PDF TF Rispam Rispam 2020 2035 PDF Compress
PDF TF Rispam Rispam 2020 2035 PDF Compress
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
i
KATA PENGANTAR
Tim Penyusun
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
ii
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ii
Daftar Tabel x
BAB 1. PENDAHULUAN
iii
2.1.6. Kondisi Kependudukan 2–8
iv
3.3. PENDEKATAN SISTEM PENYEDIAAN AIR 3 – 18
Personalization
Analytics
v
BAB 5. PROYEKSI KEBUTUHAN AIR
8.1.
Privacy Policy KEBUTUHAN INVESTASI DAN SUMBER PENDANAAN 8–2
vi
8.2. DASAR PENENTUAN ASUMSI 8–3
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
vii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1.1. Ruang Lingkup Kegiatan 1–8
Gambar 3.2. Kontinuitas Air PDAM Kota Magelang Tahun 2013-2017 3–7
Gambar 3.6. Sumber Mata Air Kalegen dan Wulung Kabupaten Magelang 3 – 11
Marketing
Gambar 5.1.
Personalization Daerah Pelayanan PDAM Kota Magelang 5 – 15
Analytics
viii
Gambar 6.1. Mata Air Kalegen 6–5
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
ix
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kota Magelang 2–4
Tabel 2.4. Curah Hujan, Hari Hujan dan Rata-rata Curah Hujan Menurut
Bulan di Kota Magelang 2–8
This websiteTabel
stores2.18.
data such as SPM Sektor Penataan Bangunan dan Lingkungan 2 – 54
cookies to enable essential site
functionality,Tabel
as well2.19.
as marketing,Kebutuhan sektor Penataan Bangunan dan Lingkungan 2 – 55
personalization, and analytics. You
may changeTabelyour settings
2.20. at any time
Tabel 2.20. Capaian Indikator Kinerja Sasaran RPJMD Kota
or accept the default settings.
Magelang Tahun 2016-2021 pada Akhir Tahun 2018 2 – 64
Privacy Policy
Marketing
Tabel 3.1. Cakupan Pelayanan PDAM Kota Magelang 3–4
Personalization
Tabel 3.2. Tabel Jumlah Kategori Pelanggan PDAM Kota Magelang
Analytics
Tahun 2013 – 2017 3–5
Save Accept All
x
Tabel 3.3. Lokasi Mata Air PDAM 3 – 12
Tabel 4.6. Faktor Jam Puncak untuk Perhitungan jaringan Pipa Distribusi 4 – 17
Tabel 5.3. Kriteria Perencanaan Air Bersih menurut Ditjen Cipta Karya 5 - 20
Privacy Policy
Tabel 6.3. Kualitas Air di Musim Kemarau 6-4
Marketing
Tabel 6.4. Data Unit Produksi dan Kapasitas Sumber 6 - 11
Personalization
Analytics
Tabel 6.5. Data Luas dan Jumlah Penduduk Di Kota Magelang 6 - 12
Save
Tabel [Link] AllEksisting Distribusi dan Pemipaan 6 - 16
xi
Tabel 6.7. Reservoir PDAM Kota Magelang 6 - 20
Tabel 8.1. Realisasi dan Prediksi Pendapatan Daerah Dalam APBD Kota
Magelang Tahun 2017 - 2020 8-8
2014-2018 8 –12
Tabel 8.7. Kontribusi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah
terhadap PAD Pemerintah Kota Magelang Tahun 2014-2018 8 –12
Tabel 9.4. Profil Pegawai PDAM Kota Magelang menurut pendidikan (Juli
2018) 9-5
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
xii
1. PENDAHULUAN BAB 1
PENDAHULUAN
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
xiii
1.1. LATAR BELAKANG
Sumber daya air adalah sumber daya berupa air yang berguna atau potensial bagi manusia.
Kegunaan air meliputi penggunaan di bidang
bidan g pertanian, industri, rumah tangga, rekreasi, dan
aktivitas lingkungan. Sangat jelas terlihat bahwa seluruh manusia membutuhkan air
tawar.97% air di bumi adalah air asin, dan hanya 3% berupa air tawar yang lebih dari 2 per
tiga bagiannya berada dalam bentuk es di glasier dan es kutub. Air tawar yang tidak
membeku dapat ditemukan terutama di dalam tanah berupa air tanah, dan hanya sebagian
kecil berada di atas permukaan tanah dan di udara.
Air tawar adalah sumber daya terbarukan, meski suplai air bersih terus berkurang.
Permintaan air telah melebihi suplai di beberapa bagian di dunia dan populasi dunia terus
meningkat yang mengakibatkan peningkatan permintaan terhadap air bersih. Perhatian
terhadap kepentingan global dalam mempertahankan air untuk pelayanan ekosistem telah
bermunculan, terutama sejak dunia telah kehilangan lebih dari setengah lahan basah
bersama dengan nilai pelayanan ekosistemnya. Ekosistem air tawar yang tinggi
biodiversitasnya saat ini terus berkurang lebih cepat dibandingkan dengan ekosistem laut
ataupun
This website darat.
stores data such as
cookies to enable essential site
Penggunaan air tawar dapat dikategorikan sebagai penggunaan konsumtif dan non-
functionality, as well as marketing,
konsumtif.
personalization, Air dikatakan
and analytics. You digunakan secara konsumtif jika air tidak dengan segera tersedia
may change lagi untuk
your penggunaan
settings at any time lainnya, misalnya irigasi (di mana penguapan dan penyerapan ke
dalam
or accept the tanah
default serta penyerapan oleh tanaman dan hewan ternak terjadi dalam jumlah yang
settings.
cukup besar). Jika air yang digunakan tidak mengalami kehilangan serta dapat dikembalikan
ke dalam sistem perairan permukaan (setelah diolah jika air berbentuk limbah), maka air
Privacy Policy
dikatakan digunakan secara non-konsumtif dan dapat digunakan kembali untuk keperluan
lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu fungsi air bagi manusia
Marketing
adalah sebagai air minum. Air minum merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi
Personalization
kehidupan manusia. Oleh karenanya air minum wajib tersedia dalam kualitas dan kuantitas
Analytics
yang memadai. Penyediaan air minum berhubungan erat dengan jumlah air baku yang
tersedia, yang untuk selanjutnya diolah menjadi air minum dan didistribusikan kepada
Save Accept
masyarakat. All geografis, topografis dan geologis serta sumber daya manusia yang
Kondisi
berbeda di setiap wilayah di Indonesia berpengaruh terhadap penyediaan air baku. Tingkat
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 1 - 2
pelayanan air minum yang berbeda juga berdampak pada penyelenggaraan Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berbeda pula untuk masing-masing wilayah.
perwakilan ke pengadilan. Begitu pula dengan organisasi yang bergerak pada bidang sumber
daya air berhak mengajukan gugatan terhadap orang atau badan usaha yang melakukan
kegiatan yang menyebabkan kerusakan pada prasarana dan sarana penyediaan air minum.
Kebutuhan air minum bagi masyarakat terus meningkat seiring dengan pertambahan
populasi penduduk, mendorong untuk dilakukan kajian tentang pengembangan Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM). Kewajiban untuk mengembangkan Sistem Penyediaan Air
Minum (SPAM) pada dasarnya adalah merupakan tanggung jawab Pemerintah Daerah.
Namun mengingat masih sangat terbatasnya sumber daya manusia yang ada di daerah
(kabupaten/kota), maka baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi harus dapat
memberikan dukungan dan bantunan teknis pembinaan yang tepat dan sesuai dengan
kebutuhan daerah. Pada dasarnya Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi harus
mendorong Pemerintah Daerah dalam upaya melaksanakan penyelenggaraan Sistem
Penyediaan Air Minum (SPAM) secara optimal, menyeluruh, berkelanjutan dan dilakukan
secara terpadu dengan sarana dan prasarana sanitasi pada setiap tahapan
penyelenggaraannya. Sumber air di Kota Magelang dapat digolongkan dari air pemukaan
dan air tanah. Air permukaan merupakan air limbah dan air hujan. Potensi air hujan perlu
dilestarikan dengan membuat sumur resapan. Sedangkan potensi air tanahnya juga
tergantung pada pelestarian pemanfaatan air permukaan yaitu air hujan.
Untuk kebutuhan air bersih Kota Magelang sampai saat ini bergantung pada sumber- sumber
air yang ada di luar wilayah Kota Magelang yaitu dari mata air yang berada di wilayah
Kabupaten Magelang dan satu-satunya mata air yang berada di Kawasan Kota Magelang
adalah Mata Air Tuk Pecah. Di kawasan Kota Magelang juga terdapat 2 (dua) saluran air
yaitu: (i) Kali Bening (Kali Kota), dan (ii) Kali Progo Manggis. Berdasarkan data pemakaian air
minum pada tahun 2016 sebesar 7.606.319 m3. Apabila di bandingkan dengan data tahun
2015 sebesar 7.434.942 m3 maka terjadi kenaikan kebutuhan dari penggunaan air PDAM
di Kota Magelang. Sementara data tahun 2017 penggunaan air PDAM sebanyak 7.633.558
m3/ tahun. Jumlah pemakaian air minum terus meningkat setiap tahunnya seiring dengan
meningkatnya kebutuhan masyarakat. Apabila perkiraan kebutuhan air bersih perorangan
adalah sebesar 60 liter/hari maka jika dikalikan dengan jumlah penduduk Kota Magelang
pada tahun 2017 kapasitas mata air yang tersedia masih mampu untuk mencukupi
kebutuhan air bersih masyarakat Kota Magelang walaupun masih mengandalkan sumber air
This websiteyang berasal
stores dari
data such as kabupaten Magelang. Namun hal ini perlu menjadi perhatian untuk ke
cookies to depan mengingat
enable essential site semakin hari kebutuhan akan air bersih akan terus meningkat seiring
functionality, as well bertambahnya
dengan as marketing, jumlah penduduk padahal untuk memenuhi kebutuhan akan air Kota
personalization, and analytics. You
Magelang masih bergantung pada mata air yang berada di daerah lain.
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Rata-rata cakupan pelayanan air minum di Kota Magelang pada akhir Tahun 2017 baru
mencapaia sebesar 82,33 % melalui jaringan perpipaan dan 8,12% melalui Bukan Jaringan
Perpipaan (BJP). Salah satu kendala pemenuhan dalam pelayanan sistem penyediaan air
Privacy Policy
minum perpipaan ini adalah sistem jaringan yang sebagian besar sudah berusia cukup lama
Marketing
dan bahkan ada yang peninggalan zaman Belanda. Kondisi pipa transmisi saat ini
Personalization
dibeberapa titik sudah banyak kebocoran terutama untuk pipa Asbestos Cement Pipe(ACP),
Analytics
sedangkan untuk pipa Ductile Cast Iron Pipe (DCIP) kebocoran yang timbul kebanyakan pada
sambungan karet (Rubbering). Disamping kebocoran pada pipa transmisi, kebocoran juga
Save Accept
terjadi pada All distribusi yang kurang layak dan kondisi perpipaan yang buruk sehingga
jaringan
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 1 - 4
menyebabkan tingginya tingkat kebocoran [Link] satu solusi untuk mengatasi masalah
kebocoran adalah dengan mengendalikanjumlah kehilangan air di jaringan distribusi.
Kehilangan air bisa disebabkan oleh beberapapenyebab, termasuk kebocoran, kesalahan
meteran, penggunaan publik misalnya untukkeperluan pemadam kebakaran dan
pembilasan, serta [Link] kebocoran distribusi PDAM Kota Magelang pada tahun
2014 mencapai 41,57%. Pada tahun 2017 angka kebocoran turun menjadi 37,12%.
Tingginya angka kebocoran ini karena masih lemahnya PDAM Kota Magelang menangani
masalah kebocoran secara teknis terutama karena pipa di jaringan distribusi yang telah tua
sehingga rentan terhadap kerusakan.
Pipa distribusi yang rusak menjadi faktor utama tingginya angka kebocoran air secara teknis.
Kerusakan pada pipa distribusi tidak hanya menyebabkan kehilangan air tetapi juga
menimbulkan resiko bagi kesehatan masyarakat, kerugian ekonomis akibat tingginya biaya
dan energi yang terbuang pada pemompaan dan resiko terhadap infrastruktur seperti
pondasi bangunan dan jalan. Dengan demikian, penurunan kebocoran air dari jaringan
distribusi adalah strategi penting dalam peningkatan pemanfaatan air yang berkelanjutan.
Maksud, Tujuan dan Sasaran kegiatan “Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM)
Kota Magelang” ini antara lain :
1.2.1. Maksud
Maksud dari kegiatan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum ini yaitu, memberikan
arahan strategis bagi pemerintah dalam mengidentifikasi kebutuhan air minum, penentuan
program untuk mencapai target pelayanan SPAM, acuan pengembangan prasarana dan
sarana air minum dan sebagai syarat teknis untuk penyusunan program jangka panjang
terkait rencana pengembangan air minum.
1.2.2. Tujuan
Tujuan dari penyusunan kegiatan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota
Magelang adalah:
A. Tersusunnya dokumen Rencana Induk Sistem Pengembangan Air Minum sebagai
pedoman penyelenggaraan pengembangan SPAM di Kota Magelang.
B. Terselenggaranya sistem pengembangan air minum yang dapat melayani seluruh
kebutuhan masyarakat Kota Magelang.
1.2.3. Sasaran
Sasaran penyusunan kegiatan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota
Magelang adalah :
A. Mengidentifikasi permasalahan dan kebutuhan pengembangan SPAM
B. Tersusunnya strategi dan program pengembangan SPAM
C. Memberikan arahan bagi perencanaan pengembangan SPAM untuk periode 20 tahun
kedepan.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Lingkup kegiatan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Magelang
sebagai berikut :
A. Persiapan Pengumpulan Data
Persiapan pengumpulan data dari pekerjaan ini yaitu dilakukan dengan beberapa fokus
persiapan antara lain :
a. Pemahaman Pekerjaan
b. Koordinasi dengan pihak terkait
c. Penyiapan data awal dan instrumen studi
d. Rencana jadwal studi perencanaan
B. Pengumpulan Data
Pengumpulan data meliputi data sistem penyediaan air minum eksisting, kondisi air
baku, cakupan pelayanan dan data permasalahan terkait [Link] data dari
pekerjaan ini dilakukan dengan metode survey, dengan beberapa hal fokus pengamatan,
antara lain:
a. Survey instansional
b. Survey daerah studi perencanaan
c. Pengukuran elevasi muka air tinggi dan rendah
d. Sampel air
e. FGD dengan stakeholder terkait
C. Analisis Data meliputi :
a. Melakukan review studi terlebih dahulu
b. Menganalisis kebutuhan air minum masyarakat dan kebutuhan debit air
c. Menganalisis daerah pelayanan dan jalur pipa
d. Menganalisis kebutuhan sistem air minum eksisting dan rencana interkonektingnya
This website stores data such as
dengan sistem air minum yang dibangun
cookies to enable essential site
functionality,
[Link] Dasar
well as PIJAK
marketing,
dan KONSEP
personalization, and analytics. You
may change your [Link] at any time
Menentukan konsep penyediaan air minum
or accept the default settings.
b. Menentukan konsep pendistribusian air minum
E.
Privacy Policy
Kesimpulan
Marketing
a. Melakukan perhitugan-perhitungan desain jaringan pipa transmisi dan distribusi dan
hidrant umum
Personalization
Analyticsb. Menentukan sistem pola pelayanan dan penyediaan air, serta pembagian peran
c. Menentukan skala prioritas program
Save Accept All
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Keluaran (output) yang dihasilkan dari kegiatan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
Minum (RISPAM) Kota Magelangadalah Dokumen Rencana Induk Sistem Pengembangan Air
Minum (RISPAM) Kota Magelang yang siap ditindaklanjuti oleh penyelenggara SPAM
This website stores data such
Pemerintah Kota as Magelang untuk menjadi dokumen Legal Pemerintah Kota Magelang
cookies to enable essential site
mengenai Rencana Induk Pengembangan Air Minum.
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics.
Keluaran ini akanYou dilakukan dalam beberapa tahap bentuk laporan secara berjenjang,
may change your settings at any time
meliputi laporan pendahuluan, laporan antara dan laporan akhir.
or accept the default settings.
A. Laporan Pendahuluan
Privacy Policy Laporan pendahuluan merupakan laporan awal pelaksanaan yang telah didiskusikan
dengan pihak pemberi tugas. Laporan pendahuluan memuat tanggapan terhadap
Marketing
Kerangka Acuan Kerja dan rencana/program kerja pelaksanaan secara keseluruhan
Personalization
dari kegiatan yang disampaikan oleh pemberi tugas, berkaitan dengan rencana survey,
Analyticsjenis survey yang akan dilaksanakan. Serta dilengkapi rancangan awal yang berisi
rencana kerja konsultan perencana dan masukan penyajian desain obyek/kawasan
Save Accept
strategis danAll
prioritas daerah.
B. Laporan Antara
Laporan antara memuat hasil pengumpulan data dan hasil analisa/konsep serta gambar
sementara perencanaan dan perancangan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum
(RISPAM) Kota Magelang.
C. Laporan Akhir
Laporan akhir memuat perencanaan dan rancangan akhir yang telah didiskusikan
dengan pihak terkait, berisikan rencana dan rancangan meliputi kompilasi data survey,
hasil sintesa analisis, konsep pengembangan, dan rekomendasi dari Rencana Induk
Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM) Kota Magelang.
Sistematika penyusunan Laporan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum (RISPAM)
Kota Magelanga dalah sebagai berikut:
BAB 3 GAMBARAN
Save Accept AllSPAM EKSISTING KOTA MAGELANG
Bab ini menguraikan kondisi eksiting SPAM Kota Magelang yang masuk ke dalam lingkup
rencana Penyelenggaraan SPAM Kota Magelang yang meliputi aspek teknis, permasalahan
aspek teknis, skematik SPAM eksisting serta aspek non teknis
Bab ini menguraikan kriteria teknis, metoda dan standar Penyelenggaraan SPAM yang
meliputi periode perencanaan, standar pemakaian air, kebutuhan air, kehilangan sistem
serta metoda proyeksi penduduk
Bab ini menguraikan rencana pemanfaatan ruang, rencana daerah pelayanan, proyeksi
jumlah penduduk dan proyeksi kebutuhan air minum di Provinsi yang masuk ke dalam
lingkup rencana Penyelenggaraan SPAM Kota Magelang
Bab ini menguraikan potensi sumber-sumber air baku di wilayah Kota yang masuk ke
dalam lingkup rencana Penyelenggaraan SPAM Kota Magelang yang dapat dimanfaatkan
untuk Penyelenggaraan SPAM
Bab ini menguraikan rencana pola pemanfaatan ruang dan kawasan Provinsi yang masuk
ke dalam lingkup rencana Penyelenggaraan SPAM Kota Magelang Penyelenggaraan
daerah pelayanan, rencana pentahapan Penyelenggaraan dan skenario/konsep
Penyelenggaraan SPAM Kota Magelang
Bab ini menjelaskan biaya investasi serta pola investasi yang dilakukan dengan
pentahapan serta sumber pendanaan disesuaikan dengan kondisi kinerja BUMD /UPTD.
Selain itu juga menjelaskan gambaran asumsi-asumsi yang berpengaruh secara langsung
maupun tidak langsung terhadap hasil perhitungan proyeksi finansial.
This website stores data such as
cookies to enable essential site
BAB 9 RENCANA PENGEMBANGAN KELEMBAGAAN
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
may change Babyourini menjelaskan
settings at any time mengenai bentuk badan pengelola yang akan menangani SPAM
or accept the default settings.
Provinsi; sumber daya manusia, baik jumlah maupun kualifikasinya;
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
GAMBARAN UMUM
This website stores data such as
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
KOTA MAGELANG
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Kota Magelang merupakan salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Tengah yang
letaknya secara geografis berada ditengah-tengah wilayah Kabupaten Magelang. Dengan
demikian wilayah Kota Magelang berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Magelang.
This website storestersebut
Posisi data suchmenjadikan
as daya tarik geografis alami Kota Magelang karena berada pada
cookies to enable essential site
persilangan simpul ekonomi, transportasi dan pariwisata antara wilayah Semarang –
functionality, as well as marketing,
Magelang
personalization, - Yogyakarta
and analytics. You dan Purworejo - Temanggung. Jaraknya 65 km dari Semarang dan 42
may change km dari
your Yogyakarta.
settings Posisi strategis ini didukung dengan penetapan Kota Magelang sebagai
at any time
or accept the defaultKegiatan
Pusat settings. Wilayah (PKW) kawasan PURWOMANGGUNG (Kabupaten Purworejo,
Kabupaten Wonosobo, Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung)
dalam Rencana Tata Ruang Nasional dan Rencana Tata Ruang Provinsi Jawa Tengah.
Privacy Policy
Marketing
2.1.1. Kondisi Geografis
Personalization
Analytics
Kota Magelang yang memiliki luas 18,54km2 adalah sebuah kota yang berbentuk linear
dengan kecenderungan arah utara-selatan yang dominan disebabkan oleh kuatnya jalur
Save Accept
transportasi yangAll
menghubungkan Yogyakarta dan Semarang.
Magelang Kota Sejuta Bunga memiliki filosofi bahwa Kota Magelang adalah Tuin Van Java
(Kota kebun/Tamannya Pulau Jawa) yang terleta k di 110o12’30” – 110o12’52” BT dan
7026’18” – 7o30’9” LS serta berada pada ketinggian 380 meter di atas permukaan laut.
Kota Magelang
Magelang memiliki batas-batas :
Utara : Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Kota Magelang memiliki luas wilayah 18,5364 km2. Secara administratif Kota Magelang
terdiri dari 3kecamatan, 17 kelurahan, jumlah RW sebanyak 192 RW dan RT sebanyak
1.026 RT. Kecamatan yangmempunyai luas terbesar adalah Kecamatan Magelang Selatan
dengan luas 7,1315 km2 atau 38,47%dari luas Kota Magelang, sedangkan kecamatan yang
mempunyai luas terkecil adalah KecamatanMagelang Tengah dengan luas 5,1011 km2 atau
28,17% dari luas Kota Magelang.
Save Accept
2.1.3. Kondisi All
Topografi
Kota Magelang merupakan dataran tinggi dan perbukitan yang dikelilingi oleh gunung-
gunung dan bukit-bukit seperti: Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Perahu. Gunung
Telomoyo, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Andong, Perbukitan Menoreh serta
terdapat "Bukit Tidar" yang terletak di jantung kota. Mengingat wilayah kota Magelang
merupakan daerah perbukitan, maka sebagian besar daerahnya (63%) memiliki kemiringan
lereng antara 2-15% dan kemiringan lereng antara 15-40% sebanyak 35%.
1 Datar ( 0 - 2% ) 0 0
2 Bergelombang ( 2 - 15% ) 1,144 63
3 Curam ( 15 - 40% ) 630.75 35
4 Sangat Curam ( >40% ) 37.25 2
Jumlah 1.812 100
Bentuk fisik Kota Magelang saat ini relatif memanjang mengikuti jaringan jalan [Link]
kondisi fisik tersebut, kecenderungan pertumbuhan alamiah Kota Magelang adalah ke arah
utara dan selatan dengan dominasi area terbangun di daerah yang mempunyai topografi
relatif datar.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Di bagian selatan wilayah terdapat Gunung Tidar yang merupakan hutan lindung dengan
kemiringanhingga 30-40%. Bentuk fisik Kota Magelang saat ini relatif memanjang mengikuti
jaringan jalan arteriengan kecenderungan pertumbuhan alamiah ke arah utara dan selatan
yang didominasi areaterbangun pada daerah dengan topografi datar. Dilihat dari
ketinggiannya, Kota Magelang berada diketinggian 375 –500 m di atas permukaan laut
dengan titik ketinggian tertinggi pada Gunung Tidaryaitu 503 m di atas permukaan laut.
Di kawasan Kota Magelang juga terdapat 2 (dua) saluran air yaitu : (i) Kali Bening (Kali Kota),
dan (ii) Kali Progo Manggis. Saluran tersebut juga dapat berfungsi sebagai saluran irigasi
teknis. Dari data klimatologi menunjukkan bahwa banyaknya curah hujan Jumlah curah
hujan di Kota Magelang selama tahun 2017 sebesar 3.689 mm, jumlah hari hujansebanyak
172 hari dan rata-rata curah hujan sebesar 21,45 mm/hari.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Jumlah curah hujan di Kota Magelang selama tahun 2017 sebesar 3.689 mm, jumlah hari
hujan sebanyak 172 hari dan rata-rata curah hujan sebesar 21,45 mm/[Link] hujan
tertinggi di Kota Magelang pada tahun 2017 terjadi di bulan Januari dengan curah hujan
sebesar 713 mm, sedangkan tidak ada curah hujan terjadi di bulan Agustus. Jumlah hari
hujan terbanyak di Kota Magelang pada tahun 2017 terjadi di bulan Nopember dengan 25
hari hujan, sedangkan rata-rata curah hujan tertinggi terjadi di bulan September sebesar
32,00
This website storesmm/hari.
data such as
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
Tabeland
personalization, [Link].
CurahYouHujan, Hari Hujan dan Rata-rata Curah Hujan Menurut Bulan di Kota Magelang
may change yourBulan
settings at any Curah
time Hujan (mm) Hari Hujan (hari) Rata-rata Curah Hujan
or accept the default settings.
(mm/hari)
Jumlah penduduk Kota Magelang berdasarkan hasil registrasi akhir tahun 2018 tercatat
sejumlah121.673 jiwa yang terdiri dari 59.864 jiwa penduduk laki-laki dan 61.809 jiwa
penduduk [Link] jenis kelamin (rasio penduduk laki-laki terhadap penduduk
perempuan) sebesar 96,85. Jumlah penduduk menurut jenis kelamin di Kota Magelang
Jumlah Penduduk
No Kecamatan
Laki-laki Perempuan Jumlah
Jumlah Penduduk
No Kecamatan
Laki-laki Perempuan Jumlah
3. Magelang Utara 17.741 18.822 36.563
Jumlah 59.864 61.809 121.673
11. Jasa Keuangan dan Asuransi 4,95 4,92 4,99 5,22 5,22
Privacy Policy
Sumber: Produk Domestik Regional Bruto Kota Magelang Menurut Lapangan Usaha, 2018
Marketing
Personalization
2.1.8. Alokasi APBD untuk Air Bersih
Analytics
Besarnya anggaran APBD pemerintah Kota Magelang untuk program air bersih rata-rata
pada tahun2014 – 2018 sebesar Rp. [Link],- atau sebesar 0,29% dari total APBD
Save Accept All
pada tahun tersebut.
Tabel 2.7. Alokasi APBD Kota Magelang untuk Air Bersih
Lapangan Usaha 2014 2015 2016 2017 2018 Rata-rata
Dari data tersebut alokasi APBD Kota Magelang untuk program air bersih mengalami
peningkatan yang cukup signifikan setiap tahunnya, kenaikan pada tahun 2014 - 2018 rata-
rata berkisar 0.29 %.
Air Limbah yang dimaksud disini adalah air limbah permukiman (Municipal Wastewater) yang
terdiri atas air limbah domestik (rumah tangga) yang berasal dari air sisa mandi, cuci, dapur
This websitedan tinja
stores manusia
data such as dari lingkungan permukiman serta air limbah industri rumah tangga yang
cookies to tidak
enable mengandung
essential site Bahan Beracun dan Berbahaya (B3). Air buangan yang dihasilkan oleh
functionality, as well asmanusia
aktivitas marketing, dapat menimbulkan pengaruh yang merugikan terhadap kualitas
personalization, and analytics. You
lingkungan sehingga perlu dilakukan pengolahan.
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Pengolahan air limbah permukiman di Indonesia ditangani melalui dua sistem yaitu sistem
setempat (onsite) ataupun melalui sistem terpusat (offsite).Sanitasi sistem setempat (onsite)
Privacy Policy
adalah sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah berada dalam batas tanah yang
dimiliki dan merupakan fasilitas sanitasi individual sedangkan sanitasi sistem terpusat
Marketing
(offsite) adalah sistem dimana fasilitas pengolahan air limbah dipisahkan dengan batas jarak
Personalization
dan mengalirkan air limbah dari rumah-rumah menggunakan perpipaan (sewerage) ke
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Analytics
Untuk melakukan rumusan strategis dilakukan dengan cara identifikasi data dan informasi
Save Accept All
dari dokumen-dokumen perencanaan pembangunan terkait dengan pengembangan
permukiman tingkat nasional maupun daerah, seperti dokumen RPJMN, RPJMD, RTRW Kota,
Renstra Dinas, SPPIP, SSK dan dokumen lainnya yang selaras menyatakan isu strategis
pengembangan air limbah sesuai dengan karakteristik kota Magelang.
Tujuan dari bagian ini adalah:
Sampai saat ini walaupun akses masyarakat terhadap prasarana sanitasi dasar mencapai
90,5% di perkotaan dan di pedesaan mencapai 67% (Susenas 2007) tetapi sebagian besar
fasilitas pengolahan air limbah setempat tersebut belum memenuhi standar teknis yang
ditetapkan. Sedangkan akses layanan air limbah dengan sistem terpusat baru mencapai
2,33% di 11 kota (Susenas 2007 dalam KSNP Air Limbah).
Peran masyarakat berupa rendahnya kesadaran masyakat dan belum diberdayakannya
potensi masyarakat dan dunia usaha dalam pengelolaan air limbah serta terbatasnya
penyelenggaraan pengembangan sistem pengelolaan air limbah permukiman berbasis
masyarakat.
Isu strategis dalam pengembangan air limbah menjadi dasar dalam pengembangan
infrastrukturair limbah dan akan menjadi landasan penyusunan program dan kegiatan dalam
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) yang lebih berpihak kepada
pencapaian MDGs, yang diharapkan dapat mempercepat pencapaian cita-cita pembangunan
nasional. Adapun isu strategis air limbah di kota Magelang sebagiamana teranngkum dalam
Buku Putih Sanitasi Kota Magelang adalah sebagai berikut :
1. Belum meratanya sarana dan prasarana air limbah pada setiap bagian wilayah Kota
Magelang, Banyaknya rumah tangga yang belum memiliki KM/ WC, terlebih adalah
Rumah tangga miskin,
Sementara itu sebagian besar KM/ WC Masyarakat belum dilengkapi dengan septic
tank sehingga saluran buangan langsung ke saluran drainase/ irigasi.
2. Persepsi dari sebagian masyarakat yang menganggap sarana sanitasi air limbah belum
menjadi kebutuhan yang penting dan mendesak.
3. Masih kurang tersedianya fasilitas instalasi pengolahan limbah tinja (IPLT), mengingat
kebutuhan fasilitas kota ini sangat penting dan mendesak.
4. Berbagai kendala yang masih menghadang pihak industri dalam upaya melakukan
This website stores data such asair limbahnya agar sesuai dengan ketentuan baku mutu meskipun telah
pengolahan
cookies to enable essential site
ada
functionality, as well Peraturan Perundangan ditingkatan Kota Magelang, hal ini tentunya akan
as marketing,
membahayakan
personalization, and analytics. You Sumber daya air, selain itu juga belum adanya Pemantauan dan
may change yourPemeriksaan
settings at any time
terhadap pengolahan air limbah domestik dari unit usaha kecil.
or accept the default settings.
5. Air sumur di daerah pemukiman padat perkotaan umumnya sudah banyak tercemar
oleh bakteri tinja atau E. coli.
Privacy Policy
6. Jamban komunal yang ada di beberapa titik di Kota Magelang kondisinya kurang
Marketing terawat dengan baik, hal ini karena sistem pengelolaannya tidak ada.
Personalization
7. Limbah rumah tangga tanpa bak kontrol dan tanpa pengelolaan terlebih dahulu.
Analytics
8. Kurangnya pengetahuan dan pemahaman Masyarakat terhadap opsi teknologi baru
Save yangAccept
ditawarkan
All oleh Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.
9. Belum adanya peraturan mengenai prosedur penyediaan layanan air limbah domestik
(pengangkutan, personil, peralatan, dll), belum adanya sosialisasi peraturan, dan
pembinaan dalam hal pengelolaan air limbah domestik serta belum adanya sanksi
terhadap pelanggaran pengelolaan air limbah domestik.
10. Sarana umum yang ada saat ini belum dilengkapi dengan sarana sanitasi yang
memadai, termasuk juga Penataan PKL yang tidak di ikuti dengan penyediaan sarana
sanitasi yang memadai sehingga mengakibatkan lingkungan yang tidak sehat.
Kota Magelang merupakan Kota kecil dengan luas wilayah ± 18,54 Km², dalam pengelolaan
Air Limbah Domestik di Kota baru ada satu system yaitu sistem Onsite (sistem
penampungan, pengaliran dan pengolahan secara setempat) Sistem setempat ini meliputi
jamban pribadi maupun jamban umum yangyan g menggunakan tangki septic
se ptic tank sendiri tanpa
adanya penggabungan dengan KM/ WC lain, system ini merupakan system yang dominan
digunakan oleh tiap – tiap Rumah Tangga di Kota Magelang.
Dalam rangka mendukung proses pengelolaan air limbah domestik ini maka dibangunlah
Instalasi Pembuangan Limbah Terpadu (IPLT) yang berlokasi di Kampung Dumpoh,
Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara untuk pembuangan akhir lumpur tinja
dari Jamban Pribadi dan Umum baik yang di angkut oleh mobil tinja Swasta maupun
Pemerintah dengan jumlah penerima manfaat Seluruh Masyarakat Kota Magelang.
Prasarana dan sarana pengelolaan limbah cair di Kota Magelang masih terbatas pada skala
rumah tangga saja, sedangkan untuk skala yang lebih luas seperti IPAL dan IPLT belum
maksimal [Link] limbah tinja yang terangkut di Kota Magelang kurang lebih 2.25
m3/hari.
Sarana sanitasi berupa pengelolaan air limbah di beberapa tempat telah tersedia namun
pengelolaannya belum maksimal. Sebagian besar tempat usaha belum memiliki sarana
pengolah limbah terutama pada industri kecil dan industri rumah tangga.
Peran serta masyarakat di Kota Magelang dalam penangangan limbah cair masih sebatas
pada kesadaran untuk hidup sehat dengan membangun jamban dan tangki septik sendiri
tanpa bantuan pemerintah serta iuran warga untuk membangun sarana MCK pada
lingkungan masyarakat yang kurang mampu, namun tingkat kesadaran masyarakat untuk
menggunakan jamban rumah maupun jamban umum masih rendah yang ditunjukkan
dengan masih adanya sebagian masyarakat yang membuang limbah cair langsung dari toilet
ke sungai dan masih banyak terdapat jamban umum/MCK yang kurang terawat.
Rendahnya peran serta masyarakat dalam penanganan/pengelolaan air limbah terbukti dari
This website stores data such as
data lapangan bahwa kepemilikan jamban dan sarana sanitasi lainnya masih terbatas serta
cookies to enable essential site
banyak
functionality, dijumpai
as well as marketing,fasilitas umum yang sudah terbangun namun tidak dimanfaatkan
personalization, and analytics.
sebagaimana You
mestinya dan terkesan tidak terawat.
may change your settings at any time
Ada
or accept the beberapa
default program pemerintah berbasis masyarakat yang ada di Kota Magelang, namun
settings.
yang berkaitan langsung dengan Sanitasi diantaranya adalah program PNPM Mandiri
Perkotaan dan Program SLBM (Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat), PNPM memiliki
Privacy Policy
pilar Tridaya dimana pembangunan diarahkan untuk pembangunan ekonomi, sosial dan
Marketing
lingkungan (berdasarkan usulan warga sebagian wilayah dialokasikan untuk Pembangunan
Infrastruktur yang mendukung aspek sanitasi yangterkait dengan Sanitasi ini antara lain
Personalization
yakni pembangunan Saluran Drainase, MCK umum, Bak Sampah, dsb) sedangkan Program
Analytics
SLBM terkonsentrasi pada pelaksanaan pembangunan infrastruktur berupa MCK ++ yang
Savemerupakan MCKAll
Accept umum yang dilengkapi dengan sarana pengolahan limbah rumah tangga
yang dapat mengubah tinja menjadi biogas melalui alat yang disebut biodigester.
Mengenai cakupan wilayahnya, Program PNPM Mandiri Perkotaan meliputi seluruh wilayah
Kota Magelang dengan skala program per masing – masing wilayah Kelurahan sedangkan
Program SLBM saat ini baru Kelurahan Kramat Selatan, Magersari, Gelangan, Rejowinangun
Utara, dan Cacaban dengan skala program per masing – masing wilayah RT/RW yang
disepakati oleh Kelurahan setempat.
Secara umum warga Masyarakat dapat mengakses sarana jamban keluarga/ jamban umum
dan hanya sebagian kecil wilayah yang telah memperoleh dana bantuan untuk
pembangunan MCK ++ yakni sekitar 5 dari 17 Kelurahan, melalui program SLBM (Sanitasi
Lingkungan Berbasis Masyarakat).
Secara umum Masyarakat memiliki MCK, sementara pada sebagian Masyarakat yang belum
dapat mengakses MCK pribadi dapat mengakses MCK Umum dengan air bersih dari PDAM,
namun baru sekitar 25 % yang teridentifikasi membuang air kotor pada tanki septic, 7% pada
Cubluk dan 68% belum diketahui tempat buangan air kotornya. Teridentifikasi memiliki
fasilitas cuci tangan sebesar 30% dan teridentifikasi menggunakan sabun 50 % pada
fasilitas cuci tangan tersebut.
Dalam rangka pengelolaan Air Limbah Domestik, baru sekitar 30% Kelurahan yang telah
memperoleh dana bantuan Program SLBM untuk pembangunan MCK ++, sedangkan
Program PNPM meliputi seluruh Kelurahan di Kota Magelang yang terkait dengan
pembangunan infrastruktur pengelolaan Air Limbah Domestik seperti MCK Komunal,
pengelolaan Drainase seperti Selokan, dsb.
2.2.2. Persampahan
Sampah
alam yangdapat didefinisikan
berbentuk sebagai yang
padat. Sampah sisa dikelola
kegiatandibedakan
sehari-harimenjadi
manusia dan/atau
3 jenis proses
berdasarkan
UU 18 tahun 2008 yaitu:
a. Sampah rumah tangga yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga
(tidak termasuk tinja).
b. Sampah sejenis sampah rumah tangga berasal dari kawasan komersial, kawasan
This website stores data such
industri, as
kawasan khusus, fasilitas sosial, fasilitas umum, dll.
cookies to enable essential site
c. as well
functionality, Sampah spesifik meliputi sampah beracun, sampah akibat bencana, bongkaran
as marketing,
personalization, and analytics. You
bangunan, sampah yang tidak dapat diolah secara teknologi, dan sampah yang timbul
may change your settings at any time
secara periodik. Sampah spesifik harus dipisahkan dan diolah secara khusus. Apabila
or accept the default settings.
belum ada penanganan sampah B3 maka perlu ada tempat penampungan khusus di
TPA secara aman sesuai peraturan perundangan.
Privacy Policy
Pengelolaan sampah dapat didefinisikan sebagai semua kegiatan yang berkaitan dengan
Marketing
pengendalian timbulan sampah, pengumpulan, transfer dan transportasi, pengolahan dan
pemrosesan akhir sampah dengan mempertimbangkan faktor kesehatan lingkungan,
Personalization
ekonomi, teknologi, konservasi, estetika, dan faktor lingkungan lainnya.
Analytics
Untuk melakukan rumusan strategis, perlu dilakukan identifikasi data dan informasi dari
Save Accept All perencanaan pembangunan terkait dengan pengembangan permukiman
dokumen-dokumen
tingkat nasional maupun daerah, seperti dokumen RPJMN, MDGs, RPJMD, RTRW Kota,
Renstra Dinas, Rencana Induk Persampahan dan dokumen lainnya yang selaras menyatakan
isu strategis pengembangan permukiman di Kota Magelang.
Isu-isu strategis dan permasalahan dalam pengelolaan persampahan di Kota Magelang,
antara lain.
a. Kapasitas Pengelolaan Sampah
Kapasitas pengelolaan sampah erat kaitannya dengan :
- Makin besarnya timbulan sampah berupa peningkatan laju timbulan sampah
perkotaan antara 2-4% per tahun. Dengan bertambahnya penduduk, pertumbuhan
industri dan peningkatan konsumsi masyarakat dibarengi peningkatan laju timbulan
sampah.
- Rendahnya kualitas dan tingkat pengelolaan persampahan. Rendahnya kualitas
pengelolaan persampahan terutama pengelolaan TPA memicu berbagai protes
masyarakat.
- Di sisi lain rendahnya tingkat pengelolaan sampah mengakibatkan masyarakat yang
tidak mendapat
di tempat layanan membuang sampah sembarangan atau membakar sampah
terbuka.
- Keterbatasan Lahan TPA
Kota Magelang yang sempit dengan luas wilayah ± 18, 2 km² tidak memiliki TPA sendiri
namun berada di Kabupaten Magelang, tepatnya di Desa Banyu Urip, Kecamatan
Tegalrejo, Kabupaten Magelang yang berjarak ± 5 km dari pusat Kota Magelang,
bahkan Lahan perkotaan yang sempit serta kepadatan penduduk yang demikian tinggi
amat menyulitkan dalam memperoleh lahan untuk pengumpulan sampah sementara
(sulit dalam penempatan TPS).
b. Kemampuan Kelembagaan
Masih terjadinya fungsi ganda lembaga pengelola sampah sebagai regulator sekaligus
operator pengelolaan serta belum memadainya SDM (secara kualitas dan kuantitas)
menjadi masalah dalam pelayanan persampahan.
c. Kemampuan Pembiayaan
Kemampuan pendanaan terutama berkaitan dengan rendahnya alokasi pendanaan
dari APBD Kota Magelang yang merupakan akibat dari rendahnya skala prioritas
This website stores data such as pengelolaan sampah. Selain itu adalah rendahnya dana penarikan
penanganan
cookies to enableretribusi
essential site
pelayanan sampah sehingga biaya pengelolaan sampah menjadi beban APBD.
functionality, as well as marketing,
Permasalahan pendanaan secara keseluruhan berdampak pada buruknya kualitas
personalization, and analytics. You
may change yourpenanganan sampah.
settings at any time
or accept the default settings.
d. Peran Serta Masyarakat dan Dunia Usaha/Swasta
Privacy Policy Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pengelolaan sampah dan
belum dikembangkan secara sistematis potensi masyarakat dalam melakukan
Marketing sebagian sistem pengelolaan sampah, serta rendahnya minat pihak swasta
berinvestasi di bidang persampahan karena belum adanya iklim kondusif membuat
Personalization
pengelolaan sampah sulit untuk ditingkatkan.
Analytics
e. Peraturan perundangan dan Lemahnya Penegakan Hukum
Save Accept All
Lemahnya penegakan hukum terkait pelanggaran dalam pengelolaan sampah dan
kurangnya pendidikan masyarakat dengan PHBS sejak dini juga menjadi kendala
dalam penanganan sampah.
Dalam pengelolaan sampah di masyarakat sudah ada keterlibatan baik laki – laki maupun
perempuan mulai dari pengumpulan di TPS, pengangkutan ke TPA dan pemilahan sampah di
TPA. Pada tingkatan RT/ RW sampah dikelola oleh Masyarakat sedangkan pada tingkatan
Kelurahan, Kecamataan dan Kota sampah dikelola secara formal oleh Pemerintah Kota
Magelang kemudian ketika sampai di TPA ada pemilahan sampah yang dilakukan oleh pihak
swasta
Namun permasalahan yang ada saat ini adalah keterbatasan lahan di Kota Magelang
sehingga kesulitan dalam pembangunan TPS yang cukup representative, tidak adanya lahan
This website storespembangunan
untuk data such as TPA sementara TPA yang ada saat ini diperkirakan hanya akan
cookies to enable essential site
bertahan hingga 4 tahun mendatang dan pemilahan sampah belum sampai pada tataran
functionality, as well as marketing,
rumah
personalization, andtangga sehingga
analytics. You hanya sekitar 70 % saja sampah yanga terangkut sampai di TPA,
may change 30%yourdiantaranya
settings at anymengalami
time pembusukan dan tidak dapat diangkut, hal ini juga terkait pula
or accept the defaultketerbatasan
dengan settings. mobil pengangkut.
Secara umum kondisi sarana pengelolaan persampahan saat ini berfungsi dengan baik
Privacy Policy
mulai dari sosialisasi kebijakan, kegiatan pelaporan, pengadaan sarana pengelolaan
persampahan, pengadaan kendaraan, pemantauan dan peningkatan operasi dan
Marketing
pemeliharaan.
Personalization
Analytics
2.2.3. Drainase
Save Accept All
Seiring dengan pertumbuhan penduduk perkotaan yang amat pesat di Indonesia dan
pembangunan tempat tinggal penduduk yang tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang
(RTR) seperti di daerah-daerah yang seharusnya jadi resapan/tempat parkir air (Retarding
Pond) dan daerah-daerah bantaran sungai mengakibatkan peningkatan volume air yang
masuk ke saluran drainase dan sungai sehingga terlampauinya kapasitas penyediaan
prasarana dan sarana drainase perkotaan dan daya tampung sungai. Sebagai akibat dari
permasalahan tersebut adalah terjadinya banjir atau genangan yang semakin meningkat.
Drainase yang dimaksud disini adalah drainase perkotaan yang didefinisikan sebagai
drainase di wilayah kota yang berfungsi untuk mengelola dan mengendalikan air permukaan
sehingga tidak mengganggu dan/atau merugikan masyarakat. Dalam upaya pengelolaan
sistem drainase di banyak kota di Indonesia pada umumnya masih bersifat parsial, sehingga
tidak menyelesaikan permasalahan banjir dan genangan secara tuntas. Pengelolaan
drainase perkotaan harus dilaksanakan secara menyeluruh, mengacu kepada SIDLACOM
dimulai dari tahap Survey, Investigation (investigasi), Design (perencanaan), Operation
(Operasi) dan Maintanance (Pemeliharaan), serta ditunjang dengan peningkatan
kelembagaan, pembiayaan serta partisipasi masyarakat. Peningkatan pemahaman
mengenai sistem drainase kepada pihak yang terlibat baik pelaksana maupun masyarakat
perlu dilakukan secara berkesinambungan.
Perumusan strategis pengembangan Drainse Kota Magelang dilakukan dengan melakukan
identifikasi data dan informasi dari dokumen-dokumen perencanaan pembangunan terkait
dengan pengembangan permukiman tingkat nasional maupun daerah, seperti dokumen
RPJMN, RPJMD, RTRW Kota, Renstra Dinas, Rencana Induk Drainase dan dokumen lainnya
yang selaras menyatakan isu strategis pengembangan Drainase di Kota Magelang.
Adapun Isu-isu strategis dalam pengelolaan Sistem Drainase Perkotaan Kota Magelangantara
lain :
drainasesehingga pengembang tidak punya acuan untuk sistem lokal yang berakibat
pengelolaan sifatnya hanya pertial di wilayah yang dikembangkannya saja.
Untuk menggambarkan kondisi eksisting pengembangan drainase yang telah dilakukan
pemerintah Kota Magelang, perlu diuraikan hal-hal berikut ini:
1. Aspek teknis
Penanganan drainase perkotaan selama ini dihubungkan dengan saluran drainase
utama yang telah [Link] drainase utama Kota Magelang masih memanfaatkan
This website storessungai yang
data such as ada dan saluran pengairan yang saat ini telah berkembang menjadi
cookies to enablesaluran
essential drainase
site Kota [Link] lokasi tertentu, kawasan perkotaan masih ada
functionality, as well as marketing,
genangan akibat luapan/limpasan yang disebabkan drainase perkotaannya kurang
personalization, and analytics. You
optimal atau tidak sesuai lagi dengan dimensi badan saluran karena tekanan terhadap
may change your settings at any time
ruang
or accept the default dan lingkungan untuk kebutuhan perumahan, kawasan jasa dan perdagangan
settings.
menjadi kawasan terbangun. Pembuangan air dari jalan ke saluran drainase pada
Privacy Policy beberapa ruas jalan kurang terpelihara dan bahkan tidak memiliki saluran drainase
tepi, sehingga pengeringan air dari muka jalan sangat sulit selain apabila hanya dengan
Marketing penguapan air pada muka jalan saja. Pada lokasi tertentu ada yang salurannya dari
dimensi besar dan kemudian mengecil (saluran tersier), sehingga pada saat hujan
Personalization
dengan curah hujan yang agak tinggi akan menggenangi jalan. Kemiringan saluran
Analytics
yang ada di lapangan sangat bervariasi. Di beberapa kawasan saluran miring dengan
Save sangat curam,
Accept All tetapi di beberapa kawasan saluran hampir landai. Di beberapa tempat,
saluran drainase menjadi sempit bahkan mengalami kerusakan karena terdesak oleh
akar pohon yang terdapat di sepanjang jalan. Sistem pengelolaan drainase lingkungan
di Kota Magelang pada dasarnya telah diatur sebagaimana pola permukiman yang ada,
namun seiring dengan berjalannya waktu, jumlah penduduk meningkat dan secara fisik
mengalami perkembangan terutama adalah target pemenuhan kualitas lingkungan
hidup, penurunan permukaan tanah, peningkatan debit air, kerusakan – kerusakan
ekologi lingkungan, dsb. Setiap kawasan permukiman telah memiliki saluran drainase
sekunder dan tersier sampai ke tiap – tiap rumah dan terintegrasi ke dalam saluran
drainase primer (Riol Kota), namun genangan pada musim penghujan akibat dari
naiknya debit air pada saluran drainase primer dan adanya penurunan sudut elevasi
pada saluran drainase sekunder sehingga air yang seharusnya mengalir dari saluran
drainase tersier menuju saluran drainase sekunder kemudian berakhir di saluran
drainase berbalik arah.
Secara umum kawasan Kota Magelang sudah mempunyai jaringan drainase yang
sudah dibangun oleh Belanda sesuai dengan kondisi Kota Magelang seperti topografi,
tata guna lahan/permukiman, dan fungsi-fungsi lain dari sebuah kota, seperti pasar,
stasiun kereta api, terminal, alun-alun, dsb. Jaringan drainase di Kota Magelang di
beberapa lokasi banyak tebing saluran (pasangan batu) yang sudah rusak, tertimbun
endapan lumpur (sedimentasi), di wilayah yang padat permukiman penduduk banyak
dijumpai saluran terbuka yang dijadikan tempat membuang sampah oleh masyarakat,
ada beberapa lokasi yang di atas saluran drainase didirikan warung dan rumah makan .
Tantangan yang dihadapi secara umum di Kota Magelang adalah mencegah penurunan
kualitas lingkungan permukiman di perkotaan, optimalisasi fungsi pelayanan dan
efisiensi prasarana dan sarana drainase yang sudah terbangun, peningkatan dan
pengembangan sistem yang ada, pembangunan baru secara efektif dan efisien yang
menjangkau masyarakat berpenghasilan rendah dan menunjang terwujudnya
lingkungan perumahan dan permukiman yang bersih dan sehat serta meningkatkan
ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.
Tantangan lainnya adalah adanya Peraturan Menteri PU Nomor 14/PRT/M/2010
tentang Standar Pelayanan Minimum menekankan tentang target pelayanan dasar
bidang PU yang menjadi tanggungjawab pemerintah kabupaten/kota. Target pelayanan
dasar yang ditetapkan dalam Permen ini yaitu pada Pasal 5 ayat 2, dapat dilihat
sebagai bagian dari beban dan tanggungjawab kelembagaan yang menangani bidang
ke PU an, khususnya untuk sub bidang Cipta Karya yang dituangkan didalam dokumen
RPIJM yang merupakan tantangan tersendiri bagi pelayanan pengelolaan Drainase.
2.2.4. Irigasi
Saluran irigasi Kota Magelangmerupakan saluran air buatan Belanda yang mengalir di
tengah Kota Magelang. Selain melewati tengah kota, saluran ini memiliki keunikan lain yaitu
pada jalur-jalur tertentu letaknya lebih tinggi dari tanah di sekitarnya. Ditambah lagi adanya
bangunan pelengkung yang berfungsi sebagai jembatan saluran air dan membuka akses
This website stores data such as
cookies to jalan. Saluransiteirigasi dengan panjang sekitar 6 km dan lebar antara 1,6 – 3,8 m
enable essential
functionality, as well as marketing,
inimerupakan saluran irigasi buatan yang merupakan saluran sekunder dari Saluran Irigasi
personalization, and analytics.
Progo-Manggis You sifatnya terbuka.
yang
may change your settings at any time
or accept the default
Irigasi inisettings.
mengikuti alur jalan utama KotaMagelang. Hal tersebut didukung oleh kondisi
morfologi Kota Magelang yangberbentuk pita ( ribbon shaped city). Bentuk kota seperti ini
dipengaruhi oleh perananjalur memanjang atau jalur transportasi yang dominan serta
Privacy Policy
adanya kendala yangmenghambat perluasan areal ke samping.
Marketing
Irigasimengalir di tengah Kota Magelang dari Kampung Pucangsarihingga Kampung Jagoan
Personalization
dengan melewati enam kelurahan, yaitu KelurahanKedungsari, Kelurahan Potrobangsan,
Analytics
Kelurahan Magelang, Kelurahan Cacaban,Kelurahan Kemirirejo, dan Kelurahan Jurangombo
Utara. Irigasi inimengalirmelewati pemukiman penduduk dan beberapa komponen kota
Save Accept All
,seperti kompleksmiliter, kompleks kabupaten (sekarang kompleks BPPK), dan Masjid Agung
KotaMagelang.
Sebagai saluran sekunder Saluran Irigasi Progo-Manggis (Kali Manggis),pembangunan
saluran irigasibertujuan untuk menyalurkan distribusi airsebagai irigasi persawahan di Kota
Magelang yang tidak dilalui secara langsungoleh saluran primer Kali Manggis. Kontur tanah
yang naik-turun, menyebabkan tidaksemua areal persawahan di Kota Magelang, khususnya
di bagian tengah kota,mendapatkan supali air dari saluran primer irigasi, baik dari
KaliManggis maupun Kali Bening.
Oleh sebab itu, pemerintah Belanda membuat saluran irigasisebagai upaya untuk mengatasi
permasalahan tersebut.
Pembangunan saluran air tentu membawa dampak terhadap pertanian,lingkungan alam,
dan kondisi sosial [Link] sangat penting khususnyabagi
[Link] irigasimemberikan kemudahan dalam halketersediaan air irigasi
bagi petani di Kota [Link] areal persawahanyang tidak dilalui oleh Kali Bening
atau Kali Manggis, sudah bisa menikmati saranapengairan yang berasal dari [Link]
itu, keberadaan irigasi menjadikan para petani tidak terlalu bergantung pada iklim untuk
melakukankegiatan [Link] adanya irigasi,produktivitas padi dapat meningkat dari
satu kali panen menjadi dua atau tiga kalipanen dalam setahun.
Seiring dengan perkembangan zaman, penduduk Kota Magelang menjadisemakin
[Link] penduduk ini menjadikan areal persawahanbanyak mengalami alih
fungsi menjadi [Link] negatif dari pendudukyang semakin bertambah adalah
banyak rumah penduduk yang dibangun disepanjang saluran irigasi. Diharapkan kepada
dinas terkait dalam hal pengairan sebagaiorganisasi pemerintah yang bertanggung jawab
dengan keberadaan irigasi untuk menjaga kelangsungan saluran irigasisebagai peninggalan
teknologipengairan yang sudah maju pada masa lalu agar tetap berfungsi dengan baik.
Fungsi irigasi Kali Manggis sebagai saluran irigasi lahan pertanian (di wilayah kota Magelang)
masih bisa terlihat dengan banyaknya dam dan pintu air ukuran kecil, sedang, dan besar.
Namun seiring perkembangan daerah perkotaan, persawahan yang tadinya luas kini beralih
fungsi menjadi permukiman, perkantoran, dan aktivitas perdagangan. Hingga akhirnya luas
sawah di kota Magelang makin menyusut.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Lahan pertanian di Kota Magelang sangat sempit. Luas tanah sawah hanya sebesar
177,46 hektar dari 1.854 hektar luas wilayah secara keseluruhan. Luas
tegal/kebun/ladang sekitar 13,68 hektar, luasan kolam sebesar 6,8 hektar, dan
lahan yang untuk perkebunan/hutan rakyat 99,56 hektar. Oleh karenanya produk
pertanian di Kota Magelang tidak cukup potensi. Dari luasan sawah tersebut,
produksi padi yang dihasilkan sebanyak 3.001,2 ton dengan rata-rata produksinya
sebanyak 6,03 ton per hektarnya. Produk pertanian lainnya yang dihasilkan juga
sangat terbatas. Hasil pertanian yang bisa tercatat hanya jagung (14 ton), ketela
pohon (16 ton), dan kacang tanah (0,89 ton) dan selain itu pada tahun 2018 kota
magelang menjadi penghasil tanaman hias anggrek yang mencapai 2.253 Tangkai
dan untuk penghasil buah-buahan kota magelang paling banyak yaitu buah manga
yang mencapai 2.273 kuintal, buah pisang sebanyak 1,637 kuintal dan buah durian
1.150 kuintal (Data Bps kota magelang 2019 )
Analytics
1. Kondisi Makro Ekonomi
Save Perkembangan
Accept All ekonomi makro Kota Magelang dalam kurun waktu 2014-2018
2014 -2018
telah menunjukkan kinerja yang membaik,
membai k, antara lain ditunjukkan dengan
meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi dari sebesar 4,98% pada tahun 2014
menjadi 5,59 % pada tahun 2018. Membaiknya perekonomian Kota Magelang tahun
2018 juga ditunjukkan dengan meningkatnya Produk Domestik Regional Bruto
(PDRB) atas dasar harga konstan mencapai Rp614.[Link],-sedangkan
Rp614.[Link],-sedan gkan
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Sumber: Kota magelang dalam angka 2019
Save Accept All
2. Kondisi Mikro Ekonomi
Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki
potensi yang besar dan strategis dalam meningkatkan aktivitas ekonomi daerah,
termasuk
Magelang dalam
sampai penyerapan tenaga
tena ga
dengan tahun kerja
2018 daerah. 222
berjumlah Jumlah
buah koperasi di Kota
yang berarti ada
peningkatan sebesar 5 buah dari tahun 2015 yang berjumlah 217 buah. Pada
tahun 2015 memiliki anggota perorangan sebanyak 40.973 anggota, anggota
koperasi sebanyak 80 anggota dan tenaga kerja 453 karyawan, di tahun 2018
memiliki anggota perorangan sebanyak 58.297 anggota, anggota
anggota koperasi sebanyak
79 anggota dan tenaga kerja 399 karyawan. Dari tahun 2015 hingga tahun 2018
jumlah anggota perorangan mengalami kenaikan sebesar 17.324 anggota, anggota
koperasi mengalami penurunan 1 anggota, sedangkan jumlah tenaga kerja juga
mengalami penurunan sebanyak 54 orang. Besar modal dan volume usaha
koperasi meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 modal koperasi Rp.
[Link],00 meningkat menjadi Rp. [Link],00 di tahun 2018
dan volume usaha di tahun 2015 sebesar Rp. [Link],00 di tahun 2018
menjadi Rp. [Link],00.
Jumlah perusahaan industri kecil formal mengalami kenaikan 18 buah perusahaan
dari tahun 2015 hingga 2018, industri menengah formal naik 2 buah perusahaan.
Banyaknya surat ijin berusaha yang
ya ng diterbitkan oleh Dinas Penanaman Modal dan
Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) mengalami penurunan dari 361 di tahun
2015 menjadi
menj adi 226 ditahun 2018
20 18 sehingga ada penurunan 135 surat izin. Kinerja
Kin erja
ekspor ada kecenderungan semakin
se makin meningkat. Hal ini tercermin dari nilai ekspor
yang meningkat dari US$ 576.270,57 ditahun 2015 menjadi US$ 2.164.541 di
tahun 2018.
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 2 - 24
Jumlah sentra
s entra perusahaan industri kecil meningkat cukup baik dari 283 unit
usaha ditahun 2015 menjadi 632 unit usaha ditahun 2018 dengan jumlah sentra
10 di tahun 2015 yang terdiri dari sentra konveksi di Kramat Selatan dan Kedung
Sari, sentra mainan anak di Jurangombo Utara dan Selatan, sentra tahu ada di Tidar
Campur, Tidar Selatan, Tidar Baru, Trunan dan Kelurahan Magersari, sentra tempe
yang berada di Kedungsari, dan sentra krupuk iris di Potrobangsan. Sedangan pada
tahun 2018 jumlah sentra di Kota Magelang terdapat 13 sentra, yang yang terdiri dari
sentra industri getuk, sentra industri aneka, sentra konveksi terdapat
terdapat di Kramat
Selatan dan Kedung Sari , sentra mainan anak terdapat di Jurangombo Utara dan
This website stores data such
Selatan, as
sentra Industri Hasil Pertanian dan Kehutanan, sentra tahu ada di Tidar
cookies to enableCampur,
essential site
Tidar Selatan, Tidar Baru, Trunan dan Kelurahan Magersari, sentra tempe
functionality, as well as marketing,
yang berada di Kedungsari, dan sentra krupuk iris di Potrobangsan. Tenaga kerja yang
personalization, and analytics. You
may change yourdapatsettings diserap
at any time dari usaha ini juga meningkat dari 712 orang di tahun 2015
or accept the default settings.
menjadi 2.051 orang di tahun 2018 dan jumlah investasi dari tahun 2015 2 015 hingga
2018 mengalami penurunan sebesar Rp. 161.223,00, di tahun 2015 jumlah investasi
Privacy Policy sebesar Rp. 3.662.100,00 sebesar Rp. 3.500.877,00
Marketing
Pengembangan potensi Koperasi dan Usaha Mikro Kecil
Kec il Menengah tersebut masih
menghadapi berbagai permasalahan dan kendala, diantaranya
diantaranya adalah
adalah :
Personalization
a. Panjangnya proses perijinan.
Analytics
b. Praktik usaha dan persaingan usaha yang tidak sehat.
Save Accept All
c. Lemahnya koordinasi lintas instansi dalam pemberdayaan Koperasi dan
UMKM.
d. Masih lemahnya kelembagaan UMKM.
Permasalahan pokok lainnya yakni masih rendahnya produktivitas yang berakibat
terjadinya kesenjangan antar pelaku Koperasi dan UMKM. Hal ini berkaitan dengan
masih rendahnya kualitas SDM UMKM khususnya dalam bidang manajemen,
organisasi, penguasaan teknologi, pemasaran, serta rendahnya kompetensi
kewirausahaan UMKM. Kondisi yang demikian melemahkan kesiapan bersaing dan
daya adaptasi dalam menghadapi persaingan di kancah perdagangan bebas dan
global. Koperasi dan UMKM juga masih menghadapi masalah keterbatasan akses
ke modal, sehingga menyulitkan dalam usahanya untuk meningkatkan kapasitas
usaha ataupun pengembangan produk-produk yang memiliki nilai tambah dan daya
saing yang tinggi.
3. Kegiatan Sektor Ekonomi (Struktur Perekonomian)
Ciri khas sebuah kota sepenuhnya melekat pada Kota Magelang. Kota ini tidak lagi
memiliki ciri agraris.
agraris . Hal ini terlihat dari
dari komposisi PDRB Kota dimana lima
lima besar
Privacy Policy
Sumber : kota Magelang dalam angka 2019
Marketing
Personalization
Analytics
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Sedangkan Secara sektoral pertumbuhan indeks implisit yang paling cepat atau
atau di atas rata-
rata-
Save Accept
rata iindeks All kota
implisit kota Magelang pada tahun
tahun 2018 terjadi pada sektor kontruksi sebesar
4,15%.Sektor yang berkembang indeks implisitnya yang paling lamban adalah sektor
transportasi dan pergudangan yaitu sebesar 0,81 %.
4. Industri Kecil
Jumlah industri kecil Kota Magelang pada tahun 2017 (data BPS Kota Magelang 2017)
adalah sebanyak 600 unit, dimana sektor industri kecil ini dapat menyerap tenaga
kerja sebanyak 3703 tenaga kerja. Kecamatan yang terbanyak memiliki kegiatan
Industri Kecil adalah Kecamatan Magelang Selatan yaitu 261 industri. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut
berikut :
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
5. Industri Menengah
Jumlah industri Menengah Kota Magelang pada tahun 2017 (data BPS Kota Magelang
2017) adalah sebanyak 20 unit, dimana sektor industri menengah ini dapat menyerap
tenaga kerja sebanyak 1548 tenaga kerja. Kecamatan yang terbanyak memiliki
kegiatan Industri Menengah adalah Kecamatan Magelang Selatan yaitu 9 industri.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut:
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
6. Perusahaan
Jumlah perusahaan menurut sektor yang ada di Kota Magelang saat ini telah mencapai
2512 buah, dengan tenaga yang bisa diserap dari jumlah perusahaan tersebut
mencapai 4989 orang. Tidak hanya itu, dengan adanya perusahaan tersebut, nilai
investasi Kota Magelang pada tahun 2017 mencapai Rp 976.135.000. Selengkapnya
data mengenai Perusahaan dan jumlah karyawan yang berada di Kota Magelang dapat
dilihat pada tabel 2.10
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Magelang Selatan 4 3 7
Magelang Selatan 2 6 8
Magelang Utara 1 3 4
Total 7 12 19
This websiteMagelang
stores data such as
Selatan 3 1 4
cookies to enable essential site
functionality, Magelang
as well as marketing,
Selatan - 4 4
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
Magelang
or accept the default Utara
settings. - 1 1
Total 3 6 9
Privacy Policy
Sumber : Kota Magelang Dalam Angka, 2018
Marketing
Personalization
2.2.6. Sarana sosial dan kesehatan
Analytics
1. Kesejahteraan Sosial
Save Accept All
Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) masih cukup tinggi, yaitu
11,99% dari keseluruhan
k eseluruhan jumlah penduduk Kota Magelang. Secara
S ecara lintas sektor,
kesejahteraan sosial para PMKS telah tertangani dengan berbagai upaya
pemberdayaan, pelayanan, rehabilitasi, dan perlindungan sosial, namun dukungan dan
peran stake holder masih sangat diperlukan untuk menanganinya secara profesional
dan berkesinambungan.
Di sisi lain, jumlah penduduk miskin (penduduk yang berada di bawah Garis
Kemiskinan) di Kota Magelang pada tahun 2018 mencapai 9.590 orang (7,87%)
berkurang dibandingkan dengan penduduk miskin pada tahun 2017 yang berjumlah
10.630 orang (8,75%). Garis Kemiskinan di Kota Magelang pada tahun 2018 sebesar
Rp. 476.582,-.
Pengurangan jumlah penduduk miskin ini ditandai dengan peningkatan tenaga kerja di
Kota Magelang. Menurut data dari Kota Magelang dalam Angka tahun 2019, tenaga
kerja yang dapat diserap dari berbagai sektor di Kota Magelang meningkat dari 4989
pekerja pada tahun 2017 menjadi 6875 pekerja pada tahun 2018. Perkembangan
perdagangan, hotel, dan restoran merupakan salah satu sektor paling besar dalam
yang telah ada harus diikuti dengan kesadaran sumber daya kesehatan dan
masyarakatnya untuk turut serta memelihara sehingga sarana prasarana tersebut
akan dapat mempunyai umur efektif yang lebih panjang.
Sarana kesehatan yang ada saat ini di seluruh wilayah Kota Magelang dan juga
Meskipun hanya PUSKESMAS Pembantu, sarana kesehatan tersebut telah mampu
membantu masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan tingkat pertama.
pertama.
Sementara fasilitas kesehatan yang ada di kota Magelang saat ini berjumlah 7 unit
yaitu, Rumah Sakit Umum 5 buah, Rumah Sakit Jiwa 1 unit. Selengkapnya lokasi
penyebaran fasilitas kesehatan di Kota Magelang dapat dilihat pada tabel berikut
This website stores data such as
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
Tabel 2.13. Penyebaran Rumah Sakit di Kota Magelang Tahun 2017
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Untuk sarana kesehatan di Kota Magelang berjumlah 17 unit yang terdiri 5 puskesmas dan
12 puskesmas pembantu. Selain itu, terdapat tenaga kesehatan yang berjumlah 1882 orang
terdiri dari 231 dokter, 187 bidan, dan 1464 perawat. Untuk lebih detail, dapat dilihat pada
tabel 2.14
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Ketersediaan fasilitas peribadatan di Kota Magelang jika dilihat pada kondisi eksisting yang
ada saat ini sudah sangat mencukupi. Sehingga dalam pengembangannya hanya
berorientasi pada perbaikan atau peningkatan kondisi dari fasilitas peribadatan yang ada.
Pengembangan kawasan peribadatan penting diarahkan di seluruh unit BWK yang ada di
Kota Magelang dengan luas keseluruhan ± 2,80 ha.
Fasilitas peribadatan yang ada di Kota magelang saat ini berjumlah 413 buah yaitu, Masjid
160 buah, Mushola 217 buah, Gereja Katholik 2 buah, Gereja Kristen 26 buah, Wihara 2
buah, Klenteng 2 buah dan fasilitas ibadah lainnya sebanyak 4 buah. Selengkapnya fasilitas
peribadatan yang berada di Kota Magelang dapat dilihat pada tabel berikut
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Sementara pemeluk agama di Kota Magelang pada tahun 2018 didominasi oleh pemeluk
agama Islam yaitu sebanyak 110.302 orang, pemeluk agama Katholik 6.867orang, pemeluk
agama Kristen 12.118 orang, pemeluk agama Budha 597 orang, pemeluk agama Hindu 123
oarang, pemeluk agama Konghucu 9 orang dan pemeluk agama lainnya sebanyak 14 orang.
Selengkapnya data mengenai jumlah penduduk yang memeluk agama masing-masing di
Kota Magelang dapat dilihat pada tabel berikut
Lainnya 17 17 17 22 14
Privacy Policy
Sumber : Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Magelang Tahun 2020
Marketing
Personalization
2.2.8. Sarana Transportasi
Analytics
Jika dilihat secara makro pola jaringan jalan yang ada di Kota Magelang adalah Peningkatan
jalan yang sudah ada, terutama ruas jalan yang menghubungkan antara Kota Magelang
dengan Yogyakarta dan Kota Magelang arah Temanggung menjadi jalan kolektor primer.
Peningkatan dan pembangunan jaringan jalan tersier atau jaringan jalan lokal, yaitu jaringan
jalan yang menghubungkan antar
an tar desa-desa
desa -desa yang ada dan antara
an tara pusat kecamatan dengan
desa-desa pusat pertumbuhan (DPP) yang ada di masing-masing [Link]
pelaksanaan pembangunan/peningkatan ruas jalan di Kota Magelang yang dicanangkan
sebagai jalan akses dan pengembangan ke kawasan [Link]
[Link] selengkapnya
mengenai rencana pengembangan sistem transportasi di Kota Magelang dapat dilihat pada
gambar berikut.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Gambar 2.4. Peta Infrastruktur Jalan Kabupaten Magelang dan Kota Magelang
Total panjang jalan saat ini di Kota Magelang adalah 118,92km dengan jenis jalan yang
sudah beraspal permukannya, sedangkan kondisi jalan tersebut saat ini adalah, kondisi baik
70,08 km, kondisi sedang 38,98 km dan kondisi rusak 9,15 km serta rusak berat 0,7 km.
Selengkapnya data mengenai data jalan dan kondisi jalan yang berada di Kota Magelang
dapat dilihat pada tabel berikut
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
2.2.9. Telepon
Berbicara mengenai telepon tidak lepas dari bidang informasi dan komunikasi. Ilmu
pengetahuan dan teknologi (Iptek) di bidang informasi dan komunikasi mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Kemajuan teknologi memberi kontribusi signifikan
terhadap terjadinya perubahan dan kemajuan di dunia modern. Dengan pesatnya kemajuan
teknologi informasi dan komunikasi begitu cepat berkembang dan menyebar nyaris
tanpa batas. Ilmu pengetahuan dan teknologi cepat menyebar, ditirukan dan
dimanfaatkan di seluruh penjuru dunia, suatu langkah menuju efektivitas dan efisiensi
yang tinggi. Keluasan dan ketinggian keilmuan ditunjukkan dengan daya respons yang
cepat dan kemampuan dalam menyerap informasi dan melakukan komunikasi timbal
balik dari apa yang
yan g tidak diketahui menjadi diketahui.
Analytics
2.2.10. Kawasan Strategis
Save Accept All
Faktor-faktor yang merupakan daya dukung kota, dan yang menjadi potensi bagi
pengembangan kota telah di akomodasi kedalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang
(RPJP) Kota Magelang Tahun 2005-2025 dan juga dalam dokumen Rencana Tata Ruang
Wilayah (RTRW) Kota Magelang Tahun 2011-2031. Kedua dokumen tersebut menjadi
KAWASAN BUDIDAYA
Arahan pengunaan lahan kawasan budidaya Kota Magelang berdasarkan Kota Magelang
Tahun 2011-2031 adalah :
Kawasan Permukiman
tidak memiliki lahan untuk bermukim. Kawasan yang masih memungkinkan adanya
pengembangan permukiman adalah BWK III dan V.
Kawasan Perdagangan/Jasa
Pengembangan kawasan perdagangan/jasa diarahkan di sekitar jalan arteri primer di BWK
IV khusus untuk perdagangan/jasa skala regional, jalan arteri sekunder di BWK I, BWK II,
BWK IV dan BWK V dan jalan lokal primer/sekunder di BWK I dengan luas keseluruhan ±
120,86 ha.
Kawasan Perkantoran
Ketersediaan fasilitas peribadatan di Kota Magelang jika dilihat pada kondisi eksisting yang
ada saat ini sudah sangat mencukupi. Sehingga dalam pengembangannya hanya
berorientasi pada perbaikan atau peningkatan kondisi dari fasilitas peribadatan yang ada.
Pengemba-ngan kawasan peribadatan penting diarahkan di seluruh unit BWK yang ada di
Kota Magelang dengan luas keseluruhan ± 2,80 ha.
Kawasan Rekreasi/Olah Raga
Rencana pengembangan kawasan rekreasi di Kota Magelang diarahkan dalam dua bentuk,
yaitu rekreasi terbuka dan rekreasi tertutup.
Untuk rekreasi terbuka direncanakan dengan memanfaatkan arena olahraga, lapangan dan
taman-taman kota yang direncanakan ada di setiap pusat kawasan sebagai sarana interaksi
sosial bagi masyarakatnya. Untuk rekreasi yang tertutup direncanakan berbentuk sarana
rekreasi bioskop, tempat olahraga, arena permainan dan sebagainya. Fasilitas rekreasi
tersebut berada pada kawasan pusat kota dan sub pusat kota, serta kawasan perdagangan
terutama yang berupa pasar swalayan. Sarana (fasilitas) rekreasi/olah raga yang diarahkan
untuk dikembang-kan di kawasan rekreasi/olah raga antara lain meliputi objek wisata,
taman, stadion, gedung olah raga, dan sarana rekreasi/olah raga lain.
Fasilitas dan/atau kegiatan lain yang mendukung perikehidupan dan penghidupan ekonomi,
sosial dan budaya yang layak dan dapat dikembangkan di kawasan rekreasi/olah raga
antara lain fasilitas rekreasi/olah raga skala lokal, kesehatan skala lokal, peribadatan skala
lokal, gedung pertemuan, gedung kesenian/ pertunjukan, dan kegiatan-kegiatan lain yang
layak peruntukannya. Pengembangan kawasan rekreasi olah raga diarahkan di BWK II, BWK
III dan BWK V dengan luas keseluruhan ± 89,39 ha.
Kawasan Industri/Perdagangan
This websiteDalam
stores penataan
data such asruang untuk industri di wilayah Kota Magelang ini, diprioritaskan untuk
cookies to sedang
enable essential site
dan industri kecil/rumah tangga yang rata-rata berkembang dikawasan permukiman,
functionality, as well as marketing,
sehingga perlu diatur dengan dukungan penyediaan prasarana sarana seperti pengelolaan
personalization, and analytics. You
may change limbah dan at showroom
your settings any time sekaligus outlet sebagai sarana promosi dan pemasaran.
or accept the default settings. kawasan industri/ perdagangan diarahkan di BWK IV dengan luas
Pengembangan
keseluruhan ± 68,03 ha.
Kawasan Militer
Privacy Policy
Marketing
Kawasan militer, sebagaimana kondisi yang ada saat ini, di luar kawasan-kawasan milik TNI
yang pemanfaatannya untuk fungsi non kemiliteran lain (seperti lapangan golf, gedung
Personalization
pertemuan A. Yani, gelanggang remaja dan lainnya) berada di BWK II, BWK III dan BWK V
Analytics
dengan luas keseluruhan ± 151,05 ha.
Save Accept All
Kawasan Pertanian
Pengembangan kawasan pertanian diarahkan di BWK II, BWK III, BWK IV dan BWK V dengan
luas keseiuruhan ± 185,56 ha.
Kawasan Terbuka Non Hijau
Adapun RTNH yang ada di Kota Magelang, meliputi : plasa, parkir, lapangan olahraga, tempat
bermain dan rekreasi, pembatas (median jalan), dan koridor rumah. Pengembangan RTNH
merupakan salah satu alternatif untuk penganti RTH yang bisa di terapkan pada kawasan-
kawasan padat di Kota Magelang.
Kawasan Transportasi (Terminal)
Sarana (fasilitas) terminal yang diarahkan untuk dikembangkan di kawasan terminal antara
lain meliputi terminal regional, terminal angkutan kota dan terminal barang. Fasilitas
dan/atau kegiatan lain yang mendukung perikehidupan dan penghidupan ekonomi, sosial
dan budaya yang layak dan dapat dikembangkan di kawasan terminal antara lain fasilitas
perdagangan skala lokal (kios), kesehatan skala lokal, peribadatan skala lokal, dan kegiatan-
kegiatan lain yang layak peruntukannya. Pengembangan kawasan terminal diarahkan di BWK
Kawasan pemakaman merupakan kawasan budidaya yang mempunyai fungsi utama dan
satu-satunya sebagai tempat pemakaman umum ataupun taman makam pahlawan.
Pengembangan kawasan pemakaman diarahkan di seluruh unit lingkungan atau BWK yang
ada di Kota Magelang dengan luas keseluruhan ± 35,65 ha.
Pengembangan kawasan khusus sektor informal untuk PKL secara umum dapat
dikembangkan di daerah-daerah yang merupakan simpul-simpul perdagangan, memiliki
tingkat aksesibilitas untuk dijangkau dengan berjalan kaki, ruang terbuka aktif, daerah-
daerah yang memiliki tingkat keramaian dan merupakan area bebas yang cukup luas dan
memiliki potensi untuk dikunjungi penduduk sebagai lokasi untuk bersantai dan melepas
lelah. Arahan pengembangan kawasan khusus sektor informal untuk PKL dapat
dikembangkan dan ditata di kawasan Jalan Jenggolo dengan melakukan penutupan akses di
malam hari di Jalan Pajajaran dan Jalan Pajang. Kawasan khusus ini diperuntukan bagi
pedagang kuliner khas Kota Magelang dan sekitar (yang berupa makanan unggulan).
This website stores data area
Sedangkan such as
untuk mewadahi PKL di waktu siang hari adalah di sepanjang jalan Pemuda
cookies to dengan
enable essential site
memanfaatkan
functionality, as well as marketing,
personalization,
jalur and analytics.
lambat. You
Pedagang yang diwadahi adalah yang berjualan barang aksesories serta
may change your settings at any time
kerajinan khas Kota Magelang, dan barang yang bersifat barang kering. Pengembangan PKL
or accept the default settings.
di sebelah utara Kota Magelang akan diakomodasi di Kawasan Armada Estate dengan
membuka waktu berjualan di siang dan malam hari di sekitar tanah kosong milik Armada
Privacy Policy
Estate. Secara spasial rencana pola ruang Kota Magelang dapat dilihat pada Peta Rencana
Pola Ruang Kota Magelang dibawah.
Marketing
Personalization
Analytics
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Dari seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Tengah terlihat bahwa hanya 38% atau kurang dari 13
Kabupaten Kota yang sudah memiliki kebijakan terkait dengan pelestarian dan
pengembangan adat istiadat dan nilai-nilai sosial budaya
budaya masyarakat, sedangkan
sedangkan 62% atau
22 Kabupaten /Kota belum memiliki kebijakan terkait dengan pelestarian dan
pengembangan adat istiadat dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat. Masih tingginya
presentase kabupaten dan kota yang belum memiliki kebijakan yang dimaksud
This websitemenunjukkan
stores data suchbahwa
as masih rendahnya konsentarasi kabupaten/kota dalam mengatur dan
cookies to mengelola
enable essential site
pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan nilai-nilai sosial budaya
functionality, as well as marketing,
masyarakat segi pembuatan kebijakan. Belum adanya kebijakan di beberapa
personalization, and analytics. You
Kabupaten/Kota seperti di atas diakibatkan beberapa alasan yang cukup beragam atara
may change your settings at any time
lain;
or accept the sedang
default dalam proses pembuatan, sedang menyiapkan draf SK Bupati tentang
settings.
pembentukan kelompok kerja pelestarian dan pengembangan adat istiadat dan nilai sosial
budaya masyarakat, belum menerima Permendagri tentang kerja pelestarian dan
Privacy Policy
pengembangan adat istiadat dan nilai sosial budaya masyarakatmasyarakat , kemudian
kemudian masih
Marketing
mengandalkan pelaku budaya yang ada di daerah.
Personalization
Urusan Kebudayaan diindikasikan dalam 7 indikator yang mencakup 7 target. Ketujuh
indikator tersebut, terdistribusi ke dalam 1 indikator yang termasuk dalam sasaran
Analytics
terdatanya lembaga/ kelompok seni dan budaya, 4 indikator yang termasuk dalam sasaran
Save Accept
meningkatnya All
pembinaan lembaga/ kelompok seni dan budaya, serta 2 indikator yang
termasuk dalam sasaran terpeliharanya museum dan peninggalan purbakala serta cagar
budaya.
Indikator yang kinerjanya telah tercapai adalah: jumlah festival seni dan budaya, jumlah
gedung kesenian, jumlah museum yang dikelola, dan Jumlah Benda, Situs dan Kawasan
Cagar Budaya yang dilestarikan. Sedangkan indikator yang akan tercapai yaitu jumlah
kelompok seni dan budaya, rasio kelompok seni dan budaya yang dibina, dan frekuensi temu
pelaku seni dan budaya.
Apabila ditinjau per sasaran, sasaran terdatanya lembaga/ kelompok seni budaya dengan
indikator jumlah kelompok seni dan budaya di Kota Magelang dikategorikan akan tercapai
dengan capaian 162 kelompok dari target 163 kelompok pada tahun 2013 dan 165
kelompok pada tahun 2015. Kelompok seni dan budaya di Kota Magelang meliputi
kelompok-kelompok drum band, kubro siswo, kuntulan, ketoparak, jathilan, wayang orang,
dagelan/ lawak, karawitan, orkes keroncong, samproh/ kasidah, orkes melayu, group band,
grup tari, seni lukis/seni rupa, tari jawa tradisional, wayang kulit, dalang, dekorasi, seni
pahat, dan campursari.
Sasaran meningkatnya pembinaan lembaga/ kelompok seni dan budaya dengan 4 indikator,
dengan capaian 2 indikator telah tercapai yaitu jumlah festival seni dan budaya dan jumlah
gedung kesenian, sedangkan 2 indikator lainnya akan tercapai yaitu rasio kelompok seni dan
budaya yang dibina dan frekuensi temu pelaku seni dan budaya.
Festival seni dan budaya yang diikuti delegasi Kota Magelang pada tahun 2013 sebanyak 4
kali sesuai dengan target yang ditetapkan, yaitu pengiriman duta seni dan budaya dari Kota
Magelang pada Apeksi di Palangkaraya, Parade Seni di Semarang, Pentas Seni di PRPP Jawa
Tengah di Semarang dan Parade Seni di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta.
Disamping itu, berbagai atraksi kesenian dan budaya seperti Wayang Kulit, Kuntulan, Jatilan
dan Topeng Ireng juga ditampilkan dalam rangkaian Prosesi Hari Jadi Kota Magelang yang
tahun 2013 telah disyahkan Peraturan Daerah Nomor 10 tahun 2013 tentang pelestarian
Benda Cagar Budaya. Sebagai tindak lanjut dan untuk operasional Perda tersebut, maka
pada tahuntergolong
situs yang 2014 direncanakan
benda cagardisusun
budaya Peraturan [Link]
perlu diinventarisir Berbagai benda,
dengan bangunan,
[Link]
inventarisasi benda cagar budaya, diperlukan pula mekanisme pelestarian berbagai benda,
situs dan kawasan cagar budaya baik yang dikelola pemerintah maupun masyarakat.
Mekanisme pelestarian itu dapat berupa fasilitasi pemerintah kepada masyarakat dalam
bentuk stimulan ataupun reward bagi masyarakat agar secara sadar berpartisipasi menjaga
dan melestarikan berbagai benda, situs, dan kawasan cagar budaya.
Beberapa hal yang perlu mendapat perhatian pada tahun 2015 adalah peningkatan kualitas
This websitesumber daya
stores data suchmanusia
as seni dan budaya, pembinaan seni dan budaya serta fasilitasi
cookies to penyelenggaraan
enable essential site berbagai even seni dan budaya yang dikemas secara atraktif dan menarik
functionality, as well
serta as marketing,
berskala regional untuk mendukung dan mensukseskan program Ayo ke Magelang
personalization, and analytics. You
Tahun 2015. Pelestarian dan pengelolaan Benda, Situs dan Kawasan Cagar Budaya perlu
may change your settings at any time
lebih
or accept the dioptimalkan,
default settings. promosi seni dan budaya daerah perlu ditingkatkan dengan
memanfaatkan berbagai media dan tekhnologi informasi. Selain itu perlu diantisipasi
terjadinya degradasi nilai-nilai moral, etika, budaya dan jati diri bangsa sebagai akibat
Privacy Policy
pengaruh kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan budaya bangsa dan berpotensi
Marketing
merusaktatanan norma dan budaya bangsa.
Personalization
Di Kota Magelang memiliki eksistensi adat istiadat dan budaya lokal. Adapun banyak dan
bentuk nilai adat istiadat dan budaya local yang ada di Kota Magelang antara lain sebagai
Analytics
berikut :
Save Accept All
Nyadaran, Ruwat Bumi, Selapanan, Bersih Desa, Sungkeman, Shilaturahmi, Slametan,
Sambatan, Acara Kelahiran, Perkawinan, Peringatan Bulan Jawa, Ritual masyarakat Padusan
dll.
Bayi : Mitoni, Tingkeban,
Tingkeban, Tedak siti.
Orang meninggal: Peringatan satu hari, tiga hari, empat puluh hari, seratus hari, seribu hari.
Kesehatan lingkungan sangat didukung oleh sanitasi yang baik dan itu penting bagi
kehidupan masyarakat maupun keberlangsungan kehidupan sebuah negara dan
menggambarkan kompleksitas permasalahan sanitasi, tidak hanya terkait permasalahan
fisik perkotaan namun juga permasalahan non-fisik, dan melibatkan berbagai pemangku
kepentingan di sebuah wilayah. Fakta saat ini menunjukkan bahwa perbaikan fisik tidak
serta merta
mengarah pada perbaikan kesehatan apabila tidak disertai perbaikan non-fisik berupa
perilaku higienis dari masyarakat. Maka segala upaya yang dilakukan pemerintah tidak akan
This website stores data such as
cookies to berhasil tanpasite
enable essential adanya kemauan dan kemampuan masyarakat untuk berpartisipasi dalam
pembangunan
functionality, sektor sanitasi. Upaya perbaikan kondisi sanitasi mensyaratkan kerjasama
as well as marketing,
personalization,
antaraandberbagai
analytics. You
pemangku kepentingan terkait, utamanya masyarakat dengan pemerintah,
may change your settings at any time
untuk mendapatkan hasil pembangunan yang efektif dan efisien.
or accept the default settings.
Di Indonesia, upaya perbaikan kondisi sanitasi telah dilakukan pemerintah beberapa tahun
terakhir, hingga akhirnya lahir Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman
Privacy Policy
(PPSP).
Marketing
Kota Magelang merupakan salah satu kota yang dilibatkan, terintegrasi dengan pemerintah
Personalization
provinsi dan pusat. Pada tingkat provinsi, koordinasi dilakukan dengan Pokja Provinsi
Analytics
sedangkan pada tingkat pusat koordinasi kebijakan dilakukan oleh komisi pengendali dan
tim teknis pembangunan sanitasi yang menyatukan semua pemangku kepentingan utama
Save Acceptpemerintah
dari lingkungan All (BAPPENAS, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Dalam
Negeri, Departemen Keuangan, Kementrian Lingkungan Hidup dan Departemen
Perindustrian) dan didukung oleh mitra pembangunan Indonesia dan lembaga donor
internasional dibawah payung kelompok donor sanitasi. Di Kota Magelang, Badan
Melihat kondisi Masyarakat di Kota Magelang terkait dengan pola hidup bersih dan sehat
tersebut masih beragam kondisinya, hal ini terkait dengan kondisi Sosial Ekonomi masing –
masing Wilayah, kondisi
kondisi Geografis Wilayah dan akses terhadap
terhadap program Pemerintah Kota
Magelang Bidang Sanitasi yang implementasinya bisa dalam bentuk fisik berupa :
a. Pembangunan saluran air, turap, gorong – gorong, WC umum, dsb oleh DPU atau
Program Pembangunan berbasis Masyarakat (PNPM, SLBM, PKP, dsb) yang
pendanaannya dari APBN atau Lembaga Donor .
b. Pengelolaan sistem persampahan, limbah rumah tangga dan drainase lingkungan oleh
Pemerintah Kota Magelang dalam rangka mendukung Masyarakat untuk berperilaku
This website stores data such as
hidup bersih dan sehat.
cookies to enable essential site
functionality, as well as
Adapun marketing,
kegiatan non fisik saat ini juga telah di koordinir serta digalakkan oleh beberapa
personalization, and analytics. You
SKPD yang merupakan bagian dari tugas pokok dan fungsinya seperti :
may change your settings at any time
or accept the default settings.
a. Kegiatan Bersih Lingkungan yang digalakkan oleh BPMPKB
b. Gertak oleh Dinas Kesehatan, dsb.
Privacy Policy
c. Penyuluhan KB secara rutin kepada Masyarakat
Marketing
d. Pengecekan air bersih rumah tangga dari wabah nyamuk Malaria dan Demam berdarah
Personalization
oleh para Jumantik secara berkala
Analytics
e. Pemilahan sampah secara intensif oleh para Jumilah (juru pemilah sampah) yang
Save dikoordinir
Accept oleh
All Kantor LH
f. Konsistensi terhadap pelayanan kesehatan masyarakat oleh puskesmas induk dan
pembantu sesuai dengan jadwal yang berlaku ( pukul 07.00 – 15.30 WIB), hal ini tentu
berbeda dengan kondisi di Daerah lain yang pada umumnya hanya berlaku jadwal
b. Sistem pengelolaan limbah rumah tangga yang tidak komprehensif sehingga meskipun
secara fisik memiliki MCK namun buangan limbahnya masuk ke sluran drainase tanpa
adanya pengolahan terlebih dahulu.
c. Belum adanya regulasi terkait dengan pengelolaan air limbah domestik.
Kondisi sanitasi di Kota Magelang dibeberapa sector adalah sebagai berikut :
1. Tatanan Sanitasi Sekolah
Kondisi Sanitasi di Sekolah sudah tergolong cukup baik, hal ini terkait dengan Sumber Air
Bersih yang pada umumnya diperoleh dari PDAM dan Sumur Pompa Tangan, Jumlah
Toilet/WC yang cukup memadai, dan dibersihkan secara rutin oleh petugas kebersihan pada
masing – masing Sekolah. namun ada beberapa permasalahan yang sampai saat ini belum
dapat terselesaikan adalah :
a. kesadaran siswa untuk membuang sampah pada tempatnya,
b. promosi hygiene pada sekolah – sekolah untuk membangun kesadaran dan prinsip –
prinsip etika dalam menjaga kebersihan, terlebih adalah membangun pola pikir dalam
rangka menumbuhkan jiwa inovatif di kalangan siswa Sekolah dibidang sanitasi
lingkungan.
This website stores data such as
Secara umum telah tersedia fasilitas sanitasi di Sekolah/ Pesantren baik dari sumber air
cookies to enable essential site
bersih,
functionality, as well jumlah toilet, persediaan sabun dan petugas kebersihan namun belum memiliki
as marketing,
tempat
personalization, and kencing, hanya sekitar 40% dari Sekolah yang ada tersebut yang memiliki tempat
analytics. You
may change your settings at any time
kencing.
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Personalization
a. Infrastruktur kawasan permukiman kumuh
Analytics
b. Infrastruktur permukiman RSH
c.
Save Rusunawa
Accept beserta
All infrastruktur pendukungnya
Gambar 2.7. Alur Program Pengembangan Permukiman
Dalam pengembangan permukiman terdapat kriteria yang menentukan, yang terdiri dari
kriteria umum dan khusus, sebagai berikut.
A. Umum
▪ Ada rencana kegiatan rinci yang diuraikan secara jelas.
▪ Indikator kinerja sesuai dengan yang ditetapkan dalam Renstra.
▪ Kesiapan lahan (sudah tersedia).
▪ Sudah tersedia DED.
▪ Tersedia Dokumen Perencanaan Berbasis Kawasan (SPPIP, RPKPP, Masterplan Kws.
Agropolitan & Minapolitan, dan KSK)
This website stores data such as
cookies to enable Tersedia
▪ essential siteDana Daerah untuk Urusan Bersama (DDUB) dan dana daerah untuk
functionality, as wellpembiayaan
as marketing, komponen kegiatan sehingga sistem bisa berfungsi.
personalization, and analytics. You
may change your ▪ settings
Ada unitat any time
pelaksana kegiatan.
or accept the default settings.
▪ Ada lembaga pengelola pasca konstruksi.
B. Khusus
Privacy Policy
Rusunawa
Marketing
▪ Kesediaan Pemda utk penandatanganan MoA dalam Rangka penanganan Kws.
Personalization
Kumuh
Analytics
▪ Kesanggupan Pemda menyediakan Sambungan Listrik, Air Minum, dan PSD
Save Accept All
▪ lainnya
▪ Ada calon penghuni
RIS PNPM
▪ Sudah ada kesepakatan dengan Menkokesra.
▪ Desa di kecamatan yang tidak ditangani PNPM Inti lainnya.
▪ Tingkat kemiskinan desa >25%.
▪ Wali Kota menyanggupi mengikuti pedoman dan menyediakan BOP minimal 5% dari
BLM.
Selain kriteria kesiapan seperti di atas terdapat beberapa kriteria yang harus
diperhatikan dalam pengusulan kegiatan pengembangan permukiman seperti untuk
penanganan kawasan kumuh di perkotaan. Mengacu pada UU No. 1/2011 tentang
Perumahan dan Kawasan Permukiman, permukiman kumuh memiliki ciri (1)
ketidakteraturan dan kepadatan bangunan yang tinggi, (2) ketidaklengkapan prasarana,
sarana, dan utilitas umum, (3) penurunan kualitas rumah, perumahan, dan permukiman,
serta prasarana, sarana dan utilitas umum, serta (4) pembangunan rumah, perumahan,
dan permukiman yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang wilayah. Lebih lanjut
kriteria tersebut diturunkan ke dalam kriteria yang selama ini diacu oleh Ditjen. Cipta
Karya meliputi sebagai berikut:
A. Vitalitas Non Ekonomi
a. Tingkat kepentingan kawasan dalam letak kedudukannya pada wilayah kota, apakah
apakah kawasan itu strategis atau kurang strategis.
b. Fungsi kawasan dalam peruntukan ruang kota, dimana keterkaitan dengan faktor
This website stores data such as
ekonomi
cookies to enable essential sitememberikan ketertarikan pada investor untuk dapat menangani kawasan
functionality, as wellkumuh yang ada. Kawasan yang termasuk dalam kelompok ini adalah pusat-pusat
as marketing,
personalization, andaktivitas
analytics. bisnis
You dan perdagangan seperti pasar, terminal/stasiun, pertokoan, atau
may change your settings at any time
or accept the default settings.
fungsi lainnya.
c. Jarak jangkau kawasan terhadap tempat mata pencaharian penduduk kawasan
permukiman kumuh.
Privacy Policy
[Link]. Penataan Bangunan dan Lingkungan
Marketing
Penataan bangunan dan lingkungan adalah serangkaian kegiatan yang diperlukan sebagai
Personalization
bagian dari upaya pengendalian pemanfaatan ruang, terutama untuk mewujudkan
Analytics
lingkungan binaan, baik di perkotaan maupun di perdesaan, khususnya wujud fisik
bangunan gedung dan lingkungannya.
Save Accept All
Program dan Kegiatan untuk sektor PBL Kota Magelang mengacu pada Lingkup Tugas Din
PU untuk sektor PBL yang dinyatakan pada Permen PU No. 8 Tahun 2010, seperti yang telah
dijelaskan pada [Link] 4. 4.2.1.
Pada Permen PU No.8 tahun 2010, dijabarkan kegiatan dari Direktorat PBL meliputi:
A. Kegiatan Penataan Lingkungan Permukiman
Dengan kegiatan yang terkait adalah penyusunan Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan (RTBL), Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK), pembangunan
prasarana dan sarana lingkungan permukiman tradisional dan bersejarah, pemenuhan
Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di
perkotaan.
a. RTBL (Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan)
RTBL berdasarkan Permen PU No. 6 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Rencana
Tata Bangunan dan Lingkungan didefinisikan sebagai panduan rancang bangun
suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan
ruang, penataan bangunan dan lingkungan, serta memuat materi pokok ketentuan
program bangunan dan lingkungan, rencana umum dan panduan rancangan,
rencana investasi, ketentuan pengendalian rencana, dan pedoman pengendalian
pelaksanaan pengembangan lingkungan/kawasan. Materi pokok dalam Rencana
Tata Bangunan dan Lingkungan meliputi:
• Program Bangunan dan Lingkungan;
• Rencana Investasi;
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Identifikasi kebutuhan sektor Penataan Bangunan dan Lingkungan Kota Magelang untuk
jangka waktu 5 tahun ke depan dengan mengacu pada program dan capaian Renstra
Nasional dan RPJMD, sebagaimana tergambarkan pada tabel berikut
Tabel 2.19. Kebutuhan sektor Penataan Bangunan dan Lingkungan
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
o Sudah memiliki RTBL atau merupakan turunan dari lokasi perencanaan RTBL (jika
luas kws perencanaan > 5 Ha) atau.
o Turunan dari Tata Ruang atau masuk dlm skenario pengembangan wilayah (jika luas
perencanaan < 5 Ha).
o Komitmen pemda dalam rencana pengembangan dan investasi Pemerintah daerah,
swasta, masyarakat yang terintegrasi dengan Rencana Tata Ruang dan/atau
pengembangan wilayahnya.
o Kesiapan pengelolaan oleh stakeholder setempat.
Kriteria Khusus
o
Kesiapan pengelolaan oleh stakeholder setempat.
e. Kriteria Fasilitasi Penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK):
o Ada Perda Bangunan Gedung;
o Kota/Kabupaten dengan jumlah penduduk > 500.000 orang;
o Tingginya intensitas kebakaran per tahun dengan potensi resiko tinggi
o Kawasan perkotaan nasional PKN, PKW, PKSN, sesuai PP No.26/2008 ttg Tata
Ruang;
o Ada rencana pengembangan dan investasi Pemda, swasta, dan masyarakat;
o Kesiapan pengelolaan oleh stakeholder setempat.
f. Kriteria dukungan PSD Untuk Revitalisasi Kawasan, RTH Dan Permukiman
Tradisional/Ged Bersejarah:
o Mempunyai dokumen Rencana Tindak PRK/RTH/Permukiman Tradisional-
Bersejarah;
o Prioritas pembangunan berdasarkan program investasinya;
o Ada DDUB;
dalam kurun waktu 20 tahun ke depan untuk melayani aktivitas regional, kota dan
lokal setempat dan berungsi sebagai pusat
pusat aktivitas bisnis utama
utama di di Kota
Kota
Magelang.
4. Kawasan Pusat Transportasi dan Pergudangan di Soekarno-Hatta sebagai sarana
perpindahan moda angkutan antar regional antar kota-provinsi akan mempunyai
percepatan pembangunan tertinggi di Kota Magelang. Kawasan tersebut akan
mempengaruhi perubahan fungsi lahan di sekitarnya seperti layanan jasa,
perbengkelan, penginapan transit dan lain sebagainya.
5. Kawasan Sidotopo sebagai pusat bisnis baru di Kota Magelang (Pusat
This website stores data such as
Perdagangan,
cookies to enable essential site rekreasi/pariwisata, pendidikan dengan skala pelayanan lokal dan
functionality, as well asregional).
marketing,
personalization, and analytics. You
6. Kawasan
may change your settings GOR Samapta sebagai wahana rekreasi dan olahraga skala regional.
at any time
or accept the default settings.
7. Kawasan Sentra Perekonomian Lembah Tidar sebagai pusat perdagangan modern
dan tradisional skala regional.
Privacy Policy
8. Kawasan Kebonpolo sebagai pusat perdagangan kota dengan memadukan antara
Marketing kegiatan perdagangan dan transportasi.
Personalization
9. Kawasan Gunung Tidar sebagai kawasan lindung diluar kawasan hutan (paru-paru
Analytics Kota).
10. Kawasan wisata bangunan kuno sebagai alternatif pengembangan sektor jasa
Save Accept All
untuk mendukung peran Kota Magelang (MICE).
Mengacu kepada dasar pertimbangan tersebut diatas, strategi pembangunan
perkotaan Kota Magelang sampai dengan tahun 2031 sebagai berikut :
1. Pembagian zona pembangunan berdasarkan dominasi karakter fisik dan kegiatan,
serta rentang kendali (span of control) pembangunan oleh pemerintah terkait.
2. Pengaturan fungsi kota.
3. Pengamanan kawasan lindung.
4. Pengurangan ketergantungan kepada Kabupaten Temanggung, Kabupaten
Magelang, Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta.
5. Pengaturan dan pengarahan lokasi pengembangan jaringan infrastruktur regional.
Untuk mengembangkan wilayah Kota Magelang agar tidak terpusat di Kota Magelang,
maka fungsi Kota Magelang perlu disebarkan ke berbagai bagian wilayah. Untuk itu
dilakukan pembagian zona berdasarkan fungsi yang akan dikembangkan di masing-
masing zona tersebut. Aktivitas yang akan dikembangkan berdasarkan fungsinya
diarahkan kepada lokasi-lokasi yang bukan merupakan kawasan lindung dan lahan
sawah serta lahan yang belum terbangun.
Dalam ruang lingkup regional, Perwilayahan Pelayanan Kecamatan-kecamatan yang
berada di Kota Kota Magelang secara hirarkis mencakup seluruh wilayah administrasi
Kota Magelang. Konsepsi pengembangan dari konsep dasar tersebut mencakup Dalam
ketentuan peraturan zonasi Kota Magelang ditentukan untuk setiap zona pada lima
BWK yang ada. Zona yang ditetapkan pada tiap BWK adalah zona komersial, zona
perumahan, zona fasilitas pelayanan, zona industri, zona RTH, zona pertanian dan zona
[Link] pelayanan yang mengikuti kecenderungan pola penggunaan lahan dan
ketersediaan sarpras dan utilitas kawasan yang terbentuk antara lain :
1. Zona Komersil
2. Zona Perumahan
3. Zona Fasilitas Pelayanan
4. Zona Industri
This website [Link] suchRTH
Zona as
cookies to enable essential site
functionality, as well
[Link]
marketing,
Pertanian
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
7. settings.
or accept the default Zona Lindung
Analytics sebagainya.
− RTH : semua jenis RTH diperkenankan.
Save Accept All
− Pertanian : semua jenis kegiatan pertanian diperkenankan.
Jenis kegiatan yang diperbolehkan terbatas adalah :
−
Kegiatan perdagangan berupa toko.
− Semua kegiatan pelayanan yang diperkenankan.
Jenis kegiatan yang diperbolehkan bersyarat adalah :
− Kegiatan pelayanan maupun komersial yang mempunyai intensitas kegitan tinggi.
− FP4 dan FP5 dapat berada di jalan lokal, sedangkan FP1, FP2 dan FP3, minimal
berada pada jalan kolektor.
−
Fasilitas pendidikan, ditentukan bersyarat untuk fasilitas pendidikan dengan luas
lebih dari 200 m2 ditentukan bersyarat.
Personalization
− Semua jenis fungsi dengan bangunan gedung tidak diperkenankan pada zona ini,
kecuali bangunan penunjang zona.
Analytics
Arahan pengunaan lahan kawasan lindung Kota Magelang berdasarkan RTRW Kota
Magelang Tahun 2011-2031 adalah:
a. Kawasan Perlindungan Setempat yang meliputi : sempadan sungai dan ruang terbuka
hijau (hutan kota). Kota Magelang memiliki kawasan hutan lindung dan hutan wisata
yang keberadaannya sangat penting untuk memenuhi kebutuhan ruang terbuka hijau
kota, yaitu kawasan konservasi Gunung Tidar. Kelestarian Gunung Tidar perlu di jaga
dan dipertegas fungsinya, jika tidak semakin lama kawasan ini akan semakin
mengalami degradasi lingkungan, menginggat letak kawasan ini sangat strategis dinilai
dari sudut pandang investasi.
b. Kawasan Rawan Bencana Longsor merupakan kawasan yang diidentifikasi sering dan
berpotensi tinggi mengalami bencana longsoran. Daerah-daerah yang termasuk
kawasan rawan bencana longsor di Kota Magelang meliputi daerah yang terdapat di
sekitar DAS Progo dan Elo.
c. Mengintegrasikan fungsi dan pusat pelayanan di kota-kota di luar Kota Inti (Kota
Magelang), dalam rangka menyebarkan pusat pertumbuhan dan mengurangi beban
Kota Inti.
Laju penggunaan lahan terbangun di Kota Magelang mempunyai mem punyai kecenderungan
meningkat khususnya untuk jenis j enis guna lahan perumahan permukiman, dari total lahan
terbangun seluas 1.485,92 ha lebih dari 50% merupakan lahan perumahan permukiman
dan untuk jasa, perusahaan atau industri sekitar 23% lainnya merupakan prasarana
perkotaan. Pola sebaran penggunaan lahan baru untuk permukiman
permukiman lebih banyak
banyak
mengikuti polap ola sebaran permukiman lama, sedang untuk jasa, perusahaan atau industri
lebih cenderung mengikuti pola jaringan jalan utama pada lapis [Link]
keterbatasan sumber daya tanah yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Magelang,
dihadapkan pada kendala dalam pemanfaatan lahan oleh masyarakat maka perlu
This website stores data such as
dilakukan pembatasan dan pengaturan dalam tata guna lahan, sehingga penggunaan
cookies to enable essential site
lahan
functionality, akan
as well sesuai dengan peruntukannya.
as marketing,
personalization, and analytics. You
may change yourluas
Dari settings
lahanat any timeMagelang sekitar 1.812 Ha kurang lebih 1.504 ha atau 80% dari
Kota
luas
or accept the wilayah
default [Link] bersertifikat (HGB/HP/HM) dan sekitar 70 % dari lahan tersebut
digunakan untuk perumahan permukiman. Kepemilikan lahan oleh masyarakat
diperkotaan yang didasarkan pada luasan dan lokasi yang strategis masih didominasi
Privacy Policy
oleh kepemilikan modal yang kuat, sehingga masyakat yang hanya mempunyai modal
Marketing
terbatas makin tersingkir kepinggiran yang berakibat munculnya permukiman yang
kumuh (slum area) di wilayah-wilayah padat Kota Magelang.
Personalization
Analytics
Tabel 2.20. Capaian Indikator Kinerja Sasaran RPJMD Kota Magelang Tahun 2016-2021 pada Akhir Tahun 2018
INDIKATOR Capaian Target Realisasi Kinerja 2018
No TUJUAN SASARAN INDIKATOR KINERJA
TUJUAN 2017 2018 Kinerja Capaian
1 Meningkatkan sumber daya manusia aparatur yang berkualitas dan profesional dengan mengoptimalkan kemajuan teknologi sebagai dasar terciptanya pemerintahan daerah yang bersih serta
tanggap terhadap pemenuhan aspirasi masyarakat, mampu meningkatkan dan mengelola potensi daerah dalam rangka efektifitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat didukung partisipasi
masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat
1 Mewujudkan reformasi Indeks 1 Terwujudnya aparatur sipil 1 Persentase pegawai berkinerja baik 82,63% 97,00% 83,52% 86,10%
birokrasi dan tata kelola Reformasi negara yang profesional dan
2 Capaian SPM Kota Magelang 86,09% 70,00% 93,24% 133,20%
pemerintahan dengan Birokrasi organisasi perangkat daerah
aparatur professional dan yang efektif dilengkapi 3 Persentase pengelolaan kearsipan 47,00% 52,00% 53,29% 102,48%
berintegritas dengan norma standar dan persandian sesuai standar
pelayanan minimal dan
standar operasional
prosedur
2 Meningkatnya akuntabilitas 1 Nilai Opini BPK atas LKPD WTP WDP WTP 100,00%
kinerja penyelenggaraan
2 Indeks EKPPD 3,215 3,10 3,20 103,34%
pemerintahan serta
penegakan hukum dan HAM 3 Hasil implementasi SAKIP 55,78 56,00 60,05 107,23%
tanpa diskriminasi 4 Persentase pelaksanaan PATEN di 65,08% 55,00% 67,69% 123,06%
kecamatan
a KMU 64,48%
b KMT 63,72%
This website stores data such as c KMS 74,86%
cookies to enable essential site 5 Persentase penyusunan produk 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
hukum yang difasilitasi
functionality, as well as marketing,
2 Mewujudkan Indeks 1 Terwujudnya pemerintahan 1 Persentase PD dengan nilai 48,28% 60,60% 62,07% 102,43%
personalization, and analytics.
penyelenggaraan You
Kepuasan dengan pelayanan publik pelayanan baik
may change
pelayananyour
pemerintahan settings
publik
dan
yang at any time
Masyarakat yang responsive
2 Optimalisasi pemanfaatan 1 Persentase PD menerapkan e-Gov 100,00% 90,00% 100,00% 111,11%
or accept the defaultmelalui
responsif settings. Teknologi Informasi dan
2 Persentase pelayanan berbasis 100,00% 70,00% 100,00% 142,86%
optimalisasi tehnologi
Komunikasi untuk
informasi teknologi informasi
mendukung layanan Smart
City dalam pemerintahan
dan pelayanan publik
Privacy Policy 3 Terwujudnya perencanaan 1 Persentasi capaian sasaran 93,18% 93,00% 0,00%
daerah partisipatif berbasis pembangunan dalam RPJMD, RKPD,
Marketing data yang akurat dan Renstra, Renja
akuntabel
2 Persentase Publikasi data dan 90,99% 70,00% 97,81% 139,73%
Personalization
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 2 - 64
Analytics
1 Meningkatkan sarana Indek 1 Meningkatnya pemerataan 1 Rata-rata lama sekolah 9,14 10,46 10,29 98,37%
pendidikan, kesehatan, Pembangunan dan kualitas layanan
2 Persentase sekolah berstandar
dan perdagangan untuk Manusia pendidikan menuju
nasional
cookies to enable essential site 3 Meningkatnya kontribusi 1 Kontribusi sektor perdagangan pada 16,43% 17,11% 104,14%
functionality, as well as marketing, sektor industri usha mikro, PDRB
perdagangan dan jasa
personalization, and analytics. You lainnya bagi perekonomian
may change your settings at any time daerah
4 Terwujudnya sarana 1 Persentase sarana prasarana 50,00% 30,00% 50,00% 166,67%
or accept the default settings. prasarana pendidikan, penyedia layanan pendidikan menuju
kesehatan dan perdagangan standar inklusivitas (universal design)
yang maju mendukung Kota
Magelang modern
antar kelompok 2 Meningkatkan produktivitas 1 Prosentase sarana prasarana 75,00% 80,00% 80,00% 100,00%
pendapatan daerah dan ekonomi kreatif perekonomian milik Pemerintah Kota
Magelang dalam kondisi baik
2 Cakupan inovasi yang ditindaklanjuti 30,84% 29,00% 37,10% 127,94%
3 Meningkatnya ketahanan 1 Ketersediaan pangan utama beras 13.637 12.882 13.820 107,28%
pangan (ton)
3 Menurunkan 1. Tingkat 1 Meningkatnya lapangan 1 Persentase penyerapan tenaga kerja 65,00% 65,00% 65,00% 100,00%
pengangguran dan Pengangguran kerja
kemiskinan Terbuka (TPT)
2 Meningkatnya 1 Persentase Penurunan PMKS 9,61% 16,00% 5,07% 31,69%
2. Angka
kesejahteraan sosial,
Kemiskinan
penurunnya jumlah keluarga
miskin dan PMKS
4 Mengendalikan laju Angka 1 Terkendalinya laju 1 Rata-rata Jumlah Anak dalam 2 2 2 101,48%
pertumbuhan penduduk Pertumbuhan pertumbuhan penduduk dan Keluarga
untuk kesejahteraan Penduduk daya dukung lingkungan
masyarakat
5 Meningkatkan kesetaraan 1. IPG 1 Menurunnya kesenjangan 1 Persentase partisipasi perempuan di 6,37% 20,00% 20,00% 100,00%
This website stores data such as
gender 2. IDG gender lembaga pemerintah
2 Persentase partisipasi perempuan di 14,06% 23,00% 23,00% 100,00%
cookies to enable essential site lembaga swasta
functionality, as well as marketing, 3 Rasio KDRT 0,035% 0,055% 0,110% 200,00%
personalization,
4 and budaya
Mengembangkan potensi analytics. Youdaerah sebagai landasan pengembangan dan pembangunan pariwisata Kota Magelang
dan kesenian
may1change yourpelestarian
Mewujudkan settings Persentase
at any time 1 Pertumbuhan jenis kesenian 1 Persentase kelompok seni budaya 15,00% 14,50% 17,41% 120,07%
budaya dan kesenian kelompok seni dan adat budaya yang yang difasilitasi/ dibina dan
or accept the
daerah
default settings.
budaya yang dikembangkan dan situs dikembangkan
difasilitasi/ cagar budaya yang
2 Perlindungan situs atau bangunan 35 10 35 350,00%
dibina dan dilestarikan
cagar budaya
dikembangkan
Privacy Policy
2 Mengembangkan dan Kontribusi 1 Pertumbuhan daya tarik 1 Jumlah Wisatawan
mengelola destinasi pendapatan destinasi pariwisata yang
a. Nusantara (orang) ####### 1.138.140 1.309.326 115,04%
wisata sektor potensial
Marketing pariwisata b. Mancanegara (orang) 17.162 5.193 6.359 122,45%
terhadap PAD
Personalization
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 2 - 68
Analytics
GAMBARAN SPAM
EKSISTING KOTA
This website stores data such as
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
MAGELANG
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
3.1. UMUM
Kota Magelang lahir pada zaman Hindia Belanda dengan nama GementeeMagelang.
Pembentukan Gementee Magelang bersumber pada Installing Ordonantie tanggal 1 Februari
1906, seperti yang dimaksudkan padastaatsblad tahun 1906 nomor 125 tanggal 1 Maret
1906 dan dinyatakanberlaku pada tanggal 1 April 1906.
Mengingat air merupakan kebutuhan yangsangat penting bagi seluruh warga
masyarakatGamentee Magelang umumnya dan warga negara Belanda yang ada di
Gementee
This website stores dataMagelang
such as khususnya, makapemerintah saat itu mendirikan proyek air minum di
cookies to Kota
enableMagelang.
essential site
functionality, as well as marketing,
Berdasarkan
personalization, peraturan
and analytics. You pemerintah daerah yang dikenal sebagai “Verordening Voorde
may change your settings atDrinkwater
Gementelijke any time Leideng” Magelangtanggal 9 Oktober 1923/13 Desember 1923
or accept the default settings.
yang diundangkan dalamJavsche Courant tanggal 11 Januari 1924 nomor 4, maka
pengolahan airminum Gementee Magelang merupakan bagian dari program pemerintah
setempat.
Privacy Policy
Dengan beralihnya hak pemerintah Belanda ke Indonesia, makabadan pengelola ini berganti
Marketing
nama menjadi Dinas Air Minum. Jadikedinasan Air Minum Magelang merupakan kelanjutan
Personalization
dari apa yang telahdilakukan pada Zaman Hindia Belanda. Selanjutnya dengan
Analytics
adanyaperkembangan-perkembangan pengelolaan Air Minum di Kota Magelang, maka
berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 270 tahun 1978 dandiperbaharui dengan Peraturan
Save Accept All
Daerah Nomor 2 tahun 1989, kedinasanAir Minum Kota Magelang berubah statusnya
menjadi Perusahaan DaerahAir Minum. Kota Magelang. Sebagai Perusahaan Milik Daerah,
maka Perusahaan Daerah Air Minum Daerah Tingkat II Magelang diberi wewenang untuk
mengelola danmengusahakan sumber-sumber air minum yang ada, dengan tujuan
untukmeningkatkan daya guna dan daya kerja perusahaan daerah yang bergerakdibidang
penyediaan air minum sebagai satu unit kegiatan ekonomi yangberfungsi untuk
menyelenggarakan kemanfaatan umum (public utility).
KPDAM Kota Magelang melayani air minum masyarakat dengan sistemperpipaan.
Komponen sistem penyediaan air minum terdiri dari unit airbaku, unit produksi, unit
transmisi, unit distribusi dan unit [Link] pelayanannya, PDAM Kota Magelang
melayani wilayah kotaMagelang dan wilayah kabupaten Magelang.
Dasar pengelolaan PDAM Kota Magelang adalah sebagai berikut :
A. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Magelang Nomor 270 Tahun 1978
tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Kotamadya Daerah Tingkat II
Magelang.
B. Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Magelang Nomor 2 Tahun 1989 tentang
Perubahan Pertama atas Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Magelang
Nomor 270 Tahun 1978 tentang Pendirian Perusahaan Daerah A Air
ir Minum Kotamadya
Daerah Tingkat II Magelang.
C. Peraturan Daerah Kota Magelang No. 10 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas
Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Magelang
Magelang Nomor 270 Tahun 1978
D. Kepegawaian
Peraturan Daerah Kota Daerah
Perusahaan Magelang Nomor 11 Tahun
Air Minum 2009 tentang Organ dan
E. Peraturan Daerah Kota Magelang No. 6 Tahun 2016 tentang Perusahaan Umum Daerah
Air Minum Kota Magelang
Kota Magelang termasuk ke dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Progo-Opak-Serang. Sumber
air di Kota Magelang dapat digolongkan dari air pemukaan dan air tanah. Air permukaan
berupa sungai dan saluran [Link] potensi air tanahnya relatif bervariasi dengan
This website stores data such as
cookies to kedalaman antara
enable essential site 5 meter sampai dengan lebih dari 20 meter.
functionality, as well as marketing,
Untukand
personalization, kebutuhan air bersih Kota Magelang sampai saat ini bergantung pada sumber-sumber
analytics. You
may change airyour settings
yang adaatdianyluar
time wilayah Kota Magelang yaitu dari mata air yang berada di wilayah
or accept the default settings.
Kabupaten Magelang dan satu-satunya mata air yang berada di Kawasan Kota Magelang
adalah Mata Air Tuk Pecah. Sumber mata air yang dimanfaatkan untuk kebutuhan air bersih
di Kota Magelang saat ini adalah :
Privacy Policy
A. Mata air Wulung sebesar 60 lt/det.
Marketing
B. Mata air Kalegen sebesar 40 lt/det.
Personalization
C. Mata air Kalimas sebesar 210 lt/det
Analytics
c. Kelurahan Gelangan
d. Kelurahan Kemirirejo
e. Kelurahan Cacaban
f. Kelurahan Rejowinangun Utara
g. Kelurahan Rejowinangun Selatan
h. Sebagian Kecamatan Bandongan (wilayah Kabupaten Magelang)
C. Wilayah Selatan
Merupakan wilayah di bagian selatan Kota Magelang yang pelayanannya meliputi:
a. Kelurahan Rejowinangun Selatan
This website stores data such asJurangombo
b. Kelurahan
cookies to enable essential site
functionality, as c.
wellKelurahan
as marketing,
Tidar
personalization, and analytics. You
may change your [Link]
Magersari
at any time
or accept the default settings.
e. Sebagian Kecamatan Mertoyudan (wilayah kabupaten)
Privacy Policy
3.1.3. Cakupan Pelayanan
Marketing
PDAM Kota Magelang sebagai instansi penyedia jasa air minum mempunyai daerah
Personalization
pelayanan yang tersebar dalam 3 kecamatan di Kota Magelang dan sebagian wilayah
Kabupaten Magelang yang terlewati pipa PDAM Kota
Analytics
Magelang. Bardasarkan data dari PDAM Kota Magelang, pada akhir tahun 2017 melayani
Save Accept All
sekitar 26.252 pelanggan di wilayah Kota Magelang. Jumlah penduduk yang terlayani
sebanyak 107.772 jiwa atau 84,58% dari jumlah penduduk Kota Magelang sebanyak
130.857 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk yang dilayani Program Pansimas dari tahun
2013 – 2017 sebanyak 3,440 jiwa.
Tabel 3.1. Cakupan Pelayanan PDAM Kota Magelang
TAHUN
NO URAIAN
2013 2014 2015 2016 2017
1 Jumlah Penduduk Kota
Magelang (jiwa) 130.836 131.688 132.240 132.662 130.857
2 Jumlah Penduduk Yang
Dilayani Pansimas (jiwa) 3.440 3.440 3.440 3.440 3.440
3 Jumlah Penduduk Wilayah
Teknis PDAM (jiwa) 127.396 128.248 126.800 129.222 127.417
Jumlah pelanggan PDAM Kota Magelang berdasarkan kategori pelanggan dari tahun 2013-
Privacy Policy
Dari data tersebut menunjukkan bahwa setiap tahun terdapat kenaikan jumlah pelanggan
Marketing
PDAM sekitar 1-4 %. Kenaikan terbesar pada tahun 2017 dengan 4,58% [Link]
Personalization
tahun 2017 kategori pelanggan yang terbanyak adalah kategori pelanggan rumah tangga
sebanyak 50.201 (89,04%), yang terkecil sebesar 0,05% adalah kategori pelanggan khusus.
Analytics
3 Instan si Pemerintah
Instansi 511 518 532 539 538 2.05%
5 Industri 22 21 21 19 19 0.07%
A. Kualitas Air
Berdasarkan Laporan Hasil Audit Kinerja PDAM Kota Magelang No. LEV-121/PW12/4/2018
tanggal 25 Mei2018, kualitas air PDAM Kota Magelang belum memenuhi syarat yang
ditetapkan dalam Peraturan MenteriKesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tanggal
19 April 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minumdisebabkan karena PDAM belum
memiliki fasilitas treatment (WTP) dan jaringan yang mengolah air bakumenjadi air minum
disebabkan keterbatasan dana/investasi.
Berdasarkan hasil audit, PDAM Kota Magelang melakukan pengawasan kualitas air minum
oleh pihak eksternalpada tahun 2017 sebanyak 115 sampel yang terdiri dari :
a. 15 sampel dilakukan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian
This website stores data such
Penyakit as
(BBTKL PP) Yogyakarta di lokasi sumber air dengan pengujian 31 parameter
cookies to enable essential site
(23 parameter wajib dan 12 parameter tambahan) dengan hasil pemeriksaan 2 sampel
functionality, as well as marketing,
(13,33%) tidak sesuai persyaratan yaitu pH dan zat organik,
personalization, and analytics. You
may change [Link] settings
110 sampelat any time
dilakukan oleh UPT Laboratorium Kesehatan dengan pengujian 2 parameter
or accept the default settings.
yaitu coliform dan e-coli, dengan hasil 55 sampel (50%) tidak sesuai persyaratan.
Privacy Policy
B. Kuantitas Air
Marketing
Tabel di bawah ini menunjukkan jumlah pemakaian air dari tahun 2013-2017 cenderung
Personalization
[Link] pemakaian air pelanggan pada tahun 2013 sebanyak 8.337.056 m3 dan
Analytics
tahun 2017 sebanyak9.431.745 m3. Dari tahun 2013-2017, jumlah pemakaian air
mengalami kenaikan sebanyak 1.094.689m3, atau naik 13,13% selama 4 tahun.
Save Accept All
▪ Berdasarkan pemakaian air pada tahun 2017 dapat dirinci sebagai berikut :
▪ Pemakaian rata-rata per pelanggan tiap tahun : 322,02 m3/pelanggan/tahun
▪ Pemakaian rata-rata per pelanggan tiap bulan : 26,83 m3/pelanggan/bulan
m3/pelanggan/bulan
▪ Pemakaian rata-rata per pelanggan RT tiap tahun : 228,83 m3/pelanggan RT/tahun
▪ Pemakaian rata-rata per pelanggan RT tiap bulan : 19,05 m3/pelanggan RT/bulan
▪ Pemakaian rata-rata tiap orang tiap tahun : 57,17 m3/orang/tahun (jumlah pelanggan
RT dihuni 4 orang)
▪ Pemakaian rata-rata tiap orang tiap hari
hari : 156,60 liter/orang/hari
Kuantitas air yang didistribusikan oleh PDAM Kota Magelang telah memenuhi kebutuhan
rata-rata/bulan/rumahtangga sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 71 Tahun
2017 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Pasal 1 ayat (10) “Standar kebutuhan
pokok air minum adalah kebutuhan air sebanyak 10 meterkubik/kepala keluarga/bulan atau
60 liter/orang/hari, atau sebesar satuan valume lainnya”. Pemakaian rata -rataer pelanggan
PDAM Kota Magelang untuk pelanggan rumah tangga sebesar 19,05 m3/bulan dan
pemakaianrata-rata keseluruhan per pelanggan sebesar 26,83 m3/bulan.
C. Kontinuitas Air
kontinuitas air PDAM Kota Magelang tahun 2013 –2017. Padatahun 2013, kontinuitas air
yang
19,18distribusikan
jam/hari padake pelanggan selama
tahun 2015, 20,00 jam/hari
selanjutnya kemudian
naik menjadi turunmenjadi
selama selama
20,47 jam/hari
padatahun 2016, dan pada tahun 2017 turun menjadi selama 19,41 jam/hari. Hal ini
disebabkan adanyapenambahan pelanggan tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas
produksi serta posisi letakgeografis pipa transmisi dan pipa distribusi tidak mendukung.
Dari tahun 2013–2017, rata-rata kontinuitas air berkisar 19,81 jam/hari selama 5 tahun,
hal ini belumdapat memenuhi standar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 122
tahun 2015 tentangSistem Penyediaan Air Minum Pasal 4 ayat (5) "Kontinuitas pengaliran
air minum sebagaimanadimaksud pada ayat (2), memberikan jaminan pengaliran sefama 24
jam per hari."
This website stores data such as
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
A. Kapasitas Produksi
Gambar 3.3. Kapasitas Produksi Terpasang, Kapasitas Produksi Riil dan Efisiensi
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Menurut gambar di atas menunjukkan tidak ada idle capacity pada tahun 2013 sampai
dengan tahun [Link] 2013 kapasitas produksi riil sebesar 14.348.201,00 m³, volume
produksi air sebesar4.348.201,00 m³, jadi tidak ada idle capacity. Sedangkan pada tahun
2017 kapasitas produksi riilsebesar 15.261.401,00m³, jadi tidak ada idle capacity
Kontinuitas adalah dimana air harus bisa tersedia secara terus-menerus meskipun dimusim
kemarau selama umur rencana. Karena tujuan utama dari perencanaan jaringan distribusi
air adalah agar kebutuhan masyarakat akan terpenuhi secara terus- menerus walaupun
musim kemarau. Salah satu cara menjaga agar kontinuitas air tetap tersedia adalah dengan
membuat tempat penampungan air (reservoar) untuk menyimpan air sebagai persediaan air
musim kemarau. Persyaratan kontinuitas juga sangat penting untuk menghitung aliran
kelanjutan pemakaian air baku untuk air bersih secara
sec ara terus –menerus setiap harinya.
This websiteAirstores
bakudata such air
untuk as bersih harus dapat diambil terus menerus dengan fluktuasi debit yang
cookies to enable essential site
relatif
functionality, tetap,
as well baik pada saat musim kemarau maupun musim hujan. Kontinuitas juga dapat
as marketing,
personalization, and analytics. You
may change
diartikan bahwa
your settingsair
at any
air
time
bersih harus tersedia 24 jam/ hari, atau setiap saat diperlukan,
kebutuhan tersedia. Penambahan jumlah pelanggan yang tidak diimbangi dengan
or accept the default settings.
penambahan kapasitas produksi ini menyebabkan turunnya kontinuitas air.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Gambar diatas menunjukkan kontinuitas air PDAM Kota Magelang tahun 2013 –2017. Pada
tahun 2013, kontinuitas air yang distribusikan ke pelanggan selama 20,00 jam/hari
kemudian turun menjadi selama 19,18 jam/hari pada tahun 2015, selanjutnya naik
menjadi selama 20,47 jam/hari pada tahun 2016, dan pada tahun 2017 turun menjadi
selama19,41 jam/hari. Hal ini disebabkan adanya penambahan pelanggan tidak diimbangi
dengan penambahan kapasitas produksi serta posisi letak geografis pipa transmisi dan
Dari tahun 2013 –2017, rata-rata kontinuitas air berkisar 19,81 jam/hari selama 5 tahun,
hal ini belum dapat memenuhi
memenu hi standar yang ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 122
tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum Pasal 4 ayat (5) "Kontinuitas
pengaliran air
air minum
minum sebagaimana dimaksud pada ayat ayat (2), memberikan
memberikan jaminan
pengaliran selama2 4 jam per hari."
Reservoir adalah tempat penampungan air bersih, pada system penyediaan air bersih.
Dimana fungsi utama dari reservoir ini adalah untuk menyeimbangkan antara debit produksi
dan debit pemakaian air. Seringkali untuk waktu bersamaan, debit produksi air bersih tidak
This websitedapat
storesselalu
data suchsama
as besarnya dengan debit pemakaian air. Pada saat jumlah produksi air
cookies to bersih lebih besar
enable essential site daripada jumlah pemakaian
pemakaian air, maka kelebihan air tersebut untuk
functionality, as well as marketing,
sementara disimpan dalam reservoir dan digunakan kembali untuk memenuhi kekurangan
personalization, and analytics. You
air pada saat jumlah produksi air bersih lebih kecil dari jumlah pemakaian air. Selain fungsi
may change your settings at any time
tersebut,
or accept the ada beberapa fungsi dari reservoir yaitu untuk menambah dan mengatur tekanan
default settings.
air, dan sebagai tempat penyediaan air pada saat kondisi [Link] reservoir tidak
berfungsi dengan baik maka akan menyebabkan ketidakmaksimalan penyediaan air untuk
Privacy Policy
memenuhi masyarakat.
Marketing
PDAM Kota Magelang saat ini memiliki 3 (tiga) buah reservoir untuk melayani sistim
Personalization
penyediaan air minum (masyarakat umum), reservoir tersebut adalah reservoir menara alon-
alon, reservoir bandongan dan reservoir gunung tidar. Ketiga reservoir tersebut dibangun dari
Analytics
tahun 1920 sampai dengan tahun 1994, sedangkan kapasitas reservoir keseluruhan saat ini
Save
adalah 4.150 Accept
m 3All
.
A. Reservoir Menara Alon-alon
Reservoir Menara Alon-Alon berkapasitas 1.750 m3 m 3 terletak ditengah Kota
Magelang, disuplai dari mata air Tuk Pecah. Reservoir ini melayani wilayah sebagian
Magelang Tengah, seperti Kelurahan Panjang, Kelurahan Kemirirejo, Kelurahan
Rejowinangun Utara dan sebagian Kelurahan Cacaban.
B. Reservoir Bandongan
Reservoir Bandongan berkapasitas 1.400 m3 terletak di Wilayah Kecamatan
Bandongan, Kab. Magelang, disuplai dari mata air Wulung-Tuk Karang. Reservoir ini
melayani wilayah Kelurahan Magelang dan sebagian Kelurahan Cacaban.
C. Reservoir Gunung Tidar berkapasitas 1.000m3 terletak dilereng Gunung Tidar Wilayah
Kelurahan Magersari, [Link] Selatan, Kota Magelang, disuplai dari mata air
Kanoman Reservoir ini melayani wilayah Kecamatan Magelang Selatan, seperti
Kelurahan Magersari, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kelurahan Jurangombo Utara,
Kelurahan Tidar Selatan, Kelurahan Tidar Utara dan Kelurahan Rejowinangun Selatan.
Ketiga reservoir tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik karena tidak seimbangnya
antara suplai air masuk dengan kebutuhan konsumen yang dilayani. Sehingga Reservoir
harus dioperasikan secara manual dengan system buka-tutup valve.
Musim kemarau yang berkepanjangan mengancam ketersediaan air bersih. Musim kemarau
yang datang dengan jangka waktu yang panjang menyebabkan terjadinya penurunan debit
mata air. Penurunan debit mata air ini mengakibatkan tidak maksimalnya pelayanan air
untuk masyarakat. Hal tersebut dikarenakan jumlah debit air yang tersedia jumlahnya tidak
seimbang dengan jumlah pelanggan yang ada.
Jumlah debit air yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah pelanggan atau penduduk
yang semakin bertambah akan berpengaruh pada jumlah pasokan air yang akan
didistribusikan atau dipasokkan pada masyarakat. Besarnya air yang dipasokkan akan
mengalami penurunan atau dampak terburuknya adalah terjadinya krisis air bersih.
Debit sumber mata air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Magelang berpotensi
This website stores data such as
cookies to mengalami
enable essentialpenurunan
site sebesar 30 persen selama musim kemarau .Sumber air tersebut yakni
sumber
functionality, as well air Kalegen, di Desa Kebonagung, Kecamatan Bandongan, dan sumber airWulung di
as marketing,
personalization,
Dusun andWulung,
analytics. You
Desa Banjarsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Sumber
may change your settings at any time
mata
or accept the Kalegen dan Wulung memiliki debit sebesar 100 liter per detik turun menjadi 70
air settings.
default
liter per detik.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Kualitas air yang diminum sangat mempengaruhi kualitas kesehatan. Dari tanda-tanda fisik,
air yang tidak sehat seperti airnya tidak jernih, keruh atau berwarna. Hal tersebut jelas
menunjukan air tersebut terkontaminasi. Air yang berbau juga menunjukkan air tersebut
tidak sehat. Air yang sehat tidak berasa, sedangkan bila ada rasanya (tidak tawar) berarti
ada zat lain yang mencemari.
Kualitas air yang diminum harus memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga tidak
menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Kualitas air minum yang tidak memenuhi
syarat kesehatan mengakibatkan dampak buruk bagi kesehatan antara lain; penyakit
pencernaan seperti diare, kolera, typhus, muntaber. Kualitas air minum yang tidak
memenuhi syarat dapat terjadi karena diantara lain; kurangnya pemeliharaan terhadap
sarana air bersih, belum terlindunginya sumber air bersih dari faktor risiko pencermaran
serta perilaku pengguna air pada saat mengambil dan memanfaatkan air.
Berdasarkan Laporan Hasil Audit Kinerja PDAM Kota Magelang No. LEV-121/PW12/4/2018
tanggal 25Mei 2018, kualitas air PDAM Kota Magelang belum memenuhi syarat yang
ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tangga
l19 April 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum disebabkan karena PDAM belum
memiliki fasilitas treatment (WTP) dan jaringan yang mengolah air baku menjadi air minum
disebabkan keterbatasan dana/investasi.
Berdasarkan hasil audit, PDAM Kota Magelang melakukan pengawasan kualitas air minum
oleh pihak eksternal padatahun 2017sebanyak115 sampel yang terdiri dari :
A. 15 sampel dilakukan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian
Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta dilokasi sumber air dengan pengujian 31 parameter (23
parameter wajib dan 12 parameter tambahan) dengan hasil pemeriksaan 2 sampel
(13,33%) tidak sesuai persyaratan yaitu pH dan zat organik,
This websiteB. stores
110data such as dilakukan oleh UPT Laboratorium Kesehatan dengan pengujian 2
sampel
cookies to enable essential site
parameter yaitu coliform dan e-coli, dengan hasil 55 sampel (50%) tidak sesuai
functionality, as well as marketing,
personalization,persyaratan.
and analytics. You
may change your settings at any time
or accept the default settings.
3.2.5. Kurang Maksimalnya Pemanfaatan Kapasitas Produksi
Privacy Policy
Jenis sumber air baku untuk PDAM Kota Magelang adalah mata air. Mata air yang
dimanfaatkan olehPDAM Kota Magelang adalah sebagai berikut:
Marketing
Analytics
Tabel 3.4. Kapasitas Terpasang, Kapasitas Tidak Dimanfaatkan, Kapasitas Riil, Volume
Produksi, dan Kapasitas Menganggur Masing-masing Mata Air dari PDAM Kota Magelang
Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi salah satu penyebab dari kurang
maksimalnya pemanfaatan kapasitas produksi, dimana debit air yang ada di mata air
(sumber air) mengalami penurunan. Musim kemarau yang berkepanjangan dan
mengkibatkan turunnya debit air ini mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan air pada
This website stores datasecara
pelanggan such as maksimal. Kapasitas produksi yang ada dan tidak dapat dimanfaatkan
cookies to enable essential site
secara maksimal ini menyebabkan air yang didistribusikan kepada pelanggan ini mengalami
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics.
penurunan pasokanYou [Link] perhitungan, bahwa kemampuan kontinuitas distribusi air
may change your settings
tidak sebanding at anydengan
time kebutuhan di pelanggan atau tidak sebanding dengan jumlah
or accept the default settings.
pelanggan yang ada.
Dibawah ini merupakan grafik tingkat efisiensi Air PDAM Kota Magelang dimana
Privacy Policy
padatahun2013kapasitasproduksiterpasangsebesar
18.070.128,00m 3,kapasitasproduksiriil sebesar 14.348.201,00 m3. Sedangkan pada
Marketing
tahun
Personalization 2017 kapasitas produksi terpasang sebesar 18.448.560,00m3
(585,00l/dt),kapasitas produksi riil sebesar 15.261.401,00 m3 (483,94l/dt). Pada tahun
Analytics
2013, kapasitas produksi terpasang yang tidak dapat dimanfaatkan sebesar 3.783.870,00
Savem3 (efisiensi produksi
Accept All air sebesar 79,06%) kemudian pada tahun 2017, kapasitas produksi
terpasang yang tidak dapat dimanfaatkan sebesar 3.187.159,00 m3 (efisiensi produksi air
sebesar 82,72%). Hal ini disebabkan adanya kerusakan pompa produksi, penurunan debit
sumber air karena pengaruh musim kemarau, dan keterbatasan daya listrik (di sumber MA.
Kanoman).
Gambar [Link] Produksi Terpasang, Kapasitas Produksi Riil dan Efisiensi Produksi Air
Tingkat Kehilangan Air yang di produksi dan kemudian didistribusikan ke pelanggan oleh
PDAM merupakan masalah yang tidak pernah habis habisnya untuk dibicarakan baik oleh
pengelola maupun oleh para pengambil kebijakan dalam bidang air minum.
Kehilangan air (Non Revenue Water) dapat diartikan sebagai perbedaan yang tercatat atau
selisih antara air yang di produksi dan masuk kedalam system dengan jumlah air yang
tercatat pada meter pelanggan. Hilangnya sejumlah air yang dapat terjadi karena keluar dari
system tanpa dipergunakan atau tidak tercatatnya penggunaan air karena berbagai sebab.
Kehilangan/kebocoran air akan berpengaruh terhadap seberapa besar pelayanan air bersih
yang diterima masyarakat. Hal ini terkait dengan jumlah air yang diperoleh atau sampai pada
masing-masing rumah tangga atau permukiman.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Jaringan pipa yang sudah tua atau keropos dan meter air yang tidak akurat menjadi salah
satu penyebab hilangnya air di mata air. Apabila kejadian itu tetap dibiarkan terjadi tanpa
segera diambil tindakan/solusi, maka tingkat kehilangan air akan terus meningkat secara
drastis dan membuat debit air yang ada tidak dapat menyukupi kebutuhan air para
pelanggan.
Grafikdi atas menunjukkan presentase tingkat kehilangan air PDAMKota Magelang di unit
produksi pada tahun 2013–2017. Presentase tingkat kehilangan air di unit produksi dari
tahun2013 sebesar 1,00% kemudian turun menjadi 0,82% pada tahun 2014, pada tahun
2015 naik kembali menjadi 1,21% sampai dengan tahun 2017menjadi 1,72%.
Penyebab kehilangan air diunit produksi PDAM Kota Magelang dikarenakan jaringan pipa
yang sudah tua/keropos dan meter air yang tidak akurat/rusak (meter induk diinstalasi
produksi [Link] I dan MA. Kalegen)
Kehilangan air atau dalam istilah asing Non Revenue Water (NRW) atau air tak berekening
(ATR), telah menjadi permasalahan umum bagi lembaga penyedia air, seperti halnya
Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Tingkat kehilangan Air PDAM di unit distribusi masih
cukup tinggi terjadi di beberapa PDAM. Masalah kehilangan air yang cukup tinggi
merupakan salah satu indikasi adanya ketidak-efisienan dalam penyediaan air bersih.
Kehilangan air terjadi karena 9 penyebab diantaranya yaitu: kehilangan air pada
penampungan, konsumsi air tidak berekening,
berekening, kebocoran dan kerusakan pada pipa
pelanggan, kerusakan pada meter pelanggan, ketidakakuratan pembacaan pada meter
pelanggan dan kerusakan water meter pelanggan.
Faktor penyebab kehilangan air di unit distribusi ini adalah kebocoran fisik diantaranya,
akurasi meter induk yang tidak sesuai, kerusakan dan kesalahan atau ketidakakuratan
pembacaan
This website meteran
stores data such as pelanggan. Kebocoran fisik banyak terjadi dikarenakan adanya pipa
cookies to keropos
enable essential
(secarasiteumur teknis sudah melewati 20 tahun).
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Grafik diatas ini merupakan grafik presentase tingkat kehilangan air di unit distribusi dari
tahun 2013 sebesar 41,06% kemudian naik menjadi 42,27% pada tahun 2014, selanjutnya
turun terus menjadi
menjadi 37,12% pada tahun
tahun 2017. Prosentase tingkat kehilangan air pada
tahun 2013-2017 lebih tinggi dibandingkan dengan standar yang telah ditentukan sebesar
20,00%.
Penyebab kehilangan air diunit distribusi dikarenakan umur pipa yang sudah tua (using)
sehingga sering bocor dan meter air
air pelanggan
pelanggan tidak akurat/rusak, meter induk di jaringan
distribusi [Link] I dan [Link] sebagian rusak. Kondisi ini secara langsung akan
mengganggu pelayanan air bersih kepada masyarakat seperti rendahnya tekanan air
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Air adalah salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan
makhluk hidup lainnya, tanpa air tidak akan ada kehidupan di bumi ini. Sedangkan yang
dimaksud air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari – hari dan akan
menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya air bersih adalah
air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum.
Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas fisik, kimia, biologi,
dan radiologis sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping. Fungsi
terpenting dari sistem penyediaan air bersih adalah pencegahan penyebaran penyakit
This website stores data such as
cookies to melalui [Link]
enable essential site sistem penyediaan air bersih adalah agar dapat menyalurkan/mensuplai
functionality, as well as marketing,
air
personalization, bersih kepada
and analytics.
penyediaan Youkonsumen
air bersih dalam air
adalah sumber jumlah
[Link] cukup. Bagian terpenting dalam sistem
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
d. Kelas IV, yaitu air yang digunakan untuk mengaliri tanaman atau untuk peruntukan
lainnya yang mempersyaratkan mutu yang sama kegunaannya.
Kualitas atau mutu air yang mengalir dalam suatu jaringan pipa distribusi air sangat
penting, tujuan utama dari perencanaan jaringan distribusi air bersih yaitu agar para
konsumen pengguna distribusi air bersih terhindar dari berbagai macam penyakit.
Perjalanan air langsung berhubungan dengan dinding pipa yang mempengaruhi
kebersihan air.
Personalization
Analytics
Q1 = Q2
A1 x V1 = A2 x V2
Dimana:
Q1 = debit didaerah 1 (m3/det) Q2 = debit didaerah 2 (m3/det)
A1 = luas penampang didaerah 1 (m2) A2 = luas penampang didaerah 2 (m2)
V1 = kecepatan rata-rata didaerah 1 (m/det) V2 = kecepatan rata-rata didaerah 2
(m/det)
Pemakaian air oleh suatu masyarakat bertambah besar dengan kemajuan masyarakat
tersebut, sehingga pemakaian air sering kali di pakai sebagai salah satu tolak ukur tinggi
rendahnya kemajuan suatu masyarakat.
Untuk mendistribusikan air minum dapat dipilih salah satu sistem diantara tiga sistem
pengaliran, yaitu :
A. Sistem Pengaliran Gravitasi
Sistem ini digunakan bila elevasi sumber air baku atau pengolahan jauh berada diatas
elevasi daerah
pelayanan dan sistem ini dapat memberikan energi potensial yang cukup tinggi hingga
pada daerah pelayanan terjauh. Sistem ini merupakan yang paling menguntungkan
This website stores data pengoperasian
karena such as dan pemeliharaannya mudah dilakukan.
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
B. Sistem
personalization, Pemompaan
and analytics. You
Sistem ini digunakan
may change your settings at any time bila beda elevasi antara sumber air atau instalasi dengan daerah
pelayanan
or accept the default [Link] dapat memberikan tekanan air yang cukup, sehingga air yang akan
didistribusikan dipompa langsung ke jaringan distribusi. Kelemahan sistem ini yaitu
dalam hal biaya yang besar karena dibutuhkan pompa untuk pengalirannya.
Privacy Policy
C. Sistem Kombinasi
Marketing
Sistem ini merupakan sistem pengaliran dimana air baku dari sumber air atau instalasi
Personalization
pengolahan dialirkan ke jaringan pipa distribusi dengan menggunakan pompa atau
Analytics
reservoir distribusi, baik dioperasikan secara bergantian ataupun bersama-sama dan
disesuaikan dengan keadaan topografi daerah pelayanan.
Save Accept All
3.4.2. Sistem Distribusi Air
Untuk mendistribusikan air minum dapat dipilih salah satu sistem diantara tiga sistem
pengaliran, yaitu:
A. Continuous System (Sistem Berkelanjutan)
Dalam sistem ini, air minum yang ada akan disuplay dan didistribusikan kepada
konsumen secara terus-menerus selama 24 jam. Sistem ini biasanya diterapkan bila
pada setiap waktu kuantitas air baku dapat mensuplay seluruh kebutuhan konsumen di
daerah tersebut.
Keuntungan :
a. Konsumen akan mendapatkan air setiap saat
b. Air minum yang diambil dari titik pengambilan di dalam jaringan pipa distribusi selalu
didapat dalam keadaan segar
Kerugian :
a. Pemakaian air cenderung lebih boros
b. Jika ada sedikit kebocoran maka jumlah air yang terbuang besar
B. Intermitten System
Dalam sistem ini, air minum yang ada akan disuplay dan didistribusikan kepada
konsumen hanya selama beberapa jam dalam satu hari. Biasanya berkisar antara 2
hingga 4 jam untuk sore hari. Sistem ini biasanya diterapkan bila kuantitas dan tekanan
air yang cukup tidak tersedia.
Keuntungan :
a. Pemakaian air cenderung lebih hemat
b. Jika ada kebocoran maka jumlah air yang terbuang relatif kecil
Kerugian :
a. Bila terjadi kebakaran pada saat tidak beroperasi maka air untuk pemadam
kebakaran tidak dapat disediakan.
This website stores data suchrumah
b. Setiap as perlu menyediakan tempat penyimpanan air yang cukup agar
cookies to enable essential site
kebutuhan air sehari-hari dapat terpenuhi.
functionality, as well as marketing,
personalization, and [Link]
c. Dimensi You yang digunakan akan lebih besar karena kebutuhan air yang disuplay
may change your settings at any time
dan didistribusikan dalam sehari hanya ditempuh dalam jangka waktu yang pendek
or accept the default settings.
d. Dari kedua sistem hidrolika distribusi diatas dapat diketahui bahwa sistem
berkelanjutan (Continous System) merupakan sistem
sistem distribusi air yang baik dan
Privacy Policy
ideal.
Marketing
Personalization
3.4.3. Jaringan Induk Distribusi
Analytics
Sistem jaringan induk distribusi yang digunakan dalam pendistribusian ada 2 macam, yaitu
Save Accept All
A. Sistem Cabang atau Branch
Pada
daerahsistem ini, air
pelayanan hanya titik
terdapat
terdapat mengalir
akhirdari satu
(dead arahSistem
end). dan pada
Sistem setiap ujung
ini biasanya pipa akhir
digunakan pada
daerah dengan sifat-sifat sebagai berikut:
a. Perkembangan kota ke arah memanjang
b. Sarana jaringan jalan tidak saling berhubungan
c. Keadaan topografi dengan kemiringan medan yang menuju satu arah
Keuntungan :
a. Jaringan distribusi relatif lebih searah
b. Pemasangan pipa lebih mudah
c. Penggunaan pipa lebih sedikit karena pipa distribusi hanya dipasang pada daerah
yang paling padat penduduknya
Kerugian :
a. Kemungkinan terjadinya penimbunan kotoran dan pengendapan di ujung pipa tidak
dapat dihindari sehingga setidaknya perlu dilakukan pembersihan
b. Bila terjadi kerusakan dan kebakaran pada salah satu bagian sistem maka suplay air
akan terganggu
c. Kemungkinan tekanan air yang diperlukan tidak cukup jika ada sambungan baru
d. Keseimbangan sistem pengaliran kurang terjamin, terutama jika terjadi tekanan kritis
pada bagian pipa yang terjauh
Personalization
a. Sistem perpipaan yang rumit
Analytics b. Perlengkapan pipa yang digunakan sangat banyak
STANDAR KRITERIA
PERENCANAAN
This website stores data such as
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
4.1.1. UnitAccept
Save Air Baku
All
Unit Air Baku terdiri dari bangunan pengambilan / penyadapan, bangunan penampung air,
alat pengukuran dan peralatan pemantauan, sistem sarana pembawa / sistem transmisi,
serta perlengkapannya. Unit air baku merupakan sarana pengambilan dan atau penyedia air
baku. Kebutuhan air baku rata-rata dihitung berdasarkan jumlah perhitungan kebutuhan air
domestik, non domestik dan air tak berekening. Rencana alokasi air baku dihitung 130% dari
kebutuhan air baku rata-rata.
[Link]. Air Baku
Sumber air yang dapat digunakan sebagai sumber air baku meliputi: mata air, air tanah, air
permukaan dan air hujan
[Link]. Dasar-dasar Perencanaan Bangunan Pengambilan Air Baku
A. Survei dan identifikasi sumber air baku, mengenai : mata air, debit, kualitas air,
pemanfaatan
B. Perhitungan debit sumber air baku
a. Survei dan identifikasi sumber air baku, mengenai : mata air, debit, kualitas air,
pemanfaatan.
b. Perhitungan debit sumber air baku
1) Pengukuran debit mata air, menggunakan:
a) Pengukuran debit dengan pelimpah
Alat ukur pelimpah yang dapat digunakan. Alat ukur Thomson berbentuk V
dengan sudut celah 30º, 45º, 60º, 90º.
Alat ukur Thomson sudut celah 90º dengan rumus:
Q = 1,417. H 3/2 dimana:
Q = debit aliran (m³/detik)
H = tinggi muka air dari ambang
1,417 = konstanta konversi waktu (perdetik)
b) Penampung dan pengukuran volume air dengan mengukur lamanya (t) air
mengisi penampungan air yang mempunyai volume tertentu:
Volume penampu
penampunga
ngan
it air (Q)
Debit
Deb = ( L / det ik )
t
This website stores data such as
cookies to enable essential siteDengan mengukur perubahan tinggi muka air (H) dalam penampangan yang
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. mempunyai
You
dihitung:
luas tertentu (A) dalam jangka waktu tertentu maka dapat
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Marketing a) perkiraan potensi air tanah dangkal dapat diperoleh melalui survei terhadap
10 buah sumur gali yang bisa mewakili kondisi air tanah dangkal di desa
Personalization
tersebut.
Analytics
b) Perkiraan potensi sumur tanah dalam dapat diperoleh informasi data dari
Save Accept instansi
All terkait, meliputi: kedalaman sumur, kualitas air dan kuantitas serta
konstruksinya.
3) Perhitungan debit air permukaan terdiri dari:
Perhitungan debit air sungai pengukuran debit sungai dilakukan dengan
mengukur luas potongan melintang penampang basah sungai dan kecepatan
rata-rata alirannya, dengan rumus:
dimana:
Q = debit (m³/detik)
A = luas penampang basah (m²)
R = jari-jari hidrolik (m)
S = kemiringan/slope
m = koefisien Bazin
Selain pengukuran perlu diperoleh data-data lain dan informasi yang dapat
diperoleh dari penduduk. Data-data yang diperlukan meliputi debit aliran,
pemanfaatan sungai, tinggi muka air minimum dan tinggi muka air maksimum.
Penempatan bangunan penyadap (intake) harus aman terhadap polusi yang disebabkan
pengaruh luar (pencemaran oleh manusia dan mahluk hidup lain):
A. Penempatan bangunan pengambilan pada lokasi yang memudahkan dalam
pelaksanaan dan aman terhadap daya dukung alam (terhadap longsor dan lain-lain);
B. Konstruksi bangunan pengambilan harus aman terhadap banjir air sungai, terhadap
gaya guling, gaya geser, rembesan, gempa dan gaya angkat air (up-lift);
C. Penempatan bangunan pengambilan disusahakan dapat menggunakan sistem gravitasi
This website stores data such as
cookies to enabledalam pengoperasiannya;
essential site
functionality, as well as marketing,
D. Dimensi
personalization, bangunan
and analytics. You pengambilan harus mempertimbangkan kebutuhan maksimum
may change your harian;
settings at any time
or accept the default settings.
E. Dimensi inlet dan outlet dan letaknya harus memperhitungkan fluktuasi ketinggian muka
air;
Privacy Policy
F. Pemilihan lokasi bangunan pengambilan harus memperhatikan karakteristik sumber air
Marketing
baku;
Personalization
G. Konstruksi bangunan pengambilan direncanakan dengan umur pakai (lifetime) minimal
Analytics25 tahun;
Bangunan Pengambilan air baku untuk mata air secara umum dibedakan menjadi
bangunan penangkap dan bangunan pengumpul atau sumuran:
a. Bangunan Penangkap
1) Pertimbangan pemilihan bangunan penangkap adalah pemunculan mata air
cenderung arah horisontal dimana muka air semula tidak berubah, mata air
yang muncul dari kaki perbukitan; apabila keluaran mata air melebar maka
bangunan pengambilan perlu dilengkapi dengan konstruksi sayap yang
membentang di outlet mata air.
2) Perlengkapan bangunan penangkap adalah outlet untuk konsumen air bersih,
outlet untuk konsumen lain (perikanan atau pertanian, dan lain-lain), peluap
(overflow), penguras (drain), bangunan pengukur debit, konstruksi penahan
erosi, lubang periksa (manhole), saluran drainase keliling, pipa ventilasi.
b. Bangunan Pengumpul atau Sumuran
Pemilihan bangunan pengambilan air tanah dibedakan menjadi sumur dangkal dan
sumur dalam.
Sumur
This website stores dataDangkal
such as
cookies to enable essential site
Pertimbangan pemilihan sumur dangkal adalah secara umum kebutuhan air di daerah
functionality, as well as marketing,
personalization,perencanaan kecil; potensi sumur dangkal dapat mencukupi kebutuhan air bersih di
and analytics. You
may change your daerah
settingsperencanaan
at any time (dalam kondisi akhir musim kemarau/kondisi kritis).
or accept the default settings.
Perlengkapan bangunan sumur dangkal dengan sistem sumur gali, meliputi: ring beton
kedap air, penyekat kontaminasi dengan air permukaan tiang beton, ember/pompa
Privacy Policy tangan. Sedangkan perlengkapan sumur dangkal dengan sistem sumur pompa tangan
(SPT) meliputi pipa tegak (pipa hisap), pipa selubung, saringan, sok reducer.
Marketing
Sumur Dalam
Personalization
AnalyticsPertimbangan pemilihan sumur dalam adalah secara umum kebutuhan air di daerah
perencanaan cukup besar; di daerah perencanaan potensi sumur dalam dapat
Save Acceptkebutuhan
mencukupi All air minum daerah perencanaan sedangkan kapasitas air dangkal
tidak memenuhi.
Sumur dalam sumur pompa tangan (SPT) dalam meliputi pipa tegak (pipa hisap), pipa
selubung, saringan, sok reducer. Sumur pompa benam (submersible pump) meliputi pipa
buta, pipa jambang, saringan, pipa observasi, pascker socket/reducer, dop socket, tutup
sumur, batu kerikil.
C. Sumber Air Baku Air Permukaan
A. Pipa transmisi distribusi debit aliran untuk kebutuhan jam puncak, sedangkan pipa
Save Accept All
transmisi air baku dihitung berdasar kebutuhan maksimum harian.
B. Pipa transmisi sedapat mungkin harus diletakkan sedemikian rupa dibawah level garis
hidrolis untuk menjamin aliran sesuai harapan.
C. Dalam pemasangan pipa transmisi, perlu memasang angker penahan pipa pada bagian
belokan baik dalam bentuk belokan arah vertikal maupun belokan arah horizontal untuk
menahan gaya yang ditimbulkan akibat tekanan internal dalam pipa dan energi kinetik
dari aliran air dalam pipa yang mengakibatkan kerusakan pipa maupun kebocoran aliran
air dalam pipa tersebut secara berlebihan.
D. Sistem transmisi harus menerapkan metode-metode yang mampu mengendalikan
pukulan air (water hammer) yaitu bilamana sistem aliran tertutup dalam suatu pipa
transmisi terjadi perubahan kecepatan aliran air secara tiba-tiba yang menyebabkan
pecahnya pipa transmisi atau berubahnya posisi pipa transmisi dari posisi semula.
E. Sistem pipa transmisi air baku perlu dilengkapi dengan aksesoris dan perlengkapan pipa
yang memadai.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Unit produksi direncanakan berdasarkan kebutuhan kebutuhan hari puncak yang besarnya
berkisar 120% dari kebutuhan rata-rata. Penyusunan perencanaan teknis unit produksi
didasarkan pada kajian kualitas air yang akan diolah (kondisi rata-rata dan terburuk yang
mungkin terjadi dijadikan sebagai acuan dalam penetapan
penetapan proses pengolahan air dikaitkan
dengan sasaran standar kualitas air minum (output).
Rangkaian proses pengolahan air umumnya : satuan operasi dan satuan proses yaitu untuk
memisahkan material kasar, material tersuspensi, material terlarut, proses netralisasi dan
proses desinfeksi.
Unit produksi dapat terdiri dari :
- Unit koagulasi
- Unit flokulasi
- Unit sedimentasi
- Unit filtrasi
- Unit netralisasi
- Unit desinfeksi
Perencanaan unit produksi antara lain dapat mengikuti standar berikut ini:
- SNI 03-3981-1995 tentang tata cara perencanaan instalasi saringan pasir lambat;
- SNI 19-6773-2002 tentang Spesifikasi Unit Paket Instalasi Penjernihan Air Sistem
Konvensional Dengan Struktur Baja;
- SNI 19-6774-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Unit Paket Instalasi Penjernihan Air.
Save Accept
Penyusunan All
perencanaan teknis unit produksi didasarkan pada kajian kualitas air yang akan
diolah (kondisi rata-rata dan terburuk yang mungkin terjadi dijadikan sebagai acuan dalam
penetapan proses pengolahan
pengolahan air dikaitkan dengan sasaran standar
standar kualitas air minum
(output).Di Kota Magelang Sistem jaringan transmisi merupakan Jaringan induk dari mata air
sampai dengan Reservoir, dengan komponen sebagai berikut
A. Mata Air
B. BPT ( Bak Pelepas Tekan )
C. Reservoir
D. Jaringan Pipa transmisi
E. Sistem Pengolahan Air
KAPASITAS (l/dt)
This [Link]
Kalegen
data such as + 656 m Gravitasi 66,158 49,358 49,358
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
personalization,
5. andTukanalytics.
Pecah You + 315 m Perpompaan 207,818 84,00 84,00
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Marketing
7. Kanoman II + 302 m Perpompaan 56,00 56,00 56,00
Personalization
Analytics
[Link]. BPT
Save ( Bak
Accept All Pelepas Tekan )
Berfungsi untuk menetralkan tekanan air yang terlalu besar didalam pipa akibat perbedaan
tinggi yang ekstrim, terdapat pada jaringan transmisi Sumber Wulung – Sumber Kalegen,
terdiri dari
[Link]. Reservoir
Berfungsi untuk mengumpulkan / menampung air yang berasal dari sumber air melalui
jaringan pipa Transmisi untuk kemudian diatur pendistribusianya ke pelanggan secara
manual ataupun secara otomatis.
Reservoir yang ada 4.650 m³ :
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Perhitungan:
Kebutuhan kaporit (kadar
100%)/hari = 80 L/s x 0,5 mg/L x 86400 s/1000 L
= 3456 mg/L
Kebutuhan kaporit (kadar 60%)/hari = 3456 mg/L x 100/60
= 5760 mg/L
Kebutuhan kaporit/hari dalam kg = 5760 mg/L x 1000 L
= 5760000 mg
= 5,76 kg
Debit larutan kaporit = 5760000 mg /86400 s
= 66,7 mg/s
= 0,0116 L/s
This website stores data such as
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
Bandongan
personalization, and analytics. You
may change your air
Debir settings at any time
= 45 L/s
or accept the default settings.
Kadar Chlor = 60 %
Sisa Chlor yang diharapkan = 0,5 ppm
Privacy Policy
Volume tangki kaporit = 600 L
Marketing
Perhitungan:
Personalization
Kebutuhan kaporit (kadar
Analytics
100%)/hari = 45 L/s x 0,5 mg/L x 86400 s/600 L
Save Accept All = 3240 mg/L
Kebutuhan kaporit (kadar 60%)/hari 3240 mg/L x 100/60
=
= 5400 mg/L
Kebutuhan kaporit/hari dalam kg = 5400 mg/L x 6000 L
= 3240000 mg
= 3,24 kg
Debit larutan kaporit = 3240000 mg /86400 s
= 37,5 mg/s
= 0,0069 L/s
Kalimas
Debir air = 100 L/s
Kadar Chlor = 60 %
Sisa Chlor yang diharapkan = 0,5 ppm
Volume tangki kaporit = 500 L
Perhitungan:
Kebutuhan kaporit (kadar
100%)/hari = 100 L/s x 0,5 mg/L x 86400 s/500 L
= 8640 mg/L
Kebutuhan kaporit (kadar 60%)/hari = 8640 mg/L x 100/60
1440 mg/L
=
Kebutuhan kaporit/hari dalam kg = 1440 mg/L x 500 L
= 7200000 mg
= 7,2 kg
Debit larutan kaporit = 7200000 mg /86400 s
= 83,33 mg/s
= 0,0069 L/s
digunakan katup pelepas tekan (pressure reducing valve). Untuk mengatasi kekurangan
tekanan dapat digunakan pompa penguat.
A. Penentuan dimensi perpipaan transmisi air minum dan distribusi dapat menggunakan
formula:
Q = VxA
A = 0 785 D2
Dimana
Q : debit (m3/detik)
V : kecepatan pengaliran (m/detik)
A : luas penampang pipa (m2)
D : diameter pipa (m)
B. Kualitas pipa berdasarkan tekanan yang direncanakan; untuk pipa bertekanan tinggi
dapat
This website stores datamenggunakan
such as pipa Galvanis (GI) Medium atau pipa PVC kelas AW, 8 s/d 10
cookies to enable essential site
2 atau pipa berdasarkan SNI, Seri (10 –12,5), atau jenis pipa lain yang telah
functionality, as kg/cm
well as marketing,
memiliki SNI atau standar internasional setara.
personalization, and analytics. You
may change [Link] settings at
Jaringan any time
pipa didesain pada jalur yang ditentukan dan digambar sesuai dengan zona
or accept the default settings.
pelayan yang di tentukan dari jumlah konsumen yang akan dilayani, penggambaran
dilakukan skala maksimal 1:5.000.
Privacy Policy
Tabel 4.5. Kriteria Pipa Distribusi
Marketing
Personalization
Analytics
Tabel 4.6. Faktor Jam Puncak untuk Perhitungan jaringan Pipa Distribusi
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Analisis jaringan pipa distribusi antara lain memenuhi ketentuan sebagai berikut:
Save Accept All
A. Jika jaringan pipa tidak lebih dari empat loop, perhitungan dengan metoda hardy-
cross masih diijinkan secara manual. Jika lebih dari empat loop harus dianalisis
dengan bantuan program komputer.
B. Perhitungan kehilangan tekanan dalam pipa dapat dihitung dengan rumus Hazen
Williams:
Hf = 10,66-1,85 D-4,87 L
Dimana:
Q = debit air dalam pipa (m³/detik)
C = koefisien kekasaran pipa
D = diameter pipa (m)
S = slope/kemiringan hidrolis
Ah = kehilangan tekanan (m)
a. Katup/valve
Katup berfungsi untuk membuka dan menutup aliran air dalam pipa, dipasang
pada:
▪ lokasi ujung pipa tempat aliran air masuk atau aliran air keluar;
▪ setiap percabangan;
▪ pipa outlet pompa;
This website stores data such▪ aspipa penguras atau wash out
cookies to enable essential site
Tipe katup yang dapat dipakai pada jaringan pipa distribusi adalah Katup
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
Gerbang (Gate Valve) dan Katup kupu-kupu ( Butterly Valve).
may change your settings at any time
b. Katup penguras (Wash Out/Blow Off)
or accept the default settings.
tanah/sungai.
b) Pipa yang digunakan untuk jembatan pipa disarankan menggunakan pipa
baja atau pipa Ductile Cast Iron (DCIP).
c) Sebelum bagian pipa masuk dilengkapi gate valve dan wash out.
d) Dilengkapi dengan air valve yang diletakkan pada jarak 1/4 bentang dari
titik masuk jembatan pipa.
g. Syphon
➢ Merupakan bagian dari pipa transmisi atau pipa distribusi yang
menyeberang di bawah dasar sungai/saluran.
➢ Pipa yang digunakan untuk syhpon disarankan menggunakan pipa baja
atau pipa Ductile Cast Iron (DCIP).
➢ Bagian pipa masuk dan keluar pada syphon, dibuat miring terhadap pipa
transmisi atau pipa distribusi membentuk sudut 45 derajat dan diberi
blok beton penahan sebagai pondasi.
➢ Bagian pipa yang menyeberang/berada di bawah dasar sungai/saluran
harus diberi pelindung.
h. Manhole
a) Manhole diperlukan untuk inspeksi dan perbaikan terhadap
perlengkapan-perlengkapan tertentu pada jaringan distribusi.
This website stores data such as
cookies to enable essential site
b) Ditempatkan pada tempat-tempat pemasangan meter air, pemasangan
functionality, as well as marketing,katup, dan sebagainya.
personalization, and analytics. You
may change your settings i. at any time Block
Thrust
or accept the default settings.
1. Berfungsi sebagai pondasi bantalan/dudukan perlengkapan pipa seperti
bend, tee, Katup (valve) yang berdiameter lebih besar dari 40 mm.
Privacy Policy
2. Dipasang pada tempat-tempat dimana perlengkapan pipa dipasang yaitu
Marketing pada:
Personalization
▪ Belokan pipa.
Analytics
▪ Persimpangan/percabangan pipa.
Save Accept All ▪ Sebelum dan sesudah jembatan pipa, syphon.
▪ Perletakan valve/katup.
3. Dibuat dari pasangan batu atau beton bertulang.
Di Kota Magelang jenis pipa yang digunakan sebagai pipa distribusi adalah :
- Pipa Plastik (PVC)
- Pipa Besi (Pipa Galvanise, Pipa Steel dsb)
Sepanjang jalur pipa terdapat kelengkapan-kelengkapan seperti :
- Jembatan Pipa
- Siphon
- Crossing Jalan
- Wash Out
- Air Release Valve
- Dsb
Selain menggunakan sistem perpipaan, distribusi air minum dapat dilakukan dengan
menggunakan sistem non perpipaan seperti pelayanan dengan menggunakan sistem
Mobile Service dengan menggunakan Truk Tanki Air ataupun pelayanan setempat
dengan menggunakan Kran Umum.
Unit Pelayanan terdiri dari sambungan rumah, hidran/kran umum, terminal air, hidran
kebakaran dan meter air
1) Sambungan Rumah
Yang dimaksud dengan pipa sambungan rumah adalah pipa dan perlengkapannya,
dimulai dari titik penyadapan sampai dengan
dengan meter air. Fungsi utama dari sambungan
rumah adalah:
❑ mengalirkan air dari pipa distribusi ke rumah konsumen;
❑ untuk mengetahui jmlah air yang dialirkan ke konsumen.
This website stores data Perlengkapan
such as minimal yang harus ada pada sambungan rumah adalah:
cookies to enable essential site
❑ bagian penyadapan pipa;
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
may change your settings ❑at meter
any timeair dan pelindung meter air atau flowrestrictor;
or accept the default settings.
❑ katup pembuka/penutup aliran air;
❑ pipa dan perlengkapannya.
Privacy Policy
Marketing
2) Hidran/Kran Umum
Personalization
Analytics
Pelayanan Kran Umum (KU) meliputi pekerjaan perpipaan dan pemasangan meteran air
berikut konstruksi sipil yang diperlukan sesuai gambar rencana. KU menggunakan pipa
Save Acceptdengan
pelayanan All diameter ¾”–1” dan meteran air berukuran ¾”. Panjang pipa
3) Hidran Kebakaran
Hidran kebakaran adalah suatu hidran atau sambungan keluar yang disediakan untuk
mengambil air dari pipa air minum untuk keperluan pemadam kebakaran atau
pengurasan pipa. Unit hidran kebakaran ( fire hydrant) pada umumnya dipasang pada
setiap interval jarak 300 m, atau tergantung kepada kondisi daerah/peruntukan dan
kepadatan bangunannya.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Tingkat pemakaian air per orang sangat bervariasi antara suatu daerah dengan daerah
lainnya, sehingga secara keseluruhan penggunaan air dalam suatu sistem penyediaan air
minum juga akan bervariasi. Bervariasinya pemakaian air ini disebabkan oleh beberapa
faktor, antara lain: iklim, standar hidup, aktivitas masyarakat, tingkat sosial dan ekonomi,
pola serta kebiasaan masyarakat dan hari libur.
Berhubungan dengan fluktuasi pemakaian air ini, terdapat tiga macam pengertian, yaitu:
a. Kebutuhan rata-rata
Pemakaian air rata-rata dalam satu hari adalah pemakaian air dalam setahun dibagi
dengan 365 hari.
dan tingkat perkembangan kota, dimana semakin besar jumlah penduduknya semakin
beraneka ragam aktivitas penduduknya. Dengan bertambahnya aktivitas penduduk,
maka fluktuasi pemakian air semakin kecil. Berdasarkan standar yang tercantum dalam
Lampiran III Permen PU No.18 Tahun 2007, faktor jam puncak (fp) berkisar antara 1,15
– 3. Dalam penyusunan Rencana Induk SPAM Kota Magelang, faktor jam puncak (fp)
yang digunakan sebagai kriteria desain adalah 1,5.
Kebutuhan air ditentukan berdasarkan:
- Proyeksi penduduk
Proyeksi penduduk harus dilakukan untuk interval 5 tahun selama periode
perencanaan
- Pemakaian air (L/o/h)
Laju pemakaian air diproyeksikan setiap interval 5 tahun
- Ketersediaan air
Perkiraan kebutuhan air hanya didasarkan pada data sekunder sosial ekonomi dan
kebutuhan air diklasifikasikan berdasarkan aktifitas perkotaan atau masyarakat
Merupakan kebutuhan air yang berasal dari rumah tangga dan sosial. Standar konsumsi
pemakaian domestic ditentukan berdasarkan rata-rata pemakaian air perhari yang
diperlukan oleh setiap orang.
Tabel 4.8. Tingkat konsumsi/pemakaian air rumah tangga sesuai kategori kota
Analytics
Kebutuhan air untuk rumah tangga (domestik) dihitung berdasarkan jumlah penduduk tahun
perencanaan.
Save Kebutuhan
Accept All air minum untuk daerah domestic ini dilayani dengan sambungan
rumah (SR) dan hidran umum (HU). Kebutuhan air minum untuk daerah domestic ini dapat
dihitung berdasarkan persamaan berikut:
Kebutuhan air = % pelayanan x a x b
Dimana:
a = jumlah pemakaian air (liter/orang/hari)
b = jumlah penduduk daerah pelayanan (jiwa)
Kebutuhan air untuk domestik (rumah tangga) yaitu pemakaian air dilingkungan rumah
tangga dihitung berdasarkan :
- Jumlah penduduk
- Prosentase jumlah penduduk yang akan dilayani
- Pelayanan air
- Konsumsi pemakaian air (liter/orang/hari)
Pola penggunaan air di Wilayah Studi akan menentukan berapa standar konsumsi air yang
akan menjadi dasar untuk menghitung perkiraan kebutuhan air sampai dengan akhir tahun
perencanaan.
dimiliki oleh PDAM. Kebutuhan akan diambil berdasarkan rata-rata pemakaian konsumsi
rumah tangga.
Selain PDAM, penyediaan air minum juga dikembangkan oleh Pemerintah Kabupaten/Kota
wilayah PKW Kota Magelang dan pihak swasta melalui berbagai sistem penyediaan secara
teknis dapat kategorikan didalam standar air minum.
Didalam penyediaan air minum Non PDAM, standar konsumsi air minum menggunakan
standar pemakaian sebesar 70 L/o/hari - 110 L/o/hari.
Pada umumnya pengembangan penyediaan air minum Non PDAM menggunakan sumber
sebagai berikut :
1. Sumur Dangkal/Sumur Pompa.
2. Sumur Dalam/Sumur Bor.
This website stores data such as
cookies to 3.
enable essential
Mata site
Air dengan kapasitas kecil dengan perlindungan.
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. YouAir Hujan
4. Penampungan
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Untuk periode perencanaan dalam penyusunan RISPAM di ikuti pedoman yang di atur dalam
Permen PU no. 18 Tahun 2007, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Daerah pelayanan disesuaikan dengan arah pengembangan yang ada dalam RTRW serta
memperhatikan daerah potensial, daerah yang tinggi kepadatan penduduknya, fungsi
strategis kota misalnya wisata, industry atau perkantoran, daerah dengan penduduk
berpenghasilan rendah ( MBR ), ketersediaan sumber air atau daerah rawan air, serta
kebijakan pemerintah kota dalam penyediaan air minum. Wilayah pelayanan tidak terbatas
pada wilayah administrasi yang bersangkutan sesuai hasil kesepakatan dan koordinasi
dengan pihak-pihak yang terkait dalam rangka menunjang pembangunan sistem penyediaan
air minum.
A. Bentuk Wilayah Pelayanan
Magela ng | 4 - 25
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang
Apabila terdapat sistem eksisting, maka lakukan penanganan seperti pada ketentuan umum
dan ketentuan teknis di atas, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
- Menguraikan sasaran wilayah pelayanan dan arah pengembangan kota menurut
menurut tata
ruang kota yang sudah disetujui.
- Menguraikan komponen-komponen yang ada di dalam wilayah pelayanan saat ini dan
proyeksi pada masa mendatang.
- Menggambarkan dan menempatkan lokasi sumber air alternatif yang telah dikunjungi dan
alternatif jalur pipa transmisi air baku.
- Membuat batas wilayah meliputi seluruh alternatif sumber dan wilayah yang menjadi
kesepakatan dan koordinasi pihak terkait.
Magela ng | 4 - 26
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang
PROYEKSI KEBUTUHAN
AIR
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Kebijakan dan strategi pengembangan pola ruang Kota Magelang terbagi kedalam 2 (dua)
bagian yaitu kebijakan dan strategi pengembangan kawasan lindung dan kebijakan dan
strategi pengembangan kawasan budidaya, kedua kebijakan dan stretegi tersebut harus
memperhatikan prinsip-prinsip Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), sehingga
kebijakan yang ditempuh dapat sinkron dengan permasalahan dan isue-iseu strategis bidang
lingkungan hidup.
c. mengembalikan
pengembangan dan meningkatkan
kegiatan fungsi
budidaya, kawasan
dalam lindung
rangka yang telahdan
mewujudkan menurun akibat
memelihara
keseimbangan ekosistem wilayah;
d. mengembangkan, menata, mempertahankan, dan/atau meningkatkan kualitas
kawasan cagar budaya untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan pariwisata Kota
Magelang; dan
e. mengarahkan kawasan rawan bencana tanah longsor sebagai kawasan sabuk hijau
(green belt).
[Link]. Kebijakan dan Strategi II
Kebijakan dan strategi pemantapan kawasan budidaya dirumuskan sebagai upaya dalam
pemantapan kawasan budidaya sesuai dengan karakter atau daya dukung, permasalahan
dan upaya pencapaiannya. Kawasan budidaya dapat diklasifikasikan menurut fungsi
peruntukan lahan seperti perumahan, kawasan industri, perdagangan jasa, pertanian, RTH,
dan jalur hijau.
Kebijakan pengembangan kawasan budidaya Kota Magelang terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu
sebagai berikut:
a. perwujudan dan peningkatan keterpaduan dan keterkaitan antar kegiatan budidaya,
yang dimaksud dengan keterpaduan dan keterkaitan antar kegiatan budidaya
mengandung pengertian bahwa kawasan budidaya yang dikembangkan bersifat saling
menunjang satu sama yang lainnya, sehingga dapat mewujudkan sinergi dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
b. pengendalian perkembangan kegiatan budidaya agar tidak melampaui daya dukung
lingkungan hidup.
Privacy Policy
[Link]. Kebijakan dan Strategi II
Marketing
Kebijakan kedua pengembangan pola ruang Kota Magelang yaitu pengendalian
Personalization
perkembangan kegiatan budidaya agar tidak melampaui daya dukung lingkungan hidup
Analytics
dijabarkan kedalam beberapa strategi sebagai berikut:
a.
Save mengoptimalkan
Accept All ruang bagi kegiatan budidaya sesuai daya dukung lingkungan hidup
dan daya tampung lingkungan hidup;
b. mengembangkan secara selektif
selektif bangunan fisik di kawasan rawan bencana
berdasarkan kajian teknis untuk meminimalkan potensi kejadian bencana dan potensi
kerugian akibat bencana;
c. mengatur penggunaan teknologi yang berpotensi sebagai sumber ancaman atau
bahaya bencana;
d. membatasi alih fungsi lahan pertanian sawah produktif melalui penataan
perkembangan kawasan terbangun di kawasan perkotaan dengan mengoptimalkan
pemanfaatan ruang secara vertikal dan tidak sporadis guna mempertahankan lahan
pangan berkelanjutan dan mengembangkan kawasan tanah non produktif untuk
kegiatan non pertanian;
Bagian ini akan dijelaskan kebijakan dan strategi khusus untuk kegiatan budidaya yang akan
dikembangkan pada masing-masing peruntukan lahan sebagai penjabaran dari strategi
pengembangan kawasan budidaya adalah sebagai berikut:
[Link]. Kebijakan Pengembangan Kawasan Peruntukan Perdagangan
Analytics
[Link]. Kebijakan Pengembangan Kawasan Peruntukan Kesehatan
Save Accept All
Kebijakan pengembangan kesehatan dengan peningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
yang handal dan profesional.
Strategi :
f. Peningkatan kemampuan dan keahlian tenaga medis melalui pendidikan dan pelatihan
yang berkesinambungan.
Personalization
e. Pengembangan kawasan/sekolah khusus olahraga.
Analytics
Save
[Link]. Accept All Pengembangan Kawasan Peruntukan Perumahan/ Permukiman
Kebijakan
Strategi :
Personalization
Analytics
[Link]. Kebijakan Penetapan Ruang Kegiatan Sektor Informal
Penetapan kawasan khusus untuk pengembangan sektor informal sebagai sarana rekreasi
belanja :
a. Siang hari :
Pengembangan kawasan PKL di Jl. Pemuda sebagai pusat grosir (pakaian, anekan
makanan ringan, dan pernak-pernik) yang disertai dengan ketersedian area parkir
bersama, serta pedestrian ways yang aman dan nyaman.
b. Malam hari :
Pengembangan kawasan PKL di Jl. Jenggolo sebagai pusat kuliner/jajanan malam di
Kota Magelang (seperti : Kya-kya Kembang Jepun Surabaya). Dengan
memperdagangkan makanan khas dan unggulan Magelang dan sekitarnya.
Pengembangan kawasan PKL di Kawasan Armada Estate sebagai pusat kuliner malam
di bagian utara Kota Magelang.
Penertiban kawasan alun-alun kota dari aktivitas PKL liar dan mengembangkan kawasan
tersebut sebagai kawasan khusus publik seperti Olahraga, Taman Bermain, Konser Musik,
dan sebagainya.
Analytics
[Link]. Kebijakan dan Strategi I
Save Accept All
Kebijakan pertama pengembangan kawasan strategis untuk pelestarian dan peningkatan
fungsi dan daya dukung lingkungan hidup untuk mempertahankan dan meningkatkan
keseimbangan ekosistem, melestarikan keanekaragaman hayati, mempertahankan dan
meningkatkan fungsi perlindungan kawasan, melestarikan keunikan bentang alam, dan
melestarikan warisan budaya Kota Magelang, dijabarkan kedalam strategi sebagai berikut:
a. menetapkan kawasan Gunung Tidar sebagai kawasan strategis lingkungan hidup yang
berpengaruh pada fungsi lindung;
b. mencegah dan membatasi
membatasi pemanfaatan ruang di kawasan strategis kota yang
berpotensi mengurangi fungsi lindung kawasan;
c. membatasi pengembangan sarana dan prasarana di dalam dan di sekitar kawasan
strategis Kota Magelang yang dapat memicu perkembangan budidaya;
a.
Marketing menetapkan kawasan strategis Kota Magelang dengan fungsi pertumbuhan ekonomi
yang teridiri dari Kawasan Alun-alun, Kawasan Sentra Perekonomian Lembah Tidar,
Personalization
Kawasan Sidotopo, Kawasan GOR Samapta, Kawasan Sukarno-Hatta. dan Kawasan
Analytics
Kebonpolo;
Save
b. Accept All
mengembangkan kegiatan budidaya secara selektif di dalam dan di sekitar kawasan
strategis Kota Magelang untuk pengembangan ekonomi;
c. mengembangkan pusat pertumbuhan berbasis potensi sumber daya manusia dan
kegiatan budidaya unggulan sebagai penggerak utama pengembangan perekonomian
Kota Magelang;
d. menciptakan iklim investasi yang kondusif;
e. mengelola pemanfaatan sumber daya alam agar tidak melampaui daya dukung dan
daya tampung kawasan;
f. mengelola dampak negatif kegiatan budidaya agar tidak menurunkan kualitas
lingkungan hidup dan efisiensi kawasan;
g. mengintensifkan promosi peluang investasi; dan
h. meningkatkan pelayanan prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi.
fungsi pelestarian warisan budaya bangsa berupa kawasan heritage arsitektural dan
museum;
c. mengembangkan** kegiatan budidaya secara selektif dan melalui kajian teknis
zonasi*** di dalam dan di sekitar kawasan strategis sosial dan budaya bangsa;
d. melestarikan keaslian fisik serta bentuk-bentuk bangunan yang ada di kawasan
strategis sosial dan budaya bangsa;
e. meningkatkan kecintaan masyarakat akan nilai budaya yang mencerminkan jati diri
bangsa yang berbudi luhur; dan
f. mengembangkan penerapan nilai budaya bangsa dalam kehidupan bermasyarakat.
Kebijakan pengembangan dan Penataan Kawasan Sidotopo sebagai pusat bisnis baru di
Kota Magelang (Pusat Perdagangan, rekreasi/pariwisata, pendidikan dengan skala
pelayanan lokal dan regional)
Strategi:
Kebijakan pengembangan dan penataan Kawasan GOR Samapta sebagai wahana rekreasi
dan olahraga skala regional.
Strategi :
a. Peningkatan penataan sistem transportasi menuju Kawasan GOR Samapta dengan
pengembangan jaringan jalan baru dan terhubung dengan kawasan-kawasan potensial
lain seperti pembukaan jalur alternatif GOR Samapta-Kyai Langgeng.
b. Peningkatan jalan menuju GOR Samapta (Perlebaran Jl. Jeruk) dari Jalan Utama (Jl.
Ahmad Yani).
c. Penyediaan ruang parkir yang aman, nyaman, dan tidak menganggu aktivitas lalu lintas
Privacy Policy di sekitar kawasan tersebut (Jl. Jend. Soedirman).
d.
Marketing Pengembangan sub terminal pada Kawasan Shoping Center.
Personalization
Analytics
Kebijakan dan Strategi Kawasan Soekarno-Hatta
Kebijakan Accept
Save pengembangan
All dan penataan Kawasan Soekarno-Hatta sebagai sarana
perpindahan moda angkutan antar regional antar kota-provinsi.
Strategi :
a. Peningkatan penataan sistem transportasi yang melalui jalur koridor arteri primer
(Yogyakarta-Magelang-Semarang).
b. Peningkatan penataan peruntukan lahan di jalur strategis (Koridor arteri primer
Semarang-Yogyakarta).
Untuk Kawasan Gunung Tidar sebaiknya tetap dipertahankan sebagai kawasan lindung
diluar kawasan hutan (paru-paru Kota).
Strategi:
a. Peningkatan penghijauan dan pengayaan tanaman-tanaman tertentu untuk
meningkatkan peran Gunung Tidar sebagai paru-paru kota.
b. Pembatasan aktivitas di Gunung Tidar misalnya Jenis kegiatan yang bisa dilakukan
hanya bersifat studi dan tidak merusak lingkungan, atau hanya dapat dimanfaatkan
sebagai arena rekreasi alam dan wisata spiritual.
Kebijakan dan Strategi Kawasan Alun-alun dan sekitarnya (Losmenan dan lain sebagainya)
Kebijakan Pengembangan Kawasan pusat Kota (CBD) sebagai aktivitas bisnis utama di Kota
Magelang.
This website stores data
Strategi : such as
cookies to enable essential site
a. as well
functionality, Peningkatan
as marketing,sarana prasarana pendukung kegiatan, seperti penyediaan tempat parkir
personalization, and analytics. You
bersama.
may change your settings at any time
b. default
or accept the Penghijauan
settings. disepanjang kawasan alun-alun Kota dengan jenis tanaman/bunga yang
khas.
c.
Privacy Policy Peningkatan pelayanan sistem transportasi dan pengaturan traffic lalu lintas pada
kawasan CBD.
Marketing
Personalization
Kebijakan
Analytics dan Strategi Kawasan Wisata dan Pengembangan Wisata Bangunan
Kuno/Heritage
Save Accept All
Kebijakan pengembangan terkait Kawasan wisata bangunan kuno sebagai alternatif
pengembangan sektor jasa untuk mendukung peran Kota Magelang (MICE).
Strategi :
a. Rehabilitasi dan penataan kawasan bangunan kuno dengan tidak mengurangi bentuk
aslinya.
b. Peningkatan promosi dan ivent-ivent budaya untuk memancing minat investor dan
mengenalkan budaya yang dimiliki Kota Magelang.
c. Pengembangan wisata religi makam Kyai Tuk Drajat dan Tuk Songo serta makam
Gunung Tidar dengan penyediaan fasilitas sarana prasarana pendukung seperti Jalan,
tempat parkir, dan sebagainya
d. Pembuatan tuguseperti
Kota Magelang atau ornamen pada lokasi
Patung Pahlawan khusus
pada sebagai
pertigaan penanda
Menowo atauidentitas/ciri khas
gerbang selamat
datang di Kota Magelang perbatasan kota bagian utara (Kota Magelang sambung) dan
selatan kota (penataan kawasan perbatasan).
Strategi:
a. Melakukan koordinasi terkait dengan pengembangan kawasan budidaya di sekitar
kawasan strategis militer yang meliputi kawasan AKMIL, RINDAM, SECABA, dan YON
ARMED.
b. Mengembangkan dan mengarahkan kawasan budidaya tidak terbangun sebagai zona
penyangga di Kawasan Militer dan ikut mengembangkan RTH.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Analytics
a. Magelang
b. sebagian Cacaban
Save Accept All
D. Zona 4
F. Zona 6
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Magersari 7.906
6. Daerah
Pelayanan V Akmil
KANOMAN 2
Kota magelang memiliki sumber yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber air
baku pada sistem penyediaan air minum dan magelang memiliki idle capacity sumber air
yang cukup besar meningkatnya kebutuhan air minum bagi masyarakat, khususnya kota
magelang seiri dengan pertambahan populasi penduduk sekaligus meningkatnya jumlah
pelanggan PDAM setiap tahun.
Kota magelang masih mengandalkan sumber air yang berasal dari kabupaten magelang.
Namun hal ini perlu menjadi perhatian untuk ke depannya, mengingat semakin hari
kebutuhan akan air bersih akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah
penduduk. Munculnya kendala pemenuhan dalam penlayanan sistem penyediaan air minum
perpipaan ini adalah sistem jaringan yang sebagaian besar sudah berusia cukup lama serta
mengalami kerusakan dan kebocoran.
Berdasarkan hasil perhitungan dengan beberapa Metoda, maka proyeksi penduduk tiap
Kecamatan di Kota Magelang dapat dilihat pada tabel berikut:
EKSISTING PROYEKSI
KECAMATAN/KEL r
URAHAN
2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035
Magelang Selatan 40899 41022 0.003007 41145 41145 41146 41269 41393 41517 41642 41767 41892 42018 42144 42271 42397 42525 42652 42780 42909 43037
Magersari 7919 7943 0.003031 7967 7967 7967 7991 8015 8040 8064 8088 8113 8137 8162 8187 8211 8236 8261 8286 8311 8336
Rejowinangun
8026 8050 0.00299 8074 8074 8074 8098 8122 8147 8171 8195 8220 8244 8269 8294 8318 8343 8368 8393 8418 8443
Selatan
Jurangombo Utara 3924 3936 0.003058 3948 3948 3948 3960 3972 3984 3996 4009 4021 4033 4046 4058 4070 4083 4095 4108 4120 4133
Jurangombo 0.002966 7801 7801 7801 7824 7847 7871 7894 7917 7941 7964 7988 8011 8035 8059 8083 8107 8131 8155
7755 7778
Selatan
Tidar Utara 7796 7819 0.00295 7842 7842 7842 7865 7888 7912 7935 7958 7982 8005 8029 8052 8076 8100 8124 8148 8172 8196
Tidar Selatan 5479 5495 0.00292 5511 5511 5511 5527 5543 5559 5576 5592 5608 5625 5641 5657 5674 5690 5707 5724 5740 5757
Magelang Tengah 44349 44482 0.002999 44615 44615 44616 44749 44883 45018 45152 45288 45423 45559 45695 45832 45969 46107 46245 46383 46522 46661
Rejowinangun
10732 10764 0.002982 10796 10796 10796 10828 10861 10893 10925 10958 10990 11023 11056 11089 11122 11155 11188 11221 11255 11288
Utara
Kemirirejo 5293 5309 0.003023 5325 5325 5325 5341 5357 5373 5390 5406 5422 5439 5455 5471 5488 5504 5521 5538 5554 5571
Cacaban 7809 7832 0.002945 7855 7855 7855 7878 7901 7925 7948 7971 7995 8018 8042 8065 8089 8113 8137 8161 8185 8209
Magelang 7138 7159 0.002942 7180 7180 7180 7201 7222 7244 7265 7286 7308 7329 7351 7372 7394 7415 7437 7459 7481 7503
Panjang 5940 5958 0.00303 5976 5976 5976 5994 6012 6031 6049 6067 6085 6104 6122 6141 6159 6178 6197 6215 6234 6253
7437 7459 0.002958 7481 7481 7481 7503 7525 7548 7570 7592 7615 7637 7660 7682 7705 7728 7751 7773 7796 7819
Gelangan
ThisMagelang
website Utara
stores data such as
36624 36734 0.003003 36844 36844 36845 36955 37066 37177 37288 37400 37512 37625 37738 37851 37964 38078 38192 38306 38421 38536
Marketing
Personalization
Analytics
Kramat Selatan 7430 7452 0.002961 7474 7474 7474 7496 7518 7541 7563 7585 7608 7630 7653 7675 7698 7721 7744 7766 7789 7812
Tabel 5.3. Kriteria Perencanaan Air Bersih menurut Ditjen Cipta Karya
KATEGORI KOTA BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK
Kota
Kota Besar Kota Sedang Kota Kecil Desa
Metropolitan
(liter/detik/ha)
This website stores data such as
cookies to enable a. essential site
Niaga Kecil 600 – 900 600 – 900 600
functionality, as well as marketing,
b. Niaga Besar 1000 - 5000 1000 - 5000 1500
personalization, and analytics. You
may change your c. settings
Industriat any time
Besar 0.2 – 0.8 0.2 – 0.8 0.2 – 0.8
or accept the default settings.
d. Pariwisata 0.1 – 0.3 0.1 – 0.3 0.1 – 0.3
Personalization
7. Jumlah Jiwa per SR (Jiwa) 5 5 5 5 5
Analytics
8. Jumlah Jiwa per HU (Jiwa) 100 100 100 100 100
Dari data tersebut maka dapat ditentukan proyeksi kebutuhan air pada sampai tahun 2034,
dengan asumsi sebagai berikut:
A. PDAM Kota Magelang setiap tahun menargetkan mampu menambah jumlah sambungan
antara 1.000 – 1.500 pelanggan pertahun
B. PDAM Kota Magelang mempertimbangkan ketersediaan air baku yang ada dengan
programprogram pengembangan air baku yang sudah dirintis dan ekspansi alternatif
sumber air baku lainnya.
C. Satu sambungan rumah melayani 4 jiwa.
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 5 - 20
Proyeksi jumlah pelanggan dan kebutuhan air PDAM Kota Magelang dapat dilihat pada tabel berikut ini :
KEPENDUDUKAN
Jumlah Penduduk 121872 122238 122606 122974 123343 123712 124083 124455 124828 125202 125577 125953 126331 126709 127089 127470 127852 128235
Jumlah Pelanggan (total jiwa) 113640 113981 114323 114666 115010 115355 115701 116048 116396 116745 117096 117447 117799 118153 118507 118863 119606
Jiwa Persambungan 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4
KEBUTUHAN DOMESTIK
Konsumsi Pemakaian Air
130 130 130 130 130 130 130 130 130 130 130 130 130 130 130 130 130
(liter/jiwa/hari)
Jumlah Sambungan 27662 28317 29067 29817 30567 31317 32067 32817 33567 34317 35067 35817 36567 37317 38067 38817 39067
Kebutuhan SR 164,80 169,10 173,40 177,70 182,00 186,30 190,60 194,92 199,20 203,50 207,80 212,10 216,40 220,70 225,00 229,30 233,60
KAPASITAS PRODUKSI 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6 472,6
KAPASITAS RESERVOIR 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650 4650
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Debit minimum : 3,71 m3/dt
Save Accept All
Kualitas air Sungai Progo :
keruh
- polutan tinggi
Tabel 6.1. Debit Sungai Progo
Tahun Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des
2002 Tad 21.18 22.08 25.10 16.57 11.50 10.00 7.46 5.02 6.36 13.87 31.31
2003 20.81 35.80 23.43 17.66 14.19 9.60 7.86 6.87 6.08 8.62 17.38 30.02
2004 18.87 17.55 23.18 15.66 11.61 7.16 7.65 5.78 5.37 5.02 9.88 3.13
2005 17.72 15.53 14.90 18.49 15.86 13.30 11.83 7.74 6.99 10.86 10.76 23.97
2006 33.50 32.74 27.75 28.74 22.49 13.78 9.73 7.06 4.17 2.12 5.28 14.34
2007 11.26 20.87 27.33 30.46 15.51 12.63 11.11 14.81 12.89 15.01 10.19 23.92
2009 6.64 7.67 6.55 6.73 16.42 12.58 7.48 5.73 3.58 4.07 8.25 8.71
2010 12.12 13.47 17.31 10.99 tad 11.57 9.23 8.62 8.28 8.24 tad tad
2011 11.24 13.31 15.87 11.97 6.58 4.91 5.29 1.38 1.23 3.29 4.12 5.48
Sungai Elo
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Kualitas air Sungai Elo :
Save Accept All
- keruh
polutan tinggi
Perhatian terhadap lingkungan SWP DAS sangat berperan dalam menunjang pembangunan
berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. SWP DAS berperan dalam tata hidrogeologis
wilayah, yaitu dalam hal pasokan air pengaturan secara alamiah alamiah yang mampu
mengendalikan aliran airdan penyediaan air dalam bentuk reservoir alami.
No Uraian F
Pada umumnya kualitas air masyarakat di musim kemarau cukup baik. Hanya sebagian kecil
masyarakat yang memiliki kualitas air yang jelek di musim kemarau seperti berwarna
sebesar 1,27% dan berbau sebesar 0,42%. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel
berikut :
No Uraian F
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Sumber mata air kalegen berada pada ketinggian +656 m Dpl dan terletak di dusun
Bangunan penangkap mata air/Bronkaptering Wulung dibangun pada tahun 1920, Sumber
mata air Wulung terletak di ketinggian +661 m diatas permukaan laut , sumber tersebut
This websiteterdapat di such
stores data Dusun as Wulung, Desa Banjarsari, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten magelang.
cookies to Kapasitas sumber
enable essential site dari sumber mata
mata air Wulung saat ini adalah 39,84 lt/det, sedangkan
functionality, as well as marketing,
kapasitas produksi saat ini adalah sebesar 36,21, sehingga kapasitas yang belum
personalization, and analytics. You
may change termanfaatkan saat
your settings at any timeini adalah 3,63 lt/det. Permasalahan yang dialami MA wulung sama
or accept the default settings.
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 6 - 5
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
seperti yang dialami MA lakegen yaitu penurunan debit air dari 80 lt/dtk menjadi 40 lt/dtk,
Save Accept All
sehingga dibutuhkan mata air lain sebagai cadangan untuk mengantisipasi kekurangan air
terutama saat kemarau.
Gambar 6.2. Mata Air Wulung
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
1.3. Listrik 92 kw
2.3. Listrik 92 kw
3.1. Q 50 lt/dtk
3.3. Listrik 92 kw
Pengambilan sumber dari Mata Air Kanoman II menggunakan sistem perpompaan, dengan
spesifikasi pompa sebagai berikut:
No URAIAN KETERANGAN
1.1. Q 50 lt/dtk
1.2. Head 90 m
1.3. Listrik 92 kw
2.1. Q 25 lt/dtk
2.2. Head 90 m
This website stores data such as
2.3. Listrik
cookies to enable essential site 50 kw
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
Keterangan
may change your settings at any time Genset 2 unit (kondisirusak)
or accept the default settings.
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 6 - 8
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
No URAIAN KETERANGAN
1.1. Q 50 lt/dtk
1.3. Listrik 92 kw
This website stores data such as
cookies to enable essential site
Keterangan Tidak ada Genset
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 6 - 9
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Berikut data unit produksi dan kapasitas sumber pada bulan September 2019.
5. Tuk Pecah + 315 m Perpompaan 207,818 84,00 84,00 Alun-alun 1750 m³ + 406 m
This
6. website
Kanoman stores
I +data
302such
m as
Perpompaan 454,174 62,750 62,750 Gunung Tidar 1000 m³ + 406 m
cookies to enable essential site
functionality,
7. Kanoman asIIwell+as marketing,
302 m Perpompaan 56,00 56,00 56,00 AKMIL 500 m³ + 377 m
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time Sumber: PDAM Kota Magelang, 2019
or accept the default settings.
Marketing
Personalization
Analytics
Save
6.2. PELAYANAN
Accept All
DAN JALUR DISTRIBUSI
Kota Magelang terdiri dari 3 kecamatan dan 17 kelurahan dengan total 121.673 jiwa
penduduk (BPS kota Magelang, 2018). Terdapat 5 mata air yang menjadi sumber mata air
penduduk kota magelang dan hanya 1 mata air yang berada di Kawasan kota, yaitu MA Tuk
pecah di kelurahan Wates. Berikut data luas dan jumlah penduduk di kota magelang per
kelurahan:
Tabel 6.5. Data Luas dan Jumlah Penduduk Di Kota Magelang
TOTAL 121.673
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Marketing
Personalization
Analytics
Pipa transmisi PDAM Kota Magelang dari data PDAM Kota Magelang tahun 2018. dari data eksisting sebelumnya, kebocoran muncul pada pipa
ACP (Asbestos Cement Pipe) dan DCIP (Ductile Cast Iron Pipe) (pada sambungan karet).
Tabel 6.6. Eksisting Distribusi dan Pemipaan
1. Kalimas I Gravitasi Kalimas I Depan dr. Tarno 7.832 ACP 300 1974
Marketing
Personalization
Analytics
JALUR PIPA
DIAMETER TAHUN
NO Save
MATA AIR Accept All
PENGOLAHAN PANJANG (m) JENIS
(mm) PEMASANGAN
DARI KE
5. Tuk Pecah Perpompaan Tuk Pecah Jl. Sriwijaya 401 DCIP 350 2005
JALUR PIPA
DIAMETER TAHUN
NO MATA AIR PENGOLAHAN PANJANG (m) JENIS
(mm) PEMASANGAN
DARI KE
Dari data jaringan pemipaan PDAM Kota Magelang tersebut, dapat dipetakan kondisi dan titik kerusakan pipa atau permasalahan pipa, untuk
dapat mengurangi kebocoran air saat distribusi ke pelanggan PDAM.
Dari analisis distribusi tersebut kondisi pipa yang cukup tua (lebih dari 15 tahun) dapat disimpulkan bahwa:
Titik yang berpotensi terdapat permasalahan kebocoran.
1. ACP : berusia tua
2. DCIP : kebocoran
kebocoran sambungan pada karet (rubbering)
Berikut pemetaan titiknya.
Marketing
Personalization
Analytics
A. Reservoir
PDAM Kota Magelang saat ini memiliki 4 (empat) buah reservoir untuk melayani sistim
penyediaan air minum, reservoir tersebut dibangun dari tahun 1920 sampai dengan tahun
1994, sedangkan kapasitas reservoar keseluruhan saat ini adalah 4.650 m3.
Tabel 6.7. Reservoir PDAM Kota Magelang
1. Alun-alun 1750 m³
MA Tuk Pecah dan Reservoir Bandongan
2. Bandongan 1400 m³
MA Wulung dan Kalegen
This [Link]
Tidar
data such as 1000 m³
cookies to enable essential site MA Kanoman I
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
may [Link]
settings at any time 500 m³
or accept the default settings.
MA Kanoman II
Privacy Policy
Reservoir Menara Alon-alon
Marketing
Reservoir Menara Alon-alon berkapasitas 1.750 m3 terletak di tengah Kota Mage-lang, di
Personalization
suplai dari mata air Tuk Pecah. Reservoir ini melayani wilayah sebagian Magelang Tengah,
Analytics
seperti Kelurahan Panjang, Kelurahan Kemirirejo, Kelurahan Rejowinangun Utara dan
Save
KelurahanAccept All Reservoir tidak dapat berfungsi dengan baik karena tidak seimbangnya
Cacaban.
antara suplai air masuk dengan kebutuhan konsumen yang [Link] reservoir harus
dioperasikan secara manual dengan sistem buka-tutup valve.
Gambar 6.10. Reservoir Alun-Alun Magelang
Resevoir Bandongan
Reservoir Akmil berkapasitas 500 m3 terletak di lereng Gunung Tidar sisi selatan di komplek
Akmil, di suplai dari mata air Kanoman 2. Reservoir ini khusus mela-yani kesatuan Akademi
Militer dan pendistribusiannya dikelola sendiri oleh Akmil
7. PENDAHULUAN BAB 7
RENCANA SISTEM
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Menurut Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Magelang,
Tahun 2011-2031 Rencana pola ruang wilayah daerah menggambarkan rencana sebaran
kawasan lindung dan kawasan budidaya.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Kawasan perlindungan kawasan bawahannya, adalah kawasan resapan air yang terdapat
di Gunung Tidar dan kawasan lain yang ditentukan lebih lanjut, dan dilaksanakan dengan
arahan
This website stores sebagai
data suchberikut:
as
cookies toa. pembuatan
enable sumur-sumur resapan/biopori;
essential site
functionality, as well as marketing,
b. penataan
personalization, pohon
and analytics. You dan tegakan tinggi pohon hutan yang dikelola masyarakat dan wilayah-
may change your wilayah sempadan
settings at any time sungai; dan
or accept the default settings.
c. pengolahan sistem terasering dan vegetasi yang mampu menahan dan meresapkan air.
Arahan kawasan perlindungan kawasan resapan air dilakukan dalam rangka peresapan air
Privacy Policy
untuk tujuan pengendalian genangan atau banjir pada kawasan tersebut dan/atau
Marketing
sekitarnya, serta memperbanyak penyediaan kebutuhan air tanah, dan dilaksanakan
Personalization
sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Analytics
Kawasan Perlindungan Setempat
Save Accept All
Kawasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 46 huruf b meliputi:
sempadan sungai;
a. sempadan irigasi
b. kawasan sekitar mata air.
Kawasan sempadan sungai sebagaimana yaitu Kawasan Sempadan Sungai Progo dan
Kawasan Sempadan Sungai Elo,
d. pengembangan RTH dengan fungsi resapan dan RTNH untuk kegiatan rekreasi di
kawasan sempadan sungai dengan memperhatikan karakteristik kawasan sempadan
sungai.
Kawasan sempadan irigasi meliputi Sempadan Kali Progo Manggis, Sempadan Kali Bening,
Sempadan Kali Kota, Sempadan Kali Ngaran,
Ngaran, Sempadan Kali Gandekan, dan Sempadan
Kali Kedali.
This [Link]
pemanfaatan
data such assempadan irigasi yang belum termanfaatkan sebagai RTH dan jalan
inspeksi sesuai dengan karakteristik sempadan irigasi setempat.
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
Kawasan
personalization, sekitar You
and analytics. mata air yaitu kawasan di sekeliling sumber air yang ada di Daerah dan
may change dilaksanakan
your settings atberdasarkan
any time arahan sebagai berikut:
or accept the default settings.
a. penetapan sempadan kawasan sekitar mata air;
b. pengendalian bangunan dan kegiatan yang mengakibatkan penutupan jalannya mata
Privacy Policy
air serta mengganggu keberadaan dan kelestarian mata air dan
Marketing
c. kegiatan yang diutamakan di sempadan adalah kegiatan penghutanan atau tanaman
Personalization
tahunan yang produksinya tidak dengan menebang pohon.
Analytics
Pengembangan kawasan perlindungan setempat dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan
Save Accept All
perundang-undangan.
RTH tersebar di seluruh wilayah Daerah yang mempunyai arahan penyediaan sampai akhir
tahun rencana dengan proporsi sebagai berikut:
a. RTH Publik dengan total luas paling rendah sebesar kurang lebih 362 Ha (tiga ratus
enam puluh dua hektare); dan
b. RTH Privat dengan total luas paling rendah sebesar kurang lebih 181 Ha (seratus
RTH Publik Pekarangan, dikembangkan secara bertahap dengan arahan luas sebesar 5 Ha
(lima hektare), meliputi pekarangan rumah dinas, halaman kantor pemerintahan, taman
atap bangunan kantor pemerintahan, dan taman sekolah.
RTH Publik Taman dan Hutan Kota dikembangkan secara bertahap dengan arahan luas
sebesar 267 Ha (dua ratus
ratus enam puluh tujuh hektare), meliputi:
a. taman kota seluas 5 Ha (lima hektare);
b. taman rekreasi seluas 28 Ha (dua puluh delapan hektare);
c. hutan kota seluas 70 Ha (tujuh puluh hektare);
d. taman kecamatan seluas 3 Ha (tiga hektare);
e. taman kelurahan seluas 5 Ha (lima hektare);
This websitef. stores
taman data such as
Rukun Warga (RW) seluas 8 Ha (delapan hektare);
cookies to enable essential site
[Link]
functionality, well asRukun Tetangga (RT) seluas 16 Ha (enam belas hektare);
marketing,
personalization, and analytics. You
h. sabuk hijau seluas 127 Ha (seratus dua puluh tujuh hektare);
may change your settings at any time
or accept the
i. default
tamansettings.
lingkungan perumahan formal seluas 5 Ha (lima hektare).
RTH Publik Jalur Hijau Jalan, dikembangkan secara bertahap dengan arahan luas sebesar
Privacy Policy
5 Ha (lima hektare), meliputi taman pulau jalan, taman media jalan, dan RTH jalur pejalan
Marketing
kaki.
Personalization
RTH Publik Taman Fungsi Tertentu dikembangkan secara bertahap dengan arahan luas
Analytics
sebesar 85 Ha (delapan puluh lima hektare), meliputi:
Save Accept All
a. RTH sempadan sungai seluas 24 Ha (dua puluh empat hektare);
b. RTH sempadan irigasi seluas 10 Ha (sepuluh hektare);
c. RTH pengamanan sumber air baku/mata air seluas 3 Ha (tiga hektare); dan
d. RTH pemakaman seluas 48 Ha (empat puluh delapan hektare).
Pengembangan RTH Publik Taman dan Hutan Kota dilaksanakan berdasarkan arahan
sebagai berikut:
a. pengamanan dan perlindungan dengan mempertahankan luasan RTH Taman dan
Hutan Kota;
b. penambahan luasan lahan untuk RTH Taman Kota dan Sabuk Hijau secara bertahap;
c. penataan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan RTH taman secara berhierarki
sesuai standar kebutuhan dan arahan penyediaan meliputi taman kota, taman
kecamatan, taman kelurahan, taman Rukun Warga (RW), dan taman Rukun Tetangga
(RT) di seluruh wilayah Daerah;
d. pemanfaatan RTH Taman Kota sebagai kawasan resapan air, rekreasi, tempat
olahraga, tempat bermain anak-anak, dan area pengaman dan penyangga;
e. pemanfaatan RTH Hutan Kota sebagai kawasan strategis Daerah dari sudut pandang
lingkungan hidup;
f. pemanfaatan taman rekrasi Daerah sebagai sarana pariwisata dan kawasan strategis
dari sudut pandang ekonomi;
This website stores data such as
g. pemanfaatan sabuk hijau sebagai kawasan budidaya yang dilindungi;
cookies to enable essential site
functionality,[Link]
well as marketing,
dan pembangunan sumur resapan di seluruh kawasan yang ditetapkan
personalization, and analytics. You
may change your sebagai
settingsRTH Taman
at any time dan Hutan Kota;
or accept thei. default settings.
pengembangan kebun bibit di RTH Taman dan Hutan Kota yang ditetapkan;
j. pengembangan, pemeliharaan, dan/atau pembangunan sarana, prasarana, dan
Privacy Policy bangunan pendukung secara terbatas di RTH Taman dan Hutan Kota; dan
Marketing
k. penanaman, pemeliharaan, dan penataan pohon jenis pelindung, peneduh, dan
tanaman hias di seluruh RTH Taman dan Hutan Kota.
Personalization
Analytics
RTH Publik Jalur Hijau Jalan dilaksanakan berdasarkan arahan sebagai berikut:
Save Accept All
a. pengamanan dan perlindungan dengan mempertahankan luasan RTH Jalur Hijau Jalan
yang sudah ada;
b. penambahan luasan lahan untuk RTH Jalur Hijau Jalan secara bertahap;
c. penataan, pemeliharaan, dan pembangunan taman pulau jalan dan taman median
jalan di sepanjang
sepanjan g jalan arteri primer dan sekunder dan kolektor primer dan sekunder
Daerah secara bertahap;
d. pembangunan dan pengoptimalan RTH jalur pejalan kaki di dalam taman dan RTNH;
e. pengembangan, pemeliharaan, dan pembangunan
pembangunan sarana dan prasarana pendukung
pendukung
secara terbatas di RTH Jalur Hijau Jalan; dan
f. penataan, penanaman, dan pemeliharaan pohon jenis pelindung, peneduh, dan
RTH Publik Taman Fungsi Tertentu dilaksanakan berdasarkan arahan sebagai berikut:
a. pengamanan dan perlindungan dengan mempertahankan luasan RTH Taman Fungsi
This [Link]
RTH data such
Privat as
Taman Fungsi Tertentu.
cookies to enable essential site
Pengembangan
functionality, RTH privat sebagai bentuk kewajiban masyarakat dengan arahan
as well as marketing,
personalization, and analytics.
penyediaan You mekanisme perizinan Daerah dan diatur sesuai ketentuan peraturan
melalui
may change your settings at any time
perundang-undangan.
or accept the default settings.
Pengembangan RTH Publik dan RTH Privat dilaksanakan sesuai dengan Rencana Induk
Ruang Terbuka Hijau, ketentuan peraturan perundang-undangan, dan aspek pembiayaan
Privacy Policy
Pemerintah Daerah.
Marketing
Analytics
Kawasan perlindungan suaka alam adalah kawasan perlindungan plasma nutfah yang
Save Accept All
berada di Gunung Tidar dan kawasan lain yang ditetapkan lebih lanjut.
Rencana pengembangan kawasan perlindungan plasma nutfah di Gunung Tidar dan
kawasan lain yang ditetapkan lebih lanjut dimanfaatkan untuk pariwisata, penelitian,
pendidikan, dan ilmu pengetahuan serta dilaksanakan berdasarkan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
Lingkungan atau benda cagar budaya meliputi monumen, gapura, prasasti, makam, gua,
serta lingkungan cagar budaya lain yang dikemudian hari diketemukan dan ditetapkan
lebih lanjut.
Lingkungan bangunan cagar budaya meliputi bangunan tempat ibadah bangunan kawasan
kesehatan, bangunan kawasan pertahanan, bangunan sekolah, bangunan perkantoran,
dan bangunan rumah tinggal, serta bangunan lain yang dikemudian hari diketemukan dan
ditetapkan lebih lanjut.
Privacy Policy
Kawasan rawan bencana tanah longsor dibedakan berdasarkan:
Marketing
a. tingkat kerawanan tinggi meliputi bantaran sepanjang Kawasan Sungai Progo dan
Kawasan Sungai Elo;
Personalization
Analytics
b. tingkat kerawanan menengah dengan kontur curam lebih dari 40% (empat puluh
persen) meliputi Kawasan Gelangan dan Kawasan panjang; dan
Save Accept All
c. tingkat kerawanan rendah dengan kontur antara 20% (dua puluh persen) sampai
dengan 40% (empat puluh persen) meliputi Kawasan Cacaban, Kawasan Rejowinangun
Utara, Kawasan Tidar Utara, Kawasan Tidar Selatan, dan Kawasan Jurangombo
Selatan.
Kawasan Budidaya
b. pengembangan kawasan perumahan formal dan informal sebagai tempat hunian yang
aman, nyaman dan produktif dengan didukung sarana dan prasarana permukiman
yang memadai;
c. penggunaan lahan secara efektif dan efisien sesuai dengan arahan kepadatan
bangunan;
d. pembangunan perumahan harus memenuhi persyaratan administrasi yang berkaitan
dengan perizinan pembangunan, perizinan layak huni, dan sertifikasi tanah;
e. pengembangan kawasan perumahan baru secara vertikal melalui konsolidasi lahan
dan/atau pengadaan lahan perumahan dan kawasan permukiman dengan prinsip
membangun tanpa menggusur;
f. peremajaan kawasan lingkungan permukiman yang teridentifikasi sebagai
perumahan/kawasan permukiman kumuh;
g. pengembangan perumahan formal yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan
hidup wajib dilengkapi Dokumen Lingkungan Hidup; dan
This [Link] data such as perumahan oleh pengembang wajib dilengkapi dengan sarana dan
pengembangan
cookies to enable essential site
prasarana dasar perumahan, dilengkapi dengan site plan (rencana tapak), dan sesuai
functionality, as well as marketing,
personalization,dengan mekanisme
and analytics. You perizinan Pemerintah Daerah.
may change your settings at any time
Kawasan
or accept the Peruntukan Perdagangan dan Jasa
default settings.
Kawasan Peruntukan
Save Accept All Industri
tempat/bangunan pergudangan;
b. kegiatan industri besar dan industri sedang dapat berada di kawasan budidaya lain
secara bersyarat;
c. perluasan suatu persil/kaveling industri besar dan industri sedang dengan menambah
lahan melebihi ketersediaan lahan baik pada kawasan peruntukan industri atau atau
kawasan lain yang telah dizinkan, wajib berlokasi di kawasan yang ditetapkan sebagai
kawasan peruntukan Industri;
e. pengembangan kegiatan industri besar dan industri sedang harus dilengkapi dengan
infrastruktur pendukung;
f. penataan infrastruktur pendukung industri besar dan industri sedang agar bersinergi
atau terpadu dengan infrastruktur perkotaan;
g. pelaksanaan pembangunan industri tetap harus dilakukan dengan memperhatikan
keseimbangan dan kelestarian dari lingkungan hidup dan sumber daya alam;
h. pengembangan kawasan industri wajib dilengkapi dengan rencana tapak kawasan dan
kegiatan industri wajib dilengkapi dengan rencana tapak kaveling; dan
i. pengembangan kawasan sesuai dengan karakteristik lokasi dan kesesuaian lahan
berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
sesuai dengan arahan penyediaan dengan tidak mengurangi fungsi, peran, dan daya
tarik objek wisata;
c. penataan, pemeliharaan, dan pengembangan kawasan yang ditetapkan sebagai
kawasan pariwisata Daerah dalam bentuk ruang terbuka publik berupa situs,
bangunan, RTH, dan RTNH;
d. pengembangan wisata perkotaan, wisata pertanian, wisata alam, wisata budaya, dan
wisata konvensi di wilayah Daerah;
e. pengembangan kawasan/kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan
hidup wajib dilengkapi Dokumen Lingkungan Hidup; dan
f. penetapan kawasan cagar budaya dan fungsi lindung lainnya sebagai kawasan
pariwisata dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kawasan peruntukan ruang bagi kegiatan sektor informal berupa kawasan untuk
Pedagang Kaki Lima (PKL) dilaksanakan berdasarkan arahan sebagai berikut:
a. pengembangan areal khusus untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan bangunan tidak
permanen untuk tiap jenis dagangan Pedagang Kaki Lima (PKL);
b. pengembangan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar koridor jalan-jalan utama yaitu
jalan arteri sekunder dan kolektor sekunder diarahkan hanya di satu sisi jalan;
c. pengaturan dan pengendalian persebaran Pedagang Kaki Lima (PKL) pada wilayah-
wilayah tertentu sesuai dengan jenis dagangan, waktu dagangan, dan bentuk tempat
berdagang;
d. pengalokasian dan penataan utilitas secara terbatas sesuai dengan fungsi dan
kegunaannya di kawasan khusus yang diperuntukkan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL)
berupa penyediaan utilitas pendukung kegiatan yang meliputi jaringan air bersih,
persampahan, jaringan air limbah, serta penerangan listrik;
e. penataan kawasan peruntukan Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan konsep aglomerasi
aglomerasi
dan estetika sehingga mendukung konsep pariwisata perkotaan; dan
f. pengembangan kawasan peruntukan ruang untuk kegiatan sektor informal tidak
mengganggu kegiatan fungsi utama, fasilitas umum dan lalu lintas suatu kawasan.
Savec. perlindungan
Accept Alldan pelestarian bangunan yang berada dalam kawasan peribadatan
yang memenuhi kriteria kawasan cagar budaya;
d. pengembangan kawasan/kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan
hidup wajib dilengkapi Dokumen Lingkungan Hidup; dan
e. pengembangan sarana dan prasarana pendukung kegiatan peribadatan terintegrasi
dengan arahan pengembangan sarana dan prasarana perkotaan Daerah.
b. peternakan; dan
c. perikanan.
a. pemanfaatan tanah eks bengkok untuk pengembangan sabuk hijau (green belt) dan
lahan pertanian pangan berkelanjutan;
b. pembatasan perubahan penggunaan lahan sawah beririgasi yang ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah menjadi kawasan budidaya non pertanian, kecuali untuk kegiatan
yang mendukung kegiatan pertanian Daerah; dan
c. penggunaan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan dalam pengembangan
kegiatan pertanian irigasi Daerah.
Kawasan peruntukan pertanian irigasi yang ditetapkan Pemerintah Daerah sebagai Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan Daerah mempunyai luasan kurang lebih 120 Ha (seratus
dua puluh hektare) meliputi:
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Prioritas rencana pengembangan RISPAM bertujuan untuk memenuhi kebutuhan air bersih
secara kualitas, kuantitas, kontinyuitas, dan keterjangkauan menurut peraturan yang telah
ditentukan, rencana ini dilakukan untuk merespon permasalahan yang muncul dan analisis
dalam pekerjaan ini. Berikut beberapa strategi prioritas, antara lain:
1. Peningkatan cakupan daerah pelayanan dan kapasitas produksi air minum
2. Penurunan tingkat kehilangan air (NRW)
3. Peningkatan tekanan dan kontinuitas aliran air
4. Peningkatan dan penambahan sambungan baru
5. Penurunan konsumsi energi (Pompa)
NO. STRATEGI
STRATEGI dan PROGRAM LOKUS
5.1. perekrutan
kompetensiSDM baru yang memenuhi PDAM Kota Magelang
Berikut beberapa program dengan 3 pentahapan yaitu Tahap I (2020 – 2025), Tahap II (2026 – 2030) dan Tahap III (2031- 2035), antara lain:
1. Peningkatan cakupan daerah pelayanan dan kapasitas produksi air minum
2. Penurunan tingkat kehilangan air (NRW)
3. Peningkatan tekanan dan kontinuitas aliran air
Marketing
Personalization
Analytics
7 - 21
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang |
[Link]
Penurunan tingkat 2.1. Pemasangan water meter
stores data such
kehilangan aliran air
as
induk
MA Tuk Pecah 350 mm 80.000.000 APBD PDAM
MA Kalegen 250 mm 80.000.000 APBD PDAM
cookies to enable essential site
MA Wulung 250 mm 80.000.000 APBD PDAM
functionality, as well as marketing,
MA Kalimas I 300 mm 100.000.000 APBD PDAM
personalization, and analytics. You
MA Kalimas II 350 mm 100.000.000 APBD PDAM
may change your settings at any time
2.2. pembuatan District Meter Area Daerah Pelayanan I [Link]
[Link] APBD PDAM
or accept the default settings. (DMA) yang berfungsi untuk
Daerah Pelayanan II [Link]
[Link] APBD PDAM
Marketing
Personalization
Analytics
7 - 23
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang |
Marketing
Personalization
Analytics
TAHAPAN ESTIMASI BIAYA SUMBER
Save
PROGRAM Accept All KEGIATAN LOKASI
I II III (Rp.) DANA
SEKTOR
7 - 25
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang |
Marketing
Personalization
Analytics
TAHAPAN ESTIMASI BIAYA SUMBER
Save
PROGRAM Accept All KEGIATAN LOKASI
I II III (Rp.) DANA
SEKTOR
RENCANA KEUANGAN
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Marketing
8.1.2. Sumber dan Pola Pendanaan
Personalization
Analytics
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Asumsi dalam penyusunan proyeksi keuangan, secara umum adalah meliputi asumsi
sebagai berikut:
a. Jangka Waktu Proyeksi keuangan selama 10 (sepuluh) tahun yang dimulai sejak tahun
2014 sampai dengan tahun 2023.
b. Tahun dasar
dasar yang digunakan untuk proyeksi keuangan adalah tahun 2013
c. Inflasi untuk barang modal sebesar 6% pertahun selama masa kerjasama.
d. Transaksi keuangan seluruhnya dalam bentuk mata uang Rupiah.
e. Biaya Bunga
f. Dalam perhitungan bunga dihitung atas dasar perkiraan bunga yang belaku yaitu
This website stores data such as
sebesar 7,5% per tahun.
cookies to g.
enableTarif
essential site
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
Perhitungan rekening air yang setiap bulan ditagihkan kepada setiap pelanggan dibuat
may change your berdasarkan
settings at any time
struktur tarif progresif. Dasar perhitungan tarif PDAM Kota Magelang
or accept the default settings.
selama ini belum sepenuhnya memperhitungkan unsur pendapatan yang dianggarkan
untuk beberapa periode dan berdasarkan jumlah biaya yang harus ditanggungnya ( Cost
Privacy Policy Recovery) serta mempertimbangkan unsur kemampuan pelanggan. Kenaikan tarif air
Marketing tidak dapat dihindari dikarenakan oleh beberapa faktor yaitu antara lain adanya inflasi
dan pertimbangan akibat adanya investasi baru.
Personalization
Dalam analisa keuangan ini dilakukan untuk mendukung usulan tarif air minum yang
Analytics
kenaikannya memang sudah harus dilakukan terkait dengan pemenuhun kebutuhan
Save biayaAccept
operasional/
All Full Cost Recovery (FCR) dan pertimbangan pemenuhan
pembiayaan program investasi dalam rangka peningkatan pelayanan air minum
kepada masyarakat. Salah satu tujuan usulan kenaikan tarif ini adalah memperbaiki
kinerja keuangan PDAM, sehingga PDAM Kota Magelang dapat memenuhi seluruh
kewajiban pinjaman serta dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik
kualitas maupun kuantintasnya. Diharapkan usulan tarif air minum tetap didasarkan
kepada strukturtarif yang selama ini berlaku.
Sejalan dengan program yang akan dilaksanakan, maka PDAM telah melaksanakan
langkah-langkah persiapan dengan melakukan penggalian kemungkinan sumber-
sumber dana untuk pemenuhan kebutuhan investasi baik untuk optimalisasi maupun
untuk pengembangan (ekspansi). Tarif yang diterapkan tetap akan menggunakan tarif
progresif. Diharapkan dengan penggolongan tarif baru dapat terwujud adanya tarif
subsidi silang. Masyarakat/pelanggan yang kaya memberikan subsidi kepada
pelanggan yang kurang mampu. Mengingat komposisi pelanggan yang ada di PDAM
Kota Magelang sebagian besar adalahadalah pelanggan Rumah Tangga, maka untuk
untuk lebih
terwujudnya subsidi silang tarif pelanggan rumah tangga yang ada diterapkan tarif yang
lebih progresif.
Pembagian kelompok rumah tangga akan lebih dititik beratkan kepada penggolongan
kemampuan pelanggan rumah tangga. Kelompok Rumah tangga yang kaya akan
membayar lebih tinggi dibandingkan kelompok rumah tangga yang kurang mampu.
Sebagai dasar penggolongan rumah tangga yang kaya dan yang kurang mampu antara
lain adalah jenis bangunan, letak bangunan, type bangunan, luas tanah, luas bangunan
dan lain lain. Sesuai dengan Keputusan Walikota Magelang dengan SK No.
539/299/112 Tahun 2016 tentang Penetapan Tarif Air Minum pada PDAM Kota
Magelang yang pemberlakuannya bertahap mulai bulan Januari 2017, dengan
penggolongan kelompok pelanggan yang sudah ada adalah sebagai berikut:
a. Hidran Umum
b. Sosial
c. Rumah Tangga
d. Sekolah
e. Instansi Pemerintah
f. Instansi TNI/ POLRI
g. Niaga Kecil
This website stores data such as
h. Niaga Besar
cookies to enable essential site
functionality, as well
i. as Industri
marketing,Kecil
personalization, and analytics. You
may change your [Link]
Industri Besar
at any time
or accept the default settings.
Dalam proyeksi keuangan ini disiapkan perhitungan tarif air minum yang didasarkan
pada kondisi tarif air minum yang sudah ada, kemudian perhitungan tarif air minum
Privacy Policy yang akan datang perhitungannya dikaitkan dengan adanya program investasi.
Marketing
Sehingga proyeksi tarif air minum yang ada diperhitungkan dapat menutup seluruh
biaya operasi dan pemeliharaan dimasa yang akan datang dan pengembalian investasi
Personalization
yang telah ditanamkan. Adapun tarif air minum yang diberlakukanbertahap dengan 3
Analytics tahapan yaitu Tahap I mulai Januari 2017 – Desember 2017, Tahap II mulai Januari
2018 – Desember 2019, dan Tahap III mulai Januari 2019 - Desember 2019.
Save Accept All
TAHAP I
TAHAP III
Harga Dasar : 1,850.-
Personalization
IB2 Masjid 1,700 2,150 2,550 3,000
Analytics
IA3 Musholla,dll 1,700 2,150 2,550 3,000
Save Accept All
II A 1 Rmh .Tangga Rendah 1,850 2,450 3,200 4,100
II A 2 [Link] Sedang 2,800 3,650 4,550 5,650
Berdasar kondisi eksisting perekonomian Kota Magelang tahun 2017 dan prediksi tahun
2018-2019, maka pada tahun 2020 perekonomian Kota Magelang memiliki prospek antara
lain:
a. Dengan menyesuaikan data historis PDRB penyesuaian tahun dasar 2010,
pertumbuhan ekonomi Kota Magelang diprediksi tumbuh pada rentang 5,15%-5,49%
dengan kecenderungan naik.
b. Inflasi diprediksi pada kisaran angka 3%±1% dengan kecenderungan menurun.
c. Laju pertambahan penduduk akhir tahun diproyeksi sebesari 0,24% (berdasarkan
proyeksi kependudukan Kota Magelang tahun 2010-2020 oleh BPS).
This website stores data such as
d. PDRB atas dasar harga berlaku diprediksi mencapai 9,698 triliun rupiah (deviasi
cookies to enable essential site
functionality, as well0,71%), tumbuh 8,29%.
as marketing,
personalization, and analytics. You
e. PDRB per kapita atas dasar harga berlaku diprediksi tumbuh 7,92%.
may change your settings at any time
or accept the default settings. Pengangguran Terbuka diprediksi mencapai 4,8%-5,28% (batas atas
f. Tingkat
didasarkan pada prediksi Pusdatin naker dalam dokumen Perencanaan Tenaga Kerja
Privacy Policy Kota Magelang 2017-2021).
g. Indeks Pembangunan Manusia diprediksi mencapai 79,50.
Marketing
h. Presentase penduduk miskin diprediksi mencapai 7,64%-7,79%.
Personalization
Analytics
Beberapa asumsi tersebut diharapkan dapat tercapai selama proses pembangunan. Target
dan asumsi akan disesuaikan kembali jika asumsi cateris paribus tidak terpenuhi, terjadi
Save Accept All
dinamika dan atau perubahan ekstrim pada faktor/variabel eksternal dan atau internal baik
di skala global maupun lokal serta terdapat perubahan metode atau formulasi perhitungan
indikator baku pada periode yang bersangkutan.
Berdasarkan Hasil analisis kondisi ekonomi daerah dan kajian terhadap tantangan dan
prospek perekonomian daerah, selanjutnya dilakukan analisis dan proyeksi sumber-sumber
pendapatan daerah yang kemudian dituangkan kedalam tabel . Realisasi dan
Proyeksi/Target Pendapatan Daerah, sebagai berikut:
Tabel 8.1 Realisasi dan Prediksi Pendapatan Daerah Dalam APBD Kota Magelang Tahun
2017 - 2020
REALISASI TAHUN PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN PREDIKSI TAHUN
NO URAIAN
2017 TAHUN 2018 2019 ANGGARAN 2020
Pendapatan Asli
1.1 [Link] [Link] [Link] 232.223 002.000
Daerah
1.1.1 Hasil Pajak daerah [Link] [Link] [Link] [Link]
Hasil Retribusi
1.1.2 [Link] [Link] [Link] [Link]
Daerah
Hasil Pengelolaan
1.1.3 [Link] [Link] [Link] [Link]
Kekayaan Daerah
Analytics
Adapun beberapa asumsi yang digunakan sebagai dasar dalam menetapkan Prediksi
Save Accept All
kemampuan keuangan daerah pada tahun 2020 adalah sebagai berikut :
a. Pajak Daerah diperkirakan naik, dengan optimalisasi Penggunaan e-tax (pajak online),
Perubahan regulasi perpajakan daerah yang sudah out of datemenyesuaikan dengan
kondisi dan dinamika perekonomian daerah.
b. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah diperkirakan mengalami kenaikan.
c. Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak diasumsikan sama dengan tahun
sebelumnya.
d. Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus diasumsikan sama dengan tahun
sebelumnya.
e. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya diasumsikan
sama dengan tahun sebelumnya.
f. Dana penyesuaian dan otonomi khusus diasumsikan sama dengan tahun
sebelumnya
Pendapatan Daerah yang tercermin dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
di Kota Magelang Tahun 2020 diperoleh dari berbagai sumber, yaitu dari Pendapatan Asli
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang | 8 - 9
Tabel 8.2 Tabel Struktur Pendapatan APBD Pemerintah Kota Magelang Tahun 2014-2018
Dana Perimbangan Lain-lain Pendapatan Pendapatan APBD
No Tahun PAD (Rp)
(Rp) Daerah yang Sah (Rp) (Rp)
Analytics
Berdasarkan pada tren yang terjadi pada pendapatan daerah mama arah kebijakan untuk
meningkatkan pendapatan daerah adalah:
Save Accept All
a. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber pendapatan dengan
menggunakan teknologi informasi berbasis web service.
b. Penerapan dan penggunaan digitalisasi peta melalu one map policy untuk
mengoptimalkan pendapatan daerah (Fiscal Cadaster Policy).
c. Optimalisasi penerimaan pendapatan melalui entitas keuangan bisnis, berupa
pemeriksaan (audit) terhadap laporan keuangan wajib pajak daerah.
d. Penegakan law enforcement berupa denda pajak bagi wajib pajak yang menunggak
pembayaran pejakanya dan fasilitasi kerjasama dengan aparat penegak hokum untuk
melakukan penagihan terhadap wajib pajak yang mempunyai tunggakan pajak
daerah..
e. Optimalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) yang menangani pajak daerah (fiskus)
melalui diklat pajak daerah (audit pajak dan pemeriksaan pajak).
f. Perubahan regulasi yang sudah out of date menyesuaikan dengan kondisi dan
dinamika perekonomian daerah.
g. Peningkatan Koordinasi dengan OPD penghasil dan BUMD.
h. Peneran konsep ear marking dalam pendapatan daerah.
Masuk dalam komponen Pendapatan Asli Daerah adalah pendapatan yang berasal dari hasil
pengelolaan pelayanan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Langkah-langkah optimalisasi
pendapatan daerah dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan tren yang cukup
positif. Walaupun sumbangan PAD setiap tahunnya mengalami peningkatan, namun
This website stores data such as
cookies to kenaikannya
enable essential
dibutuhkan
masih relatif kecil dibandingkan dengan kebutuhan pendanaan yang
site
dalam APBD secara keseluruhan. Untuk mengetahui perkembangan Pendapatan
functionality, as well as marketing,
Asli Daerah
personalization, (PAD)
and analytics. Youselama tahun 2014-2018 di Kota Magelang, dapat dilihat pada tabel
may change berikut.
your settings at any time
or accept the default settings.
Tabel 8.3 Perkembangan PAD dan Proporsinya terhadap Pendapatan APBD Pemerintah
Privacy Policy
Kota Magelang Tahun 2014-2018
Marketing
Proporsi PAD thd Pendapatan APBD
No.
PersonalizationTahun PAD (Rp) Pendapatan APBD (Rp)
( )
Analytics
01. 2014 164.927
[Link]
.631.230 735.116
[Link]
.114.407 22,44
Sumber:
1. Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Magelang TA. 2014 -
2017 merupakan realisasi anggaran.
2. Perda tentang perubahan APBD Kota Magelang TA. 2018
Gambaran secara rinci obyek PAD berdasarkan kontribusi obyek pendapatan dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 8.4 Kontribusi Pajak Terhadap PAD Pemerintah Kota Magelang Tahun 2014-2018
Sumber:
1. Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Magelang TA. 2014-
2017 merupakan realisasi anggaran.
2. Perda tentang Perubahan APBD Kota Magelang TA. 2018
Tabel 8.5 Kontribusi Retribusi Terhadap PAD Pemerintah Kota Magelang Tahun 2014-
2018
Sumber:
Marketing
1. Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Magelang TA. 2014-
Personalization
2017 merupakan realisasi anggaran.
Analytics
2. Perda tentang Perubahan APBD Kota Magelang TA. 2018
Save Accept All
Tabel 8.6 Kontribusi Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan terhadap PAD
Pemerintah Kota Magelang Tahun 2014 2018
Sumber:
1. Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Magelang TA. 2014-
2018 merupakan realisasi anggaran.
2. Perda tentang Perubahan APBD Kota Magelang TA. 2018
Tabel 8.7 Kontribusi Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah terhadap PAD Pemerintah
Kota Magelang Tahun 2014-2018
Sumber:
1. Perda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Kota Magelang TA. 2014-
2017 merupakan realisasi anggaran.
2. Perda tentang Perubahan APBD Kota Magelang TA. 2018
This website stores data such as
cookies to Dari
enabletabel diatas,
essential site dapat dilihat bahwa Pajak Daerah menduduki posisi yang paling penting
functionality, as well as marketing,
peranannya dalam membiayai pembangunan di Kota Magelang. Peran Pajak Daerah di Kota
personalization, and analytics.
Magelang terhadapYou PAD idealnya semakin tahun semakin membaik, karena Kota Magelang
may change your settings at any time
sebagai daerah perkotaan mengandalkan jasa sebagai salah satu sumber penghasil PAD.
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Program pengembangan SPAM yang direncanakan oleh PDAM Kota Magelang adalah dalam
rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Tahapan pelaksanaan dan perkiraan
biaya yang dibutuhkan untuk program rehabilitasi, optimalisasi dan pengembangan SPAM
setiap tahun anggaran dari tahun 2019-2034 sedangkan hasil analisa konsultan dengan
investasi yang sebagian sumber dananya dengan dana pinjaman selama 10 tahun
Program optimalisasi-rehabilitasi dan pengembangan SPAM yang direncanakan oleh PDAM
Kota Magelang tersebut di atas meliputi seluruh wilayah pelayanan PDAM Kot
Kota
a Magelang.
Format model perhitungan keuangan disusun terperinci untuk memudahkan dalam proses
evaluasi dengan menggunakan proyeksi keuangan yang meliputi proyeksi laba rugi, arus kas
dan neraca selama 10 tahun yang dimulai dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2029.
Proyeksi Keuangan yang disampaikan telah disertai dengan asumsi – asumsi yang
digunakan dalam proyeksi keuangan. Penggunaan format model perhitungan keuangan keuangan
dengan maksud antara lain untuk mempermudah dalam analisa keuangan yang akan
dilakukan. Analisa keuangan ini juga dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menganalisa
masalah kemampuan PDAM untuk mendanai investasi yang cukup besar dengan
mempertimbangkan pengembalian investasi yang akan dilakukan.
Pendekatan analisa keuangan yang digunakan antara lain adalah bahwa masalah tarif air
harus dapat menutup seluruh biaya yang dikeluarkan oleh PDAM/FCR dan juga dapat
memenuhi kelayakan investasi yang akan dilakukan. dilakukan. PDAM Kota Magelang agar dapat
mencapai tujuannya yaitu melaksanakan pelayanan dan sekaligus dapat memperoleh
keuntungan, maka tarif air minum harus dapat menutup biaya operasional/ Full Cost
Recovery (FCR) dan pengembalian investasi. Oleh karena itu dalam menyusun analisa
kelayakan investasi pengembangan SPAM perlu dilakukan analisa kelayakan investasi dan
This website stores data such as
cookies to kelayakan pendanaan
enable essential site serta analisa sensitifitas. Analisa sensitivitas yang akan dilakukan
functionality, as well as marketing,
didasarkan kepada analisa proyeksi keuangan dengan menentukan faktor yang
personalization, and [Link]
mempengaruhi You faktor tarif dan faktor biaya operasi dan pemeliharaan.
may change your settings at any time
or accept the default settings.
masih mempunyai kewajiban hutang jangka panjang dari Pemerintah Pusat dan Pinjaman
dari Pemerintah Kota Magelang.
Magelang. Investasi
Investasi dalam program peningkatan
peningkatan pelayanan
pelayanan akan
dibiayai dari pinjaman baru, maka akan menimbulkan tambahan beban keuangan bagi
PDAM, sehingga apabila kemampuan PDAM terbatas, maka sumber pembiayaan
investasinya akan dipenuhi dari sumber dana dari bantuan Pemerintah Kota dan Pemerintah
Pusat. Bantuan pembiayaan investasi yang berasal dari Pemerintah Kota (dana penyertaan
modal) dan Pemerintah Pusat bersifat hibah.
Magela ng | 8 - 16
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang
Magela ng | 8 - 17
Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Magelang
RENCANA
PENGEMBANGAN
This website stores data such as
KELEMBAGAAN
cookies to enable essential site
functionality, as well as marketing,
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
BUMD merupalan badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh
Daerah. BUMD didirikan dengan tujuan untuk memberikan manfaat bagi perkembangan
perekonomian Daerah pada umumnya, menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa
penyediaan barang dan/atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat
sesuai kondisi, karakteristik, dan potensi Daerah yang bersangkutan berdasarkan Tata
Kelola Perusahaan Yang Baik.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD,
merupakan turunan dari Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2014, bentuk BUMD BUMD ada
dua, yaitu perusahaan umum daerah (Perumda), dan perseroan daerah (perseroda).
Perusahaan umum daerah merupakan BUMD yang modalnya dimiliki satu daerah dan tidak
terbagi atas saham. Sementara, perseroda modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya
This website stores data such as
cookies to atau
enablepaling
essentialsedikit
site 51% dimiliki oleh satu daerah. Perseroda ini bisa dimiliki lebih dari satu
daerah.
functionality, as well as marketing,
personalization,
Sesuaianddengan
[Link]
You Pemerintah Nomor 122Tahun2015tentangSPAM, penyelenggaraan
may change your settings at any time
SPAM
or accept the dilaksanakan
default settings. oleh BUMN/ BUMD, UPT/ UPTD, Kelompok Masyarakat, dan atau Badan
Usaha.
Sumber Daya Manusia merupakan salah satu sumber daya yang mendukung keberhasilan
Privacy Policy
organisasi dimasa depan. Rencana pengembangan
pengembangan sumber daya manusia yang
yang dirumuskan
Marketing
diharapkan akan mendukung strategi pengembangan pelayanan pelanggan di beberapa
Personalization
wilayah operasional.
Analytics
Adapun struktur organisasi perusahaan daerah air minum Kota Magelang sebagai berikut:
Privacy Policy
Marketing
Personalization
Analytics
Sejalan dengan dibentuknya divisi SPAM, maka kebutuhan akan SDM harus disiapkan
dengan beberapa persyaratan dan kualifikasi sesuai dengan kebutuhan dari organisasi yang
baru dibentuk. Kebutuhan pejabat struktural PDAM dapat dilihat di Tabel berikut
Direktur 1 S1
Bagian Umum dan
Keuangan
Berdasarkan status kepegawaian, jumlah pegawai tetap PDAM Kota Magelang dari tahun
2013 sampai 2017 semakin meningkat, sedangkan jumlah pegawai tidak tetap pada akhir
tahun 2017 tidak ada seperti pada tabel berikut:
Tabel 9.3. Jumlah karyawan tetap dan tidak tetap PDAM Tahun 2013-2017
2 2014 97 22 119
4 2016 95 63 158
This website stores data such as
cookies to enable5 essential site2017 144 - 144
functionality, as well as marketing,
Sumber: Laporan Audit Kinerja PDAM Kota Magelang Tahun 2017
personalization, and analytics. You
may change your settings at any time
or accept the default settings.
Sedangkan ditinjau dari pendidikan, sebagian besar pendidikan karyawan PDAM pada bulan
Juli 2018 setingkat SLTA ke bawah sebesar 75,29%, sedangkan selebihnya sebesar 24,71%
berpendidikan perguruan tinggi.
Privacy Policy
Marketing
Tabel 9.4.
Personalization Profil Pegawai PDAM Kota Magelang menurut pendidikan (Juli 2018)
Analytics