RESUME
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Anak merupakan generasi penerus Bangsa dan Agama yang menjadi tanggung
jawab bagi setiap orang tua untuk dirawat, dijaga serta dididik dengan baik dan benar
agar kelak ia menjadi generasi penerus Bangsa dan Agama yang berguna. Masa anak -
anak dimulai saat usia pra sekolah yakni usia 60-84 bulan hingga anak usia sekolah pada
usia 7 sampai 10 tahun. Dalam masa pertumbuhanya, anak-anak paling rentan terhadap
berbagai penyakit, tak terkecuali demam.
Setiap anak di dunia pernah mengalami demam. Seorang anak dikatakan demam
apabila suhu tubuh melebihi 38 0C (surface body temperature) (Oswari & Sofwan :
2019). Demam diakibatkan oleh kondisi tubuh yang menciptakan lebih banyak panas dari
pada yang dapat dikeluarkan. Pada dasarnya terdapat dua kondisi demam yang
memerlukan pengelolaan yang berbeda. Pertama adalah demam yang tidak boleh terlalu
cepat diturunkan dan yang kedua adalah demam yang membutuhkan pengelolaan segera.
Oleh karena itu pemahaman mengenai pengelolaan demam pada anak yang baik menjadi
sesuatu yang penting untuk dipahami. Pengetahuan ibu sangat menunjang dalam
penatalaksaan demam pada anak, agar tindakan yang diberikannya pada anak yang
mengalami demam dapat sesuai sehingga dapat memberikan pertolongan pertama pada
anak. Pengetahuan ibu yang berbeda akan mengakibatkan penanganan demam pada anak
yang berbeda – beda pula.
Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilaksanakan di Desa Ceubrek Kecamatan
Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen melalui pendataan anak pra sekolah yang
dilaksanakan di Posyandu, peneliti mendapatkan data jumlah anak yang mengalami
demam pada bulan Januari 2024 sebanyak 20 orang, pada bulan Februari sebanyak 15
orang dan pada bulan Maret jumlah anak yang mengalami demam sebanyak 17 orang
(UPTD Puskesmas Peusangan Selatan). Berdasarkan fenomena diatas peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian mengenai Bagaimana Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang
Perawatan Demam dengan Perilaku Ibu dalam Penanganan Demam pada Anak Usia
Prasekolah di Desa Ceubrek Kecamatan Peusangan Selatan Kabupaten Bireun Tahun
2024.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian adalah
“Bagaimana Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Demam dengan Perilaku Ibu
dalam Penanganan Demam pada Anak Usia Prasekolah di Desa Ceubrek Kecamatan
Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen.”
C. Tujuan Penelitian
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana Hubungan
Pengetahuan Ibu Tentang Perawatan Demam dengan Perilaku Ibu dalam Penanganan
Demam pada Anak Usia Prasekolah di Desa Ceubrek.
Namun secara khusus bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan
dan perilaku ibu dalam penanganan demam pada anak usia prasekolah di Desa Ceubrek .
Serta menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku ibu dalam
penanganan demam pada anak usia prasekolah di Desa Ceubrek.
D. Manfaat Penelitian
Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk menambah
pengetahuan dan wawasan peneliti tentang pengetahuan dan perilaku ibu dalam
menangani anak yang mengalami demam. Serta dapat memberi masukan dalam
penerapan ilmu pengetahuan keperawatan yang telah didapatkan selama proses
perkuliahan.
Bagi tenaga kesehatan khususnya perawat, penelitian ini diharapkan dapat menjadi
pembelajaran dalam memahami hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku
ibu dalam penanganan demam pada anak usia prasekolah sehingga dapat membantu
dalam memberikan penanganan pada pasien. Sedangkan bagi institusi kesehatan,
penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai bahan pertimbangan bagi tenaga medis dan
institusi Kesehatan dalam menentukan rencana kerja selanjutnya dalam menangani anak
demam.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Pengetahuan
Menurut Edward Humrey pendidikan adalah sebuah penambahan ketrampilan atau
pengembangan ilmu pengetahuan dan pemahaman sebagai hasil latihan, studi atau
pengalaman. Pengetahuan juga didefinisikan sebagai hasil dari tahu, dan menjadi domain
yang penting dalam membentuk tindakan seseorang (overt behavior). (Munir : 2018)
Tingkat pengetahuan dalam ranah kognitif terdiri dari 6 level (Nurmala : 2018), yaitu
tahu (know), memahami (comprehension), aplikasi (aplication), analisis (analysis),
sintesis (synthesis) dan evaluasi (evaluation). Sedangkan faktor-faktor yang
mempengaruhi pengetahuan adalah terdiri dari pendidikan, media massa/sumber
informasi, sosial budaya dan ekonomi, lingkungan, pengalaman dan usia.
Penilaian tingkat pengetahuan dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok, yaitu
baik (≥76%-100%), cukup (60%-75%), dan kurang (≤60%) (Zulmiyetri, Nurhastuti &
Safarruddin, 2019).
B. Konsep Demam
Demam merupakan suatu keadaan suhu tubuh diatas normal sebagai akibat
peningkatan pusat pengatur suhu di hipotalamus. Sebagian besar demam pada anak
merupakan akibat dari perubahan pada pusat panas (termoregulasi) di hipotalamus.
Seseorang yang menagalami demam, suhu tubuhnya akan berada diatas angka 37°C.
Berdasarkan pengaturan suhu tubuh oleh pusat pengaturan suhu tubuh di
hipotalamus, maka dikenal dengan beberapa jenis demam (NIH : 2019) diantaranya
demam dengan set poit hipotalamus normal, demam dengan set point hipotalamus
meninggi, demam dengan kerusakan set point hipotalamus.
Berdasarkan penyebabnya, ada dua kategori demam yang sering kali diderita anak
yaitu demam non-infeksi yaitu demam yang bukan disebabkan oleh masuknya bibit
penyakit ke dalam tubuh, dan demam infeksi yakni demam yang disebabkan oleh
masukan patogen, misalnya kuman, bakteri, viral atau virus, atau binatang kecil lainnya
ke dalam tubuh. (Widjaja, 2016).