EMITOR: Jurnal Teknik Elektro
EMITOR: Jurnal Teknik Elektro
[Link]
Abstract− The conventional induction motor speed control and monitoring system requires complicated wiring, relatively
long repair times, and it is difficult to obtain accurate data. The purpose of this research is to design a prototype of an
induction motor speed control and monitoring system based on a Programmable Logic Controller (PLC) equipped with
a touch screen. Hardware design includes component selection and design of electrical diagrams. The software design
includes making a ladder diagram as a program to control the variable speed drive which is used to change the frequency of
the motor which in turn regulates the speed of a 3-phase induction motor. A series of tests are carried out to ensure the
software and hardware are working properly. The test results show that the prototype of the induction motor speed control
and monitoring system has worked well. When compared with standard measuring instruments, the prototype produces a
small error of 0.2%. The frequency variation entered into the HMI touch screen from 5 – 50 Hz produces variations in the
rotational speed of a 3-phase induction motor from 120 – 1549 RPM.
Abstrak− Sistem kendali dan monitoring kecepatan motor induksi konvensional memerlukan pengkabelan yang rumit,
waktu perbaikan yang lama, dan sulit mendapatkan data yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang prototipe
sistem kendali dan monitoring kecepatan motor induksi berbasis Programmable Logic Controller yang dilengkapi dengan
layar sentuh. Perancangan perangkat keras meliputi pemilihan komponen dan perancangan diagram kelistrikan. Perancangan
perangkat lunak meliputi pembuatan ladder diagram sebagai program untuk mengontrol variable speed drive yang berfungsi
untuk mengubah frekuensi motor yang selanjutnya untuk mengatur kecepatan motor induksi 3 fasa. Serangkaian pengujian
dilakukan untuk memastikan software dan hardware bekerja sebagaimana mestinya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa
prototipe sistem kendali dan monitoring kecepatan putar motor induksi telah bekerja dengan baik. Ketika dibandingkan
dengan alat ukur standard maka prototipe alat yang dibuat menghasilkan kesalahan pengukuran yang kecil yaitu 0,2%.
Variasi frekuensi yang dimasukkan ke layar sentuh HMI dari 5 – 50 Hz menghasilkan variasi kecepatan putar motor induksi
3 fase dari 120 – 1549 RPM.
Kata Kunci− Control system; monitoring; induction motor speed; touch screen
65
Emitor: Vol. 22 No. 01 Maret 2022 66
nakan untuk mengatur kecepatan putar motor induksi AC dengan bentuk gelombang mendekati sinus. Sete-
tetapi daya keluarannya akan berubah sehingga kiner- lah itu arus dialirkan ke motor listrik dengan frekuensi
janya bisa menurun. Penambahan tahanan luar untuk yang berubah-ubah sehingga diperoleh kecepatan yang
mengatur kecepatan putar hanya dapat dilakukan pada diinginkan [15–17].
motor induksi jenis rotor belitan. Pemanfaatan PLC untuk mengendalikan motor in-
Mayoritas motor induksi yang digunakan di in- duksi telah banyak diterapkan di industri. Sebagian
dustri adalah jenis rotor sangkar tupai. Bertambahnya besar masih memanfaatkan push button, saklar, varia-
beban akan memperbesar kopel motor sehingga slip bel resistor, dan piranti input analog lainnya sebagai
antara medan putar stator dan putaran rotor akan ber- piranti untuk memberi perintah pengendalian. Moni-
tambah besar. Bila beban motor bertambah maka pu- toring dari sistem yang dikendalikan masih banyak
taran rotor cenderung menurun Pengaturan kecepatan yang menggunakan instrumen analog. Dalam pene-
motor induksi 3 fasa dengan mengubah frekuensi dan litian ini diusulkan pemanfaatan layar sentuh sebagai
tegangan sumber dapat dilakukan dengan lebih lelua- piranti penghubung antara manusia dan mesin (Human
sa [1–8]. Sebagian besar dari pengendalian kecepatan Machine Interface, HMI). Melalui layar sentuh terse-
motor induksi masih menggunakan cara konvensional but, operator dapat melakukan perintah pengendalian
atau menggunakan kontaktor magnet [9]. Sistem kon- dan monitoring sistem. Layar sentuh tersebut akan
vensional ini memerlukan pengkabelan (wiring) yang dihubungkan dengan PLC yang merupakan otak dari
cukup rumit, sehingga bila ada kerusakan akan me- keseluruhan sistem kendali. PLC akan dihubungkan
merlukan waktu perbaikan yang relatif lama. Dalam dengan VFD yang merupakan piranti pengatur frekuen-
proses produksi, kehilangan waktu akibat perbaikan si. VFD akan dihubungkan dengan motor induksi yang
berarti kehilangan jumlah produksi dan mengakibatkan merupakan mesin listrik yang kecepatan putarnya di-
kerugian yang cukup besar bagi perusahaan. Sistem tentukan oleh frekuensi sumbernya. Hasil pengolahan
monitoring motor induksi konvensional mengakibatk- data yang sudah diproses oleh PLC dapat ditampilkan
an kesulitan dalam mendapatkan data yang akurat dan pada layar sentuh sehingga operator dapat memonitor
real-time. Terkadang terjadi kesalahan dalam penca- kondisi motor induksi.
tatan parameter motor seperti tegangan dan arus yang Field Oriented Control (FOC) merupakan salah
terbaca pada alat ukur. Kesalahan yang terjadi bisa satu metode lain yang dikembangkan dalam pengaturan
disebabkan kesalahan pembacaan atau kesalahan alat kecepatan motor induksi. Metode ini berguna untuk
ukur. mengatur secara langsung fluks dan torsi motor yang
Pemanfaatan motor induksi untuk menjalankan pada umumnya menggunakan kontrol Proportional Inte-
proses produksi di industri membutuhkan sistem ken- gral (PI), namun kontrol ini memiliki kelemahan dalam
dali yang baik agar menghasilkan produk sesuai de- penentuan konstantanya. Perencanaan dan implemen-
ngan yang diinginkan. Programmable Logic Controller tasi kontrol motor untuk mengatur kecepatan motor
(PLC) dapat dimanfaatkan sebagai otak dalam sistem induksi 3 fasa dilakukan dengan menggunakan fuzzy
kendali dengan cara menghubungkannya pada Variable logic control, artinya fuzzy disini sebagai pengendali
Frequency Drive (VFD). PLC merupakan suatu alat kecepatan motor hingga sesuai dengan keinginan [18].
yang berfungsi untuk mengambil alih rangkaian bebe- Kontrol tegangan dan frekuensi pada motor induksi 3
rapa relay yang terdapat pada sistem kontrol proses fasa mampu menjaga besarnya fluks dan nilai torsi mak-
konvensional. PLC bekerja dengan mengamati masuk- simum agar tetap konstan. Kendali vektor merupakan
an dari sensor-sensor terkait, lalu melakukan serangka- salah satu metode pengontrolan yang dapat diterapkan
ian proses dan tindakan yang dibutuhkan yaitu berupa pada motor induksi. Metode modulasi ruang vektor
menghidupkan atau mematikan luarannya (logic 0 atau (space vector modulation) ditanamkan pada mikrokon-
1, hidup atau mati) [10–13]. VFD merupakan alat yang troler STM32F100 untuk pembangkitan pulsa PWM
digunakan untuk mengatur frekuensi sumber listrik. Ca- inverter sesuai dengan urutan pensaklaran inverter sum-
ra kerja alat ini adalah dengan mengontrol frekuensi ber tegangan 3 fasa (VSI). Lebar pulsa dari tiap pulsa
daya listrik yang memasukkan daya listrik ke motor PWM ditentukan oleh pengaturan variabel waktu dalam
induksi 3 fasa. Perubahan frekuensi akan mengubah SVM. Kontrol sistem dilakukan secara loop terbuka de-
kecepatan putar motor induksi [14]. Untuk mengha- ngan mengubah-ubah nilai set point kecepatan yaitu
silkan listrik AC dengan gelombang sinus diperlukan mengatur nilai frekuensi yang secara bersamaan menga-
rangkaian Pulse Width Modulator (PWM). Rangkai- tur nilai tegangan sesuai nilai indeks modulasi [19, 20].
an ini yang akan mencacah listrik DC menjadi listrik Dalam pengaturan kecepatan motor induksi 3 fasa
doi: 10.23917/emitor.v22i1.15784 67
juga dapat menggunakan inverter sebagai alat yang ber- mesin, serta menentukan perangkat pendukung yang
fungsi untuk mengatur kecepatan motor dengan meng- akan dipakai untuk menyempurnakan kinerja sistem
ubah nilai frekuensi. Untuk mengatur nilai frekuensi kendali. VFD yang digunakan dalam penelitian ini ada-
yang sesuai pada inverter dibutuhkan suatu kontroler. lah telemecanique altivar ATV11HU29M2A. Parame-
Salah satu kontroler yang banyak digunakan adalah ter VFD disesuaikan dengan spesifikasi motor induksi
kontroler PID. Nilai parameter kontrol yang ada pa- yang tercantum dalam name plate seperti tegangan, fre-
da kontroler PID sangat berpengaruh terhadap respon kuensi kerja, daya, dan kecepatan putarnya. Dalam
kecepatan motor, sehingga diperlukan sebuah meto- penelitian ini, sebagai masukan dari VFD menggunak-
de pencarian yang mana digunakan algoritma genetik an sistem digital input yaitu setting drive parameter
dalam penentuan parameter kontrol PID. Penentuan pa- yang ditampilkan pada layar VFD. Sistem digital input
rameter kontrol PID dilakukan dengan lima jangkauan dipilih karena pengaturan frekuensi keluaran dari VFD
pembatasan pada nilai pembangkitan individu sehingga akan dilakukan dengan menggunakan PLC. Penyam-
didapatkan berbagai macam nilai yang berbeda - beda bungan kabel pada VFD cukup penting karena setiap
dan diharapkan sesuai dengan respon kecepatan yang terminal yang dihubungkan ke driver maupun beban
diinginkan [21]. yang berupa motor induksi 3 fasa mempunyai fungsi
Penelitian yang diusulkan menggunakan Program- dan peran yang berbeda-beda. Diagram pengawatan
mable Logic Controller (PLC) Omron Sysmac CP1L VFD ditunjukkan pada gambar 1.
dan menggunakan Variable Frequency Drive (VFD)
ATV 11HU29M2A untuk mengatur frekuensi pada mo-
tor induksi 3 fasa. Layar sentuh digunakan sebagai pi-
ranti penghubung antara manusia dengan sistem kenda-
linya sehingga akan lebih memudahkan operator dalam
mengendalikan dan memonitor kondisi motor induksi.
(a) (b)
Gambar 7: Koneksi semua piranti sistem kendali motor in- Gambar 8. Tampilan layar sentuh HMI pada saat pe-
duksi ngujian Kecepatan putar motor induksi diatur dengan
memanipulasi frekuensi menggunakan prinsip kerja
ii. Prinsip Kerja Perangkat Lunak PWM pada rangkaian di dalam VFD. Pengujian alat ini
menggunakan 10 variasi frekuensi diantaranya 5, 10,
Perancangan perangkat lunak pada penelitian ini di- 15, 20, 25, 30, 35, 40, 45 dan 50 Hz. Tabel 1 menun-
lakukan dengan membuat program pada komponen jukkan hasil pengujian alat dengan variasi frekuensi 5 -
PLC, HMI dan arduino uno. Masing-masing komponen 50 Hz.
memiliki software tersendiri untuk memprogramnya.
Pemrogram PLC dilakukan dengan menggunakan Cx- Tabel 1: Hasil pengujian alat
Programmer, pemrograman HMI dengan menggunakan
Kecepatan putar (RPM)
Nb-Designer, dan pemrograman arduino uno dengan Frekuensi (Hz) Tegangan (Volt)
menggunakan arduino IDE. Prinsip kerja dari program HMI Tachometer
pada PLC, arduino uno, dan HMI yang sudah terkonek- 5 85,5 210 155
si satu sama lain adalah register W1.00 di HMI yang 10 138,3 310 301
berupa button diubah di ladder diagram PLC menjadi 15 182,3 442 440
20 202,6 541 576
relay “nyata” atau output dengan alamat 100.02 dan
25 226,6 722 724
100.03. Data frekuensi yang dimasukkan ke HMI yang 30 232,7 875 869
bernilai 0 - 50 Hz kemudian dimasukkan ke register 35 230,4 1064 1008
PLC dengan alamat D10 yang selanjutnya akan diolah 40 237,1 1129 1151
menggunakan ladder diagram PLC dengan instruksi 45 236,9 1198 1278
scalling untuk mengubah nilai frekuensi tersebut men- 50 241,3 1549 1425
jadi data 0 - 255. Arduino menerima data dari register
D2 PLC dan dipindah ke variabel arduino uno yang
bernama “Omron PLC D0 Value” dengan nilai 0 - 255.
Arduino mengubah data 0 - 255 menjadi 0 - 237 dengan
menggunakan mapping agar tegangan yang dihasilkan
pin PWM arduino uno tidak melebihi tegangan referen-
si pin A1 di VFD. Data dari sensor infrared arduino
diolah menjadi data kecepatan putar motor induksi 3
fasa dimana variabel “Send RPM” arduino dipindah
ke variabel “Omron PLC D2” untuk dikirim ke PLC Gambar 9: Hubungan variasi frekuensi dengan tegangan
yang kemudian diteruskan ke HMI melalui register D2. motor induksi
Setelah diatur parameternya, alat diuji dalam mengatur
kecepatan putar motor induksi 3 fasa berdasarkan pe- Gambar 9 menunjukkan pengaruh variasi freku-
doi: 10.23917/emitor.v22i1.15784 71
ensi terhadap tegangan pada motor induksi 3 fasa. Ke- Gambar 11 menunjukkan hubungan antara freku-
naikan frekuensi berbanding lurus dengan tegangan. ensi dan arus pada motor induksi 3 fasa. Ketika frekuen-
Ketika frekuensi yang dimasukkan pada layar sentuh si yang dimasukkan ke layar sentuh HMI dinaikkan dari
HMI bernilai dari 5 – 25 Hz maka maka tegangan kelu- 5 – 30 Hz maka arus yang diserap oleh motor induksi
aran dari VFD yang mencatu motor induksi juga akan juga akan naik. Ketika frekuensi yang dimasukkan ke
naik. Ketika frekuensi yang dimasukkan pada layar layar sentuh HMI dinaikkan dari 30 – 50 Hz maka arus
sentuh HMI bernilai dari 30 – 50 Hz maka tegangan yang diserap oleh motor induksi akan turun. Arus yang
keluaran dari VFD yang mencatu motor induksi akan mengalir ke setiap belitan motor induksi akan mempu-
stabil sekitar 220 V. nyai sedikit perbedaan nilai antara satu dengan yang
lainnya. Pada saat pengujian dengan frekuensi 5 - 30
Hz motor induksi 3 fasa mengalami kenaikan suhu se-
hingga pengujian dihentikan sekitar 10 menit. Setelah
suhunya normal maka pengujian dilanjutkan kembali.
IV. K ESIMPULAN
Gambar 10: Perbandingan hasil pengukuran kecepatan pu- Prototipe sistem kendali dan monitoring kecepatan pu-
tar motor induksi tar motor induksi dengan menggunakan PLC, HMI dan
arduino uno telah bekerja dengan baik. Ketika diban-
Gambar 10 menunjukkan perbandingan hasil pe- dingkan dengan alat ukur standard maka prototipe alat
ngukuran kecepatan putar motor induksi 3 fasa meng- yang dibuat menghasilkan kesalahan pengukuran yang
gunakan tachometer dan layar sentuh HMI. Hasil pe- kecil yaitu 0,2%. Variasi frekuensi yang dimasukkan
ngujian menunjukkan bahwa ketika frekuensi yang di- ke layar sentuh HMI dari 5 – 50 Hz menghasilkan va-
masukkan ke layar sentuh HMI dinaikkan maka kece- riasi kecepatan putar motor induksi 3 fase dari 120 -
patan putar motor induksi juga akan naik. Grafik antara 1549 RPM. Ketika frekuensi yang dimasukkan ke layar
frekuensi dengan kecepatan putar merupakan fungsi sentuh HMI dinaikkan dari 5 – 30 Hz maka tegangan
linear. Hasil ini sesuai landasan teori yang menyatakan dan arus motor induksi akan naik. Ketika frekuensi
kecepatan putar motor induksi akan berbanding lurus dinaikkan lagi sampai 50 Hz maka tegangan motor in-
dengan kecepatan putar dan berbanding terbalik dengan duksi akan stabil sekitar 220 V sedangkan arusnya akan
jumlah kutubnya. Jumlah kutub motor induksi yang di- turun.
gunakan dalam penelitian tidak diubah-ubah sehingga
kecepatan putar motor induksi hanya dipengaruhi oleh P ERSANTUNAN
frekuensinya saja. Hasil pengukuran kecepatan putar
motor induksi yang ditampilkan oleh HMI dikalibrasi Ucapan terima kasih disampaikan ke Lembaga Ri-
dengan mengunakan alat ukur kecepatan standard yang set dan Inovasi Universitas Muhammadiyah Surakarta
berupa tachometer digital. Hasil pengukuran kedua yang telah mendanai penelitian reguler kompetitif ini.
alat tersebut sebagaimana tercantum pada tabel 1 me-
nunjukkan nilai yang hampir sama. Setelah dihitung, DAFTAR P USTAKA
kesalahan pengukuran (error) dengan menggunakan
[1] A. Nakiya, M. A. Makwana, dan R. G. Ramesh, “An overview
HMI adalah sebesar 0,2% jika dibandingkan dengan of a continuous monitoring and control system for 3-phase
alat ukur standard. induction motor based on programmable logic controller and
scada technology,” Journal of Electrical Engineering and
Technology (IJEET), vol. 4, no. 4, 2013.
[2] Y. P. Su, L. N. Sim, X. Li, H. G. Coster, dan T. H. Chong,
“Anti-fouling piezoelectric pvdf membrane: Effect of morpho-
logy on dielectric and piezoelectric properties,” Journal of
Membrane Science, vol. 620, p. 118818, 2021.
[3] Z. He, F. Rault, M. Lewandowski, E. Mohsenzadeh, dan
F. Salaün, “Electrospun pvdf nanofibers for piezoelectric
applications: A review of the influence of electrospinning
Gambar 11: Hubungan antara frekuensi dengan arus motor parameters on the β phase and crystallinity enhancement,”
induksi Polymers, vol. 13, no. 2, p. 174, 2021.
Emitor: Vol. 22 No. 01 Maret 2022 72
[4] S. Wang, H.-Q. Shao, Y. Liu, C.-Y. Tang, X. Zhao, K. Ke, [13] N. S. Krishna, “Voltage regulation of dc microgrid using plc
R.-Y. Bao, M.-B. Yang, dan W. Yang, “Boosting piezoelectric and scada,” Journal of Advanced Research in Signal Proces-
response of pvdf-trfe via mxene for self-powered linear pres- sing and Applications, vol. 2, no. 1, pp. 24–26, 2021.
sure sensor,” Composites Science and Technology, vol. 202,
[14] T. Aditya, “Research to study variable frequency drive and
p. 108600, 2021.
its energy savings,” International Journal of Science and
[5] M. K. Patel dan H. R. Choksi, “Analysis of induction mo- Research (IJSR), vol. 2, no. 6, pp. 253–256, 2013.
tor speed control using scada based drive operated system,”
[15] M. Deepa, “Design of vfd drive for a 3-phase induction mo-
IJSRD-International Journal for Scientific Research & Deve-
tor,” International Journal of Innovative Research in Science,
lopment, vol. 3, no. 10, 2015.
Engineering and Technology, vol. 4, no. 1, pp. 18 755–18 762,
[6] S. Vidhate, V. Bhojwani, dan O. Mobale, “Scada system 2015.
applied to two-wheeler chassis dynamometer,” in Techno-
Societal 2020. Springer, 2021, pp. 115–127. [16] P. M. Wibowo, M. Haddin, dan A. Marwanto, “Energy saving
analysis of air fan motor in power plant boiler controlled by
[7] W. Udo dan Y. Muhammad, “Data-driven predictive main- variable frequency drive,” International Journal of Power
tenance of wind turbine based on scada data,” IEEE Access, Electronics and Drive Systems, vol. 12, no. 4, p. 2059, 2021.
vol. 9, pp. 162 370–162 388, 2021.
[17] A. C. Sullberg, M. Wu, V. Vittal, B. Gong, dan P. Augustin,
[8] X. Liu, J. Du, dan Z.-S. Ye, “A condition monitoring and “Examination of composite load and variable frequency dri-
fault isolation system for wind turbine based on scada data,” ve air conditioning modeling on fidvr,” IEEE Open Access
IEEE Transactions on Industrial Informatics, vol. 18, no. 2, Journal of Power and Energy, vol. 8, pp. 147–156, 2021.
pp. 986–995, 2021.
[18] R. B. Shirsath dan S. L. Shaikh, “Power optimisation scheme
[9] V. Kodkin, A. Anikin, dan A. Baldenkov, “The analysis of the for electric vehicle using induction motor,” in 2021 Interna-
quality of the frequency control of induction motor carried out tional Conference on Smart Generation Computing, Commu-
on the basis of the processes in the rotor circuit,” in Journal of nication and Networking (SMART GENCON). IEEE, 2021,
Physics: Conference Series, vol. 944, no. 1. IOP Publishing, pp. 1–9.
2018, p. 012052. [19] R. Iqbal, “Pengaturan kecepatan motor induksi 3 fasa meng-
[10] S. P. Jain dan S. L. Haridas, “Energy efficient automized bott- gunakan metode vektor kontrol berbasis jaringan syaraf tiruan
ling plant using plc and scada with speed variable conveyor radial basis function–pd (jst rbf–pd) hybrid,” Ph.D. disserta-
assembly,” IOSR Journal of Electronics and Communication tion, Institut Technology Sepuluh Nopember, 2015.
Engineering, vol. 9, no. 1, pp. 9–14, 2014. [20] D. S. A. Pambudi, M. S. M. Sarwoko, dan E. Kurniaw-
[11] R. Amudhevalli dan T. Sivakumar, “Iot based smart energy an, “Kontrol kecepatan motor induksi tiga fasa menggunak-
metering system for monitoring the domestic load using plc an tegangan dan frekuensi dengan modulasi vektor ruang,”
and scada,” in IOP Conference Series: Materials Science and TEKTRIKA-Jurnal Penelitian dan Pengembangan Telekomu-
Engineering, vol. 1055, no. 1. IOP Publishing, 2021, p. nikasi, Kendali, Komputer, Elektrik, dan Elektronika, vol. 1,
012154. no. 1, 2016.
[12] M. M. Syahid, Y. Badruzzaman, N. F. C. Setyoko et al., [21] F. M. Wildan, E. A. Hakim, dan D. Suhardi, “Sistem pengatur-
“Monitoring and controlling trainer of automatic grain dryer an kecepatan motor induksi tiga fasa menggunakan kontroler
machine based on plc and scada,” JAICT, vol. 7, no. 1, pp. pid berbasis genetic algorithm,” KINETIK, vol. 1, no. 1, pp.
68–73, 2022. 23–32, 2016.