 Tema dan Konsep Pengembangan Wilayah
10.4 Arahan Awal Rencana Struktur Ruang
10.5 Arahan Awal Rencana Pola Ruang
OUTLINE LAPORAN AKHIR
LAPORAN AKHIR
RDTR KAWASAN PERKOTAAN**
BAB I TUJUAN, KEBIJAKAN, DAN STRATEGI PENATAAN RUANG
PERKOTAAN
1.1 Tujuan Penataan Kawasan Perkotaan
1.2 Kebijakan Penataan Ruang Perkotaan
1.3 Strategi Penataan Ruang Perkotaan
BAB II RENCANA STRUKTUR RUANG PERKOTAAN
2.1 Rencana Sistem Pusat Pelayanan Perkotaan
2.2 Rencana Jaringan Jalan Perkotaan
2.3 Rencana Angkutan Umum Perkotaan
2.4 Rencana Jaringan Energi dan Telekomunikasi
2.5 Rencana Sistem Air Minum
2.6 Rencana Sistem Drainase
2.7 Rencana Sistem Air Limbah
2.8 Rencana Sistem Persampahan
BAB III RENCANA POLA RUANG PERKOTAAN
3.1 Zona Lindung Perkotaan
3.2 Zona Budidaya Perkotaan
3.3 Penetapan Zona dan Subzona
BAB IV KETENTUAN PEMANFAATAN RUANG
4.1 Ketentuan Umum Pemanfaatan Ruang
4.2 Ketentuan Intensitas Pemanfaatan Ruang
4.3 Ketentuan Tata Bangunan Perkotaan
4.4 Ketentuan Prasarana dan Utilitas
4.5 Ketentuan Insentif dan Disinsentif
BAB V PERATURAN ZONASI
5.1 Ketentuan Kegiatan dan Penggunaan Lahan
5.2 Ketentuan Intensitas Pemanfaatan Ruang per Zona
5.3 Ketentuan Tata Bangunan per Zona
5.4 Matriks ITBX
5.5 Ketentuan Zonasi Khusus Perkotaan
5.6 Ketentuan Non-Conforming Use
BAB VI INDIKASI PROGRAM PEMANFAATAN RUANG PERKOTAAN
6.1 Program Prioritas Penataan Ruang
6.2 Tahapan Pelaksanaan Program
6.3 Indikasi Pembiayaan
BAB VII PENUTUP