0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan8 halaman

Perlindungan Hukum Bagi Investor Pada Transaksi Aset Kripto Pada Bursa Berjangka Komoditi

Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum bagi investor dalam transaksi aset kripto di bursa berjangka komoditi, menunjukkan bahwa investor mendapatkan perlindungan hukum terkait hak dan kewajiban mereka. Diperlukan pengembangan hukum yang memperhatikan situasi sosiologis dan norma hukum untuk melindungi warga negara dan stabilitas ekonomi. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk mengatur perdagangan aset kripto sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan.

Diunggah oleh

ngvt5hwdmb
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
8 tayangan8 halaman

Perlindungan Hukum Bagi Investor Pada Transaksi Aset Kripto Pada Bursa Berjangka Komoditi

Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum bagi investor dalam transaksi aset kripto di bursa berjangka komoditi, menunjukkan bahwa investor mendapatkan perlindungan hukum terkait hak dan kewajiban mereka. Diperlukan pengembangan hukum yang memperhatikan situasi sosiologis dan norma hukum untuk melindungi warga negara dan stabilitas ekonomi. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai peraturan untuk mengatur perdagangan aset kripto sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan.

Diunggah oleh

ngvt5hwdmb
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

[JATISWARA] [Vol. 37 No.

2 Juli 2022]
Perlindungan Hukum Bagi Investor Pada
Transaksi Aset Kripto (Crypto Asset) Pada
Bursa Berjangka Komoditi
YUDI SUDIYATNA
Law Office “Yudi Sudiyatna & Co.
Email: [Link]@[Link]

MUHAIMIN
Fakultas Hukum Universitas Mataram
Email: muhaimin@[Link]

ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perlindungan hukum bagi
investor pada transaksi aset kripto (crypto asset) pada bursa berjangka komoditi. Penelitian
ini merupakan jenis penelitian normatif (Normative Legal Research), dengan pendekatan
yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (Statute Approach), pendekatan
konseptual (Konseptual Approach), dan pendekatan kasus (Case Approach). Adapun hasil
dari penelitian ini menemukan bahwa investor pada asat kripto (crypto asset) mendapatkan
perlindungan hukum, baik itu secara hak dan kewajibannya dalam melakukan transaksi
pada bursa berjangka komoditi. Pembangunan hukum ke depan dalam transaksi aset kripto
(crypto asset) pada bursa berjangka komoditi memperhatikan situasi norma dan sosiologis
investasi asset kripto di Indonesia saat ini, maka diperlukan adanya pembangunan hukum
yang memperhatikan kebutuhan hukum untuk melindungi segenap warga negara serta
stabilitas ekonomi. Untuk itu, dalam pembangunan hukum berdasarkan amanat Konstitusi
UUD NRI 1945, mengarahkan pada pembangunan hukum berbasis nilai-nilai Pancasila
serta pembangunan hukum dengan mengarahkan pembaharuan norma.
Kata Kunci: Transaksi Kripto; Bursa Berjangka Komoditi.

ABSTRACT
This study aims to determine and analyze the legal protection for investors in crypto
asset transactions (crypto assets) on commodity futures exchanges. This research is a
type of normative research (Normative Legal Research), with the approaches used are
the statutory approach (Statute Approach), conceptual approach (Conceptual Approach),
and case approach (Case Approach). The results of this study found that investors in
crypto assets (crypto assets) get legal protection, both in terms of rights and obligations
in conducting transactions on commodity futures exchanges. Future legal development
in crypto asset transactions (crypto assets) on commodity futures exchanges takes into
account the current normative and sociological situation of crypto asset investment in
Indonesia, so there is a need for legal development that takes into account legal needs to
protect all citizens and economic stability. To that end, in the development of law based on
the mandate of the Constitution of the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, it
directs the development of law based on Pancasila values and ​​ the development of law by
directing the renewal of norms.
Keywords: Crypto Transactions; Commodity Futures Exchange.
A. PENDAHULUAN

Pertumbuhan minat masyarakat terhadap investasi aset kripto menunjukkan pertumbuhan


pesat. Nilai transaksi pada instrumen ini melesat hingga 6 kali lipat dalam waktu satu tahun.
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan, aset kripto nantinya akan menjadi pemain
penting dalam hilirisasi ekonomi digital. Ia mengatakan, hingga akhir Mei 2021 jumlah pelaku

212 Yudi Sudiyatna & Muhaimin | Perlindungan Hukum Bagi Investor...


[Vol. 37 No. 2 Juli 2022] [JATISWARA]
aset kripto tumbuh lebih dari 50 persen dari sekitar 4 juta orang pada 2020 menjadi 6,5 juta
orang.1
Senada dengan itu, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti)
mengemukakan Aset Kripto memang sebuah alat investasi yang relatif baru dan diperkirakan
akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. Berdasarkan data Bappebti, jumlah
investor aset kripto per akhir Februari mencapai 4,2 juta orang. Angka tersebut, masih di
bawah jumlah investor dipasar modal yang mencapai 4,5 juta. Jumlah investor kripto tersebut
mengalahkan jumlah investor saham. Per Februari, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia
(BEI), jumlah Single Investor Identification (SID) saham mencapai 2 juta akun atau tepatnya
2.001.288 akun. Angka ini naik 18,05% atau 306.020 SID dari akhir 2020 sejumlah 1,69 juta
akun atau tepatnya 1.695.268 akun.2
Aset kripto atau mata uang kripto adalah mata uang digital yang menggunakan kriptografi
sebagai jaminan. Kriptografi sendiri adalah metode yang digunakan untuk melindungi informasi
dan saluran komunikasi dengan penggunaan kode. Karena penggunaan kriptografi itulah mata
uang kripto tak bisa dimanipulasi. Artinya, transaksi mata uang kripto tidak bisa dipalsukan.3
Bank Indonesia (BI) menganggap bahwa dampak perdagangan aset kripto terhadap stabilitas
sistem keuangan di Indonesia saat ini masih terbatas. Perdagangan aset kripto saat ini masih
bersifat early stage, fasilitas yang dimliki pedagang masih terbatas pada spot trading dengan
jumlah transaksi Aset Kripto yang masih kecil, bila dibandingkan dengan transaksi saham.
Namun, perkembangan dampaknya harus terus dimonitor, karena masih ada beberapa risiko
yang menonjol dan minat investasi masyarakat pada aset ini masih berpotensi terus meningkat.4
Bank Indonesia menjabarkan beberapa risiko dari Aset Kripto. Pertama, risiko pasar yang
muncul dari volatilitas harga aset tanpa ada transaksi underlying. Ini menyebabkan valuasi
menjadi susah dilakukan. Kedua, risiko kredit, jika dana yang digunakan masyarakat untuk
berinvestasi berasal dari pinjaman lembaga keuangan. Ketiga, risiko disintermediasi sejalan
dengan shifting penggunaan dana untuk tujuan investasi diaset kripto yang dapat berdampak
pada penurunan pembiayaan ke sektor riil, terutama jika nilai transaksi tumbuh signifikan.5
Untuk itu, aset kripto sendiri bisa dijadikan alternatif saat ini karena tingkat volatilitasnya
sangat tinggi dan juga tidak disertai net safety jika dibandingkan dengan investasi pada saham.
Oleh karena itu, Aidil mengatakan investasi Aset Kripto ini cocok bagi investor dengan profil
risiko agresif. Namun untuk investor dengan profil risiko konservatif maupun moderat dia
tidak menyarankan untuk berinvestasi melalui Aset Kripto.
Dari gambaran tersebut, maka mata uang kripto dapat memberikan dampak positif maupun
negatif terhadap rantai pasar ataupun perekonomian negara. Di sisi lain, perangkat aturan yang
dibuat masih terbatas pada ketentuan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
(Bappebti). Sehingga, negara perlu membaca ancaman dan potensi pertumbuhan ekosistem
Aset Kripto.
Salah satu fungsi hukum adalah mengatur tata cara dan memastikan perlindungan terhadap
warga negara.6 Theo Huijbers menyatakan bahwa fungsi hukum ialah memelihara kepentingan

1
[Link]
publikasi tanggal 17 Juni 2021, diakses pada tanggal 17 Oktober 2021.
2
[Link]
kan-saham, publikasi tanggal 20 April 2021, diakses pada tanggal 17 Oktober 2021.
3
Jake Frankenfield, [Link] publikasi tanggal 9 Agustus 2021, diakses
pada tanggal 15 Oktober 2021
4
Bank Indonesia, Kajian Stabilitas No. 37, 5 Oktober 2021, dikutip [Link], “Ini Risiko Investasi KriptoMenurut
Bank Indonesia”,Editor, Yoga Sukmana, [Link]
to-menurut-bank-indonesia, diakses pada tanggal 17 Oktober 2021
5
Ibid.
6
Otje Salman dan Anthon F. Susanto, Teori Hukum (Mengingat, Mengumpulkan, dan Membuka Kembali), Cet. Ke-6,
Refika Aditama, Bandung, 2010, hlm. 156
Perlindungan Hukum Bagi Investor..| Yudi Sudiyatna & Muhaimin 213
[JATISWARA] [Vol. 37 No. 2 Juli 2022]
umum dalam masyarakat, menjaga hak-hak manusia, mewujudkan keadilan dalam hidup
bersama.7
Pemerintah Indonesia, melalui perangkat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka
Komoditi (Bappebti) telah mengeluarkan aturan yang tertuang di dalam Peraturan Badan
Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis
Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) Di Bursa Berjangka. Di dalam aturan
tersebut dijelaskan, aset kripto adalah komoditas yang bisa diperdagangkan di Indonesia.
Selain aturan tersebut diatas, pemerintah mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan
Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka
Aset Kripto (Crypto Asset), Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi
Nomor 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka,
Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 6 Tahun 2019 tentang
Penerapan Program Anti Pencucian Uang Dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Terkait
Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi Di Bursa Berjangka, Peraturan Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan
Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) Di Bursa Berjangka.
Untuk mewujudkan tujuan negara dan cita Pancasila, maka perlu direalisasikan pada upaya
yang mengarahkan pada kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Guna
mendukung hal tersebut maka perkembangan adanya mata uang kripto perlu dilihat sebagai
satu kesatuan perekonomian nasional, perlindungan terhadap warga negara dan mewujudkan
kesejahteraan.

B. METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif, yaitu penelitian yang dilakukan
terhadap asas-asas hukum, kaidah-kaidah hukum dalam arti nilai (norma), peraturan hukum
konkrit dan sistem hukum, yang berhubungan dengan materi yang diteliti. Sumber data
dan bahan hukum pada penelitian ini terdiri dari: Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997
tentang Perdagangan Berjangka Komoditi, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2011 tentang
Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka
Komoditi dan Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 5 Tahun
2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) Di
Bursa Berjangka. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan cara mengumpulkan
keseluruhan bahan hukum yang relevan dengan masalah yang diteliti melalui studi dokumen
dengan tahapan inventarisasi, sistematisasi, sinkronisasi dan harmonisasi berbagai dokumen
hukum yang terkait. Analisis hukum dilakukan setelah pengumpulan bahan hukum dan
dilakukan pengolahan bahan hukum dengan cara identifikasi serta klasifikasi menurut sumber
hierarkinya serta mengadakan kegiatan sistemisasi terhadap bahan hukum untuk dikaji dan
dianalisis.

C. PEMBAHASAN

Perlindungan Hukum Bagi Investor Pada Transaksi Aset Kripto (Crypto Asset) Pada Bur-
sa Berjangka Komoditi
Perlindungan hukum selalu terkait dengan peran dan fungsi hukum sebagai pengatur dan
perlindungan terhadap kepentingan masyarakat. Perlindungan hukum merupakan perlindungan

7
Theo Huijbers, Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah, Kanisius, Bandung, 1982, hal. 289
214 Yudi Sudiyatna & Muhaimin | Perlindungan Hukum Bagi Investor...
[Vol. 37 No. 2 Juli 2022] [JATISWARA]
akan harkat dan martabat serta pengakuan terhadap hak asasi manusia yang dimiliki oleh subjek
hukum dalam Negara hukum dengan berdasarkan pada ketentuan hukum yang berlaku di
Negara tersebut guna mencegah terjadinya kesewenang-wenangan, sehingga dapat dikatakan
bahwa hukum berfungsi sebagai perlindungan atas kepentingan manusia.8
Untuk itu, perlindungan hukum bagi investor pada transaksi Aset Kripto (Crypto Asset)
pada bursa berjangka komoditi adalah kesediaan hukum dalam mengatur hak, tata cara maupun
mekanisme keberatan dalam pelanggaran hak. Perlindungan hukum telah diberikan mulai dari
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang 32 Tahun
1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi yang telah dengan Undang-Undang Nomor 10
Tahun 2011, sampai dengan Peraturan Menteri Perdagangan dan Peraturan Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Uraian dalam subbab sebagai berikut.
1. Perlindungan Hukum dalam UUD NRI 1945
Ketentuan UUD NRI 1945 tersebut merupakan hukum dasar tertulis yang khususnya
memberikan tanggungjawab kepada Pemerintah sebagai pemegang kekuasaan dalam menjamin
dan melaksanakan pembangunan nasional, termasuk dalam hal transaksi Aset Kripto (Crypto
Asset) pada bursa berjangka komoditi. Dalam artian, perlindungan hukum merupakan aspek
pengaturan yang tercantum dalam UUD NRI. Hal demikian juga ditegaskan dalam Pasal 28I
ayat (4) yang menyatakan bahwa:
“Perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia adalah tang-
gung jawab negara, terutama pemerintah.”
2. Perlindungan Hukum Bidang Perdagangan Berjangka Komoditi
Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018
tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto
Asset), menyatakan bahwa Aset Kripto (Crypto Asset) ditetapkan sebagai Komoditi yang dapat
dijadikan Subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.
Perlindungan hukum yang diberikan oleh Undang-Undang Perdagangan Berjangka
Komoditi diatur melalui substansi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, Bursa
Berjangka dan Lembaga Kliring Berjangka, Sentra Dana Berjangka dan Pengelola Sentra Dana
Berjangka, Pelaksanaan Perdagangan Berjangka, Pemeriksaan dan Penyidikan serta Ketentuan
Sanksi Administrasi dan Ketentuan Pidana.
3. Perlindungan Hukum Berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan dan Badan Penga-
was Perdagangan Berjangka Komoditi
Kementerian Perdagangan mengeluarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun
2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto
Asset). Melalui peraturan Menteri Perdagangan ini, ditetapkan asset kripto sebagai subjek
kontrak berjangka, yaitu ketentuan Pasal 1:
“Aset Kripto (Crypto Asset) ditetapkan sebagai Komoditi yang dapat dijadikan Subjek
Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka.“
Selanjutnya memberikan kewenangan melalui perangkat Badan Pengawas Perdagangan
Berjangka Komoditi (Bappebti), yaitu Pasal 2 bahwa:
“Pengaturan lebih lanjut mengenai penetapan Aset Kripto(Crypto Asset) sebagai Komoditi
yang dapat dijadikan Subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa Berjangka,
pembinaan, pengawasan, dan pengembangannya ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas
Perdagangan Berjangka Komoditi.”

8
Philipus [Link] dalam Luthvi Febryka Nola, Upaya Pelindungan Hukum Secara Terpadu Bagi Tenaga Kerja Indone-
sia (TKI), Jurnal Negara Hukum, Vol. 7, No. 1, Juni, 2016, hlm. 19.

Perlindungan Hukum Bagi Investor..| Yudi Sudiyatna & Muhaimin 215


[JATISWARA] [Vol. 37 No. 2 Juli 2022]
4. Perlindungan Hukum Berdasarkan Aspek Perlindungan Konsumen
Berdasarkan Pasal 7 huruf b Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen mengatur mengenai Kewajiban penyedia kripto (Crypto Asset) yaitu memberikan
informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang/jasa serta memberi
penjelasan penggunaan, perbaikan, dan pemeliharaan.
Berdasarkan uraian perlindungan hukum diatas, maka dapat dimaknai peraturan Perundang-
undangan menjamin hak masyarakat dalam investasi pada transaksi Aset Kripto (Crypto
Asset) pada bursa berjangka komoditi serta norma menjamin mekanisme keberatan terhadap
pelanggaran hak tersebut.

Bentuk Tanggung Jawab Terhadap Kerugian Investor Pada Transaksi Aset Kripto (Cryp-
to Asset) Pada Bursa Berjangka Komoditi

1. Bentuk Tanggungjawab Berdasarkan Sifat Transaksi Pada Bursa Berjangka Komoditi


Peraturan Menteri Perdagangan telah menetapkan Aset Kripto (Crypto Asset) sebagai
Komoditi yang dapat dijadikan Subjek Kontrak Berjangka yang diperdagangkan di Bursa
Berjangka. Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi, kemudian
menyatakan bahwa Aset Kripto (Crypto Asset) Komoditi tidak berwujud yang berbentuk digital
aset, menggunakan kriptografi, jaringan peer-to-peer, dan buku besar yang terdistribusi, untuk
mengatur penciptaan unit baru, memverifikasi transaksi, dan mengamankan transaksi tanpa
campur tangan pihak lain. Berdasarkan ketentuan diatas, maka sifat ataupun dasar asset kripto
ditinjau dari Undang-Undang Perdagangan Berjangka Komoditi. Dalam Undang-Undang
tersebut, menyatakan bahwa Komoditi adalah semua barang, jasa, hak dan kepentingan lainnya,
dan setiap derivatif dari Komoditi, yang dapat diperdagangkan dan menjadi subjek Kontrak
Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, dan/atau Kontrak Derivatif lainnya. Dengan demikian,
berdasarkan sifat dan kedudukan asset kripto sebagai komoditi, maka bentuk tanggung jawab
atas kerugian, dilihat berdasarkan hukum kontrak dan konsekuensi dari kontrak yang dilakukan.
Dalam proses transaksi Aset Kripto, terdapat garis-garis batas hak dan kewajiban yang
ditentukan oleh para pihak, dalam hal ini pembeli dan bursa berjangka sebagai penyelenggara
yang menyediakan sarana kegiatan jual beli. Melihat sebagai sifatnya sebagai subjek kontrak
berjangka, maka dapat ditinjau dari hukum kontrak.
2. Tanggung jawab Berdasarkan Konsep Hukum Perdata
Berdasarkan sifat Aset Kripto sebagai komoditi yang diperdagangkan di bursa berjangka,
maka melandaskan pada kontrak berjangka yang tunduk pada hukum kontrak. Dalam hukum
Perdata, berkaitan dengan tanggungjawab perdata diatur dalam KUHPerdata dibawah ini:9
Pasal 1365 KUHPerdata:
“Tiap perbuatan melanggar hukum yang membawa kerugian kepada seorang lain, mewa-
jibkan orang yang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian terse-
but”

Pasal 1366 KUHPerdata:


“Setiap orang bertanggung jawab tidak saja untuk kerugian yang disebabkan perbuatan-
nya, tetapi juga untuk kerugian yang disebabkan kelalaian atau kurang hati-hatinya”

9
Burgerlijk Wetboek (An: Kitab Undang-Undang Hukum Perdata).( 2004). diterjemahkan oleh [Link] dan R. Tjitrosu-
dibio, [Link]-35, Jakarta: Pradnya Paramita.
216 Yudi Sudiyatna & Muhaimin | Perlindungan Hukum Bagi Investor...
[Vol. 37 No. 2 Juli 2022] [JATISWARA]

Pasal 1367 ayat (3) KUHPerdata:


Gugatan berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata harus memenuhi syarat berikut:
1. Kesalahan (schuld);
2. Kerugian (schade);
3. Hubungan kausal (causal verband);
4. Relativitas (relativeit).

Tanggung jawab perdata harus memenuhi unsur perbuatan melawan hukum, maka untuk
melihat relevansinya pada investasi Aset Kripto, lebih lanjut diuraikan tentang: Pertama,
perbuatan melawan hukum yaitu yaitu berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Kedua, akibat yaitu kerugian dan hubungan kausal dengan perbuatan yaitu terkait asset kripto.
Ketiga, ganti rugi yaitu bentuk pertanggungjawaban perdata.
Pembangunan Hukum Ke Depan Dalam Transaksi Aset Kripto (Crypto Asset) Pada Bursa
Berjangka Komoditi
Memperhatikan situasi norma dan sosiologis investasi Aset Kripto di Indonesia saat ini,
maka diperlukan adanya pembangunan hukum yang memperhatikan kebutuhan hukum untuk
melindungi segenap warga negara serta stabilitas ekonomi. Untuk itu, dalam pembangunan
hukum berdasarkan amanat Konstitusi UUD NRI 1945 dan nilai-nilai Pancasila. mengarahkan
pada pembangunan hukum berbasis nilai-nilai Pancasila serta pembangunan hukum dengan
mengarahkan pembaharuan norma.
1. Pembangunan Hukum Berbasis Nilai-Nilai Pancasila
Keberadaan Aset Kripto dalam geliat pergerakan global, menimbulkan kekhawatiran bagi
pemerintah dalam menjalankan tanggung jawab konstitutional negara, baik dari aspek peran
negara maupun kewenangan pemerintah. Hal ini disebabkan Aset Kripto umumnya lebih
dikaitkan dengan dampaknya. Sehingga, pelaksanaan tanggung jawab negara dilakukan dengan
membuat kebijakan asset kripto dengan memperhatikan kepentingan nasional dan globalisasi.
Sejatinya, pembangunan ekonomi melalui investasi Aset Kripto secara rasional mendasarkan
kepada hak-hak dasar kemanusiaan dan tujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,
maka pada aspek inilah akan terasa perlunya dasar-dasar dan haluan tersebut. Oleh karena itu
(setidaknya) sebagai langkah antisipatif, Pancasila dengan nilai-nilai yang dikandungnya masih
perlu dijadikan dasar dan haluan dalam penyusunan kebijakan sebagai wujud perlindungan
terhadap warga negara Indonesia.
2. Pembaharuan Norma Transaksi Aset Kripto Pada Bursa Berjangka Komoditi
Pembaharuan hukum transaksi Aset Kripto pada bursa berjangka komoditi dalam aspek
substansi mengandung makna pembaharuan hukum di Indonesia, yaitu mulai dari undang-
undang sampai dengan ketentuan teknis dalam peraturan Bappebti. Pembaharuan dari aspek
struktur menurut Soerjono Soekanto,10 mentalitas atau kepribadian petugas penegak hukum
memainkan peranan penting, kalau peraturan sudah baik, tetapi kualitas petugas kurang
baik, ada masalah. Oleh karena itu, salah satu kunci keberhasilan dalam penegakan hukum
adalah mentalitas atau kepribadian penegak hukum. Dengan demikian diperlukan penguatan
kemampuan dan mentalitas penegak hukum, dalam hal ini kemampuan struktur yang terlibat
yaitu misalnya Bappebti maupun kelembagaan lain yang terlibat.

10
Soerjono Soekanto. (2004). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegeakan Hukum [Link]-5. Jakarta : Raja Grafindo
Persada , hlm. 42

Perlindungan Hukum Bagi Investor..| Yudi Sudiyatna & Muhaimin 217


[JATISWARA] [Vol. 37 No. 2 Juli 2022]

D. Kesimpulan

Perlindungan hukum bagi investor pada transaksi Aset Kripto (Crypto Asset) pada bursa
berjangka komoditi yaitu perlindungan terhadap kepentingan masyarakat yang diatur dalam;
UU No. 10 Tahun 2011, Permen Perdagangan No. 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum
Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto (Crypto Asset), Peraturan Bappebti
Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto
(Crypto Asset) Di Bursa Berjangka Jo. Peraturan Bappebti Nomor 2 Tahun 2020 tentang
Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) Di Bursa Berjangka,
serta dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ketentuan
tersebut memberikan aspek perlindungan kelembagaan, pelaksanaan, sanksi administrasi
sampai dengan sanksi pidana. Bentuk tanggung jawab terhadap kerugian investor pada transaksi
Aset Kripto (Crypto Asset) pada bursa berjangka komoditi yaitu tanggung jawab bidang
hukum perdata, yakni memperhatikan aspek perbuatan melawan hukum, kesalahan, serta
kerugian bagi orang lain, serta terdapat tanggung jawab bidang administrasi. Pembangunan
hukum ke depan dalam transaksi Aset Kripto (Crypto Asset) pada bursa berjangka komoditi
memperhatikan situasi norma dan sosiologis investasi aset kripto di Indonesia saat ini, maka
dalam pembangunan hukum berdasarkan amanat Konstitusi UUD NRI 1945, mengarahkan
pada pembangunan hukum berbasis nilai-nilai Pancasila serta pembangunan hukum dengan
mengarahkan pembaharuan norma untuk memberikan kepastian hukum agar kedepannya
masyarakat merasa aman jika ingin berinvestasi dalam Aset Kripto (Crypto Asset).

DAFTAR PUSTAKA
Buku
Otje Salman dan Anthon F. Susanto, (2010), Teori Hukum (Mengingat, Mengumpulkan, dan
Membuka Kembali), Cet. Ke-6, Refika Aditama, Bandung.
Soerjono Soekanto,(2004), Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penegeakan Hukum [Link]-5,
Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Theo Huijbers,(1982), Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah, Kanisius, Bandung.
Jurnal/Artikel/Tesis/Disertasi
JakeFrankenfield,[Link] publikasi tanggal
9 Agustus 2021, diakses pada tanggal 15 Oktober 2021.
Philipus [Link] dalam Luthvi Febryka Nola, Upaya Pelindungan Hukum Secara Terpadu
Bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI), Jurnal Negara Hukum, Vol. 7, No. 1, Juni, 2016,
hlm. 19.
Peraturan Perundang-Undangan
Burgerlijk Wetboek (An: Kitab Undang-Undang Hukum Perdata), diterjemahkan oleh
[Link] dan R. Tjitrosudibio, [Link]-35, 2004, Pradnya Paramita, Jakarta.
Internet
Bank Indonesia, Kajian Stabilitas No. 37, 5 Oktober 2021, dikutip [Link], “Ini Risiko
Investasi KriptoMenurut Bank Indonesia”,Editor, Yoga Sukmana, [Link]
[Link]/read/2021/10/05/171907026/ini-risiko-investasi-kripto-menurut-bank-
indonesia, diakses pada tanggal 17 Oktober 2021
[Link]

218 Yudi Sudiyatna & Muhaimin | Perlindungan Hukum Bagi Investor...


[Vol. 37 No. 2 Juli 2022] [JATISWARA]
kripto-ri-capai-42-juta-kalahkan-saham, publikasi tanggal 20 April 2021, diakses
pada tanggal 17 Oktober 2021.
[Link]
rp370-triliun-per-mei-2021, publikasi tanggal 17 Juni 2021, diakses pada tanggal 17
Oktober 2021.

Perlindungan Hukum Bagi Investor..| Yudi Sudiyatna & Muhaimin 219

Anda mungkin juga menyukai