0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Sensor Tugas

Dokumen ini menjelaskan berbagai jenis sensor suhu, termasuk NTC, RTD, LM35, DS18B20, DHT22, dan SHT20, serta cara kerja masing-masing. Setiap sensor memiliki prinsip pengukuran yang berbeda, seperti perubahan resistansi, konversi suhu menjadi sinyal digital, dan penggunaan bahan sensitif terhadap suhu dan kelembapan. Selain itu, dokumen ini mencakup spesifikasi teknis dan aplikasi dari masing-masing sensor dalam pengukuran suhu dan kelembapan.

Diunggah oleh

syarafinahanifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Sensor Tugas

Dokumen ini menjelaskan berbagai jenis sensor suhu, termasuk NTC, RTD, LM35, DS18B20, DHT22, dan SHT20, serta cara kerja masing-masing. Setiap sensor memiliki prinsip pengukuran yang berbeda, seperti perubahan resistansi, konversi suhu menjadi sinyal digital, dan penggunaan bahan sensitif terhadap suhu dan kelembapan. Selain itu, dokumen ini mencakup spesifikasi teknis dan aplikasi dari masing-masing sensor dalam pengukuran suhu dan kelembapan.

Diunggah oleh

syarafinahanifah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Pada NTC, bahan atau material semikonduktor yang paling

umum digunakan adalah keramik atau senyawa logam


seperti mangan,
nikel, atau kobalt.
Ketika suhu objek yang
diukur naik, maka
atom-atom yang
terdapat di dalam material semikonduktor ini menjadi
lebih aktif, sehingga menyebabkan terjadinya
peningkatan jumlah pembawa muatan (misalnya, elektron)
yang bergerak bebas. Hal ini menyebabkan terjadinya penurunan
resistansi, karena aliran muatan yang lebih tinggi menyediakan jalur
konduktif yang lebih mudah bagi arus listrik. Sebaliknya, ketika suhu
objek yang diukur turun, maka aktivitas atom-atom dalam yang terdapat di
dalam material semikonduktor ini menurun, sehingga mengakibatkan
jumlah pembawa
4. Cara kerja sensor RTD

[Link]
[Link]
Ketika suhu elemen RTD meningkat, maka resistansi elemen tersebut juga akan meningkat.
Dengan kata lain, kenaikan suhu logam yang menjadi elemen resistor RTD berbanding lurus
dengan resistansinya. elemen RTD biasanya ditentukan sesuai dengan resistansi mereka dalam
ohm pada nol derajat celcius (0⁰ C). Spesifikasi RTD yang paling umum adalah 100 Ω (RTD
PT100), yang berarti bahwa pada suhu 0⁰ C, elemen RTD harus menunjukkan nilai resistansi 100
Ω.
Dalam prakteknya, arus listrik akan mengalir melalui elemen RTD (elemen resistor) yang
terletak pada tempat atau daerah yang mana suhunya akan diukur. Nilai resistansi dari RTD
kemudian akan diukur oleh instrumen alat ukur, yang kemudian memberikan hasil bacaan dalam
suhu yang tepat, pembacaan suhu ini didasarkan pada karakteristik resistansi yang diketahui dari
RTD.
Elemen sensor RTD mempunyai dua tipe konfigurasi yang paling umum, yaitu
1. Wire-wound
Seperti yang dijelaskan pada sebelumnya, wire-wound merupakan tipe elemen yang terdiri dari
kumparan kawat logam (platina) yang melilit keramik atau kaca, yang ditempatkan atau ditutup
dengan selubung probe sebagai pelindung.

2. Thin-film
Thin-film merupakan tipe elemen RTD yang terdiri dari lapisan bahan resistif yang sangat tipis
(umumnya platina), yang diletakkan pada substrat keramik yang kemudian dilapisi dengan epoxy
atau kaca sebagai segel atau pelindungnya.

[Link]
temperature-detector/
5. Cara kerja sensor LM35
[Link]
[Link]
Pada IC sensor LM35 ini terdapat tiga buah pin kaki yakni Vs, Vout dan pin ground. Dalam
pengoperasiannya pin Vs dihubungkan dengan tegangan sumber sebesar antara 4 – 20 volt
sementara pin Ground dihubungkan dengan ground dan pin Vout merupakan keluaran yang akan
mengalirkan tegangan yang besarnya akan sesuai dengan suhu yang diterimanya dari sekitar.

Prinsip kerja alat pengukur suhu ini, adalah sensor suhu difungsikan untuk mengubah besaran
suhu menjadi tegangan, dengan kata lain panas yang ditangkap oleh LM35 sebagai sensor suhu
akan diubah menjadi tegangan.
Diagram sirkuit ditunjukkan di atas. Secara singkat, ada dua transistor di tengah gambar. Yang
satu memiliki sepuluh kali luas emitor yang lain. Ini berarti ia memiliki sepersepuluh dari
kerapatan arus, karena arus yang sama mengalir melalui kedua transistor. Ini menyebabkan
tegangan melintasi resistor R1 yang sebanding dengan suhu absolut, dan hampir linier melintasi
rentang yang kita pedulikan. Bagian "hampir" ditangani oleh sirkuit khusus yang meluruskan
grafik tegangan versus suhu yang sedikit melengkung.
Penguat di bagian atas memastikan bahwa tegangan di dasar transistor kiri (Q1) sebanding
dengan suhu absolut (PTAT) dengan membandingkan keluaran kedua transistor. Amplifier di
sebelah kanan mengubah suhu absolut (diukur dalam Kelvin) menjadi Fahrenheit atau Celsius,
tergantung pada bagiannya (LM34 atau LM35). Lingkaran kecil dengan "i" di dalamnya adalah
rangkaian sumber arus konstan. Kedua resistor dikalibrasi di pabrik untuk menghasilkan sensor
suhu yang sangat akurat.
[Link]
6. Cara kerja sensor DS18B20
bekerja dengan mengonversi suhu menjadi sinyal digital yang dapat dibaca oleh mikrokontroler
atau komputer. Proses pengukuran melibatkan konversi suhu analog ke digital menggunakan
termometer internal, kemudian data tersebut dikirimkan melalui antarmuka 1-Wire.
Spesifikasi dan Fitur Sensor Suhu Waterproof DS18B20
DS18B20 adalah sensor suhu digital yang berkomunikasi melalui protokol 1-Wire, yang
memungkinkan beberapa perangkat berkomunikasi melalui satu kabel data. Beberapa fitur utama
dari sensor ini meliputi:
 Rentang Pengukuran Suhu: -55°C hingga +125°C dengan akurasi ±0.5°C di antara -
10°C hingga +85°C.
 Resolusi: Dapat diprogram dari 9-bit hingga 12-bit, dengan resolusi default 12-bit yang
menghasilkan 0.0625°C per LSB.
 Antarmuka 1-Wire: Memungkinkan koneksi beberapa sensor pada satu jalur data,
menghemat penggunaan pin pada mikrokontroler.
 Unik 64-bit Serial Code: Setiap sensor memiliki kode seri unik yang memastikan tidak
ada konflik antara sensor saat digunakan bersama-sama dalam satu jaringan.
 Power Supply: Bisa beroperasi dengan suplai daya 3.0V hingga 5.5V, dan mendukung
mode power parasitic yang hanya memerlukan dua kabel (data dan ground).
[Link]
7. Cara kerja sensor DHT22

[Link]
 pengukuran Suhu: Sensor DHT22 memiliki termistor (sejenis resistor yang sensitif
terhadap suhu) yang berubah resistansinya sesuai dengan suhu. Ketika suhu berubah,
resistansi termistor juga berubah.
 Pengukuran Kelembaban: Untuk mengukur kelembaban, sensor DHT22 menggunakan
sebuah bahan higroskopis yang sensitif terhadap kelembapan udara. Ketika kelembaban
berubah, bahan higroskopis ini juga berubah, yang kemudian diukur untuk menentukan
kelembaban relatif udara.
 Prosesor Internal: Sensor DHT22 memiliki prosesor internal yang mengolah sinyal yang
diterima dari termistor dan bahan [Link] ini kemudian mengonversi sinyal
tersebut menjadi nilai suhu dan kelembaban yang dapat dibaca.
 Keluaran Digital: Hasil pengukuran suhu dan kelembaban disampaikan dalam bentuk
sinyal digital yang dapat dibaca oleh mikrokontroler atau perangkat lainnya. Biasanya,
sensor ini menggunakan protokol komunikasi seperti single-wire digital (1-Wire) atau
rotokol komunikasi khususnya.
[Link]
dan-DS18B20

8. Cara kerja sensor SHT20


[Link]
[Link]
Sensor SHT20 adalah sensor yang digunakan untuk mendeteksi suhu dan kelembapan pada udara
di sekitar, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Sensor ini sering digunakan dalam
berbagai aplikasi, termasuk sistem pemantauan lingkungan, kontrol iklim, dan perangkat
berbasis IoT.
[Link]
Sensor SHT20 berisi sensor kelembapan tipe kapasitif, sensor suhu tipe celah pita, dan sirkuit
terintegrasi analog dan digital khusus – semuanya dalam satu chip CMOSens®. Pembacaan
sensor SHT20 dalam pembacaan tingkat kelembapan adalah pada range 0 – 100 %RH dengan
tingkat akurasi ±3.0 %RH. Sedangkan dalam pembacaan nilai temperatur adalah pada range -40
– 125 oC dengan tingkat akurasi ±0.3 oC.
[Link]

Anda mungkin juga menyukai