0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan26 halaman

01 RKS (RKT)

Dokumen ini membahas rencana kerja tahunan UPTD SD Negeri 50 Barru untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah (MBS) dan perencanaan yang sistematis. Visi dan misi sekolah berfokus pada pengembangan karakter pelajar Pancasila, kesehatan, dan keterampilan, dengan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang yang jelas. Selain itu, dokumen ini juga mencakup profil sekolah, kondisi siswa, kurikulum, serta ketersediaan sumber daya pendidikan.

Diunggah oleh

ahdianasyari81
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan26 halaman

01 RKS (RKT)

Dokumen ini membahas rencana kerja tahunan UPTD SD Negeri 50 Barru untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen berbasis sekolah (MBS) dan perencanaan yang sistematis. Visi dan misi sekolah berfokus pada pengembangan karakter pelajar Pancasila, kesehatan, dan keterampilan, dengan tujuan jangka pendek, menengah, dan panjang yang jelas. Selain itu, dokumen ini juga mencakup profil sekolah, kondisi siswa, kurikulum, serta ketersediaan sumber daya pendidikan.

Diunggah oleh

ahdianasyari81
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
UPTD SD Negeri 50 Barru berlokasi di Dusun Lompengeng Desa
Pao-pao Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru. Dan merupakan salah
satu SD/MI dari 37 Sekolah Dasar/Madrasah yang ada di Kecamatan
Tanete Rilau yang masih memerlukan pembenahan-pembenahan di
segala bidang, terutama dalam hal kesiswaan, kurikulum, kegiatan
pembelajaran, tenaga kependidikan, manajeman, sarana dan prasarana,
keuangan, peningkatan hubungan dengan masyarakat yang ada di sekitar
sekolah, dan lain sebagainya, tentunya dalam hal meningkatkan mutu
pendidikan di masa yang akan datang.
Upaya meningkatkan mutu pendidikan dalam dunia persekolahan
tentu akan melibatkan berbagai komponen pendukungnya. Optimalisasi
peran dan semua komponen yang ada diperlukan tatanan yang
terprogram dengan baik terencana secara sistematis serta
berkesinambungan, sehingga satu sama lain komponen tersebut dapat
saling mendukung secara sinergis ke arah pencapaian mutu sekolah yang
ditargetkan dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian, kejelasan
rumusan indikator-indikator dalam rencana program kerja sekolah akan
sangat menentukan arah dan sasaran yang dicapai dalam beberapa tahun
ke depan.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 19
tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan menyebutkan bahwa setiap
sekolah harus menyusun rencana kerja sekolah yang terdiri dari rencana
kerja jangka menengah dan rencana kerja tahunan. Ketentuan tentang
rencana kerja jangka menengah yang selanjutnya disebut RKJM dan
rencana kerja tahunan yang selanjutnya disebut RKT ini diperkuat melalui
Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan
penyelenggaraan pendidikan pada Pasal 51, menyatakan bahwa satuan
pendidikan usia dini, pendidikan dasar dan menengah harus membuat
kebijakan tentang perencanaan program dan pelaksanaannya secara
transparan dan akuntabel.
Manajemen Berbasis Sekolah yang selanjutnya disebut MBS
merupakan salah satu amanah Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional. Oleh karena itu setiap satuan

1
pendidikan diwajibkan menerapkannya dalam bentuk kebijakan-kebijakan
nyata untuk mengelola satuan pendidikan sebagaimana dimaksud, dalam
rangka mewujudkan sistem pengelolaan dan manajerial sekolah yang
transparan dan akuntabel, tanpa meninggalkan peran serta masyarakat,
dan pengelolaan pembelajaran yang optimal. Kebijakan ini diberlakukan
secara nasional pada setiap satuan pendidikan termasuk di lingkungan
Sekolah Dasar
Tiga pilar MBS meliputi aspek pengelolaan yang transparan;
pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan; dan peran
serta masyarakat yang semakin meningkat. Secara ideal, variabel-
variabel tersebut harus mampu berjalan beriringan untuk mewujudkan
postur MBS sebagaimana dikehendaki dalam Undang-undang Sistem
Pendidikan Nasional. Konsekuensinya adalah terciptanya sebuah sistem
pengelolaan satuan pendidikan dengan anatomi yang sejalan dengan
pilar-pilar MBS.
Kesebangunan konsep pengelolaan satuan pendidikan dengan
pilar-pilar MBS akan memudahkan pencapaian tujuan MBS, yaitu
peningkatan prestasi belajar peserta didik dan akuntabilitas publik.
Prestasi belajar peserta didik secara nyata ditunjukkan dalam bentuk
peningkatan kualitas lulusan, yang di dalamnya tidak saja
merepresentasikan pencapaian prestasi akademik, tetapi juga terkandung
nilai-nilai kualitatif pembangunan karakter. Sedangkan akuntabilitas
publik ditunjukkan dalam bentuk transparansi pengelolaan terutama
pengelolaan keuangan dan peran serta aktif masyarakat dalam setiap
kebijakan satuan pendidikan yang memang mengharuskan adanya
partisipasi masyarakat.
Dalam rangka menuju MBS yang ideal maka pengelolaan satuan
pendidikan harus berbasis pada perencanaan yang sesuai dengan kondisi
sekolah, sebagai bentuk perangkat lunak kebijakan yang akan
dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan MBS. Sebagai salah satu
fungsi manajemen yang paling dasar, maka perencanaan harus mampu
menjadi pijakan bagi fungsi manajemen yang lain, misalnya
pengorganisasian sumber daya yang ada, pengarahan, pengawasan, dan
motivasi sehingga fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaan satuan
pendidikan dapat didistribusikan secara optimal.
Fungsi perencanaan dalam manajemen pengelolaan satuan
pendidikan diwujudkan dalam bentuk RKT yang mewakili rencana
kebijakan pengelolaan sekolah dalam kurun waktu satu tahun. Kurun

2
waktu satu tahun dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan terhadap
satuan pendidikan dalam pengembangan institusi hingga tercapainya
postur satuan pendidikan yang sejalan dengan visi dan misi setiap
sekolah.

B. Landasan Hukum
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional merupakan pencerahan dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Berbagai paradigma baru menyangkut guru, proses pembelajaran dan
elemen-elemen penting dalam pendidikan dimuat dalam undang-undang
tersebut. Dalam Pasal 3 Undang-undang No. 20 Tahun 2003 itu dijelaskan
bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang
demokratis serta bertanggung jawab.
Untuk mewujudkan tujuan yang kompleks tersebut, Pemerintah
menetapkan standar nasional pendidikan yang tertuang dalam Peraturan
Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Dalam peraturan pemerintah ini dijelaskan bahwa Standar Nasional
Pendidikan meliputi: 1) standar isi, 2) standar kompetensi lulusan, 3)
standar proses 4) standar pendidik dan tenaga kependidikan, 5) standar
sarana dan prasarana, 6) standar pengelolaan, 7) standar pembiayaan,
dan 8) standar penilaian pendidikan. Melalui Standar Nasional
Pendidikan, sekolah dapat “berkaca diri” sejauh mana setiap standar
pendidikan dicapainya.

C. Tujuan
Secara garis besar dapat dikemukakan bahwa tujuan penyusunan
program kerja tahunan UPTD SD Negeri 50 Barru, dapat dikemukakan
sebagai berikut:
1. Untuk memberikan dasar, arah, dan tujuan yang jelas bagi sekolah
negeri dan swasta dalam mengembangkan proses pendidikan
selama kurun waktu 1 tahun.
2. Untuk memberikan gambaran ideal sekolah selama kurun waktu 1
tahun.

3
3. Untuk memberikan informasi menyeluruh mengenai sekolah yang
meliputi kondisi kekinian dan masa depan sekolah selama 1 tahun.

D. Manfaat
Adapun manfaat dibuatnya Rencana Kerja Tahunan (RKT) ini adalah
sebagai berikut.
1. Menjadi pedoman kerja (kerangka acuan) dalam mengembangkan
sekolah pada satuan pendidikan tertentu.
2. Sebagai dasar untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan
pengembangan sekolah.
3. Sebagai bahan acuan untuk mengidentifikasi dan mengajukan sumber
daya pendidikan yang diperlukan untuk pengembangan sekolah.

E. Ruang Lingkup RKT


1. Rencana kerja atau program kerja sekolah selama 1 Tahun.
2. Jadwal kegiatan sekolah dalam 1 tahun.
3. Rencana Kegiatan Dan Anggaran Sekolah

4
BAB II
PROFIL SEKOLAH

A. Visi dan Misi Sekolah


VISI UPTD SD NEGERI 50 BARRU

Terwujudnya “Profil Pelajar Pancasila, Sehat, dan Terampil“

Indikator Visi
1. Profil Pelajar Pancasila;
Beriman bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
Berakhlak mulia
Mandiri
Bergotongroyong
Berkebinnekaan global
Bernalar kritis
Kreatif
Inovatif
2. Sehat;
Aman
Menilai diri sendiri
Spontanitas
Komunikatif
Bersih
3. Terampil;
Cakap
Tangkas
Lincah

MISI
Upayah untuk mencapai Visi
Profil Pelajar Pancasila
1. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembelajaran untuk
menumbuhkan keyakinan bahwa Tuhan Yang Maha Esa itu benar
ADA
2. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembisaan agar
melakukan semua perintah, serta menjauhi semua larangan Tuhan
Yang Maha Esa
3. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembiasaan
penerapan akhlak mulia
4. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembelajaran untuk
membiasakan kerja mandiri

5
5. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembisaan
kerjasama
6. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembelajaran untuk
menerapkan kebinnekaan secara luas
7. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembelajaran
dalam menerapkan sikap bernalar kritik
8. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembelajaran
dalam menerapkan sikap kreatif
9. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembelajaran untuk
menerapkan sikap inovatif

Sehat
1. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembelajaran
dalam memberikan rasa aman dari sikap kekerasan jasmani serta
rohani (bully)
2. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembelajaran
dalam menerpakan sikap selalu menilai diri sendiri
3. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembiasaan secara
spontanitas dalam kondisi tertentu
4. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembiasaan dalam
menerapkan keaktifan berkomunikas yang baik
5. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembinaan dalam
penerapan kesehatan lingkungan fisik, jasmani dan rohani

Terampil
1. Membuat perncanaan, kemudian melakukan pembisaan dalam
menerapkan kecakapan
2. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembiasaan dalam
menerapkan ketangkasan
3. Membuat perencanaan, kemudian melakukan pembiasaan dalam
menerapkan sikap kelincahan
TUJUAN
Tujuan yang diharapkan ;
Tujuan jangka pendek (1) Tahun
1. Terwujudnya pelajar yang memiliki keyakinan bahwa perbuatan
baik akan diberi balasan berupa nikmat yang banyak oleh Tuhan
Yang Maha Esa
2. Terbentuknya pelajar yang memiliki sikap taat menjalankan
semua perintah, serta menjauhi semua larangan Tuhan Yang
Maha Esa
3. Terwujudnya pelajar yang memiliki akhlak mulia yang disenangi
oleh semua orang
4. Terwujudnya pelajar yang memiliki sikap memberi rasa aman
bully kepada sesama manusia

6
5. Terwujudnya pelajar yang memiliki kebiasaan spontanitas dalam
melakukan kebaikan pada kondisi tertentu
6. Terwujudnya pelajar yang memiliki kemampuan berkomunikasi
dengan baik kepada semua orang
7. Terwujudnya pelajar yang mencintai kesehatan lingkungan fisik,
sehat jasmani dan rohani.

Tujuan jangka menengah (2-3) Tahun


1. Terwujudnya pelajar yang memiliki sikap membina kerjasama
dalam kebaikan
2. Terwujudnya pelajar yang memiliki sikap kebinnekaan secara
luas
3. Terwujudnya pelajar yang memiliki kebiasaan kreatif dalam
pemecahan masalah
4. Terwujudnya pelajar yang memiliki kebiasaan lincah dalam
menyelesaikan masalah

Tujuan jangka panjang (4) Tahun


1. Terwujudnya pelajar yang memiliki kebiasaan hidup mandiri
2. Terwujudnya pelajar yang memiliki kebiasaan bernalar kritik
dalam menyelesaikan masalah
3. Terwujudnya pelajar yang memiliki kebiasaan selalu melakukan
perubahan
4. Terwujud pelajar yang memiliki sikap selalu menilai diri sendiri
5. Terwujudnya pelajar yang memiliki sikap kecakapan dalam
menyelesaikan masalah
6. Terwujudnya pelajar yang memiliki sikap ketangkasan dalam
menyelesaikan masalah

B. Profil Sekolah
Sekolah Dasar Inpres Lompengeng adalah salah satu sekolah
yang masih memerlukan pembenahan-pembenahan untuk meningkatkan
mutu, baik mutu pembelajaran maupun mutu siswa dan meningkatkan
mutu fisik gedung dan sarana prasarananya, dengan demikian untuk
menuju sekolah yang berkualitas memerlukan perencanaan matang yang
dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan berkesinambungan. Hal
ini seiring dengan peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 tahun
2007.

7
I. Kesiswaan
1. Keadaan siswa UPTD SD Negeri 50 Barru saat ini jumlah siswa
kelas I sampai dengan kelas VI sebanyak 144 orang atau rata-rata
23 orang per kelas ,jumlah ini masih kurang dari standar nasional
yaitu 28-30 orang per kelas.
2. Masih banyak siswa kurang mampu secara ekonomi yang perlu
mendapatkan perhatian dan bantuan.
3. Di sekitar lokasi UPTD SD Negeri 50 Barru tidak ditemukan anak
berumur 7 s.d 15 tahun yang tidak bersekolah.
4. Kehadiran siswa dalam 3 tahun terakhir sudah baik, yaitu rata-rata
mencapai 96 %.
5. Perhatian terhadap siswa yang mempunyai kecerdasan tinggi dan
rendah telah dilaksanakan, namun belum terencana secara
maksimal

II. Kurikulum dan Kegiatan Pembelajaran


1. Ketersediaan silabus dan rencana pembelajaran yang ada baru
mencapai 90%
2. Beberapa guru di UPTD SD Negeri 50 Barru belum secara maksimal
mampu merencanakan sistem penilaian kelas.
3. Baru terdapat 90% guru yang mampu membuat dan
merencanakan silabus dan RPP dengan baik.
4. Dari 5 mata pelajaran pokok, sudah sesuai antara isi silabus dan
Rencana Pembelajaran.
5. Kemampuan guru dalam menerapkan pola pembelajaran PAKEM
masih rendah.
6. Secara umum pembelajaran sudah baik, namun masih ada guru
yang jarang menggunakan alat peraga yang tersedia ketika
mengajar.
7. Dalam 3 tahun terakhir siswa belum mampu meraih prestasi
akademik yang memuaskan, terutama dalam lomba semua mata
pelajaran, baik di tingkat gugus, lebih-lebih di tingkat kecamatan,
kebupaten, dan provinsi.
8. Rata-rata nilai raport dari kelas I s.d V cukup stabil, yaitu mencapai
nilai rata-rata 7,5.
9. Semua siswa kelas VI dalam 3 tahun terakhir lulus 100% .
10. Setiap tahunnya siswa kelas VI yang lulus dapat melanjutkan ke
tingkat SLTP.

8
III. Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1. Sumber Daya Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Dari 12 orang guru dan pegawai yang ada di sekolah terdapat 7
orang guru dan 1 orang pegawai sudah berstatus PNS dan 4 orang
berstatus guru dan pegawai sukarela. Dengan kualifikasi
pendidikan, 1 orang kualifikasi S2, 8 orang kualifikasi S1, 1
orang kualifikasi DII.
2. Kondisi Kepala Sekolah
Kepala Sekolah mempunyai kompetensi yang tinggi dengan latar
belakang pendidikan S1, mempunyai kreativitas, inovatif, terampil
memonitoring, maupun di bidang kepemimpinan.

IV. Manajemen
1. Manajemen Pembelajaran
Sistem manajemen kinerja kepala sekolah, komite sekolah, dan
guru sudah cukup baik, namun keterlibatan guru dan pengawas
masih belum maksimal.
2. Manajemen Peserta Didik
Dalam pengelolaan manajemen peserta didik yang berperan aktif
adalah kepala sekolah dan guru, terutama di bidang penerimaan
murid baru, pengadministrasian, konseling, penentuan kenaikan
kelas, dan pendataan siswa baru, sedangkan komite sekolah masih
perlu ditingkatkan.
3. Manajemen Personalia
Dalam pengelolaan manajemen personalia, seperti promosi
jabatan (pengangkatan guru menjadi kepala sekolah, keterlibatan
kepala sekolah, dan komite) belum ada dan untuk penilaian kinerja
guru yang terlibat kepala sekolah dan dinas pendidikan, sedangkan
untuk pengembangan kinerja yang berperan kepala sekolah.
4. Manajemen Sarana dan Prasarana
Adanya ketersediaan sistem tentang pengelolaan sarana dan
prasarana sekolah baik yang berkenaan dengan pengadaan,
perawatan/ pemeliharaan, pengadministrasian dan pendataan,
namun yang baru berperan dalam hal ini adalah guru, kepala
sekolah, dan dinas pendidikan, sedang komite belum berperan
secara aktif.
5. Manajemen Keuangan

9
Ketersediaan sistem dalam bidang manajemen pelaksanaan
keuangan belum terlaksana dan dalam pengelolaannya yang
berkenaan dengan pembukuan/ akuntansi, pelaporan, dan
pendataan baik yang menyangkut dengan dana BOS dan BOSDA
dan lain sudah ditangani secara transparan oleh guru dan kepala
sekolah, komite belum sepenuhnya berperan secara aktif.
6. Manajemen Hubungan Sekolah dengan Masyrakat
Pola yang diterapkan sekolah untuk berhubungan dengan
masyarakat melalui pertemuan resmi dan tidak resmi.
Penyampainnya selalu melalui lisan, dan juga yang masih berperan
aktif hanya pihak sekolah, yaitu kepala sekolah dan guru,
sedangkan komite dan dinas pendidikan kurang berperan.

V. Sarana dan Prasarana


1. Sarana
a. Ruang kelas berjumlah 6 ruangan dalam keadaan baik
b. Ruang kantor kepala sekolah 1 ruangan dalam keadaan baik
c. Ruang dewan guru 1 ruangan dalam keadaan baik
d. Ruang perpustakaan 1 ruangan dalam keadaan baik
e. Ruang UKS 1 ruangan dalam keadaan rusak ringan
f. Ruang Mushollah 1 ruangan dalam keadaan baik
g. WC Laki-laki dan perempuan masing-masing 2 ruangan dalam
keadaan baik
2. Rasio Jumlah Buku dengan Jumlah Murid Tiga Tahun
Terakhir
a. Jumlah buku paket untuk kurikulum 13 dari kelas II, III, V dan
VI dapat memenuhi kebutuhan 83 orang siswa, untuk buku
paket kurikulum merdeka dapat memenuhi kebutuhan 56
orang siswa, sedangkan buku mata pelajaran mulok belum
mampu memenuhi kebutuhan siswa secara keseluruhan
b. Semua guru telah memiliki buku pegangan untuk semua mata
pelajaran dari berbagai penerbit.

3. Peralatan Pembelajaran Tiga Tahun Terakhir

10
Peralatan pembelajaran (alat peraga) yang telah tersedia yaitu: 2
set KIT IPA, 2 buah globe, peta, dan peralatan untuk mata
pelajaran olahraga belum lengkap.
4. Sarana Penunjang Administrasi Sekolah Tiga Tahun
Terakhir
Sarana penunjang administrasi sekolah dalam 3 tahun terakhir
seperti internet sudah ada.
5. Kondisi Sanitasi Sekolah
Sekolah memiliki 2 unit WC untuk laki-laki dan 2 unit WC untuk
perempuan dengan menggunakan sumber air dari sumur.

VI. Keuangan dan Pembiayaan


Kebutuhan belanja sekolah dari tahun ke tahun terdapat
peningkatan dan pembiayaannya diupayakan dipenuhi dari sumber
dana pemerintah melalui bantuan BOS APBN, sedangkan sumber dana
lainnya terutama dari masyarakat masih relatif rendah.

VII. Budaya dan Lingkungan.


UPTD SD Negeri 50 Barru berada di pemukiman masyarakat.
Kondisi ini berdampak pada tingkat kebersihan, keindahan,
keamanan, dan ketertiban yang tertata dan terpantau. Hal ini
memerlukan kerjasama antar sekolah.

VIII. Peran Serta Masyarakat dan Kemitraan


1. Komite Sekolah
a. Secara umum komite sekolah sudah mengerti tentang tujuan,
peran, dan fungsinya, namun belum memiliki struktur
organisasi yang lengkap, AD/ART, Program Kerja, dan laporan
pertanggung jawaban.
b. Jumlah komite sekolah terdiri 5 orang, dan sistem
pemilihannya telah dilakukan secara demokrasi. Namun
komposisinya belum mewakili semua unsur seperti orang tua
yang tidak mampu secara ekonomi dan ahli atau pakar
bidang pendidikan
c. Komite belum mempunyai jadwal pertemuan rutin, sehingga
dalam pelaksanaan tupoksinya kurang proaktif.

2. Dukungan Masyarakat

11
Dukungan masyarakat terhadap sekolah baru berkisar pada
dukungan tenaga (gotong royong) dan pemikiran sudah ada
namun masih relatif rendah.

12
BAB III
RENCANA KERJA TAHUNAN (1 TAHUN)

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 6 Tahun 2018


tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah menyebutkan bahwa beban
kerja kepala sekolah sepenuhnya untuk melaksanakan tugas pokok
manajerial, pengembangan kewirausahaan, dan supervisi kepada guru dan
tenaga kependidikan. Sebagai salah satu tugas pokok kepala sekolah adalah
melakukan pengelolaan sekolah.
Salah satu aktivitas atau tahapan penting dalam kegiatan manajemen
adalah menyusun perencanaan. Perencanaan adalah langkah atau tahapan
yang sangat penting dalam manajemen. Menurut Garth N. Jone (2007: 15),
perencanaan yaitu pemikiran rasional berdasarkan fakta-fakta dan atau
perkiraan yang mendekati (estimate) sebagai persiapan untuk melaksanakan
tindakan-tindakan kemudian. Sedangkan menurut Terry (2015), perencanaan
adalah pemilihan dan menghubungkan fakta-fakta, membuat serta
menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa datang dengan
menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan tertentu yang diyakini
diperlukan untuk mencapai suatu hasil tertentu. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa perencanaan adalah pengambilan keputusan secara
rasional dan sistematis untuk menentukan tindakan yang dianggap tepat
sebagai upaya mencapai tujuan. Pentingnya fungsi perencanaan dalam
pengelolaan sekolah dapat dilihat dalam Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan. Setiap sekolah
pada semua jenjang pendidikan (SD, SMP, SMA,SMK), bahwa sekolah harus
membuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) yang menggambarkan
tujuan yang akan dicapai dalam kurun waktu 4 tahun yang berkaitan dengan
mutu lulusan yang ingin dicapai dan perbaikan komponen yang mendukung
peningkatan mutu lulusan dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang dinyatakan
dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) yang dilaksanakan
berdasarkan Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM).
Kepala sekolah sebagai manajerial sekolah mampu menentukan target
capaian dan tonggak keberhasilan dalam melaksanakan RKS, baik dalam
Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) 4 tahun maupun Rencana Kerja
Tahunan (RKT) 1 tahun sehingga pelaksanaan perencanaan program lebih
operasional dan terukur pencapaiannya. Secara konkret, kepala sekolah
menentukan tujuan atau sasaran 1 tahunan dan 4 tahun kedepan dalam
program RKJM dan RKAS, sekaligus merumuskan tonggak keberhasilan dan

13
output yang akan dihasilkan, baik yang bersifat kuantitatif maupun kualitatif
dan strategi pencapaiannya.
Rencana Kerja Sekolah (RKS) adalah dokumen penting yang digunakan
sebagai salah satu pedoman sekolah. Oleh karena itu, RKS harus memuat hal-
hal penting yang dapat memberikan gambaran secara menyeluruh terhadap
kebutuhan pengembangan sekolah. Sekolah dapat menetapkan standar mutu
baru di atas SNP apabila seluruh standar dalam SNP telah terpenuhi. Acuan
utama RKS adalah pengembangan sekolah berdasarkan 8 (delapan) Standar
Nasional Pendidikan.
RKS akan menghasilkan upaya untuk meraih sesuatu dengan cara lebih
terkoordinasi dan terarah sesuai dengan tujuan pendidikan. Sekolah yang
tidak menyusun RKS sangat mungkin mengalami konflik kepentingan,
pemborosan sumberdaya, dan ketidak berhasilan dalam pencapaian tujuan
karena bagian-bagian dari organisasi bekerja secara sendiri-sendiri tanpa ada
koordinasi yang jelas dan terarah.
Pada dasarnya segala sesuatu di dunia ini akan mengalami perubahan.
Tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan
seringkali sesuai dengan apa yang kita perkirakan, akan tetapi tidak jarang
pula diluar perkiraan kita sehingga menimbulkan ketidakpastian.
Ketidakpastian inilah yang coba diminimalkan melalui penyusunan RKS. RKS
juga berfungsi untuk meminimalisasikan pemborosan sumberdaya. RKS
disusun dengan baik akan memberikan gambaran tentang jumlah
sumberdaya yang dilperlukan, bagaimana cara penggunaannya, dan untuk
pengunaan apa saja sumberdaya tersebut dimanfaatkan dapat diestimasi
sebelum kegiatan dijalankan. Dengan demikian pemborosan yang terkait
dengan pengunaan sumberdaya yang dimiliki sekolah akan diminimalkan
sehingga tingkat efisiensi menjadi meningkat.

a. Kondisi Sekolah Saat Ini

SNP Saat Ini

STANDAR ISI
Kurikulum 13/ Kurikulum Merdeka 90%
Silabus/ Alur Pembelajaran 85%
RPP /Modul Ajar 85%
Bahan ajar 98%
STANDAR LULUSAN

14
SNP Saat Ini

Bidang Akademik
Rata-rata Ujian Sekolah (US) 76
KKM 75
Belum pernah menjadi juara KSN,KOSN,FLS2N
-
[Link]
Sekolah memfasilitasi kegiatan siswa dengan Baru meliputi bahan
memanfaatkan dan memfungsikan sumber belajar ajar, buku teks,
meliputi bahan ajar, buku teks, perpustakaan, perpustakaan,Interne
laboratorium, dan internet t
Bidang non Akademik
Belum Juara dibidang olah raga
STANDAR PROSES
Perencanaan Pembelajaran
Guru membuat RPP 98 %
Guru memiliki bahan ajar/sumber belajar 98 %
Guru mengembangkan pembelajaran 37,5 %
Perangkat instrument untuk pembelajaran 37,5 %
Pelaksanaan Pembelajaran
Guru melaksanakan Paikem 80 %
Guru membuat kisi-kisi, analisis, perbaikan &
80 %
pengayaan untuk ulangan harian
Peran serta dan keaktifan siswa 75 %
Evaluasi hasil pembelajaran US 80 %
Supervisi Kegiatan Pembelajaran
Pengembangan instrumen supervisi hasil belajar 98 %
Pengelolaan/ analisis hasil penilaian 70 %
Pemanfaatan/ tindak lanjut hasil penilaian 70 %
STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
Kepala Sekolah
Pelatihan manajemen Kepala Sekolah 2 kali
Work shop / bimtek kurikulum Merdeka 3 kali
Temu Konsultasi Koordinasi dan Sinkronisasi Kepala
2 kali 1 bulan
sekolah

15
SNP Saat Ini

Kurikulum dalam perspektif pembelajaran di sekolah 3 kali


Seminar Kurikulum 2 kali
Pelatihan RKS 2 kali
Guru
Memiliki kemampuan pedagogik 75%
Jumlah guru seluruhnya : 10
Guru tetap (PNS) 7 orang
Guru tidak tetap (Non PNS) 1 orang
Guru Agama (PNS) 1 orang
Guru PJOK (Non PNS) 1 orang
KKG 84 %
Pelatihan TIK 83 %
Pelatihan Kurikulum 84 %
Jumlah Guru S1 84 %
Jumlah Guru Diploma 2
Jumlah Guru bersertifikasi profesi 83 %
Jumlah guru yang memiliki komputer/ laptop 100 %
Tata Usaha
Jumlah tenaga OP/TU (Non PNS) 1 orang
Jumlah tenaga Perpustakaan/TU (Non PNS) 1 orang
Pelatihan TIK 100 %
Pelatihan menejemen sesuai bidangnya 100 %

STANDAR SARANA DAN PRASARANA


Ruangan/bangunan
Gedung/Ruang kelas 6 kelas
Ruang Penunjang Lain
Gedung/Ruang Kepala Sekolah Ada/numpang
Gedung/Ruang Guru Ada
Ruang Tata Usaha Ada/numpang
Gedung/Ruang UKS Ada/numpang
Ruang gudang Ada/numpang
Gedung/Ruang perpustakaan Ada

16
SNP Saat Ini

Ruang laboratorium IPA Tidak ada


Umum
Lapangan sekolah/upacara Tergenang air
Pagar Mulai rusak
STANDAR PENGELOLAAN

Dokumen Pedoman Pelaksana kegiatan


Dokumen RPS (RAKS-1 dan RKS-2) 70%
Dokumen PSB 85%
Dokumen pedoman pembinaan kesiswaan 80%
Dokumen tata tertib sekolah 90%
Dokumen penugasan guru 90%
Dokumen administrasi sekolah lainnya 90%
Struktur organisasi dan mekenisme kerja
Struktur organisasi lengkap 90%
Dokumen pembagian tugas/kewenangan/tupoksi 90%
Dokumen mekanisme fungsi/tugas organisasi 75%
Supervisi, monitoring, evaluasi
Instrumen supervisi 100 %
Instrumen monitoring 90 %
Instrumen evaluasi 90 %
Instrumen akreditasi 90 %
STANDAR PEMBIAYAAN

Sumber Dana Operasional pendidikan BOS


Pengalokasian dana 100%
Penggunaan dana 100%
Pelaporan penggunaan dana 100%
Dokumen pendukung pelaporan 100%
STANDAR PENILAIAN

Frekuensi ulangan harian oleh guru 100%


Ulangan tengah semester yang dilakukan oleh guru 100%
Ulangan akhir semester 100%

17
18
Rencana Kerja Tahunan (Target 1 Tahun)

WAKTU
INDIKATOR KEBERHASILAN PENANGGUNG
PROGRAM/ SASARAN JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN
(HASIL YANG DIHARAPKAN) JAWAB
Ganjil Genap
STANDAR ISI 1. Mengembangkan perangkat 1. Mewujudkan kurikulum yang Juli BOS Harnisa, [Link]
kurikulum yang adaptif, adaptif : 2022
- Program penyusunan/ revisi Rp. 123.200
lengkap, mutakhir, dan 2. Menghasilkan kurikulum yang Juli
Kurikulum
berwawasan kedepan adaptif 2022
- Program pengembangan 2. Mengembangkan silabus
3. Menghasilkan silabus untuk Juli Jan
persiapan perangkat untuk kelas 1 s.d 6 dan
kelas 1 s.d 6 dan silabus untuk 2022 2023
Kurikulum; dokumen 1,2 silabus pembelajaran untuk
semua mata pelajaran di kelas
dan 3 setiap mata pelajaran dari
4,5,dan 6
kelas 4 s.d 6
- Program pengembangan 4. Menghasilkan RPP untuk kelas Juli Jan
3. Mengembangkan rencana
kalender akademik 1 s.d 6 dan RPP untuk semua 2022 2023
pelaksanaan pembelajaran
mata pelajaran di kelas 4,5,dan
(RPP) dan RPP pembelajaran
6
setiap mata pelajaran untuk
5. Membuat Kelender Pendidikan Juli Jan
kelas 4, 5, dan 6
2022 2023
4. Mengembangkan program
6. Membuat Jadwal Pelajaran Juli Jan
pelaksanaan pengembangan
2022 2023
kurikulum muatan lokal dan
program pengembangan diri 7. Membuat SK Pembagian tugas Juli Jan
Guru/pegawai 2022 2023
8. Persiapan mengikuti Akreditasi 2022
Sekolah
9. Melaksanakan Evaluasi Diri Agust
Sekolah 2022
STANDAR PROSES 1. Menciptakan pembelajaran 1. Mewujudkan proses Jul-Des Jan-Jun BOS Musdalifah, [Link]
aktif, kreatif, efektif dan pembelajaran yang efektif dan 2022 2023
- Program pengembangan Rp. 28.974.900
menyenangkan (PAKEM) efisien:
persiapan perangkat
2. Melaksanakan proses pembe- Jul-Des Jan-Jun
pembelajaran guru bermutu 2. Mengkondisikan
lajaran berorientasi PAKEM 2022 2023
pengembangan proses

19
WAKTU
INDIKATOR KEBERHASILAN PENANGGUNG
PROGRAM/ SASARAN JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN
(HASIL YANG DIHARAPKAN) JAWAB
Ganjil Genap
- Program pengembangan pembelajaran di sekolah
proses pembelajaran guru secara berkelanjutan. 3. Melaksanakan perbaikan 2022 2023
bermutu pembelajaran secara
berkelanjutan
- Program pengembangan
pembelajaran remedial 4. Melaksanakan pengembangan 2022 2023
strategi pembelajaran
- Program pengembangan
sekolah sehat, cerdas, 5. Penamatan/rekreasi siswa kelas 2023
terampil, ramah lingkungan, 6
beriman dan bertqwa
6. Perkemahan HUT RI 17 Agus
Kepada Tuhan Yang Maha
2022
Esa
7. Meningkatkan prestasi 2023
- Program peningkatan; Nilai kejuaraan sekolah pada
ulangan/ ujian, prestasi kegiatan lomba Wiyata
lomba; OSN, O2SN, FLS2N Mandala
dan Pentas PAI 8. Melaksanakan lomba MAPEL Jan
- Program pengembangan 2023
Ekstrakurikuler/ pramuka 9. Melaksanakan kegiatan O2SN Jan
2023
- Program pengembangan 10 Memeriksa perangkat 2022 2023
supervisi guru program . pembelajaran guru dalam 1
pengembangan persiapan semester
perangkat Kurikulum;
dokumen 11 Melaksanakan Les Sore kelas 6 Jan-Mar
. 2023
12 Pelaksanaan SKJ setiap setiap
. minggu minggu
13 Pembinaan Dokter Kecil setiap setiap
. minggu minggu

20
WAKTU
INDIKATOR KEBERHASILAN PENANGGUNG
PROGRAM/ SASARAN JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN
(HASIL YANG DIHARAPKAN) JAWAB
Ganjil Genap
14 Pelaksanaan Pelatihan Pramuka setiap setiap
. minggu minggu
STANDAR LULUSAN 1. Melaksanakan 1. Mewujudkan lulusan yang Jun BOS Risal, [Link]
pengembangan kegiatan berakhlak mulia, cerdas, 2023
- Program pengembangan; Rp. 1.267.200
pembelajaran bidang terampil, sehat jasmani dan
ulangan Harian, UTS, UAS,
akademik dan non akademik rohani, kreatif, kompetitif, dan
UKK, Ujian
2. Memberikan keteladanan ramah terhadap lingkungan
- Program penetapan nilai
berperilaku santun 2. Merealisasaikan kegiatan 2022 2023
KKM
3. Melaksanakan kegiatan akademik sesuai dengan SNP
- Program pembinaan
olahraga untuk 3. Melaksanakan pembiasaan 2022 2023
karakter,budi pekerti atau
menghasilkan peserta didik berperilaku santun dalam
akhlak mulia
yang sehat jasmani rohani bekerja, berinteraksi dengan
dan tangguh serta kompetitif rekan sejawat, peserta didik,
dan masyarakat sekitar

4. Lulusan maksimal Jun


2023
5. Pengadaan buku latihan ujian Jan
2023
STANDAR PENDIDIK DAN 1. Melaksanakan pembinaan 1. Mewujudkan pendidik dan 2022 2023 BOS ST. Hartika, [Link]
TENAGA KEPENDIDIKAN dan peningkatan kompetensi tenaga kependidikan yang
Rp. 5.400.000
pendidik dan tenaga memiliki kompetensi dan
- program pengembangan
kependidikan agar memiliki kualifikasi yang dipersyaratkan
kompetensi tenaga
kompetensi profesional, SNP
pendidik, seminar,
pedagogik, sosial, dan
workshop, pelatihan, KKG 2. Merealisasikan program 2022 2023
kepribadian yang tangguh
- program pengembangan 2. Melaksanakan standar pembinaan pendidik dan
kompetensi tenaga profesionalitas pendidik tenaga kependidikan
kependidikan,pelatihan,sem 3. Meningkatkan kompetensi 3. Merealisaskan peningkatan 2022 2023
pendidik dan tenaga kompetensi pendidik dan

21
WAKTU
INDIKATOR KEBERHASILAN PENANGGUNG
PROGRAM/ SASARAN JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN
(HASIL YANG DIHARAPKAN) JAWAB
Ganjil Genap
inar,workshop, KKG, K3S kependidikan tenaga kependidikan pelatihan
4. Melaksanakan monitoring dan 4. Merealisasikan peningkatan 2022 2023
- program pengumpulan;
evaluasi terhadap kinerja profesionalisme pendidik
Data, SK Tugas,PKG,PKB
pendidik dan staf TU 5. Merealisasikan kegiatan 2022 2023
terhadap semua PTK
monitoring dan evaluasi
terhadap kinerja pendidik dan
tenaga kependidikan

6. Mengikuti penataran/ seminar 2022 2023

7. Mengikuti KKG, KKKS 2022 2023

STANDAR SARANA DAN 1. Melengkapi sarana dan 1. Mewujudkan prasarana dan 2022 2023 BOS Muyassarah
PRASARANA prasarana pembelajaran sarana pendidikan yang sesuai
Rp.
2. Mengembangkan media standar
- program pemeliharaan 43.143.000
pembelajaran berbasis local 2. Pemeliharaan/ pengecetan per
ringan sekolah/ pengecatan,
perbaikan ringan prasarana materials pagar, WC/KM dan gedung tahun
sekolah 3. Memelihara prasarana sekolah
pendidikan 3. Merehab dan membenahi per
- program pengadaan sarana
belajar siswa/ buku, prasarana pembelajaran tahun
media/alat pendidikan
4. Pengadaan sarana 2022 2023
- program pengadaan sarana pembelajaran (habis pakai)
kebersihan
5. Pengadaan sarana kebersihan 2022 2023
- program perbaikan/
pengadaan mobeler sekolah 6. Memperbaiki sarana 2022 2023
pencahayaan
- program
pengadministrasian sarana
(KIR KIB)
STANDAR PENGELOLAAN 1. Menerapkan manajemen 1. Penerimaan Siswa baru Juli/ BOS Yunus, [Link]
berbasis sekolah yang Agust

22
WAKTU
INDIKATOR KEBERHASILAN PENANGGUNG
PROGRAM/ SASARAN JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN
(HASIL YANG DIHARAPKAN) JAWAB
Ganjil Genap
- program rapat rencana tangguh 2022 Rp. 2.620.000 (Kepala Sekolah)
kerja, evaluasi kerja, 2. Melaksanakan 2. Mewujudkan manajemen 2022 2023
penerimaan murid baru, pengembangan administrasi sekolah yang efektif dan
standar kelulusan, sekolah efisien:
pembagian tugas, 3. Menciptakan lingkungan K7
(keamanan, ketertiban, 3. Pengembangan administrasi 2023
kelulusan, kenaikan kelas,
kebersihan, keindahan, sekolah
RKAS, RKS, EDS, supervisi,
Kurikulum, PKG, SKP dan kerindangan, kedisiplinan, 4. Menjaga keindahan sekolah 2022 2023
lain-lain kesehatan, dan
kekeluargaan) 5. Merealisasikan kerindangan 2022 2023
- Program pengeloaan pepohonan di lingkungan
admintrasi kesiswaan, sekolah
sarana dan prasarana,
keuangan, laporan kerja 6 Melaksanakan rapat koordinasi 2022 2023
secara online/offline dengan pengurus komite dan
orang tua siswa
- program pengelolaan
7. Menvalidasi data siswa Tiap Tiap
ruangan; kelas, kantor
bulan bulan
sekolah, perpustakaan, UKS,
8. Membuat Laporan Bulanan Tiap Tiap
musoallah, kanting, WC.
bulan bulan
9. Menvalidasi data guru dan Tiap Tiap
pegawai bulan bulan

10 Memeriksa kehadiran guru/


. pegawai

STANDAR PEMBIAYAAN 1. Mengupayakan pembiayaan 1. Pembelian buku pelajaran Juli BOS Hasbariah, [Link]
pendidikan yang memadai, pokok siswa dan buku reprensi 2022
- program pendataan ril siswa Rp.
wajar dan adil perpustakaan, dan buku
online/ofline 43.009.300
2. Membuat jalinan kerja sumber penting

23
WAKTU
INDIKATOR KEBERHASILAN PENANGGUNG
PROGRAM/ SASARAN JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN
(HASIL YANG DIHARAPKAN) JAWAB
Ganjil Genap
- program pembuatan RKAS dengan masyarakat dan 2. Mewujudkan pembiayaan 2022 2023
lembaga yang relevan pendidikan yang memadai,
- program pembiayaan
3. Melaksanakan penggalangan wajar dan adil
prasarana sekolah
dana dari berbagai sumber
3. Membuat RKS dan RKAS (BOS 2022 2023
- program pembiayaan
dan BOSDA)
sarana sekolah
4. Membuat laporan k euangan 2022 2023
- program pembiayaan
kegiatan proses 5. Menggunakan anggaran sesuai 2022 2023
pembelajara dan alokasi pendanaan
ekstrakurikuler
6. Merealisasikan kerjasama 2022 2023
- program pembiayaan dengan masyarakat
pengelolaan keuangan

STANDAR PENILAIAN 1. Mengembangkan metode- 1. Pelaksanaan UN April BOS Hj. Nurhayati, [Link]
metode penilaian 2023
- program pelaksanaan Rp. 7.062.400
pembelajaran yang otentik 2. Pelaksanaan UKK, UTS 2022 2023
kegiatan ulangan harian
2. Melaksanakan evaluasi di
- program pelaksanaan 3. Pelaksanaan Ulangan Remedial 2022 2023
tingkat sekolah dan kelas
kegiatan UTS, UAS, UN dan dan pengayaan
UKK 4. Melaksanakan kegiatan 2022 2023
- program pelaporan hasil penyusunan perangkat
belajar siswa penilaian sesuai metode-
metode penilaian berbasis
kelas
- program peningkatan Nilai
5. Merealisasikan sistem penilaian 2022 2023
Ujian peserta didik
sekolah

6. Merealisasikan penilaian 2022 2023


. berbasis kelas

24
WAKTU
INDIKATOR KEBERHASILAN PENANGGUNG
PROGRAM/ SASARAN JENIS KEGIATAN PELAKSANAAN PEMBIAYAAN
(HASIL YANG DIHARAPKAN) JAWAB
Ganjil Genap
7. Melaksanakan ulangan harian Tiap Tiap
minggu minggu

25
BAB V
PENUTUP

Berdasarkan uraian di atas secara umum dapat disimpulkan bahwa


Rencana Kegiatan Sekolah (RKS) Tahun 2022-2023 merupakan unsur yang
sangat penting dalam pengelolaan sekolah untuk mencapai tujuan sekolah
dan tujuan pendidikan nasional.

Rencana kegiatan sekolah yang telah tersusun ini hanya akan berjalan
lancar bila ada dukungan penuh semua pihak, baik kepala sekolah, guru,
komite sekolah, dan stakeholder yang ada. Oleh karena itu dukungan dan
partisipasi aktif semua sangat diharapkan agar UPTD SD Negeri 50 Barru
Kecamatan Tanete Rilau Kabupaten Barru tetap ada.

Sebaik apapun program yang dibuat, tanpa partisipasi aktif dari


komponen yang mendukungnya, seperti guru, pegawai, peserta didik dan
komite atau pemerintah maka program kerja tersebut hanya tinggal tulisan
belaka. Karena itu hanya dengan kerjasama dan kerja keras dari masing-
masing komponen yang ada, akan tercapai tujuan yang diinginkan.

Semoga dengan adanya niat baik yang kita miliki dapat dijadikan
modal yang utama dalam rangka mencapai tujuan sekolah yang diinginkan.

26

Anda mungkin juga menyukai