0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan32 halaman

NOUN (Kata Benda)

Dokumen ini membahas tentang tata bahasa Inggris, khususnya mengenai noun, pronouns, dan penggunaan to be. Noun dibagi menjadi abstract dan concrete, serta jenis-jenisnya seperti countable dan uncountable. Selain itu, dokumen juga menjelaskan penggunaan pronouns, termasuk personal dan possessive pronouns, serta reflexive pronouns, dan cara penggunaan to be dalam kalimat positif, negatif, dan interogatif.

Diunggah oleh

Qatreen Amalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan32 halaman

NOUN (Kata Benda)

Dokumen ini membahas tentang tata bahasa Inggris, khususnya mengenai noun, pronouns, dan penggunaan to be. Noun dibagi menjadi abstract dan concrete, serta jenis-jenisnya seperti countable dan uncountable. Selain itu, dokumen juga menjelaskan penggunaan pronouns, termasuk personal dan possessive pronouns, serta reflexive pronouns, dan cara penggunaan to be dalam kalimat positif, negatif, dan interogatif.

Diunggah oleh

Qatreen Amalia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

CHAPTER I

NOUN (Kata Benda)

A. Macam-Macam Noun
Tata Bahasa inggris membagi noun menjadi dua macam, diantaranya:
1. Abstract Noun (kata benda abtrak)
2. Concrete Noun (kata benda konkrit)
Perhatikan perbedaan diantra keduanya sehingga menghasilkan pemahaman yang jelas.
1. Abstract Noun (kata benda abstrak)
Abstract Noun adalah kata yang menjelaskan tentang benda yang tidak berwujud,
sehingga benda tersebut tidak dapat diraba dan dilihat dengan nyata.
Contoh:
Approach : Pendekatan
Absence : Ketidak hadiran
Achievement : Prestasi
Battle : Peperangan
Difficulty : Kesulitan
2. Concrete Noun (kata benda konkret)
Concrete Noun adalah kata yang menjelaskan tentang benda yang berwujud (bisa
dilihat), dalam Concrete Noun terbagi menjadi (empat), diantaranya:
a. Common Nouns
Common Nouns yaitu kata yang menyatakan benda-benda umum. benda-benda ini
biasanya ditulis dengan menggunakan huruf kecil
Contoh :
 Build (bangungan), book (buku), cupboard (almari), fan (kipas angin), dan
lain-lain.
 motor cycle (sepeda motor)
 daughter (anak perempuan)
 floor (lantai), roof(atap), table (meja), desk (bangku), dan lain- lain.
 pool (kolam), dan lain-lain.
b. Proper Nouns
Proper Nouns adalah kata yang menunjukkan pada nama-nama benda tertentu,
semisal nama orang, nama tempat, nama kota, nama gunung, nama sungai, dsb.
Pada umumnya nama benda ini ditulis dengan huruf kapital pada kata.
Contoh:
 Ridla Ilahi, Aryo Setiawan, William Bill, ect.
 Pamekasan, Indonesia, New York, British, America, ect
 Krakatau, Semiru, Citarum, Nill, ect
c. Material Nouns
Material Nouns adalah nama benda yang sudah ada (tercipta) melainkan bukan
buatan manusia.
Contoh:
 Stone (batu), sand (pasir), land (tanah), moon (bulan), sun (matahari), star
(bintag), water (air), ect.
 Gold (emas), silver (perak), bronze (perunggu), copper (tembaga), ect.
d. Collective Nouns
Collective Nouns adalah kumpulan benda-benda yang merupakan kesatuan atau
kelompok.
Contoh :
 Committee (panitia), team (kelompok), people (orang banyak) audience
(hadirin)
 Flowers
 Soldiers of a country (army)

B. Jenis-Jenis Noun
Menurut jenisnya kata benda terbagi menjadi dua, yaitu :
1. Countable Nouns
Countable Nouns adalah kata benda yang bisa dihitung dengan angka. Contoh:
 Handphone, pen, chair, table
 Boy, man, woman
 Bird, cat, lion, tiger
2. Uncountable Nouns
Uncountable Noun adalah kata benda yang bisa dihitung dengan angka. Contoh: Hair,
suger, sand, water, rain
C. Singular dan Plural Noun
1. Singular Nouns
Dalam penggunaan kata benda tunggal mengikuti ketentuan dibawah ini.
a. Apabila kata benda berawalan dengan huruf mati (consonant), maka diikuti oleh
kata sandang "a". Contoh : a dictionary, a computet, a car, a video, a desk
penggunaan "a" digunakan juga pada kata benda yang diawali huruf hidup (vocal)
tetapi dibaca mati (consonant). Contoh : a university, a used book
b. apabila kata benda berawalan dengan huruf hidup (vocal), maka diikuti oleh kata
sandang "an". Contoh: an envelope, an apple, an unswer
begitu pula walaupun kata benda diawali oleh hurus mati (consonant) tetapi dibaca
hidup (vocal) maka kata sandangnya tetap menggunakan "an". Contoh:
 an hour, an honest boy
 a cat is an animal (contoh dalam kalimat)
2. Plural Nouns
Pada umumnya kata benda "plural (jamak)" ditambab "'s/es" dar bentuk singular.
Namun terdapat beberapa ketentuan dalam membentuk kata benda plural, yaitu:
a. Kebanyakan kata benda plural dibentuk dengan menambah "s" pada singular.
b. Bila berakhiran "', sh, ch, dan x (bunyi desis)", maka ditambah "es" dari singular
c. Bila berakhiran "y" dan didahului "consonant", maka "y" dirubah "i" dan ditambah
"es".
d. Bila berakhiran "y" dan sebelumnya hurus "vocal" maka cukup ditambah "s".
e. Bila berakhiran "o" pada ciptaan manusia ditambah "s" jika bukan ciptaan manusia
ditambah "es"
f. Bila berakhiran "f" atau "fe" beruabah menjadi "ves" pada bentuk jamak.
g. Kata benda tidak beraturan dengan membentuk sendiri.
h. Kata benda dibawah ini memiliki bentuk yang sama antara "singular" dan "plural"
nya.
i. Kata benda dibawah ini hanya mempunyai bentuk "singular" saja.
j. Kata benda dibawah ini hanya memiliki bentuk "plural" saja.
k. Kata benda dalam kalimat majemuk "coumpound nouns" maka yang di jamakkan
hanya kata dasarnya.
CHAPTER II

PRONOUNS and REFLEXIVE PRONOUNS

A. Pronoun
Pronoun adalah kata ganti. Pronoun dibagi menjadi dua: Personal Pronoun, Possessive
Pronoun. Personal Pronoun (kata ganti orang) adalah kata ganti yang digunakan untuk
menyatakan seseorang. Kata ganti ini digunakan sebagai Subject dan Object. Sedangkan
Possessive Pronoun (kata ganti kepunyaan) adalah kata ganti yang digunakan untuk
menyatakan kepunyaan/milik seseorang. Kata ganti ini digunakan sebagai Possessive
Adjective (kata sifat yang menunjukkan kepunyaan) dan sebagai Possessive Pronoun (kata
ganti kepunyaan). Perhatik an tabel berikut:

Personal Pronoun Possessive Pronoun


Subject Object Possessive Adjective Possessive Pronoun
I Me My Mine
You You Your Yours
We Us Our Ours
They Them Their Theirs
He Him His His
She Her Her Hers
It It Its -

dari contoh-contoh diatas sudah jelas antuk mempermudah memahami penggunaannya.


Selain itu juga penting mengingat kata ganti/ganti milik dengan cara membaca dari kanan
(subject) sehingga jelas perbedaannya,

Contoh:

Personal Pronoun Possessive Pronoun


Subject Object Possessive Adjective Possessive Pronoun
I see a pet Lia buys me a pen This is my poem This text is mine
You see a pet Lia buys you a pen This is your poem This text is yours
We see a pet Lia buys us a pen This is our poem This text is ours
They see a pet Lia buys them a pen This is their poem This text is theirs
He see a pet Lia buys him a pen This is his poem This text is his
She see a pet Lia buys her a pen This is her poem This text is hers
It (cat) has a fur Lia buys it a bread This is its fus -

Untuk lebih jelasnya perhatikan perubahan dalam contoh berikut:

This cap is my cap.


mine
That pictures are your picture.
yours
This cycle is our cycle.
ours
That bag is their bag.
theirs
This mangos are his mango
his
That dress is her dress
hers
selain itu dalam menjelaskan kata ganti kepunyaan (Possessive Pronouns) kita juga bisa
menggunakan "apostrophe ('s)' atau tanda koma diatas+s, yang Dosisinya dibelakang
pemilik. Contoh:

 This is the dictionary of Mr. Max


 This is Mr. Max's dictionary. These are the Jackets of Mr. Miches
 These are Mr. Michel's Jackets

Akan tetapi bila pemilik tersebut berakhiran dengan "s", maka cukup dengan menambah
koma sesudah "s". Contoh:

 This is the pencil of Anis


 This is Anis' pencil
 These are the uniforms of the students
 These are the students' uniforms
B. Reflexive Pronouns
Disamping kita telah mempelajari tentang Personal Pronoun (kata ganti orang) dan
Possessive Pronoun (kata ganti kepunyaan), maka kita juga harus memahami materi
tentang Reflexive Pronoun (kata ganti refleksif) dengan kata lain adalah kata ganti
mengenai diri sendin. Perhatikan tabel dibawah ini:

Personal Pronoun Possessive Pronoun


I Myself
You (tunggal) Yourself
You (jamak) Yourselves
We Ourselves
They Themselves
He Himself
She Herself
It Itself

Selain memahami tabel diatas, maka harus juga mengetahui kegunaan dari Reflexive
Pronoun (kata ganti refleksif), diantaranya:

1. Untuk menyatakan diri sendiri. Dalam pembuatan kalimatnya biasanya Reflexive


Pronoun-nya diletakkan setelah Verb (kata kerja).
 She washes herself that dress. (dia/Pr mencuci senditi baju itu)
 He cuts himself that grass. (dia/Lk memotong sendiri rumput itu)
 They give themselves that book. (mereka memberi sendiri buku itu)
2. Untuk menguatkan makna atau untuk memperkuat kalimat. Dalam pembuatan kalimat
Reflexive Pronoun-nya dijadikan sebagi penguat Subject/Object yang digunakan.
Contoh:
 We ourselves type this novel. (kita sendiri yang mengetik novel ini)
 She knows him himself catch the cat. (dia/Pr tahu dia/Lk lah sendiri menangkap
kucing itu)
 They themselves break this party. (mereka sendiri yang merusak pesta ini)
 I see you yourself bring that book. (saya lihat kamulah sendiri yang membawa
buku itu)
Catatan:

Penggunaan "self" yang didahului oleh "by" sama dengan 'alone' yang berarti 'sendirian',
jadi by...self = alone (sendirian). Yang mana pengguaan Reflexive Pronoun-nya dibelakang
kalimat. Contoh :

 Anam see scenery by himself. (anam melihat pemandangan sendirian)


Anam see scenery alone. (anam melihat pemandangan sendirian)
 You can drive this car by yourself. (kamu bisa mengendarai mobil ini sendirian)
You can drive this car alone. (kamu bisa mengendarai mobil ini sendirian)
 She writes that poem by herself. (dia/Pr menulis puisi itu sendirian)
She writes that poem alone. (dia/Pr menulis puisi itu sendirian)

CHAPTER III
TO BE
Yang dimaksud dengan to be adalah is, am, are, Was dan were. Kegunaannya untuk
menyatakan keberadaan subject yang menyertainya. To be digunakan sesuai dengan periode
waktu, yaitu waktu sekarang dan waktu lampau. To be ini digunakan dalam pembentukan
kalimat Nominal serta juga harus sesuai dengan pokok kalimatnya (subject). Untuk lebih
jelasnya, perhatikan contoh- contoh berikut:
 My mother is beautiful. (ibuku cantik)
 I am a winner. (saya adalah sang juara)
 The farmers are in the field. (para petani itu berada diladang)
Kalimat-kalimat di atas menggunakan is, am, are sebagai to be dalam kalimat yang
menyatakan waktu sekarang.
Sekarang bandingkan dengan was, were dalam waktu lampau atau digunakan untuk kejadian
yang sudah terjadi.
 They were tired last week. (mereka sibuk minggu yang lalu)
 She was happy just now. (dia/Pr senang barusan)
 We were in Bali tree days ago. (kita berada di Bali tiga hari yang lalu)
 Penggunaan to be I
To be untuk periode sekarang

Subject To be Keterangan/adverb
I Am
You Diligent now
We Are (rajin sekarang)
They
Rino and Rita
He Diligent now
She Is (rajin sekarang)
Mr. Max

To be untuk periode lampau


Subject To be Keterangan/adverb
I Was
You
We Were
They Stupid last week
Rino and Rita (bodoh minggu lalu)
He
She Was
Mr. Max

Dari tabel diatas dapat dibedakan antara penggunaan to be pada waktu sekarang dan to be
pada waktu lampau. Namun, jangan lupa pengguaan to be harus disesuaikan dengan
penggunaan pokok kalimatnya. Contoh:
 My sister was sick yesterday. (saudara Pr ku sakit kemarin)
 An-Nasyiin institute is beautiful. (lembaga An-Nasyiin bagus)
 The students were in the class last half hours ago. (siswa-siswa berada dikelas
setengah jam yang lalu)
 The students are in the school canteen. (para siswa berada di kantin sekolah)
 I am in the hotel now. (saya berada di hotel sekarang)
Contoh-contoh diatas disebut dengan kalimat kabar/berita (affirmative sentences), atau
disebut juga kalimat positif.
Dalam pembuatan kalimat yang berbentuk negative sentence (kalimat negatif) dalam kalimat
Nominal (waktu sekarang atau waktu lampau), maka cukup dengan menambahkan "not"
setelah to be yang digunakan.
Perhatikan contoh dalam tabel ini:
Tabel kalimat negatif

Subject To be Not Keterangan/adverb


I Am/was Not
You
We Are/were Not Lazy today/yesterday
They
Andi and Anton
He
She Is/were Not Lazy today/yesterday
Anita

Begitu juga dalam pembuatan kalimat Nomilan dalam Interrogative kita cukup dengan
merubah posisi to be pada awal kalimat.
Perhatikan tabel contoh berikut

To be Subject Keterangan/adverb
Am/was I
You
Are/were We Lazy today/yesterday
They
Andi and Anton
He
Is/were She Lazy today/yesterday
Anita

Dalam mempermudah pemahaman tentang kalimat-kalimat yang menggunakan to be,


pehamilah contoh kalimat-kalimat dibawah ini:
1. Kalimat Berita (Affirmative Sentences /Positive Sentences)
 She is lazy at a moment (dia/ pr malas saat ini)
 They are smart student (mereka adalah siswa yang rajin)
 She was naughty yesterday (dia/Lk nakal kemarin)
2. Kalimat Menyangkal (Negative Sentences)
 She is not lazy at a moment (dia/ pr tidak malas saat ini)
 They are not smatt student (mereka bukan siswa yang rajin)
 He was not naughty yesterday (dia/Lk tidak nakal kemarin)
3. Kalimat Tanya ( Interrogative Sentences)
 is She lazy at a moment? (apakah dia/ pr malas saat ini?)
 are They smart student? (apakah mereka adalah siswa yang rajin?)
 was he naughty yesterday (apakah dia/Lk nakal kemarin?)
Catatan: Pola kalimat
Untuk waktu sekarang

+ : S + tobe (is, am, are) + isi nominal


- : S + tobe (is, am, are) + not + isi nominal
? : tobe (is, am, are) + S + isi nominal

Untuk waktu lampau

+ : S + tobe (was,were) + isi nominal


- : S + tobe (was,were) + not + isi nominal
? : tobe (was,were) + S + isi nominal

 Penggunaan to be II
1. To be diikuti oleh kata benda (nouns), Contoh:
 I am a professor
 He is teacher
 They are volley ball player.
2. Tobe diikuti oleh kata sifat (adjectives), Contoh:
 You are diligent
 She is clever
 We are kind student
3. To be diikuti oleh kata keterangan (adverbs), Contoh:
 The student is in the libraty
 The farmers are in the field
 The tourist is in the Bali beach
4. To be digunakan untuk menyatakan usia, Contoh.
 Mr. Max is twenty four years old.
 They are about eleven years old
 This school is thity five years old.
5. To be digunakan untuk menyatakan cuaca, Contoh:
 It is very hot here.
 This garden is could
 The weather is cold in January
6. To be digunakan untuk menyatakan keadaan/ Kondisi. Contoh:
 This water is pure
 This floors are ditty
 This weather is bad.
7. To be digunakan untuk menyatakan jarak, Contoh:
 My house is about tree kilometers from my school.
 The library is near from here.
 Her university is about four miles from there.
8. To be digunakan untuk menyatakan harga, Contoh.
 This magazine is very cheap.
 How much it is?
 This car is one thousand million
9. To be digunakan untuk menyatakan hari dan tanggal, Contoh.
 This is Saturday.
 What day is yesterdays
 Today is 26th of January
10. To be digunakan untuk menyatakan waktu, Contoh:
 What tme it is?
 It is ten o'clock.
 It is five minutes late.
11. To be digunakan untuk menyatakan ukuran, Contoh.
 This build is about five meters tall.
 This class is about seven meters square.
 It is about fifty kilo weight.
12. To be dalam kalimat Nominal bisa digunakan dalam menyatakan "sedang" dengan
menambah "being" setelah to be, baik to be dalam waktu sekarang/lampau. Contoh:
 Anisa is being in the book store. (anisa sedang berada ditoko buku)
 We were being a farmer last yeat. (kita sedang menjadi seorang petani tahun lalu)
 They are being in the garden at this moment. (mereka sedang berada di kebun saat
ini)
13. To be tidak hanya bisa digunakan dalam bentuk kalimat Nominal saja, akan tetapi
juga bisa digunakan dalam bentuk kalimat Verbal (yang bersama kata kerja).
Perhatian ketentuan penggunaannya sebagai berikut:
a. Tobe yang diikuti kata kerja "ing" yang artinya "sedang" melakukan sesuatu,
semisal "studying (sedang belajar), reading (sedang membaca)"
Contoh kalimatnya:
 She is studying English. (dia/Pr sedang belajar Bhs. inggris)
 He is reading book. (Dia/Lk sedang membaca buku)
 My fathers are drinking milk. (ayahku sedang minum susu)
b. To be digunakan dalam pembentukan kalimat pasif (passive voice) yang kata
kerjanya bentuk "ke-3" (past participle). Contoh :
 I am loved by her. (saya dicintai olehnya/Pr)
 This dictionary is opened by them. (kamus ini dibuka oleh mereka)
 My love letter is read by her. (surat cintaku dibaca olehnya/Pr)

CHAPTER IV
ARTICLES (Kata Sandang)
Dalam tata Bahasa Inggris, atticles (kata sandang) dibagi menjadi dua bagian,
diantaranya : Definite Article dan Indefinite Article
1. Definite Article (kata sandang tertentu)
2. Indefinite Article (kata sandang tak tentu
A. Definite Article
Definite article (kata sandang tertentu) adalah sebuah kata yang diletakkan didepan kata
benda singular (tunggal) atau Plural (jamak), kata tersebut adalah "The". Kata "the"
tersebut dapat digunakan sebagai;
1. Kata benda yang pasti/sudah tentu/ khusus;
Contoh :
 The students are studying in ANEC Course.
(siswa-siswa itu sedang belajar di kursusan ANEC)
"the"di atas menyatakan kepastian, artinya para siswa yang sedang belajar itu
adalah betul-betul siswa ANEC Course (bukan siswa yang lain).
 The oxford dictionari is yours. (kamus oxford itu milikmu)
That is the girl who love Mr. Max. (perempuan itu yang mencintai Mr. Max)
2. Kata benda yang sudah disebutkan sebelumnya. Contoh :
 A student IS studying hardly. A techer is guieding them
 The student is following competition and the techer is their guieder.
Selain dua kegunaan diatas ada hal penting yang harus dipelajar tentang penggunaan kata
sandang "the" diantaranya:
1. Kata sandang "the" tidak digunakan untuk menyebutkan nama orang, nama negara,
nama kota, nama tempat, nama sungai, gunung, dsb. kecuali apabila nama-nama
tersebut digunakan sebagai adjective (kata sifat). Contoh:
 He is (the) jackie, he will go to (the) Bali to see the Bali scenery
 My students want to leave (the) new york to visit the new york bridge.
2. Kata sandang "the" tidak bisa digunakan bersamaan dengan kata benda yang bersifat
universal (umum).
Contoh :
 Humans live need (the) air. (manusia hidup membutuhkan udara
 (The) water boils on the stove (air mendidi di atas kompor
B. Indefinite Article
Indefinite Article (kata sandang tak tentu) adalah kata yang digunakan didepan kata
benda singular (tunggal) atau plural (jamak), yang mana benda dimaksud belum diketahui
sebelumnya. Pada bagian ini kata sandang yang digunakan adalah "a" atau "an". Contoh :
 She see a student read in the library. (dia/pr melihat seorang siswa membaca
diperpustakaan)

Dari contoh diatas, article yang digunakan adalah "a" (bukan "the") karena dia/pr belum
tahu jelas siswa yang mana yang membaca diperustakaan itu.

Contoh lain :

 They watched a movie at "Surabaya" last night.


 The movie that they watch at "Surabaya" last night is "King Kong"

Dalam penggunaan kata sandang "a" dan "an" ada kegunaan secara khusus yang kita
harus pelajari, diantaranya:

1. Kata sandang "a" digunakan didepan kata benda Singular (tunggal) yang mana kata
benda tersebut diawali dengan Consonant (huruf mati) dan atau juga diawali dengan
huruf hidup yang berbunyi mati. Contoh :
 Kata benda diawali Consonant (huruf mati)
 a dictionary (sebuah buku)
 a chair (sebuah kursi)
 a cat (seekor kucing)
 a dog (seekor anjing)
 a couple (seorang pasangan)
 Kata benda diawali Vocal (huruf hidup) tapi berbunyi huruf mati
 a university (sebuah universitas
2. Kata sandang "an" digunakan didepan kata benda Singular (tunggal) yang mana kata
benda tersebut diawali dengan Vocal (huruf hidup) dan atau juga diawali dengan
bunyi hidup. Contoh :
 an apple (sebuah apel)
 an umbrella (sebuah payung)
 an elephant (seekor gajah)
 an ant (seekor semut)
 an egg (sebuah telur)

Catatan :

Kata sandang "a" atau "an" yang bersama benda mempunyai arti "sebuah", jika
bersama dengan binatang mempunyai arti "seekor", dan bila mana dengan profesi
seseorang mempunyai arti seorang jika bersama pohon "Sebatang". Arti yang
terkandung dalam article itu disesuaikan dengan benda yang digunakan.

Contoh :

 a pepar : selembar kertas


 a cacanut palm : sebatang pohon kelapa

CHAPTER V

ADJECTIVE

A. Definisi
Adjective adalah suatu kata yang digunakan untuk menjelaskan kata benda (nouns), maka
adjective biasanya diletakkan didepan kata benda.
Contoh :
 A good teacher (guru yang bagus)
Kata sifat "good" menjelaskan kata benda "teacher" guru yang bagaimana? Guru
yang baik.
 A handsome boy
 He is a tall boy.
 A honest friends.

Apabila terdapat 2 adjective atau lebih sebelum kata benda, maka kata benda tersebut
diletakkan langsung secara berurutan. Contoh :

 A funny short story (sebuah cerita pendek yang lucu)


Apabila menunjukkan warna maka dipisah dengan kata "and" diantara adjective.
Contoh :
 My black and white cap
 Selain ketentuan diatas, adjective juga berada setelah to be. Contoh :
 You are handsome, She is beautiful
B. Macam-macam Adjective
Adjective dibagi menjadi enam bagian diantaranya:
1. Adjective of Quality
Adjective of Quality adalah adjective yang menjelaskan mengenai keadaan atau
bentuk suatu benda.
Contoh : Big, small, cleaver, stupid, ugly
2. Distributive Adjectives
Distributive adjectives adalah adjective yang bersifat distributif (terbagis-bagi).
Contoh : Each, every, either, neither
3. Possessive Adjectives
Possessive adjectives adalah adjective yang menjelaskan atau menunjukkan
mengenai kepunyaan.
Contoh : My, your, her, his, their, our
4. Demonstrative Adjectives
Demonstrative adjectives adalah adjective yang digunakan untuk menunjukkan suatu
benda.
Contoh : This, these, that, those
5. Interrogative Adjectives
Interrogative adjectives adalah adjective yang digunakan untuk menyatakan keadaan
suatu benda.
Contoh : What, which, whose, what color
6. Quantitative Adjectives
Quantitative adjectives adalah adjective yang digunakan untuk menerangkan jumlah
benda.
Contoh : Many (benda dapat dihitung), much (tidak dapat dihitung), a little (sedikit),
a few (sedikit).
C. Cara Pembentukan Adjective
Dalam membentuk adjective, selain dari kata sifat aslinya, maka dalam tata bahasa
Inggris, adjective dapat dibentuk dari kata benda (nouns) kata kerja (verbs) dengan
ketentuan berikut:
1. Pembentukan Adjective dari kata benda (nouns)
 Dengan menambabkan akhir "al" pada nouns
 Dengan menambah akhiran "less" pada nouns yang memiliki makna tidak atau
tanpa
 Dengan menambah "y" pada nouns
 Dengan menambah akhiran "full" pada nouns
 Dengan menambah akhiran "ous" pada nouns
2. Pembentukan adjective dari kata kerja (verbs)
 Dengan menambah akhiran "able" pada verb
 Dengan menambah akhiran "ive" pada verb
CHAPTER VI
VERB
Ketika sudah memahami perbedaan antara Kalimat Nominal dan Kalimat Verbal serta
penggunaan to be, maka penting juga kita mempelajari kata kerja (verb), karena Verb ini
akan banyak digunakan dalam pembuatan kalimat-kalimat dalam bahasa inggris utamanya
dalam memahami tense.
Bentuk Verb dalam bab ini dibagi menjadi empat:
1. Infinitive Verb: kata keria bentuk Pertama
3. Ing Form Verb, kata kerja bentuk "ing" (sedang)
4. Past Verb: kata kerja bentuk kedua "lampau"
5. Past Participle Verb. kata kerja bentuk ketiga

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh-contoh kata kerja dalam tabel ini

Infinitive Ing Form Past Verb Past Participle Keterangan


Allow Allowing Allowed Allowed Mengizinkan
Adapt Adapting Adapted Adapted Beradaptasi
Apply Applying Applyed Applied Mengamalkan
Accept Accepting Accepted Accepted Menerima
Refuse Refusing Refused Refused Menolak

Dari setiap bentuk kata kerja itu, mempunyai kegunaan tersendiri sesuai dengan tenses
yang dipakai, Sedangkan menurut jenis atau typenya Verb itu dibagi menjadi dua: yaitu
Regular dan Irrigular Verb.
1. Regular Verb
Regular Verb adalah kata kerja beraturan, yakni kata kerja yang bentuk past (V2) dan
past participle (V3) dibentuk dengan menambah "ed" atau "d" dari bentuk pertamanya
(Infinitive), sepeti; help-helped-helped, ar- rive-atrived-arrived, contribute-
contributed-contributed.
Contoh:
 She helped her mother
 They arrived yesterday
 My father allowed her to watch movie
2. Irrigular Verb
Irrigular Verb adalah kata kerja yang tidak beraturan, yakni kata kerja yang berbentuk
past tense dan past patticiple (V2 dan V3)-nya tidak berakhiran "ed". Seperti; drive-
drove-driven, give-gave-given
Contoh :
 Mr. Max's friend spoke English
 My young brother has driven a car.
 The teacher gave information to the student.

Untuk lebih jelasnya perbedaan antara Regular dan Irrigular Verb, perhatikan tabel
berikut :

Types Infinitive Ing form Past verb Past participal


Regular verb Call Calling Called Called
Watch Watching Watched Watched
Wash Washing Washed Washed
Irrigular verb Speak Speaking Spoke Spoken
Write Writing Wrote Written
See Seeing Saw Seen

Menurut kegunaannya, bentuk kata kerja diatas digunakan sebagai berikut:


A. Infinitive Verb (kata kerja asal)
Kata kerja ini juga disebut "kata kerja bentuk pertama". Kata kerja ini digunakan pada
kalimat bentuk sekarang (present) dan pada kalima bentuk akan datang (future), bila
mana kata kerja ini diawali "to" maka, disebut "to infinitive" bila tidak disebut "bare
infinitive"
Contoh :
 I read novel every evening.
 We study every day.
 My mother fried chicken every afternoon.

B. Ing Form Verb (kata kerja "ing")


Kata kerja ini menjelaskan khusus kejadian atau tindakan yang sedang dilakukan,
baik pada periode sekarang maupun lampau. Disebur Verb-ing karena kata kerja yang
dipakai cukup menampah "ing" setelah "bare infinitive" (Verb 1) yang juga diikuti to
be (is, am, are / was,were)
Contoh :
 My father is smoking on chair.
 My mother was cooking rice just now.
 Mr. Max is typing an assignment in the office
C. Past Verb (kata kerja ke-2)
Kata kerja ini digunakan khusus untuk menjelaskan kejadian atau tindakan yang
terjadi dilakukan pada waktu lampau.
Contoh :
 She ate bread yesterday.
 Dela admired they performent last night .
 Putri pussed the bell just now.
D. Past Participle Verb (kata kerja ke-3)
Kata kerja ini digunakan untuk menyatakan tindakan/pekerjaan yang telah dilakukan
dalam kalimat aktif (present/past perfect) serta juga digunakan dalam pembuatan
kalimat pasif
Contoh :
 I have prayed in mosque for half hours.
 The book is bought by her (kalimat pasif)
 He has drunk milk.
Selain dari bentuk Verb diatas kita juga harus menguasai tentang Transitive dan
Intransitive Verb.
Transitive Verb adalah kata kerja yang memerlukan Object untuk melengkapi
pengertiannya. Kata kerja transitive antara lain; begin, drink, meet, look for, dsb.
Contoh :
 I am looking for my bag
 I meet Toni at the party
 They help us with our homework
Kebanyakan transitive memiliki satu Object, tapi ada beberapa kata kerja transitive
yang memiliki dua Object, yaitu; direct object (object langsung) dan indirect object
(object tidak langsung). Example; pass, promise, send, show, give, buy, ask, bring,
Iend.
Contoh :
 He give me much money
IO DO
 Buy me a pen.
IO DO
 My couple send me a love letter.
IO DO
Kemudian Intransitive Verb adalah kata kerja yang tidak memiliki Object, seperti; died,
laugh, cry, sit, sleep, swim, stand, dsb.
Contoh :
 The baby cries.
 She laughs
 They sit there.

Disamping itu ada beberapa kata kerja yang bisa digunakan untuk kedua-duanya
(Transitive dan Intransitive).

Contoh :

 John write well atau John write marry letter.

CHAPTER VII
NUMERAL

. Bilangan (numbers) dalam bahasa Inggris dapat di badi dalam 4 jenis bilangan
yaitu:

a. Cardinal Number (bilangan pokok)


b. Ordinal Number (bilangan bertingkat)
c. Multiple Number (bilangan kelipatan)
d. Fraction Number (bilangan pecahan)
1. Cardinal Number (Bilangan Pokok)
Bilangan pokok adalah bilangan yang merupakan hitungan biasa sesuai uruta
hitungan angka biasa
Misalnya:
1 = One 100 = One hundred
2 = Two 1000 = One thousand
3 = Three 1.000.000 = One million
 Perhatikan penerjemahan angka dibawah ini:
150 : one hundred and fifty
500 : five hundred
70,930 : seventy thousand, nine hundred and thirty
Catatan:
a. Kata "Hundred, Thousand dan Million" jika menunjukkan angka yang pasti, maka
tidak boleh dijamakkan (tidak ditambah "s").
Contoh:
 Two hundred student
 Tree thuosand five kilos
b. Untuk menyatakan jumlah yang belum pasti maka harus dijamakka
(plural/ditambah "s").
Contoh:
 Hundreds of book
 Thousands of audience
Dari dua poin dalam contoh diatas terdapat perbedaan dalam penggunan preposisi
"of" setelah hundreds dan thousands, "of" ini digunakan untuk angka yang tidak
pasti.
c. Kata "a" lebih umum digunakan daripada "one", untuk angka yang berdiri sendiri,
baik ratusan ataupun ribuan. Contoh:
 100 : a hundred
 1.000 : a thousand
 1.000.000 : a million
 One billion, di Amerika = 1,000,000,000 (satu miliyar): nolnya 9 buah
 One billion, di Inggris = 1,000,000,000,000 (satu triliun): nolnya ada 12 buah
 Tanda koma di Inggris = titik di Indonesia dan titi di Inggris = koma di
Indonesia
 Akhiran "teen"menunjukkan angka "belasan" (seventeen = 17)
 Akhiran "ty" menunjukkan angka "puluhan" (seventy = 70)
 Angka pecahan dalam desimal, dibelakang titik dibaca satu per satu (tidak
menyebut dengan satuan, puluhan, ratusan dan sebagainya).
Contoh:
24.56: twenty four point five six
(bukan twenty four point fifty six)
37.891: thirty seven point eight nine one
(bukan thirty seven point eight hundred ninety one)
2. Ordinal Number (Bilangan Bertingkat)
Ordinal Numbers (bilangan bertingkat) bilangan yang digunakan untuk angka
tingkatan dari yang rendah ke tertinggi.
Contoh:
Ke-I = First (Ist) Ke-II = Eleventh (11th)
Ke-2 = Second (2nd) Ke-12 = Twelfth (12th)
Ke-3 = Third (3rd) Ke-25 = Twenty fifth (25th)
Ke-4 = Fourth (4th) Ke-22 = Twenty second (22nd)
Catatan:
 Dalam Ordinal Number, dua huruf terakhir diikutsertakan. Contoh: First : 1 st,
second : 2nd, Third : 3rd, fourth : 4th
 Untuk Ordinal Number yang lebih besar, pada umumnya digunakan kata
"and".
Contoh:
 1001st : one thousand and first
 203rd : two hundred and third
 102nd : one hundred and second
 Dalam menyatakan tingkatan seorang raja dsg, ditulis dengan menggunakan
angka Romawi, tetapi dalam bacaannya tetap menggunakan Ordinal Number.
Contoh:
 Willian IV
(William the fourth)
 Jennifer III
(Jennifer the third)
 Max's I
(Max's the first)
 Ordinal Number sering juga digunakan untuk menuliskan tanggal, bulan dan
tahun.
Contoh:
 I May (May 1st, 1st May, 1st of May)
May the first / the first of May
 2 Januari (January 2nd, 2nd January, 2nd of January)
January the second / the second of January
 14 Januari (January 14th, 14th January, 14th of January)
January the fourteenth / the fourteenth of January
 Dalam Ordinal Number, mulai angka ke-4 dan seterusnya mengunakan
akhiran "th", kecuali angka I, 2 dan 3.
Contoh:
 Ke-31st : the thirty first
 Ke - 42nd : the fourty second
 Ke -53nd : the fifty third
3. Multiple Number (Bilangan Kelipatan)
Multiple Numbers (Bilangan Kelipatan) Bilangan ini adalah bilangan atau angka
yang dipakai dalam menyatakan "frekuensi" (berapa sering/berapa kali).
Contoh:
 I kali (once)
 2 kali (twice)
 3 kali (tree times)
 15 kali (fifteen times)
Catatan:
Dalam pembahasan ini, mulai dari ke-4 hingga seterusnya menambah "times" untuk
menyatakan keseringan, semisal 4 kali: four times, 9 kali: nine times, dan seterusnya.
4. Fraction Number (Bilangan Pecahan)
Fraction Number (Bilangan Pecahan) adalah bilangan atau angka yang
menunjukkan bukan bilangan pembulatan, melainkan bilangan ini mempunyai
pembilang dan penyebut.
Contoh:
½: a half
½: one third
½: one fourth / a quarter
2/3: two third
2/5: two fifth
3/5: tree fifth
4 4/5: four and four fifth
6 5/6 : six and five sixth
Catatan:
Dalam Fraction Number ini (Bilangan Pecahan), pembilangnya diba dengan
menggunakan Cardinal Number sedangkan penyebutnya menggunakan Ordinal
Number. Untuk lebih detailnya perhatikan tabel berikut ini:
Cardinal Ordinal Multiple Fraction
1 : one Ke-1 : first 1st 1x : once ½ : a half
2 : two Ke-2 : second 2nd 2x : twice 2/3 : two third
3 : three Ke-3 : third 3rd 3x : tree times 3/5 : three five
4 : four Ke-4 : fourth 4th 4x : four times 2/5 : two five
CHAPTER VIII

TELLING TIME

Dalam pelajaran mengenai menceritakan waktu dibagi menjadi dua bagian yaitu
American System dan British System

1. American System
Sistem ini dalam penggunaan jam menitnya disebut setelah jamnya. Jam ini
menceritakan waktu “lewat”.
Contoh :
 Jam 12 lewat 10 menit
(it is twelve ten)
 Jam 10 lewat 20 menit
(it is ten twenty)
 Jam I lewat 15 menit
(it is one quarter)
2. British System
Sistem ini dalam penggunaan jamnya, menit disebut terlebih dahulu. Jam ini
menceritakan waktu “lewat dan kurang”, dengan cara menggunakan “past/after…
lewat” dan “to/before…kurang”.
Contoh:
 Jam 8 lewat 5 menit malam
(it is five past eight p.m)
 Jam II kurang 30 menit pagi
(it is half to eleven a.m)
 Jam 6 lewat 10 menit pagi
(it is ten past six a.m)
Selain contoh-contoh diatas, penting bagi kita ketahui dan pelajari di kala menit
yang digunakan lewat dari 30 menit maka penentuan jamnya disebutkan pada jam
berikutnya, baik dalam posisi kurang ataupun lewat. Dalam posisi kurang dilewatkan
dalam posisi lewat dikurangkan. Perhatikan contoh berikut:
 Jam 10 lewat 35 menit
(it is twenty five to eleven)
Contoh ini sama dengan jam 11 kurang 25 menit, karena menit yang digunakan
pada contoh diatas lewat dari 30 menit
 Jam 5 kurang 45 menit
(it is quarter past four)
 Jam 3 lewat 30 (it is half to four)

Catatan:
1. Untuk menitan 15 menggunakan "quarter"
2. Untuk menitan 30 menggunakan "half"
3. am: dari 12 malam sampai pada 12 siang
4. p.m: dari 12 siang sampai pada 12 malam

CHAPTER IX
SENTENCE

A. Definisi
Sentence (kalimat) adalah sekumpulan kata yang paling sedikit memiliki satu subject dan
predikat serta mengandung pengertian yang sempurna. Example: "Mr. Mar is typing
English material"
B. Unsur-Unsur Kalimat (Sentences)
1. Subject (pokok kalimat). Subject dalam kalimat adalah sebuah kata benda atau yang
setara (seperti: Pronoun, noun clause, Gerund, Invinitive) yang menjadi awal
pembicaraan dalam statement (pernyataan). Contoh :
 He goes for work every morning (pronoun)
 Ahmad studies English subject (noun)
 What they don't know will not hurt them (noun)
 Swimming is good exercise (gerund as subject)
2. Predikat (Sebutan kalimat): adalah kata yang menerangkan keadaan Subject. Dalam
kalimat ada dua macam predikat. pertama, berupa kata kerja (Verb). kedua, jika
kalimatnya adalah kalimat nominal (selain kata kerja) maka harus ada kata kerja
bantu (auxiliary verb)
Contoh:
 The doorbel rang (rang: Predikat)
 Joni reads a novel
 We are happy (adjective)
 He was in the school yesterday (adverb of place)
3. Object (penderita): adalah noun atau pronoun yang menjadi sasaran predikat
(khususnya kata kerja transitif yang memerlukan object). Dalam bahasa inggris ada
dua macam object. direct object (object langsung) dan indirect object (object tidak
langsung).
Contoh :
 Mr. Max teach them about English (direct object)
 He gives money for me (indirect object)
4. Complement (pelengkap) adalah noun atau adjective dalam sebuak predikat yang
mengikuti linking verb.
Contoh :
 Miss. Novi is a lawyer (noun). is adalah linking verb, sedangkan a lawyer adalah
complement yang melengkapi subject
5. Adjunct (keterangan tambahan) adalah kata-kata yang menjelaskan atau
menerangkan perihal object atau subject dalam sebuah kalimat. Macam-macam kata
keterangan antara lain; keterangan tempat, waktu, keterangan syarat, dsb.
Contoh :
 He often speak English
 Yesterday they go to school.
C. Types of Sentences (macam-macam kalimat) Berdasarkan susunanya, kalimat
diklasifikasikan kedalam 4 macam yaitu Simple Sentence, Commplex Sentence,
Compound Sentence, Commpound-Complex Sentence
1. Simple Sentence (kalimat sederhana) adalah kalimat yang hanya terdiri dari satu
independent clause (main clause) saja.
Contoh :
 He writes a novel very well
 She has seen scenery since one hours
2. Complex Sentence (kalimat majemuk bertingkat) adalah kalimat yang terdiri atas satu
independent clause dan satu atau lebih dependent clause (subordinate clause).
Contoh : He was a man who had many close friends.
3. Compound Sentence (kalimat majemuk setara) adalah kalimat yang terdiri atas dua
atau lebih independent clause. Diantara dua kalima menggunakan conjunctions.
Contoh :
 He notified the office and the manager corrected the error.
 When we have time, we read book and enjoy.
4. Compound-Complex Sentence adalah kalimat yang mengandung dua atau lebih
independent clause dan satu atau lebih Subordinate clause.
Contoh : My father went to the market, but my sister stayed as she was ill.

Anda mungkin juga menyukai