0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan13 halaman

Peningkatan Sampah Plastik Di Pantai Kuta: Kenaikan Harga Bahan Pokok Menjelang Hari Raya

Pemerintah Provinsi Bali melaporkan peningkatan 50% sampah plastik di Pantai Kuta, mencapai 15 ton per hari, akibat kurangnya kesadaran masyarakat dan arus laut. Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga bahan pokok seperti daging ayam dan telur mengalami kenaikan signifikan karena permintaan tinggi, namun pemerintah berupaya menstabilkannya. Laporan pengamatan menunjukkan lingkungan sekolah dan perpustakaan dalam kondisi bersih dan kondusif, mencerminkan kesadaran tinggi warga sekolah.

Diunggah oleh

desdelmelia83
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan13 halaman

Peningkatan Sampah Plastik Di Pantai Kuta: Kenaikan Harga Bahan Pokok Menjelang Hari Raya

Pemerintah Provinsi Bali melaporkan peningkatan 50% sampah plastik di Pantai Kuta, mencapai 15 ton per hari, akibat kurangnya kesadaran masyarakat dan arus laut. Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga bahan pokok seperti daging ayam dan telur mengalami kenaikan signifikan karena permintaan tinggi, namun pemerintah berupaya menstabilkannya. Laporan pengamatan menunjukkan lingkungan sekolah dan perpustakaan dalam kondisi bersih dan kondusif, mencerminkan kesadaran tinggi warga sekolah.

Diunggah oleh

desdelmelia83
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Peningkatan Sampah Plastik di Pantai Kuta

Pemerintah Provinsi Bali melaporkan adanya peningkatan drastis volume sampah


plastik di sepanjang Pantai Kuta selama dua bulan terakhir. Berdasarkan data dari
Dinas Lingkungan Hidup, volume sampah yang dikumpulkan mencapai 15 ton per
hari, meningkat 50% dibandingkan periode sebelumnya. Peningkatan ini diduga kuat
disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dan wisatawan dalam membuang
sampah, serta arus laut yang membawa sampah dari wilayah lain. Untuk mengatasi
masalah ini, pemerintah akan segera mengaktifkan kembali program "Pantai Bersih"
dengan melibatkan relawan dan komunitas lokal.

Kenaikan Harga Bahan Pokok Menjelang Hari Raya

Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional mengalami
kenaikan signifikan. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan, komoditas yang paling
terdampak adalah daging ayam, telur, dan cabai. Kenaikan harga ini dipicu oleh permintaan yang
meningkat dari masyarakat, sementara pasokan dari produsen relatif stabil. Pemerintah melalui
Bulog berupaya menstabilkan harga dengan melakukan operasi pasar di beberapa daerah. Meski
demikian, masyarakat diimbau untuk berbelanja secukupnya agar tidak memicu lonjakan harga
yang lebih tinggi.

cara menemukan informasi

 What (Apa): Cari tahu apa peristiwa atau kejadian yang dilaporkan dalam berita. Pertanyaan
yang bisa diajukan: "Apa yang terjadi?" atau "Peristiwa apa yang diberitakan?"

 Who (Siapa): Kenali siapa saja tokoh atau pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Pertanyaan yang bisa diajukan: "Siapa saja yang terlibat dalam kejadian itu?" atau "Siapa yang
menjadi korban/pelaku?"

 When (Kapan): Temukan waktu terjadinya peristiwa. Pertanyaan yang bisa diajukan: "Kapan
peristiwa itu terjadi?" atau "Tanggal dan jam berapa kejadiannya?"

 Where (Di mana): Cari lokasi atau tempat di mana peristiwa tersebut berlangsung. Pertanyaan
yang bisa diajukan: "Di mana kejadian itu terjadi?" atau "Di lokasi mana peristiwa itu
berlangsung?"

 Why (Mengapa): Pahami alasan atau latar belakang mengapa peristiwa itu bisa terjadi.
Pertanyaan yang bisa diajukan: "Mengapa hal itu bisa terjadi?" atau "Apa penyebab dari peristiwa
tersebut?"

 How (Bagaimana): Jelaskan proses atau cara peristiwa itu terjadi dari awal hingga akhir.
Pertanyaan yang bisa diajukan: "Bagaimana urutan kejadiannya?" atau "Bagaimana peristiwa itu
bisa terjadi?"
 gagasan pokok: Peningkatan sampah plastik di Pantai Kuta menjadi masalah serius bagi
lingkungan dan pariwisata Bali.
 Gagasan pendukung: Volume sampah mencapai 15 ton per hari, meningkat 50%, diduga
disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dan wisatawan, serta arus laut.
 Informasi:
o Apa: Peningkatan sampah plastik di Pantai Kuta.
o Siapa: Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Lingkungan Hidup, masyarakat, wisatawan,
dan relawan.
o Kapan: Dua bulan terakhir.
o Di mana: Pantai Kuta, Bali.
o Mengapa: Kurangnya kesadaran masyarakat/wisatawan dan arus laut.
o Bagaimana: Pemerintah akan mengaktifkan program "Pantai Bersih".
 Simpulan: Volume sampah plastik di Pantai Kuta meningkat drastis, mencapai 15 ton per
hari, dan pemerintah berencana mengatasi masalah ini melalui program "Pantai Bersih"
dengan melibatkan relawan.

 Gagasan pokok: Kenaikan harga bahan pokok terjadi menjelang Hari Raya Idul Adha.
 Gagasan pendukung: Kenaikan signifikan pada daging ayam, telur, dan cabai; dipicu oleh
meningkatnya permintaan dan pasokan yang stabil.
 Informasi:
o Apa: Kenaikan harga bahan pokok.
o Siapa: Kementerian Perdagangan, Bulog, masyarakat, dan produsen.
o Kapan: Menjelang Hari Raya Idul Adha.
o Di mana: Pasar-pasar tradisional.
o Mengapa: Permintaan meningkat sementara pasokan stabil.
o Bagaimana: Pemerintah melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga.
 Simpulan: Menjelang Idul Adha, harga bahan pokok seperti daging ayam, telur, dan cabai
naik karena permintaan tinggi. Pemerintah berupaya menstabilkannya dengan operasi pasar
dan mengimbau masyarakat untuk berbelanja bijak.
Laporan pengamatan

Teks Laporan Pengamatan 1: Pengamatan Lingkungan Sekolah

Lingkungan sekolah terlihat bersih dan terawat. Seluruh area, mulai dari halaman, koridor, hingga
ruang kelas, bebas dari sampah. Terlihat beberapa siswa sedang piket membersihkan kelas sesuai
jadwal yang telah ditentukan. Di halaman sekolah, beberapa pot tanaman ditata rapi dan terawat.
Hal ini menunjukkan kesadaran yang tinggi dari seluruh warga sekolah akan pentingnya kebersihan
dan kenyamanan. Program "Sekolah Bersih" yang dijalankan oleh OSIS tampaknya berjalan efektif.

 Gagasan pokok: Lingkungan sekolah terlihat bersih dan terawat.


 Gagasan pendukung: Area sekolah bebas sampah; siswa sedang piket; pot tanaman tertata
rapi.
 Informasi:
o Objek pengamatan: Lingkungan sekolah.
o Kondisi: Bersih dan terawat.
o Aktivitas yang terlihat: Siswa piket membersihkan kelas.
o Penyebab: Kesadaran tinggi dan program "Sekolah Bersih" efektif.
 Simpulan: Lingkungan sekolah dalam kondisi sangat bersih dan terawat, mencerminkan
kesadaran tinggi warga sekolah terhadap kebersihan berkat program "Sekolah Bersih".

Teks Laporan Pengamatan 2: Pengamatan Tumbuh Kembang Tanaman Cabai

Selama satu minggu pengamatan, tanaman cabai yang ditanam di pot menunjukkan perkembangan
signifikan. Pada hari pertama, tanaman hanya memiliki dua daun kecil. Setelah penyiraman rutin
setiap pagi dan sore, pada hari keempat mulai muncul dua tunas daun baru. Hari ketujuh, total daun
yang tumbuh mencapai tujuh helai, dan batang tanaman terlihat lebih kokoh. Cahaya matahari pagi
yang cukup serta pupuk kompos yang diberikan juga berperan penting dalam proses
pertumbuhannya.

 Gagasan pokok: Tanaman cabai menunjukkan perkembangan signifikan setelah satu


minggu.
 Gagasan pendukung: Muncul tunas dan daun baru; batang lebih kokoh.
 Informasi:
o Objek pengamatan: Tanaman cabai.
o Jangka waktu: Satu minggu.
o Aktivitas yang dilakukan: Penyiraman rutin dan pemberian pupuk kompos.
o Hasil: Dari dua daun menjadi tujuh daun; batang lebih kokoh.
 Simpulan: Setelah satu minggu, tanaman cabai mengalami pertumbuhan pesat yang
ditandai dengan bertambahnya jumlah daun dan batang yang kokoh, berkat perawatan yang
tepat.

Teks Laporan Pengamatan 3: Pengamatan Kegiatan Belajar Mengajar di Perpustakaan

Pengamatan di perpustakaan sekolah menunjukkan suasana yang tenang dan kondusif. Mayoritas
siswa terlihat fokus membaca buku, mengerjakan tugas, atau berdiskusi kelompok dengan suara
pelan. Petugas perpustakaan dengan sigap membantu siswa menemukan buku yang mereka cari.
Rak-rak buku tertata rapi dan label kategori buku memudahkan siswa untuk mencari bahan bacaan.
Perpustakaan ini berhasil menciptakan lingkungan yang nyaman untuk kegiatan literasi.

 Gagasan pokok: Perpustakaan sekolah menciptakan suasana yang kondusif untuk kegiatan
belajar.
 Gagasan pendukung: Siswa fokus membaca atau berdiskusi; petugas sigap membantu; rak
buku tertata rapi.
 Informasi:
o Objek pengamatan: Kegiatan belajar mengajar di perpustakaan.
o Kondisi: Tenang, kondusif, dan nyaman.
o Aktivitas siswa: Membaca, mengerjakan tugas, berdiskusi.
o Faktor pendukung: Petugas yang membantu, rak buku yang rapi.
 Simpulan: Perpustakaan sekolah efektif mendukung kegiatan belajar siswa dengan
menyediakan lingkungan yang tenang dan fasilitas yang terorganisir dengan baik.

Teks Laporan Pengamatan 4: Pengamatan Aktivitas di Kantin Sekolah

Kantin sekolah pada saat jam istirahat sangat ramai, namun teratur. Para siswa mengantre dengan
tertib saat membeli makanan. Para penjual melayani dengan cepat dan ramah. Terlihat beragam
pilihan makanan dan minuman yang dijual, mulai dari makanan berat hingga jajanan ringan.
Kebersihan kantin juga terjaga, tidak ada sisa makanan yang berserakan. Tempat sampah terbagi
menjadi sampah organik dan anorganik, menunjukkan upaya pengelolaan sampah yang baik.

 Gagasan pokok: Kantin sekolah ramai namun tetap teratur saat jam istirahat.
 Gagasan pendukung: Siswa mengantre tertib; penjual melayani cepat; variasi makanan
beragam; kantin bersih.
 Informasi:
o Objek pengamatan: Aktivitas di kantin sekolah.
o Waktu: Jam istirahat.
o Suasana: Ramai tapi teratur.
o Hal yang terlihat: Siswa mengantre, variasi makanan, kebersihan kantin, dan
pemisahan sampah.
 Simpulan: Meskipun ramai, aktivitas di kantin sekolah berjalan dengan tertib, dan
kebersihannya terjaga berkat kesadaran siswa dan penjual yang baik.

Kalimat fakta

Teks Berita 1: Peningkatan Kasus DBD di Jakarta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melaporkan adanya kenaikan kasus Demam Berdarah Dengue
(DBD) yang signifikan dalam dua bulan terakhir. Data dari Dinas Kesehatan mencatat, hingga
minggu ketiga bulan Agustus, jumlah penderita DBD mencapai 1.200 orang. Kenaikan ini
dipicu oleh musim hujan yang berkepanjangan, menyebabkan genangan air menjadi tempat
perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Untuk menekan angka penyebaran, pemerintah
mengimbau masyarakat untuk menggalakkan gerakan 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan
mendaur ulang tempat penampungan air, serta menaburkan bubuk abate.
 Kalimat fakta:
o "Data dari Dinas Kesehatan mencatat, hingga minggu ketiga bulan Agustus, jumlah
penderita DBD mencapai 1.200 orang."
o "Peningkatan ini dipicu oleh musim hujan yang berkepanjangan, menyebabkan
genangan air menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti."
o "Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menggalakkan gerakan 3M Plus, yaitu
menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air, serta menaburkan
bubuk abate."

Teks Berita 2: Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Idul Adha

Kementerian Perdagangan menyatakan bahwa harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar


tradisional terpantau stabil menjelang Hari Raya Idul Adha. Berdasarkan pantauan di 10 pasar
besar di Jakarta, harga daging ayam, telur, dan bawang merah tidak mengalami lonjakan
berarti. Kestabilan ini berkat pasokan yang mencukupi dari distributor dan operasi pasar yang
dilakukan oleh pemerintah. Harga rata-rata daging sapi tercatat Rp120.000 per kilogram, sama
dengan minggu lalu, sedangkan telur ayam berada di kisaran Rp28.000 per kilogram.

 Kalimat fakta:
o "Harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional terpantau stabil menjelang
Hari Raya Idul Adha."
o "Berdasarkan pantauan di 10 pasar besar di Jakarta, harga daging ayam, telur, dan
bawang merah tidak mengalami lonjakan berarti."
o "Harga rata-rata daging sapi tercatat Rp120.000 per kilogram, sama dengan minggu
lalu, sedangkan telur ayam berada di kisaran Rp28.000 per kilogram."

Teks Berita 3: Kemajuan Teknologi dalam Sektor Pertanian

Teknologi modern mulai banyak diterapkan di sektor pertanian Indonesia untuk meningkatkan
produktivitas. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah penggunaan drone untuk
penyemprotan pupuk dan pestisida. Drone ini mampu mencakup area yang luas dalam waktu
singkat dan mengurangi paparan petani terhadap zat kimia. Di beberapa daerah di Jawa Barat dan
Jawa Timur, penggunaan drone ini sudah mulai diuji coba dan menunjukkan hasil yang
menjanjikan. Petani melaporkan efisiensi waktu dan tenaga yang signifikan.

 Kalimat fakta:
o "Teknologi modern mulai banyak diterapkan di sektor pertanian Indonesia untuk
meningkatkan produktivitas."
o "Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah penggunaan drone untuk
penyemprotan pupuk dan pestisida."
o "Di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Timur, penggunaan drone ini sudah
mulai diuji coba dan menunjukkan hasil yang menjanjikan."
Teks Berita 4: Erupsi Gunung Semeru, Tidak Ada Korban Jiwa

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan meluncurkan awan
panas guguran sejauh 3 kilometer. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
(PVMBG) melaporkan erupsi terjadi pada pukul 08.45 WIB dan tidak ada laporan korban
jiwa. Status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat
diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 13 kilometer dari puncak.
Pemerintah setempat telah menyiapkan posko pengungsian sebagai langkah antisipasi.

 Kalimat fakta:
o "Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan meluncurkan
awan panas guguran sejauh 3 kilometer."
o "Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan erupsi
terjadi pada pukul 08.45 WIB dan tidak ada laporan korban jiwa."
o "Status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III (Siaga)."
o "Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 13
kilometer dari puncak."

opini

Teks Berita 1: Peningkatan Sampah Plastik di Pantai Kuta

Pemerintah Provinsi Bali melaporkan adanya peningkatan drastis volume sampah plastik di
sepanjang Pantai Kuta. Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah yang
dikumpulkan mencapai 15 ton per hari, meningkat 50% dari periode sebelumnya. Peningkatan ini
diduga kuat disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dan wisatawan. Saya rasa,
penegakan aturan yang lebih tegas tentang larangan membuang sampah sembarangan perlu segera
diberlakukan. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah akan mengaktifkan kembali program
"Pantai Bersih" dengan melibatkan relawan dan komunitas lokal.

 Opini: "Saya rasa, penegakan aturan yang lebih tegas tentang larangan membuang sampah
sembarangan perlu segera diberlakukan."

Teks Berita 2: Kebijakan Baru Pemerintah dalam Sektor Pendidikan

Kementerian Pendidikan mengumumkan kebijakan baru yang akan mengubah kurikulum di sekolah
dasar. Kebijakan ini bertujuan untuk lebih menekankan pada pendidikan karakter dan keterampilan
abad ke-21. Pemerintah berjanji akan menyediakan dana dan fasilitas yang memadai untuk
mendukung program ini. Mungkin, kebijakan ini akan sulit diterapkan di daerah terpencil
yang kekurangan fasilitas dan tenaga pendidik yang memadai. Oleh karena itu, persiapan dan
pelatihan intensif bagi para guru di seluruh wilayah Indonesia sangat diperlukan.

 Opini: "Mungkin, kebijakan ini akan sulit diterapkan di daerah terpencil yang kekurangan
fasilitas dan tenaga pendidik yang memadai."
Teks Berita 3: Kemacetan Jakarta, Masalah yang Tak Kunjung Usai

Kemacetan di Jakarta kembali memburuk, terutama saat jam sibuk. Berdasarkan data dari Google
Maps, waktu tempuh perjalanan meningkat hingga 40% di beberapa ruas jalan utama. Kondisi ini
terjadi meskipun pemerintah telah membangun berbagai infrastruktur transportasi publik seperti
MRT dan LRT. Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur saja
tidak cukup jika masyarakat belum sepenuhnya beralih dari kendaraan pribadi. Pemerintah
perlu mengambil langkah-langkah yang lebih berani untuk mengurai masalah ini.

 Opini: "Menurut saya, hal ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak
cukup jika masyarakat belum sepenuhnya beralih dari kendaraan pribadi."

Teks Berita 4: Kenaikan Harga Bahan Pokok Menjelang Hari Raya

Menjelang Hari Raya Idul Adha, harga sejumlah bahan pokok di pasar-pasar tradisional mengalami
kenaikan signifikan. Data dari Kementerian Perdagangan menunjukkan, komoditas yang paling
terdampak adalah daging ayam, telur, dan cabai. Kenaikan harga ini dipicu oleh permintaan yang
meningkat. Sebaiknya, pemerintah melakukan operasi pasar jauh-jauh hari sebelum hari raya
agar dampaknya lebih terasa dan tidak membebani masyarakat. Pemerintah melalui Bulog
berupaya menstabilkan harga, namun dampaknya belum signifikan.

 Opini: "Sebaiknya, pemerintah melakukan operasi pasar jauh-jauh hari sebelum hari raya
agar dampaknya lebih terasa dan tidak membebani masyarakat."

Opini 2

Teks Berita 1: Peningkatan Sampah Plastik di Pantai Kuta

Pemerintah Provinsi Bali melaporkan adanya peningkatan drastis volume sampah plastik di
sepanjang Pantai Kuta. Data dari Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah yang
dikumpulkan mencapai 15 ton per hari, meningkat 50% dari periode sebelumnya. Peningkatan ini
diduga kuat disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat dan wisatawan. Pemandangan ini
sungguh menyedihkan dan mencoreng citra pariwisata Bali. Untuk mengatasi masalah ini,
pemerintah akan segera mengaktifkan kembali program "Pantai Bersih" dengan melibatkan relawan
dan komunitas lokal.

 Opini: "Pemandangan ini sungguh menyedihkan dan mencoreng citra pariwisata Bali."
(Menyatakan perasaan dan penilaian pribadi terhadap kondisi yang ada)

Teks Berita 2: Kebijakan Baru Pemerintah dalam Sektor Pendidikan

Kementerian Pendidikan mengumumkan kebijakan baru yang akan mengubah kurikulum di sekolah
dasar. Kebijakan ini bertujuan untuk lebih menekankan pada pendidikan karakter dan keterampilan
abad ke-21. Pemerintah berjanji akan menyediakan dana dan fasilitas yang memadai untuk
mendukung program ini. Langkah ini merupakan terobosan yang positif dan diharapkan dapat
menciptakan generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki
karakter yang kuat. Namun, implementasi kebijakan ini akan menjadi tantangan besar bagi para
guru dan sekolah.

 Opini: "Langkah ini merupakan terobosan yang positif dan diharapkan dapat menciptakan
generasi muda yang tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang
kuat." (Menyatakan pandangan positif dan harapan terhadap kebijakan baru)

Teks Berita 3: Kemacetan Jakarta, Masalah yang Tak Kunjung Usai

Kemacetan di Jakarta kembali memburuk, terutama saat jam sibuk. Berdasarkan data dari Google
Maps, waktu tempuh perjalanan meningkat hingga 40% di beberapa ruas jalan utama. Kondisi ini
terjadi meskipun pemerintah telah membangun berbagai infrastruktur transportasi publik seperti
MRT dan LRT. Hal ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup
jika kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik masih rendah. Pemerintah
perlu mengambil langkah-langkah yang lebih berani.

 Opini: "Hal ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup jika
kesadaran masyarakat untuk beralih ke transportasi publik masih rendah." (Menyatakan
kesimpulan atau pandangan pribadi terhadap suatu fakta)

SEBAB AKIBAT

Pemanasan global telah menjadi isu krusial yang berdampak signifikan pada lingkungan kita.
Kenaikan suhu rata-rata bumi mengakibatkan mencairnya es di kutub utara dan selatan. Hal ini
memicu naiknya permukaan air laut dan perubahan pola cuaca yang ekstrem. Di banyak belahan
dunia, kita melihat frekuensi badai yang lebih sering, banjir bandang, dan kekeringan
berkepanjangan. Fenomena ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam
kelangsungan hidup manusia.

 Kalimat sebab-akibat: "Kenaikan suhu rata-rata bumi mengakibatkan mencairnya es di


kutub utara dan selatan."

Teks Artikel 2: Pentingnya Literasi Digital di Era Informasi

Di era modern, di mana informasi dapat diakses dengan mudah, literasi digital menjadi
keterampilan yang sangat penting. Kemudahan akses ini menyebabkan banyak informasi, baik
yang benar maupun hoaks, menyebar dengan cepat di media sosial. Tanpa kemampuan untuk
memilah dan menilai sumber informasi, seseorang akan rentan terhadap penyebaran berita palsu
dan disinformasi. Oleh karena itu, edukasi mengenai literasi digital perlu terus ditingkatkan untuk
membekali masyarakat dengan kemampuan berpikir kritis.

 Kalimat sebab-akibat: "Kemudahan akses ini menyebabkan banyak informasi, baik yang
benar maupun hoaks, menyebar dengan cepat di media sosial."
Teks Artikel 3: Dampak Buruk Sampah Plastik terhadap Ekosistem Laut

Sampah plastik telah menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut. Setiap tahun, jutaan ton sampah
plastik berakhir di lautan, merusak habitat dan membahayakan biota laut. Hewan-hewan laut
terancam karena mereka seringkali mengonsumsi mikroplastik yang berasal dari pecahan sampah
tersebut, mengira itu adalah makanan. Hal ini tidak hanya membahayakan hewan-hewan tersebut,
tetapi juga berpotensi mencemari rantai makanan manusia.

 Kalimat sebab-akibat: "Hewan-hewan laut terancam karena mereka seringkali


mengonsumsi mikroplastik yang berasal dari pecahan sampah tersebut, mengira itu adalah
makanan."

Teks Artikel 4: Peran Olahraga dalam Meningkatkan Kesehatan Mental

Manfaat olahraga tidak hanya terbatas pada kesehatan fisik, tetapi juga berdampak positif pada
kesehatan mental. Saat berolahraga, tubuh melepaskan endorfin, hormon yang dapat meningkatkan
suasana hati dan mengurangi rasa sakit. Oleh sebab itu, rutin berolahraga bisa menjadi cara efektif
untuk mengelola stres dan mengurangi gejala depresi. Banyak ahli kesehatan merekomendasikan
aktivitas fisik sebagai bagian dari terapi untuk masalah mental.

 Kalimat sebab-akibat: "Oleh sebab itu, rutin berolahraga bisa menjadi cara efektif untuk
mengelola stres dan mengurangi gejala depresi."

Teks Artikel 2: Perubahan Iklim Memicu Kekeringan

Pemanasan global telah memicu perubahan iklim ekstrem di berbagai belahan dunia. Suhu bumi
yang terus meningkat mengakibatkan siklus hidrologi terganggu. Hal ini menyebabkan curah
hujan tidak menentu dan berakibat pada kekeringan berkepanjangan di banyak wilayah. Kondisi ini
sangat merugikan sektor pertanian dan mengancam ketahanan pangan global.

 Kalimat sebab-akibat: "Suhu bumi yang terus meningkat mengakibatkan siklus hidrologi
terganggu."

Teks Artikel 3: Bahaya Sampah Plastik di Lautan

Sampah plastik telah menjadi ancaman serius bagi ekosistem laut. Jutaan ton sampah plastik
berakhir di lautan setiap tahunnya. Sampah-sampah ini seringkali dimakan oleh hewan laut,
sehingga menyebabkan gangguan pencernaan dan bahkan kematian. Akibatnya, rantai makanan di
laut menjadi rusak dan mengancam kelangsungan hidup biota laut.

 Kalimat sebab-akibat: "Sampah-sampah ini seringkali dimakan oleh hewan laut, sehingga
menyebabkan gangguan pencernaan dan bahkan kematian."

Teks Artikel 4: Pentingnya Literasi Keuangan bagi Generasi Muda


Tingginya gaya hidup konsumtif di kalangan generasi muda menjadi perhatian serius. Banyak dari
mereka yang belum memiliki pemahaman yang baik tentang pengelolaan uang dan investasi. Oleh
karena itu, edukasi literasi keuangan sangat penting untuk diberikan sejak dini. Dengan
pemahaman yang baik, mereka dapat merencanakan keuangan masa depan dan terhindar dari lilitan
utang.

 Kalimat sebab-akibat: "Oleh karena itu, edukasi literasi keuangan sangat penting untuk
diberikan sejak dini."

MENYUSN TEKS EKSPLANASI

Teks Eksplanasi Acak:

1. Paragraf 1: Peningkatan suhu Bumi ini menyebabkan es di kutub mencair, kenaikan


permukaan air laut, dan perubahan pola cuaca yang ekstrem. Fenomena ini dikenal sebagai
pemanasan global.
2. Paragraf 2: Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer,
laut, dan daratan Bumi secara bertahap.
3. Paragraf 3: Perubahan iklim yang ekstrem ini sering kali memicu bencana alam seperti
banjir, kekeringan, dan badai yang lebih sering. Peningkatan gas rumah kaca, terutama
karbon dioksida dan metana, menjadi penyebab utamanya.
4. Paragraf 4: Dampak dari pemanasan global sangat luas, mengancam ekosistem, ketahanan
pangan, dan keberlangsungan hidup manusia.

Teks Eksplanasi yang Disusun dengan Benar:

Pemanasan Global: Pengertian dan Dampaknya

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan
Bumi secara bertahap. Peningkatan suhu Bumi ini menyebabkan es di kutub mencair, kenaikan
permukaan air laut, dan perubahan pola cuaca yang ekstrem. Fenomena ini dikenal sebagai
pemanasan global.

Peningkatan gas rumah kaca, terutama karbon dioksida dan metana, menjadi penyebab utamanya.
Perubahan iklim yang ekstrem ini sering kali memicu bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan
badai yang lebih sering. Dampak dari pemanasan global sangat luas, mengancam ekosistem,
ketahanan pangan, dan keberlangsungan hidup manusia.

Teks Eksplanasi Acak:

1. Paragraf 1: Proses terjadinya pelangi dimulai ketika cahaya matahari melewati tetesan air
hujan. Tetesan air ini bertindak sebagai prisma kecil yang memisahkan cahaya putih
menjadi spektrum warna.
2. Paragraf 2: Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna
yang tampak di langit.
3. Paragraf 3: Fenomena ini hanya dapat dilihat saat matahari berada di belakang pengamat
dan hujan jatuh di depannya. Warna-warna ini terlihat melengkung karena tetesan air yang
membiaskan cahaya berada dalam bentuk lingkaran.
4. Paragraf 4: Cahaya yang masuk ke tetesan air dibiaskan, dipantulkan di bagian belakang
tetesan, dan kemudian dibiaskan lagi saat keluar. Pembiasan inilah yang menghasilkan
deretan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Teks Eksplanasi yang Disusun dengan Benar:

Proses Terbentuknya Pelangi

Pelangi adalah fenomena optik dan meteorologi berupa cahaya beraneka warna yang tampak di
langit. Proses terjadinya pelangi dimulai ketika cahaya matahari melewati tetesan air hujan. Tetesan
air ini bertindak sebagai prisma kecil yang memisahkan cahaya putih menjadi spektrum warna.

Cahaya yang masuk ke tetesan air dibiaskan, dipantulkan di bagian belakang tetesan, dan kemudian
dibiaskan lagi saat keluar. Pembiasan inilah yang menghasilkan deretan warna merah, jingga,
kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Fenomena ini hanya dapat dilihat saat matahari berada di
belakang pengamat dan hujan jatuh di depannya. Warna-warna ini terlihat melengkung karena
tetesan air yang membiaskan cahaya berada dalam bentuk lingkaran.

Teks Eksplanasi Acak:

1. Paragraf 1: Tsunami adalah gelombang air laut besar yang dipicu oleh pergeseran lempeng
tektonik di dasar laut.
2. Paragraf 2: Bencana ini dapat menimbulkan kerusakan yang masif di wilayah pesisir.
Gelombang ini bergerak dengan sangat cepat di laut dalam, tetapi kecepatannya melambat
dan ketinggiannya meningkat saat mendekati pantai.
3. Paragraf 3: Pergeseran lempeng ini bisa disebabkan oleh gempa bumi bawah laut, letusan
gunung berapi, atau longsor bawah laut.
4. Paragraf 4: Kecepatan dan ketinggian gelombang yang luar biasa ini menyebabkan daya
hancur yang sangat besar saat menghantam daratan.

Teks Eksplanasi yang Disusun dengan Benar:

Proses Terjadinya Tsunami

Tsunami adalah gelombang air laut besar yang dipicu oleh pergeseran lempeng tektonik di dasar
laut. Pergeseran lempeng ini bisa disebabkan oleh gempa bumi bawah laut, letusan gunung berapi,
atau longsor bawah laut.

Bencana ini dapat menimbulkan kerusakan yang masif di wilayah pesisir. Gelombang ini bergerak
dengan sangat cepat di laut dalam, tetapi kecepatannya melambat dan ketinggiannya meningkat saat
mendekati pantai. Kecepatan dan ketinggian gelombang yang luar biasa ini menyebabkan daya
hancur yang sangat besar saat menghantam daratan.
Teks Eksplanasi Acak:

1. Paragraf 1: Fotosintesis adalah proses biokimia yang dilakukan oleh tumbuhan, alga, dan
beberapa jenis bakteri.
2. Paragraf 2: Melalui proses ini, tumbuhan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi
kimia yang disimpan dalam bentuk glukosa atau gula.
3. Paragraf 3: Karbon dioksida dari udara dan air dari tanah diserap oleh tumbuhan melalui
stomata dan akar. Di dalam kloroplas, dengan bantuan klorofil dan energi matahari, karbon
dioksida dan air diubah menjadi glukosa dan oksigen.
4. Paragraf 4: Proses ini sangat penting bagi kehidupan di Bumi karena menghasilkan oksigen
yang diperlukan untuk bernapas oleh makhluk hidup, serta menjadi dasar bagi rantai
makanan.

Teks Eksplanasi yang Disusun dengan Benar:

Proses Fotosintesis pada Tumbuhan

Fotosintesis adalah proses biokimia yang dilakukan oleh tumbuhan, alga, dan beberapa jenis
bakteri. Melalui proses ini, tumbuhan mengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia yang
disimpan dalam bentuk glukosa atau gula.

Karbon dioksida dari udara dan air dari tanah diserap oleh tumbuhan melalui stomata dan akar. Di
dalam kloroplas, dengan bantuan klorofil dan energi matahari, karbon dioksida dan air diubah
menjadi glukosa dan oksigen. Proses ini sangat penting bagi kehidupan di Bumi karena
menghasilkan oksigen yang diperlukan untuk bernapas oleh makhluk hidup, serta menjadi dasar
bagi rantai makanan.

MEMBANDINGKAN TEKS EKSPLANSI

Teks Eksplanasi 1: Proses Terbentuknya Pelangi

Pelangi adalah fenomena optik yang menampilkan spektrum cahaya berwarna-warni di langit.
Proses ini terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan tetesan air hujan. Pertama, cahaya
matahari, yang sebenarnya berwarna putih, memasuki tetesan air. Di dalam tetesan air tersebut,
cahaya dibiaskan (dibelokkan). Pembiasan ini menyebabkan cahaya putih terurai menjadi
komponen-komponen warnanya. Setelah itu, cahaya tersebut dipantulkan di bagian belakang tetesan
air. Saat keluar dari tetesan air, cahaya kembali dibiaskan, sehingga menghasilkan tampilan indah
dari deretan warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu yang kita lihat sebagai pelangi.

Teks Eksplanasi 2: Terjadinya Gerhana Bulan


Gerhana bulan adalah peristiwa alam yang terjadi saat sebagian atau keseluruhan penampang Bulan
tertutup oleh bayangan Bumi. Peristiwa ini hanya terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Bulan
dan Matahari dalam satu garis lurus. Akibatnya, cahaya matahari yang seharusnya menyinari Bulan
terhalang oleh Bumi. Gerhana bulan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gerhana bulan total
dan gerhana bulan sebagian. Gerhana total terjadi ketika Bulan masuk sepenuhnya ke dalam
bayangan umbra Bumi. Sedangkan gerhana sebagian terjadi ketika Bulan hanya masuk ke dalam
sebagian bayangan umbra Bumi.

Perbandingan Kedua Teks Eksplanasi

Kedua teks di atas adalah contoh teks eksplanasi yang efektif dalam menjelaskan suatu fenomena
alam. Keduanya memiliki struktur yang serupa, yaitu diawali dengan pernyataan umum, diikuti
dengan urutan sebab-akibat, dan diakhiri dengan simpulan.

Persamaan:

 Jenis Teks: Keduanya adalah teks eksplanasi, yang bertujuan menjelaskan "bagaimana"
suatu fenomena terjadi.
 Struktur: Keduanya mengikuti pola umum teks eksplanasi:
o Identifikasi Fenomena: Teks 1 mengidentifikasi pelangi, Teks 2 mengidentifikasi
gerhana bulan.
o Proses Sebab-Akibat: Keduanya menjelaskan langkah-langkah terjadinya fenomena
secara kronologis dan logis.
o Penggunaan Konjungsi Kausal: Teks 1 menggunakan kata sehingga, sementara
Teks 2 menggunakan kata akibatnya untuk menghubungkan sebab dan akibat dalam
proses.

Perbedaan:

 Sifat Fenomena:
o Teks 1 menjelaskan fenomena optik yang terjadi karena interaksi cahaya dengan
partikel air. Proses ini bisa terjadi kapan saja ketika ada kombinasi cahaya matahari
dan tetesan air.
o Teks 2 menjelaskan fenomena astronomi yang melibatkan posisi tiga benda langit
(Matahari, Bumi, dan Bulan). Fenomena ini terjadi pada waktu tertentu dan dapat
diprediksi secara ilmiah.
 Detail Penjelasan:
o Teks 1 fokus pada proses fisik pembiasan dan pemantulan cahaya untuk
menghasilkan spektrum warna.
o Teks 2 lebih menyoroti posisi benda langit dan membedakan jenis-jenis gerhana
(total dan sebagian).

Secara keseluruhan, kedua teks tersebut berhasil menyampaikan informasi dengan jelas dan
sistematis, sesuai dengan karakteristik utama teks eksplanasi.

Anda mungkin juga menyukai