0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Distek Kain Raju

Dokumen ini membahas praktikum desain tekstil yang berfokus pada dekomposisi kain rajut untuk analisis struktur dan kualitas. Tujuan praktikum mencakup identifikasi jenis rajutan, pengukuran tetal, dan analisis efisiensi proses, yang penting untuk inovasi dan kualitas dalam industri tekstil. Praktikum ini juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan mahasiswa dan kolaborasi dengan industri tekstil.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan5 halaman

Distek Kain Raju

Dokumen ini membahas praktikum desain tekstil yang berfokus pada dekomposisi kain rajut untuk analisis struktur dan kualitas. Tujuan praktikum mencakup identifikasi jenis rajutan, pengukuran tetal, dan analisis efisiensi proses, yang penting untuk inovasi dan kualitas dalam industri tekstil. Praktikum ini juga berkontribusi pada pengembangan keterampilan mahasiswa dan kolaborasi dengan industri tekstil.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PRAKTIKUM

DESAIN TEKSTIL 1

DISUSUN OLEH

Nama : Muhammad Zidan Fahmi


NPM : 24410052
Group : 2T2
Dosen : Siti R. A.T., M.T.
Asisten : Siska Astari D, [Link].
Dwi R.A., [Link]., M.M

PROGRAM STUDI TEKNIK TEKSTIL


POLITEKNIK SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TEKSTIL BANDUNG
2025/2026
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dekomposisi anyaman rajut merupakan proses analisis mendalam terhadap struktur kain
rajut untuk mengidentifikasi elemen-elemen dasar seperti jenis jeratan (misalnya plain jersey, rib
1x1, atau interlock), tetal wale (jumlah loop vertikal per inci), tetal course (jumlah loop
horizontal per inci), nomor benang (Ne atau Tex), serta komposisi serat yang digunakan. Proses
ini sangat krusial dalam industri tekstil modern karena memungkinkan reverse engineering kain
kompetitor, kontrol kualitas produksi, analisis cacat seperti laddering atau snagging, serta
replikasi desain kain untuk produksi massal. Kain rajut berbeda secara fundamental dengan kain
tenun; struktur loop yang saling mengait
Pada rajut memberikan elastisitas tinggi (stretchability hingga 50-100% di dua arah),
recovery shape yang baik, dan permeabilitas udara superior, sehingga cocok untuk pakaian
dalam, sportswear, atau medis. Namun, kerentanan terhadap kerusakan lokal (satu loop putus
bisa menyebabkan lari benang) menjadikan dekomposisi sebagai alat esensial untuk evaluasi
kestabilan struktural. Dalam konteks pendidikan, praktikum ini melatih kemampuan observasi
mikroskopis dan perhitungan presisi, yang menjadi dasar karir di bidang quality assurance atau
R&D tekstil.

1.2 Tujuan Praktikum


 Mengidentifikasi secara akurat jenis struktur rajut pada sampel kain melalui pengamatan
pola loop depan dan belakang.
 Menghitung tetal wale dan course per inci pada minimal 3 titik pengukuran untuk
mendapatkan nilai rata-rata yang representatif, serta menentukan nomor benang (Ne) dari
panjang dan berat benang yang diekstrak.
 Menganalisis selisih berat kain sebelum dan sesudah dekomposisi, dengan target <5%
untuk menilai efisiensi proses raveling dan minimisasi kehilangan serat.
 Memahami aplikasi data hasil dekomposisi dalam desain parameter mesin rajut (seperti
gauge jarum, speed cam, dan tension control) untuk produksi replika kain.
1.3 Manfaat Praktikum
Praktikum ini tidak hanya meningkatkan skill analisis tekstil mahasiswa secara praktis,
tetapi juga mendukung inovasi desain kain elastis untuk aplikasi spesifik seperti pakaian
olahraga (moisture-wicking), medis (compression garments), atau fashion (stretch denim).
Secara industri, hasil dekomposisi memfasilitasi evaluasi efisiensi proses, penghematan biaya
replikasi, dan peningkatan standar kualitas ISO 9001 untuk ekspor tekstil Indonesia. Bagi
perguruan tinggi, laporan ini berkontribusi pada portofolio penelitian mahasiswa dan kolaborasi
dengan industri seperti PT. Sritex atau kawasan tekstil Bandung.

1.4 Ruang Lingkup


Fokus pada kain rajut weft-knitted (pakan) single bed, dengan asumsi benang katun combed
100%, sampel ukuran 20x20 cm, dan pengukuran standar ASTM D3775 untuk tetal rajut.
BAB II
DASAR TEORI

2.1 Pengertian Dekomposisi Kain Rajut


Kain rajut merupakan jenis tekstil yang dibentuk melalui proses merajut, di mana benang
disusun menjadi serangkaian lengkungan atau loop yang saling mengait satu sama lain untuk
membentuk struktur kain secara simultan ke arah panjang dan lebar. Berbeda dengan kain tenun
yang menggunakan dua sistem benang (pakan dan lengan) secara tegak lurus, kain rajut hanya
memerlukan satu benang kontinu yang membentuk loop-loop interlock, sehingga menghasilkan
kain dengan sifat elastis tinggi, fleksibilitas baik, dan kemampuan recovery bentuk setelah
diregangkan. Struktur dasar ini terdiri dari dua elemen utama: wale (arah vertikal atau panjang
kain, dibentuk oleh satu jarum rajut) dan course (arah horizontal atau lebar kain, dibentuk oleh
satu siklus penyeretan jarum), yang memungkinkan kain rajut mudah diproduksi dalam jumlah
besar menggunakan mesin circular atau flat knitting.[conversation_history]
Kain rajut dibedakan menjadi dua kategori utama berdasarkan arah pembentukan loop:
kain rajut lengan (warp knit) dan kain rajut pakan (weft knit), dengan yang terakhir lebih umum
digunakan untuk pakaian sehari-hari. Pada kain rajut pakan, loop baru dibentuk secara berturut-
turut ke arah course oleh jarum-jarum yang bergerak naik-turun, didukung elemen seperti sinker
(sisir pancing) untuk menahan loop lama dan cam untuk menggerakkan jarum. Jenis jeratan
dasar meliputi plain jersey (loop tunggal, elastis satu arah, halus di sisi depan), rib (alternasi loop
depan-belakang untuk elastisitas dua arah), dan interlock (dua lapis jersey terkait untuk
kestabilan dimensi), di mana setiap jenis memiliki karakteristik unik seperti ketebalan, berat kain
(gsm), dan ketahanan terhadap gesekan.[conversation_history

2.2 Jenis Anyaman Rajut Umum


 Single Jersey (Plain): Loop tunggal, elastis satu arah, ringan untuk kaos.
 Rib 1x1/2x1: Loop depan-belakang bergantian, elastis dua arah untuk manset.
 Interlock: Dua lapis jersey terkait, stabil dan tebal untuk pakaian dalam.
Identifikasi via pola depan-belakang: Jersey depan halus, belakang kasar

Anda mungkin juga menyukai