0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan7 halaman

Modul 09 - Pemrograman Multimedia

Dokumen ini membahas tentang Pemrograman Multimedia menggunakan ActionScript, sebuah bahasa pemrograman yang dikembangkan untuk aplikasi multimedia. ActionScript 3.0 memiliki berbagai fungsi seperti animasi, navigasi, dan interaktivitas pengguna, serta mendukung integrasi dengan bahasa pemrograman lain. Selain itu, dokumen ini menjelaskan struktur dasar, penggunaan variabel, dan mekanisme kontrol dalam ActionScript.

Diunggah oleh

alya dwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan7 halaman

Modul 09 - Pemrograman Multimedia

Dokumen ini membahas tentang Pemrograman Multimedia menggunakan ActionScript, sebuah bahasa pemrograman yang dikembangkan untuk aplikasi multimedia. ActionScript 3.0 memiliki berbagai fungsi seperti animasi, navigasi, dan interaktivitas pengguna, serta mendukung integrasi dengan bahasa pemrograman lain. Selain itu, dokumen ini menjelaskan struktur dasar, penggunaan variabel, dan mekanisme kontrol dalam ActionScript.

Diunggah oleh

alya dwi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TEKNOLOGI MULTIMEDIA | Modul 9 – Pemrograman Multimedia

Gambar 1. Logo Action Script 3.0

Materi berikutnya yang akan kita pelajari adalah Pemrograman Multimedia. Secara praktis
kita telah mempelajari Action Script melalui Mata kuliah Praktikum Teknologi Multimedia.
Akan tetapi dibutuhkan penjelasan lebih rinci mengenai bagaimana program multimedia
disusun dengan menggunakan Action Script. Diharapkan dengan penjelasan ini, pengetahuan
kita akan semakin lengkap.

ACTION SCRIPT
ActionScript adalah Bahasa pemrograman yang dibuat berdasarkan pada ECMAScript yang
digunakan dalam pengembangan website dan perangkat lunak. Dengan adanya Flash Player,
maka website dan perangkat lunak tersebut dapat berjalan dengan baik. ActionScript juga
dipergunakan untuk beberapa aplikasi basis data seperti Alpha Five.
ActionScript pada awalnya dikembangkan oleh Macromedia untuk melengkapi Macromedia
Flash sehingga menjadi sebuah bahasa pemrograman pada perangkat lunak multimedia. Pada
tahun 2005 Macromedia dibeli oleh Adobe Inc, sehingga pengembangan Flash dan Action
Script dilanjutkan hingga saat ini telah mencapai versi ActionScript 3.0.
ActionScript 3.0 adalah versi terakhir pada saat ini yang memiliki banyak kelebihan. Di
antaranya adalah dapat dengan mudah diintegrasikan dengan Mobile, memiliki fitur file
program yang terpisah pada saat runtime, dan sebagainya.

Fungsi Action Script?


Action script memiliki beberapa fungsi atau peran yang dapat membantu kita dalam merancang
situs web atau movie Flash, di antaranya :

a. Untuk Membuat Sistem Navigasi Situs


Hal ini berkaitan dengan bagaimana Action Script dapat mengatur user menjelajahi situs
atau program yang telah dibuat. Dengan demikian animasi situs yang telah dibuat tidak
hanya menjadi “film iklan” belaka, kecuali memang dinginkan seperti itu (dalam kasus film
kartun menggunakan Flash).

TOMY HENDARMAN
TEKNOLOGI MULTIMEDIA | Modul 9 – Pemrograman Multimedia

b. Untuk Menambahkan Interaktivitas Dengan User


Dengan Action Script, user dapat berinteraksi dengan setiap elemen di dalam movie Flash,
baik itu tombol movie klip maupun teks.

c. Untuk Membuat Situs Atau Program Yang Dinamis


Action Script dapat digabungkan dengan berbagai bahasa lain, seperti JavaScript, ASP,
PHP, CGI, MySQL, atau XML untuk membuat barbaga aplikasi yang sulit atau tidak dapat
dibuat hanya dengan Action Script saja.

Misalnya untuk membuat sistem database sehingga situs atau program Flash dapat di
update secara rutin dan otomatis

Pada Flash, Action Script memilki beberapa fungsi dasar, antara lain:

1. Animasi

Animasi yang sederhana memang tidak membutuhkan Action Script, namun untuk
animasi yang kompleks, Action Script akan sangat membantu. Sebagai contoh, animasi
bola yang memantul di tanah yang mengikuti hukum fisika akan membutuhkan ratusan
frame. Namun dengan menggunakan Action Script, animasi tersebut dapat dibuat hanya
dalam satu frame.

2. Navigasi

Pergerakan animasi pada Flash secara default bergerak ke depan dari satu frame ke frame
yang lainnya hingga selesai. Namun dengan Action Script, jalannya animasi dapat
dikontrol untuk berhenti di suatu frame dan berpindah ke sembarang frame sesuai
dengan pilihan dari user.

3. User Input

Action Script dapat digunakan untuk menerima suatu masukan dari user yang kemudian
informasi tersebut dikirimkan kepada server untuk diolah. Dengan kemampuan ini, Action
Script dapat digunakan untuk membangun suatu aplikasi web berbasis Flash.

4. Memperoleh Data

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Action Script dapat melakukan interaksi dengan
server. Dengan demikian kita dapat meng-update informasi lalu menampilkannya kepada
user.

5. Kalkulasi

Action Script dapat melakukan kalkulasi, misalnya seperti yang diterapkan pada aplikasi
shopping chart.

6. Grafis

Action Script dapat mengubah ukuran sebuah gambar, sudut rotasi, warna movie clip
dalam movie, serta dapat menduplikasi dan menghapus objek dari screen.

TOMY HENDARMAN
TEKNOLOGI MULTIMEDIA | Modul 9 – Pemrograman Multimedia

7. Mengenali Environment
Action Script dapat mengambil nilai waktu dari sistem yang digunakan oleh user.

8. Memutar Musik
Selain animasi yang berupa gerakan, pada program Flash juga dapat diinputkan sebuah
musik sehingga animasi yang dihasilkan menjadi lebih menarik. Pada hal ini Action Script
dapat digunakan untuk mengontrol balance dan volume dari musik tersebut.

Bagaimana Action Script digunakan?

Penggunaan Action Script adalah untuk mempermudah pembangunan suatu aplikasi atau
animasi. Biasanya semakin kompleks animasi pada Flash, maka akan semakin banyak
memakan frame. Dengan Action Script, penggunaan frame tersebut dapat dikurangi,
bahkan dapat membuat animasi yang kompleks hanya dengan satu frame saja.

Bagaimana struktur AS 3.0?

Struktur Flash menggunakan struktur bahasa Dot Syntax. Dot atau titik (.) digunakan untuk
menunjukkan metoda atau properti yang terkait dengan objek.

Apa yang dimaksud dengan Objek pada AS 3.0?

Objek adalah suatu tipe data seperti suara, gambar, teks, yang digunakan untuk
mengontrol movie. Semua objek merupakan bagian dari suatu kelas. Objek pada Flash
dapat berupa gambar yang nampak, hingga sesuatu yang abstrak (tidak nampak),
misalnya tanggal, data, atau deteksi input dari mouse. Objek dapat dikenali dan digunakan
setelah terlebih dahulu diberi nama. Proses penamaan suatu objek disebut instantiating.
Selain objek yang didefinisikan, pada Flash terdapat predefined class yang terdiri dari
objek yang bisa dipakai di dalam movie. Beberapa diantaranya, MovieClip, Color, Sound,
Button, Stage, Text Field, dan Text Format.

Apa yang dimaksud dengan Class pada AS 3.0?

Pada dasarnya Action Script adalah bahasa pemrograman yang dibangun dari Class-class
yang telah dibuat oleh developer Flash. Progammer dapat menggunakan class tersebut
dengan script-script yang sederhana dan mudah untuk diingat.

Berikut ini adalah struktur penulisan Class:


Class NamaClass {
Class body
}

Pada Action Script 3.0, Class didefinisikan pada file Action Script external berekstensi *.as.
Terdapat 2 tipe Class pada Action Script 3.0, yaitu:

1. Built-in Class, yaitu class yang sudah disediakan oleh Flash. Programmer dapat
memanggilnya dalam bentuk statement yang sederhana.

2. Custom Class, adalah class yang dibuat sendiri dengan maksud dan tujuan yang sesuai
dengan kebutuhan programmer dalam membangun suatu aplikasi.

TOMY HENDARMAN
TEKNOLOGI MULTIMEDIA | Modul 9 – Pemrograman Multimedia

Apa yang dimaksud dengan Function pada AS 3.0?

Function atau fungsi adalah kumpulan script yang mengerjakan operasi untuk tujuan
tertentu. Terdapat beberapa jenis fungsi yang dapat digunakan dalam membangun suatu
aplikasi menggunakan Action Script 3.0, yaitu:

1. Built-in functions
2. Named dan user-defined functions
3. Anonymous functions
4. Callback functions
5. Constructor functions
6. Function literal

Bagaimana mekanisme kontrol pada Objek dengan AS 3.0?

Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan dengan menggunakan umpan


balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik ini digunakan untuk
mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah untuk mengatur agar
sistem berjalan sesuai dengan tujuan.

TOMY HENDARMAN
TEKNOLOGI MULTIMEDIA | Modul 9 – Pemrograman Multimedia

Pemrograman dengan Action Script 3.0


Deklarasi Variabel

Variabel-variabel yang akan digunakan dalam Script harus dideklarasikan terlebih dahulu.
Beberapa tipe variabel yang sering digunakan antara lain: TextField, Number, String,
Array, Sprite, Shape, dan MovieClip. Kita juga dapat membuat tipe variabel sendiri berupa
objek Class untuk aplikasi kita. Perintah deklarasi variabel mempunyai bentuk umum:

var namaVariabel;

ATAU cara kedua berikut dengan menambahkan tipe data pada variable tersebut yang
akan memberikan hasil yang sama:

var namaVariabel:TipeVariabel;

ATAU cara ketiga berikut dengan menambahkan perintah new namaClass() juga
memberikan hasil yang sama:

var namaVariabel:TipeVariabel = new TipeVariabel();

Anda bisa menambahkan program berikut ke dalam kode program anda untuk
memunculkan tulisan “Hello World” ke dalam Stage Anda.

Baris berikutnya adalah menambahkan nilai terhadap variable. Karena tipe data TextField
memiliki properties text, maka kita bisa menambahkan nilai pada variable “textSaya”
dengan property text:

[Link] = “Hello World”;

Lanjutkan dengan menguji hasil program anda dengan menekan keyboard Ctrl + Enter,
maka anda akan melihat tulisan “Hello World” pada Stage anda.

TOMY HENDARMAN
TEKNOLOGI MULTIMEDIA | Modul 9 – Pemrograman Multimedia

Penggunaan perintah Trace


Perintah Trace digunakan untuk menampilkan informasi pada panel Output. Panel Output
hanya digunakan untuk menguji jalannya program saja, bukan sebagai tampilan utama
program. Yang menjadi tampilan utama program adalah Stage kita.

Contoh script berikut untuk menguji perintah trace:

Jika program tersebut dijalankan dengan Ctrl + Enter, maka hasilnya akan ditampilkan
pada panel Output sebagai berikut:

TOMY HENDARMAN
TEKNOLOGI MULTIMEDIA | Modul 9 – Pemrograman Multimedia

Event, Listener, dan Event Handler

Semua interaksi user di dalam Flash dikelola oleh “event-event” beberapa contoh event
adalah: mouse click, mouse move, input keyboard, loading file, dan lain-lain. Dalam
ActionScript, suatu objek bisa mendengarkan (listen) event yang terjadi pada dirinya
dengan menggunakan method addEventListener pada objek tersebut. Method ini
membutuhkan dua argumen, yaitu:

• Event apa yang akan didengarkan, misalnya MouseEvent atau pun KeyboardEvent

• Fungsi apa yang akan saya kerjakan apabila saya mendegarkan event.

Dalam contoh kita, ditulis sebagai berikut:

[Link]([Link],tekanTombol);

function tekanTombol(e:MouseEvent):void{
ISI FUNGSI
}

Penjelasannya adalah sebagai berikut:

• Tombol dengan nama instance tombolMulai akan mendengarkan event Mouse Click
([Link])

• Apabila tombolMulai di-klik dengan mouse, maka fungsi tekanTombol akan dipanggil
dan dikerjakan. Fungsi tekanTombol dinamakan Event Handler. Sebuah event handler
harus berupa fungsi dengan satu nilai input (misalnya dalam contoh kita adalah
e:MouseEvent) dan tidak mengembalikan nilai apa-apa (yaitu mempunyai tipe
keluaran void).

TOMY HENDARMAN

Anda mungkin juga menyukai