BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengobatan merupakan suatu proses ilmiah yang dilakukan oleh dokter berdasarkan
temuan-temuan yang diperoleh selama anamnesis dan pemeriksaan. Dalam proses
pengobatan terkandung keputusan ilmiah yang dilandasi oleh pengetahuan dan
keterampilan untuk melakukan intervensi pengobatan yang memberi manfaat maksimal
dan resiko sekecil mungkin bagi pasien. Hal tersebut dapat dicapai dengan melakukan
pengobatan yang rasional. Pengobatan rasional menurut WHO 1987 yaitu pengobatan
yang sesuai indikasi, diagnosis, tepat dosis obat, cara dan waktu pemberian, tersedia
setiap saat dan harga terjangkau.
B. Tujuan
Tujuan pengobatan adalah mengupayakan kesembuhan dan pemulihan pasien secara
optimal melalui prosedur dan tindakan yang dapat dipertanggung jawabkan.
Panduan ini digunakan untuk memberikan panduan kepada petugas tentang cara
pemberian layanan upaya pengobatan, melalui proses anamnesis, proses kajian,
penentuan diagnosis hingga proses terapi yang akan dilakukan pada ruangan
pemerikasaan umum.
C. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pedoman upaya pengobatan di Puskesmas Masbagik ini adalah:
Kegiatan didalam gedung :
a) Melakukan anamnesa, pemeriksaan dan tatalaksana pasien
b) Melakukan pencatatan rekam medis pasien
c) Pengobatan medik dasar di puskesmas sesuai pedoman
d) Penyuluhan tentang penyakit dan pola hidup sehat
e) Konseling medis umum
f) Deteksi dini
g) Menerima rujukan dan melakukan rujukan kasus spesialistik
h) Menerbitkan surat keterangan sakit/sehat yang ditandatangani oleh dokter
i) Melakukan rehabilitasi
j) Melakukan rujukan internal ke semua ruangan yang dibutuhkan pasien
Kegiatan diluar gedung :
a) Penyuluhan tentang penyakit
b) Pengobatan sederhana secara masal dibawah pengawasan dokter puskesmas
c) Deteksi dini pada keluarga dan masyarakat
d) Screening penyakit tertentu
e) Pengobatan pada waktu puskesmas keliling
Lingkup berlakunya pedoman upaya pengobatan ini adalah pelayanan di dalam gedung
Puskesmas Masbagik dan jaringan Puskesmas Masbagik yang meliputi Pustu dan
Polindes. Pelaksanaan pelayanan pengobatan di jaringan Puskesmas didasarkan pada
standart prosedur yang berlaku serta pendelegasian wewenang oleh dokter kepada
petugas yang terlatih.
D. Batasan Operasional
1. Pelayanan pemeriksaan umum adalah pelayanan kesehantan, pengobatan serta
rujukan bagi individu/perorangan.
2. Surat keterangan sehat adalah surat ketengan bahwa seseorang itu sehat yang
diterangkan oleh dokter setelah melakukan pemeriksaan, yang meliputi pemeriksaan
fisik, pengukuran BB, TB, tekanan darah, dan pemeriksaan lain yang di butuhkan
3. Surat keterangan sakit adalah surat keterangan bahwa seseorang itu sakit yang
diterangkan oleh dokter setealh melakukan pemeriksaan. Surat keterangan sakit
memberi keterangan seseorang memerluksn istirahat selama beberapa hari.
4. Surat keterangan berobat adalah surat keterangan bahwa seseorang telah diberikan
pengobatan oleh dokter setelah di lakukan pemriksaan.
5. Surat Rujukan Eksternal adalah surat yang berisi rujukan psien ke fasilitas Kesehatan
yang lebih tinggi dikarenakan keterbatasan fasilitas Kesehatan tingkat pertama.
6. Surat Rujukan Internal adalah surat yang berisi rujukan pasien ke unit lalin di
Puskesmas karena diperlukan pemeriksaan dari unit yang terkait.
7. Surat rujuk balik adalah surat yang berisi jawaban atas tujukan ke fasilitas Kesehatan
yang lebih tinggi dimana pasien yang kita rujuk sudah bisa dianjurkan perawatan di
puskesmas.
8. Rekam Medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen tentang identitas
pasien, pemeriksaan, pengobatan, pelayanan lain yang telahdiberikan kepada pasien.
E. Landasan Hukum
1. UU Nomor 29 Tahun 2004, tentang Praktik Kedokteran.
2. UU Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan.
3. UU Nomor 44 Tahun 2009, tentang Rumah Sakit.
4. Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 128/[Link]/SK/II/ 2004 tentang Kebijakan
Dasar Puskesmas.
5. PeraturanMenteriKesehatan No.290/MENKES/PER/III/2008 Tentang Persetujuan
Tindakan Kedokteran.
6. Peraturan Menteri Kesehatan No.1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang
Keselamatan Pasien Rumah Sakit.
7. Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas.
BAB II
STANDAR KETENAGAAN
A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia
Sumber daya manusia pada pelayanan klinis terdiri dari :
1. Penanggung jawab pelayanan poliklinik adalah seorang dokter.
2. Perawat pelaksana adalah minimal perawat lulusan D III Keperawatan.
B. Distribusi Ketenagaan
Petugas Upaya Ruangan Pemeriksaan Umum di Puskesmas Masbagik Baru terdiri dari:
- 1 orang penanggung jawab Ruangan Pemeriksaan Umum puskesmas (Dokter umum)
- 1 orang koordinator Ruangan Pemeriksaan Umum puskesmas yaitu perawat minimal
lulusan D3 yang mendapat pendelegasian wewenang dari dokter
- 2 orang perawat pelaksana Ruangan Pemeriksaan Umum minimal lulusan D3 yang
telah mendapat pendelegasian wewenang dari dokter
Standar ketenagaan Ruangan Pemeriksaan Umum adalah minimal perawat lulusan D3.
Berdasarkan hal tersebut artinya, ketenagaan pada pelayanan pengobatan Puskesmas
Masbagik telah memenuhi standart yang ditetapkan.
C. Jadwal Kegiatan
Senin – Kamis : Pukul 08.00 – 13.00
Jum’at : Pukul 08.00 – 11.00
Sabtu : Pukul 08.00 – 12.00
BAB III
STANDAR FASILITAS
A. Denah Ruangan
2 2 7
3 7
6
5
2 2
2 1 2
4
KETERANGAN :
a. 1 (meja pemeriksaan)
b. 2 (kursi)
c. 3 (bed pemeriksaan)
d. 4 (lemari)
e. 5 (wastaple)
f. 6 (meja komputer)
g. 7 (bak sampah infeksius & non infeksius)
h. Luas ruangan
i. Ruangan kering dan tidak lembab
j. Memiliki ventilasi yang cukup
k. Memiliki cahaya yang cukup
l. Lantai terbuat dari keramik
m. Dinding dicat warna cerah
B. Standar Fasilitas
Pada Ruangan Pemeriksaan Umum, kelengkapan fasilitas di Puskesmas Masbagik Baru
sebagai berikut:
- Ruangan
Standart Ruangan :
Arah angin harus dari belakang petugas
Mempunyai cross ventilation (ventilasi cukup dan terbuka)
Mempunyai fasilitas air mengalir untuk cuci tangan
Kondisi riil :
Luas Ruangan Pengobatan umum Puskesmas Masbagik Baru adalah 12
m2
Telah memiliki fasilitas air mengalir
Memiliki cross ventilation
- Peralatan
Standart peralatan :
Set pemeriksaan umum
1. Stetoskop
2. Tensimeter
3. termometer
4. Penlight
5. Timbangan
6. Mictrotoice
7. Spatel
8. Palu repleks
9. Snellen chart
10. Buku ishihara
Bahan habis pakai :
1. Alcohol
2. Kapas
3. Kasa non alcohol
4. Masker wajah
5. Sabun tangan atau antiseptic
6. Sarung tangan steril
7. Sarung tangan non steril
Perlengkapan
1. Wastapel : 1 buah
2. Tempat sampah tertutup : 2 buah
Maubel
1. Kursi kerja : 3 buah
2. Kursi pasien : 3 buah
3. Lemari : 1 buah
4. Meja : 2 buah
5. Bed periksa : 1 buah
Pencatatab dab pelaporan
1. Kertas resep
2. Form laboratorium
3. Surat Keterangan Sakit
4. Surat Keterangan Sehat
BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN
Tata laksana pasien di Ruangan Pemeriksaan Umum merupakan suatu proses atau
rangkaian kegiatan yang langsung diberikan kepada pasien pada tatanan pelayanan kesehatan
dengan menggunakan proses, berpedoman pada standar, dilandasi etik dan etika, dalam lingkup
wewenang seta tanggung jawab.
Proses tersebut meliputi tahap:
Pengkajian awal
Diagnosa
Perencanaan
Pelaksanaan/pengobatan
Evaluasi
Proses tersebut sebagai salah satu pendekatan utama dalam proses pengambilan keputusan dan
penyelesaian masalah.
1. Tujuan
Untuk mengidentifikasi masalah kesehatan seseorang yang berkunjung ke Puskesmas,
apakah keadaan seseorang tersebut sehat atau sedang sakit.
2. Standar Asuhan dalam pelayanan medis
Standar I : Pengkajian awal
Standar II : Diagnosa
Standar III : Pengobatan
Standar IV : Pendokumentasian
A. Standar I (Pengkajian)
Pengkajian memerlukan data yang lengkap tentang keadaannya untuk menentukan
kebutuhan pengobatan. Komponen pengkajian meliputi :
a. Keluhan pasien
b. Pemeriksaan tanda-tanda vital dan pemeriksaan penunjang
c. Pemeriksaan inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi.
1) Keluhan Pasien (anamnesa)
Berisi keluhan utama maupun keluhan penyerta yang sering disampaikan oleh
pasien maupun keluarga [Link] riwayat penyakit yang di derita saat ini,
penyakit lainnya yang merupakan faktor resiko, riwayat keluarga, riwayat social, dan
riwayat alergi menjadi informasi lainnya pada bagian [Link] beberapa penyakit, bagian
ini memuat informasi spesifik yang harus diperoleh dokter dari pasien atau keluarga
pasien untuk menguatkan diagnosis penyakit.
Wawancara terhadap pasien atau keluarganya meliputi :
Identifikasi Data
Mengidentifikasi data seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, status
perkawinan (biasanya saat pendaftaran, hal ini sudah ditanyakan oleh
petugas pendaftaran)
Sumber riwayat medis, biasanya pasien, tetapi dapat juga anggota
keluarga, surat rujukan atau rekam medis
Keluhan Utama
Satu atau lebih gejala atau kekhawatiran yang menyebabkan pasien pergi berobat
Riwayat Penyakit Sekarang
Memperjelas keluhan utama, menguraikan bagaimana setiap gejala itu terjadi.
Gejala utama harus di terangkan secara jelas dengan menyebutkan lokasi,
kualitas, kuantitas atau intensitas, waktu termasuk awitan, durasi dan frekuensi,
situasi ketika gejala tersebut timbul, faktor yang memperberat atau meringankan
gejala, dan manifetasi yang menyertainya.
Riwayat Penyakit Dahulu
Daftar penyakit yang dialami pada waktu kanak-kanak
Daftar penyakit pada usia dewasa beserta tanggal kejadiannya, setidaknya
meliputi empat kategori, medis, pembedahan, obstetric ginekologi
(wanita), dan psikiatri.
Meliputi praktek pemeliharaan kesehatan seperti imunisasi, tes skrening,
masalah gaya hidup, dan keamanan dirumah.
Riwayat Penyakit Keluarga
Membuat diagram mengenai usia dan kesehatan, atau usia dan penyebab
kematian saudara sekandung, orang tua, dan kakek atau nenek.
Catatan tentang ada atau tidaknya penyakit spesifik dalam keluarga,
seperti hipertensi, penyakit jantung coroner, dan lain-lain.
Riwayat alergi obat
Riwayat terjadinya alergi terhadap obat-obatan yang pernah dikonsumsi selama
ini. Ini merupakan catatan buat petugas kesehatan sehingga tidak memberikan
obat dari golongan yang sama.
2) Pemeriksaan tanda – tanda vital
Pemeriksaan vital sign meliputi :
Pengukuran tekanan darah
Pengukuran suhu tubuh
Pengukuran nadi
Pengukuran pernapasan
3) Pemeriksaan fisik (inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi).
Pemeriksaan fisik merupakan pemeriksaan tubuh untuk menentukan adanya
kelainan dari suatu system atau organ bagian tubuh.
Tujuan pemeriksaan adalah :
Menentukan kelainan fisik yang berhubungan dengan penyakit pasien.
Mengklarifikasi dan memastikan kelianan sesuai dengan keluhan dan
riwayat kesehatan pasien.
Mendapatkan data untuk menegakkan diagnose medis dan
keperawatan/kebidanan.
Mendapatkan data fisik untuk menentukan status kesehatan pasien.
Cara pemeriksaan meliputi :
Inspeksi
Adalah memeriksa dengan melihat dan mengingat.
Hasil pemeriksaan yang didapat :
Kesan umum penderita
Warna permukaan tubuh
Bentuk dan postur tubuh
Ukuran tubuh dan bagiannya
Gerakan dan gaya tubuh
Langkah kerja :
Atur pencahayaan yang cukup
Atur suhu dan suasana ruangan nyaman
Posisi pemeriksa sebelah kanan pasien
Buka bagian yang diperiksa
Perhatikan kesan pertama pasien : perilaku, ekspresi, penampilan
umum, pakaian, postur tubuh, dan gerakan dengan waktu cukup.
Lakukan inspeksi secara sistemis, bila perlu bandingkan bagian sisi
tubuh pasien.
Palpasi
Adalah pemerksaan dengan perabaan menggunakan rasa propioseptif
ujung jari dan tangan.
Hasil pemeriksaan :
Permukaan : halus/kasar, menonjol/datar, keras/lunak, dingin dll.
Getaran dan denyutan : denyut nadi dan vena, pukulan jantung, dll.
Keadaan organ dibawah permukaan : keadaan hepar, massa
abnormal, dll.
Cara kerja :
Daerah yang diperiksa bebas dari gangguan yang menutupi
Yakinkan tangan hangat tidak dingin
Lakukan perabaan secara sistematis, untuk menetukan ukuran,
bentuk, konsistensi dan permukaan :
Jari telunjuk dan ibu jari untuk menentukan besar/ukuran
Jari 2,3,4 bersama untuk menentukan konsistensi dan
kualitas massa atau organ
Sedikit tekanan untuk menetukan rasa sakit
Perkusi
Dengan perkusi diketahui isi jaringan dibawah permukaan tubuh.
Ada 5 kualitas dasar bunyi perkusi :
Pekak : massa padat
Redup : suara perkusi hati
Sonor : suara perkusi paru normal
Hypersonor : paru emfisematous
Tympani : suara normal abdomen
Cara kerja :
Lepas pakaian sesuai dengan keperluan
Luruskan jari tengah kiri, dengan ujung jari tekan pada permukaan
yang akan diperkusi
Lakukan ketukan dengan ujung jari tengah kanan diatas jari kiri,
dengan lentur dan cepat, dengan menggunakan pergerakan
pergelangan tangan
Lakukan perkusi secara sistematis sesuai dengan keperluan
Auskultasi
Adalah pemeriksaan mendengarkan suara dalam tubuh dengan
menggunakan alat stetoskop.
Hasil pemeriksaan :
Bunyi dalam tubuh normal dihasilkan oleh :
Paru : bunyi nafas
Jantung : bunyi karena menutupnya katup jantung
Usus/abdomen : bunyi bising dan peristaltic usus
Pembuluh darah : bunyi aliran darah
Cara kerja :
Ciptakan suasan tenang dan aman
Pasang ear piece pada telinga
Pastikan posisi stetoskop tepat dan dapat didengar
Pada bagian sisi mebran dapat digosok biar hangat
Lakukan pemeriksaan dengan sistematis sesuai dengan kebutuhan
Pemeriksaan fisik dari atas ke bawah (Head to Toe) :
a. Kulit dan system musculoskeletal
b. Kepala, mata, telinga, hidung, dan tenggorokan
c. Leher
d. Punggung
e. Thorax termasuk paru dan jantung
f. Abdomen
g. Ekstremitas (atas dan bawah)
Bagian ini berisi hasil pemeriksaan fisik dan penunjang yang spesifik,
mengarah pada diagnose penyakit. Meskipun tidak memuat rangkaian
pemeriksaan fisik lainyya, pemeriksaan tanda vital dan pemeriksaan fisik
menyeluruh tetap harus dilakukan oleh dokter layanan primer untuk
memastikan diagnostic serta menyingkirkan diagnosis banding.
B. Standar II : Diagnosa
Bagian ini berisi diagnosis yang sebagian besar dapat ditegakkan dengan anamnesis dan
pemeriksaan [Link] penyakit membutuhkan hasil pemeriksaan penunjang untuk
memastikan diagnosis atau karena telah menjadi standar algoritma penegakan
[Link] itu bagian ini juga memuat klasifikasi penyakit, diagnosis banding dan
komplikasi penyakit.
C. Standar III : Pengobatan
Bagian ini berisi sistematika rencana penatalaksanaan berorientasi pada pasien yang
terbagi atas dua bagian yaitu : penatalaksanaan non farmakologi dan farmakologi. Selain itu
bagian ini juga berisi edukasi dan konseling terhadap pasien dan keluarga, aspek komunitas
lainnya serta kapan dokter perlu merujuk pasien (kriteria rujukan).
Dokter akan merujuk pasien apabila memenuhi salah satu kriteria berikut :
1. Time : jika perjalanan penyakit dapat digolongkan kepada kondisi
kronis atau melewati golden time standard
2. Usia (age) : jika usia pasien dalam kategori yang dikawatirkan
meningkatkan resiko komplikasi serta resiko kondisi penyakit
lebih berat
3. Complication : jika komplikasi yang ditemui dapat memperberat kondisi
pasien
4. Comorbidity : jika terdapat keluhan atau gejala penyakit lain yang
memperberat kondisi pasien.
Selain empat kriteria di atas, kondisi fasilitas pelayanan juga dapat menjadi dasar
bagi dokter untuk melakukan rujukan demi menjamin keberlangsungan penatalaksanaan
dengan persetujuan pasien.
Terapi diberikan sesuai dengan diagnose dan hasil pemeriksaan penunjang (jika
ada). Pemberian terapi meliputi :
a. Pemberian terapi supportif, seperti meningkatkan daya tahan tubuh
b. Pemberian terapi farmakologis, berupa terapi symptomatis dan atau terapi
kausatif
c. Konseling dan edukasi
Prognosis
Kategori prognosis :
1. Ad vitam : menunjuk pada pengaruh penyakit pada proses kehidupan
2. Ad functionam : menunjuk pada pengaruh penyakit terhadap fungsi organ
atau fungsi manusia dalam melakukan tugasnya
3. Ad sanationam : menunjuk pada penyakit yang dapat sembuh total
sehingga dapat beraktifitas seperti biasa
Prognosis digolongkan sebagai berikut :
1. Sanam : sembuh
2. Bonam : baik
3. Malam : buruk/jelek
4. Dubia : tidak tentu/ragu-ragu
Dubia ad sanam : tidak tentu/ragu-ragu, cenderung sembuh/baik
Dubia ad malam : tidak tentu/ragu-ragu, cenderung memburuk/jelek
Untuk menentukan prognosis sangat ditentukan dengan kondisi pasien saat
diagnosis ditegakkan.
D. Standar IV : Pendokumentasian
Catatan pemeriksaan, pengobatan rawat jalan ditulis di rekam medis sehingga
dapat digunakan sebagai bahan bukti informasi, tindakan dan laporan
Penulisan catatan medis dilakukan sesegera mungkin sebelum data hilang dari
ingatan. Jika ditulis dengan tangan, sebuah rekam medis yang baik selalu dianggap sah
secara hukum
a. Urutan Rekam Medis
Urutannya harus konsisten dan jelas sehingga prang yang membaca di
kemudian hari dapat dengan mudah menemukan informasi tertentu yang
diperlukan
b. Tingkat kerincian
Kerincian dalam rekam medis harus memiliki kaitan dengan subjek atau
permasalahannya tetapi jangan sampai berlebihan.
BAB V
LOGISTIK
Koordinator Ruangan pemeriksaan umum wajib memastikan logistik peralatan dan bahan
habis pakai terpenuhi dengan cara melakukan perencanaan kebutuhan, melakukan pengecekan
secara berkala dan segera membuat permintaan kebutuhan logistik yang diperlukan.
BAB VI
KESELAMATAN PASIEN
Program upaya pengobatan harus memperhatikan keselamatan dengan cara melakukan
identifikasi terhadap potensi yang mungkin terjadi yaitu :
- Kesalahan diagnosis
- Kesalahan identifikasi pasien/salah orang
- Kesalahan pemberian terapi
- Kesalahan pemberian resep
- Kesalahan tindakan yang menimbulkan perlukaan
- Monitoring pengobatan atau tindakan yang kurang baik
- Insiden tertusuk jarum bekas pakai
- Limbah medis berceceran
- Paparan dengan luka terbuka atau cairan tubuh pasien
- Tidak menggunakan Alat Pelindung Diri
- Menggunakan peralatan tidak steril
Untuk mencegah terhadap potensi yang mungkin terjadi seperti yang telah disebutkan
diatas maka dilakukan :
- Pelaksanaan prosedur identifikasi dan kesesuaian dengan identitas pasien
- Umpan balik dari unit pelayanan tentang kesesuaian identifikasi pasien dengan Rekam
Medis
- Monitoring secara berkala oleh tim mutu Puskesmas Masbagik
Adapun untuk Penanganan/ tindak lanjut Hasil identifikasi, temuan audit internal,
pelaporan dan keluhan atau pengaduan dibahas dan ditindak lanjuti oleh Tim Mutu dalam Rapat
Tim Mutu atau Rapat Tinjauan Manajemen. Dan hasil rapat dilakukan umpan balik kepada
penanggung jawab pelayanan balai pengobatan umum
BAB VII
KESELAMATAN KERJA
Program keselamatan kerja petugas pelayanan balai pengobatan dilaksanakan dengan
memperhatikan lingkungan kerja yang nyaman dan aman serta fasilitas kerja yang aman.
Program keselamatan kerja yang dimaksud melalui program pencegahan dan pengendalian
infeksi, meliputi :
1. Cuci tangan
2. Penggunaan APD yang baik dan benar
3. Penanganan dekontaminasi alat
BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU
Pengaduan dan keluhan pasien terkait dengan pelayanan upaya bengobatan umum
dilaporkan kepada Tim Mutu Puskesmas Masbagik Baru. Adapun indikator di ruangan
pemeriksaan umum yaitu pemberi pelayanan adalah dokter target 100%, kesalahan identifikasi
pasien target 0% dan kepuasan pelanggan target 90%. Indikator mutu upaya pengobatan umum
ditetapkan oleh Tim Mutu klinis dan dipantau melalui monitoring dan evaluasi pelaksanaannya
setiap akhir bulan.
BAB IX
PENUTUP
Pelayanan upaya pengobatan yang baik merupakan salah satu tolok ukur kinerja
Puskesmas dan diperlukan untuk peningkatan mutu pelayanan Puskesmas Masbagik Baru.
Lampiran 1
STANDAR PERALATAN RUANGAN PEMERIKSAAN UMUM
Rincian Peralatan Poli Umum
No Peralatan Poli Umum Jumlah alat Keadaan Riil
yang berfungsi
baik
A Set Pemeriksaan Umum
1. Manset anak dengan Velcro - Tidak ada
2. Stetoskop duplex 2 Ada
3. Tensimeter 1 Ada
4. Lampu senter/pen light 1 Ada
5. Kaca kepala - Tidak ada
6. Kaca pembesar - Tidak ada
7. Termometer klinis (mulut/ ketiak) 1 Ada
dewasa
8. Termometer klinis (mulut/ - Tidak ada
ketiak/dubur) bayi
9. Palu pengukur reflex 1 ada
10. Sudip lidah, logam, panjang 1 ada
12 cm
11. Sudip lidah, logam, panjang 1 ada
dan 16,5 cm
12. Jam/ARI sound timer 1 ada
(Pengukur waktu untuk mengukur
nadi dan pernafasan)
13. Torniquet karet - Tidak ada
14. Timbangan dewasa atau 1 ada
timbangan dengan pengukur
tinggi badan
15. Meteran 1 ada
16. Alat pembaca foto rontgen Tidak ada
(film viewer)
17. Tempat sampah medis 1 ada
bertutup
18. Tempat sampah non medis 1 ada
bertutup
19. APD (Kaca mata goggle, 1 ada
sarung tangan, masker)
Jumlah 14 jenis
D Mebelair
[Link] tidur periksa dan 1 ada
perlengkapannya (matras, bantal,
sprei, perlak dan sarung bantal)
[Link] kerja ½ biro 2 ada
[Link] kerja pemeriksa 1 Ada
[Link] hadap pasien 4 Ada
[Link] simpan alat 1 Ada
[Link] instrumen/alat - Tidak ada
[Link] 1 Ada
Jumlah 10 jenis
E Bahan habis pakai sesuai
kebutuhan
1. Masker ada
2. Sudip lidah disposable Tidak ada
3. Sarung tangan 6 1/2 ada
4. tisu ada
5. Sabun cair Ada
6. Safety box Tidak ada
Jumlah jenis
Lampiran 2
ALUR PELAYANAN RUANGAN PEMERIKSAAN UMUM
LOKET PENDAFTARAN
RUANG TUNGGU
POLI UMUM
LAB ANAMNESA
PEMERIKSAAN POLI
DIAGNOSA LAIN
TERAPI
APOTEK
PULANG