0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

LITDIG

Dokumen ini membahas pengertian dan penggunaan literasi digital, yang mencakup kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan menciptakan informasi menggunakan teknologi digital. Literasi digital memiliki berbagai jenis dan komponen, serta berfungsi penting dalam pendidikan, penelitian, dan media sosial. Kesimpulannya, literasi digital sangat diperlukan untuk membantu individu berfungsi efektif dalam lingkungan digital yang kompleks.

Diunggah oleh

24030654095
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan14 halaman

LITDIG

Dokumen ini membahas pengertian dan penggunaan literasi digital, yang mencakup kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan menciptakan informasi menggunakan teknologi digital. Literasi digital memiliki berbagai jenis dan komponen, serta berfungsi penting dalam pendidikan, penelitian, dan media sosial. Kesimpulannya, literasi digital sangat diperlukan untuk membantu individu berfungsi efektif dalam lingkungan digital yang kompleks.

Diunggah oleh

24030654095
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama: Yusrina Maulidya Zahira

NIM: 24030654095

BAB I
Pengertian dan Penggunaan Literasi Digital
A. Literasi
Literasi adalah kemampuan berbahasa seseorang seperti menyimak,
berbicara, membaca, dan menulis dalam hal berkomunikasi dengan cara yang
berbeda sesuai dengan tujuannya. Definisi literasi secara sempit yaitu literasi
sebagai kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan membaca dan
menulis sangat diperlukan untuk membangun sikap kritis dan kreatif terhadap
berbagai fenomena kehidupan yang mampu menumbuhkan kehalusan budi,
kesetiakawanan, dan sebagai melestarikan budaya bangsa. Pada dasarnya,
kegiatan literasi bertujuan untuk memperoleh keterampilan informasi, yaitu
mengumpulkan, mengolah dan mengomunikasikan informasi di mana
kecakapan dalam menggali da menemukan informasi menjadi keterampilan
yang perlu dikuasai oleh para siswa.
 Jenis-Jenis Literasi Digital
Menurut Eisenberg (2016), selain memiliki kemampuan literasi informasi
seseorang juga harus membekali dirinya dengan literasi yang lain, yaitu:
1. Literasi Visual: Kemampuan seseorang untuk memahami, menggunakan,
dan mengekspresikan gambar.
2. Literasi Media: Kemampuan untuk mengakses, menganalisis, dan
menciptakan informasi untuk hasil yang spesifik. Media yang digunakan
adalah televisi, radio, surat kabar, film, dan musik.
3. Literasi Komputer: Kemampuan untuk membuat dan memanipulasi
dokumen dan data melalui perangkat lunak pangkalan data dan pengolahan
data.
4. Literasi Digital: Keahlian yang berkaitan dengan penguasaan sumber dan
perangkat digital.
5. Literasi Jaringan: Kemampuan untuk menggunakan, memahami,
menemukan, dan memanipulasi informasi dalam jaringan misalnya
internet. Istilah lain dari literasi jaringan adalah literasi internet atau
hiperliterati.

 Cakupan Literasi Digital


Istilah media mencakup seluruh media komunikasi, kadang digunakan istilah
media massa untuk mencapai audiens yang sangat besar, seperti televisi saran
atau berlangganan, radio, film, surat kabar, dan majalah. Sering kali istilah
"dalam semua media dan format mengacu kepada komunikasi dan diseminasi
informasi dalam berbagai media yang berlainan serta dalam berbagai format
seperti teks, grafik, foto, tabel, statistik, dll. Literasi media mencakup
semuanya, dimulai dari memiliki pengetahuan yang diperlukan untuk
menggunakan teknologi media lama dan baru sampai dengan memiliki
hubungan kritis ke konten media. Tulisan seperti Buckingham dan
Livingstone menyatakan bahwa trikomi untuk mendefinisikan literasi media
adalah memiliki akses ke media, memahami media, dan menggunakan media.
Literasi media mengakui pengaruh harian pada manusia yang berasal dari
televisi, film. radio, musik, surat kabar, dan majalah.
B. Literasi Digital
Literasi digital adalah kemampuan untuk secara efektif dan kritis
menavigasi. mengevaluasi, dan membuat informasi dengan menggunakan
berbagai teknologi [Link] tentang literasi digital berkat dengan
aspek-aspek yang lebih luas seperti belajar cara efektif menemura
menggunakan, meringkas, mengevaluasi, membuat, dan mengomunikas
informasi saat menggunakan teknologi [Link] digital melibatkan
penguasaan ide bukan hanya penekanan tombol. Gilster mengidentifikasi
empat kompetensi literasi digital yang utama, yaitu:
- Internet searching (pencarian internet)
- Hypertextual navigation (navigasi hipertekstual)
- Content evaluation (evaluasi konten)
- Knowledge assembly (penyusunan pengetahuan)
Menurut Deakin University's Graduate Learning Outcome 3 (DU
GLO3), literasi digital adalah pemanfaatan teknologi untuk menemukan.
menggunakan, dan menyebarluaskan informasi dalam dunia digital. Literasi
digital juga didefinisikan sebagai kemampuan untuk memahami, menganalisis.
menilai, mengatur, dan mengevaluasi informasi dengan menggunakan
teknologi digital.
Menurut UNESCO (2011), literasi digital adalah kecakapan (life skills)
yang tidak hanya melibatkan kemampuan penggunaan perangkat teknologi.
informasi, dan komunikasi saja, tetapi juga melibatkan kemampuan dalam
pembelajaran bersosialisasi, sikap berpikir kritis, kreatif, serta inspiratif
sebagai kompetensi digital.
 Konsep Literasi Digital
Douglas A.J. Belshaw dalam What is 'Digital Literacy? (2011) mengemukakan
delapan elemen esensial untuk mengembangkan literasi digital.
- Kultural yaitu pemahaman ragam konteks pengguna dunia digital.
- Kognitif yaitu daya pikir dalam menilai konten.
- Konstruktif yaitu reka cipta sesuatu yang ahli dan aktual.
- Komunikatif yaitu memahami kinerja jejaring dan komunikasi di dunia
digital.
- Kepercayaan diri yang bertanggung jawab.
- Kreatif melakukan hal baru dengan cara baru.
- Kritis dalam menyikapi konten.
- Bertanggung jawab secara sosial.

 Komponen Literasi Digital


- Functional Skill (Keterampilan Fungsional)
- Keamanan Elektronik
- Communication (Komunikasi)
- The Ability to Find and Select Information (Kemampuan untuk
Menemukan dan Menyeleksi Informasi
- Kreativitas
- Critical Thinking and Evaluation (Berpikir Kritis dan Evaluasi)
- Cultural and Social Understanding (Memahami Aspek Sosial dan
Budaya)
- Collaboration (Kolaborasi)

 Penggunaan Literasi Digital


Literasi digital merupakan keterampilan yang sangat penting dalam dunia
yang terhubung secara global. Literasi digital melibatkan lebih dari sekadar
kemampuan untuk menggunakan perangkat lunak atau mengoperasikan
perangkat digital. Hal ini mencakup berbagai macam keterampilan kognitif.
motorik, sosiologis, dan emosional yang kompleks yang dibutuhkan pengguna
agar berfungsi secara efektif dalam lingkungan digital.
Menurut Brian Wright (2015) ada sepuluh manfaat penting dari adanya
literasi digital, yaitu:
- Menghemat Waktu
- Belajar Lebih Cepat
- Memengaruhi Dunia

C. Kesimpulan
Literasi diartikan sebagai kemampuan membaca dan menulis.
Literasi sangat erat kaitannya dengan informasi. Jenis literasi selain
informasi ada literasi media dan literasi digital. Literasi digital adalah
kemampuan seseorang untuk menggunakan berbagai media guna
mengakses, menganalisis, serta menghasilkan informasi untuk berbagai
keperluan. Literasi digital dapat dilakukan dengan kegiatan menganalisis,
mengevaluasi, mengelompokkan. menginduksi, mendeduksi, menyintesis,
dan mengabstrak. Literasi media menjadi solusi atas kekhawatiran banyak
pihak terhadap dampak negatif dari media. Literasi digital adalah
himpunan sikap, pemahaman, dan keterampilan menangani dan
mengomunikasikan informasi dan pengetahuan secara efektif dalam
berbagai media dan format.
Latihan
1. Apa yang Anda pahami tentang literasi digital? Jelaskan penggunaan
literasi digital dalam pengembangan keahlian dalam bidang yang
sedang Anda tekuni?
Jawab: Literasi digital adalah kemampuan untuk menggunakan
teknologi digital secara efektif dan bertanggung jawab. Penggunaan
literasi digital dalam pengembangan keahlian dalam bidang yang
sedang saya tekuni adalah branding personal yaitu media sosial dan
platform profesional yang memungkinkan untuk membangun
kehadiran online dan mempromosikan keahlian.
2. Apakah orang yang mengenali dan dapat memilah dengan benar serta
bertanggung jawab dalam menggunakan internet dan teknologi digital
tergolong warga yang telah menerapkan literasi digital? Berikan
penjelasannya.
Jawab: Ya, orang yang mengenali, memilah, dan bertanggung jawab
dalam menggunakan internet dan teknologi digital dapat dianggap
telah menerapkan literasi digital. Karena kemampuan untuk memilah
informasi yang benar dari yang salah adalah komponen penting dari
literasi digital. Ini mencakup kemampuan untuk mengevaluasi
kredibilitas sumber, mengidentifikasi bias, dan menghindari
penyebaran informasi palsu.
3. Kolaborasi dan komunikasi sangat dibutuhkan dalam pengembangan
kemampuan literasi digital, jelaskan pengalaman kegiatan Anda dalam
menerapkan kolaborasi dan komunikasi dalam pemanfaatan literasi
digital!
Jawab: Proyek kelompok online,dimana dalam tugas kuliah saya
sering menggunakan platform seperti Google Docs atau Microsoft
Teams untuk berkolaborasi dalam proyek kelompok. Ini
memungkinkan kami untuk bekerja secara bersamaan pada dokumen,
berbagi ide, dan memberikan umpan balik secara real-time.
BAB II
FUNGSI LITERASI DIGITAL UNTUK PENGEMBANGAN
PENDIDIKAN,PENELITIAN,MEDIA SOSIAL
A. Fungsi Literasi Digital Untuk Pengembangan Pendidikan
Menurut Baran (2013), umumnya literasi digital adalah kemampu
untuk secara efektif dan efisien memahami dan menggunakan segala bent
komunikasi digital. Literasi digital dalam pendidikan bermakna bahw
penggunaan teknologi dalam pengajaran (Blevins, 2018). Hobbs (2010
memetakan lima kompetensi dalam literasi digital, yaitu akses, analisis dar
evaluasi, penciptaan konten, refleksi, dan aksi.
- Access (Akses). Kompetensi untuk mencari, menggunakan media
dan teknologi, serta berbagai informasi yang tepat dan relevan
dengan orang lain.
- Analyze and Evaluate (Analisis dan Evaluasi). Memahami pesan
da menggunakan pemikiran kritis untuk menganalisis kualitas
pesan kejujuran, kredibilitas, dan sudut pandang, kemudian
mempertimbangkan efek potensial atau konsekuensi pesan.
- Create (Penciptaan Konten). Mencakup menulis atau menghasilkan
konten menggunakan kreativitas dan kepercayaan diri untuk
mengekspresikan diri yang didukung dengan kesadaran akan
tujuan, pembaca, dan teknik komposisi.
- Reflect (Refleksi). Menerapkan tanggung jawab sosial dan prinsip-
prinsip etika identitas sendiri dan pengalaman hidup dalam
perilaku komunikasi
- Act (Aksi). Bekerja secara individu dan bersama-sama untuk
berbagi pengetahuan dan memecahkan masalah dalam keluarga,
tempat kerja, masyarakat, serta berpartisipasi sebagai anggota
masyarakat di tingkat lokal, regional, nasional, maupun
internasional (Baran, 2013).

B. Fungsi Literasi Digital Untuk Pengembangan Penelitian


Di dalam dunia penelitian, literasi digital sangat dibutuhkan untuk
dapat memudahkan para peneliti mencari data-data yang diperlukan saat
melakukan sebuah penelitian. Minimnya data yang didapatkan membuat
literasi digital dapat membuat para peneliti memiliki banyak pilihan data
agar bisa mengembangkan penelitiannya semaksimal mungkin dari
sumber di internet. Selain dapat memudahkan dalam mencari data, literasi
digital juga dapat membuat waktu penelitian menjadi lebih singkat. Oleh
karena itu, para peneliti bisa langsung melakukan penelitian selanjutnya
dan dapat menghasilkan lebih banyak penelitian yang bermanfaat.

C. Fungsi Literasi Digital Untuk Media Sosial


Media sosial memang sudah menjadi kebutuhan untuk masyarakat
luas. Terlebih lagi di era digital ini, ketika media lebih mudah diakses dan
hadir dalam bentuk elektronik. Banyaknya informasi yang semakin
simpang siur sebaliknya diiringi dengan adanya edukasi literasi digital ke
publik. Bukan tanpa alasan. ini karena tidak ada yang bisa menjamin
bahwa informasi yang didapatkan da diberitakan oleh media 100% benar.
Oleh karena itu, masyarakat diharapkan bisa lebih bijak dalam memilah
berita yang ada dan tidak langsung menela secara mentah-mentah
informasi yang didapatkan, terlebih lagi jika tidak disertai bukti yang kuat.

D. Perbandingan Hasil Literasi Digital Untuk Pengembangan


Pendidikan,Penelitian,dan Media Sosial
Perbandingan hasil literasi digital dari ketiga aspek pendidikan,
penelitian, dan media sosial, dapat diketahui bahwa ketiganya memiliki
hasil yang berbeda beda. Hasil literasi digital untuk aspek pengembangan
pendidikan memiliki dampak besar kepada guru dan para murid. Salah
satu hasilnya yaitu kegiatan belajar-mengajar yang nyaman dan
memberikan kemudahan pada guru yang memberikan ilmu maupun dari
para murid yang menerima ilmu. Hasil literasi digital untuk aspek
penelitian yang berdampak besar yaitu banyaknya sumber penelitian yang
didapatkan untuk memudahkan penelitian dan juga dapat menghemat lebih
banyak waktu untuk kegiatan yang lebih bermanfaat [Link]
untuk aspek penggunaan media sosial, hasil yang sering ditemukan yaitu
banyaknya orang yang lebih pintar dalam mengolah informasi yang
didapatkan dari media sosial sehingga tidak termakan hoaks yang
bertebaran. Selain itu, dengan menggunakan media sosial dengan
menerapkan literasi digital, maka dapat mencari lebih banyak informasi
untuk memudahkan kehidupan sehari-hari. Cepatnya informasi yang
bertebaran di media sosial, menjadikan media sosial sebagai wadah literasi
digital yang paling banyak digemari.

E. Kesimpulan
Media memang merupakan perpanjangan dari kemampuan
manusia sehingga disadari atau tidak, integritas dalam kehidupan sehari-
hari pun sangat tinggi. Hal ini bisa berdampak positif bisa juga sebaliknya,
jika tidak dimaknai secara fungsional. Terutama ancaman kapital yang
kemudian dapat memengaruhi para khalayak media. Di sinilah mengapa
literasi digital menjadi penting karena kemampuan mengkritisi informasi
dan memahami pesan-pesan akan sangat membantu sehingga tidak
menjadi korban. Kemampuan pengguna dalam literasi digital mencakup
kemampuan untuk menemukan, mengerjakan, mengevaluasi,
menggunakan, membuat, serta memanfaatkannya dengan bijak, cerdas,
cermat, serta tepat sesuai dengan kegunaannya. Literasi digital memang
sangat diperlukan dalam era digital saat ini.
Latihan
1. Edukasi literasi digital harus diberikan kepada seluruh masyarakat agar
memberikan pembelajaran tentang bagaimana bersikap bijak dalam
menyikapi perkembangan teknologi. Berikan alasan yang logis terkait
pernyataan tersebut!
Jawab: Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) sangat
pesat dan memengaruhi hampir semua aspek kehidupan. Literasi digital
membantu masyarakat untuk:
* Memahami dan menggunakan teknologi secara efektif dan aman.
* Mengevaluasi informasi secara kritis dan menghindari hoaks.
* Berpartisipasi aktif dalam masyarakat digital.
2. Berdasarkan beberapa definisi tentang literasi digital, menurut Anda
definisi mana yang masih sesuai diterapkan pada masa sekarang dan lima
tahun yang akan datang?
Jawab; Definisi yang masih relevan adalah definisi yang menekankan pada
kemampuan untuk berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam
menggunakan teknologi digital. Definisi ini harus mencakup kemampuan
untuk:
* Mengakses, mengelola, dan mengevaluasi informasi.
* Berkomunikasi dan berkolaborasi secara efektif.
* Menciptakan konten digital yang bermakna.
3. Berikan sebuah contoh kasus yang merupakan implementasi dari 5
kompetensi literasi digital!
Jawab: Contoh Kasus: Seorang siswa menggunakan internet untuk
mencari informasi tentang perubahan iklim. Dia:
* Akses: Menggunakan mesin pencari untuk menemukan artikel dan
video tentang perubahan iklim.
* Seleksi : Memilih sumber informasi yang kredibel dari situs web
lembaga penelitian dan organisasi lingkungan.
* Evaluasi : Membandingkan informasi dari berbagai sumber dan
mengidentifikasi bias atau ketidakakuratan.
* Sintesis : Meringkas informasi yang diperoleh dan membuat presentasi
tentang dampak perubahan iklim.
* Kreasi : Membagikan presentasinya di media sosial untuk
meningkatkan kesadaran tentang isu tersebut.
4. Berdasarkan aspek apa sajakah literasi digital dapat membuat waktu
penelitian menjadi lebih singkat?
Jawab: Literasi digital mempercepat penelitian melalui: Akses cepat ke
sumber informasi,Kemampuan pencarian yang efisien,Kolaborasi
daring,Analisis data yang otomatis.
5. Menurut Anda, sejauh mana literasi digital bisa diimplementasikan dalam
pengembangan pendidikan di Indonesia?
Jawab: Literasi digital dapat diimplementasikan secara luas dalam pendidikan
Indonesia melalui:
* Integrasi teknologi dalam kurikulum dan proses pembelajaran.
* Pelatihan guru untuk menggunakan teknologi secara efektif.
* Penyediaan akses internet dan perangkat digital yang merata di semua
sekolah.
* Pengembangan konten pendidikan digital yang berkualitas.
* Mendorong penggunaan platform pembelajaran daring untuk memperluas
akses pendidikan.
* Pengembangan program literasi digital untuk siswa dari semua tingkatan.
BAB III
MEDIA/INFOGRAFIS DENGAN MENGGUNAKAN LITERASI DIGITAL

A. Media
Kata media berasal dari bahasa Latin dan merupakan bentuk jamak
dar kata medium yang berarti perantara, yaitu perantara sumber pesan
dengan penerima pesan. Association for Educational Communications and
Technolog (AECT) mendefinisikan media sebagai suatu bentuk dan
saluran yang dapat digunakan dalam suatu proses penyajian informasi.

B. Infografis
Menurut Newsom dan Haynes, infografis merupakan representasi
visual yang grafis. Informasi, data, atau pengetahuan dimaksudkan untuk
menyajikan informasi yang kompleks dengan cepat dan jelas. Infografis
disajikan dalam bentuk kombinasi data dan desain di mana data berarti
angka dan fakta yang dirancang untuk dikomunikasikan secara transparan.
Infografis sangat berguna untuk menyampaikan informasi yang kompleks
dengan cepat dan mudah.

C. Media Pendidikan Dengan Menggunakan Literasi Digital


Literasi digital memiliki efek positif pada keterampilan peserta
didik dalam keberhasilan pembelajaran. Hal ini karena lingkungan kita
dikelilingi oleh teknologi digital dan sumber daya konten digital yang
sangat besar sehingga lebih mudah diakses dibandingkan dengan sumber
daya tradisional yang berbasis kertas untuk pembelajaran.

D. Infografis Dengan Menggunakan Literasi Digital


Infografis adalah bentuk media yang sangat mudah dibuat dan saat
ini digunakan di seluruh bidang masyarakat, pemerintah, penelitian,
pendidik maupun industri. Infografis banyak digunakan karena
kapasitasnya menyampaikan informasi yang kompleks dengan cepat dan
mudah bentuk yang menarik di berbagai [Link] praktik
pembelajarannya, peserta didik dapat membuat karya infografis kemudian
mempublikasikannya dalam berbagai forum diskusi. Kemudian, setiap
pembaca dapat memberikan komentar secara langsung terhadap infografis
tersebut.

E. Dampak Yang Timbul Dari Media/Infografis Dengan Menggunakan


Literasi Digital
Terdapat beberapa potensi masalah dalam penggunaan infografis,
khususnya dalam pembelajaran dan pengajaran, yaitu pembuatan
infografis yang [Link] melibatkan desain visual yang dapat
membuat pembaca dapat lebih cepat memahami informasi dibandingkan
dengan membaca informasi teks biasa. Oleh karena itu, penting dalam
memilih membuat desain visual yang tepat dan sesuai dengan informasi
yang disajikan Infografis telah terbukti berdampak meningkatkan daya
ingat pembaca dibandingkan informasi berbentuk [Link] itu,
infografis menyampaikan informasi menggunakan berbagai metode,
misalnya memadukan antara teks, gambar, audio, dan video. Oleh karena
itu, infografis dapat meningkatkan respons pembaca terhadap pesan yang
disampaikan.

F. Kesimpulan
Literasi media digital merupakan salah satu keterampilan abad ke-
21 yang wajib dimiliki oleh peserta didik. Literasi media digital memiliki
efek positif pada keterampilan peserta didik dalam keberhasilan
pembelajaran. Media/infografis dapat meningkatkan pemahaman dalam
pembelajaran namun tidak memungkiri juga terdapat dampak negatif yang
muncul, yaitu perlu waktu dan usaha untuk mewujudkannya.
Latihan
1. Media pendidikan yang menggunakan literasi digital memiliki peran yang
penting dalam mengembangkan keterampilan dan pengetahuan peserta
didik dalam menghadapi era digital, Sebutkan beberapa contoh media
pendidikan yang memanfaatkan literasi digital!
Jawab: Aplikasi Edukasi: Aplikasi yang dirancang khusus untuk
pembelajaran, seperti Duolingo (pembelajaran bahasa), Photomath
(pembelajaran matematika), atau aplikasi ensiklopedia digital.
Video Pembelajaran: Video edukasi di platform seperti YouTube atau
platform video pembelajaran lainnya yang menjelaskan konsep-konsep
pelajaran secara visual.
E-book dan Perpustakaan Digital: Buku-buku digital dan koleksi
perpustakaan online yang memungkinkan siswa mengakses sumber belajar
dengan mudah.
2. Infografis adalah alat yang sangat efektif untuk menyampaikan informas
kompleks secara visual dan ringkas. Ketika menggunakan literasi digital
dalam pembuatan infografis, sebutkan beberapa hal yang perlu
diperhatikan untuk memastikan infografis tersebut informatif dan efektif.
Jawab: Keakuratan informasi,Desain visual yang menarik,Tata letak yang
jelas dan terstruktur,Bahasa yang ringkas,Pemilihan jenis huruf (Font)
yang tepat, Penggunaan data visual tepat,
3. Penggunaan media digital dan infografis yang memanfaatkan literasi
digital memiliki dampak yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan
modern Sebutkan beberapa dampak positif dan juga beberapa tantangan
yang mungkin timbul terkait hal tersebut!
Jawab: Dampak Positif:Akses informasi luas,Pembelajaran lebih menarik
dan interaktif,Pengembangan keterampilan digital.
Tantangan: Penyebaran Informasi yang Salah (Hoaks),Kecanduan
Teknologi, Kurangnya Interaksi Sosial Langsung
BAB IV
PENYARINGAN BERITA (HOAKS)
A. Hoaks.
Hoaks adalah informasi atau berita yang memuat hal-hal yang tidak pasti
atau tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya terjadi.
B. Klasifikasi hoaks
Dimana hoaks dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Klasifikasi umum
b. Klasifikasi akademik
Dalam Upaya memerangi hoaks, terdapat tujuh tipe misinformasi dan
disinformasi yang perlu diketahui, yaitu :
1) Satire/Parodi yaitu konten yang dibuat untuk tidak merugikan orang
lain, tetapi berpotensi untuk mengelabui.
2) Koneksi yang salah (False Connection) artinya konten yang dibuat tidak
saling berkaitan dan menimbulkan informasi yang menyesatkan.
3) Konteks yang keliru (False context) artinya konten yang dibuat dengan
narasi yang salah, sehingga dapat menimbulkan persepsi yang berbeda.
4) Konten yang menyesatkan (misleading content) artinya konten yang
dibuat untuk menjelekkan atau menyerang orang lain.
5) Konten tiruan (Imposter content) artinya konten yang dibuat berasal
dari informasi yang seolah-olah resmi.
6) Konten manipulasi (Manipulated content) artinya terdapat suatu
konten kemudian diedit/dimanipulasi sehingga tidak sesuai dengan karya
aslinya.
7) Konten palsu (Fabricated content) artinya konten yang dibuat 100%
tidak benar.
C. Pencegahan hoaks.
Pada bagian ini menjelaskan beberapa konsep psikologi yang dapat
digunakan untuk menghadapi berita palsu/hoaks, seperti :
• Skeptisisme artinya mengevaluasi atau mencari sumber data apakah
informasi yang diperoleh itu memang benar atau sesuai fakta.
• Skeptisisme emosional memiliki makna yang mirip dengan skeptisisme.
• Kewaspadaan artinya memastikan informasi informasi yang didapat
apakah benar atau tidak.
• Berpikir analitik artinya mengevaluasi dengan bijaksana melalui
musyawarah, bukan dengan penilain yang cepat dan intuitif.
• Gesekan artinya mengurangi kepercayaan kepada informasi yang salah.
• Inkoluasi artinya Teknik yang digunakan untuk membangun reisitensi
pre-emptive terhadap informasi yang salah.
• Nudge/dorongan artinya mendorong pemikiran analitis ketika
memperoleh suatu informasi.
D. Kelebihan :
• Ditulis dengan terstruktur dan sistematis.
• Apa yang dibahas relevan dengan kondisi saat ini, dimana pada era
modern saat ini semua serba digital sehingga banyak sekali informasi yang
beredar di sekitar kita.
• Pada bab ini menjelaska bagaimana kita menghadapi berbagai informasi
dan agar kita tidak tertipu oleh berita hoaks.
E. Kekurangan :
• Ada beberapa kata yang menggunakan istilah (Bahasa inggris) sehingga
sulit dipahami oleh pembaca.
• Tidak diberikan contoh dampak negative dari hoaks.
Latihan
1. Jelaskan pengertian Hoaks!
Jawab: Hoaks adalah informasi sesat atau informasi tidak benar yang
berbahaya karena dapat menimbulkan persepsi salah pada manusia dalam
menyampaikan informasi.
2. Jelaskan 5 tipe misinformasi dan disinformasi!
Jawab: a. Satire/Parodi. Satire atau parodi adalah konten yang dibuat tanpa
ada niat
untuk merugikan orang namun berpotensi untuk mengelabui. Orang
membuat konten satire atau parodi biasanya ditujukan untuk komedi.
b. Koneksi yang Salah (False Connection). Konten yang dibuat di mana
judul, gambar, dan keterangannya tidak saling berkaitan dan dapat
menimbulkan informasi yang menyesatkan.
c. Konteks yang Keliru (False Context). Konten disajikan dengan narasi
konteks yang salah atau memuat informasi yang tidak benar sehingga
menimbulkan persepsi yang berbeda dan harus diluruskan.
d. Konten yang Menyesatkan (Misleading Content). Konten dipelintir
untuk
menjelekkan atau menyerang individu. Konten dibuat berdasarkan
informasi asli yang kemudian diedit sehingga informasi dan konten yang
akan dibuat tidak saling berhubungan.
e. Konten Tiruan (Imposter Content). Konten ini dibuat seolah-olah
informasi yang disebarkan berasal dari sumber resmi, biasanya digunakan
untuk menipu dan mencatut akun tokoh publik, akun lembaga, dan
sebagainya.
3. Dalam melakukan verifikasi online perlu memerhatikan 5 pilar. Jelaskan
kelima pilar tersebut!
Jawab: * Verifikasi sumber: Memastikan bahwa informasi berasal dari
sumber yang kredibel dan terpercaya.
* Verifikasi foto: Memeriksa keaslian foto, seperti tanggal, lokasi, dan
apakah foto tersebut telah dimanipulasi.
* Verifikasi video: Memastikan keaslian video, seperti konteks, tanggal,
dan apakah video tersebut telah diedit.
* Verifikasi lokasi: Memastikan lokasi kejadian yang diberitakan, apakah
sesuai dengan fakta.
* Verifikasi waktu: Memastikan waktu kejadian yang diberitakan, apakah
sesuai dengan fakta.
4. Salah satu konsep psikologi yang dapat digunakan untuk menghadapi
berita palsu yang beredar adalah teori inokulasi. Jelaskan teori tersebut!
Jawab: Teori inokulasi adalah konsep psikologi yang dikembangkan oleh
William J. McGuire pada tahun 1960-an. Teori ini berfokus pada cara
untuk melindungi individu dari informasi yang salah, termasuk berita
palsu atau disinformasi, dengan cara memberikan "pelatihan" atau
"perlindungan mental" terhadap informasi yang keliru sebelum mereka
terpapar sepenuhnya.

Anda mungkin juga menyukai