0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan27 halaman

Manajemen Pemerintahan: DI S U S U N

Makalah ini membahas manajemen pemerintahan daerah di Indonesia, menekankan pentingnya desentralisasi dan penerapan fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, staffing, dan pengarahan. Penulis mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam menerapkan manajemen yang efektif dan menyarankan perlunya pendidikan politik bagi masyarakat. Tujuan penulisan adalah untuk memahami bagaimana pemerintah daerah menerapkan fungsi manajemen dalam proses pemerintahan.

Diunggah oleh

Leo Candra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan27 halaman

Manajemen Pemerintahan: DI S U S U N

Makalah ini membahas manajemen pemerintahan daerah di Indonesia, menekankan pentingnya desentralisasi dan penerapan fungsi manajemen seperti perencanaan, pengorganisasian, staffing, dan pengarahan. Penulis mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam menerapkan manajemen yang efektif dan menyarankan perlunya pendidikan politik bagi masyarakat. Tujuan penulisan adalah untuk memahami bagaimana pemerintah daerah menerapkan fungsi manajemen dalam proses pemerintahan.

Diunggah oleh

Leo Candra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MANAJEMEN PEMERINTAHAN

DI
S
U
S
U
N

OLEH :

SHEILA VANIA
SAFIRA
MUNJIATUL ANAMI
JULIA HUMAIRA

PEMBIMBING : RICKY MULIAWAN HANSYAR, M.A.P

YAYASAN PEMBANGUNAN KAMPUS JABAL GHAFUR


ILMU ADMINISTRASI NEGARA
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kesehatan kepada

penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul

“MANAJEMEN PEMERINTAHAN” dengan sebaik-baiknya. Adapun tujuan

penulisan ini untuk menuntaskan tugas mata pelajaran.

Penulis menyadari, dalam makalah ini masih banyak kesalahan dan

kekurangan. Hal ini disebabkan terbatasnya kemampuan, pengetahuan dan

pengalaman yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan

saran. Demi perbaikan dan kesempurnaan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat

bagi kita semua

Sigli, 01 Mei 2021

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR ....................................................................................... i

DAFTAR ISI ...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1


A. Latar Belakang Masalah ................................................................ 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 2
C. Tujuan Penulisan............................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................. 3


A. Pengertian Pemerintah Daerah ...................................................... 3
B. Konsep POSD (Planning,Organizing,Staffing,Directing)........... 3
C. Penyelenggara Pemerintahan Daerah ............................................ 4
D. Hak-Hak dan Kewajiban Pemerintahan Daerah ............................ 5
E. Urusan Pemerintahan Daerah ........................................................ 7
F. Sistem Manajemen Pemda ............................................................. 8
G. Penerapan POSD (Planning,Organizing,Staffing,Directing) ......... 9

BAB III PENUTUP ........................................................................................... 22


A. Kesimpulan ................................................................................... 22
B. Saran .............................................................................................. 23

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 24

ii
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bicara tentang Pemerintahan Daerah berati kita bicara mengenai

Desentralisasi. Sebagai negara yang Demokratis, Indonesia termasuk kepada

negara yang telah menjalankan sistem ini. Desentralisasi merupakan solusi yang

baik dalam menjalankan pemerintahan yang demokratis. Desentralisasi yang

memberikan peranan yang lebih bermakna terhadap otonomi daerah yaitu kepada

pemerintah daerah sekarang ini merupakan penekanan perubahan paradigma dalam

tata kepemerintahan yang baik. Oleh karena itu desentralisasi kewenangan

pemerintah tersebut mutlak perlu dilakukan agar terwujudnya harmonisasi

hubungan antara pemerintah daerah dan pusat.

Kelembagaan organisasi pemerintah baik di pusat maupun di daerah saat ini

menurut saya belum dianalisis secara serius mengenai efektifitas & ketetapan

eksistensinya. Pemda ditenggarai jarang mau melakukan rasionalisasi antara

pegawai yang dibutuhkan dengan jumlah organisasi perangkat yang ada.

Pengaturan pemerintahan pusat masih dirasakan begitu besar sehingga dapat

mengurangi upaya pelaksanaan desentralisasi yang demokratis. Begitu juga halnya

dengan proses recruitment pejabat di daerah masih banyak diwarnai oleh aspirasi

politik praktis dari pimpinan politik yang menjadi kepala daerah, demikian pula

promosi jabatan & PNS di pemerintah daerah (PEMDA). Oleh karena itu

pendidikan politik kepada rakyat tidak hanya menjadi tugas pokok pemerintah akan

tetapi juga tugas pokok parpol2 tempat rakyat menjadi konstituennya, agar rakyat

dapat belajar untuk lebih sportif dalam menanggapi kehidupan berpolitik.

1
Untuk itu diharapkan agar pemda untuk dapat benar-benar menerapkan

fungsi-fungsi manajemen dengan baik agar semua dapat berjalan dengan baik dan

untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.

B. Rumusan masalah

”Bagaimana pemda menerapkan fungsi-fungsi manajemen dalam proses

pemerintahan?”

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana

pemerintah daerah menerapkan fungsi manajemen dalam proses pemerintahan.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Pemerintah Daerah

Definisi Pemerintahan Daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32

Tahun 2004 sebagaimana telah diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 12

Tahun 2008 Tentang Pemerintahan Daerah Pasal 1 ayat (2) adalah sebagai berikut

:“Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh

pemerintahan daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan

dengan prinsip otonomi yang seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara

Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”.

Melihat definisi pemerintahan daerah seperti yang telah dikemukakan

di atas, maka yang dimaksud pemerintahan daerah adalah

penyelenggaraan urusan-urusan yang menjadi urusan daerah (provinsi atau

kabupaten) oleh pemerintah daerah dan DPRD.

B. Konsep POSD (Planning, Organizing, Staffing, Directing)

a. Planning

perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi

untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi.

Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena

tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan, dan

pengontrolan tak akan dapat berjalan.

3
b. Organizing

Pengorganisasian adalah suatu proses pembagian kerja atau pengaturan kerja

bersama dari para anggota suatu organisasi. Dalam suatu pengorganisasian pada

prinsipnya berguna untuk menunjukkan cara-cara tentang upaya pemberdayaan

sumber daya manusia agar dapar bekerja sama dalam suatu sistem kerja sama

dengan harapan dapat mencapai tujuan organisasi.

c. Staffing

Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia

pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya sampai

dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberi daya guna maksimal kepada

organisasi.

d. Directing

Directing / commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha

memberi bimbingan, saran, perintah-perintah, agar tugas dapat dilaksanakan

dengan baik dan benar-benar setuju yang telah ditetapkan semula. Directing /

commanding bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu

kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan berbagai unsur

organisasi agar efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya.

C. Penyelenggara Pemerintahan Daerah

Penyelenggara pemerintahan daerah adalah pemerintah daerah dan DPRD

(Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana telah

diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang

Pemerintahan Daerah). Dalam menyelenggarakan pemerintahan, Pemerintah

4
menggunakan asas desentralisasi, tugas pembantuan, dan dekosentrasi sesuai

dengan peraturan perundang-undangan (Pasal 20 ayat (2) Undang-

Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana telah diamandemen dengan Undang-

Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Pemerintahan Daerah). Sementara itu,

dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah, pemerintahan daerah

menggunakan asas otonomi dan tugas pembantuan (Pasal 19 ayat (3) Undang-

Undang No 32 Tahun 2004 sebagaimana telah diamandemen dengan Undang-

Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Pemerintahan Daerah).

Dengan demikian penyelenggara pemerintah daerah terdiri dari

pemerintahan daerah dan DPRD. Pemerintah daerah adalah Gubernur, Bupati, atau

Walikota, dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah.

Sedangkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) adalah lembaga perwakilan

rakyat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Pemerintah

daerah harus mampu mengelola daerahnya sendiri dengan baik dengan penuh

tanggung jawab dan jauh dari praktik-praktik korupsi.

D. Hak-hak dan Kewajiban Pemerintahan Daerah

Dalam menyelenggarakan fungsi-fungsi pemerintahan, terutama dalam

penyelenggaraan otonomi daerah dibekali dengan hak dan kewajiban tertentu. Hak-

hak daerah tersebut menurut Pasal 21 Undang-Undang Nomor 32 Tahun

2004 sebagaimana telah diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun

2008 Tentang Pemerintahan Daerah:

1. Mengatur dan mengurusi sendiri urusan pemerintahannya

2. Memilih pemimpin daerah

5
3. Mengelola aparatur daerah

4. Mengelola kekayan daerah

5. Memungut pajak daerah dan retribusi daerah

6. Mendapatkan bagi hasil dari pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya

lainnya yang berada di daerah

7. Mendapatkan sumber-sumber pendapatan lain yang sah dan

8. Mendapatkan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Disamping hak-hak tersebut di atas, daerah juga diberi beberapa kewajiban, yaitu :

1. Melindungi masyarakat, menjaga persatuan, kesatuan dan kerukunan nasional,

serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia

2. Meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat

3. Mengembangkan kehidupan demokrasi

4. Mewujudkan keadilan dan pemerataan

5. Meningkatkan pelayanan dasar pendidikan

6. Menyediakan fasilitas pelayanan kesehatan

7. Menyediakan fasilitas sosial dan fasilitas umum yang layak

8. Mengembangkan sistem jaminan sosial

9. Menyusun perencanaan dan tata ruang daerah

10. Mengembangkan sumber daya produktif di daerah

11. Melestarikan lingkungan hidup

12. Mengelola administrasi kependudukan

13. Melestarikan nilai sosial budaya

14. Membentuk dan menerapkan peraturan perundang-undangan sesuai dengan

kewenangannya

6
15. Kewajiban lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan

Hak dan kewajiban daerah tersebut diwujudkan dalam bentuk rencana kerja

pemerintahan daerah dan dijabarkan dalam bentuk pendapatan, belanja, dan

pembiayaan daerah, yang dikelola dalam sistem pengelolaan keuangan daerah.

Sesuai dengan asas-asas yang telah dikemukakan di atas, pengelolaan keuangan

dilakukan secara efisien, efisien, transparan, bertanggungjawab, tertib, adil, patuh,

dan taat pada peraturan perundang-undangan.

Dengan demikian pemerintah daerah harus memenuhi kewajiban-kewajiban yang

telah diatur dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana

telah diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang

Pemerintahan Daerah agar penyelenggaraan otonomi daerah dapat dilaksanakan

dengan baik.

E. Urusan-urusan Pemerintahan Daerah

Melalui sistem pemerintahan daerah, pemerintahan daerah diberi wewenang untuk

mengatur dan mengurus urusan-urusan yang diserahkan kepadanya. Dalam

Pasal 13 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana telah diamandemen

dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 Tentang Pemerintahan

Daerah, urusan wajib yang menjadi kewenangan pemerintahan daerah provinsi

yang merupakan urusan dalam skala provinsi yang meliputi :

1. Perencanaan dan pengendalian pembangunan

2. Perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan tata ruang

3. Penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat

4. Penyediaan sarana dan prasarana umum

7
5. Penanganan bidang kesehatan

6. Penyelenggaraan pendidikan dan alokasi sumber daya manusia potensial

7. Penanggulangan masalah sosial lintas kabupaten/kota

8. Pelayanan bidang ketenagakerjaan lintas kabupaten/kota

9. Fasilitas pengembangan koperasi, usaha kecil, dan menengah termasuk lintas

kabupaten/kota

10. Pengendalian lingkungan hidup

11. Pelayanan pertanahan termasuk lintas kabupaten/kota

12. Pelayanan kependudukan, dan catatan sipil

13. Pelayanan administrasi umum pemerintahan

14. Pelayanan administrasi penanaman modal termasuk lintas kabupaten/kota

15. Penyelenggaraan pelayanan dasar lainnya yang belum dapat dilaksanakan oleh

kabupaten/kota

16. Urusan wajib lainnya yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan

Urusan pemerintahan kabupaten/kota yang bersifat pilihan meliputi urusan

pemerintahan yang secara nyata ada dan berpotensi untuk meningkatkan

kesejahteraan masyarakat sesuai dengan kondisi, kekhasan, dan potensi

unggulan daerah yang bersangkutan.

F. Sistem manajemen pemda

Sistem Manajemen Pemda dijalankan berdasar 3 azas:

[Link]

[Link]

[Link].

8
Ketiga asas tersebut sebenarnya bertujuan unutk memperjelas hubungan

kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, juga tata hubungan antara

lembaga eksekutif daerah dan lembaga perwakilan daerah. Kekuatan sistem

desentralisasi dan otonomi daerah didukung oleh 3 pilar utamanya yakni;

1. Kemampuan daerah untuk mengatur apa2 yang diwujudkan dalam peraturan

daerah bersama wakil rakyat daerah.

2. Didukung oleh kemampuan daerah menggali sumber pendapatan/keuangan

daerah yang bisa digunakan untuk membiayai pembangunan dan pemerintahan

di daerah.

3. Didukung juga oleh sistem manajemen pengelolaan SDM/ kepegawaian daerah

yang profesional dan berkualitas.

Dekonsentrasi merupakan pelimpahan wewenang pemerintah oleh

pemerintah pusat kepada gubernur sebagai wakil pemerintah dan atau kepada

instansi vertikal di bawahnya (Pasal 1 ayat (8) UU No.32/2004). Dalam hal ini

tampak jelas ada upaya resentralisasi yang amat kental. Juga dalam hal banyaknya

pembatalan perda2 oleh pusat. Sedangkan untuk membuat Perda tersebut daerah

telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit.

G. Penerapan POSD (Planning, Organizing, Staffing, Directing) Pemerintah

Daerah

· Planning

Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi,

membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas

kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari

9
semuafungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain—

pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.

Dalam penyelenggaraan pemerintahan, rencana dapat berupa rencana informal atau

rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan

merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi/lembaga. Sedangkan rencana

formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi/lembaga

dalam jangka waktu tertentu. Rencana formal merupakan rencana bersama anggota

korporasi, artinya, setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu.

Rencana formal dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan

kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Stephen Robbins dan Mary Coulter mengemukakan empat tujuan perencanaan.

Pengorganisasian (Organizing)

Prinsip Pengorganisasian Pemda

Pengorganisasian adalah suatu proses pembagian kerja atau pengaturan kerja

bersama dari para anggota suatu organisasi. Dalam pengorganisasian pemerintahan

pada prinsipnya berguna untuk menunjukkan cara-cara tentang upaya

pemberdayaan sumber daya manusia (pegawai) agar dapar bekerja sama dalam

suatu sistem kerja sama dengan harapan dapat mencapai tujuan pemerintah daerah

yang telah ditetapkan. Untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien,

maka pengorganisasian dapat dimaknai sebagai berikut:

a. Cara manajemen merancang struktur formal untuk menggunakan yang

paling efektif sumberdaya-sumberdaya keuangan, fisik, bahan baku, dan pegawai.

b. Pengelompokan kegiatan-kegiatan yang diikuti dengan penugasan seseorang

pimpinan yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok.

10
c. Hubungan-hubungan antara fungsi-fungsi, jabatan-jabatan, tugas-tugas, dan

para

pegawai.

d. Cara pimpinan dalam membagi tugas-tugas lebih lanjut yang harus

dilaksanakan

pada masing-masing unit kerja dengan cara mendelegasikan wewenangnya.

Dari petunjuk di atas, secara umum dapat dipahami bahwa fungsi pengorganisasian

dalam penyelenggaraan pemerintahan merupakan proses pembagian kerja atau

pengelompokan tugas-tugas diantara anggota-anggota pemerintah daerah.

Maksudnya adalah agar tujuan pemerintah secara menyeluruh dapat dicapai secara

efisien mungkin, yaitu memudahkan dalam upaya mencapai tujuan

dengan konsekuensi pemilihan terhadap pemikiran yang lazim tentang

kemampuan memperbesar hasil kerja dengan modal biaya yang serendah-

rendahnya. Menurut [Link], pengorganisasian mencakup beberapa aspek

penting yang menyangkut struktur organisasi, yaitu:

- Departementalisasi, yaitu pengelompokan kegiatan sehingga pekerjaan

yang serupa dan saling berkaitan dapat dilakukan bersama.

- Pembagian kerja, yaitu pemecahan tugas sehingga setiap individu

hanya bertanggung jawab dan melakukan sejumlah kegiatan-kegiatan tertentu

saja.

- Koordinasi, yaitu proses untuk memadukan kegiatan-kegiatan dan sasaran unit-

unit organisasi yang terpisah guna mencapai tujuan bersama secara efisien.

- Rentangan manajemen, berupa banyaknya jumlah bawahan yang

dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang atasan. Dengan adanya

11
pengorganisasian, berarti menunjukkan adanya pengelompokan tugas atau

pekerjaan yang terdiri atas:

- Pengelompokan atas dasar fungsi, yaitu penyesuaian pekerjaan dengan

fungsi tugasnya, misalnya pekerjaan umum (PU) fungsi tugasnya pembuatan

jalan, irigasi, tata bangunan, dan lain-lain tugas yang termasuk dalam

lingkup pekerjaan umum.

- Pengelompokan atas dasar proses, yaitu proses pengelompokan

pekerjaan menjadi kesatuan kegiatan untuk mencapai tujuan organisasi,

misalnya pencarian tambang minyak melalui proses pencarian sumber, proses

pengolahan minyak mentah, dan pemasaran minyak.

- Pengelompokan atas dasar langganan, yaitu pengelompokan dengan

nama organisasi yang menggambarkan langganan, seperti Persatuan pekerja

wanita dan lain-lain.

- Pengelompokan atas dasar produk, yaitu organisasi yang disusun berdasarkan

produk, seperti Industri kerajinan dengan produk tikar, sulaman tapis, dan lain-

lain.

- Pengelompokan atas dasar daerah ( area, teritorial), yaitu organisasi

yang disusun berdasarkan kedaerahan, misalnya Kopertis dearah bagian barat.

Berdasarkan perincian ciri pengorganisasian di atas, maka dapat disipulkan

bahwa prinsip pengorganisasian dalam manajemen meliputi eksistensi tujuan, skala

hierarkis, kesatuan perintah, pelimpahan wewenang, bertanggungjawaban,

pembagian kerja, rentang pengawasan, fungsional, pengelompokan tugas,

keseimbangan/kesesuaian, fleksibelitas, dan kepemimpinan.

12
Pengertian Pengorganisasian

Istilah pengorganisasian mempunyai bermacam-macam pengertain , istilah tersebut

dapat digunakan untuk menunjukkan hal-hal berikut ini :

a. Cara manajemen merancang struktur formal untuk penggunaan yang paling

efektif sumber daya keuangan , fisik , bahan baku , dan tenaga kerja organisasi.

b. Hubungan-hubungan antara fungsi , jabatan , tugas dan para karyawan.

c. Cara dalam mana para manager lebih lanjut tugas-tugas yang harus

dilaksanakan dalam departemen mereka dan mendelagasikan wewenang yang

diperlukan untuk mengerjakan tugas tersebut.

Tujuan Pengorganisasian

Tujuan pengorganisasian adalah agar dalam pembagian tugas dapat

dilaksanakan dengan penuh tanggungjawab. Dengan pembagian tugas diharapkan

setiap anggota organisasi dapat meningkatkan keterampilannya secara khusus

(spesialisasi) dalam menangani tugas-tugas yang dibebankan. Apabila

pengorganisasian itu dilakukan secara serampangan, tidak sesuai dengan bidang

keahlian seseorang, maka tidak mustahil dapat menimbulkan kegagalan dalam

penyelenggaraan pekerjaan itu. Ada beberapa tujuan pengorganisasian, yaitu:

a. Membantu koordinasi, yaitu memberi tugas pekerjaan kepada unit kerja

secara koordinatif agar tujuan organisasi dapat melaksanakan dengan mudah dan

efektif. Koordinasai dibutuhkan tatkala harus membagi unitkerja yang terpisah

dan tidak sejenis, tetapi berada dalam satu organisasi.

b. Memperlancar pengawasan, yaitu dapat membantu pengawasan

dengan menempatkan seorang anggota manajer yang berkompetensi dalam

setiap unit organisasi. Dengan demikian sebuah unit dapat ditempatkan di dalam

organisasi secara keseluruhan sedemikian rupa agar dapat mencapai sasaran

13
kerjanya walaupun dengan lokasi yang tidak sama. Unit-unit operasional yang

identik dapat disatukan dengan sistem pengawasan yang identik pula secara

terpadu.

c. Maksimalisasi manfaat spesialisasi, yaitu dengan konsentrasi kegiatan,

maka dapat membantu seorang menjadi lebih ahli dalam pekerjaan-pekerjaan

tertentu. Spesialisasi pekerjaan dengan dasar keahlian dapat menghasilkan

produk yang berkualitas tinggi, sehingga kemanfaatan produk dapat

memberikan kepuasan dan memperoleh kepercayaan masyarakat pengguna.

d. Penghematan biaya, artinya dengan pengorganisasian, maka akan

tumbuh pertimbangan yang berkaitan dengan efisiensi. Dengan demikian

pelaku organisasi akan selalu berhati-hati dalam setiap akan menambah unit

kerja baru yang notabene menyangkut penambahan tenaga kerja yang relatif

banyak membutuhkan biaya tambahan berupa gaji/upah. Penambahan unit

kerja sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan nilai sumbangan pekerja baru

dengan tujuan untuk menekan upah buruh yang berlebihan.

e. Meningkatkan kerukunan hubungan antar manusia, dengan

pengorganisasian, maka masing-masing pekerja antar unit kerja dapat bekerja

saling melengkapi, mengurangi kejenuhan, menumbuhkan rasa saling

membutuhkan, mengurangi pendekatan materialistis. Untuk ini pihak manajer

harus mampu mengadakan pendekatan sosial dengan penanaman rasa solidaritas

dan berusaha menampung serta menyelesaikan berbagai perbedaan yang bersifat

individual.

Syarat-syarat Pengorganisasian

Dalam pengaturan pembagian kerja yang baik, tentu memerlukan seorang manajer

yang cukup berkemampuan dan berpengalaman di bidangnya. Fungsinya adalah

14
agar jika pada suatu waktu ditemui hambatan, maka seorang manajer yang

bertanggungjawab dalam pengaturan pembagian tugas tidak mengalami kesulitan

dalam mencari jalan keluar. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya dalam rangka

meningkatkan produktivitas dan kepuasan para anggota organisasi. Semakin

banyak pengetahuan dan pemahaman terhadap implikasi pribadi dan sosial tentang

pengorganisasian, maka akan semakin besar pula terciptanya team work yang baik,

sehingga upaya pencapaian tujuan

organisasi benar-benar dapat memberikan kepuasan anggota organisasi

secara menyeluruh dan merata. Ada beberapa syarat utama pengorganisasian,

yaitu:

a. Adanya sekelompok orang yang bekerja bersama

b. Adanya tujuan-tujuan berganda yang hendak dicapai

c. Adanya pekerjaan yang akan dikerjakan

d. Adanya penetapan dan pengelompokan pekerjaan

e. Adanya wewenang dan tanggungjawab

f. Adanya pendelegasian wewenang

g. Adanya hubungan (relationship) antara satu sama lain anggota

h. Adanya penempatan orang-orang yang akan melakukan pekerjaan

i. Adanya tatatertib yang harus ditaati

Fungsi Pengorganisasian / Organizing

Fungsi perngorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada sumber daya

manusia dan sumberdaya fisik lain yang dimiliki perusahaan untuk menjalankan

rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan perusahaan.

· Staffing

15
Fungsi staffing dalam penyelenggaraan pemerintah daerah adalah sebagai suatu

proses prosedur langkah demi langkah yang berkesinambungan untuk menjaga agar

pemerintah daerah selalu memperoleh orang-orang yang tepat dalam posisi yang

tepat pada waktu yang tepat.

Pemilihan dan Penempatan

Jika telah ditentukan kualifikasi untuk masing kedudukan pekerjaan maka

selanjutnya adalah diadakan pemilihan (seleksi) melalui tahapan-tahapan seleksi

mulai test tertulis, kesehatan, test psikologi, wawancara dan surat-surat pernyataan

mengenai kesanggupan kerja dan lokasi penempatan kerja.

Induksi dan Orientasi

Induksi dan orientasi mamberi kepada pegawai baru tentang : Informasi umum

tentang pekerjaan sehari-hari, tinjauan tentang sejarah, lingkungan kantor, visi dan

misi organisasi serta pengembangan kemasa depan. Informasi mengenai kebijakan-

kebijakan organisasi, aturan kerja dan hal-hal mengenai gaji dan tunjangan.

Pemindahan

Pemindahan terdiri dari promosi, mutasi dan demosi. Promosi, adalah memberikan

tanggung jawab dan wewenang yang lebih besar kepada pegawai, dengan kata lain

promosi adalah kenaikan pangkat/jabatan yang lebih tinggi, merupakan salah satu

usaha untuk memajukan/mengembangkan pegawai. Dengan promosi dapat

memberikan pegawai hal-hal sebagai berikut :Mendorong motivasi pegawai,

menaikan semangat/gairah kerja pegawai, menaikan moral dan efisiensi pegawai,

mewujudkan orang yang tepat pada jabatan yang tepat. Mutasi, adalah

memindahkan pegawai dari jabatan yang satu ke jabatan yang lain dalam satu

tingkatan secara horizontal. Tujan mutasi adalah : Untuk mewujudkan penempatan

pegawai pada posisi yang tepat, untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan

16
pada jabatan semula, untuk menjamin kepercayaan bahwa mereka tidak akan

diberhentikan karena kurang cakap pada jabatan semula, menciptakan lingkungan

baru yang mungking akan meningkatkan prestasi kerjanya, demosi adalah suatu

tindakan memberikan kekuasaan dan tanggung jawab yang lebih kecil, dengan kata

lain penurunan pangkat/jabatan karena dinilai kurang cakap dan kurang berprestasi

pada jabatan tersebut.

Penilaian prestasi

Penilaian prestasi adalah salah satu hal yang penting dalan pengorganisasian,

namun dalam pelaksanaannya sangat sulit untuk melihat hasil yang memadai.

Penilaian prestasi dapat dibedakan dalam 2 macam, yaitu formal dan informal.

Penilaian formal dilakukan setiap satu tahun sekali, dengan maksud : Pegawai

mengetahui secara formal nilai prestasi yang diperoleh, mengetahui bawahan yang

memerlukan latihan tambahan merupakan bahan untuk identifikasi untuk promosi

pegawai. Penilaian informal dilakukan dari hari kehari dengan mengatakan kepada

pegawai tentang baik/buruknya pekerjaan yang dilakukan. Cara ini cepat

mendorong prestasi pegawai yang diinginkan dan untuk melakukan perbaikan-

perbaikan atas kesalahan sebelumnya.

· Directing

Directing dalam Pemerintah Daerah

Directing / commanding dalam penyelenggaraan pemerintah daerah berhubungan

dengan usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah, agar tugas dapat

dilaksanakan dengan baik dan benar-benar setuju yang telah ditetapkan semula.

Directing / commanding bukan saja agar pegawai melaksanakan atau tidak

melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasi kegiatan

17
berbagai unsur lembaga agar efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang ditetapkan

sebelumnya. Pengarahan adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua

anggota pemerintah berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan

dan usaha-usaha pemerintah, dalam hal ini adalah tujuan-tujuan yang ingin dicapai

oleh lembaga pemerintah. Termasuk pengertian dari pengarahan dalam hal ini juga

bisa mengarah kepada fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi

bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam

melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik

dan benar-benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula. Directing

bertujuan agar tugas-tugas dapat terselesaikan dengan baik. Para ahli banyak

berpendapat kalau suatu pengarahan merupakan fungsi terpenting dalam

manajemen. Karena merupakan fungsi terpenting maka hendaknya pengarahan ini

benar-benar dilakukan dengan baik oleh seorang pemimpin.

a) Motivasi secara impalist, yakni pimpinan organisasi berada di tengah-tengah para

bawahannya dengan demikian dapat memberikan bimbingan, instruksi, nasehat

dan koreksi jika diperlukan.

B) Adanya upaya untuk mensingkronasasikan tujuan organisasi dengan tujuan

pribadi dari para anggota organisasi.

C) Secara eksplisit terlihat bahwa para pelaksana perasional organisasi dalam

memberikan jasa-jasanya memerlukan beberapa perangsang atau insentif.

Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang menstimulir tindakan-tindakan

agar betul-betul dilaksanakan. Oleh karena tindakan-tindakan itu dilakukan oleh

orang, maka pengarahan meliputi pemberian perintah-perintah dan motivasi pada

18
personalia yang melaksanakan perintah-perintah tersebut. Pengarahan (leading)

adalah untuk membuat atau mendapatkan para karyawan untuk melakukan apa

yang diinginkan, dan harus mereka lakukan. Dikenal sebagai leading,

directing,motivating atau actuating. Pengarahan memiliki beberapa karakteristik:

1. Pervasive Function, yaitu pengarahan diterima pada berbagai level organisasi.

Setiap manajer menyediakan petunjuk dan inspirasi kepada bawahannya.

2. Continous Activity, pengarahan merupakan aktivitas berkelanjutan disepanjang

masa organisasi

3. Human factor, fungsi pengarahan berhubungan dengan bawahan dan oleh karena

itu berhubungan dengan human factor. Human factor adalah perilaku manusia

yang kompleks dan tidak bisa diprediksi.

4. Creative Activity, fungsi pengarahan yang membantu dalam mengubah rencana

ke dalam tindakan. Tanpa fungsi ini, seseorang dapat menjadi inaktif dan sumber

fisik menjadi tak berarti.

5. Executive Function, Fungsi pengarahan dilaksanakan oleh semua manajer dan

eksekutif pada semua level sepanjang bekerja pada sebuah perusahaan, bawahan

menerima instruksi hanya dari atasannya.

6. Delegated Function, pengarahan seharusnya adalah suatu fungsi yang

berhadapan dengan manusia. Atasan harus dapat mengetahui bahwa perilaku

manusia merupakan suatu hal tidak dapat diprediksi dan alami sehingga atasan

seharusnya dapat mengkondisikan perilaku seseorang ke arah tujuan yang

diharapkan.

19
Cara-cara pengarahan yang dilakukan dapat berupa :

- Orientasi merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu

supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik.

- Perintah merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang yang berada di

bawahnya untuk melakukan atau mengulangi suatu kegiatan tertentu pada

keadaan tertentu.

- Pendelegasian wewenang ini pimpinan melimpahkan sebagian dari wewenang

yang dimilikinya kepada bawahannya.

a. Model Tradisional

Tidak lepas dari teori manajemen ilmiah yang dikemukakan oleh Frederic Winslow

taylor. Model ini mengisyaratkan bagaimana manajer menentukan pekerjaan-

pekerjaan yang harus dilakukan dengan system pengupahan intensif untuk memacu

para pekerjaan agar memberikan produktivitas yang tinggi.

b. Model Hubungan Manusiawi

Elton Mayo dan para peneliti hubungan manusiawi lainnya menentukan bahwa

kontrak-kontrak soisal karyawan pada pekerjaannya adalah penting, kebosanan dan

tugas yang rutin merupakan pengurang dari motivasi. Untuk itu para karyawan

perlu dimotivasi melalui pemenuhan kebutuhan-kebutuhan social dan membuat

mereka berguna dan penting dalam organisasi.

c. Model Sumber Daya Manusia

McGregor Maslow. Argyris dan Lkert mengkritik model hubungan manusaiwi

bahwa seorang bawahan tidak hanya dimotivasi dengan memberikan uang atau

keinginan untuk mencapai kepuasan, tapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan

20
memperoleh pekerjaan yang berarti dalam arti lebih menyukai pemenuhan

kepuasan dari suatu prestasi kerja yang baik, diberi tanggung jawab yang lebih

besar untuk pembuatan keputusan dan pelaksanaan tugas.

Fungsi pengarahan adalah suatu fungsi kepemimpinan manajer untuk

meningkatkan efektifitas dan efisiensi kerja secara maksimal serta menciptakan

lingkungan kerja yang sehat, dinamis, dan lain sebagainya. Pengarahan pada

dasarnya akan berkaitan dengan faktor individu dalam kelompok, motivasi dan

kepemimpinan, kelompok kerja dan, komunikasi dalam organisasi.

21
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

- Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi

untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja

organisasi.

- Pengorganisasian adalah suatu proses pembagian kerja atau pengaturan kerja

bersama dari para anggota suatu organisasi.

- Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia

pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja, pengembangannya

sampai dengan usaha agar setiap tenaga petugas memberi daya guna maksimal

kepada organisasi.

- Directing / commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan

usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah, agar tugas dapat

dilaksanakan dengan baik dan benar-benar setuju yang telah ditetapkan semula.

- Definisi Pemerintahan Daerah berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun

2004 sebagaimana telah diamandemen dengan Undang-Undang Nomor 12

Tahun 2008 Tentang Pemerintahan Daerah Pasal 1 ayat (2) adalah sebagai

berikut :

- “Pemerintahan Daerah adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh

pemerintahan daerah dan DPRD menurut asas otonomi dan tugas pembantuan

dengan prinsip otonomi yang seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara

22
Kesatuan Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945”.

B. Saran

Dari analisis yang telah silakukan, saran kami untuk pemerintah daerah adalah agar

meningkatkan kualitas fungsi menejemen dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Baik planning, organizing, saffing dan directing untuk dapat meningkatkan kualitas

pelayanan publik.

23
DAFTAR PUSTAKA

1. Beratha, I Nyoman. (1982). Masyarakat dan Pembangunan Desa. Jakarta

: LP3ES.

2. Hasibuan, S.P Malayu.(1995). Manajemen Dasar, Pengertian dan

Masalah. Jakarta : [Link] Gunung Agung.

3. Kodoatie, J. Robert. (2002). Pengelolaan Sumber Daya Air dalam Otonomi

[Link] : Penerbit Andi.

4. Kusnaka, Adimihardja. (2002). Metode Penelitian Sosial. Bandung : PT.

Remaja Rosdakarya.

5. Koentjaraninggrat. (1986). metode-metode penelitian masyarakat. Jakarta

: Gramedia.

6. Khairudin, SS. (2000). Pembangunan Masyarakat Tinjauan aspek:

sosiologi, ekonomi dan perencanaan. Yogyakarta : Penerbit Liberti

Yogyakarta.

7. Maskun, Sumitro. (1993). Pembangunan Masyarakat Desa (Asas,

Kebijaksanaa, dan Manajemen). Yogyakarta : PT. Media Widya Mandala.

8. Manila, I. GK. (1996). Praktek manajemen Pemerintahan dalam Negri.

Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

24

Anda mungkin juga menyukai