CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Pendidikan Pancasila Fase B (Kelas IV)
Satuan Pendidikan SD N 2 Pasarbanggi
Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Fase / Kelas B / IV (Empat)
Tahun Ajaran 2025/2026
A. Rasional Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Pendidikan Pancasila merupakan wahana untuk mengembangkan dan melestarikan nilai-nilai luhur dan
moral yang berakar pada budaya bangsa Indonesia. Mata pelajaran ini bertujuan membentuk peserta didik
menjadi warga negara yang cerdas, bertanggung jawab, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai
Pancasila. Melalui Pendidikan Pancasila, peserta didik diajak untuk memahami hak dan kewajibannya,
menghargai keberagaman, mencintai tanah air, serta berkontribusi aktif dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, dan bernegara dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
B. Tujuan Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Mata pelajaran Pendidikan Pancasila bertujuan untuk memastikan peserta didik mampu:
1. Memiliki akhlak mulia dengan didasari keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
2. Memahami Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa.
3. Memahami dan melaksanakan norma serta aturan yang berlaku di lingkungannya.
4. Menghargai keberagaman suku, agama, ras, dan budaya sebagai kekayaan bangsa.
5. Menunjukkan rasa cinta dan bangga sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.
6. Mengembangkan kemampuan bernalar kritis, mandiri, kreatif, dan bergotong royong dalam
kehidupan sehari-hari.
C. Karakteristik Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila
Pendidikan Pancasila pada Fase B (Kelas 4) menekankan pada penerapan nilai-nilai Pancasila dalam
konteks yang paling dekat dengan kehidupan peserta didik. Pembelajaran bersifat konkret, kontekstual,
dan interaktif. Empat elemen utama menjadi fokus, yaitu:
1. Pancasila: Pengenalan makna dan penerapan nilai-nilai setiap sila dalam kehidupan sehari-hari serta
meneladani karakter baik para perumus Pancasila.
2. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945: Pemahaman dan pelaksanaan
aturan, hak, serta kewajiban di lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
3. Bhinneka Tunggal Ika: Pengenalan, penghargaan, dan sikap positif terhadap keberagaman
identitas diri dan teman-temannya di lingkungan sekitar.
4. Negara Kesatuan Republik Indonesia: Pemahaman mengenai lingkungan sekitar (desa/kelurahan,
kecamatan) sebagai bagian tak terpisahkan dari NKRI serta menunjukkan sikap kerja sama dalam
keberagaman.
D. Capaian Pembelajaran Fase B Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Pancasila Peserta didik mampu menunjukkan,
mengidentifikasi, dan mempraktikkan makna
sila-sila Pancasila dalam kehidupan sehari-hari
di lingkungan masyarakat. Peserta didik mampu
mengenal dan meneladani karakter para perumus
Pancasila. Peserta didik mampu menunjukkan
sikap bangga menjadi anak Indonesia yang
memiliki bahasa Indonesia sebagai bahasa
persatuan di lingkungan keluarga, sekolah, dan
masyarakat.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Peserta didik mampu mengidentifikasi dan
Indonesia Tahun 1945 melaksanakan aturan di sekolah dan lingkungan
tempat tinggal. Peserta didik mampu
mengidentifikasi dan melaksanakan hak dan
kewajiban sebagai anggota keluarga dan sebagai
warga sekolah.
Bhinneka Tunggal Ika Peserta didik mampu membedakan dan
menghargai identitas diri, keluarga, dan teman-
temannya sesuai budaya, suku bangsa, bahasa,
serta agama dan kepercayaannya di lingkungan
rumah, sekolah, dan masyarakat.
Negara Kesatuan Republik Indonesia Peserta didik mampu mengidentifikasi
lingkungan tempat tinggal (RT, RW, desa atau
kelurahan, dan kecamatan) sebagai bagian dari
wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Peserta didik mampu menunjukkan sikap kerja
sama dalam berbagai bentuk keberagaman suku
bangsa, sosial, dan budaya di Indonesia yang
terikat persatuan dan kesatuan di lingkungan
tempat tinggal dan sekolah.
Rembang, …………………
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas
SRI PONCOWATI, S. Pd. SD LUSI SETIYO RINI, S. Pd
NIP. 119680823 198806 2 001 NIP. 19920830 202321 2 023
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia Fase B (Umumnya Kelas 3 dan 4)
Rasional Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia memegang peranan sentral dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional peserta
didik. Pembelajaran Bahasa Indonesia menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi
secara efektif, menumbuhkan daya kritis dan kreativitas, serta membangun kolaborasi. Penguasaan bahasa
yang baik menjadi fondasi bagi peserta didik untuk memahami dan menyampaikan gagasan, yang esensial
dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Seiring dengan pengembangan kompetensi global, pembelajaran
Bahasa Indonesia juga bertujuan mengukuhkan jati diri peserta didik sebagai warga bangsa yang
mencerminkan nilai-nilai luhur Pancasila. Mata pelajaran ini membina kemampuan literasi (berbahasa dan
berpikir) yang mencakup keterampilan reseptif (menyimak, membaca, memirsa) dan produktif (berbicara,
mempresentasikan, menulis).
Tujuan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut:
1. Berkomunikasi dan bernalar sesuai dengan tujuan dan konteks sosial.
2. Menjadi pribadi yang percaya diri sebagai komunikator, pemikir kritis-kreatif-imajinatif.
3. Menguasai literasi digital dan informasional.
4. Memahami, mengolah, dan menginterpretasi informasi dari paparan lisan dan tulisan.
5. Membangun minat membaca dan mengapresiasi karya sastra sebagai bagian dari pengalaman budaya.
Elemen-elemen Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Elemen Deskripsi
Menyimak Peserta didik mampu memahami, memaknai,
dan menginterpretasi pesan lisan, informasi dari
media audio, dan instruksi lisan yang berkaitan
dengan tujuan dan konteks kehidupan sehari-
hari.
Membaca dan Memirsa Peserta didik mampu memahami, memaknai,
dan menginterpretasi informasi dari teks tulisan
(fiksi dan nonfiksi) maupun tayangan visual
(gambar, video) sesuai jenjangnya. Mereka juga
mampu membangun kosakata dan memahami
ide pokok serta ide pendukung.
Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan
kata, volume, dan intonasi yang sesuai konteks.
Mereka mampu berpartisipasi aktif dalam
diskusi, menceritakan kembali informasi, dan
mempresentasikan gagasan dengan santun.
Menulis Peserta didik mampu menulis beragam jenis teks
dengan kalimat yang runtut. Mereka mampu
menerapkan kaidah kebahasaan dan ejaan yang
sesuai dengan konteks, serta menggunakan
kosakata baru untuk menyampaikan gagasan
secara tertulis.
Capaian Pembelajaran Bahasa Indonesia Fase B per Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Menyimak Peserta didik mampu memahami ide pokok
(gagasan) suatu pesan lisan, informasi dari
media audio, teks aural (teks yang dibacakan
dan/atau didengar), dan instruksi lisan yang
berkaitan dengan hal-hal menarik di lingkungan
sekitar. Peserta didik mampu memahami dan
memaknai teks narasi yang dibacakan atau dari
media audio.
Membaca dan Memirsa Peserta didik mampu membaca kata-kata baru
dengan pola kombinasi huruf yang telah dikenali
dengan fasih. Peserta didik mampu memaknai
kosakata baru dari teks yang dibaca atau
tayangan yang dipirsa mengenai hal-hal menarik
di lingkungan sekitar. Peserta didik mampu
memahami pesan dan informasi tentang
kehidupan sehari-hari, teks narasi, dan puisi
anak dalam bentuk cetak atau elektronik. Peserta
didik mampu memahami ide pokok dan ide
pendukung pada teks informatif dan teks narasi.
Berbicara dan Mempresentasikan Peserta didik mampu berbicara dengan pilihan
kata dan sikap tubuh/gestur yang santun,
menggunakan volume dan intonasi yang tepat
sesuai konteks. Peserta didik mampu terlibat
secara aktif dalam suatu percakapan dan diskusi
sesuai tata cara. Peserta didik mampu
menceritakan kembali suatu informasi yang
dibaca atau didengar dari teks narasi mengenai
hal-hal menarik di lingkungan sekitar.
Menulis Peserta didik mampu menulis berbagai teks
dengan rangkaian kalimat yang beragam,
informasi mengenai hal-hal menarik di
lingkungan sekitar. Peserta didik mampu
menggunakan kaidah sederhana kebahasaan dan
kosakata baru yang memiliki makna denotatif
untuk menulis teks sesuai dengan konteks.
Peserta didik terampil menulis kalimat dalam
tulisan Latin dan tegak bersambung.
Rembang, …………………
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas
SRI PONCOWATI, S. Pd. SD LUSI SETIYO RINI, S. Pd
NIP. 119680823 198806 2 001 NIP. 19920830 202321 2 023
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
FASE B (KELAS III DAN IV SEKOLAH DASAR)
Satuan Pendidikan SD N 2 Pasarbanggi
Mata Pelajaran Matematika
Fase B
Kelas IV (Empat)
Tahun Ajaran 2025/2026
A. Rasional
Matematika merupakan ilmu atau pengetahuan tentang belajar atau berpikir logis yang sangat dibutuhkan
manusia untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan numerasi untuk jenjang
Sekolah Dasar (SD) dalam CP dirumuskan sebagai kemampuan peserta didik dalam memahami dan
mengaplikasikan konsep bilangan, operasi hitung, pengukuran, geometri, serta analisis data sederhana
dalam konteks kehidupan nyata untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam terhadap dunia di
sekitar mereka.
B. Tujuan
Pembelajaran matematika di Fase B bertujuan agar peserta didik dapat:
1. Mengembangkan pemahaman yang kuat tentang bilangan dan sistem nilai tempat.
2. Menguasai operasi hitung dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) pada bilangan
cacah.
3. Memahami konsep dasar pecahan, desimal, dan persen serta hubungannya.
4. Mengenali dan mengembangkan pola-pola sederhana.
5. Melakukan pengukuran dasar (luas dan volume) menggunakan satuan baku dan tidak baku.
6. Mendeskripsikan ciri-ciri bangun datar dan melakukan komposisi/dekomposisi sederhana.
7. Mengumpulkan, menyajikan, dan menginterpretasikan data sederhana menggunakan tabel dan
diagram.
C. Karakteristik Mata Pelajaran
Pada Fase B, pembelajaran matematika berfokus pada transisi dari pemahaman konkret menuju
pemahaman representasional dan abstrak. Penggunaan alat peraga, permainan, dan konteks dunia nyata
menjadi sangat penting untuk menjembatani pemahaman konsep. Penekanan diberikan pada
pengembangan number sense (intuisi bilangan), kemampuan pemecahan masalah, dan penalaran logis
melalui eksplorasi dan penemuan.
D. Capaian Pembelajaran Fase B Berdasarkan Elemen
Elemen Capaian Pembelajaran
Bilangan Pada akhir Fase B, peserta didik menunjukkan
pemahaman dan intuisi bilangan (number sense)
pada bilangan cacah sampai 10.000. Mereka
dapat melakukan operasi penjumlahan dan
pengurangan bilangan cacah sampai 1.000, serta
operasi perkalian dan pembagian bilangan cacah
sampai 100. Mereka dapat menyelesaikan
masalah berkaitan dengan kelipatan dan faktor.
Mereka juga dapat membandingkan dan
mengurutkan antarpecahan, mengenali pecahan
senilai, serta menghubungkan pecahan desimal
persepuluhan dan perseratusan dengan konsep
persen.
Aljabar Pada akhir Fase B, peserta didik dapat
mengidentifikasi, meniru, dan mengembangkan
pola gambar atau objek sederhana dan pola
bilangan membesar dan mengecil yang
melibatkan penjumlahan dan pengurangan pada
bilangan cacah sampai 100.
Pengukuran Pada akhir Fase B, peserta didik dapat mengukur
dan mengestimasi luas dan volume
menggunakan satuan tidak baku dan satuan baku
berupa bilangan cacah.
Geometri Pada akhir Fase B, peserta didik dapat
mendeskripsikan ciri berbagai bentuk bangun
datar dan dapat menyusun (komposisi) dan
mengurai (dekomposisi) berbagai bangun datar
dengan satu atau lebih cara jika memungkinkan.
Analisis Data dan Peluang Pada akhir Fase B, peserta didik dapat
mengurutkan, membandingkan, menyajikan,
menganalisis, dan menginterpretasikan data
dalam bentuk tabel, diagram gambar
(piktogram), dan diagram batang (skala satu
satuan).
Rembang, …………………
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas
SRI PONCOWATI, S. Pd. SD LUSI SETIYO RINI, S. Pd
NIP. 119680823 198806 2 001 NIP. 19920830 202321 2 023
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP) MATA PELAJARAN IPAS
FASE B (UMUMNYA UNTUK KELAS III DAN IV SD/MI)
A. Rasional Mata Pelajaran IPAS
Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) bertujuan untuk mengembangkan literasi sains dan sosial pada
peserta didik. Pembelajaran IPAS menekankan pada pengembangan keterampilan proses untuk
memperoleh pengetahuan tentang fenomena alam dan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Melalui
pendekatan inkuiri yang kontekstual, peserta didik didorong untuk mengamati, bertanya, menyelidiki, dan
mengomunikasikan pemahaman mereka. Hal ini melatih kemampuan bernalar kritis dan kreatif, serta
menumbuhkan sikap peduli, bertanggung jawab, dan rasa syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas
ciptaan-Nya. Pembelajaran IPAS secara terpadu membekali peserta didik dengan pemahaman holistik
untuk menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi warga negara yang aktif dan
bijaksana.
B. Tujuan Mata Pelajaran IPAS
Mata pelajaran IPAS bertujuan agar peserta didik dapat:
1. Mengembangkan rasa ingin tahu dan sikap positif terhadap sains dan isu-isu sosial di
lingkungannya.
2. Mengembangkan keterampilan proses (inkuiri) untuk menyelidiki fenomena alam dan sosial.
3. Memahami konsep-konsep esensial IPAS yang berkaitan dengan makhluk hidup, zat, energi, bumi
dan antariksa, serta interaksi sosial dan budaya.
4. Menerapkan pemahaman IPAS untuk menjelaskan berbagai peristiwa dalam kehidupan sehari-hari
dan mencari solusi atas masalah sederhana.
5. Membangun kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan alam dan keragaman sosial
budaya.
C. Karakteristik dan Elemen Mata Pelajaran IPAS
Elemen Deskripsi
Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) Elemen ini mencakup pemahaman terhadap
fakta, konsep, dan prinsip terkait materi:
makhluk hidup dan lingkungannya; zat dan
perubahannya; energi dan perubahannya; bumi
dan antariksa; serta keruangan dan konektivitas;
perkembangan teknologi; dan interaksi,
komunikasi, sosialisasi, institusi sosial, dan
dinamika sosial. Pemahaman ini digunakan
untuk menjelaskan serta memprediksi fenomena
dan menerapkannya pada situasi baru.
Keterampilan Proses Elemen ini merupakan sebuah pendekatan
pembelajaran yang melatih peserta didik untuk
melakukan penyelidikan ilmiah. Keterampilan
ini tidak selalu berurutan melainkan sebuah
siklus dinamis, yang meliputi: 1. Mengamati; 2.
Mempertanyakan dan memprediksi; 3.
Merencanakan dan melakukan penyelidikan;
4. Memproses, menganalisis data dan
informasi; 5. Mengevaluasi dan refleksi; 6.
Mengomunikasikan hasil.
D. Capaian Pembelajaran IPAS Fase B
Pada akhir Fase B, peserta didik mengidentifikasi keterkaitan antara pengetahuan-pengetahuan yang baru
saja diperoleh serta mencari tahu bagaimana konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial saling
berkaitan satu sama lain yang ada di lingkungan sekitar. Peserta didik dapat menjalankan tugas dalam
kelompok, melakukan tugas sesuai perannya, dan mengenali kekuatan dan kelemahan diri.
Elemen Capaian Pembelajaran
Pemahaman IPAS (Sains dan Sosial) Peserta didik memahami bentuk dan fungsi
panca indra; siklus hidup makhluk hidup dan
upaya pelestariannya; masalah yang berkaitan
dengan pelestarian sumber daya alam sebagai
upaya mitigasi perubahan iklim; wujud zat dan
perubahannya; sumber dan bentuk energi serta
perubahan bentuk energi dalam kehidupan
sehari-hari; gejala kemagnetan dalam kehidupan
sehari-hari, jenis gaya dan pengaruhnya terhadap
arah, gerak, dan bentuk benda; peran, tugas, dan
tanggung jawab serta interaksi sosial yang
terjadi di sekitar tempat tinggal dan sekolah;
mengenal letak kota/kabupaten dan provinsi
tempat tinggalnya melalui peta
konvensional/digital; ragam bentang alam serta
keterkaitannya dengan profesi masyarakat;
keanekaragaman hayati, keragaman budaya,
kearifan lokal dan upaya pelestariannya.
Keterampilan Proses Mengamati: Di akhir fase ini, peserta didik
mengamati fenomena dan peristiwa secara
sederhana dan dapat mencatat hasil
pengamatannya.
Mempertanyakan dan memprediksi: Secara
mandiri, peserta didik mengajukan pertanyaan
tentang hal-hal yang ingin diketahui saat
melakukan pengamatan dan membuat prediksi
berdasarkan pengetahuan yang dimiliki
sebelumnya.
Merencanakan dan melakukan penyelidikan:
Dengan panduan guru, peserta didik membuat
rencana dan melakukan langkah-langkah
operasional untuk menjawab pertanyaan yang
diajukan. Melakukan observasi menggunakan
alat bantu pengukuran sederhana.
Memproses, menganalisis data dan informasi:
Dengan panduan guru, peserta didik
mengorganisasikan data dalam bentuk turus dan
diagram gambar untuk menyajikan dan
mengidentifikasi pola. Membandingkan antara
hasil pengamatan dengan prediksi dan
memberikan penjelasan.
Mengevaluasi dan refleksi: Melakukan refleksi
terhadap penyelidikan yang sudah dilakukan.
Mengomunikasikan hasil: Mengomunikasikan
hasil penyelidikan secara lisan dan tertulis dalam
berbagai media.
Rembang, …………………
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas
SRI PONCOWATI, S. Pd. SD LUSI SETIYO RINI, S. Pd
NIP. 119680823 198806 2 001 NIP. 19920830 202321 2 023
CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
Mata Pelajaran: Seni Rupa
Rasional Mata Pelajaran Seni Rupa
Seni Rupa adalah disiplin yang memungkinkan peserta didik untuk mengolah rasa, karsa, dan daya cipta
untuk menghasilkan karya yang bernilai estetis. Melalui pembelajaran Seni Rupa, peserta didik didorong
untuk mengembangkan kreativitas, kepekaan terhadap lingkungan, serta kemampuan berpikir kritis dalam
mengapresiasi dan menciptakan karya. Pembelajaran ini tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan seniman,
tetapi untuk membentuk individu yang mampu berpikir dan bekerja secara artistik—kreatif, orisinal, dan
mampu mengekspresikan gagasan—sebagai bekal untuk kehidupannya.
Pada Fase B, peserta didik mulai beralih dari gambar yang bersifat imajinatif murni ke arah karya yang
didasari oleh pengamatan terhadap dunia nyata. Mereka belajar mengaplikasikan unsur-unsur rupa dan
prinsip desain secara lebih sadar untuk menciptakan karya yang lebih terstruktur. Pembelajaran difokuskan
pada pengalaman langsung melalui proses mengamati, mencoba, merefleksikan, dan menciptakan. Dengan
mengangkat konteks lingkungan dan kearifan lokal, Seni Rupa juga bertujuan untuk menumbuhkan rasa
cinta tanah air dan kesadaran bahwa setiap karya yang diciptakan dapat membawa dampak positif bagi diri
sendiri dan orang lain, sejalan dengan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila.
Tujuan Mata Pelajaran Seni Rupa
Mata pelajaran Seni Rupa bertujuan agar peserta didik mampu:
1. Mengalami, menciptakan, dan merefleksikan pengalaman estetik melalui karya seni rupa.
2. Menggunakan dan menguasai unsur-unsur rupa serta prinsip desain untuk menghasilkan karya yang
artistik.
3. Mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis dalam proses penciptaan karya.
4. Mengapresiasi keragaman budaya dan kearifan lokal sebagai sumber inspirasi berkarya.
5. Menciptakan karya yang dapat memberikan dampak positif bagi diri sendiri, lingkungan, dan
masyarakat.
Karakteristik Mata Pelajaran Seni Rupa
Pembelajaran Seni Rupa pada Fase B menekankan pada pendekatan deep learning yang berpusat pada
peserta didik, di mana proses belajar bersifat menyenangkan, bermakna, dan penuh kesadaran. Proses ini
dilakukan melalui berbagai aktivitas seperti menggambar, membentuk, mengonstruksi, dan menanggapi
karya. Pembelajaran mendorong kolaborasi, eksperimen, dan keberanian dalam berekspresi, serta merayakan
keunikan setiap individu.
Capaian Pembelajaran Fase B (Umumnya Kelas III dan IV)
Pada akhir Fase B, peserta didik mampu membuat karya seni rupa dengan menggunakan hasil pengamatan,
pengalaman, perasaan, dan minatnya, dengan mengaplikasikan unsur-unsur rupa dan prinsip desain, serta
menggunakan alat dan bahan dasar yang tersedia secara mandiri. Peserta didik juga mampu menjelaskan
suatu karya seni dan proses penciptaannya dengan menggunakan kosakata seni rupa yang telah dipelajari.
Elemen Capaian Pembelajaran
Mengalami Pada akhir fase B, peserta didik memahami
unsur rupa dan prinsip desain di lingkungan
sekitarnya. Peserta didik mampu menyimpulkan
hasil pengamatan dan pemahaman dua atau lebih
unsur rupa dan satu prinsip desain.
Menciptakan Pada akhir fase B, peserta didik mampu
membuat karya rupa berdasarkan gagasannya
sendiri atau mengambil inspirasi dari luar
dirinya dengan menggunakan unsur garis,
warna, bentuk, dan bangun. Peserta didik
menerapkan prinsip keseimbangan dalam
menyusun unsur-unsur rupa yang digunakan.
Merefleksikan Pada akhir fase B, peserta didik menilai karya
dan penciptaan karya seni rupa dengan
menggunakan kosakata seni rupa yang telah
dipelajari.
Berpikir dan Bekerja Artistik Pada akhir fase B, peserta didik menerapkan
pengalamannya sebagai sumber gagasan dalam
berkarya. Peserta didik mampu mengenali
karakteristik khusus suatu alat dan bahan dasar
yang tersedia di lingkungan sekitar, kemudian
secara mandiri menggunakan alat dan bahan
tersebut.
Berdampak Peserta didik memberikan respon terhadap
kejadian sehari-hari dan keadaan lingkungan
sekitar melalui karya seni rupa yang memberi
dampak positif bagi dirinya dan lingkungan
terkecilnya.
Rembang, …………………
Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Kelas
SRI PONCOWATI, S. Pd. SD LUSI SETIYO RINI, S. Pd
NIP. 119680823 198806 2 001 NIP. 19920830 202321 2 023