ANALISIS PROSES INTERAKSI
(API)
Initial Klien : TN. A
Umur : 34 tahun
Strategi Pelaksanaan : SP 1
Status Interaksi Ke- : Ke-2 (Fase Kerja)
Lingkungan : Di halaman ruang merpati, duduk berhadapan, suasana tenang, beberapa klien lain sedang
bersantai mendengarkan musik
Deskripsi Klien : Klien mengenakan seragam pasien dari RSJ Dr. Amino, rambut pendek dengan sandal jepit dikaki
Tujuan Interaksi : Klien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan yang dilakukan
Tanggal/Jam : 13-2-2026
Ruang : Merpati
TEKNIK
ANALISA
KOMUNIKASI ANALISA
KOMUNIKASI KOMUNIKASI BERPUSAT
TERAPEUTIK BERPUSAT PADA RASIONAL
VERBAL NON VERBAL PADA
PERAWAT KLIEN
PERAWAT
JIWA
P : selamat pagi pak, Giving broad P : tersenyum dan Mengharapkan Klien menyadari Dengan mengucapkan salam
boleh kita opening menatap klien klien mau kehadiran perawat diharapkan klien mau berinteraksi
mengobrol sebentar menjawab dengan perawat
K : menoleh dan
salam dari
tersenyum ke arah
perawat
perawat
Klien mau menjawab salam dari
Klien mengawali
K : klien perawat, menunjukan klien mau
percakapan dengan
menjawab salam Perawat berinteraksi dengan perawat
membalas salam dari
K : Pagi dek, boleh menghargai
P : menatap klien perawat
klien
dengan tersenyum
P : hari ini Encourage P : menatap klien, Mengharap Klien berusaha Menstimulasi klien terhadap
bagaimana perasaan description of tersenyum dan klien mau menjawab pertanyaan ingatan dan perhatiannya pada
bapak A? perception memegang menjawab mengenai perasaannya perawat
pundak klien pertanyaan pada perawat
perawat
K : klien menatap
perawat dan
tersenyum
Klien menanggapi
K : klien Klien mau menjawab pertanyaan
Perawat pertanyaan dengan
menjawab perawat
K : Alhamdulillah menghargai menjawabnya
pertanyaan
baik dek seperti klien
perawat
biasanya dek
P : menatap klien
dan tersenyum
P : bapak kenapa Giving broad P : menatap klien Mengharap Klien menjawab Klien mau diajak bercakap-cakap
bisa dibawa ke sini ? opening dan tersenyum klien mau pertanyaan perawat dengan perawat
menjawab
K : menatap pertanyaan sebagai tanda mau
perawat dan perawat diajak berinteraksi
mendengarkannya
K : klien
Klien bersedia
K : karena marah- menjawab Klien mau berinteraksi dengan
menjawab pertanyaan
marah marah pertanyaan Perawat perawat
Asertive, diam perawat
mengamuk dek perawat mendengarkan
klien
P : menatap klien
dengan tersenyum
P : kenapa bisa Giving broad P : menatap klien Mengharap Klien mau menjawab Klien mau bercerita tentang
marah-marah pak? opening dan tersenyum klien mau pertanyaan perawat alasan masuk ke rumah sakit
Alasannya apa ? bercerita
K : klien menatap
ke arah perawat
K : klien Klien terstimulasi untuk bercerita
menjawab pada perawat
K : saya marah Klien bersedia
pertanyaan
karena ibu saya mau bercerita alasan masuk
Asertive, diam perawat
membawa saya ke ke rumah sakit
pengobatan alternatif P : mendengarkan Perawat
dan saya menolak klien sambil mendengarkan
menatap klien klien
P : lalu apa saja Giving broad P : menatap klien Mengaharap Klien mau Klien terstimulasi untuk bercerita
tanda gejala apabila opening klien mau menyebutkan tanda lagi
K : klien menatap
bapak sedang marah menyebutkan dan gejala ketika
muka klien
? tanda dan sedang marah
dengan raut muka
gejala ketika
agak kesal
sedang marah
K : yaa rasanya K : klien menatap
Perawat
emosi dek, pengin perawat dengan Klien terstimulasi untuk bercerita
mendengarkan
banting barang muka mulai kesal lagi ke perawat
klien
barang, marah marah
dan saya bertengkar Asertive, diam P : menatap klien Klien menceritakan
sama temen saya dan mengganukan tanda gejala ketika
kepala sedang marah
P : pak tahu tidak, Offering self P : menatap klien Mengharap Klien bersedia Klien mau menerima tawaran
kalau marah-marah sambil merangkul klien menerima tawaran perawat
itu tidak ada pundak klien menerima dari perawat
gunanya, marah itu tawaran
K : menatap ke
sifat setan. Nah perawat
arah perawat
bapak, sekarang saya
dengan raut muka
akan ajarkan cara
sedih
mengontrol emosi
pak ya yaitu dengan
cara fisik
K : klien menatap Klien menerima
Perawat Perawat dapat melatih mengontrol
K : iya dek boleh, Asertive, diam perawat dan tawaran dari perawat
menunggu rasa marah
saya juga ingin
supaya tidak mudah menyetujui jawaban dari
marah dan tawaran perawat klien
mengamuk
P : menatap ke
klien dan
merangkul dan
mengelus pundak
klien
P : nah cara Menawarkan P : menatap klien Mengharapkan Klien mau belajar cara Klien paham tentang cara
mengontrol rasa informasi sambil klien dapat mengontrol emosi mengontrol emosi
marah atau emosi menjelaskan cara mengamati dan
yang pertama yaitu mengontrol emosi mau belajar
dengan cara fisik. cara
K : menatap klien
Fisik 1 dengan mengontrol
dan mencoba
relaksasi nafas emosi
memahami
dalam. Caranya tarik
informasi dari
nafas lewat hidung,
perawat
tahan 5 hitungan
kemudian
hembuskan lewat
mulut dan lakukan
sampai rasa emosi
reda
K : iya dek Asertive K : menatap ke Klien merespon Klien dapat merespon perawat
perawat perawat
Perawat
P : menatap ke menghargai
klien klien
P : coba sekarang Offering general P : menatap ke Mengharap Klien dapat Klien dapat memperagakan cara
bapak peragakan lead klien klien dapat memperagakan cara mengontrol emosi
relaksasi nafas memperagakan mengontrol emosi
K : menatap ke
dalam cara
perawat
mengontrol
emosi
P : iya pak bagus Giving recognition P : menatap klien, Mengharap Klien merasa senang Klien merasa senang dan mau
sekali tersenyum sambil klien senang mempraktekan cara mengontrol
mengacungkan 2 setelah diberi emosi
jempol ke arah pujian
klien
K : tersenyum dan
tampak senang
P : sekarang Menawarkan P : menatap klien Mengharapkan Klien mau belajar cara Klien paham tentang cara
mengontrol emosi informasi sambil klien dapat mengontrol emosi mengontrol emosi
dengan cara fisik menjelaskan cara mengamati dan
yang kedua yaitu mengontrol emosi mau belajar
pukul bantal atau cara
K : menatap klien
kasur. Jadi nanti mengontrol
dan mencoba
ketika bapak ada emosi
memahami
tanda gejala marah
informasi dari
bangsung saja ke
perawat
kamar lalu
lampiaskan rasa
emosi dengan
memukul bantal atau
kasur sambil
mengatakan hal yang
bisa membuat hati
mas merasa lega.
Seperti ini saya
contohkan sambil
memukul bantal atau
kasur kita sambil
bilang “aku benci,
aku marah sama
kamu..” seperti itu,
dengan begitu dek
bisa melampiaskan
emosi mass tanpa
menyakiti diri adek
dan orang lain
K : oh iya dek
P : coba sekarang Offering general P : menatap ke Mengharap Klien dapat Klien dapat memperagakan cara
pak peragakan cara lead klien klien dapat memperagakan cara mengontrol emosi
memukul bantal atau memperagakan mengontrol emosi
K : menatap ke
kasur ketika sedang cara
perawat
marah.. mengontrol
emosi
P : iya pak bagus Giving recognition P : menatap klien, Mengharap Klien merasa senang Klien merasa senang dan mau
sekali tersenyum sambil klien senang mempraktekan cara mengontrol
mengacungkan 2 setelah diberi emosi
jempol ke arah pujian
klien
K : tersenyum dan
tampak senang