0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

D. Quality Control

Dokumen ini membahas tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan tugas di berbagai instansi, serta manfaat dan syarat penerapannya. Selain itu, dijelaskan juga tentang manajemen produksi dan pengendalian mutu yang penting untuk memenuhi standar kualitas produk. Pengendalian mutu bertujuan untuk menjaga kualitas produk dan mengurangi biaya produksi serta inspeksi.

Diunggah oleh

dhifadhifa20
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan2 halaman

D. Quality Control

Dokumen ini membahas tentang Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berfungsi sebagai pedoman pelaksanaan tugas di berbagai instansi, serta manfaat dan syarat penerapannya. Selain itu, dijelaskan juga tentang manajemen produksi dan pengendalian mutu yang penting untuk memenuhi standar kualitas produk. Pengendalian mutu bertujuan untuk menjaga kualitas produk dan mengurangi biaya produksi serta inspeksi.

Diunggah oleh

dhifadhifa20
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.

Standar operasional prosedur (SOP)


Standar operasional prosedur adalah suatu pedoman atau acuan untuk melaksanakan
tugas pekerjaan sesuai dengan fungsi dan alat penilaian kinerja bagi instansi
pemerintah maupun non pemerintah, usaha maupun non usaha, berdasarkan indikator-
indikator teknis, administratif dan prosedural sesuai tata kerja, prosedur kerja, dan
sistem kerja pada unit kerja yang bersangkutan. (Atmoko 2011).
3. Manfaat standar operasional prosedur (SOP)
SOP diwajibkan di setiap perusahaan karena memiliki beberapa manfaat bagi
perusahaan dan para pekerja di dalamya, yaitu:
a. Meningkatkan dan menjaga nama baik perusahaan.
b. Meningkatkan akuntabilitas dan pertanggungjawaban.
c. Mempermudah pengawasan tim kerja.
d. Memberikan ciri khas pada perusahaan.
e. Memberikan dasar hukum yang jelas.
4. Syarat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP)
Standar operasional prosedur akan dijalankan oleh perusahaan dapat terealisasikan
dengan optimal, ketika syarat penerapan standar operasional prosedur pada
perusahaan sudah diselenggarakan secara menyeluruh. Beberapa syarat penerapan
standar operasional prosedur yang optimal ini di antaranya ialah:
a. Adanya rencana penjualan yang jelas dari marketing perusahaan.
b. Adanya keseimbangan antara kemampuan mesin produksi dengan kuantitas
produk yang dihasilkan.
c. Adanya batasan penyimpangan dan produksi secara minimum dan
maksimal.
d. Melakukan proses pengelolaan barang atau produk dari suatu bahan dasar
(baku) diolah hingga menjadi berbentuk, dan sesuai dengan keperluan
konsumen.
e. Melaksanakan kebijakan dan rencana produksi.
f. Melaksanakan proses produksi sesuai prosedur kualitas.
Kegiatan proses produksi memegang peran yang sangat vital bagi sebuah usaha.
Karena itu, metode yang digunakan dalam proses produksi harus tepat serta efektif
dan efisien, sehingga keuntungan yang didapat bisa lebih besar. Dalam
pelaksanaannya, terdapat beberapa metode dalam penghitungan proses produksi yang
biasa dilakukan oleh perusahaan rekayasa, sehingga perusahaan bisa mengetahui
berapa harga pokok produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan. Di antaranya adalah:
a. Metode FIFO (First in First Out), masuk pertama keluar pertama. Bahan
baku yang masuk pertama kali lebih dulu dipergunakan.
b. Metode LIFO (Last in First Out), Masuk terakhir keluar pertama, bahan
baku yang terakhir masuk digunakan terlebih dahulu.
c. Metode rata-rata (Average Cost), bahan yang merupakan hasil kuantitas
bahan baku yang dipakai dan harga pokok rata-rata/satuan.
D. Penyusunan Proses Produksi (Quality Control dan Quality Management)
Manajemen produksi dan operasi merupakan usaha-usaha pengelolaan secara optimal
penggunaan sumber daya (faktor produksi), tenaga kerja, mesin-mesin, peralatan, bahan
mentah dan sebagainya. Dalam proses transformal bahan mentah dan tenaga kerja menjadi
berbagai produk atau jasa (Handoko 2016). Tujuan manajemen operasi adalah memproduksi
atau mengatur produk barang-barang dan jasa dalam jumlah, kualitas, harga, waktu, serta
tempat tertentu sesuai dengan kebutuhan manajemennya (Reksohadiprojo and Gitosudarmo
2000).
1. Pengendalian mutu
Konsumen pada saat ini adalah konsumen yang cenderung selektif dan kritis dalam
membeli suatu barang, karena itu perusahaan harus dapat benar-benar memenuhi
keinginan konsumen akan mutu dari produk yang ditawarkan. Pengendalian mutu
merupakan alat bagi manajemen untuk memperbaiki produk bila diperlukan,
mempertahankan kualitas yang sudah menjadi standar tinggi dan mengurangi jumlah
bahan yang rusak (Reksohadiprojo and Gitosudarmo 2000).
2. Tujuan pengendalian mutu
Tujuan pengendalian mutu menurut Assauri (2017), yaitu:
a. Agar barang hasil produksi dapat mencapai standar mutu yang telah ditetapkan.
b. Mengusahakan agar biaya inspeksi dapat menjadi sekecil mungkin.
c. Mengusahakan agar biaya desain dari produk dan proses dengan menggunakan
mutu produksi tertentu dapat menjadi sekecil mungkin.
d. Mengusahakan agar biaya produksi dapat menjadi serendah mungkin.
3. Ruang lingkup pengendalian mutu
Ruang lingkup pengendalian mutu menurut Assauri (2017) ialah:
a. Pengendalian mutu terhadap bahan baku.
b. Seleksi sumber bahan baku.
c. Pemeriksaan dokumen pembelian.
d. Pemeriksaan penerimaan bahan.
e. Pengendalian proses produksi.
f. Pengendalian produk akhir

Anda mungkin juga menyukai