MODUL 7
TEMPLATE
7.1. Tujuan
1. Menggambarkan rancangan suatu tata letak pabrik secara keseluruhan
dengan template dan maket.
2. Merancang pengaturan ruangan yang dibutuhkan oleh setiap kegiatan.
3. Mengetahui pola aliran perpindahan bahan dalam pabrik.
7.2. Landasan Teori
Pembuatan detail layout dari suatu pabrik (biasanya dibuat dengan skala
standar 1 : 50) akan menunjukkan pengaturan dan aliran dari orang,
material, mesin, dan fasilitas produksi lainnya. Detail layout yang kadang-
kadang disebut dengan master layout merupakan pelaksanaan akhir dari
proses perancangan tata letak pabrik. Disini detail layout akan dibuat
dengan memakai salah satu metode yaitu drafting/sketching, Templates,
dan Model. Menurut Wignjosoebroto (2003), template adalah suatu skala
representasi dalam bentuk 2 dimensi (skala standard yang dipaka
umumnya 1 : 50) dari suatu obyek fisik yang dibuat untuk keperluan
desain layout. Yang dimaksudkan dengan obyek fisik disini berupa mesin,
peralatan material handling, manusia, dan lainlain fasilitas kerja.
Template secara umum dapat dibuat dalam tiga bentuk yaitu:
- Block, berbentuk empat persegi panjang yang ditentukan oleh panjang
dan lebar maksimum yang dimiliki oleh obyek.
- Contour, merupakan proyeksi dari obyek.
- Clearance Contour, merupakan bentuk proyeksi atas dari obyek
dengan dilengkapi clearances bagian-bagian dari obyek yang bisa
bergerak.
Template biasanya dari bahan kertas yang cukup tebal (karton) ataupun
material lain yang mudah untuk ditempel pada kertas utamanya (kertas
grafik/skala). Beberapa standar tipetipe tempalet untuk menggambarkan
berbagai obyek seperti mesin, perlatan material handling telah dibuat oleh
ASME. Manfaat dari pembuatan template adalah:
[Link] informasi mengenai luas pabrik dan kantor dalam ukuran yang
representative, beserta deskripsi peletakkan mesin dan juga fasilitas-
fasilitas lain yang mendukung.
[Link] gambaran yang lebih jelas dan lengkap mengenai aliran
material yang terjadi pada lantai produksi
88
7.3. Pengolahan Data
Template dibuat berdasarkan layout usulan pada tugas-tugas
praktikum sebelumnya, departemen produksi yang dihasilkan dengan
algoritma CRAFT, AAD baik kantor maupun AAD gabungan yang telah
dibuat sebelumnya. Hal-hal yang diperhatikan pada penyusunan template:
1. Template disusun dengan skala yang disesuiakan dengan kebutuhan.
2. Warna aliran material berbeda, sesuai dengan jenis alat penanganan
material yang digunakan. Pada setiap aliran material disertai kode
material yang dipindahkannya.
3. Tebal dinding, lebar pintu, lebar jalan untuk transportasi, lebar gerbang
dan sebagainya disesuaikan dengan kebutuhan yang dibuat seefisien
mungkin.
4. Gang utama di pabrik 5 m, gang di kantor 2 m, gang antar rak di
Gudang sebesar 2 m atau sesuai dengan kepentingan falisitas material
handling equipment MHE.
5. Bagian-bagian dari fasilitas/departemen diwakili dengan warna-warna
yang ditetapkan sendiri oleh anggota kelompok.
6. Aliran material per part sampai assembly dan storing di gudang dan
pengiriman dengan media flash.
89
TEMPLATE PT HS JAYA
LEGENDA
1 : KANTOR F A D
.
2 : PRODUKSI
3 : GUDANG BAHAN BAKU 1
4 : GUDANG PRODUK JADI
6
C B E
5 : MUSHOLA
7 10 12 .
6 : KANTIN & DAPUR
7 : LOKER
8 : POLI KLINIK
9 : POS SATPAM
10 : PARKIRAN KANTOR
11 : PARKIRAN GUDANG JADI
12 : PARKIRAN GUDANG BAHAN BAKU
A : PRODUKSI
B : LOGISTIK
C : OC 9 4 5
D : PPIC
E : MARKETING
F : HRD
MESIN GERGAJI
MESIN BOR
11 2 8
3
MESIN MILLING
GAMBAR 7. 1 TEMPLET PABRIK [Link] JAYA
90