0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan25 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang pengetahuan, termasuk definisi, tingkat pengetahuan, proses perilaku tahu, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang menyusui dan ASI, manfaat ASI eksklusif bagi bayi dan ibu, serta cara menyusui yang benar. Pengetahuan dan praktik menyusui yang baik berkontribusi pada kesehatan dan perkembangan bayi serta kesejahteraan ibu.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan25 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas tentang pengetahuan, termasuk definisi, tingkat pengetahuan, proses perilaku tahu, serta faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan. Selain itu, dokumen ini juga menjelaskan tentang menyusui dan ASI, manfaat ASI eksklusif bagi bayi dan ibu, serta cara menyusui yang benar. Pengetahuan dan praktik menyusui yang baik berkontribusi pada kesehatan dan perkembangan bayi serta kesejahteraan ibu.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengetahuan

2.1.1 Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan adalah suatu hasil dari rasa keingintahuan melalui proses

sensoris, terutama pada mata dan telinga terhadap objek tertentu. Pengetahuan

merupakan domain yang penting dalam terbentuknya perilaku terbuka atau open

behavior (Donsu, 2017).

Pengetahuan atau knowledge adalah hasil penginderaan manusia atau hasil

tahu seseorang terhadap suatu objek melalui pancaindra yang dimilikinya. Panca

indra manusia guna penginderaan terhadap objek yakni penglihatan, pendengaran,

penciuman, rasa dan perabaan. Pada waktu penginderaan untuk menghasilkan

pengetahuan tersebut dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap

objek. Pengetahuan seseorang sebagian besar diperoleh melalui indra pendengaran

dan indra penglihatan (Notoatmodjo, [Link], 2018).

Pengetahuan dipengaruhi oleh faktor pendidikan formal dan sangat erat

hubungannya. Diharapkan dengan pendidikan yang tinggi maka akan semakin

luas pengetahuannya. Tetapi orang yang berpendidikan rendah tidak mutlak

berpengetahuan rendah pula. Peningkatan pengetahuan tidak mutlak diperoleh

dari pendidikan formal saja, tetapi juga dapat diperoleh dari pendidikan non

formal. Pengetahuan akan suatu objek mengandung dua aspek yaitu aspek positif

8
9

dan aspek negatif. Kedua aspek ini akan menentukan sikap seseorang. Semakin

banyak aspek positif dan objek yang diketahui, maka akan menimbulkan sikap

semakin positif terhadap objek tertentu (Notoatmojo, [Link], 2018).

2.1.2 Tingkat Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo pada tahun 2018 pengetahuan seseorang terhadap

suatu objek mempunyai intensitas atau tingkatan yang berbeda. Secara garis besar

dibagi menjadi 6 tingkat pengetahuan, yaitu:

1. Tahu (Know)

Tahu diartikan sebagai recall atau memanggil memori yang telah ada

sebelumnya setelah mengamati sesuatu yang spesifik dan seluruh bahan yang

telah dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Tahu disisni merupakan

tingkatan yang paling rendah. Kata kerja yang digunakan untuk mengukur

orang yang tahu tentang apa yang dipelajari yaitu dapat menyebutkan,

menguraikan, mengidentifikasi, menyatakan dan sebagainya.

2. Memahami (Comprehention)

Memahami suatu objek bukan hanya sekedar tahu terhadap objek tersebut,

dan juga tidak sekedar menyebutkan, tetapi orang tersebut dapat

menginterpretasikan secara benar tentang objek yang diketahuinya. Orang

yang telah memahami objek dan materi harus dapat menjelaskan,

menyebutkan contoh, menarik kesimpulan, meramalkan terhadap suatu objek

yang dipelajari.
10

3. Aplikasi (Application)

Aplikasi diartikan apabila orang yang telah memahami objek yang dimaksud

dapat menggunakan ataupun mengaplikasikan prinsip yang diketahui tersebut

pada situasi atau kondisi yang lain. Aplikasi juga diartikan aplikasi atau

penggunaan hukum, rumus, metode, prinsip, rencana program dalam situasi

yang lain.

4. Analisis (Analysis)

Analisis adalah kemampuan seseorang dalam menjabarkan atau memisahkan,

lalu kemudian mencari hubungan antara komponen-komponen dalam suatu

objek atau masalah yang diketahui. Indikasi bahwa pengetahuan seseorang

telah sampai pada tingkatan ini adalah jika orang tersebut dapat membedakan,

memisahkan, mengelompokkan, membuat bagan (diagram) terhadap

pengetahuan objek tersebut.

5. Sintesis (Synthesis)

Sintesis merupakan kemampuan seseorang dalam merangkum atau

meletakkan dalam suatu hubungan yang logis dari komponen pengetahuan

yang sudah dimilikinya. Dengan kata lain suatu kemampuan untuk menyusun

formulasi baru dari formulasi yang sudah ada sebelumnya.

6. Evaluasi (Evaluation)

Evaluasi merupakan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian

terhadap suatu objek tertentu. Penilaian berdasarkan suatu kriteria yang

ditentukan sendiri atau norma-norma yang berlaku di masyarakat.


11

2.1.3 Proses Perilaku Tahu

Menurut Rogers yang dikutip oleh Notoatmodjo 2017 mengungkapkan

proses adopsi perilaku yakni sebelum seseorang mengadopsi perilaku baru di

dalam diri orang tersebut terjadi beberapa proses, diantaranya:

1. Awareness ataupun kesadaran yakni apda tahap ini individu sudah menyadari

ada stimulus atau rangsangan yang datang padanya.

2. Interest atau merasa tertarik yakni individu mulai tertarik pada stimulus

tersebut.

3. Evaluation atau menimbang-nimbang dimana individu akan

mempertimbangkan baik dan tidaknya stimulus tersebut bagi dirinya. Inilah

yang menyebabkan sikap individu menjadi lebih baik.

4. Trial atau percobaanyaitu dimana individu mulai mencoba perilaku baru .

5. Adaption atau pengangkatan yaitu individu telah memiliki perilaku baru

sesuai dengan penegtahuan,, sikap dan kesadarannya terhadap stimulus.

2.1.4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengetahuan

Menurut Notoatmodjo (dalam [Link] dan Dewi, 2018) faktor-faktor

yang mempengaruhi pengetahuan adalah sebagai berikut :

1. Faktor Internal

a. Pendidikan
12

Pendidikan merupakan bimbingan yang diberikan seseorang terhadap

perkembangan orang lain menuju impian atau cita-cita tertentu yang menentukan

manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupan agar tercapai keselamatan dan

kebahagiaan. Pendidikan diperlukan untuk mendapatkan informasi berupa hal-hal

yang menunjang kesehatan sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup. Menurut

YB Mantra yang dikutip oleh Notoatmodjo, pendidikan dapat mempengaruhi

seseorang termasuk juga perilaku akan pola hidup terutama dalam memotivasi

untuk sikap berpesan serta dalam pembangunan pada umumnya makin tinggi

pendidikan seseorang maka semakin mudah menerima informasi.

b. Pekerjaan

Menurut Thomas yang kutip oleh Nursalam, pekerjaan adalah suatu keburukan

yang harus dilakukan demi menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarganya.

Pekerjaan tidak diartikan sebagai sumber kesenangan, akan tetapi merupakan cara

mencari nafkah yang membosankan, berulang, dan memiliki banyak tantangan.

Sedangkan bekerja merupakan kagiatan yang menyita waktu.

c. Umur

Menurut Elisabeth BH yang dikutip dari Nursalam, usia adalah umur individu

yang terhitung mulai saat dilahirkan sampai berulang tahun. Sedangkan menurut

Huclok semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan

lebih matang dalam berfikir dan bekerja. Dari segi kepercayaan masyarakat

seseorang yang lebih dewasa dipercaya dari orang yang belum tinggi

kedewasaannya.
13

d. Faktor Lingkungan

Lingkungan ialah seluruh kondisi yang ada sekitar manusia dan pengaruhnya

dapat mempengaruhi perkembangan dan perilaku individu atau kelompok.

e. Sosial Budaya

Sistem sosial budaya pada masyarakat dapat memberikan pengaruh dari sikap

dalam menerima informasi

2.1.5 Kriteria Tingkat Pengetahuan

Menurut Nursalam (2016) pengetahuan seseorang dapat diinterpretasikan

dengan skala yang bersifat kualitatif, yaitu :

1. Pengetahuan Baik : 76 % - 100 %

2. Pengetahuan Cukup : 56 % - 75 %

3. Pengetahuan Kurang : < 56 %

2.2 Menyusui dan ASI

Ibu menyusui adalah ibu yang memberikan air susu kepada bayi dari buah

dada untuk memenuhi kecukupan nutrisi bayi (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Menyusui adalah proses pemberian susu kepada bayi atau anak kecil dengan air

susu ibu (ASI) yang berasal dari payudara ibu. Menyusui adalah gold standard
14

untuk nutrisi dan pertumbuhan bayi (American Acadeny of pediatrics / AAP,

Toto, 2021). Menurut penelitian AAP dan Association of Women, bayi menysu

memiliki tingkat stress yang lebih rendah terhadap makanan dan lebih mudah

dalam mencerna makanan sehingga menghindarkaan kejadian penyakit infeksi

dan penyakit kronik. Selain itu, menyusui menurunkan risiko kematian bayi dan

meningkatkan perkembangan saraf jika dibandingkan dengan pemberian makanan

formula pada bayi.

2.2.1 Definisi ASI dan ASI Eksklusif

Air susu ibu (ASI) merupakan cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar

payudara wanita melalui proses laktasi (Suharyono, dkk, 2021). ASI adalah jenis

makanan yang mencukupi seluruh unsur kebutuhan bayi baik fisik, psikologi

sosial, maupun spiritual. ASI mengandung nutrisi, hormone unsur kekebalan

tubuh, pertumbuhan, anti alergi, serta anti inflamasi. Nutrisi dalam ASI mencakup

hampir 200 unsur zat makanan (Hubertin, Toto, dkk, 2021).

ASI adalah makanan terbaik bagi bayi yang berusia 0-6 bulan. Hal ini

didukung oleh pernyataan organisasi kesehatan dunia, World Health Organization

(WHO) yang menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama

kehidupan bayi adalah yang terbaik (WHO, Toto, dkk, 2021).

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman

tambahan lainnya pada bayi berumur 0-6 bulan. Bayi hanya diberi ASI tanpa

makanan atau minuman lain termasuk air putih, kecuali obat, vitamin, mineral,

dan ASI yang diperah. Dengan demikian, ketentuan sebelumnya bahwa ASI
15

ekslusif cukup untuk empat bulan saja menjadi tidak berlaku (AAP, Toto, dkk,

2021).

2.2.2 Manfaat Pemberian ASI Eksklusif

A. Manfaat pemberian ASI eksklusif bagi bayi adalah :

1. Menurunkan riwayat penyakit bayi

United Nations Childern Funds (UNICEF) menyatakan bahwa pemberian

ASI eksklusif pada bayi menghindarkan dari kematian bayi yang

disebabkan oleh penyakit anak seperti diare dan peunomonia serta

mempercepat penyembuhan selama sakit.

2. Meningkatkan imunitas

ASI memiliki komponen-komponen yang mampu mempengaruhi

mikroflora usus bayi. Keaadaan ini menyebabkan kolonisasi bakteri baik

meningkat dan kolonisasi bakteri jahat terhambat.

3. Menurunkan resiko alergi

Faktor-faktor resiko terjadinya alergi adalah adanya paparan terhadap

mikroba, lamanya pemberian ASI, pengenalan terlalu dini terhadap

makanan padaat, pembatasan makanan mengandung allergen pada ibu

hamil dan bayi, pre- dan probiotik, suplemen, vitamin, makanan organik,

dan gaya hidup.

4. Menrunkan resiko obesitas


16

Obesitas adalah keadaan patologis berupa penimbunana lemak yang

berlebihan di dalam tubuh. Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu

penyakit salah gizi akibat konsumsi makanan yang jauh melebihi

kebutuhannya. Obesitas pada anak menyebabkan banyak masalah jika

bearlanjut sampai dewasa (Soetjiningsih, Toto, Nur, 2021)

5. Meningkatkan tumbuh kembang bayi

Penelitian yang dilakukan oleh Widodo et al menunjukan, pemberian ASI

ekslusif dapat memberikan efek positif terhadap pertumbuhan dan

perkembangan bayi. Pertumbuhan serta perkembangan bayi dan balita

sebagian besar ditentukan oleh jumlah ASI yang diperoleh, termasuk

energy dan zat gizi lainnya yang terkandung dalam ASI. (Siregar, Toto,

dan Nur, 2021).

6. Meningkatkan kognitif bayi

ASI mengandung zat-zat nutrisi yang sesuai untuk pertumbuhan dan

perkembangan otak. Lemak yang terdapat dalam ASI adalah makanan

terbaik bagi otak bayi. Lemak di dalam ASI merupakan komponen ASI

yang dapat berubah-ubah kadarnya. Kadar lemak dalam ASI bervariasi

sesuai kebutuhan bayi yang sedang tumbuh. (Toto Sudargo, Nur Aini,

2021).

7. Memberikan kasih sayang

Menyusui menciptakan ikatan yang kuat antara ibu dan anak. Menyusui

juga berperan penting dalam perkembangan emosional dan spiritual anak.

Penelitian menyatakan bahwa terdapat perbedaan pada emosional anak


17

yang mengonsumsi ASI eksklusif dengan yang tidak mengonsumsi ASI

eksklusif. Pada penelitian tersebut disebutkan bahwa anak yang tidak

mengonsumsi ASI eksklusif cenderung memiliki masalah mental

emosional. Selain itu, mental dan emosional anak juga dipengaruhi oleh

pengetahuan ibu, tingkat pendidikan ibu, dan sikap ibu. (Seryani, Toto,

dkk, 2021).

B. Manfaat ASI Eksklusif untuk Ibu

1. Menurunkan risiko kanker payudara

Sebuah review dari studi di 30 negara menyatakan bahwa risiko kanker

payudara dapat berkurang 4,3% setiap 12 bulan menyusui. Menurut WHO,

diperkirakan bahwa pemberian ASI dapat mencegah 20.000 kematian ibu

akibat kanker payudara setiap tahunnya. Salah satu pemicu kanker

payudara adalah kurangnya pemberian ASI eksklusif untuk bayi.

2. Mencegah beberapa jenis penyakit

Berbagai studi menunjukkan bahwa menyusui dapat mencegah beberapa

penyakit bagi sang ibu, yaitu diabetes tipe II, rheumatoid arthritis,

penyakit jantung, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

3. Metode kontrasepsi alami

Durasi yang lama dalam menyusui juga dikenal membawa dampak bagi

kesehatan serta kesejahteraan sang ibu, yaitu menunda kembalinya periode

menstruasi yang dapat membantu memperpanjang waktu antara

kehamilan. Ini adalah metode kontrasepsi alami yang dikenal sebagai

Metode Amenore Laktasi (MAL).


18

4. Mengurangi depresi pasca melahirkan

Menurut Kemenkes, kondisi kesehatan dan mental ibu akan jauh lebih

stabil ketika masa menyusui. Tak hanya itu, menyusui juga dapat bisa

mengatasi trauma secara perlahan bagi sang ibu yang mengalami baby

blues syndrome terlebih jika belum terbiasa memberikan ASI eksklusif

kepada bayinya.

5. Mempercepat pemulihan pasca melahirkan

Hal ini dikarenakan hormon oksitosin yang dikeluarkan selama masa

menyusui. Hormon ini mengembalikan rahim ke ukuran normal dengan

cepat, serta dapat mengurangi perdarahan pasca melahirkan.

6. Menyejahterakan ekonomi keluarga

Menyusui dikenal sebagai investasi untuk kelangsungan hidup sang anak.

Hal ini dikarenakan menyusui sangat terkait dengan kecerdasan anak yang

berhubungan dengan IQ tinggi dan berdampak pada pencapaian akademik

yang baik di masa depan, serta kesehatan sang anak yang akan terhindar

dari berbagai penyakit di kemudian hari. Berdasarkan Kemenkes, sebuah

studi menunjukkan bahwa tidak menyusui berhubungan dengan kerugian

ekonomi sekitar 302 miliar dollar atau kurang lebih 0,49% dari Pendapatan

Nasional Bruto setiap tahunnya karena meningkatnya risiko kematian ibu

dan balita.

2.2.3 Cara Menyusui yang Benar

Menurut Astuti (2018), langkah-langkah yang benar meliputi:


19

a. Cuci tangan, tangan dicuci dengan air bersih dan sabun, kemudian

dikeringkan. Dalam bulan pertama kehidupan, bayi sangat rentan karena

penyakit infeksi salah satu penularannya adalah tangan.

b. Langkah sebelum menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan

pada puting susu dan areola. Cara ini mempunyai manfaat sebagai

disinfektan dan menjaga kelembapan putting susu.

c. Memegang bayi.

1) Bayi diletakkan menghadap perut ibu atau payudara

2) Bayi dipegang dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lekung

siku ibu, dan bokong bayi terletak pada lengan. Kepala bayi tidak

boleh tertengadah dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu.

3) Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu, dan satu lagi di

depan.

4) Perut bayi menempel badan ibu dan kepala bayi menghadap payudara.

5) Teling dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus.

6) Ibu menatap bayi dengan kasih sayang.

d. Menyangga payudara Payudara dipegang dengan ibu jari di atas dan jari

yang lain menompang di bawah, jangan menekan putting susu atau

areolanya saja.

e. Perlekatan yang benar :

1) Bayi diberi rangsangan untuk membuka mulut (rotting reflex) dengan

cara menyentuh pipi dengan puting susu, menyentuh sisi mulut.


20

2) Setelah mulut bayi terbuka lebar, dengan cepat kepala bayi didekatkan

ke payudara ibu dengan puting serta areola dimasukkan ke mulut bayi.

3) Sebagian besar areola diusahakan dapat masuk ke dalam mulut bayi,

sehingga putting susu berada di bawah langit-langit dan lidah bayi akan

menekan ASI keluar dari tempat penampungan di bawah areola.

4) Setelah bayi mulai menghisap. Payudara tidak perlu dipegang atau

disangga lagi.

f. Melepas Isapan Bayi

Jari kelingking ibu dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau

dagu bayi ditekan ke bawah. Menyusui berikutnya dari payudara yang

terakhir dikosongkan. Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit

kemudian dioleskan pada putting susu dan areola sekitarnya. Biarkan

kering dengan sendirinya.

g. Menyedawakan Bayi

Tujuan menyendawakan bayi adalah mengeluarkan udara Dari lubang

supaya bayi tidak muntah (gumoh) setelah menyusu. Cara

menyendawakan bayi yaitu dengan berikut: 1) Bayi digendong tegak

dengan bersandar pada bahu ibu, kemudian punggungnya ditepuk

perlahan. 2) Bayi tidur tengkurap di pangkuan ibu, kemudian

punggungnya ditepuk perlahan.

2.2.4 Hambatan Dalam Pemberian ASI

1. Karakteristik Ibu
21

Karakteristik ibu dipengaruhi beberapa faktor seperti, tingkat pendidikan

ibu, usia ibu, paritas, dan metode kelahiran bayi.

2. Sosial Budaya

Yang mempengaruhi hubungan sosial budaya ibu terhadap hambatan

pemberian ASI adalah peningkatan kesibukan ibu, persepsi ibu terhadap

menyusui, dan pengetahuan ibu,

3. Faktor Psikologis

Faktor psikologis yang mempengaruhi terhadap hambatan pemmberiam

ASI adalah takut kehilangan daya Tarik terhadap diri ibu dan tekannan batin.

4. Faktor Fisik Ibu

Alasan yang sering membuat ibu berhendi menyusui adalah kerna ibu

sakit, baik sebentar maupun lama.

5. Status Gizi Ibu

Hasil penelitian yang menunjukkan adanya hubungan antara status gizi

dengan pemberian ASI eksklusif mewajibkan ibu untuk selalu mengontrol

status gizi nya selama hamil.

6. Asupan Makan Ibu

Asupan ibu saat hamil memliki dampak untuk kelancaran kehamilan.

Asupan saat hamil mempengaruhi penambahan berat badan yang juga

mempengaruhi komplikasi kehamilan, serta performa ASI. Asupan yang


22

mempengaruhi penyimpanan lemak pada tubuh ibu yang berfungsi saat

produksi ASI pada masa menyusui (Butte, King, dkk, 2021).

7. Dukungan Keluarga dan Lingkungan

Dukungan keluarga cukup berpengaruh pada keberhasilan praktik

pemberian ASI eksklusif. Menurut Hedianti (2017), dukungan anggota

keluarga dapat membantu dalam kesuksesan pemberian ASI eksklusif terutama

dukungan suami dan keluarga. Selain dari keluarga, dukungan dari aspek-aspek

lain seperti yang tercantum dalam Pasal 29 Peraturan Pemerintah (PP)

Republik Indonesia Nomor 33 tahun 2012 tentang pemberian ASI Eksklusif,

bahwa tenaga kesehatan berperan dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif.

2.2.5 Penanganan Peningkatan Produksi ASI

Penatalaksanaan melakukan pendekatan terapeutik, menilai adanya tanda-

tanda demam dan infeksi, HE pemberian ASI eksklusif, melakukan rangsangan

menyusui atau dapat memerah payudara dengan tangan atau pompa payudara, lalu

beritahu cara menyimpan ASI, memberitahu ibu pola penyusuan ASI untuk bayi

pada ibu bekerja, meningkatkan frekuensi menyusui secara on demand atau tanpa

di jadwal sesuai kebutuhan bayi, memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup,

makanan yang bergizi dan cukup cairan, memastikan ibu menyusui dengan baik

dan benar serta tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui, memberikan motivasi

pada ibu bahwa ibu mampu memproduksi ASI yang cukup, melakukan pijat

oksitosin, menganjurkan ibu kontrol bila ada keluhan lagi (Alvina, 2021).
23

2.3 Konsep Pijat Oksitosin

2.3.1 Definisi Pijat Oksitosin

Pijat oksitosin menupakan teknik pemijatan sepanjang tulang belakang

(vertebrae) sampai tulang costae (tulang rusuk) kelima-keenam, serta usaha

merangsang hormon prolaktin dan oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI

(Ibrahim, Suciawati, dkk, 2021).

Pijat merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran

produksi ASI. Pijatan atau rangsangan pada tulang belakang akan merelaksasikan

ketegangan, dan menghilangkan stress sehingga dapat merangsang pengeluaran

hormone oksitosin dan akan membantu pengeluaran air susu ibu, dibantu dengan

isapan bayi pada puting susu saat segera setelah bayi lahir dengan keaadan bayi

normal (Endah, Tutik, 2020).

Pijat oksitosin dilakukan untung merangsang refleks oksitosin atau refleks

let down dan bisa dilakukan dengan bantuan keluarga terlebih suami. Pijar

oksitosin secara signifikan dapat mempengaruhi sistem saraf perifer,

meningkatkan rangsangan dan konduksi impuls saraf, melemahkan dan

menghentikan rasa sakit serta meningkkatkan aliran darah ke jaringan dan organ

serta membuat otot menjadi fleksibel sehingga merasa nyaman dan rileks (Sestu,

Yuni, 2022).
24

2.3.2 Manfaat Pijat Oksitosin

Manfaat pijat oksitosin menurut Bobak (dalam Tutik, 2020), antara lain :

1. Membantu ibu secara psikologis memberikan ketenangan dan tidak stress.

2. Membangkitkan rasa percaya diri.

3. Membantu ibu agar mempunyai pikiran dan perasaan baik tentang

bayinya.

4. Meningkatkan produksi ASI

5. Memperlancar ASI

6. Melepas lelah

7. Ekonomis

8. Praktis

Pijat oksitosin akan lebih efektif apabila dipadukan dengan perawatan

payudara (breast care) pada ibu menyusui dibandingkan hanya dilakukan pijat

oksitosin saja. Dilakukan dengan tujuan untuk memperlancar produksi ASI dan

dapat dilakukan selama hamil sampai menyusui.

2.3.3 Tujuan Pijat Oksitosin

Tujuan diberikannya pemberian pijat oksitosin pada ibu menyusui adalah :

1. Merelaksasi ketegangan.
25

2. Menghilangkan stress sehingga dapat merangsang pengeluaran hormon

oksitosin.

3. Membantu pengeluaran ASI.

2.3.4 Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pijat Oksitosin

Ibu harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan

pijat oksitosin yaitu mendengarkan suara bayi yang dapat memicu aliran yang

memperlihatkan bagaimana produksi susu dapat dipengaruhi secara psikologis

dan kondisi lingkungan saat menyusui, rasa percaya diri sehingga tidak muncul

presepsi tentang ketidak cukupan suplai ASi, mendekatkan diri dengan bayi,

berelaksasi, dukungan suami dan keluarga, minum-minuman hangat yang

menenangkan dan tidak dianjurkan untuk minum kopi, menghangatkan payudara,

merangsang puting susu dengan menarik dan memutar puting secara perlahan

mengguanakan jari-jari ibu.

2.3.5 Tata Cara Pijat Oksitosin

A. Persiapan Alat

1. Baby Oil / minyak kelapa.

2. Handuk besar 2

3. Gelas tempat ASI

4. Baskom

5. Waslap

6. Air Hangat
26

B. Persiapan Pasien

1. Memperkenalkan diri terlebih dahulu kepada pasien.

2. Berikan penjelasan kepada pasien tentang tindakan yang akan

dilakukan.

3. Jelaskan kemungkinan hasil yang akan diperoleh dari pijat oksitosin.

4. Jaga privasi klien.

C. Tata Laksana Pijat Oksitosin

Fase Orientasi

1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri

2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan

3. Menanyakan kesiapan dan kontrak waktu

Fase Kerja

1. Mencuci tangan

2. Meminta ibu untuk melelpaskan pakaian bagian atas

3. Memposisikan ibu duduk di kursi dan membungkuk dengan memeluk

bantal atau dapat menopang diatas lengan pada meja

4. Memasang handuk diatas pangkuan ibu, biarkan payudara bebas tanpa

bra

5. Melumuri telapak tangan dengan minyak atau baby oil

6. Memijat sepanjang kedua sisi tulang belakang ibu dengan

menggunakan dua kepalan tangan dan ibu jari menunjuk ke arah depan

7. Menekan kedua ibu jari pada kedua sisi tulang belakang dengan

memebentuk gerakan memutar kecil


27

8. Pada saat bersamaan, pijat kedua sisi tulang belakang kearah bawah

leher dari leher kearah tulang belikat selama 2-3 menit

9. Mengulangi pemijatan hingga 3 kali

10. Memebersihkan punggung ibu dengan washlap air hangat

11. Merapikan pasien dan alat.

Fase Terminasi

1. Evaluasi respon pasien

2. Mencuci tangan

3. Dokumentas

2.4 Kerangka Konsep

Kerangka konsep merupakan bagian penelitian yang menyajikan konsep

atau teori dalam bentuk kerangka konsep penelitian. Pembuatan kerangka konsep

mengacu pada masalah-masalah yang akan diteliti atau berhubungan dengan

penelitian dan dibuat dalam bentuk diagram (Hidayat, 2017).

Kerangka konsep penelitian merupakan suatu cara yang digunakan untuk

menjelaskan hubungan atau kaitan antara variabel yang akan diteliti

(Notoatmodjo, 2018).

Bagan 2.4.1 Kerangka Konsep

Input Proses Output

Pengetahuan Ibu 1. Manfaat Pijat Baik : 76 % - 100 %


Menyusui yang Oksitosin
Memiliki Bayi Usia 2. Tujuan Pijat Cukup : 56 % - 75 %
0-12 Bulan di UPT Oksitosin
Puskesmas Puter 3. Faktor yang Kurang : < 56
Jalan Puter Nomor 03 mempengaruhi
Desa Sadang Serang %
keberhasilan
Kecamatan Coblong pijat oksitosin
Kota Bandung Tahun 4. Persiapan Alat
28

2.5 Definisi Operasional


Definisi operasional adalah mendefinisikan variabel secara operasional

berdasarkan karakteristik yang diamati, sehingga peneliti dapat melakukan

pengukuran yang tepat terhadap suatu fenomena yang ada.

Definisi operasional yaitu pemberian atau penetapan makna bagi suatu

variabel dengan spesifikasi kegiatan atau pelaksanaan atau operasi yang

dibutuhkan untuk mengukur, mengkategorisasi, atau memanipulasi variabel.

Definisi operasional mengatakan pada pembaca laporan penelitian apa yang

diperlukan untuk menjawab pertanyaan atau pengujian hipotesis (Sutama, 2016).

Tabel 2.5.1 Definisi Operasional

Variable Definisi Skala


Sub Variable Alat Ukur Hasil Ukur
Operasional Ukur
Pengetahuan Suatu hasil dari Kuesioner Baik: 60% - 100% Ordinal
rasa keingintahuan
melalui proses Cukup:56% -75 %
sensoris, terutama
pada mata dan
telinga terhadap Kurang : < 56 %
objek tertentu.
Pengetahuan
merupakan domain
yang penting
dalam
29

terbentuknya
perilaku terbuka
atau open
behavior.

Ibu Ibu yang Kuesioner Baik: 60% - 100% Ordinal


Menyusui memberikan air
susu kepada bayi Cukup:56% -75 %
dari buah dada
untuk memenuhi
kecukupan nutrisi Kurang : < 56 %
bayi. Menyusui
adalah proses
pemberian susu
kepada bayi atau
anak kecil dengan
air susu ibu (ASI)
yang berasal dari
payudara ibu.

Pijat Teknik pemijatan Kuesioner Baik: 60% - 100% Ordinal


Oksitosin sepanjang tulang
belakang Cukup:56% -75 %
(vertebrae) sampai
tulang costae
(tulang rusuk) Kurang : < 56 %
kelima-keenam,
serta usaha
merangsang
hormon prolaktin
dan oksitosin.
Manfaat Untuk membantu Kuesioner Baik: 60% - 100% Ordinal
ibu secara
psikologis Cukup:56% -75 %
memberikan
ketenangan dan
Kurang : < 56 %
tidak stress,
membangkitkan
rasa percaya diri,
30

membantu ibu agar


mempunyai
pikiran dan
perasaan baik
tentang bayinya,
meningkatkan
produksi ASI, dan
memperlancar
ASI.

Tujuan Untuk merelaksasi Kuesioner Baik: 60% - 100% Ordinal


ketegangan,
menghilangkan Cukup:56% -75 %
stress sehingga
dapat merangsang
Kurang : < 56 %
pengeluaran
hormon oksitosin,
dan membantu
pengeluaran ASI.

Faktor yang Mendengarkan kuesioner Baik: 60% - 100% Ordinal


mempengaruhi suara bayi yang
keberhasilan dapat memicu Cukup:56% -75 %
aliran produksi
susu, rasa percaya
Kurang : < 56 %
diri, mendekatkan
diri dengan bayi,
berelaksasi,
dukungan suami
dan keluarga,
minum-minuman
hangat,
menghangatkan
payudara,
merangsang puting
susu.

Persiapan Alat Alat yang harus Kuesioner Baik: 60% - 100% Ordinal
dipersiapkan,
yakni Baby Oil / Cukup:56% -75 %
minyak kelapa,
handuk besar 2
31

buah, gelas tempat Kurang : < 56 %


ASI, baskom,
waslap, dan air
Hangat.

Tata Cara Pijat 1. Memposisikan Kuesioner Baik: 60% - 100% Ordinal


Oksitosin ibu duduk di
kursi dan Cukup:56% -75 %
membungkuk
dengan
Kurang : < 56 %
memeluk bantal
atau dapat
menopang diatas
lengan pada
meja
2. Memasang
handuk diatas
pangkuan ibu,
biarkan
payudara bebas
tanpa bra
3. Melumuri
telapak tangan
dengan minyak
atau baby oil
4. Memijat
sepanjang kedua
sisi tulang
belakang ibu
dengan
menggunakan
dua kepalan
tangan dan ibu
jari menunjuk ke
arah depan
5. Menekan kedua
ibu jari pada
kedua sisi tulang
belakang dengan
memebentuk
gerakan
32

memutar kecil
6. Pada saat
bersamaan, pijat
kedua sisi tulang
belakang kearah
bawah leher dari
leher kearah
tulang belikat
selama 3-5
menit
7. Mengulangi
pemijatan
hingga 3 kali
8. Membersihkan
punggung ibu
dengan washlap
air hangat
9. Merapikan
pasien dan alat.

Anda mungkin juga menyukai