Bab Ii
Bab Ii
TINJAUAN PUSTAKA
6
uang yang perusahaan perlukan untuk memulai bisnis dan yang paling penting, berapa
banyak uang yang dibutuhkan untuk menjalankannya dengan lancar hingga didirikan.
Studi profitabilitas bisnis juga membahas pertanyaan penting seperti di mana (dan
bagaimana) bisnis beroperasi. Studi kelayakan yang dilakukan dengan benar akan
memberi gambaran mendetail tentang semua bagian berbeda dari bisnis Anda untuk
menentukan apakah bisnis tersebut dapat berhasil.
7
bisnis dapat mengevaluasi kebijakan apa yang sekiranya akan memberikan
keuntungan dan kebijakan apa yang justru akan menimbulkan kerugian.
d) Memudahkan pengawasan Studi kelayakan bisnis memiliki banyak aspek untuk
diteliti. Laporan dari berbagai aspek yang diteliti dalam studi kelayakan bisnis ini
nantinya akan memudahkan pelaku bisnis untuk melakukan pengawasan pada
perusahaannya. Studi kelayakan bisnis juga memudahkan pelaku pengawasan
untuk memberikan data jika sewaktu-waktu dilaksanakan audit, baik secara
internal maupun eksternal.
e) Memudahkan pengendalian Studi kelayakan bisnis berguna pula untuk
memudahkan proses pengendalian dalam perusahaan. Jika sewaktu-waktu terjadi
gangguan, pelaku bisnis dapat dengan cepat menentukan aspek mana yang
menjadi pusat dari kekacauan tersebut. Selanjutnya, pelaku bisnis dapat dengan
cepat pula mengendalikan masalah yang muncul dengan mencari solusi
berdasarkan studi kelayakan bisnis yang telah dilakukan sebelumnya.
8
Calon investor biasanya membutuhkan mitra modal ventura baik perorangan
maupun perusahaan. Hasil studi kelayakan ini membantu meyakinkan calon
investor mitranya.
3. Perbankan
Prosesnya memerlukan persetujuan kredit bank,rekomendasi kelayakan
proyek, diperlukan SKB.
4. Pemerintah
Studi kelayakan biasanya berkaitan dengan aspek hukum dan izin (izin prinsip
dan izin kegiatan proyek).
5. Manajemen Perusahaan
SKB untuk pengembangan usaha baru berkaitan dengan manajemen,
khususnya pengelola.
6. Masyarakat
Penilaian publik terhadap suatu proyek atau perusahaan acuan, biasanya terkait
dengan AMDAL (dampak lingkungan). AMDAL ini biasanya dirancang untuk
proyek-proyek besar.
9
sasaran. Variabel untuk melakukan segmentasi terdiri dari segmentasi pasar konsumen
dan segmentasi pasar industrial. Variabel utama untuk melakukan segmentasi menurut
Kotler (Dalam Adnyana, 2020), yaitu sebagai berikut.
a. Segmentasi berdasarkan geografis (bangsa, provinsi, kabupaten, kecamatan,
iklim);
b. Segmentasi berdasarkan demografis (umur, jenis kelamin, ukuran keluarga,
daur hidup keluarga, pendapatan, pekerjaan, pendidikan, agama, ras);
c. Segmentasi berdasarkan psikografis (kelas sosial, gaya hidup, karakteristik
kepribadian); dan
d. Segmentasi berdasarkan perilaku (pengetahuaan, sikap, kegunaan, tanggap
terhadap suatu produk).
2. Pasar Sasaran (Market Targeting)
Pengertian menetapkan pasar sasaran adalah mengevaluasi keaktifan setiap
segmen, kemudian memilih salah satu dari segmen pasar atau lebih untuk dilayani.
Kegiatan menetapkan pasar pada dasarnya mencakup hal-hal sebagai berikut.
(Adnyana, 2020)
a. Evaluasi Segmen Pasar
1) Ukuran dan pertumbuhan segmen, seperti data penjualan terakhir, proyeksi
laju pertumbuhan, dan margin laba dari setiap segmen.
2) Struktural segmen yang menarik dilihat dari segi profitabilitas.
3) Sasaran dan sumber daya perusahaan.
b. Memilih segmen, yaitu menentukan satu atau lebih segmen yang memilki nilai
tinggi bagi perusahaan, menentukan segmen mana dan berapa banyak yang
dapat dilayani.
1) Pemasaran serbasama, yaitu melayani semua pasar dan tawaran pasar dalam
arti tidak ada perbedaan.
2) Pemasaran serbaaneka, yaitu merancang tawaran untuk semua pendapatan,
tujuan, atau kepribadian. Misalnya dengan membedakan desain produk
yang ditujukan untuk industri mobil.
3) Pemasaran terpadu, yakni khusus untuk sumber daya manusia yang terbatas.
3. Posisi Pasar (Market Positioning)
Menentukan posisi yang kompetitif untuk produk atas suatu pasar. Tujuan
penetapan posisi pasar (martket positioning) adalah untuk membangun dan
10
mengkomunikasikan keunggulan bersaing produk yang dihasilkan ke dalam benak
konsumen. (Adnyana, 2020)
11
peran penting dalam memberikan kenyamanan, kepercayaan, dan persepsi
kualitas kepada pelanggan.
2.3.2. Kompensasi
Kompensasi dapat didefinisikan sebagai sesuatu yang diterima karyawan
sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Sebelum kompensasi diberikan, terlebih dahulu
dilakukan proses kompensasi, yaitu suatu jaringan berbagai subproses untuk
memberikan balas jasa kepada karyawan bagi pelaksanaan pekerjaan dan untuk
memotivasi mereka agar mencapai tingkat prestasi yang diinginkan. Imbalan atau jasa
yang diterima karyawan dibagi atas dua macam, yaitu imbalan yang bersifat finansial
dan nonfinansial. (Sugiyanto et al., 2020)
12
Tujuan analisis aspek operasional adalah untuk meyakini apakah secara
operasional, rencana bisnis dapat dilaksanakan secara layak atau tidak layak, baik pada
saat pembangunan proyek maupun pada saat operasionalisasi secara rutin. (Adnyana,
2020)
13
lingkungan atau tidak. Apabila pelaksanaan proyek dinilai akan mencermarkan
lingkungan, maka perlu dicari jalan alternatif pencegahannya. (Adnyana, 2020)
Studi aspek lingkungan hidup bertujuan untuk menentukan apakah secara
lingkungan hidup, misalnya udara, dan air, rencana bisnis diperkirakan dapat
dilaksanakan secara layak atau sebaliknya. (Sugiyanto et al., 2020)
14
f. Menimbulkan berbagai penyakit akibat pencemaran terhadap air bila
dikonsumsi atau digunakan untuk berbagai keperluan.
3. Dari Segi Udara
a. Udara disekitar lokasi menjadi berdebu, misalnya akibat proyek-proyek
tertentu, seperti proyek batu kapur atau semen, sehingga udara di sekitarnya
menjadi tidak sehat.
b. Dapat menimbulkan radiasi-radiasi yang tidak dapat dilihat oleh mata seperti
proyek bahan kimia.
c. Menimbulkan aroma yang tidak sedap, seperti berbau tajam, menyengat,
busuk, misalnya usaha peternakan atau industri makanan.
d. Dapat menyebabkan suhu udara menjadi panas akibat keluaran industri
tertentu.
4. Dari Segi Manusia
a. Akan menimbulkan berbagai penyakit terhadap karyawan perusahaan yang
bersangkutan dan masyarakat sekitar lokasi proyek.
b. Berubahnya budaya dan perilaku masyarakat sekitar lokasi akibat berubahnya
struktur penduduk.
c. Rusaknya adat istiadat masyarakat setempat seiring dengan perubahan
perkembangan di daerah tersebut.
Dampak yang akan timbul sebagaimana yang telah diuraikan di atas perlu
dicarikan alternatif penyelesaiannya seperti berikut. (Adnyana, 2020)
1. Dari Segi Tanah
a. Melakukan terhabilitas terhadap lahan kritis melalui penghijauan (reboisasi)
untuk menghindari dampak banjir, longsor, atau mengatasi tanah gersang.
b. Melakukan pengurukan atau penimbunan terhadap berbagai penggalian yang
menyebabkan tanah menjadi berlubang-lubang
2. Dari Segi Air
a. Memasang filter atau saringan air sehingga air yang keluar dari pembuangan
sudah bersih dan sehat tentunya.
b. Membuat saluran pembungan yang teratur ke daerah tertentu sehingga tidak
mengganggu aktivitas masyarakat.
c. Memberikan semacam obat untuk menetralisir air yang tercemar, seperti
bahan-bahan kimia yang dapat mematikan makhluk yang mengonsumsi atau
hidup di dalam air tersebut.
15
3. Dari Segi Udara
a. Memasang filter atau saringan udara untuk menghindari asap dan debu atau
sumber polusi lainnya.
b. Memasang alat kedap suara untuk mencegah suara yang bising.
4. Dari Segi Karyawan
a. Menggunakan peralatan pengaman seperti masker, baju kerja yang aman, atau
alat pengaman lainnya.
b. Diberikan asuransi jiwa dan kesehatan kepada setiap pekerja yang terlibat
dalam perusahaan tersebut.
c. Menyediakan tempat kesehatan untuk pegawai perusahaan yang terlibat
dengan proyek.
5. Dari Segi Masyarakat Sekitar
a. Menyediakan tempat kesehatan secara gratis kepada masyarakat.
b. Memindahkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman dengan penggantian yang
wajar jika diperkirakan kondisi proyek benar-benar membahayakan kesehatan.
16
2.6.2. Tujuan Aspek Hukum
Secara spesifik, analisis aspek hukum pada studi kelayakan bisnis memiliki
tujuan-tujuan sebagai berikut. (Adnyana, 2020)
a. Menganalisis legalitas usaha yang dijalankan.
b. Menganalisis ketepatan badan hukum dengan ide bisnis yang akan dilaksanakan.
c. Menganalisis kemampuan bisnis yang akan diusulkan dalam memenuhi
persyaratan perizinan.
d. Menganalisis jaminan-jaminan yang bisa disediakan jika bisnis akan dibiayai
dengan pinjaman.
17
2.7. Aspek Keuangan
2.7.1. Pengertian Aspek Keuangan
Adapun dalam proses mengkaji kelayakan bisnis atau proyek dari aspek
finansial, pendekatan konvensional yang digunakan adalah menganalisis perkiraan
arus kas keluar dan masuk selama umur proyek atau investasi, yaitu menguji dengan
memakai kriteria seleksi. Arus kas akan terbentuk dari perkiraan biaya awal, modal
kerja, biaya operasi, biaya produksi dan pendapatan. (Ichsan et al., 2019 : 177).
Studi aspek keuangan dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perkiraan
pendanaan dan aliran kas proyek bisnis, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya
rencana bisnis yang dimaksud. Selain itu, studi aspek keuangan juga ditujukan untuk
menentukan rencana investasi melalui perhitungan biaya dan manfaat yang di
harapkan dengan membandingkan antara pengeluaran dan pendapatan, seperti
ketersediaan dana, biaya modal awal, dan kemampuan proyek untuk membayar
kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditentukan, serta untuk menilai apakah
proyek akan dapat berkembang terus. (Adnyana, 2020)
18
dengan kata lain payback period merupakan rasio antara initial cash investment
dengan cash inflow-nya yang hasilnya merupakan satuan waktu. Selanjutnya nilai
rasio ini dibandingkan dengan maximum payback period yang dapat diterima:
(Sugiyanto et al., 2020)
Nilai investasi
Payback period = x 1 tahun
Kas Masuk Bersih
a. Proyek dinyatakan layak jika masa pemulihan modal investasi lebih pendek
dari usia ekonomis.
b. Proyek dinyatakan tidak layak jika masa pemulihan modal investasi lebih lama
di bandingkan usia ekonomisnya.
19
b. Proyek ditolak jika PI < 1
20
melainkan di banyak negara bahkan UMKM disebutsebut memegang peran signifikan
dalam pertumbuhan ekonomi global. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan
UKM Republik Indonesia, Sensus Ekonomi dari Badan Pusat Statistik pada tahun
2022 menunjukkan besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia
(PDB) mencapai 60,51 persenatau senilai Rp 9.580 triliun. UMKM menyerap hingga
89,2 persen dari total tenaga kerja. UMKM menyediakan hingga 99 persen dari total
lapangan kerja dan menyumbang 14,17 persen dari total ekspor, dan 58,18 persen dari
total investasi (BPS. 2023).
Dalam dunia ekonomi, usaha kecil merupakan bahan bakar bagi perkembangan
ekonomi. Berkat kepemilikannya yang bersifat privat, semangat kewirausahaan yang
fleksibel, serta kemampuannya beradaptasi dalam berbagai situasi yang menantang
resiko dan ketidakpastian, UMKM akhirnya berkontribusi besar terhadap
pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja (Riska, 2020).
Dahulu, usaha mikro kecil dan menengah memang tidak dianggap sebagai
faktor signifikan dalam roda perekonomian. Pemerintah tidak menunjukkan perhatian
khusus yang tertuang dalam kebijakan sebab dianggap bukan prioritas. Namun, selama
satu dekade terakhir, usaha kecil telah menunjukkan pengaruhnya yang luar biasa bagi
pertumbuhan dan kestabilan ekonomi. Usaha mikro kecil menengah menjadi peran
vital bagi perekonomian dengan menciptakan lapangan kerja, mendorong stabilitas
dan pertumbuhan ekonomi setempat, serta menghasilkan banyak inovasi dan kreasi.
Dengan terciptanya kreasi dan inovasi, kompetisi serta kolaborasi untuk menciptakan
produk yang bernilai tinggi pun terbentuk (Sari et al., 2023).
Sesuai peraturan kriteria UKM yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor
20 Tahun 2008(Ariesta & Nurhidayah, 2020):
1. Kriteria usaha mikro
Kekayaan bersih sebesar Rp.50.000.000 (tidak termasuk bangunan dan tanah
tempat usaha berada) dan pendapatan penjualan tahunan maksimum sebesar
Rp.300.000.000.
2. Kriteria Usaha Kecil
Kekayaan bersih di atas Rp.50.000.000 - sampai dengan Rp.500.000.000 (tidak
termasuk bangunan dan tanah tempat usaha) dan hasil penjualan tahunan sebesar
Rp.300.000.000 - sampai dengan Rp.[Link].
3. Kriteria usaha menengah
21
Kekayaan bersih di atas Rp.500.000.000 sampai dengan Rp.[Link] (tidak
termasuk bangunan dan tanah tempat perusahaan berada) dan hasil penjualan
tahunan sebesar Rp.[Link] hingga Rp.[Link].
22
Ampenan Selatan. Menggunakan metode studi kasus dan hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa UD Kenanga layak menjalankan rencana investasi untuk
membangun kumbung di Ampenan Selatan Kota Mataram. Persamaan dari penelitian
ini adalah sama-sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan perbedaannya
terletak pada tempat dan tahun penelitiannya.
Sari (2021) melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan
bisnis kuliner khas Sumatera di Jakarta. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dan
kualitatif dengan teknik observasi dan telaah dokumen, dan hasil penelitiannya
menunjukkan bahwa bisnis tersebut baik dan layak dijalankan dengan pembukaan
cabang baru. Persamaan dari penelitian ini adalah sama-sama meneliti studi kelayakan
bisnis, sedangkan perbedaannya terletak pada objek, tempat dan tahun penelitiannya.
Gunawan et al., (2022) melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui
kelayakan bisnis dari usaha Burger, menggunakan analisis non keuangan dan
kelayakan keuangan. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa bisnis usaha burger layak
dikembangkan dan tiap bulannya pendapatannya mengalami kenaikan. Persamaan dari
penelitian ini adalah sama-sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan
perbedaannya terletak pada objek, tempat dan tahun penelitiannya.
Penelitian Rintia & Ali (2022) bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan
investasi dalam pendirian Home Industry Kopi Bubuk Ali Cap 12 menggunakan
metode aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis dan produksi, aspek organisasi dan
manajemen, aspek lingkungan ekonomi dan sosial, serta aspek finansial dengan
perhitungan kelayakan investasi. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa keseluruhan
hasil penelitian, yang mencakup aspek pasar dan pemasaran, aspek teknis produksi,
aspek lingkungan ekonomi, dan aspek hukum, menunjukkan bahwa keadaan bisnis
Home Industri Kopi Bubuk Asli Cap 12 Didesa Tempuran 12 A Lampung Tengah saat
ini memungkinkan pengembangan bisnis. Persamaan dari penelitian ini adalah sama-
sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan perbedaannya terletak pada objek,
tempat dan tahun penelitiannya.
Penelitian Rahmadani (2019) bertujuan untuk mengetahui kelayakan bisnis
dari Usaha Tahu dan Tempe Karya Mandiri, untuk mengetahui kelayakan dari aspek
non keuangan dan kelayakan aspek keuangan. Hasil analisisnya menunjukkan bahwa
keseluruhan aspek usaha bisnis tahu dan tempe layak dikembangkan. Persamaan dari
penelitian ini adalah sama-sama meneliti studi kelayakan bisnis, sedangkan
perbedaannya terletak pada objek, tempat dan tahun penelitiannya.
23
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
JUDUL
PENELITIAN VARIABEL HASIL PENELITIAN
PENELITIAN
Husna & Analisis Studi kelayakan Hasil analisisnya
Suprapti Kelayakan finansial dan menunjukkan bahwa aspek
(2021) Bisnis Pada kelayakan non finansial UD. Tajul Anwar
UD. Tajul finansial dengan Jaya secara keseluruhan
Anwar Jaya indikator aspek memenuhi kriteria kelayakan
Kecamatan pasar dan usaha dan layak untuk
Tragah pemasaran, dijalankan, sedangkan untuk
Kabupaten aspek teknis, aspek non finansial, UD.
Bangkalan aspek Tajul Anwar Jaya masih
manajemen, membutuhkan upaya untuk
aspek mengembangkan produk
lingkungan, dan baru, menambah alat
aspek hukum. produksi, dan menata ulang
fasilitas produksi untuk
memenuhi kriteria kelayakan
usaha
24
Gunawan et Studi analisis non Hasil analisisnya
al., (2022) Kelayakan keuangan dan menunjukkan bahwa bisnis
Bisnis dari kelayakan usaha burger layak
Usaha Burger keuangan dikembangkan dan tiap
bulannya pendapatannya
mengalami kenaikan
Rintia & Ali Studi aspek pasar dan Hasil analisisnya
(2022) Kelayakan pemasaran, menunjukkan bahwa
Investasi aspek teknis dan keseluruhan hasil penelitian,
dalam produksi, aspek yang mencakup aspek pasar
Pendirian organisasi dan dan pemasaran, aspek teknis
Home Industry manajemen, produksi, aspek lingkungan
Kopi Bubuk aspek ekonomi, dan aspek hukum,
Ali Cap 12 lingkungan menunjukkan bahwa keadaan
ekonomi dan bisnis Home Industri Kopi
sosial, serta Bubuk Asli Cap 12 Didesa
aspek finansial Tempuran 12 A Lampung
dengan Tengah saat ini
perhitungan memungkinkan
kelayakan pengembangan bisnis
investasi
Rahmadani Studi aspek non Hasil analisisnya
(2019) Kelayakan keuangan dan menunjukkan bahwa
Bisnis dari kelayakan aspek keseluruhan aspek usaha
Usaha Tahu keuangan bisnis tahu dan tempe layak
dan Tempe dikembangkan
Karya Mandiri
25
Pengembangan Usaha UD Sumber Tani
Bogor
Lanjutkan Evaluasi
26