0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan24 halaman

Karya Rara 2

Karya tulis ilmiah ini membahas pengaruh konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan orang dewasa usia 40-75 tahun di Mamboro Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi gula dan dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta memberikan rekomendasi untuk mengurangi konsumsi gula. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi gula berlebihan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan24 halaman

Karya Rara 2

Karya tulis ilmiah ini membahas pengaruh konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan orang dewasa usia 40-75 tahun di Mamboro Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi gula dan dampaknya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta memberikan rekomendasi untuk mengurangi konsumsi gula. Hasil penelitian diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan risiko kesehatan yang terkait dengan konsumsi gula berlebihan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KARYA TULIS ILMIAH

PENGARUH KONSUMSI GULA BERLEBIH TERHADAP


KESEHATAN ORANG DEWASA USIA 40-75 TAHUN DI
MAMBORO BARAT RT 004/RW 002

FARHA FEBRIYANA LAWADANG

NIS/NISN : 094127768/0073535838

SMA NEGERI 5 PALU

TAHUN 2024
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

Judul Karya Tulis Ilmiah :“PENGARUH KONSUMSI GULA BERLEBIH


TERHADAP KESEHATAN ORANG DEWASA USIA 40-
75 TAHUN DI MAMBORO BARAT RT 004/RW 002”

Nama Penyusun : FARHA FEBRIYANA LAWADANG

NISN : 0073535838

Telah di periksa dan disetujui untuk di ujikan

Pembimbing 1 Pembimbing 2 Penguji Utama

Gladys Cilciana N, [Link]. K Shintia Dwi Puti [Link] Ramlah, [Link], [Link]
NIP.198312242023212011 NIP. 199711032023212010 NIP. 196806121999032006
.

Mengetahui,

Kepala Sekolah SMA N 5 PALU

Drs. Salim, M.M.


NIP. 196607231990031009

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah Yang Maha Kuasa bahwa atas rahmat dan
karunia-Nya, saya telah dapat menyelesaikan tugas karya tulis ilmiah dengan judul “Pengaruh
Konsumsi Gula Berlebih Terhadap Kesehatan Orang Dewasa Usia 40-75 Tahun di Mamboro
Barat RT 004/RW 002”.

Karya tulis ilmiah ini disusun sebagai salah satu upaya untuk memberikan informasi
kepada masyarakat tentang dampak konsumsi gula berlebihan terhadap Kesehatan, khususnya
bagi orang dewasa. Penelitian ini saya harapkan dapat menjadi bahan referensi yang bermanfaat
bagi pembaca dalam memahami pentingnya pola konsumsi gula yang seimbang untuk menjaga
Kesehatan tubuh.

Dalam penyusunan karya tulis ini, saya menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan
penyelesaian tugas ini tidak lepas dari bantuan, bimbingan, dan dukungan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada:

1. Guru pembimbing saya, yang telah memberikan arahan dan masukan berharga selama
proses penyusunan karya tulis ini.
2. Orang tua dan teman-teman, atas doa, dukungan, dan motivasi yang selalu diberikan
kepada saya.
3. Semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, namun telah membantu
menyelesaikan karya tulis ini.

Saya menyadari bahwa karya tulis ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Oleh
karena itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
perbaikan karya tulius ini di masa pendatang.

Semoga karya tulis ilmiah ini dapat memberikan manfaat serta menambah wawasan
bagi pembaca tentang pentingnya menjaga pola hidup sehat, khususnya terkait konsumsi gula.

Palu, 11 November 2024

FARHA FEBRIYANA LAWADANG

ii
DAFTAR ISI

SAMPUL
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii

BAB 1. PENDAHULUAN 1
1.1 LATAR BELAKANG 1
1.2 RUMUSAN MASALAH 1
1.3 TUJUAN PENELITIAN 2
1.4 MANFAAT PENELITIAN 2

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 3


2.1 PENGERTIAN KONSUMSI GULA BERLEBIHAN 3
2.2 PENGARUH KONSUMSI GULA BERLEBIHAN 3

BAB 3. METODE PENELITIAN 8


3.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN 8
3.2 RANCANGAN DAN PROSEDUR PENELITIAN 8

BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 10


4.1 HASIL 10
4.2 PEMBAHASAN 11

BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN 13


5.1 KESIMPULAN 13
5.2 SARAN 13

DAFTAR PUSTAKA 14

LAMPIRAN 15

BIODATA PENULIS 20

iii
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Gula merupakan bumbu atau penyedap rasa yang kita temui sehari-hari gula bisa
terkandung dimana saja termasuk buah, susu, nasi putih, makanan manis, minuman manis, dan
lain-lain. Konsumsi gula berlebih telah menjadi masalah kesehatan global yang signifikan. Di
era modern ini, konsumsi gula semakin meningkat seiring dengan berkembangnya industri
makanan dan minuman olahan. Sering kali dikonsumsi dalam jumlah yang jauh melebihi
rekomendasi kesehatan.

Dampak negatif dari konsumsi gula berlebih sangat beragam dan mencakup berbagai
aspek kesehatan. Salah satu yang paling mencolok adalah meningkatnya prevalensi obesitas di
kalangan orang dewasa. Obesitas bukan hanya masalah kosmetik, tetapi juga merupakan faktor
risiko utama untuk berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan
hipertensi. Meningkatnya angka obesitas ini menunjukkan perlunya pemahaman yang lebih baik
tentang bagaimana gula mempengaruhi kesehatan tubuh.
Menurut World Health Organization (WHO), konsumsi gula tambahan sebaiknya tidak
lebih dari 10% dari total asupan kalori harian. Namun, banyak orang dewasa yang mengonsumsi
gula jauh di atas batasan ini.
Dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan
menganalisis pengaruh konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan orang dewasa. Melalui
pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak negatif dari gula, diharapkan masyarakat
dapat lebih bijak dalam mengatur asupan gula mereka dan memilih pola makan yang lebih
sehat. Kesadaran akan bahaya konsumsi gula berlebih menjadi langkah awal yang penting untuk
mencegah berbagai masalah kesehatan di masa depan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


1. Bagaimana pola konsumsi gula pada orang dewasa?
2. Apa saja dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat konsumsi gula berlebih pada orang
dewasa?
3. Apa yang terjadi jika terlalu banyak gula dalam tubuh?

1
1.3 TUJUAN PENELITIAN
Dari latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka saya dapat memberitahukan tujuan
penelitian sebagai berikut:
1. Menganalisis pola konsumsi gula pada orang dewasa.
2. Memberikan rekomendasi strategi untuk mengurangi konsumsi gula berlebih.
3. Mengidentifikasi dampak gula berlebih terhadap kesehatan fisik dan mental pada orang
dewasa.

1.4 MANFAAT PENELITIAN


1. Dapat meningkatkan kesadaran pada orang dewasa tentang bahaya konsumsi gula
berlebih.
2. Dapat membantu dalam mengembangkan strategi pencegahan yang efektif.
3. Dapat membuka jalan untuk penelitian lebih lanjut tentang nutrisi, pola makan, dan
kesehatan pada orang dewasa.

2
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PENGERTIAN KONSUMSI GULA BERLEBIHAN


Pengaruh konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan orang dewasa merujuk pada
dampak negatif yang ditimbulkan oleh asupan gula tambahan yang melebihi batas yang
dianjurkan pada kesehatan fisik dan mental individu. Gula tambahan, yang sering ditemukan
dalam makanan dan minuman olahan, dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan jika
dikonsumsi secara berlebihan.

Menurut American Heart Association (AHA) pada tahun 2018, gula merujuk pada
karbohidrat sederhana yang memberikan rasa manis dan sering ditambahkan ke makanan dan
minuman. AHA mengkategorikan gula menjadi dua jenis utama yaitu gula tambahan adalah
gula yang ditambahkan ke makanan dan minuman selama proses pemrosesan atau persiapan.
Contoh termasuk gula meja (sukrosa), sirup jagung, dan madu. Gula alami adalah gula yang
ditemukan secara alami dalam makanan seperti buah-buahan (fruktosa) dan susu (laktosa).
Menurut Gidding, S.S, (2016), khususnya gula tambahan, memiliki dampak signifikan
terhadap kesehatan jantung dan metabolisme. Konsumsi gula tambahan yang tinggi telah
dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung. Gula
tambahan dapat berkontribusi pada kalori berlebih tanpa memberikan nilai gizi yang signifikan.

2.2 PENGARUH KONSUMSI GULA BERLEBIHAN

Mengenai pengaruh konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan orang dewasa


mencakup berbagai penelitian yang telah dilakukan untuk memahami dampak gula pada tubuh
manusia. Berikut adalah beberapa poin penting yang biasanya dibahas dalam tinjauan pustaka
ini:

2.2.1 Pengaruh Terhadap Obesitas


a. Definisi Obesitas
Menurut Harvard T.H. Chan School of Public Health obesitas biasanya diukur
menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), yang dihitung dengan membagi berat badan
dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. IMT 30 atau lebih dianggap
sebagai obesitas.
b. Penyebab Obesitas
1) Faktor Diet: Konsumsi kalori berlebih, terutama dari makanan tinggi gula dan
lemak jenuh, berkontribusi signifikan terhadap obesitas.

3
2) Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup yang sedentari, di mana seseorang tidak
cukup bergerak, juga merupakan faktor penting.
3) Faktor Genetik dan Lingkungan: Genetika dapat mempengaruhi kecenderungan
seseorang untuk menjadi obesitas, sementara lingkungan, termasuk akses ke
makanan sehat dan fasilitas olahraga, juga berperan.

2.2.2 Resistensi Insulin

a. Definisi Resistensi Insulin


Resistensi insulin terjadi ketika sel-sel tubuh, terutama yang ada di otot,
lemak, dan hati, tidak dapat menggunakan insulin secara efektif. Ini
mengakibatkan peningkatan kadar glukosa dalam darah.
b. Penyebab Resistensi Insulin

1) Faktor Gaya Hidup: Diet tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas
fisik, dan obesitas merupakan faktor risiko utama.
2) Genetik: Ada faktor genetik yang dapat mempengaruhi kecenderungan
seseorang untuk mengalami resistensi insulin.
3) Peradangan: Kondisi peradangan kronis dalam tubuh juga dapat
berkontribusi terhadap perkembangan resistensi insulin.

2.2.3 Diabetes Tipe 2

a. Definisi Diabetes Tipe 2

Menurut Lustig, R. H. (2013), diabetes tipe 2 adalah kondisi metabolik yang


ditandai oleh resistensi insulin dan kadar glukosa darah yang tinggi.

b. Dampak Kesehatan

1) Komplikasi Jangka Panjang: Diabetes tipe 2 dapat menyebabkan berbagai


komplikasi serius, termasuk penyakit jantung, kerusakan saraf, masalah ginjal,
dan gangguan penglihatan.
2) Kualitas Hidup: Kondisi ini dapat mempengaruhi kualitas hidup secara
signifikan, mengakibatkan kebutuhan untuk pengelolaan jangka panjang dan
perawatan medis.

4
2.2.4 Kesehatan Mental

Menurut Pollan M (2006) konsumsi gula tinggi dapat menyebabkan lonjakan dan
penurunan mendadak dalam kadar gula darah, yang dapat memengaruhi suasana hati dan energi
seseorang. Hal ini sering kali menyebabkan perasaan cemas atau depresi. Konsumsi gula
berlebih dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh, yang telah dikaitkan dengan berbagai
kondisi kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan. Pollan menunjukkan bahwa
peradangan dapat mempengaruhi neurotransmitter yang berperan dalam mood.

2.2.5 Pengaruh pada Hormon Pengatur Nafsu Makan

Menurut Taubes, G. (2016), konsumsi gula dan karbohidrat olahan memiliki pengaruh
signifikan terhadap hormon yang mengatur nafsu makan. Berikut adalah beberapa poin penting
mengenai pengaruh tersebut:

a. Hormon yang Terlibat

1) Insulin: Gula dan karbohidrat tinggi menyebabkan lonjakan insulin. Insulin


berfungsi untuk mengatur kadar glukosa dalam darah, tetapi juga berperan
dalam sinyal kenyang. Kadar insulin yang tinggi dapat menghambat hormon
yang merangsang nafsu makan, seperti ghrelin.
2) Ghrelin: Hormon ini dikenal sebagai "hormon lapar" yang merangsang nafsu
makan. Kadar ghrelin dapat meningkat ketika tubuh kekurangan energi, tetapi
konsumsi gula berlebih dapat mengganggu regulasinya.
3) Leptin: Leptin adalah hormon yang diproduksi oleh sel-sel lemak dan memberi
sinyal kepada otak bahwa tubuh sudah cukup makan. Resistensi leptin, yang
dapat disebabkan oleh pola makan tinggi gula, dapat menyebabkan peningkatan
nafsu makan.
b. Resistensi Hormon

Resistensi Insulin dan Leptin pola makan tinggi gula dapat


menyebabkan resistensi insulin dan leptin, di mana tubuh tidak merespons
hormon-hormon ini dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan nafsu
makan dan kesulitan dalam mengatur berat badan.

5
2.2.6 Penyakit Kardiovaskular/Penyakit Jantung

Penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung, merupakan salah satu penyebab


utama kematian di seluruh dunia. Menurut Willett dan Rockström (2017), terdapat beberapa
faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit ini, termasuk:
a. Faktor Penyebab

1) Diet yang buruk (tinggi lemak jenuh dan gula).


2) Kurangnya aktivitas fisik.
3) Polusi udara.
4) Perubahan iklim yang mempengaruhi kesehatan masyarakat.
5) Riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko.
6) Penyakit jantung dapat menyebabkan komplikasi serius seperti serangan
jantung, stroke, dan kematian mendadak.

2.2.7 Kerusakan Gigi

Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2015, konsumsi gula
berlebihan merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kerusakan gigi,
khususnya karies gigi. Berikut adalah beberapa poin penting mengenai hubungan antara gula
dan kerusakan gigi:
a. Hubungan Gula dan Kerusakan Gigi

1) Produksi Asam:
Gula yang terdapat dalam makanan dan minuman berfungsi sebagai sumber
makanan bagi bakteri di dalam plak gigi. Bakteri ini memproduksi asam
sebagai produk sampingan, yang dapat merusak enamel gigi.
2) Deminimalisasi Enamel:
Asam yang dihasilkan oleh bakteri menyebabkan demineralisasi enamel,
lapisan pelindung gigi, yang mengarah pada pembentukan lubang (karies).
3) Frekuensi Konsumsi:
Tidak hanya jumlah gula yang dikonsumsi, tetapi juga frekuensi konsumsi
makanan dan minuman manis yang berkontribusi terhadap risiko kerusakan
gigi. Semakin sering gigi terpapar gula, semakin tinggi risikonya.

6
b. Rekomendasi WHO

1) Batasan Konsumsi Gula:


WHO merekomendasikan agar konsumsi gula tambahan dibatasi hingga kurang
dari 10% dari total asupan kalori harian. Untuk manfaat kesehatan tambahan,
disarankan untuk mengurangi konsumsi gula hingga di bawah 5%.
2) Pendidikan dan Kesadaran:
Meningkatkan kesadaran tentang dampak negatif gula terhadap kesehatan gigi
sangat penting untuk mencegah kerusakan gigi.

7
BAB 3

METODE PENELITIAN

3.1 WAKTU DAN TEMPAT PENELITIAN


Berdasarkan judul penelitian yaitu pengaruh konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan orang
dewasa sehingga penulis melaksanakan penelitian:

Pukul : 20.30 WITA


Hari/Tanggal : Rabu/06 November 2024
Tempat : Di setiap rumah, Mamboro barat, RT 004/RW 002

3.2 RANCANGAN DAN PROSEDUR PENELITIAN


3.2.1 Rancangan Penelitian

1. Judul penelitian: Pengaruh konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan orang dewasa.
2. Tujuan penelitian:
a. Menilai dampak konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan fisik (misalnya, obesitas,
diabetes, dan masalah gigi).
b. Menganalisis pengaruh konsumsi gula terhadap kesehatan mental (misalnya, suasana
hati, kecemasan).
3. Hipotesis
Konsumsi gula berlebih berhubungan positif dengan peningkatan risiko obesitas,
diabetes, dan masalah kesehatan mental pada orang dewasa.
4. Metode penelitian

a. Desain Penelitian: Kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi.


b. Populasi: Orang dewasa berusia 40-75 tahun.
c. Sampel: 5 responden bersedia yang berpartisipasi.
3.2.2 Prosedur Penelitian
1. Persiapan:
a. Siapkan kuesioner
b. Dapatkan izin dari partisipan (5 orang dewasa).
[Link] Data:
Kuesioner: Tanyakan tentang kebiasaan makan dan masalah kesehatan.

8
[Link] Data:
Hitung total konsumsi gula dan analisis hubungan dengan kesehatan menggunakan
statistik deskriptif dan korelasi.
[Link] Hasil:
Diskusikan hasil dan bandingkan dengan studi sebelumnya.
[Link]:
Ringkaskan temuan dan berikan rekomendasi untuk mengurangi konsumsi gula.

9
BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 HASIL

Tabel Distribusi Responden Pengaruh Gula Berlebih Terhadap Kesehatan Orang Dewasa di
Mamboro Barat RT 004/RW 002.
No. Pertanyaan Jumlah Persentase Tingkat
Responden

1. Apakah bapak/ibu mengonsumsi makanan atau 23 92% Kurang baik


minuman manis setiap hari?

2. Apakah bapak/ibu mengalami masalah berat 17 68% Cukup baik


badan?

3. Apakah bapak/ibu mengalami masalah gigi 21 84% Kurang baik


akibat konsumsi gula?

4. Apakah bapak/ibu memiliki riwayat diabetes 19 76% Kurang baik


dalam keluarga?

5. Apakah bapak/ibu merasa sulit berkonsentrasi 19 76% Kurang baik


setelah mengkonsumsi gula?

6. Apakah bapak/ibu mengalami gejala 17 68% Cukup baik


pencernaan setelah makan-makanan manis?

7. Apakah bapak/ibu mempunyai kebiasaan 23 92% Kurang baik


mengkonsumsi atau minum yang manis seperti
teh dan kopi setiap hari?

8. Apakah bapak/ibu mempunyai kebiasaan 25 100% Kurang baik


mengkonsumsi gorengan atau kue yang terbuat
dari susu atau mentega?

9. Apakah bapak/ibu mengkonsumsi nasi 3x 25 100% Kurang baik


dalam sehari?

10. Apakah bapak/ibu mengkonsumsi makanan dan 17 68% Cukup baik


minuman yang banyak memakai pemanis?

Persentase Rata-rata 82,4% Kurang baik

Berdasarkan tabel di atas diperoleh bahwa orang dewasa memiliki tingkat responden yang
kurang baik sebanyak 84,2% terhadap gula yang berlebihan.

10
4.2 PEMBAHASAN
Untuk mendapatkan hasil mengenai pengaruh konsumsi gula berlebih terhadap
kesehatan orang dewasa maka dilakukan penelitian. Penelitian yang dilakukan adalah
memberikan pertanyaan tentang seputar pengaruh gula berlebih terhadap orang dewasa.

Dari hasil pertanyaan diperoleh:


Berdasarkan hasil penelitian yang disajikan dalam tabel, dapat disimpulkan bahwa:
1. Konsumsi makanan/minuman manis: 92% responden mengonsumsi makanan atau
minuman manis setiap hari, yang termasuk dalam kategori “kurang baik”.
2. Masalah berat badan: 68% responden mengalami masalah berat badan, yang termasuk
dalam kategori “cukup baik”.
3. Masalah gigi: 84% responden mengalami masalah gigi akibat konsumsi gula, yang
termasuk dalam kategori “kurang baik”.
4. Riwayat diabetes: 76% responden memiliki riwayat diabetes dalam keluarga, yang
termasuk dalam kategori “kurang baik”.
5. Masalah konsentrasi: 76% responden merasa sulit berkonsentrasi setelah mengonsumsi
gula, yang termasuk dalam kategori “kurang baik”.
6. Masalah pencernaan: 68% responden mengalami gejala pencernaan setelah makan-
makanan manis, yang termasuk dalam kategori “cukup baik”.
7. Kebiasaan konsumsi minuman manis: 92% responden memiliki kebiasaan
mengonsumsi minuman manis seperti teh dan kopi setiap hari, yang termasuk dalam
kategori “kurang baik”.
8. Kebiasaan konsumsi gorengan/kue: 100% responden memiliki kebiasaan mengonsumsi
gorengan atau kue yang terbuat dari susu atau mentega, yang termasuk dalam kategori
“kurang baik”.
9. Konsumsi nasi 3x sehari: 100% responden mengonsumsi nasi 3 kali dalam sehari, yang
termasuk dalam kategori “kurang baik”.
10. Konsumsi makanan/minuman dengan pemanis: 68% responden mengonsumsi makanan
dan minuman yang banyak menggunakan pemanis, yang termasuk dalam kategori
“cukup baik”.
Secara keseluruhan, persentase rata-rata tingkat responden adalah 82,4%, yang termasuk dalam
kategori “kurang baik” terhadap gula yang berlebihan.

Saran jumlah konsumsi gula perhari:


1. Menurut World Health Organization konsumsi gula bebas maksimal 25 gram perhari
( sekitar 6 sendok teh) untuk orang dewasa.

11
2. Menurut American Heart Association konsumsi gula bebas maksimal 24 gram perhari
(sekitar 6 sendok teh) untuk wanita. Konsumsi gula bebas maksimal 36 gram perhari
(sekitar 9 sendok teh) untuk pria.
3. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia konsumsi gula bebas maksimal 50 gram
perhari (sekitar 12 sendok teh) untuk orang dewasa.

12
BAB 5

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN
Dari penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa konsumsi gula berlebih
memiliki dampak yang signifikan terhadap kesehatan orang dewasa. Konsumsi gula yang
melebihi batas rekomendasi harian dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk
obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan gangguan kesehatan mental. Obesitas, yang
sering kali merupakan akibat dari pola makan tinggi gula, dapat meningkatkan risiko penyakit
kronis lainnya. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga berkontribusi pada peningkatan kadar
trigliserida dan kolesterol jahat dalam darah, yang berpotensi memicu penyakit kardiovaskular.

Dari segi kesehatan mental, penelitian menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi
gula tinggi dan peningkatan risiko depresi serta kecemasan. Fluktuasi kadar gula dalam darah
akibat konsumsi gula yang tidak terkontrol dapat memengaruhi suasana hati dan fungsi kognitif,
yang pada gilirannya dapat berdampak negatif pada kualitas hidup individu. Oleh karena itu,
penting untuk menyadari bahwa gula tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik tetapi juga
mental.

5.2 SARAN
Berdasarkan kesimpulan di atas, beberapa saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:

1. Edukasi Masyarakat: Penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang


dampak konsumsi gula berlebih. Program edukasi kesehatan dapat dilakukan melalui
seminar, kampanye media sosial, dan penyuluhan di sekolah-sekolah untuk menjelaskan
tentang batasan konsumsi gula yang sehat dan dampaknya terhadap kesehatan.
2. Penerapan Kebijakan Kesehatan: Pemerintah dan lembaga kesehatan harus
mempertimbangkan penerapan kebijakan yang membatasi pemasaran produk tinggi
gula, terutama kepada anak-anak. Selain itu, pengenalan pajak gula pada minuman
manis dapat menjadi langkah efektif untuk mengurangi konsumsi gula dalam
masyarakat.
3. Promosi Gaya Hidup Sehat: Masyarakat perlu didorong untuk menerapkan pola makan
seimbang dan gaya hidup aktif. Program-program olahraga dan aktivitas fisik perlu
dipromosikan untuk membantu mengurangi risiko penyakit yang terkait dengan
konsumsi gula berlebih.
4. Pengawasan Label Makanan: Konsumen harus didorong untuk lebih memperhatikan
label nutrisi pada kemasan makanan dan minuman. Pendidikan tentang cara membaca
label dapat membantu individu membuat pilihan yang lebih sehat dan menghindari
produk yang mengandung gula tambahan tinggi.
5. Peningkatan Riset: Diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara
mendalam mekanisme biologis yang menghubungkan konsumsi gula berlebih dengan
berbagai masalah kesehatan. Hal ini dapat membantu dalam pengembangan intervensi
yang lebih efektif untuk mengatasi masalah ini.

13
DAFTAR PUSTAKA

American Heart Association. (2018). "Added Sugars: A Guide to the 2015-2020 Dietary
Guidelines for Americans." Diakses dari American Heart Association.

Gidding, S. S., et al. (2016). Dietary Recommendations for Children and Adolescents: A Guide
for Practitioners. Elk Grove Village, IL: American Academy of Pediatrics.

Harvard T.H. Chan School of Public Health. (n.d.). "The Nutrition Source: Added Sugars."
Diakses dari Harvard T.H. Chan.

Johnson, R. K., et al. (2014). Dietary Sugars Intake and Cardiovascular Health. Washington,
D.C.: American Heart Association.

Lustig, R. H. (2013). Fat Chance: Beating the Odds Against Sugar, Processed Food, Obesity,
and Disease. New York: Hudson Street Press.

Pollan, M. (2006). The Omnivore’s Dilemma: A Natural History of Four Meals. New York:
Penguin Press.

Taubes, G. (2016). The Case Against Sugar. New York: Knopf.

Willett, W., & Rockström, J. (2017). Eat, Drink, and Be Healthy: The Harvard Medical School
Guide to Healthy Eating. New York: Free Press.

World Health Organization. (2015). Guideline: Sugars intake for adults and children. Diakses
dari WHO.

14
LAMPIRAN

A. Foto Dokumentasi Wawancara

15
B. Daftar Pertanyaan Wawancara

1. Apakah Anda mengonsumsi makanan atau minuman manis setiap hari?


2. Apakah Anda mengalami masalah berat badan?
3. Apakah Anda mengalami masalah gigi akibat konsumsi gula?
4. Apakah Anda memiliki riwayat diabetes dalam keluarga?
5. Apakah Anda merasa sulit berkonsentrasi setelah mengonsumsi gula?
6. Apakah Anda mengalami gejala pencernaan setelah makan makanan manis?
7. Apakah bapak/ibu mempunyai kebiasaan mengkonsumsi atau minum yang manis
seperti teh dan kopi setiap pagi?
8. Apakah bapak/ibu mempunyai kebiasaan mengkonsumsi gorengan atau kue yang
terbuat dari susu atau mentega?
9. Apakah bapak/ibu mengkonsumsi nasi 3x dalam sehari?
10. Apakah bapak/ibu mengkonsumsi makanan dan minuman yang banyak memakai
pemanis?

C. Daftar Responden
Responden 1

Nama: Bahron

Jenis kelamin: Laki-laki

16
Usia: 54 tahun

Responden 2

Nama: Warni

Jenis kelamin: Perempuan

Usia: 54 tahun

Responden 3

Nama: Sustiwati

Jenis kelamin: Perempuan

Usia: 52 tahun

Responden 4

Nama: Nurlaela

Jenis kelamin: Perempuan

Usia: 45 tahun

Responden 5

Nama: Tija

Jenis kelamin:

Usia: 62 tahun

17
KUESIONER PENELITIAN

PENGARUH KONSUMSI GULA BERLEBIH TERHADAP KESEHATAN


ORANG DEWASA DI MAMBORO RT 004/RW 002

Skala penilaian:

Ya = 5

Tidak = 3

No. Pertanyaan Skor Hasil Angket


Jumla Skor Persenta
RS.1 RS.2 RS.3 RS.4 RS.5 h maksi se
mal
1. Apakah Anda 5 5 3 5 5 23 25 92%
mengonsumsi
makanan atau
minuman manis
setiap hari?
2. Apakah Anda 3 3 3 3 5 17 25 68%
mengalami
masalah berat
badan?
3. Apakah Anda 5 3 5 3 5 21 25 84%
mengalami
masalah gigi
akibat konsumsi
gula?
4. Apakah Anda 3 3 3 5 5 19 25 76%
memiliki riwayat
diabetes dalam
keluarga?
5. Apakah Anda 3 3 3 5 5 19 25 76%
merasa sulit
berkonsentrasi
setelah
mengonsumsi
gula?
6. Apakah Anda 3 3 5 3 3 17 25 68%
mengalami gejala
pencernaan setelah
makan makanan
manis?

18
7. Apakah bapak/ibu 5 5 3 5 5 23 25 92%
mempunyai
kebiasaan
mengkonsumsi
atau minum yang
manis seperti teh
dan kopi setiap
pagi?
8. Apakah bapak/ibu 5 5 5 5 5 25 25 100%
mempunyai
kebiasaan
mengkonsumsi
gorengan atau kue
yang terbuat dari
susu atau
mentega?
9. Apakah bapak/ibu 5 5 5 5 5 25 25 100%
mengkonsumsi
nasi 3x dalam
sehari?
10. Apakah bapak/ibu 3 3 3 3 5 17 25 68%
mengkonsumsi
makanan dan
minuman yang
banyak memakai
pemanis?
Persentase Rata-rata 82,4%

19
BIODATA PENULIS

Nama : FARHA FEBRIYANA LAWADANG

Alamat : Jl. Sintora, Mamboro Barat

TTL : Ampana, 09 Januari 2007

Agama : Islam

Status : Pelajar

Gol. Darah :-

Riwayat Pendidikan : SDN 3 Dolong A

SMP Negeri 18 Palu

Kesan:

SMAN 5 Palu memiliki pendidikan yang baik, dengan pengajaran yang terstruktur dan
dukungan dari guru yang berpengalaman. Dari pembuatan karya tulis ilmiah ini saya diberikan
kesempatan untuk mengekspresikan ide dan kreativitas. Melalui penelitian ini saya belajar
untuk berpikir kritis dan analitis. Proses penulisan karya tulis ilmiah ini membantu saya
mengembangkan keterampilan penelitian yang penting, seperti pengumpulan data, analisis, dan
penyajian informasi. Guru-guru di SMAN 5 Palu sangat mendukung saya dalam proses
penulisan karya tulis ilmiah dan memberikan bimbingan yang konstruktif.

Pesan:

Semoga karya tulis ini dapat mengembangkan keterampilan penulisan karya tulis ilmiah dan
memberikan wawasan bagi pembaca. Saya harap teman-teman lebih didorong untuk berinovasi
dan mencari topik yang relevan dengan isu-isu terkini dalam karya tulis ilmiah. Setiap ide yang
teman-teman miliki bisa menjadi sesuatu yang baru dan berharga. Jangan takut untuk berpikir di
luar kebiasaan dan ingatlah bahwa setiap langkah kecil menuju penyelesaian yang baik.

20

Anda mungkin juga menyukai