Demam Berdarah Dengue (DBD)
No. ICPC-2 : A77 Viral Disease Other (NOS)
No. ICD-10 : A91 (Dengue Haemorrhagic Fever)
Tingkat Kemampuan 4A
I. Masalah Kesehatan :
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh infeksi virus
Dengue yang bertransmisi melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes
albopictus. Penyakit DBD muncul sepanjang tahun dan dapat diderita seluruh
kalangan usia. Kemunculan penyakit ini sendiri berkaitan erat dengan perilaku
masyarakat dan kondisi lingkungan.
Penyakit demam berdarah masih menjadi salah satu wabah yang perlu
diperhatikan. Setiap tahun, angka kasus demam berdarah terus meningkat ketika
musim hujan terutama pada kalangan anak usia sekolah. Bahkan hingga dapat
menyebabkan kematian pada anak jika penanganannya terlambat, karna beberapa
orang tua masih menyepelekan gigitan nyamuk juga mengura jika demam yang
terjadi itu demam biasa yang akan hilang dalam beberapa hari. Sehingga saat
diabaikan virus-virus itu sudah berkembang. Dan menyebabkan kondisi tubuh
semakin parah, apalagi jika anak-anak yang terkena DBD ini..
II. Hasil Anamnesis (Subjective) Keluhan :
Pasien datang biasanya dengan keluhan demam tinggi mendadak sejak 3 hari
yang lalu, tidak turun meski sudah diberi obat penurun panas. Demam berlangsung
terus-menerus, disertai dengan nyeri kepala hebat, terutama di dahi dan belakang
mata. Demam juga biasanya muncul pada sore hingga malam hari semakin tinggi.
Pasien juga mengeluhkan nyeri sendi dan otot ("nyeri tulang"), lemas, mual, dan
nafsu makan menurun. Pasien juga mulai mengeluhkan perut terasa nyeri dan
muncul bintik-bintik merah di kulit lengan dan kaki.
Biasanya disertai dengan gejala local antara lain seperti nyeri menelan, batuk,
dan pilek. Jika pasien anak dalam kondisi syok, biasanya anak merasa lemah, gelisah,
atau mengalami penurunan kesadaran.
III. Hasil Pemeriksaan Fisik dan penunjang sederhana (Objective) :
1. Pemeriksaan Fisik
Berdasarkan kriteria WHO 2011 diagnosis DBD ditegakkan bila semua
semua hal dibawah ini terpenuhi :
a. Demam tinggi selama 2-7 hari. Dengan suhu > 37oC
b. Manifestasi pendarahan dapat berupa dari salah satu berikut tes torniket
positif, petekie, ekimosis atau purpura, atau perdarahan dari mukosa, saluran
pencernaan, tempat injeksi, atau perdarahan dari tempat lain;
c. Nyeri kepala, myalgia, artralgia, nyeri retoorbital
2. Pemeriksaan Penunjang
Penegakan diagnosis DBD tidak menggunakan pemeriksaan darah
lengkap serial. Pemeriksaan penunjang berupa hasil laboratorium untuk darah
lengkap atau darah rutin terutama hematocrit dan trombosit perlu dilakukan secara
serial sesuai dengan PNPK tatalaksana Infeksi Dengue Anak dan Remaja Nomor
(HK.01/Menkes/4636/2021), pemeriksaan serial, atau berulang pada pasien DBD
dilakukan untuk evaluasi efektivitas terapi pada pasien selama
[Link] DBD dengan DD dibedakan dari adanya kebocoran plasma
yang terjadi yaitu nilai hematocrit mengalami kenaikan >20%. Juga hasil
trombosit ≤100.000 sel/mm³; Leukopenia < 4000/UL. Serologi dengue dengan tes
NS1 dan IgG dan IgM anti Dengue.
Terdapat minimal satu tanda-tanda plasma leakage (kebocoran plasma) sebagai
berikut:
a. Peningkatan hematokrit / hemokonsentrasi ≥20% dibandingkan standar sesuai
dengan umur dan jenis kelamin;
b. Penurunan hematokrit >20% setelah mendapat terapi cairan, dibandingkan
dengan nilai hematokrit sebelumya; dan/atau
c. Terdapat tanda kebocoran plasma seperti efusi pleura, asites atau
hipoproteinemia/ hipoalbuminemia
Perbedaan utama antara DD dan DBD adalah terjadinya kebocoran plasma
pada DBD sedangkan pada DD tidak ada.
Faktor Resiko
Ada beberapa faktor dugaan penyebab seseorang mengalami Demam Berdarah Dengue
(DBD) antara lain sebagai berikut :
- Sanitasi yang kurang baik, karna nyamuk penyebab DBD ini senang berkembang biak
di genangan air, sehingga jika tidak rutin menguras atau menutup bak kamar mandi
rumah yang dapat menyebabkan nyamuk berkembang biak dengan baik disana.
- Tinggal di daerah padat penduduk, banyak genangan air di sekitar rumah. Tidak rutin
melakukan fogging. Pasien tidak tidur memakai kelambu atau lotion anti nyamuk.
- Daya tahan tubuh yang kurang baik
Penatalaksanaan
a. Tatalaksana pasien DBD pada Dewasa
b. Alur Tatalaksana Infeksi
Dengue pada Anak dan
Remaja
1. Dengue Tanpa Tanda Bahaya
- Kriteria: Demam tinggi mendadak, Nyeri otot/sendi, Nyeri kepala, Ruam kulit,
Tanpa tanda perdarahan berat atau syok
- Tatalaksana:
a. Anjurkan istirahat cukup
b. Beri oral rehidrasi (air putih, oralit, jus, sup, dll.)
c. Antipiretik: Paracetamol (10–15 mg/kgBB tiap 4–6 jam, max 4x/hari), Hindari
aspirin & ibuprofen (risiko perdarahan)
d. Edukasi untuk waspada terhadap tanda bahaya
- Monitoring:
a. Tanda vital harian
b. Periksa hematokrit & trombosit (tiap 24 jam atau sesuai kondisi)
2. Dengue Dengan Tanda Bahaya
- Tanda bahaya: Nyeri perut hebat, Muntah terus-menerus, Pendarahan
(hidung, gusi, tinja hitam), Lemas berat, Gelisah, perubahan kesadaran,
Hepatomegali >2 cm, Peningkatan hematokrit dengan trombosit menurun
- Tatalaksana:
a. Terapi cairan intravena: Gunakan cairan kristaloid: NaCl 0,9% atau Ringer
Laktat. Rumus:
Fase awal (syok kompensasi): 5–7 ml/kg/jam selama 1–2 jam
Lanjutkan: 3–5 ml/kg/jam selama 2–4 jam → turunkan bertahap sesuai
respons klinis
a. Pantau:
a. Nadi, tekanan darah, CRT (capillary refill time), urin output, kesadaran
b. Hematokrit, trombosit (setiap 6–12 jam)
b. Transfusi darah, bila perdarahan berat atau syok tidak responsif terhadap cairan