Outline Pengajuan Judul Skripsi
Nama : Rika Rahmawati
NIM : CKR0220111
Kelas : Keperawatan Reguler C
Stase : Keperawatan Komunitas
Pembimbing 1 : Cecep Heriana S. KM., MPH., [Link]
Pembimbing 2 : [Link] Suhada, [Link]., [Link]
Keterangan ACC
No. Judul Skripsi
Ya Tidak
1. Hubungan Dukungan Sosial Dengan Psychological Well-
Being Pada Masyarakat Penderita Hipertensi Di Desa X
2. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi
Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Balita Di Desa X
3. Pengaruh Simulasi Bencana Longsor Terhadap Kesiapsiagaan
Komunitas Sekolah Dalam Menghadapi Bencana
Keterangan :
Judul 1 Hubungan Dukungan Sosial Dengan Psychological Well-Being Pada
Masyarakat Penderita Hipertensi Di Desa X
1.1 Latar Belakang
Hipertensi menjadi penyebab utama kematian dini di seluruh dunia, dengan
beban yang tidak proporsional di negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti
Indonesia (World Health Organization, 2023). Prevalensi hipertensi di Indonesia
meningkat signifikan dari 25.8% menjadi 34.1% dalam lima tahun terakhir, dengan
peningkatan lebih tajam di daerah pedesaan. (Kementerian Kesehatan RI, 2018).
Pasien hipertensi menunjukkan tingkat depresi dan kecemasan yang lebih
tinggi dibanding populasi umum, dengan prevalensi gangguan psikologis mencapai
30-45%" (Santoso et al., 2021).
Psychological well-being yang tinggi berhubungan dengan manajemen
penyakit kronis yang lebih baik, termasuk kontrol tekanan darah yang optimal" (Ryff,
2018). Enam dimensi PWB menunjukkan validitas prediktif terhadap outcome
kesehatan pada pasien hipertensi" (Boylan et al., 2021).
Dukungan sosial berfungsi sebagai buffer terhadap efek stresor kesehatan,
dengan mekanisme melalui peningkatan regulasi emosi dan perilaku sehat" (Cohen,
2020). Pada konteks pedesaan, dukungan keluarga menjadi faktor krusial dalam
manajemen hipertensi, namun sering tidak teridentifikasi dalam sistem kesehatan
formal (Rahmawati et al., 2022).
Integrasi layanan kesehatan fisik dan mental dengan memanfaatkan sumber
daya sosial lokal menjadi kebutuhan mendesak dalam sistem kesehatan pedesaan
(Putra et al., 2022).
1.2 Tujuan
Untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan psychological
well-being pada penderita Hipertensi di Desa X.
1.3 Metode Penelitian
Kuantitatif
1.4 Kepustakaan
WHO. (2023). Global report on hypertension: the race against a silent killer.
[Link]
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Laporan Nasional Riskesdas 2018.
[Link]
Santoso, A., et al. (2021). The Burden of Hypertension and Its Association with
Anxiety and Depression in Rural Indonesia. Journal of Rural Health.
[Link]
Ryff, C. D. (2018). Well-being in midlife: The role of social relationships.
Psychology and Aging. [Link]
Boylan, J. M., et al. (2021). Psychological well-being and cardiovascular health.
Health Psychology. [Link]
[Link]
Cohen, S. (2020). Social relationships and health: The social support cascade.
American Psychologist. [Link]
Rahmawati, N. D., et al. (2022). Social determinants of health among hypertensive
patients in rural Indonesia. Journal of Primary Care & Community Health.
[Link]
Putra, I. G. N. E., et al. (2022). Access to healthcare and social support networks in
rural hypertension management. Rural and Remote Health.
[Link]
Judul 2 Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Dengan Kejadian
Stunting Pada Anak Balita Di Desa X
1.1 Latar Belakang
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi
kronis yang diukur dengan indeks tinggi badan sesuai umur (TB/U) < -2 SD dari
standar WHO. Stunting bukan sekedar perawakan pendek, tetapi berdampak pada
perkembangan otak, imunitas pendidikan, dan produktivitas masa depan. Stunting di
Indonesia tetap berada pada angka yang tinggi meskipun mengalami penurunan; pada
tahun 2022 prevalensi stunting masih mencapai sekitar 21,6% dari total balita
nasional (Correlation & Events, 2023).
Pengetahuan ibu tentang status gizi balita merupakan salah satu determinan
penting dalam pencegahan stunting karena ibu merupakan pengambil keputusan
utama terkait pemberian makanan, pola asuh, serta pemenuhan kebutuhan nutrisi
anak di rumah. Ibu yang memiliki pengetahuan baik cenderung mampu memilih jenis
makanan yang tepat, memahami kebutuhan gizi sesuai fase tumbuh kembang anak,
serta mengaplikasikan prinsip gizi seimbang dalam pemberian [Link],
rendahnya pengetahuan gizi dapat berdampak pada pemberian makanan yang tidak
sesuai kebutuhan nutrisi anak sehingga meningkatkan risiko terjadinya stunting
(Pengetahuan et al., 2024).
1.2 Tujuan Penelitian
Untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu tentang status gizi
dengan kejadian stunting pada anak balita di desa kalapadua kecamatan lemahsugih
kabupaten majalengka
1.3 Metode Penelitian
Kuantitatif
1.4 Kepustakaan
Correlation, T. H. E., & Events, S. (2023). LITERATUR REVIEW HUBUNGAN
PENGETAHUAN GIZI IBU DENGAN KEJADIAN STUNTING. 5(I), 60–65.
Pengetahuan, H., Tentang, I. B. U., Dan, G., Asuh, P., Terhadap, M., Stunting, K., Balita,
P., Desa, D. I., Relationship, T. H. E., Mothers, B., About, K., Patterns, F. P.,
Incidence, T. H. E., Stunting, O. F., In, T., & Village, M. (2024). THE
RELATIONSHIP BETWEEN MOTHERS ’ KNOWLEDGE ABOUT NUTRITION
AND. 4(2), 42–49.
Judul 3 Pengaruh Simulasi Bencana Longsor Terhadap Kesiapsiagaan Komunitas
Sekolah Dalam Menghadapi Bencana
1.1 Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana
alam seperti gempa bumi, tanah longsor, dan banjir karena letaknya di Cincin Api
Pasifik. Dalam konteks keperawatan komunitas, fokus promotif dan preventif
termasuk upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kesiapsiagaan
menghadapi bencana sejak dini sangat penting.
Sekolah merupakan salah satu komunitas yang memiliki kelompok rentan,
terutama siswa yang membutuhkan pengetahuan serta keterampilan tindakan cepat
dan benar saat terjadi bencana. Namun kenyataannya, tingkat kesiapsiagaan di
lingkungan sekolah masih relatif rendah karena keterbatasan pengalaman praktik
langsung dalam menghadapi situasi darurat. Pendekatan edukasi konvensional saja
belum cukup untuk membangun kecakapan tersebut.
Simulasi bencana sebagai intervensi edukatif terbukti mampu meningkatkan
kesiapsiagaan komunitas sekolah secara signifikan. Misalnya, penelitian kuasi-
eksperimental menunjukkan bahwa simulasi evakuasi bencana meningkatkan
kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi gempa bumi di SMA Muhammadiyah 1
Bantul secara signifikan (p < 0,05) setelah dilakukan simulasi dibanding kondisi
sebelum intervensi .
1.2 Tujuan
Untuk menganalisis hubungan kejadian insomnia dengan kualitas hidup pada lansia di
desa kalapadua kecamatan lemahsugih kabupaten majalengka
1.3 Metode Penelitian
Kuantitatif
1.4 Kepustakaan