Bunga, yang juga dikenal sebagai kembang atau puspa, merupakan struktur reproduktif pada
tumbuhan berbunga. Umumnya, bunga tersusun dalam empat lingkar tingkat yang mengitari
ujung tangkai. Keempatnya meliputi: kelopak, yakni daun yang termodifikasi untuk menyangga
bunga; mahkota, yang kerap berevolusi untuk menarik penyerbuk; benang sari sebagai organ
jantan tempat serbuk sari dihasilkan; serta putik sebagai organ betina tempat serbuk sari diterima
dan digerakkan menuju sel telur. Apabila bunga tersusun dalam kelompok, gugusan tersebut
dikenal sebagai suatu perbungaan.
Perkembangan bunga merupakan proses yang kompleks dan sangat penting dalam daur hidup
tumbuhan berbunga. Pada kebanyakan tumbuhan, bunga mampu membentuk sel kelamin jantan
dan betina sekaligus. Serbuk sari, yang menjadi pembawa sel kelamin jantan, dipindahkan antara
bagian jantan dan betina dalam proses penyerbukan. Penyerbukan dapat terjadi antara individu
yang berbeda, sebagaimana pada penyerbukan silang, atau dalam satu individu, bahkan pada satu
bunga yang sama, seperti pada penyerbukan sendiri. Pergerakan serbuk sari dapat disebabkan
oleh hewan, misalnya burung dan serangga, atau oleh agen tak hidup seperti angin dan air.
Warna serta bentuk bunga turut membantu keberhasilan penyerbukan.
Setelah penyerbukan, sel-sel kelamin akan menyatu melalui proses pembuahan, yang merupakan
tahapan kunci dalam reproduksi seksual. Melalui pembelahan sel dan inti, sel hasil pembuahan
berkembang menjadi sebuah biji yang mengandung struktur-struktur penting bagi kelangsungan
hidup serta pertumbuhan tumbuhan baru. Pada saat yang sama, bagian betina bunga berubah
menjadi buah, sementara struktur bunga lainnya mati. Fungsi buah adalah melindungi biji
sekaligus membantu penyebarannya menjauh dari tumbuhan induk. Penyebaran biji dapat
dilakukan oleh makhluk hidup, misalnya burung yang memakan buah lalu mengeluarkan bijinya
ketika mereka buang air besar. Faktor tak hidup seperti angin dan air pun dapat mendukung
penyebarannya.
Bunga pertama kali berevolusi sekitar 150 hingga 190 juta tahun lalu, pada periode Jura.
Tumbuhan berbunga kemudian menggantikan berbagai tumbuhan berbiji tak berbunga di banyak
ekosistem karena keunggulan reproduktifnya. Dalam kajian klasifikasi tumbuhan, bunga menjadi
ciri utama yang digunakan untuk membedakan berbagai kelompok tumbuhan. Selama ribuan
tahun manusia memanfaatkan bunga untuk beragam tujuan: hiasan, pengobatan, bahan pangan,
serta pembuatan wewangian. Dalam budaya manusia, bunga memegang peran simbolis dan hadir
dalam seni, sastra, praktik keagamaan, ritual, serta festival. Segala aspek bunga—mulai dari
ukuran, bentuk, warna, hingga aromanya—menunjukkan keberagaman yang sangat luas dalam
dunia tumbuhan berbunga. Ukuran bunga bervariasi dari 0,1 mm hingga 1 m, mulai dari bentuk
yang sangat kecil dan sederhana hingga yang mendominasi penampilan seluruh tumbuhan.
Tumbuhan berbunga mendominasi sebagian besar ekosistem di dunia, dan kelompok ini sendiri
mencakup beragam bentuk kehidupan, dari anggrek mungil dan berbagai tanaman pangan
penting hingga pepohonan raksasa.