0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan21 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas studi kelayakan bisnis, yang merupakan evaluasi komprehensif untuk menentukan apakah suatu proyek atau usaha layak dilakukan. Selain itu, juga dijelaskan tentang aspek pemasaran, sumber daya manusia, dan operasional yang penting dalam perencanaan dan pelaksanaan bisnis. Tujuan utama studi kelayakan adalah untuk menghindari risiko kerugian dan memudahkan perencanaan serta pengawasan bisnis.

Diunggah oleh

nanda anggun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan21 halaman

Bab Ii

Dokumen ini membahas studi kelayakan bisnis, yang merupakan evaluasi komprehensif untuk menentukan apakah suatu proyek atau usaha layak dilakukan. Selain itu, juga dijelaskan tentang aspek pemasaran, sumber daya manusia, dan operasional yang penting dalam perencanaan dan pelaksanaan bisnis. Tujuan utama studi kelayakan adalah untuk menghindari risiko kerugian dan memudahkan perencanaan serta pengawasan bisnis.

Diunggah oleh

nanda anggun
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Studi Kelayakan Bisnis


2.1.1. Pengertian Studi Kelayakan Bisnis
Pengertian studi kelayakan bisnis adalah penelitian dan penilaian tentang dapat
tidaknya suatu proyek dilakukan dengan berhasil (menguntungkan). Pengertian
menguntungkan berhasil atau layak, ada yang menafsirkan dalam arti sempit dan arti
luas. Pengertian arti sempit, biasanya pihak swasta yang lebih berminat tentang
manfaat ekonomi suatu investasi. Pengertian dalam arti luas, biasanya pemerintah atau
lembaga non profit disamping manfaat ekonomi masih ada manfaat lain yang perlu
diperhatikan dan dipertimbangkan (Ichsan et al., 2019) Selanjutnya pengertian Studi
Kelayakan Bisnis menurut Kasmir dan Jakfar 2003 (Ichsan et al., 2019 : 3) adalah
suatu kegiatan yang mempelajari secara mendalam tentang suatu kegiatan atau usaha
yang akan dijalankan, untuk menentukan layak atau tidaknya suatu bisnis dijalankan.
Studi kelayakan usaha dapat diartikan dengan melakukan kajian dan tidak
memperluas suatu proyek utilitas untuk menentukan apakah proyek tersebut layak
dilaksanakan atau tidak. Studi kelayakan bisnis yang dilakukan secara profesional
dapat berperan penting dalam proses pengambilan keputusan investasi (Arifudin et al.,
2020). Studi kelayakan bisnis adalah proses evaluasi komprehensif yang dilakukan
sebelum memulai bisnis baru atau proyek besar. Tujuannya adalah untuk menilai
apakah suatu ide bisnis layak atau tidak. Studi kelayakan bisnis menganalisis berbagai
aspek untuk membuat investasi menguntungkan dan berkelanjutan. Beberapa di
antaranya termasuk penilaian pasar, keuangan, hukum, budaya dan administrasi.
Kajian bisnis merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk menyimpulkan
apakah pemikiran bisnis itu mungkin atau tidak. Suatu ide bisnis dikatakan praktis
apabila ide tersebut dapat lebih bermanfaat bagi semua kalangan (mitra) dibandingkan
akibat buruk yang ditimbulkannya. Sebagaimana dikemukakan Kasmir dan Jakfar,
studi terhadap suatu perusahaan dapat dilihat melalui operasional bisnis perusahaan
dari dalam dan luar untuk memutuskan apakah perusahaan tersebut layak atau tidak
(Rofa et al., 2021). Sebelum mulai menulis rencana bisnis, penting untuk menentukan
terlebih dahulu bagaimana, di mana dan untuk siapa perusahaan akan menjual produk
atau layanan. Perusahaan juga perlu menilai pesaing dan mencari tahu berapa banyak

6
uang yang perusahaan perlukan untuk memulai bisnis dan yang paling penting, berapa
banyak uang yang dibutuhkan untuk menjalankannya dengan lancar hingga didirikan.
Studi profitabilitas bisnis juga membahas pertanyaan penting seperti di mana (dan
bagaimana) bisnis beroperasi. Studi kelayakan yang dilakukan dengan benar akan
memberi gambaran mendetail tentang semua bagian berbeda dari bisnis Anda untuk
menentukan apakah bisnis tersebut dapat berhasil.

2.1.2. Karakteristik Kelayakan Bisnis


Dalam hal ini disebutkan bahwa suatu perusahaan dianggap layak apabila
struktur pembaharuan diawali dengan analisis peluang, pembaharuan merupakan
perpaduan antara persepsi dan pemahaman, pembaharuan efektif, sederhana dan
fokus, pembaharuan dimulai dari hal yang kecil, dan kesuksesan adalah keberhasilan.
tujuan pembaruan manajemen

2.1.3. Tujuan dan Manfaat Studi Kelayakan Bisnis


Tujuan Studi Kelayakan Bisnis yang dikutip dalam buku (Ichsan et al., 2019),
ada lima tujuan mengapa sebelum suatu usaha atau proyek dilaksanakan perlu
dilakukan studi kelayakan yaitu:
a) Menghindari resiko kerugian Studi kelayakan bisnis bermanfaat untuk membantu
pelaku bisnis menghindari resiko kerugian. Jika pelaku bisnis melewatkan studi
kelayakan bisnis dalam perencanaan bisnisnya, ia akan kesulitan untuk
mengetahui apakah bisnis tersebut dapat mendatangkan keuntungan atau justru
kerugian untuknya. Dengan adanya studi kelayakan bisnis, pelaku bisnis dapat
menghindari resiko kerugian dengan langkah menunda atau membatalkan rencana
bisnis yang mendapatkan penilaian tidak layak dalam studi kelayakan bisnis.

b) Memudahkan perencanaan bisnis Studi kelayakan bisnis dapat membantu pelaku


bisnis untuk menyusun rencana kegiatan bagi perusahaan. Studi kelayakan bisnis
yang telah dilakukan sebelum bisnis dibangun akan memudahkan pelaku bisnis
menentukan program perusahaan seperti apa yang dapat mendatangkan benefit
lebih bagi perusahaan.
c) Memudahkan pelaksanaan bisnis Studi kelayakan bisnis akan berguna untuk
membantu pelaku bisnis merealisasikan program-program perusahaan. Pelaku

7
bisnis dapat mengevaluasi kebijakan apa yang sekiranya akan memberikan
keuntungan dan kebijakan apa yang justru akan menimbulkan kerugian.
d) Memudahkan pengawasan Studi kelayakan bisnis memiliki banyak aspek untuk
diteliti. Laporan dari berbagai aspek yang diteliti dalam studi kelayakan bisnis ini
nantinya akan memudahkan pelaku bisnis untuk melakukan pengawasan pada
perusahaannya. Studi kelayakan bisnis juga memudahkan pelaku pengawasan
untuk memberikan data jika sewaktu-waktu dilaksanakan audit, baik secara
internal maupun eksternal.
e) Memudahkan pengendalian Studi kelayakan bisnis berguna pula untuk
memudahkan proses pengendalian dalam perusahaan. Jika sewaktu-waktu terjadi
gangguan, pelaku bisnis dapat dengan cepat menentukan aspek mana yang
menjadi pusat dari kekacauan tersebut. Selanjutnya, pelaku bisnis dapat dengan
cepat pula mengendalikan masalah yang muncul dengan mencari solusi
berdasarkan studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan sebelumnya.

Adapun manfaat studi kelayakan bisnis menurut (Sunarji Harahap 2018)


dibedakan menjadi 2 yaitu:
a) Pihak pertama ( bagi analis)
1. Memberikan informasi tentang bagaimana memikirkan suatu (masalah) secara
sistematis (koheren) dan menemukan jawabannya.
2. Gunakan bidang penelitian yang berbeda dan gunakan sebagai bantuan internal
dalam perhitungan/pengukuran, evaluasi dan pencarian penilaian.
3. Melakukan studi kelayakan berarti studi komprehensif terhadap target bisnis
dan persiapannya, banyak pembelajaran dan pengalaman yang berharga.
b) Pihak Kedua (Masyarakat)
1. Calon Investor
Dalam melakukan evaluasi SKB, calon investor lebih fokus pada aspek
ekonomi dan finansial, karena aspek inilah yang dapat menentukan return on
capital (IRR), arus kas pelunasan dan tentunya perkiraan keuntungan. Di sini
mereka juga dapat menghitung manfaat dan risiko yang mungkin mereka
hadapi.
2. Mitra ekuitas

8
Calon investor biasanya membutuhkan mitra modal ventura baik perorangan
maupun perusahaan. Hasil studi kelayakan ini membantu meyakinkan calon
investor mitranya.
3. Perbankan
Prosesnya memerlukan persetujuan kredit bank,rekomendasi kelayakan
proyek, diperlukan SKB.
4. Pemerintah
Studi kelayakan biasanya berkaitan dengan aspek hukum dan izin (izin prinsip
dan izin kegiatan proyek).
5. Manajemen Perusahaan
SKB untuk pengembangan usaha baru berkaitan dengan manajemen,
khususnya pengelola.
6. Masyarakat
Penilaian publik terhadap suatu proyek atau perusahaan acuan, biasanya terkait
dengan AMDAL (dampak lingkungan). AMDAL ini biasanya dirancang untuk
proyek-proyek besar.

2.2. Aspek Pemasaran


2.2.1. Pengertian Pemasaran
Pengertian pemasaran sebagaimana yang dikemukakan oleh Kotler adalah suatu
proses sosial dan manajerial dengan mana Individu dan kelompok memperoleh apa
yang dibutuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk
dan nilai dengan pihak lain. Pemasaran dapat pula diartikan sebagai upaya
untuk menciptakan dan menjual produk kepada berbagai pihak dengan maksud
tertentu. Pemasaran berusaha menciptakan dan mempertukarkan produk, baik barang
maupun jasa, kepada konsumen di pasar. Aspek pemasaran meliputi segmentasi pasar,
pasar sasaran, dan posisi pasar. (Adnyana, 2020)

2.2.2. Segmentasi Pasar, Pasar Sasaran, dan Posisi Pasar


1. Segmentasi pasar
Segmentasi pasar dapat diartikan sebagai suatu kegiatan membagi pasar menjadi
beberapa kelompok pembeli yang berbeda yang memerlukan produk atau marketing
mix yang berbeda pula. Dalam melakukan segmentasi pasar itu sendiri, terdapat
beberapa variabel yang harus diperhatikan agar segmentasi yang telah dilakukan tepat

9
sasaran. Variabel untuk melakukan segmentasi terdiri dari segmentasi pasar konsumen
dan segmentasi pasar industrial. Variabel utama untuk melakukan segmentasi menurut
Kotler (Dalam Adnyana, 2020), yaitu sebagai berikut.
a. Segmentasi berdasarkan geografis (bangsa, provinsi, kabupaten, kecamatan,
iklim);
b. Segmentasi berdasarkan demografis (umur, jenis kelamin, ukuran keluarga,
daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras);
c. Segmentasi berdasarkan psikografis (kelas sosial, gaya hidup, karakteristik
kepribadian); dan
d. Segmentasi berdasarkan perilaku (pengetahuaan, sikap, kegunaan, tanggap
terhadap suatu produk).
2. Pasar Sasaran (Market Targeting)
Pengertian menetapkan pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktifan setiap
segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani.
Kegiatan menetapkan pasar pada dasarnya mencakup hal-hal sebagai berikut.
(Adnyana, 2020)
a. Evaluasi Segmen Pasar
1) Ukuran dan pertumbuhan segmen, seperti data penjualan terakhir, proyeksi
laju pertumbuhan, dan margin laba dari setiap segmen.
2) Struktural segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas.
3) Sasaran dan sumber daya perusahaan.
b. Memilih segmen, yaitu menentukan satu atau lebih segmen yang memilki nilai
tinggi bagi perusahaan, menentukan segmen mana dan berapa banyak yang
dapat dilayani.
1) Pemasaran serbasama, yaitu melayani semua pasar dan tawaran pasar dalam
arti tidak ada perbedaan.
2) Pemasaran serbaaneka, yaitu merancang tawaran untuk semua pendapatan,
tujuan, atau kepribadian. Misalnya dengan membedakan desain produk
yang ditujukan untuk industri mobil.
3) Pemasaran terpadu, yakni khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas.
3. Posisi Pasar (Market Positioning)
Menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atas suatu pasar. Tujuan
penetapan posisi pasar (martket positioning) adalah untuk membangun dan

10
mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam benak
konsumen. (Adnyana, 2020)

2.2.3. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


1. Produk (Product)
Produk adalah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.
Dalam pemasaran, produk adalah segala sesuatu yang bisa ditawarkan ke pasar
dan dapat memenuhi kebutuhan konsumen. (Adnyana, 2020)
2. Harga (Price)
Harga adalah sejumlah uang yang diserahkan dalam pertukaran untuk
mendapatkan suatu barang atau jasa. Unsur-unsur di dalamnya antara lain
mencakup daftar harga, potongan, bonus, jangka waktu pembayaran, aturan
kredit. (Adnyana, 2020)
3. Promosi (Promotion)
Aspek ini berhubungan dengan berbagai usaha untuk memberikan informasi pada
pasar tentang produk atau jasa yang dijual, tempat dan saatnya. Unsur-unsur di
dalamnya antara lain mencakup promosi penjualan, periklanan, tenaga penjualan,
hubungan masyarakat. (Adnyana, 2020)
4. Saluran Distribusi (Place)
Penentuan lokasi beserta saran dan prasaran pendukung menjadi sangat penting,
hal ini disebabkan agar konsumen mudah menjangkau setiap lokasi yang ada.
Unsur-unsur di dalamnya antara lain: saluran distribusi, cakupan, lokasi,
pergudangan dan transportasi. (Adnyana, 2020)
5. Orang (People)
SDM merupakan komponen penting dalam strategi marketing mix 7p. Aspek
sumber daya manusia sangat menentukan maju atau tidaknya sebuah perusahaan.
6. Proses (Process)
Proses adalah semua prosedur, mekanisme, dan rutinitas yang digunakan dalam
penyampaian layanan atau produk kepada pelanggan. Proses ini mencakup
berbagai tahapan mulai dari produksi hingga pengiriman dan layanan purna jual.
7. Bukti Fisik (Phisycal Evidence)
Semua elemen fisik yang membantu pelanggan mengevaluasi dan membentuk
persepsi terhadap produk atau layanan yang ditawarkan. Bukti fisik memainkan

11
peran penting dalam memberikan kenyamanan, kepercayaan, dan persepsi
kualitas kepada pelanggan.

2.3. Aspek Sumber Daya Manusia


2.3.1. Pengertian Sumber Daya Manusia
Studi aspek sumber daya manusia bertujuan untuk mengetahui apakah dalam
pembangunan dan implementasi bisnis diperkirakan layak atau sebaliknya dilihat dari
ketersediaan SDM. (Sugiyanto et al., 2020)
Rencana bisnis yang akan diimplementasikan melalui pembangunan proyek
bisnis secara rutin memerlukan kelayakan aspek SDM-nya. Kesuksesan suatu
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan sebuah proyek bisnis sangat tergantung
pada SDM yang solid antara satu sama lain. Membangun sebuah tim yang efektif
merupakan suatu kombinasi antara seni dan ilmu pengetahuan. Dalam membangun
sebuah tim yang efektif, pertimbangan harus diadakan bukan hanya pada keahlian
teknik para manajer atau anggota tim semata, tetapi juga pada peranan penting dan
keselarasan dalam bekerja. (Sugiyanto et al., 2020)

2.3.2. Kompensasi
Kompensasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang diterima karyawan
sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Sebelum kompensasi diberikan, terlebih dahulu
dilakukan proses kompensasi, yaitu suatu jaringan berbagai subproses untuk
memberikan balas jasa kepada karyawan bagi pelaksanaan pekerjaan dan untuk
memotivasi mereka agar mencapai tingkat prestasi yang diinginkan. Imbalan atau jasa
yang diterima karyawan dibagi atas dua macam, yaitu imbalan yang bersifat finansial
dan nonfinansial. (Sugiyanto et al., 2020)

2.4. Aspek Operasional


2.4.1. Pengertian Aspek Operasional
Aspek operasional mengacu pada semua aktivitas, proses, dan sumber daya
yang terlibat dalam menjalankan bisnis sehari-hari. Ini mencakup bagaimana suatu
organisasi mengelola dan mengoptimalkan operasionalnya untuk memastikan bahwa
produk atau layanan disediakan kepada pelanggan dengan cara yang paling efisien dan
efektif.

12
Tujuan analisis aspek operasional adalah untuk meyakini apakah secara
operasional, rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak layak, baik pada
saat pembangunan proyek maupun pada saat operasionalisasi secara rutin. (Adnyana,
2020)

2.4.2. Perencanaan Letak Usaha


Sebelum suatu perusahaan memulai operasi produksinya, pemilik perusahaan
harus menentukan terlebih dahulu dimana letak gedung perusahaan tersebut karena
lokasi merupakan faktor penting bagi perusahaan dalam mempengaruhi kedudukan
perusahaan pada persaingan dan menentukan kelangsungan hidup perusahaan tersebut.
Dalam menentukan lokasi perusahaan atau pabrik, diperlukan faktor-faktor yang harus
diperhatikan agar memperoleh keuntungan dalam jangka panjang, termasuk
pertimbangan mengenai untuk memperbesar atau memperluas pabrik pada masa yang
akan datang. (Adnyana, 2020)

2.4.3. Persediaan Barang


Persediaan barang biasanya digunakan untuk mengantisipasi permintaan
konsumen yang meningkat secara tajam, atau untuk mensuplai kekurangan bahan
baku. Persediaan barang yang tidak lancar akan mengurangi jumlah barang jadi yang
dapat dihasilkan. Jumlah persediaan barang hendaknya sesuai dengan kebutuhan,
yakni jangan terlalu banyak atau terlalu [Link] mengendalikannya diperlukan
suatu manajemen persediaan. Manajemen persediaan barang terbagi 2, yaitu yang
permintaannya bersifat independen, dimana sifat permintaan bahan bakunya tidak
tergantung pada produksi barang lain dan yang bersifat dependen, dimana sifat
permintaan barang tergantung pada jumlah suatu produk yang dibuat. (Sugiyanto et
al., 2020)

2.5. Aspek AMDAL


2.5.1. Pengertian Aspek AMDAL
Pengertian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL) menurut PP no. 27
Tahun 1999 Pasal 1 adalah telaahan secara cermat dan mendalam tentang dampak
besar dan penting suatu rencana usaha dan kegiatan. Arti lain dari AMDAL adalah
teknik untuk menganalisis apakah proyek yang akan dijalankan dapat mencemarkan

13
lingkungan atau tidak. Apabila pelaksanaan proyek dinilai akan mencermarkan
lingkungan, maka perlu dicari jalan alternatif pencegahannya. (Adnyana, 2020)
Studi aspek lingkungan hidup bertujuan untuk menentukan apakah secara
lingkungan hidup, misalnya udara, dan air, rencana bisnis diperkirakan dapat
dilaksanakan secara layak atau sebaliknya. (Sugiyanto et al., 2020)

2.5.2. Dampak Yang Ditimbulkan


Dengan adanya kegiatan investasi atau usaha, maka komponen lingkungan
hidup di atas secara otomatis akan berubah dengan menimbulkan berbagai dampak,
terutama dampak negatif. Dalam hal ini, dampak-dampak yang mungkin timbul akibat
tidak dilakukannya AMDAL secara baik dan benar antara lain sebagai berikut.
(Adnyana, 2020)
1. Dari Segi Tanah dan Kehutanan
a. Menjadi tidak subur, gersang, atau tandus, sehingga sangat merugikan sektor
pertanian.
b. Menimbulkan terjadinya erosi atau bahkan banjir apabila hutan yang ada di
sekitar proyek ditebang secara tidak teratur.
c. Tailing bekas pembuangan hasil pertambangan akan merusak aliran sungai
berikut hewan dan tanaman di sekitarnya.
d. Pembabatan hutan yang tidak terencana akan merusak lingkungan secara
keseluruhan dan rusaknya hutan sebagai sumber resapan air.
e. Punahnya keanekaragaman hati, baik fauna maupun flora, akibat rusaknya
hutan alam yang terkena dampak dengan adanya proyek atau usaha.
2. Dari Segi Air
a. Mengubah warna, dari yang semula bening dan jernih menjadi kuning atau
hitam, sehingga tidak dapat digunakan lagi untuk keperluan, seperti air minum,
mencuci, dan keperluan lainnya.
b. Berubah rasa, sehingga berbahaya untuk dijadikan air minum karena mungkin
mengandung zat-zat yang berbahaya.
c. Berbau busuk atau menyengat, sehingga sangat mengganggu lingkungan
disekitarnya.
d. Mengering, yakni apabila proyek yang dijalankan menggunakan air sungai atau
air tanah secara berlebihan, sehingga air di sekitar lokasi menjadi berkurang.
e. Matinya binatang air dan tanaman sekitar akibat air berubah warna dan rasa.

14
f. Menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran terhadap air bila
dikonsumsi atau digunakan untuk berbagai keperluan.
3. Dari Segi Udara
a. Udara disekitar lokasi menjadi berdebu, misalnya akibat proyek-proyek
tertentu, seperti proyek batu kapur atau semen, sehingga udara di sekitarnya
menjadi tidak sehat.
b. Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti
proyek bahan kimia.
c. Menimbulkan aroma yang tidak sedap, seperti berbau tajam, menyengat,
busuk, misalnya usaha peternakan atau industri makanan.
d. Dapat menyebabkan suhu udara menjadi panas akibat keluaran industri
tertentu.
4. Dari Segi Manusia
a. Akan menimbulkan berbagai penyakit terhadap karyawan perusahaan yang
bersangkutan dan masyarakat sekitar lokasi proyek.
b. Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat berubahnya
struktur penduduk.
c. Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat seiring dengan perubahan
perkembangan di daerah tersebut.
Dampak yang akan timbul sebagaimana yang telah diuraikan di atas perlu
dicarikan alternatif penyelesaiannya seperti berikut. (Adnyana, 2020)
1. Dari Segi Tanah
a. Melakukan terhabilitas terhadap lahan kritis melalui penghijauan (reboisasi)
untuk menghindari dampak banjir, longsor, atau mengatasi tanah gersang.
b. Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian yang
menyebabkan tanah menjadi berlubang-lubang
2. Dari Segi Air
a. Memasang filter atau saringan air sehingga air yang keluar dari pembuangan
sudah bersih dan sehat tentunya.
b. Membuat saluran pembungan yang teratur ke daerah tertentu sehingga tidak
mengganggu aktivitas masyarakat.
c. Memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar, seperti
bahan-bahan kimia yang dapat mematikan makhluk yang mengonsumsi atau
hidup di dalam air tersebut.

15
3. Dari Segi Udara
a. Memasang filter atau saringan udara untuk menghindari asap dan debu atau
sumber polusi lainnya.
b. Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara yang bising.
4. Dari Segi Karyawan
a. Menggunakan peralatan pengaman seperti masker, baju kerja yang aman, atau
alat pengaman lainnya.
b. Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja yang terlibat
dalam perusahaan tersebut.
c. Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat
dengan proyek.
5. Dari Segi Masyarakat Sekitar
a. Menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat.
b. Memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman dengan penggantian yang
wajar jika diperkirakan kondisi proyek benar-benar membahayakan kesehatan.

2.6. Aspek Hukum


2.6.1. Pengertian Aspek Hukum
Studi kelayakan merupakan hal yang perlu dilakukan ketika merintis sebuah
bisnis, termasuk kaitannya dalam aspek hukum. Hal ini dikarenakan ada banyak
manfaat yang akan didapatkan dengan melakukan studi kelayakan bisnis pada aspek
hukum (Triansyah et al.,2023 : 30). Beberapa manfaat tersebut adalah :
1. Memperkecil resiko kerugian
2. Mempermudah perencanaan bisnis
3. Melancarkan pelaksanaan bisnis
4. Mempermudah pengendalian
Aspek hukum digunakan untuk meneliti kelengkapan, kesempurnaan, dan
keaslian dari dokumen yang dimiliki mulai dari badan usaha, izin-izin sampai
dokumen lainnya. Kemudian aspek pasar dan pemasaran meneliti seberapa besar pasar
yang akan dimasuki dan seberapa besar kemampuan perusahaan untuk menguasainya
pasar serta bagaimana strategi yang akan dijalankan nantinya. (Adnyana, 2020)

16
2.6.2. Tujuan Aspek Hukum
Secara spesifik, analisis aspek hukum pada studi kelayakan bisnis memiliki
tujuan-tujuan sebagai berikut. (Adnyana, 2020)
a. Menganalisis legalitas usaha yang dijalankan.
b. Menganalisis ketepatan badan hukum dengan ide bisnis yang akan dilaksanakan.
c. Menganalisis kemampuan bisnis yang akan diusulkan dalam memenuhi
persyaratan perizinan.
d. Menganalisis jaminan-jaminan yang bisa disediakan jika bisnis akan dibiayai
dengan pinjaman.

2.6.3. Legalitas Usaha Dalam Kegiatan Bisnis


Legalitas suatu perusahaan atau badan usaha adalah suatu yang terpenting
karena legalitas itu sendiri merupakan jati diri yang melegalkan atau mengesahkan
suatu badan usaha sehingga dapat diakui oleh masyarakat.
Ada beberapa hal yang diperlukan untuk melegalkan suatu badan usaha.
Berikut ini akan diuraikan beberapa legalitas usaha. (Adnyana, 2020)
1. Nama Perusahaan
Nama perusahaan adalah jatidiri yag dipakai perusahaan untuk menjalakan
usahanya. Nama perusahaan ini melekat pada bentuk badan usaha atau perusahaan
tersebut, dikenal oleh masyarakat, dipribadikan sebagai perusahaan tertentu, dan
dapat membedakan perusahaan itu dengan perusahaan lain. Oleh karena melekat
pada perusahaan, maka nama perusahaan tidak bisa dipisahkan dengan perushaan
tersebut. Kalau perusahaannya lenyap, maka nama perusahaan itu pun menjadi
lenyap pula. Demikian juga kalau perusahaan itu diperalihkan kepada orang lain.
2. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP)
Adalah jati diri yang dipakai oleh perusahaan atau badan usaha untuk menjalankan
usahanya secara sah.
3. NIB (Nomor Induk Berusaha) dalam aspek hukum adalah identifikasi resmi yang
diberikan kepada setiap pelaku usaha di Indonesia sebagai bukti legalitas untuk
melakukan kegiatan usaha. NIB dikeluarkan oleh lembaga resmi, yaitu Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), melalui sistem Online Single Submission
(OSS). NIB berfungsi sebagai identitas dan izin usaha yang berlaku secara
nasional.

17
2.7. Aspek Keuangan
2.7.1. Pengertian Aspek Keuangan
Adapun dalam proses mengkaji kelayakan bisnis atau proyek dari aspek
finansial, pendekatan konvensional yang digunakan adalah menganalisis perkiraan
arus kas keluar dan masuk selama umur proyek atau investasi, yaitu menguji dengan
memakai kriteria seleksi. Arus kas akan terbentuk dari perkiraan biaya awal, modal
kerja, biaya operasi, biaya produksi dan pendapatan. (Ichsan et al., 2019 : 177).
Studi aspek keuangan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkiraan
pendanaan dan aliran kas proyek bisnis, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya
rencana bisnis yang dimaksud. Selain itu, studi aspek keuangan juga ditujukan untuk
menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang di
harapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti
ketersediaan dana, biaya modal awal, dan kemampuan proyek untuk membayar
kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditentukan, serta untuk menilai apakah
proyek akan dapat berkembang terus. (Adnyana, 2020)

2.7.2. Penentuan Aliran Kas (Cash Flow)


Laporan perubahan kas (cash flow statement) disusun untuk menunjukan
perubahan kas selama satu periode tertentu derta memberikan alasan mengenai
perubahan kas tersebut dengan menunjukan dari mana sumber-sumber kas dan
penggunaan-penggunaannya. (Sugiyanto et al., 2020). Kas merupakan aktiva yang
paling likuid atau merupakan salah satu unsur modal kerja yang paling tinggi
likuiditasnya. (Sugiyanto et al., 2020)

2.7.3. Alat Analisis Aspek Keuangan


Dalam menganalisis kelayakan aspek keuangan pengembangan usaha, ada
beberapa alat atau metode analisis keuangan yang dapat digunakan. Setiap metode,
pada dasarnya memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Metode-metode tersebut
antara lain metode pengembalian investasi, metode penyesuaian nilai sekarang (net
present value), metode indeks keuntungan (profitability index), dan metode tingkat
balikan interal (internal rate of return). (Sugiyanto et al., 2020)
1. Metode Payback Period (PP)
Payback Period adalah suatu periode yang diperlukan untuk menutup kembali
pengeluaran investasi (initial cash investment) dengan menggunakan aliran kas,

18
dengan kata lain payback period merupakan rasio antara initial cash investment
dengan cash inflow-nya yang hasilnya merupakan satuan waktu. Selanjutnya nilai
rasio ini dibandingkan dengan maximum payback period yang dapat diterima:
(Sugiyanto et al., 2020)
Nilai investasi
Payback period = x 1 tahun
Kas Masuk Bersih
a. Proyek dinyatakan layak jika masa pemulihan modal investasi lebih pendek
dari usia ekonomis.
b. Proyek dinyatakan tidak layak jika masa pemulihan modal investasi lebih lama
di bandingkan usia ekonomisnya.

2. Metode Net Present Value (NPV)


Net Present value yaitu selisih antara Present Value dari investasi dengan nilai
sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih (aliran kas operasional maupun
aliran kas terminal) dimasa yang akan datang. Untuk menghitung nilai sekarang
perlu ditentukan tingkat bunga yang relevan. (Sugiyanto et al., 2020)
n CFt
NPV = ∑ - I0
t=1 (1+K)t
Dimana :
CFt = aliran kas pertahun pada periode t
I0 = investasi awal tahun pada tahun 0
K = suku bunga (discount rate)
a. Proyek dinilai layak jika NPV bernilai positif.
b. Proyek dinilai tidak layak dari aspek keuangan jika NPV bernilai negatif.

3. Metode Profitability Index (PI)


Pemakaian metode profitability index (PI) caramya dengan menghitung melalui
perbandingan antara nilai sekarang (present value) dari rencana penerimaan-
penerimaan kas bersih di masa yang akan datang dengan nilai sekarang (present
value) dari investasi yang telah dilaksanakan. (Sugiyanto et al., 2020)
Profitability Index (PI) = PV Arus Kas
Investasi
a. Proyek diterima jika PI > 1

19
b. Proyek ditolak jika PI < 1

4. Metode Internal Rate of Return (IRR)


Metode ini digunakan untuk mencari tingkat bunga yang menyamakan nilai
sekarang dari arus kas yang diharapkan dimasa datang, atau penerimaan kas,
dengan mengeluarkan investasi awal. (Sugiyanto et al., 2020)
n CFt
I0 = ∑
t=1 (1+IRR)t
Dimana :
t = tahun ke
n = jumlah tahun
I0 = nilai investasi awal
CF = arus kas bersih
IRR = tingkat bunga yang dicari harganya
a. Proyek dinilai layak jika IRR lebih besar dari persentase biaya modal atau
sesuai dengan persentase keuntungan yang di tetapkan investor
b. Proyek dinilai tidak layak jika IRR lebih kecil dari biaya modal atau lebih
rendah dari tingkat keuntungan yang diinginkan investor.

2.8. Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM)


2.8.1. Pengertian Usaha Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM)
Berdasarkan UU No. 20 Tahun 2008 Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM) adalah istilah umum untuk usaha yang dimiliki oleh satu atau lebih
perorangan menurut kriteria Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008. UKM bukan
merupakan anak perusahaan atau afiliasi dari suatu perusahaan. dimiliki oleh suatu
perusahaan, baik langsung maupun tidak langsung, menurut kriteria yang telah
ditentukan (Ariesta & Nurhidayah, 2020). Untuk mengembangkan UKM di Indonesia,
pemerintah pusat dan daerah juga melaksanakan berbagai kegiatan dan program.
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
menyatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah bersama-sama memperkuat dan
mengembangkan UKM yang ada. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan dan
mengembangkan perusahaan kita demi pengembangan ekonomi ekonomi.
Usaha mikro, kecil, dan menengah memainkan peran penting dalam
perkembangan ekonomi suatu negara. Hal ini bukan hanya berlaku di Indonesia,

20
melainkan di banyak negara bahkan UMKM disebutsebut memegang peran signifikan
dalam pertumbuhan ekonomi global. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan
UKM Republik Indonesia, Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik pada tahun
2022 menunjukkan besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia
(PDB) mencapai 60,51 persenatau senilai Rp 9.580 triliun. UMKM menyerap hingga
89,2 persen dari total tenaga kerja. UMKM menyediakan hingga 99 persen dari total
lapangan kerja dan menyumbang 14,17 persen dari total ekspor, dan 58,18 persen dari
total investasi (BPS. 2023).
Dalam dunia ekonomi, usaha kecil merupakan bahan bakar bagi perkembangan
ekonomi. Berkat kepemilikannya yang bersifat privat, semangat kewirausahaan yang
fleksibel, serta kemampuannya beradaptasi dalam berbagai situasi yang menantang
resiko dan ketidakpastian, UMKM akhirnya berkontribusi besar terhadap
pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja (Riska, 2020).
Dahulu, usaha mikro kecil dan menengah memang tidak dianggap sebagai
faktor signifikan dalam roda perekonomian. Pemerintah tidak menunjukkan perhatian
khusus yang tertuang dalam kebijakan sebab dianggap bukan prioritas. Namun, selama
satu dekade terakhir, usaha kecil telah menunjukkan pengaruhnya yang luar biasa bagi
pertumbuhan dan kestabilan ekonomi. Usaha mikro kecil menengah menjadi peran
vital bagi perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja, mendorong stabilitas
dan pertumbuhan ekonomi setempat, serta menghasilkan banyak inovasi dan kreasi.
Dengan terciptanya kreasi dan inovasi, kompetisi serta kolaborasi untuk menciptakan
produk yang bernilai tinggi pun terbentuk (Sari et al., 2023).
Sesuai peraturan kriteria UKM yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2008(Ariesta & Nurhidayah, 2020):
1. Kriteria usaha mikro
Kekayaan bersih sebesar Rp.50.000.000 (tidak termasuk bangunan dan tanah
tempat usaha berada) dan pendapatan penjualan tahunan maksimum sebesar
Rp.300.000.000.
2. Kriteria Usaha Kecil
Kekayaan bersih di atas Rp.50.000.000 - sampai dengan Rp.500.000.000 (tidak
termasuk bangunan dan tanah tempat usaha) dan hasil penjualan tahunan sebesar
Rp.300.000.000 - sampai dengan Rp.[Link].
3. Kriteria usaha menengah

21
Kekayaan bersih di atas Rp.500.000.000 sampai dengan Rp.[Link] (tidak
termasuk bangunan dan tanah tempat perusahaan berada) dan hasil penjualan
tahunan sebesar Rp.[Link] hingga Rp.[Link].

2.9. UD. Sumber Tani Bogor


UD Sumber Tani Bogor adalah perusahaan komersial yang fokus pada sektor
pertanian di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Kabupaten Bogor kaya akan
sumber daya alam dan potensi sektor pertanian yang terus berkembang. UD Sumber
Tani Bogor memajukan perekonomian lokal dan memanfaatkan kekayaan potensi
alam daerah.

2.10. Penelitian Terdahulu


Husna & Suprapti (2021) melakukan penelitian yang berjudul Analisis Studi
Kelayakan Bisnis Pada Ud. Tajul Anwar Jaya Kecamatan Tragah Kabupaten
Bangkalan, metode analisis yang digunakan meliputi kelayakan finansial dan
kelayakan non finansial dengan indikator aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis,
aspek manajemen, aspek lingkungan, dan aspek hukum dan hasil analisisnya
menunjukkan bahwa aspek finansial UD. Tajul Anwar Jaya secara keseluruhan
memenuhi kriteria kelayakan usaha dan layak untuk dijalankan, sedangkan untuk
aspek non finansial, UD. Tajul Anwar Jaya masih membutuhkan upaya untuk
mengembangkan produk baru, menambah alat produksi, dan menata ulang fasilitas
produksi untuk memenuhi kriteria kelayakan usaha. Persamaan dari penelitian ini
adalah sama-sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan perbedaannya terletak
pada tempat dan tahun penelitiannya.
Eka Purwanda & Raden Willa Permatasari (2022) melakukan penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui kelayakan bisnis Usaha Tempe Pak Iwan Bandung dari
segi produksi, pemasaran, dan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
berdasarkan aspek produksi, pemasaran, dan terutama keuangan, Usaha Tempe Pak
Iwan Bandung dianggap layak dijalankan. Persamaan dari penelitian ini adalah sama-
sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan perbedaannya terletak pada tempat
dan tahun penelitiannya.
Marini & Artika (2023) melakukan penelitian dengan judul Analisis Studi
Kelayakan Pengembangan Usaha Jamur Tiram Pada UD. Kenanga Di Kelurahan

22
Ampenan Selatan. Menggunakan metode studi kasus dan hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa UD Kenanga layak menjalankan rencana investasi untuk
membangun kumbung di Ampenan Selatan Kota Mataram. Persamaan dari penelitian
ini adalah sama-sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan perbedaannya
terletak pada tempat dan tahun penelitiannya.
Sari (2021) melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan
bisnis kuliner khas Sumatera di Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan
kualitatif dengan teknik observasi dan telaah dokumen, dan hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa bisnis tersebut baik dan layak dijalankan dengan pembukaan
cabang baru. Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama meneliti studi kelayakan
bisnis, sedangkan perbedaannya terletak pada objek, tempat dan tahun penelitiannya.
Gunawan et al., (2022) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
kelayakan bisnis dari usaha Burger, menggunakan analisis non keuangan dan
kelayakan keuangan. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa bisnis usaha burger layak
dikembangkan dan tiap bulannya pendapatannya mengalami kenaikan. Persamaan dari
penelitian ini adalah sama-sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan
perbedaannya terletak pada objek, tempat dan tahun penelitiannya.
Penelitian Rintia & Ali (2022) bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan
investasi dalam pendirian Home Industry Kopi Bubuk Ali Cap 12 menggunakan
metode aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan produksi, aspek organisasi dan
manajemen, aspek lingkungan ekonomi dan sosial, serta aspek finansial dengan
perhitungan kelayakan investasi. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa keseluruhan
hasil penelitian, yang mencakup aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis produksi,
aspek lingkungan ekonomi, dan aspek hukum, menunjukkan bahwa keadaan bisnis
Home Industri Kopi Bubuk Asli Cap 12 Didesa Tempuran 12 A Lampung Tengah saat
ini memungkinkan pengembangan bisnis. Persamaan dari penelitian ini adalah sama-
sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan perbedaannya terletak pada objek,
tempat dan tahun penelitiannya.
Penelitian Rahmadani (2019) bertujuan untuk mengetahui kelayakan bisnis
dari Usaha Tahu dan Tempe Karya Mandiri, untuk mengetahui kelayakan dari aspek
non keuangan dan kelayakan aspek keuangan. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa
keseluruhan aspek usaha bisnis tahu dan tempe layak dikembangkan. Persamaan dari
penelitian ini adalah sama-sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan
perbedaannya terletak pada objek, tempat dan tahun penelitiannya.

23
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

JUDUL
PENELITIAN VARIABEL HASIL PENELITIAN
PENELITIAN
Husna & Analisis Studi kelayakan Hasil analisisnya
Suprapti Kelayakan finansial dan menunjukkan bahwa aspek
(2021) Bisnis Pada kelayakan non finansial UD. Tajul Anwar
UD. Tajul finansial dengan Jaya secara keseluruhan
Anwar Jaya indikator aspek memenuhi kriteria kelayakan
Kecamatan pasar dan usaha dan layak untuk
Tragah pemasaran, dijalankan, sedangkan untuk
Kabupaten aspek teknis, aspek non finansial, UD.
Bangkalan aspek Tajul Anwar Jaya masih
manajemen, membutuhkan upaya untuk
aspek mengembangkan produk
lingkungan, dan baru, menambah alat
aspek hukum. produksi, dan menata ulang
fasilitas produksi untuk
memenuhi kriteria kelayakan
usaha

Eka Studi Aspek produksi, Hasil penelitian menunjukkan


Purwanda & Kelayakan pemasaran, dan bahwa berdasarkan aspek
Raden Willa Bisnis Usaha keuangan produksi, pemasaran, dan
Permatasari Tempe Pak terutama keuangan, Usaha
(2022) Iwan Bandung Tempe Pak Iwan Bandung
dianggap layak dijalankan

Marini & Analisis Studi studi kasus Hasil penelitiannya


Artika (2023) Kelayakan analisis investasi menunjukkan bahwa UD
Pengembangan Kenanga layak menjalankan
Usaha Jamur rencana investasi untuk
Tiram Pada membangun kumbung di
UD. Kenanga Ampenan Selatan Kota
Di Kelurahan Mataram
Ampenan
Selatan
Sari (2021) Studi kuantitatif dan Hasil penelitiannya
Kelayakan kualitatif dengan menunjukkan bahwa bisnis
Bisnis Kuliner teknik observasi tersebut baik dan layak
Khas Sumatera dan telaah dijalankan dengan
di Jakarta dokumen pembukaan cabang baru

24
Gunawan et Studi analisis non Hasil analisisnya
al., (2022) Kelayakan keuangan dan menunjukkan bahwa bisnis
Bisnis dari kelayakan usaha burger layak
Usaha Burger keuangan dikembangkan dan tiap
bulannya pendapatannya
mengalami kenaikan
Rintia & Ali Studi aspek pasar dan Hasil analisisnya
(2022) Kelayakan pemasaran, menunjukkan bahwa
Investasi aspek teknis dan keseluruhan hasil penelitian,
dalam produksi, aspek yang mencakup aspek pasar
Pendirian organisasi dan dan pemasaran, aspek teknis
Home Industry manajemen, produksi, aspek lingkungan
Kopi Bubuk aspek ekonomi, dan aspek hukum,
Ali Cap 12 lingkungan menunjukkan bahwa keadaan
ekonomi dan bisnis Home Industri Kopi
sosial, serta Bubuk Asli Cap 12 Didesa
aspek finansial Tempuran 12 A Lampung
dengan Tengah saat ini
perhitungan memungkinkan
kelayakan pengembangan bisnis
investasi
Rahmadani Studi aspek non Hasil analisisnya
(2019) Kelayakan keuangan dan menunjukkan bahwa
Bisnis dari kelayakan aspek keseluruhan aspek usaha
Usaha Tahu keuangan bisnis tahu dan tempe layak
dan Tempe dikembangkan
Karya Mandiri

2.11. Kerangka Berfikir


Kerangka berpikir untuk UD Sumber Tani Bogor dapat dirancang untuk
memahami, menganalisis, dan mengembangkan strategi bisnis yang efektif. Kerangka
berpikir ini akan mencakup aspek non finansial dan aspek finansial. Berikut adalah
penjelasan dari kerangka berpikir tersebut.

25
Pengembangan Usaha UD Sumber Tani
Bogor

Analisis Pengembangan Bisnis

Aspek Non Finansial Aspek Finansial


1. Aspek Pemasaran 1. Aspek Keuangan :
2. Aspek Sumber Daya Manusia PP
3. Aspek Operasional NPV
4. Aspek AMDAL IRR
5. Aspek Hukum PI

Layak Tidak Layak

Lanjutkan Evaluasi

Gambar 2.1 Kerangka Berfikir

26

Anda mungkin juga menyukai