PROCEDURE TEXT
SERVICE EXCELLENT
Class : XII MPLB 3
Group : 4
Names Of The Group :
1. Diandra
2. Dzikra Nazihah M.
3. Syifa Maulida H.
4. Syifa Aulia A.
5. Adellia
AL Basyariah Vocational High School.
Academic Year 2024 / 2025
Latar belakang bullying
perundungan atau sering kali di sebut bullying adalah tindakan yg sering kali
meresahkan masyarakat karna banyak sekali korban akibat bullying ini, banyak
orang tua yg kehilangan putra putrinya akibat tindakan tidak terpuji seperti ini.
Bullying terjadi karena kombinasi berbagai faktor yang melibatkan individu,
lingkungan, dan masyarakat. di dalam faktor individu bullying sering merasa
ingin mendominasi orang lain atau menunjukkan kekuasaan. pelaku bullying
mungkin memiliki masalah emosi seperti rasa tidak aman, kurang percaya diri,
atau trauma yang tidak terselesaikan. ada pula faktor lingkungan, Anak-anak
yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang keras, kurang perhatian, atau
penuh konflik cenderung menjadi pelaku atau korban bullying. tindakan
bullying juga terjadi karna kurangnya edukasi tentang nilai [Link] orang
tidak diajarkan pentingnya menghormati perbedaan atau cara menyelesaikan
konflik tanpa kekerasan, yang dapat menyebabkan perilaku bullying. Dengan
memahami latar belakang ini, kita dapat mengambil langkah pencegahan yang
lebih efektif, seperti meningkatkan kesadaran, menciptakan lingkungan yang
aman, dan memberikan dukungan psikologis kepada pelaku maupun
korban bullying.
Landasan Teori
Ada cerita di sebuah SMA. Di sekolah megah ini ada sebuah kelompok jahat yang suka
menindas orang lain mereka adalah Nakila, Nazmiya, Naura, dan Nanda. Mereka suka
memalak, memarahi dan membully murid lain.
Naura: “Eh, Nak, Nan, Miii, Gua denger hari ini kita bakal ada anak pindahan di kelas kita!”
Nakila: “Terus apa masalahnya ama gua?.”
Naurah: “Ya engga, gua kan cuma ngasih tau lu!kali aja lu kudet gitu!”
Nazmiya: “Iya gua juga denger, katanya sih Namanya Desrista.”
Nakila: “Hah, siapa desrista? Nama kok kaya komodo sih. Hahaha, oke untuk hari ini kita
bakal ngasih dia pelajaran berharga buat dia biar gak bisa macem macem ama kita
kedepanya.”
Nakila dan temannya pun Menyusun rencana untuk memberikan Pelajaran tersebut kepada
anak baru itu
Ring….Ring….
Bel tanda masukpun dimulai, semua anak sudah masuk kedalam kelas kecuali para anggota
geng terkenal itu
Brakk….
Terdengar suara pintu terbanting, semua murid melihat ke asal suara. Ya! Tak lain adalah
nakila, nazmiya, naurah, dan nanda. Mereka dengan santainya memasuki kelas, dan bagaikan
tak menghiraukan tatapan murid kelasnya. Habibi yg merasa kesal dan bangkit dari duduknya
dan menghampiri mereka.
Habibi: “Heh, nakila, naurah, nanda, nazmiya gw udah peringatin beberapa kali bukan. Kalo
buka pintu itu biasa aja, gausah dibanting segala kalo pintunya rusak mau gantiin?.”
Nanda: “Oh, tentang property sekolah ya… maaf maaf gw gaakan ngulangin kejadian banting
pintu lagi deh.”
Habibi: “Terserah deh! Gw udah ngasih tau serius, bukan bercanda.”
Naurah: “Oh! Yaudah permisi!”
Setelah itu gurupun masuk yg dibelakangnya termasuk seorang murid
Gilang: “Siang anak-anak seperti yg kalian sudah ketauhi kita memiliki seorang murid baru
tolong sedikit perhatiannya saat ia memperkenalkan diri.”
Desrista: “Assalamualikum [Link] perkenalkan nama saya desrista dari pindahan smk citra
negara mohon bantuannya agar saya bisa menyesuaikan diri dilingkungan sekolah ini.”
Nazmia: “HAA? DESRISTA? Ko Namanya kampungan banget sih hahahahha.”
Robby: “Kok namanya sama kaya tukang jamu dirumah gua, jangan jangan lu jual jamu juga
ahahaha.”
(dan anak anak dikelas pun ikut mengejeknya)
Iqbal: “Hust gaboleh begitu ,diakan bakal jadi temen kita jugaa.”
Sultan: “Yeeh bisa aja buayaaaaaa.”
Setelah Pelajaran selesai, jam istirahat membuat semua anak murid bebas dari Pelajaran dan
tugas dan bebas untuk makan dan minum di kantin .
(pa gurupun meninggalkan kelas)
Kelompok jahat pun menghampiri anak baruu untuk membully nya
Nazmia: “Ehh!! Anak baru ko alisnya tebel banget kaya ulet keket.”
Nanda: “Bibir merah bngt romannya kaya abis makan oranggg.”
Naurah: “Makeup lu juga tebel bangett kaya mau kondangan.”
Nakila: “Heh!! Bagi duit donggg.”
Desrista: “Siapa lu minta duit sama guaa.”
Nanda : “Lu ga tau kita siapaa?!
(desrista pun terdiam)
Nakila: “Cepet serahin duit lu,kampunngg!” ( sambil mendorong desrista dengan kasar)
Saksi mata yang melihat desrista yang di dorong nakila, langsung menghampiri mereka.
Habibi : “Ehh ada apa iniii.”
Nafila: “Kalian gaboleh ngelakuin iniii.”
Nakila: “Bukan masalah lo ya! Jadi diem aja deh.”
Habibi: “Tapi kalian gabisa seenaknya kaya gini dongg.”
Tiara: “Walupun dia anak baru tapi kan dia juga temen kita.”
Kemudian tiara & nafila membantu desrista berdiri
Habibi: “lu gapapa dess?.”
Desrista: “Gw gapapa kokk.”
Tiara: “Mereka bertiga emang keterlaluan
Navila: “Dari pada disini mending kita ke perpus.”
Tiara: “Dess…. Lu mau ikut ga?.”
Desrista: “Gw biar di kelas aja.”
Habibi: “kalo gitu kita duluan ya.”
Tanpa sepengetahuan mereka, ternyata Habibi, Tiara, Dan Navila memanggil Pak Gilang dan
mengadukan perbuatan Nakila dan kawan-kawannya.
Naura: “Heh… Lu tu Cuma murid baru jadi gausah nyari perhatian.”
Desrista: “Tapi gw ga ngerasa nyari perhatian.”
Nanda: “Lu udah berani ngebantah kita?.”
Widya: “Udah dess gausah di ladenin.”
Desrista: “Tapi mereka…”
Nakila: ‘Loe ini ya.” ( menampar desristaa )
Nasmiya: “Rasain lu.”
Pak Gilang yang berpura-pura lewat didepan kelas melihat seluruh kejadian pembullyan yang
di lakukan oleh Nakila dan teman- teman nya
Gilang: “Apa yang kalian lakukan kepada desrista?.”
Nakila dan temannya: “Hmm…. Ngga tu kita ngga ngapa – ngapain dia kok Cuma lagi
kenalan aja.”
Gilang: “Kenapa kalian membully desrista. Sepulang sekola kalian temui bapak di ruang
kepala sekola.”
Bel akhir sekola telah berbunyi nakila dan teman teman nya segera menuju ke ruang kepala
sekolah. Guru bk yang berada di depan ruang kepala sekolah memanggil mereka
Bunga: “Kalian gk ada kapok-kapoknya ya? Cepet masuk kalian udah ditungguin di dalam.”
Naurah: “Iya bu.”
Nakila, Nazmiya, Naurah, dan Nanda : “Assalamualaikum.”
Semua Orang : “Waalaikumsallam.”
Bintang : “akhirnya kalian datang, silahkan duduk.” (sambil menunjuk kearah empat kursi di
depannya)
Sekarang mereka berempat bisa dengan jelas melihat bahwa orang yang ada dalam aula itu
tak hanya kepala sekolah, guru bk, dan wali kelas mereka, tetapi ada Habibi, Navila, Tiara,
Widya, dan Desrista.
Bunga : “Kita mulai saja pertanyaan pertama, tapi sebelumnya saya harap kalian bisa
menjawabnya dengan jujur dan tidak ada kebohongan.”
Nakila: “Iya bu saya akan menjawab dengan sejujurnya. (Menundukkan kepalanya)
Bintang: Apakah benar kalian membully Desrista? Kenapa?.”
Nakila dan teman-temannya: “……” (terdiam.)
Gilang: “Kenapa kalian membully Desrista! Apa karena Desrista mempunyai masalah dengan
kalian atau apa? (sedikit mengeraskan suaranya).”
Nanda : “Kami Cuma bercanda pak.”
Habibi : “Yakin cuman bercanda? Kalian pernah mendorongnya sampai dia terjatuh.”
Bintang : “Apa? Sampai terjatuh, kalian ini sangat keterlaluan.”
Gilang : “Kenapa kalian melakukan itu Nakila, Nanda, Naura, Nazmiya.”
Bintang : “Kalian harus meminta maaf kepada Desrista.”
Nakila dan teman-temannya: “……” (Mengangguk.)
Bintang : “Nak Desrista Bapak harap kamu bisa memaafkan semua perbuatan mereka ber-
empat.”
Nakila : “Iya maafkan kami karena sudah kasar kepadamu, setelah kejadian ini aku harap kita
bisa berteman baik.”
Desrista : “Iya Ndes maaffin kalian ber-empat kok.”
Habibi : “Gitu dong Nak, dari dulu kek. Minta maafnya ka enak diliat.”
Navila : “Sekarang, udah deh kalian jangan ngebully orang lagi, pertemanan itu kan indah.”
Kesimpulan adalah tindakan yang salah dan dapat berdampak buruk
pada korban, baik secara fisik maupun mental. Drama ini sering
mengajarkan pentingnya empati, keberanian untuk melawan
ketidakadilan, serta peran lingkungan sekolah dan keluarga dalam
menciptakan suasana yang aman dan mendukung bagi semua siswa.
Selain itu, pesan moral yang diangkat adalah bahwa setiap individu
berhak diperlakukan dengan hormat, tanpa memandang latar belakang
atau status sosialnya.