Contoh Proposal
Contoh Proposal
Studi Eksperimen pada siswi SMAN 1 Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Tahun 2022
PROPOSAL TESIS
DIREKTORAT PASCASARJANA
PROGRAM STUDI MAGISTER ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA
MEDAN
2021
HALAMAN PERSETUJUAN PROPOSAL TESIS
NIM : 200101035
i
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas berkat
Proposal Tesis ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk
Mutiara Indonesia.
1. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M. Kes, selaku Rektor Universitas Sari Mutiara
Indonesia
2. Prof. Dr. dr. Myrnawati Crie Handini, MS, selaku Direktur Pascasarjana
3. Dr. Donal Nababan, SKM, [Link] selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu
Indonesia
semua saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan. Besar
harapan penulis, proposal tesis ini akan dapat dimanfaatkan oleh semua pihak
Masyarakat.
iii
DAFTAR ISI è program otomatis !
Table of Contents
iv
3.6. Teknik Analisis Data .......................................................................................... 53
3.6.1. Analisis Deskriptif................................................................................... 54
3.6.2. Pengujian Persyaratan Analisis ................................................................ 53
3.6.3. Analisis Inferensial .................................................................................. 54
3.6.4. Hipotesis Statistik.................................................................................... 54
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................. 57
_batas_
v
BAB I
PENDAHULUAN
yang paling umum dan masih sulit diatasi di negara berkembang. Kondisi ini
zat besi, yang dikenal dengan istilah Anemia Gizi Besi atau biasa disingkat AGB.
Kondisi ini dapat terjadi pada semua tahap siklus kehidupan manusia, namun
prevalensi terbanyak adalah pada perempuan hamil, remaja putri dan anak balita.
Remaja putri merupakan populasi yang paling rentan terhadap kekurangan zat
besi. (WHO, 2011). Belum ada data resmi berapa prevalensi AGB pada
perempuan hamil, remaja putri maupun anak balita, namun dapat di asumsikan
bahwa di daerah dengan sumber daya terbatas, proporsi anemia signifikan terjadi
bertahun-tahun, namun hingga kini masih tetap saja banyak remaja putri yang
tahun 2020 ada sekitar 528 juta atau 29% wanita usia subur (WUS) di seluruh
1
World Health Organization (WHO) tahun 2008 melaporkan Benua Asia
dan perempuan hamil maupun tidak hamil. Prevalensi anemia pada anak usia pra-
sekolah sebesar 115 juta atau 65,5%, pada perempuan hamil sebesar 28,1 juta atau
48,2% dan pada perempuan tidak hamil sebesar 182 juta atau 45,7%. (WHO,
2008) Indikasi terjadinya anemia selama masa kehamilan jika konsentrasi Hb <
10,5-11 g/dl, sedangkan untuk wanita yang tidak hamil jika konsentrasi Hb <10
g/dl.(Astutik, 2018)
global penyebab utama anemia adalah asupan makanan yang tidak memadai,
Indonesia tercatat ada sekitar 22,7% perempuan usia 14-18 tahun mengalami
anemia. Riskesdas tahun 2007, 2013 dan 2018, menunjukkan prevalensi kejadian
tahunnya. Prevalensi anemia anak usia 5-14 tahun yaitu tahun 2007 sebesar
9,40%, lalu meningkat tajam pada tahun 2013 menjadi 26,40%, serta tahun 2018
menjadi 26,80%, sedangkan prevalensi anemia pada remaja usia 15-24 tahun
adalah 6,90% pada tahun 2007, yang meningkat menjadi 18,40% pada tahun 2013
2
Remaja perempuan berisiko lebih tinggi mengalami anemia dibandingkan
sehingga banyak kehilangan zat besi. AGB pada remaja perempuan memerlukan
upaya intervensi yang baik, untuk persiapan hamil dan melahirkan.(WHO (2005)
dalam Susetyowati, 2017). AGB pada ibu hamil berisiko terjadinya perdarahan
pada masa kehamilan, melahirkan bayi BBLR, melahirkan bayi prematur, infeksi
neonatus, kematian ibu dan bayi saat proses persalinan dan menyebabkan kejadian
stunting pada anaknya. AGB pada ibu hamil juga meningkatkan risiko terjadinya
pola makan dan aktivitas fisik pada remaja di Indonesia. Remaja yang
melewatkan sarapan pagi ditambah pola makan yang tidak teratur akan memiliki
tingkat Hb yang rendah(Bibi et al., 2020). Hasil penelitian yang dilakukan oleh
anak perempuan, 39% adalah vegetarian dan 61% aalah non-vegetarian. Banyak
antaranya memiliki BMI normal. Ternyata ditemukan juga bahwa anemia lebih
Penelitian tersebut juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
kelebihan berat badan dibandingkan dengan siswa yang kurus. Tingkat rata-rata
Hb, HCT, SI, TIBC dan Feritin dari anak perempuan yang sarapan secara teratur
lebih tinggi tanpa perbedaan yang signifikan. Kebiasaan makan pagi yang terartur
tersebar di Afrika dan Asia Selatan. Tanaman ini mengandung senyawa bioaktif
dan biokimia yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan fungsi tubuh manusia,
karena memiliki nilai gizi yang tinggi untuk berbagai usia. Daun kelor merupakan
makanan yang kaya akan sumber mineral esensial seperti kalsium dan zat besi,
vitamin A, B dan C. Daun kelor juga mengandung asam amino seperti metionin
dan sistin. Vitamin A yang terdapat pada serbuk kelor setara dengan 10 (sepuluh)
kali vitamin A yang terdapat dalam wortel, setara dengan 17 kali kalsium yang
terdapat pada susu, setara dengan 15 kali kalsium yang terdapat pada pisang,
setara dengan 9 kali protein dalam yoghurt dan setara dengan 25 kali zat besi yang
terdapat pada bayam. Kuantitas kandungan gizi tersebut akan meningkat apabila
daun kelor dikonsumsi setelah dikeringkan atau dijadikan serbuk tepung. (Jonni
M.S, dkk, (2008) dalam (Juhartini, 2015). Hasil penelitian yang dilakukan oleh
hasil penelitian yang dilakukan oleh Khawaja Tahir Mahmood, Tahira Mugal dan
dan K, serta beberapa mineral penting seperti kalsium, tembaga, besi, kalium,
magnesium, mangan dan seng. Daun ini juga memiliki lebih dari 40 anti-oksidan
alami. (Tahir et al., 2010) Hal ini juga sejalan dengan hasil penelitian yang
4
dilakukan oleh ijai Pratap Singh, Amit Arulanantham, Victor Parisipogula, Sian
Arulanantham dan Arnab Biswas yang dilakukan di India dan UK, Disebutkan
juga bahwa daun kelor memiliki kandungan nilai gizi yang sangat tinggi, dengan
vitamin, tanaman ini juga kaya akan kandungan mineral dan mengandung
Kalsium, Zat besi, Kalium, Magnesium, Mangan dan Zink. Daun kelor yang
kekurangan gizi dan penyakit. Mengonsumsi daun kelor secara rutin dapan
mengontrol tekanan darah, gula darah dan anemia, juga meningkatkan mental
Hb, yaitu rata-rata dari 9,6 mg/dL sebelum intervensi menjadi 11 mg/dL setelah
2020) Penelitian yang dilakukan oleh Serafico, M.E., Perlas, L.A., Magsadia,
C.R., Desnacido, J.A., Viajar, R.V., Rongavilla, E.O., Azana, G.P. dan Trinidad,
signifikan dalam asam folat serum pada kelompok eksperimen. Sehingga dapat
asam folat. (Serafico et al., 2017). Hasil penelitian lain menunjukkan bahwa
pemberian sop daun kelor pada remaja putri penderita anemia. Sehingga dapat
5
disimpulkan bahwa sup daun kelor bermanfaat untuk meningkatkan kadar
Studi lain yang sebelumnya dilakukan oleh Priyal Roy dan Siddaram Sarate
yang dilakukan di India bertujuan menilai efektivitas daun kelor secara sistematis
pada kadar hemoglobin. Metode yang digunakan adalah systematic review. Hasil
dari penelitian ini menunjukkan diantara 6 studi yang dipilih, diidentifikasi bahwa
efektivitas daun kelor terhadap kadar hemoglobin secara klinis signifikan namun
memiliki sedik efek. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jus daun kelor efektif
lain yang sejalan yaitu penelitian yang dilakukan oleh Angela E. Shija, Julius J.
defisiensi mikronutrien tertentu seperti IDA, VAD dan defisiensi asam folat.(Shija
et al., 2019). Hasil penelitian Meda Yuliani, Asri, Hani Oktafiani dan Ning Hayati
besar (62%) dari 45 anak perempuan yang memiliki kebiasaan sarapan memiliki
Di Provinsi Aceh, daun kelor (Moringa Oleifera) disebut juga sebagai daun
murung. (Nihayati, 2021). Pada zaman dahulu kala, masyarakat Aceh percaya
mitos bahwa daun kelor dapat mengusir makhluk halus. Tidak sedikit orang
mengkonsumsi sayur ini dalam ritual ataupun ramuan tradisional. Namun seiring
6
dengan berjalannya waktu, sekarang tanaman ini sudah menjadi tanaman obat
Aceh mempercayai daun kelor dapat mengatasi kanker dan menurunkan kadar
banyak masyarakat Aceh yang belum mengetahui khasiat daun kelor yang lain,
yaitu sebagai makanan yang dapat meningkatkan kadar Hb secara efektif. (Deepa,
yang menderita AGB, peneliti melakukan survei awal di SMA 1 Darul Imarah.
Pemeriksaan kadar Hb pada survei awal ini dilakukan secara acak pada siswi
kelas XI dan XII serta menggunakan metode POCT (point of care test). Mengacu
pada potensi daun kelor yang telah diuraikan sebelumnya, peneliti tertarik untuk
mengetahui apakah ekstrak daun kelor akan dapat memperbaiki kondisi di atas.
Untuk itu, peneliti melakukan penelitian tentang “Pengaruh Ekstrak Daun Kelor
pada Remaja Putri di Kabupaten Aceh Besar, yaitu di SMAN 1 Darul Imarah”.
prevalensi anemia pada remaja putri di Provinsi Aceh khususnya dan di Indonesia
pada umumnya. Seperti telah dipaparkan sebelumnya, daun kelor ini merupakan
bahan makanan yang kaya gizi, mudah didapat, mudah diolah, aman dikonsumsi
1 Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi
ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dengan siswi remaja putri yang
makan pagi dengan siswi remaja putri yang tidak memiliki kebiasaan
makan pagi ?
Imarah Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi ekstrak daun
Imarah Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi ekstrak daun
kelor (Moringa Oleifera) lebih rendah pada mereka yang tidak memiliki
8
1.3. Tujuan Penelitian
Imarah Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi ekstrak daun
kelor (Moringa Oleifera) dengan siswi remaja putri yang diberi kapsul
plasebo
dengan siswi remaja putri yang tidak memiliki kebiasaan makan pagi
3. Interaksi antara pemberian kapsul yang berisi ekstrak daun kelor (Moringa
Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi ekstrak daun kelor
makan pagi
Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi ekstrak daun kelor
9
1.4. Signifikansi Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya konsep atau kajian teori serta
kesehatan. Penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat sebagai referensi atau
Hasil penelitian ini akan dapat digunakan untuk memperkaya ilmu tentang
b. Bagi Peneliti
c. Bagi Masyarakat
10
bahan makanan yang kaya gizi, mudah didapat dan diolah, aman dikonsumsi
remaja putri yang mengalami anemia, serta sebagai tindakan preventif pada
remaja putri agar terhindar dari AGB melalui pemanfaatan daun kelor
(Moringa Oleifera).
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu landasan kebijakan
_batas_
11
1.5. Roadmap
12
BAB II
KAJIAN TEORITIK
satu protein penting yang kaya akan zat besi. hemoglobin berfungsi sebagai
penghantar oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Pada tubuh manusia, protein
menyusun 97% sel darah merah kering dan sekitar 35% dari kandungan total
(termasuk air). Mutasi pada gen protein hemoglobin akan menghasilkan berbagai
pada tubuh serta mengangkut kembali karbondioksida pada seluruh sel ke paru-
paru untuk di keluarkan kembali. Menurut (Doda et al., 2020) fungsi hemoglobin
seluruh tubuh; (2) Sebagai transportasi pengangkut karbon dioksida dari jaringan
Sebagai larutan penyangga ion hidrogen tang terbentuk di eritrosit dari konversi
sumber zat besi, hal ini dilakukan dengan pola makan gizi seimbang yang terdiri
13
dianjurkan agar lebih banyak mengonsumsi sumber pangan hewani yang kaya
akan zat besi (besi heme) karena penyerapan zat besi nya lebih tinggi
dibandingkan sumber pangan nabati yang kaya zat besi (besi non-heme), namun
sumber pangan nabati tetap harus ditingkatkan. Selain itu, untuk meningkatkan
penyerapan zat besi dari sumber nabati perlu adanya dukungan dari buah-buahan
yang mengandung vitamin C; (2) Fortifikasi bahan makanan dengan zat besi,
fortifikasi zat besi yaitu mencampurkan atau menambahkan satu atau lebih zat gizi
yang mengandung tinggi zat besi kedalam makanan agar nilai gizi besi dalam
pangan tersebut dapat meningkat. Zat besi dan vitamin mineral lain juga dapat
ditambahkan dalam makanan yang disajikan dirumah tangga yang dikenal dengan
Multiple Micronutrient Powder, salah satunya dapat berupa serbuk daun kelor; (3)
Suplementasi besi, hal ini merupakan yang sedang digalakkan oleh pemerintah
besi biasanya dilakukan selama jangka waktu tertentu. Hal ini dapat dilakukan
untuk mencegah kadar Hb rendah, meningkatkan kadar Hb, dan sebagai cadangan
merupakan salah satu protein yang kaya akan zat besi, dan berfungsi sebagai
dilakukan melalui peningkatan asupan makanan sumber zat besi, fortifikasi zat
besi, yaitu menambahkan satu atau lebih zat gizi yang mengandung tinggi zat besi
kedalam makanan agar nilai gizi besi dalam pangan tersebut dapat meningkat, dan
14
2.2. Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera)
Dalam bahasa latin, kelor disebut Moringa Oleifera Lam, dalam bahasa
Oleifera Lam merupakan tanaman dengan nilai gizi dan obat yang tinggi. Pohon
kelor dipercaya berasal dari india dan biasanya tumbuh di daerah tropis dan
subtropis dengan suhu 25-35 ℃. Tanaman kelor juga sering disebut tanaman dari
surga karena seriap bagian dari tanaman kaya akan zat gizi dan memiliki
meter, batangnya bertekstur lunak dan rapuh, ukuran daun sebesar ujung jari,
buahnya berisi segitiga dengan panjang sekitar 30 cm. tanaman ini tumbuh subur
mulai dari daratan rendah hingga daratan tinggdi ketinggian 700 m di atas
di perkampungan dan pedesaan, tanaman ini menjadi tanaman pagar hidup karena
yang tua ke tanah maka dengan sendirinya akan tumbuh. Selama ini, daun kelor
C, vitamin B, kalsium, kalium, zat besi, dan protein, dalam jumlah yang sangat
tinggi yang mudah dicerna dan diasimilasi oleh manusia tubuh. M. oleifera adalah
15
daun pohon kelor yang mengandung berbagai zat gizi makro dan mikro serta
bahan aktif yang bersifat sebagai antioksidan. Itu mengandung nutrisi penting
seperti zat besi (fe) 28,2 mg, kalsium (ca) 2003,0 mg dan vitamin A 16,3 mg kaya
asam pantotenat, biotin, Vitamin B6, Vitamin B12,dan folat), berbagai jenis
[Link] kelor digunakan sebagai bahan utama untuk ratusan obat, baik
Menurut Global Facilitation Unit (GFU) tahun 2008 dalam (Singh et al.,
2018), terdapat perbandingan tingkat nutrisi daun kelor segar dan daun kelor
kering dengan buah-buahan, sayuran dan produk kaya nutrisi lainnya. Nutrisi
yang terapat dalam daun kelor segar setara dengan: (a) ¾ kali Zat Besi yang
terdapat dalam bayam; (b) 7 kali Vitamin C yang terdapat dalam jeruk; (c) 4 kali
Vitamin A yang terdapat dalam wortel; (d) 3 kali Kalium yang terdapat dalam
pisang; (e) 2 kali Protein yang terdapat dalam yogurt; (f) 4 kali Kalsium yang
terdapat dalam susu. Sedangkan nutrisi yang terapat dalam ekstrak daun kelor
yang sudah diolah menjadi bubuk setara dengan (a) 25 kali lipat Zat Besi yang
terdapat dalam bayam; (b) ½ kali Vitamin C yang terdapat dalam jeruk (c) 10 kali
lipat Vitamin A yang terdapat dalam wortel; (d) 15 kali lipat kalium yang terdapat
dalam pisang; (e) 9 kali lipat Protein yang terdapat dalam yogurt; dan (f) 17 kali
pengaruh perubahan gaya hidup seperti kebiasaan makan makanan junk food,
16
ngemil, melewatkan makan dan lain sebagainya. Beberapa remaja mengalami
kurang gizi karena kurangnya pengetahuan tentang pola makan, status sosial,
ekonomi yang buruk, pendapatan rendah dan lainnya. Masalah lain pada remaja
besi. Daun kelor (Drumstick leaf) merupakan sumber zat besi yang baik untuk
mengatasi hal tesebut. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat Setiap 100
gram daun stik drum mengandung 375 kkal Energi, 25 gram protein, 50 g
Menurut signh tahun 2018, perbandingan tingkat nutrisi daun kelor segar
dan daun kelor kering dengan buah-buahan, sayuran dan produk kaya nutrisi
lainnya yang terdapat pada daun kelor segar yaitu setara dengan (a) ¾ kali Zat
Besi yang terdapat dalam bayam; (b) 7 kali Vitamin C yang terdapat dalam jeruk
(c) 4 kali Vitamin A yang terdapat dalam wortel; (d) 3 kali Kalium yang terdapat
dalam pisang; (e) 2 kali Protein yang terdapat dalam yogurt dan (f) 4 kali Kalsium
yang terdapat dalam susu. Sedanngkan kandungan dalam ekstrak bubuk daun
kelor yaitu setara dengan (a) 25 kali lipat zat besi yang terdapat dalam bayam; (b)
½ kali Vitamin C yang terdapat dalam jeruk; (c) 10 kali lipat Vitamin A yang
terdapat dalam wortel; (d) 15 kali lipat kalium yang terdapat dalam pisang; (e) 9
kali lipat Kalsium yang terdapat dalam yogurt; (f) 17 kali lipat Kalsium yang
sebagai salah satu media untuk pencegahan dan pengobatan penyakit. Secara
17
umum bagian kelor yang paling banyak digunakan dan dimanfaatkan adalah
bagian daun dan akar karena dipercaya sebagai obat tradisional sebagai
selama kelahiran, daun kelor di potong-potong dan dicampur kedalam air, namun
ada juga yang mengonsumsi dengan cara dimasak untuk menghilangkan rasa
kelor sebagai obat tradisional, daun kelor untuk mencegah masuk angin dan
gidole dan burji mengunakan tumbuhan ini untuk mengobati masalah pencernaan.
Ekstrak minyak dan etanol dari tanaman kelor dilaporkan mampu menurunkan
tekanan darah, terdapat senyawa aktif pada ekstrak etanol dan butanol daun kelor
dapat disimpulkan bahwa pohon kelor merupakan tanaman yang memiliki kualitas
nutrisi yang tinggi dibandingkan beberapa nutrisi lainnya pada makanan seperti
kalsium pada kelor lebih tinggi dibandingkan susu, vitamin A pada kelor lebih
tinggi dibandingkan wortel, Vitamin C pada kelor lebih tinggi dibandingkan jeruk,
zat besi daripada bayam, dan lebih banyak potasium daripada pisang dan kualitas
manfaat daun kelor, namun daun kelor di kenal cukup baik untuk membantu
kelor muda maupun daun kelor tua dapat dimasak dan dikonsumsi sebagai
sayuran karena sama-sama mengandung tinggi zat gizi. Daun kelor yang telah
tanpa mengalami defisit gizi. Serbuk kelor ini dapat dimanfaatkan sebagai
kelor sebagai rempah yang ditambahkan kedalam makanan agar makanan menjadi
lebih bergizi, misalnya dengan menambahkan beberapa sendok serbuk daun kelor
karbohidrat dan mineral yang baik bagi tubuh, sehingga kelor dapat dimanfaatkan
Dedaunan kelor dan buah polong kelor merupakan bagian yang paling
kaya akan mineral seperti kalsium, zat besi dan terdiri atas vitamin A, B, dan C.
keduanya juga merupakan sumber sulfur (belerang) yang baik yang mengandung
asam amino seperti metionin dan sistin. Biasanya polong kelor yang hijau dapat
dimasak dengan berbagai cara dan dapat dikonsumsi seperti kacang hijau pada
umumnya. Polong kelor ini sudah banyak di jual segar dan kalengan di pasar
Asia. Kelor kalengan di ekspor dari India, Sri Lanka dan Kenya ke negara Eropa
dan Asia. Bagi anak usia 1-3 tahun, kebutuhan 75% zat besi dan setengah
kebutuhan protein dapat di kompensasikan dengan porsi 100 gram daun kelor
segar. Hal ini tentu menyiratkan bahwa terdapat khasiat nutrisi yang luar biasa
pada daun kelor, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai suplemen gizi terutama
pada bayi dan ibu hamil/menyusui untuk mengatasi masalah gizi di daerah tropis.
19
(Hamza & Azmach, 2017)(Hamza & Azmach, 2017)(Hamza & Azmach,
2017)(Hamza & Azmach, 2017)(Hamza & Azmach, 2017) (Hamza & Azmach,
2017)
Bunga kelor merupakan sumber nektar yang baik bagi madu, dapat
dimasak dan dimakan, juga dapat dikeringkan dan direndam untuk membuat teh.
(Hamza & Azmach, 2017) Air rebusan bunga tanaman kelor dapat mengobati
radang tenggorokan, flu dan cacingan. Selain itu bunga kelor dapat berfungsi
untuk anti bakteri, anti mikroba, nutrisi makanan dan tonik. (Nurcahyati, 2014)
(Hamza & Azmach, 2017) Akar tumbuhan kelor memiliki fungsi yang sangat
banyak, misalnya rebusan air akar kelor dapat di manfaatkan untuk mengobati
rematik, obat sakit kepala dan penyegar kulit. Hasil tumbukan akar kelor yang di
keringkan dapat digunakan sebagai bedak untuk tapel perut pada bayi baru lahir,
dapat mengobati iritasi kulit, sebagai parem untuk menobati bengkak ada penyakit
Biji kelor yang belum matang dapat dimasak dan dimakan sebagai sayuran
segar, sedangkan biji yang sudah matang dapat dikeringkan dan dipanggang.
Namum biji kering biasanya tidak digunakan untuk konsumsi manusia, karena
lapisan pahit yang menjadi mengeras. Biji kelor merupakan sumber minyak yang
kaya akan 40% kandungan minyak. Kabarnya minyak yang diekstrak dari biji
kelor dapat dikonsumsi oleh manusia karena mengandung rasio tinggi tak jenuh
tunggal menajdi asam lemak jenuh dan mungkin dapat diterima sebagai pengganti
20
minyak tak jenuh tunggal yang tinggi seperti minyak zaitun dalam diet. (Hamza &
Azmach, 2017)
sebagai penawar racun ular dan kalajengking, mengoleskan ekstrak kulit batang
tanaman kelor dapat mengobati pembengkakan, sariawan dan karang gigi. Fungsi
lain dari kulit tumbuhan kelor adalah sebagai detokfikasi dan alat kontrasepsi.
(Nurcahyati, 2014)
Chanchala Rani Patel tahun 2020 yang tujuan untuk menemukan pengganti zat
besi asal nabati yang efisein yaitu dengan pemberian suplementasi serbuk daun
intervensi 25 mg serbuk daun stik drum kering diberikan setiap hari selama tiga
bulan, tiga bulan tingkat hematologi dianalisis dan dicatat, hasilnya menunjukkan
peningkatan yang signifikan pada tingkat Hb rata-rata dari 9,6 mg/dL sebelum
defisiensi besi.
pagar hidup karena tanaman ini mudah tumbuh, yang selama ini hanya diolah
sebagai sayur dan minuman. Padahal tanaman ini mengandung vitamin A, vitamin
C, vitamin B, kalsium, kalium, zat besi, dan protein, dalam jumlah yang sangat
tinggi yang mudah dicerna dan diasimilasi dalam tubuh manusia. Daun pohon
21
kelor juga mengandung berbagai zat gizi makro dan mikro serta bahan aktif yang
Menurut Istanah dalam (Hartoyo et al., 2015), kata sarapan berasal dari kata
sarap dan diakhiri dengan –an, kata serap berasal dari kata menyarap (kata kerja)
yang berarti memakan sesuatu pada pagi hari. Menurut Gizinet dalam (Hartoyo et
al., 2015) Sarapan pagi merupakan salah satu dari 13 Pedoman Umum Gizi
Seimbang yang berisikan makanan yang dimakan pada pagi hari sebelum
beraktivitas yang terdiri dari makanan pokok dan lauk pauk atau makanan
kudapan.
Sarapan pagi merupakan makanan pokok dan lauk pauk yang di makan pada
pagi hari dan jumlah yang dimakan biasanya 1/3 porsi dari makanan sehari. Untuk
memenuhi kalori, maka disarankan untuk mengonsumsi sebanyak 300 – 500 kkal
setiap pagi. Batasan sarapan pagi dimulai dari pukul 06.00 pagi hingga pukul
Menurut Almatsier dalam (Hartoyo et al., 2015), sarapan pagi yang sesuai
dengan gizi seimbang dengan mengkonsumsi makanan yang memenuhi zat gizi
lengkap seperti (a) Sumber zat energi berupa umbi-umbian, padi-padian, sagu,
dan pisang; (b) Sumber zat pengatur berupa sayuran dan buah-buahan; (b)
Sumber zat pembangun seperti ikan, ayam, telur, daging, susu dan kacang-
pemberi pasokan energi, sumber tenaga dan cadangan energi untuk melakukan
22
aktivitas, pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan tubuh serta mengatur porsi
tubuh.
penting dalam sarapan pagi yaitu (a) Seseorang yang terbiasa sarapan pagi tentu
memiliki zat gizi yang cukup. Hal ini memelihara ketahanan tubuh, pada saat
sarapan pagi, cenderung memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi baik secara
mencukupi kebutuhan gizi harian, seseorang dengan status gizi baik akan
massa tubuh (IMT), persentase lemak tubuh dan kadar hemoglobin. (c)
Penelitian menunjukkan, sarapan pagi sangat penting bagi anak, remaja, ibu
hamil maupun orang dewasa, karena dengan sarapan pagi mereka mendapat
pertambahan masa otot, pertambahan jaringan lemak pada tubuh dan perubahan
tersebut mempengaruhi kebutuhan gizi remaja. Selain itu, faktor psikologis dan
2017)
Salah unsur penting pada perubahan fisik remaja yang yang mempengaruhi
status kesehatan dan gizi remaja adalah kesehatan reproduksi pada remaja. Status
23
gizi merupakan sebuah indikator yang berperan penting dalam mewujudkan
kesehatan reproduksi yang baik pada remaja. Dibutuhkan asupan gizi yang
seimbang dan sesuai dengan kebutuhan remaja untuk membantu remaja dalam
perubahan komposisi tubuh sebagai suatu gejala dalam proses pematangan fisik.
Jika ditinjau dari sudut pandang biologis, sosial, dan psikologi, kebutuhan
gizi remaja terbilang cukup unik. Berdasarkan sudut pandang biologis kebutuhan
lebih banyak vitamin, protein dan mineral per unit dari setiap energi yang
Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi gizi remaja yaitu (a) faktor
keturunan, remaja yang memiliki orang tua yang obesitas maka secara langsung
remaja tersebut memiliki bakat terjadi obesitas pula, dan sebaliknya; (b) faktor
gaya hidup (life style) yang menyebabkan remaja memilih makanan kekinian dan
cepat saji (junk food). Makanan sejenis ini mengandung tinggi lemak, gula dan
garam. Jika kebiasaan ini terjadi terus menerus maka remaja dapat mengalami
kelebihan atau kekurangan zat gizi tertentu; (Zulfah, 2014) (c) Kebiasaan ikut-
(Fajar et al., 2013a) (d) Merasa memiliki penampilan tubuh (body image) yang
buruk, sehingga remaja mulai melakukan diet yang salah. Padahal kenyataannya
dari 70% remaja yang merasa perlu menurunkan berat badan, kenyataannya
hanya 15% remaja yang benar-benar mengalami obesitas; (Zulfah, 2014) (e)
Pengaruh media massa yang terus berkembang di masa ini yang membuat remaja
keterbatasan waktu karena jarak sekolah yang terbilang jauh, tidak nafsu makan,
bahkan keterbatasan menu yang tersaji sehingga tidak menarik. Padahal manfaat
makan pagi sangatlah baik bagi tubuh. Khomsan dalam (Susanti & SY, 2019)
Seorang yang tidak sarapan pagi berakibat pada menurunnya kadar gula didalam
menggunakan cadangan glikogen. Jika hal ini terjadi tubuh akan tidak berada
didalam kondisi yang baik. Sarapan pagi yang baik harus mencukupi batas
energi yang dibutuhkan per hari yaitu sekitar 20-25%. Kadar gula darah menjadi
rendah pada saat bangun tidur, persediaan tersebut terbatas hanya untuk dua jam
(62%) memiliki kebiasaan sarapan dengan kadar Hb ≥12 g/dl. (Yuliani et al.,
2020) Menurut penelitian Tahira Bibi., dkk (2020), remaja yang melewatkan
sarapan pagi dan pola makan yang tidak teratur memiliki tingkat Hb yang
sejumlah makanan pokok dan lauk pauk yang dimakan di pagi hari, yang
biasanya merupakan 1/3 dari porsi makanan dalam sehari. Kebiasaan sarapan
pagi ini sangatlah penting bagi remaja, terutama bagi remaja putri yang mulai
_batas_
26
2.4. Kerangka Teoritis
Makan Siklus
sembarangan Menstuasi
terganggu
Tidak
sarapan pagi
Siklus normal
Penyebab
anemia remaja
Kehilangan zat
Kebutuhan zat Anemia Gizi besi sekitar 30 –
besi meningkat Besi 40 mg per bulan
(AGB)
Tidak tercukupi
asupan zat besi Penatalaksanaan
Keterangan
: Variabel yang tidak diteliti
: Variabel yang diteliti
27
2.5. Kerangka Konsepsional
Konsep utama pada penelitian ini adalah menilai pengaruh pemberian kapsul
yang berisi ekstrak daun kelor (variabel X1) dan kebiasaan sarapan pagi (variabel
X2) terhadap peningkatan kadar hemoglobin (variabel Y) pada siswi remaja putri.
Pemberian
Ekstrak Daun Kelor
(Moringa Oleifera)
X1
Peningkatan
kadar Hemoglobin
pada Remaja Putri
Y
Kebiasaan
Sarapan Pagi
X2
Remaja putri merupakan salah satu kelompok manusia yang paling rawan
kehilang zat besi sekitar 0,6 mg yang diekskresi, terutama melalui feses; remaja
putri lebih banyak mengonsumsi makanan yang rendah zat besi; remaja
salah; ditambah lagi setiap bulannya remaja putri mengalami menstruasi dan
28
Remaja putri yang mengalami anemia gizi besi sebaiknya diintervensi
sedini mungkin. Apabila hal ini tidakdilanjuti, maka akan berdampak buruk pada
seorang ibu, sehingga apabila remaja mengalami anemia gizi besi (AGB) maka
BBLR, melahirkan bayi prematur, infeksi neonatus, kematian ibu dan bayi saat
proses persalinan dan menyebabkan anak stuting. Anemia pada remaja perempuan
Beberapa cara yang dapat untuk mengobati anemia gizi besi pada remaja
Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti pengaruh serbuk daun
kelor terhadap peningkatan Hb remaja putri, karena daun kelor merupakan daun
ajaib yang dikenal dengan tinggi zat gizi, namun masyarakat Indonesia masih
_batas_
29
2.6. Penelitian Relevan
2 Drumstick leaves soup on level of (Deepa, P, et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Haemoglobin 2020) terdapat pada: terdapat pada:
• Metode penelitian yang • Jenis dan design penelitian
(Sop daun kelor pada tingkat digunakan adalah eksperimental yang digunakan adalah quasi
haemoglobin) • Variabel penelitian yaitu daun eksperimental dengan one
kelor dan hemoglobin group pre-test post test design,
• Subjek penelitian yaitu remaja sedangkan penelitian ini yaitu
true eksperimental dengan
posttest-only control design
30
• Pengolahan daun kelor
3 The Effect of Moringa oleifera to (Mustapa et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Hemoglobin Levels of 2020) terdapat pada: terdapat pada:
Preconception Women in the • Variabel penelitian yaitu • Subjek penelitian yaitu wanita
Health Center Tibawa District moringa oleifera dan pra-konsepsi, sedangkan
Tibawa, Gorontalo hemoglobin subjek penelitian ini adalah
• Metode penelitian yang remaja
(Pengaruh moringa oelifera digunakan adalah eksperimental
terhadap kadar hemoglobin wanita
prakonsepsi di puskesmas tibawa,
kabupaten tibawa, gorontalo)
4 Efficacy of Malunggay (Moringa (Serafico et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
oleifera) leaves in improving the 2017) terdapat pada: terdapat pada:
iron and vitamins A and B status • Variabel penelitian yaitu • Variabel vitamin A dan B
of Filipino schoolchildren moringa oleifera dan zat besi tidak diteliti dalam penelitian
karena zat besi mempengaruhi ini
(Khasiat daun malunggay Hb • Design penelitian yang
(Moringa Oleifera) dalam • Metode penelitian yang digunakan
meningkatkan status zat besi dan digunakan adalah eksperimental • Subjek penelitian yaitu anak
vitamin A dan B pada anak sekolah
sekolah di Filipina)
31
5 The importance of Moringa (Serafico et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
oleifera leaf flour for pregnant 2017) terdapat pada: terdapat pada:
women hemoglobin • Variabel penelitian yaitu • Subject penelitian adalah ibu
moringa oleifera dan hamil, sedangkan penelitian ini
(Pentingnya tepung daun moringa Haemoglobin adalah remaja
olifera terhadap hemoglobin • Metode penelitian yang • Metode penelitian yang
wanita hamil) digunakan adalah eksperimental digunakan
6 Effect of Moringa Oleifera leaf (Shija et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
powder supplementation on 2019) terdapat pada: terdapat pada:
reducing anemia in children • Variabel penelitian yaitu • Subject penelitian adalah anak
below two years in Kisarawe moringa oleifera dan Anemia dibawah 2 tahun, sedangkan
District, Tanzania • Metode penelitian yang penelitian ini adalah remaja
digunakan adalah eksperimental
(pengaruh suplementasi serbuk
daun Moringa Oleifera dalam
megurangi anemia pada anak di
bawah dua tahun di Distrik
Kisarawe, Tanzania)
32
7 Effect of complementary foods (Boateng et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
fortified with Moringa oleifera 2018) terdapat pada: terdapat pada:
leaf powder on hemoglobin • Variabel penelitian yaitu • Subject penelitian adalah bayi
concentration and growth of moringa oleifera dan • Bubuk daun kelor diberikan
infants in the Eastern Region of Hemoglobin saat pemberian MP-ASI dan an
Ghana • Metode penelitian yang penelitian ini juga menilai
digunakan adalah eksperimental pertumbuhan bayi
(Pengaruh makanan pendamping
yang diperkaya dengan tepung
daun moringa oleifera pada
konsentrasi haemoglobin dan
pertumbuhan bayi di wilayah
Ghana Timur)
8 Comparative Effects Between A (Gnangoran et Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Total Aqueous Extract and A Diet al., 2020) terdapat pada: terdapat pada:
Enriched with Moringa oleifera • Variabel penelitian yaitu • Objeck penelitian adalah tikus
Leaves in Wistar Rats with moringa oleifera dan Anemia anemia
Anemia • Metode penelitian yang • Penelitian ini bertujuan
digunakan adalah eksperimental melihat efek antara ekstrak
(Efek komparatif antara total cairan dan bagaimana diet
ekstrak cairan dan sebuah diet yang diperkaya daun moringa
yang diperkaya daun moringa oleifera
33
oleifera pada tikus wistar dengan
anemia)
9 Morina olifera: Nutrient Dense (Singh et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Food Source and World’s Most 2018) terdapat pada: terdapat pada:
Useful Plant to Ensure Nutritional • Variabel penelitian yaitu • Menggunakan metode review
Security, Good Health and moringa oleifera literatur untuk mendapatkan
Eradication of Malnutrition ulasan tersebut.
• Penelitian ini mengulas dan
(Moringa Oleifera: sumber menjamin nutrisi yang terdapat
pangan kaya gizi dan tanaman didalam daun kelor
paling bermanfaat di Dunia untuk Menilai pemanfaatan moringa
menjamin keamanan nutrisi, oleifera untuk kesehatan dan
kesehatan yang baik dan pemberantasan malnutrisi.
pemberantasan malnutrisi)
10 Effectiveness of Drumstick (Roy & Shivaji Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Leaves on Hemoglobin Level Sarate, 2019) terdapat pada: terdapat pada:
• Variabel penelitian yaitu • Penelitian ini bertujuan untuk
(Efektivitas daun kelor terhadap Moringa Oleifera dan melihat pengaruh sedangkan
kadar hemoglobin) Hemoglobin penelitian sebelumnya menilai
efektivitas daun kelor secara
sistematis pada tingkat
34
hemoglobin sehingga
penelitian ini dapat digunakan
untuk literatur penelitian ini
• Metode penelitian yang
digunakan penelitian
sebelumnya adalah systematic
review.
11 Hemoglobin Levels of Female (Yuliani et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Students Based On Fe 2020) terdapat pada: terdapat pada:
Consumption and Breakfast • Meneliti kadar hemoglobin • Variabel yang juga diteliti
Habits berdasaran kebiasaan sarapan dalam penelitan sebelumnya
pagi adalah tablet Fe, sedangkan
(Kadar Hemoglobin Siswi • Subject dalam penelitian penelitian ini meneliti ekstrak
berdasarkan Konsumsi Fe dan sebelumnya dan penelitian ini daun kelor (Moringa Oleifera)
Kebiasaan Sarapan Pagi) adalah siswi • Menggunakan metode
deskriptif
12 Assessment of Hemoglobin Level (Bibi et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
in Relation to Dietary Habits 2020) terdapat pada: terdapat pada:
among Adolescent Girls • Meneliti kadar hemoglobin • Menggunakan metode
dengan keterkaitan kebiasaan penelitian deskriptif dengan
(Penilaian Kadar Hemoglobin dan sarapan pagi, sehingga dapat pendekatan cross-sectional
Keterkaitannya dengan Kebiasaan dijadikan literatur untuk
35
Makan Remaja Putri) penelitian ini.
• Subject dalam penelitian
sebelumnya dan penelitian ini
adalah remaja putri
13 Effectiveness of Dry Moringa (U. et al., 2013) Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Oleifera Leaf Powder in terdapat pada: terdapat pada:
Treatment of Anaemia • Variabel penelitian sebelumnya • Penelitian sebelumnya hanya
adalah daun kelor kering dan meneliti efektifitas, sedangkan
(Efektivitas Serbuk Daun Kelor anemia, sehingga dapat dijadikan penelitian ini meneliti
Kering dalam Pengobatan literatur untuk penelitian ini pengaruh
Anemia) • Menggunakan metode penelitian
eksperimen
14 Effect of Moringa Oleifera Leaf (Bharathi & S., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Protein Concentrate (MLPC) on 2020) terdapat pada: terdapat pada:
Moderate Anemic Adolescent Girl • Variabel penelitian sebelumnya • Penelitian ini tidak melihat
adalah daun kelor, anemia dan pengaruh protein concentrate
(Pengaruh Konsentrat Protein remaja putri daun kelor
Daun Kelor (MLPC) pada Remaja • Menggunakan metode penelitian
Putri dengan Anemia Sedang) eksperimen
36
15 The Effect Of Moringa Leaf (Hermayanti et Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
(Moringa Oleifera Lam) And al., 2020) terdapat pada: terdapat pada:
Vitamin C Combination • Variabel penelitian sebelumnya • Subjek penelitian sebelumnya
Extract In Improving Anemia adalah daun kelor kering dan adlah tikus jantan, sedangkan
Indicators Deficiency Of White anemia, sehingga dapat dijadikan penelitian ini adalah remaja
Rats Iron Male Diet literatur untuk penelitian ini putri
Low Rice Iron • Menggunakan metode penelitian • Penelitian ini tidak meneliti
eksperimen vitamin C
(Pengaruh ekstrak kombinasi daun
kelor (Moringa Oleifera Lam) dan
Vitamin C dalam memperbaiki
Anemia indikator defisiensi besi
pada tikus putih jantan diet rendah
zat besi)
16 Prevalence of Iron-Deficiency (Al-Jamea et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Anemia and it’s Associated Risk 2020) terdapat pada: terdapat pada:
Factors in Female Undergraduate • Variabel penelitian sebelumnya • Metode penelitian sebelumnya
Students at Prince Sultan Military adalah anemia defisiensi zat besi adalah cross sectional
College of Health Sciences • Penelitian ini tidak meneliti
faktor resiko anemia defisiensi
(Prevalensi Anemia Defisiensi zat besi
Besi dan Faktor Resiko pada
Mahasiswi S1 di Sekolah Tinggi
37
Militer Pangeran Sultan Ilmu
Pengetahuan)
17 Moringa oleifera: a natural gift - (Tahir et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
A review 2010) terdapat pada: terdapat pada:
• Variabel penelitian sebelumnya • Metode penelitian sebelumnya
(Moringa Oleifera: Hadiah alami adalah daun kelor, sehingga adalah metode review
– sebuah kajian) dapat dijadikan literatur untuk • Penelitian ini tidak mengkaji
penelitian ini manfaat dari daun kelor
18 Impact of Breakfast Eating (Al-oboudi, Persamaan dengan penelitian ini perbedaan dengan penelitian ini
Pattern on Nutritional Status, 2010) terdapat pada: terdapat pada:
Glucose Level, Iron Status in • Variabel penelitian sebelumnya • Metode penelitian sebelumnya
Blood and Test Grades among adalah status zat besi, sehingga adalah cross sectional
Upper Primary School Girls in dapat dijadikan literatur untuk • Penelitian ini tidak meneliti
Riyadh City, Saudi Arabia penelitian ini pola makan, status gizi, kadar
glukosa, dan nilai test
(Pengaruh pola sarapan terhadap
status gizi, kadar glukosa, status
besi dalam darah dan nilai tes
pada anak perempuan di Sekolah
dasar kota Riyadh, Arab Saudi)
38
19 The miraculous moringa trees: (Hamza & Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
From nutritional and medicinal Azmach, 2017) terdapat pada: terdapat pada:
point of views in tropical regions • Variabel penelitian sebelumnya • Metode penelitian sebelumnya
adalah daun kelor, sehingga adalah metode review
(Pohon kelor yang ajaib: Dari dapat dijadikan literatur untuk • Penelitian ini tidak mengkaji
sudut pandang nutrisi dan penelitian ini kandungan serta manfaat daun
pengobatan di daerah tropis) kelor dari sudut pandang
nutrisi
20 Study of correlation between (Chaturvedi et Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
dietary habits and anemia among al., 2017) terdapat pada: terdapat pada:
adolescent girls in Ranchi and its • Variabel penelitian sebelumnya • Metode penelitian sebelumnya
surronding area adalah anemia dan kebiasaan adalah analisis kolerasi
makan sehingga dapat dijadikan • Penelitian ini tidak melihat
(Studi korelasi antara kebiasaan literatur untuk penelitian ini hubungan antara kebiasaan
makan dengan anemia pada makan dengan anemia
remaja putri di Ranchi dan
sekitarnya)
21 Prevalence of Iron Deficiency (Al-alimi et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Anemia among University 2018) terdapat pada: terdapat pada:
Students in Hodeida Province, • Variabel penelitian sebelumnya • Metode penelitian sebelumnya
Yemen adalah anemia defisiensi zat besi adalah cross sectional
sehingga dapat dijadikan • Penelitian ini tidak
39
(Prevalensi anemia defisiensi besi literatur untuk penelitian ini menentukan prevalensi dan
pada mahasiswa di Provinsi faktor resiko IDA
Hodeida, Yemen)
22 Determinants of Anemia among (Wiafe et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Early Adolescent Girls in Kendari 2020) terdapat pada: terdapat pada:
City • Variabel penelitian sebelumnya • Metode penelitian sebelumnya
adalah anemia sehingga dapat adalah cross sectional
(Faktor determinan pada remaja dijadikan literatur untuk • Penelitian ini tidak
putri awal di Kota kendari) penelitian ini menganalisis determinan
• Subjek pada penelitian ini adalah anemia
remaja putri
23 Impact of daily consumption of (Idohou-dossou Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
moringa (Moringa Oleifera) dry et al., 2011) terdapat pada: terdapat pada:
leaf powder on iron status of • Variabel penelitian sebelumnya • Subjek penelitian sebelumnya
Senegalese Lactating Women adalah daun kelor kering adalah ibu menyusui
sehingga dapat dijadikan literatur • Metode penelitian sebelumnya
(Dampak konsumsi harian serbuk untuk penelitian ini adalah randomized
daun kelor (Moringa Oleifera) • Penelitian ini tidak meneliti
kering terhadap status besi wanita status zat besi
menyusui di Senegal)
40
24 Patterns of Dietary Iron Intake, (Wiafe et al., Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
Iron Status, and Predictors of 2020) terdapat pada: terdapat pada:
Haemoglobin Levels among Early • Variabel penelitian sebelumnya • Metode penelitian sebelumnya
Adolescents in a Rural Ghanaian adalah kadar Hb sehingga dapat adalah cross sectional
District dijadikan literatur untuk • Penelitian ini tidak meneliti
penelitian ini variabel asupan zat besi dan
(Pola asupan zat besi, status zat • Subjek penelitian sebelumnya status zat besi
besi dan prediksi kadar adalah remaja awal
hemoglobin pada remaja awal di
Daerah Pedesaan Ghana)
25 Breakfast intake is associated with (Lazarou & Persamaan dengan penelitian ini Perbedaan dengan penelitian ini
nutritional status, Mediterranean Matalas, 2014) terdapat pada: terdapat pada:
diet adherence, serum iron and • Variabel penelitian sebelumnya • Metode penelitian sebelumnya
fasting glucose: the CYFamilies adalah asupan sarapan pagi dan adalah cross sectional
study serum zat besi, sehingga dapat • Penelitian ini tidak meneliti
dijadikan literatur untuk variabel status gizi, kepatuhan
(asupan sarapan pagi serta penelitian ini diet mediterania, kadar gula
kaitannya dengan status gizi, darah puasa
kepatuhan diet Mediterania,
serum zat besi dan kadar glukosa
puasa: the CYFamilies study)
_batas_
41
2.7. Hipotesis Penelitian
Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi
ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) dengan siswa yang diberi kapsul
placebo
3. Terdapat interaksi antara pemberian kapsul yang berisi ekstrak daun kelor
Besar.
Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi ekstrak daun kelor
makan pagi.
Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi ekstrak daun kelor
_batas_
42
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
è sudah tidak boleh ada teori lagi, tetapi bagaimana pada penelitian yang akan
dilakukan!
sibuk karena tidak harus menghadapi ujian akhir dan bukan siswa yang baru
masuk sekolah itu serta usia siswi sudah mendekati usia pernikahan.
Waktu penelitian mulai dari Oktober 2021 sampai April 2022, sehingga
43
[Link] Penelitian
penelitian, yaitu:
Imarah Kabupaten Aceh Besar yang diberi kapsul yang berisi ekstrak daun
berisi ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) (A1) dan Plasebo (A2), serta
Pemberian
Kapsul (A) Ekstrak Daun Plasebo
Kelor (A1) (A2)
Kebiasaan Makan Pagi (B)
Memiliki (B1) A1B1 A2B1
Tidak Memiliki (B2) A1B2 A2B2
44
Keterangan :
Pagi
Makan Pagi
[Link]. Populasi
Populasi target dalam penelitian ini adalah Remaja Putri siswi kelas 2
kelas XI).
[Link]. Sampel
45
[Link].1. Perhitungan Besar Sampel Minimal
Keterangan :
P1 : Perkiraan prevalensi kejadian AGB pada kelompok yang
mendapat kapsul Ekstrak Daun Kelor = 0.95
P2 : Perkiraan prevalensi kejadian AGB pada kelompok yang
mendapat kapsul plasebo = 1-0.95 = 0.05
Zα = Relative deviate tingkat α = 1.96
Zβ = Relative deviate tingkat β = 0.84
!"#!$
P = $
0,60 + 0,36
%=
0,03
46
0,96
%=
0,03
n = 32 ditambah 10% = 35
lebih dari satu kali, disebut Cluster karena seluruh siswi di kelas 2 SMAN
Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini (X1) adalah pemberian kapsul
daun kelor (Moringa Oleifera) yang dipersiapkan dengan cara sebagai berikut:
47
• Setelah kering, daun kelor di blender dengan menggunakan blender
Perlakuan pada penelitian ini adalah memberikan kapsul (A), yang terdiri
dari:
(1) Kapsul yang berisi ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera) (A1) yang
kepada 42x2 = 84 siswi di kelas 2 SMAN 1 Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar.
maupun di Kelompok Kontrol, maka peneliti dibantu oleh 4 orang tutor sebaya
dengan kualifikasi yang sama dengan peneliti, yaitu strata pendidikan (minimal
S1) dan kualifikasi pendidikan (alumni prodi bidang kesehatan). Keempat tutor
sebaya tersebut diberi pelatihan dan simulasi sebelum penelitian, namun mereka
tidak tahu apakah kapsul yang mereka berikan kepada sampel penelitian itu berisi
kepada seluruh sampel siswi Remaja Putri, baik yang termasuk dalam kelompok
48
Eksperimen maupun yang termasuk dalam kelompok Kontrol, ditanya apakah
Kadar Hb pada remaja putri siswi SMA 1 Darul Imarah Kabupaten Aceh
Besar, agar hasil penelitian yang diperoleh benar-benar merupakan akibat dari
perlakuan yang diberikan. Dengan kata lain, bukan sebagai akibat dari
variabel lain yang tidak diteliti, yang disebut variabel pengganggu. Untuk itu
49
perlu dilakukan pengendalian terhadap unsur-unsur internal yang diperkirakan
1) Proses Kematangan
biologis pada remaja putri siswi SMA 1 Darul Imarah Kabupaten Aceh
2) Karakteristik Siswi
Pada penelitian ini, karakteristik yang terdapat pada diri remaja putri yang
kuantitas darah yang keluar saat menstruasi dikontrol dengan cara: (1)
kelompok kontrol, (2) seluruh subyek penelitian adalah siswi kelas 2 SMA
3) Unsur Perlakuan
/ hari.
50
4) Pengaruh Regresi
penambahan sampel sebanyak 10%. Bila ada siswi yang tidak bisa hadir di
6) Instrumentasi
instrumen alat pengukuran yang baru ditera, sehingga cukup valid dan
7) Waktu Eksperimen
a. Kesahihan Populasi
banyak mengalami AGB, yaitu remaja putri siswi kelas 2 SMA dan 2)
51
melakukan randomisasi pada saat menentukan kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol.
b. Kesahihan Ekologi
sebagai berikut:
b. Siswi kelas 2 di SMAN 1 Darul Imarah yang tidak dalam keadaan sakit
52
hari, yang setelah kering, daun kelor di blender dengan menggunakan blender
rumahan hingga menjadi bubuk halus, dan di masukkan ke dalam kapsul yang
berisi tepung terigu kepada kelompok kontrol, yaitu Remaja Putri siswi kelas
2 SMAN 1 Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar, yang diberikan setiap hari
satu kapsul selama 30 hari (sampai berjumlah 30 kapsul) yang dibagikan pada
waktu istirahat.
pada Remaja Putri siswi kelas 2 SMAN 1 Darul Imarah Kabupaten Aceh
Adapun analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
Uji persyaratan yang dilakukan adalah uji normalitas dan uji homogenitas
dari populasi yang homogen. Uji normalitas data menggunakan teknik uji
Ltabel, maka dapat dikatakan bahwa data berasal dari populasi yang
X2hitung ˂ X2tebel, maka dikatakan bahwa data tersebut memiliki varians yang
= 0,05.
analisis varian (ANAVA) dua jalan 2 x 2 dengan tujuan untuk menguji efek
utama A dan efek utama B serta pengaruh interaksi antar A dan B (main effect
1. H0 : µA1 ≤ µA2
µA1 = Skor rata-rata kenaikan Kadar Hb pada Remaja Putri siswi kelas 2
SMAN 1 Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar yang diberi Kapsul Ekstrak
54
µA2 = Skor rata-rata kenaikan Kadar Hb pada Remaja Putri siswi kelas 2
SMAN 1 Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar yang diberi Kapsul Plasebo.
2. H0 : µB1 ≤ µB2
Keterangan:
µB1 = Skor rata-rata kenaikan Kadar Hb pada Remaja Putri siswi kelas
µB2 = Skor rata-rata kenaikan Kadar Hb pada Remaja Putri siswi kelas
3. H0 : Interaksi AxB = 0
H1 : Interaksi AxB ≠ 0
Keterangan:
A = Pemberian Kapsul
4. H0 : µA1B1 ≤ µA2B1
Keterangan:
55
Kapsul Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera) dan yang memiliki
5. H0 : µA1B2 ≤ µA2B2
Keterangan:
_batas_
56
DAFTAR PUSTAKA
57