PENGARUH PENDAPATAN MASYARAKAT PETANI
TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI DESA GALUNG
KECAMATAN TAPALANG KABUPATEN MAMUJU
Proposal Penelitian Untuk Skripsi
Oleh:
RISMA NILAWATI
NOMOR POKOK MAHASISWA : 201602072
PROGRAM STUDI : EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAMUJU
2022
HALAMAN PENGESAHAN
JUDUL PROPOSAL : PENGARUH PENDAPATAN MASYARAKAT
PETANI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI
DI DESA GALUNG KECAMATAN TAPALANG
KABUPATEN MAMUJU
NAMA MAHASISWA : RISMA NILAWATI
NOMOR POKOK : 201602072
PROGRAM STUDI : EKONOMI PEMBANGUNAN
Disetujui Untuk Diseminarkan
Tanggal persetujuan
1. Pembimbing I :………………………………………………………….
2. Pembimbing II :………………………………………………………….
Pembimbing I Pembimbing II
Hj. Yati Heryati, S.E., [Link].,M.M Tri Frida Suryati, SE., [Link]
NIDN: 0917126501 NIDN 0931128005
Ketua Program Studi
Ekonomi Pembangunan
Jefriansyah Dwi Saputra A,SE.,[Link]. Pemb
NIDN: 0915017702
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN ii
DAFTAR ISI iii
[Link] Belakang 1
[Link] Masalah 3
[Link] Penelitian 3
[Link] Penelitian 3
II TINJAUAN PUSTAKA 4
[Link] Pendapatan 4
[Link] Pendapatan 8
[Link] Pendapatan 10
[Link] Pertumbuhan Ekonomi 11
[Link]-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi 12
[Link] 14
METODE PENELITIAN 15
[Link] dan Waktu Penelitian 15
[Link] dan Sumber Data 15
[Link] dan Sampel Penelitian 16
[Link] Pengumpulan Data. 17
[Link] Analisis 18
[Link] Operasional 20
[Link] Penulisan 20
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang sebagian
besar tinggal pada daerah pedesaan yaitu kurang lebih 70% dan hamper
50% dari total angkatan kerja nasional rakyat kita memperoleh
keuntungan nasib dari kerja pada bagian sektor pertanian. Hal tersebut
menandakan bahwa penduduk Indonesia lebih banyak hidup pada daerah
pedesaan yang pada umumnya bermata pencaharian dalam bidang
pertanian sebagai petani.
Pada umumnya pendapatan merupakan salah satu tujuan dalam
setiap hidup masyarakat dimana pendapatan menjadi sumber demi
melanjutkan kehidupan setiap masyarakat. Pada dasarnya pembangunan
di desa bukanlah sekedar untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang
semakin baik akan tetapi yang penting meningkatkan pendapatan
masyarakat demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Pertumbuhan
ekonomi adalah perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara
berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik.
Bagi petani di pedesaan, pembentukan modal sering dilakukan
dengan cara menabung, yaitu menyisihkan sebagian pendapatannya
untuk keperluan menabung. Karena petani kecil yang modalnya juga kecil
dan sebaliknya bagi petani besar yang modalnya juga relatif besar, maka
kemampuan untuk menabung bagi petani juga akan lebih besar. Hal ini
dapat dimengerti karena di pedesaan sering dijumpai bahwa “kekayaan
seseorang sering ditentukan oleh luasnya pemilikan penguasaan tanah,”
Soekartiwi (2013: 25)
Pada dasarnya pertanian merupakan salah satu taraf dalam
meningkatkan kualitas hidup masyarakat namun pada kenyataannya
petani banyak hidup dibawah garis kemiskinan dan belum mampu
meningkatkan pendapatannya, ini juga terjadi pada desa Galung
Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju karena mereka merupakan
salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam yang cukup baik tapi
masyarakatnya belum mampu mengolah hasil pertanian tersebut
sehingga penghasilan yang di dapatkan masih jauh dari ekspektasi yang
di inginkan oleh masyarakat.
Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang antara lain
adalah keterbatasan modal kerja, keterbatasan ilmu serta terbatasnya
tekhnologi yang digunakan serta beberapa faktor penghambat lainnya.
Pertanian memiliki potensi yang cukup besar dalam meningkatkan
pembangunan ekonomi nasional namun demikian sangat diperlukan
peran dari para petani untuk menjaga kelestarian lingkungan.
Pemerintah juga berperan penting dalam peningkatan pendapatan
petani karena tanpa adanya campur tangan pemerintah sebagai pembeli
kebijakan juga sebagai penyedia fasilitas bagi para petani maka akan sulit
untuk meningkatkan pendapatan.
Berdasarkan defenisi diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti
tentang Pengaruh Pendapatan Masyarakat Petani Terhadap
Pertumbuhan Ekonomi di Desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten
Mamuju.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini ialah Apakah Pengaruh Pendapatan Masyarakat Petani
Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat di Desa Galung
Kecamatann Tapalang Kabupaten Mamuju?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh
Pendapatan Masyarakat Petani Terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Masyarakat di Desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju
D. Manfaat Penelitian
1. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan memberikan masukan dan
inspirasi bagi pemerintah setempat dan pihak lain yang terkait untuk
mencari jalan sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat
petani di desa Galung Kecamatan Tapalang kabupaten Mamuju
2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai penelitian
ilmiah untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan
sebagai masukan untuk mendukung pihak lain yang ingin melakukan
penelitian di bidang yang sama.
II TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Pendapatan
Pendapatan merupakan tujuan dari setiap aktivitas yang dilakukan
oleh masyarakat ataupun oleh perusahaan. Perusahaan berorientasi
sebagai profit maka pendapatan mempunyai peranan yang sangat besar.
Pendapatan merupakan faktor penting dalam operasi suatu perusahaan,
karena pendapatan akan mempengaruhi tingkat laba yang diharapkan
akan menjamin kelangsungan hidup perusahaan.
Harnanto (2019:102) menuliskan bahwa pendapatan adalah “kenaikan
atau bertambahnya aset dan penurunan atau berkurangnya liabilitas
perusahaan yang merupakan akibat dari aktivitas operasi atau pengadaan
barang dan jasa kepada masyarakat atau konsumen pada khususnya.
Sedangkan menurut Sochib (2018:47) pendapatan merupakan aliran
masuk aktiva yang timbul dari penyerahan barang/jasa yang dilakukan
oleh suatu unit usaha selama periode tertentu
Menurut Wiryohasmono (2014:3) pendapatan adalah keseluruhan
penghasilan yang diterima dari suatu usaha atau kegiatan tertentu
sedangkan penerimaan adalah setiap hasil yang diterima dari suatu
usaha atau kegiatan tertentu.
Ensiklopedia Ekonomi menyebutkan bahwa tingkat pendapatan
(Income Level) adalah tingkat hidup yang dicapai dan dinikmati oleh
individu atau keluarga yang didasarkan atas penghasilkan mereka atau
sumber-sumber pendapatan lain. Tingkat pendapatan merupakan salah
satu kriteria maju tidaknya suatu daerah. Bila pendapatan suatu daerah
relative rendah,dapat dikatakan bahwa kemajuan dan kesejahteraan
tersebut akan rendah pula. Kelebihan dari konsumsi maka akan disimpan
pada bank yang tujuannya untuk berjaga-jaga baik kemajuan dibidang
pendidikan, produksi dan sebagainya juga mempengaruhi tingkat
tabungan masyarakat. [Link] (2011:103) berpendapat bahwa bila
pendapatan masyarakat suatu daerah relatif tinggi, maka tingkat
kesejahteraan dan kemajuan daerah tersebut tinggi pula
Pendapatan adalah pendapatan uang yang diterima dan diberikan
kepada subjek ekonomi berdasarkan prestasi-prestasi yang diserahkan
yaitu berupa pendapatan dari profesi yang dilakukan sendiri atau usaha
perorangan dan pendapatan dari kekayaan. Besarnya pendapatan
seseorang bergantung pada jenis pekerjaannya (Sadono,2006:47),
Soekartawi (2012:132) menjelaskan pendapatan akan mempengaruhi
banyaknya barang yang dikonsumsikan, bahwa sering kali dijumpai
dengan bertambahnya pendapatan, maka barang yang dikonsumsi bukan
saja bertambah, tapi juga kualitas barang tersebut ikut menjadi perhatian.
Misalnya sebelum adanya penambahan pendapatan kualitas jagung yang
dijual masih kualitas yang kurang baik, namun setelah bertambahnya
pendapatan maka menjual dan menkomsusikan jagung yang kualitasnya
lebih baik dari sebelumnya.
Berdasarkan defenisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa
pendapatan merupakan arus kas masuk yang di hasilkan dari berbagai
aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat.
Menurut Martani dkk (2018:216) Ada tiga perbedaan kriteria yang
dapat digunakan dalam menentukan saat yang tepat untuk mengakui
pendapat yaitu :
a. Penjualan barang
Pendapatan dari penjualan barang harus diakui apabila seluruh
kondisi berikut dipenuhi:
1) Entitas telah memindahkan resiko secara signifikan dan telah
memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli.
2) Entitas tidak lagi melnjutkan pengelolaanyang biasanya terkait
dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan
pengendalian efektif atas barang yang dijual.
3) Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal.
b. Penjualan jasa
Jika hasil yang terkait dengan penjualan jasa dapat diestimasi
dengan andal, pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut
harus diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi
pada tanggal neraca. Hasil transaksi dapat diestimasi dengan andal,
jika seluruh kondisi berikut ini dipenuhi oleh:
1) Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal.
2) Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan
transaksi tersebut dapat diperoleh entitas.
3) Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada tanggal neraca
dapat diukur dengan andal. Berdasarkan uraian diatas, pendapatan
penjualan jasa diakui hanya jika memungkinkan besar manfaat
ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke
perusahaan.
c. Pendapatan Bunga, Royalti, Dividen
Pendapatan yang timbul dari pengguna asset entitas oleh pihak lain
yang menghasilkan bunga, royalti, dividen diakui sebagai berikut:
1) Pengakuan pendapatan bunga mengikuti konsep akuntansi
akrual. Pendapatan bunga diakui menggunakan metode suku
bunga efektif
2) Pendapatan royalti diterima dari pengguna aset perusahaan
seperti paten, hak cipta musik dan film, akan diakui berdasarkan
garis lurus selama periode waktu perjanjian royalty
3) Pendapatan dividen diakui ketika muncul hak pemegang saham
untuk menerima pembayaran dividen, yaitu tanggal pengumuman
dividen.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada tiga kriteria yang
digunakan untuk menentukan saat yang tepat untuk mengakui pendapatan
yaitu penjualan barang, penjualan jasa dan pendapatan bunga, royalti dan
dividen.
B. Klasifikasi Pendapatan
Kusnadi (2000:19) menyatakan bahwa pendapatan dapat
diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu :
1. Pendapatan operasional
Pendapatan operasional adalah pendapatan yang timbul dari
penjualan barang dagangan, produk atau jasa dalam perode tertentu
dalam rangka kegiatan utama atau yang menjadi tujuan utama
perusahaan yang berhubungan langsung dengan usaha (operasi)
pokok perusahaan yang bersangkutan. Pendapatan ini sifatnya normal
sesuai dengan tujuan dan usaha perusahaan dan terjadinya berulang-
ulang selama perusahaan melangsungkan kegiatannya. Setiap
perusahaan memiliki pendapatan operasional yang berbeda-beda
sesuai dengan jenis usaha yang dikelola perusahaan. Salah satu jenis
pendapatan operasional perusahaan adalah pendapatan yang
bersumber dari penjualan. Penjualan ini berupa penjualan barang dan
penjualan jasa yang menjadi objek maupun sasaran utama dari usaha
pokok perusahaan. Penjualan ini dapat dibedakan ke dalam dua
bentuk, yaitu :
a) Penjualan kotor adalah pendapatan dari penjualan sebelum
pengembalian barang (retur), diskon, dan komisi-komisi penjualan.
b) Penjualan bersih adalah total pendapatan penjualan dikurangi
faktor-faktor pengurang seperti retur, diskon, dan komisi.
2. Pendapatan non operasional
Pendapatan non operasional merupakan pendapatan yang diperoleh
dari kegiatan sampingan atau bukan dari kegiatan utama perusahaan
(di luar usaha pokok) yang bersifat insidentil. Adapun jenis pendapatan
ini dapat dibedakan sebagai berikut :
a) Pendapatan yang diperoleh dari penggunaan aktiva atau sumber
ekonomi perusahaan oleh pihak lain, yaitu :
1) Bunga adalah pembebanan untuk penggunaan kas atau setara
kas atau jumlah terutang kepada entitas
2) Royalti adalah pembebanan untuk penggunaan aset jangka
panjang entitas,
3) Dividen adalah distribusi laba kepada pemegang investasi
ekuitas sesuai dengan proporsi kepemilikan mereka atas
kelompok modal tertentu.
b) Pendapatan yang diperoleh dari penjualan aktiva di luar barang
dagangan atau hasil produksi. Pemisahan atau pembagian
pendapatan yang mengalir dari berbagai sumber sangat perlu
dilakukan sehingga dapat diperoleh ketepatan dalam mengambil
keputusan bagi pihak ekstern terutama para pemakai laporan
keuangan.
Berdasarkan defenisi di atas, pendapatan dapat diperoleh dengan
berbagai macam kegiatan yang dilakukan baik dari penjualan barang atau
penggunaan jasa yang dilakukan juga dapat menghasilkan pendapatan.
Menurut Bramastuti (2009:48) indikator pendapatan meliputi:
1. Pendapatan yang diterima per bulan
2. Bekerja
3. Anggaran biaya sekolah
4. Beban keluarga ditanggung
C. Kegunaan Pendapatan
Sebagai indikator ekonomi yang mengukur tingkat kemakmuran
penduduk suatu daerah, pendapatan perkapita dihitung secara berskala
(periodik) biasanya satu tahun. Manfaat dari perhitungan pendapatan
perkapita antara lain adalah sebagai berikut :
1) Untuk melihat tingkat perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu
daerah dari tahun ketahun.
2) Sebagai data perbandingan kesejahteraan suatu daerah dengan
daerah lain. Dari pendapatan perkapita masing-masing daerah dapat
dilihat tingkat kesejahteraan tiap daerah.
3) Sebagai data perbandingan tingkat standar hidup suatu daerah
dengan daerah lainnya. Dengan mengambil dasar perkapita dari tahun
ketahun, dapat disimpulkan apakah pendapatan perkapita suatu
daerah rendah (bawah), sedang atau tinggi.
4) Sebagai data untuk mengambil kebijakan di bidang ekonomi.
Pendapatan perkapita dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan
untuk mengambil langkah dibidang ekonomi.
Selama bertahun-tahun pendapatan perkapita telah dijadikan standar
untuk melihat tingkat kesejahteraan suatu negara. Pendapatan perkapita
menggambarkan pendapatan rata-rata seorang individu dalam kurun
waktu satu tahun. Jika pendapatan perkapita tinggi berarti perekonomian
sudah maju, demikian pula sebaliknya. Dengan melihat perkembangan
perekonomian dan kemakmuran suatu negara, dengan 14 cara
membandingkan besarnya pendapatan perkapita dari tahun ke tahun,
membandingkan tingkat kemakmuran ( standar hidup ) antar negara,
apakah tergolong kelompok daerah, menengah, atau tinggi. Pendapatan
perkapita dapat memberikan data-data mengenai kependudukan, seperti
jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun dan
penyebaran penduduk dari tiap daerah.
D. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi menurut Joko Untoro (2010:39) mengatakan
bahwa: “Pertumbuhan Ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam
perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi
dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat
dalam jangka panjang”.
Menurut Sadono Sukirno (2011:9) mengatakan bahwa Pertumbuhan
ekonomi merupakan perkembangan aktivitas perekonomian yang
mengakibatkan jumlah agregat barang dan jasa yang dihasilkan
masyarakat meningkat. Adapun menurut Schumpeter dalam Putong
(2002:252) mengatakan bahwa Pertumbuhan ekonomi adalah
pertambahan output (pendapatan nasional) yang disebabkan oleh
pertambahan alami dari tingkat pertambahan penduduk dan tingkat
tabungan.
Berdasarkan definisi-definisi pertumbuhan ekonomi diatas dapat
dikatakan bahwa pengertian pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan
kegiatan aktivitas produksi barang dan jasa perekenomian disuatu negara
secara berkesinambungan yang menunjukkan output perkapita dan akan
mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.
E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Sukirno (2010:213) “Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah
dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Faktor ekonomi yang mempengaruhi
pertumbuhan ekonomi meliputi Sumber Daya Alam, Sumber Daya
Manusia, Modal, Teknologi dan sebagainya”.
1) Sumber Daya Alam
Sumber daya alam merupakan faktor utama yang berpengaruh
terhadap perkembangan perkonomian. Kekayaan alam suatu negara
meliputi luas dan kesuburan tanah, keadaan iklim dan cuaca, jumlah
dan jenis hasil hutan serta kandungan mineral. Tersedianya sumber
daya alam yang melimpah akan memper mudah usaha dalam
mengembangkan perekonomian suatu negara, terutama pada masa
awal pertumbuhan ekonomi. Suatu negara yang kekurangan sumber
daya alam tidakdapat membangun dengan cepat.
2) Sumber Daya Manusia
Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang sangat berpengaruh
terhadap perkembangan perekonomian SDM meliputi kualiatas dan
kuantitas dalam pertumbuhan ekonomi sutau Negara.
3) Modal
Modal merupakan persediaan faktor produksi yang secara fisik dapat
diproduksi kembali. Pembentukan modal atau akumulasi merupakan
investasi dalam bentuk barang modal yang bertujuan untuk menaikkan
stok modal, Output nasional dan pendapatan nasional. Sehingga
pembentukan modal menjadi salah satu kunci dalam mencapai
pertumbuhan ekonomi. Pembentukan modal dapat meningkatkan
output nasional dengan bermacam-macam cara. Investasi di bidang
barang modal tidak hanya meningkatkan produksi saja, tetapi juga
akan membawa ke arah kemajuan teknologi.
4) Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi menjadi faktor yang penting dalam proses
pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya kemajuan teknologi akan
mendorong munculnya penemuan-penemuan baruyang dapat
meningkatkan produktivitas pekerja, modal dan faktor produksi yang
lain.
Menurut Kuznet (2011:26), “terdapat lima pola penting pertumbuhan
teknologi di dalam pertumbuhan ekonomi moderen. Kelima pola tersebut
meliputi: penemuan ilmiah atau penyempurnaan pengetahuan teknik,
investasi, inovasi, penyempurnaan dan penyebarluasan yang biasanya diikuti
oleh penyempurnaan. Hal tersebut sejalan dengan yang diungkapkan oleh
Schumpeter bahwa inovasi (pembaharuan) sebagai faktor teknologi yang
penting dalam pertumbuhan ekonomi
F. Hipotesis
METODE PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan di desa Galung Kecamatan Tapalang
Kabupaten Mamuju. Adapun waktu yang di perlukan dalam penelitian ini
selama dua bulan yakni September sampai November tahun 2022
B. Jenis dan Sumber Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Data kualitatif, adalah data dalam bentuk uraian yang diperoleh dari
hasil wawancara masyarakat di desa Galung Kecamatan Tapalang
Kabupaten Mamuju berupa pertanyaan dengan memberikan alternatif
pilihan dalam bentuk tanggapan
2. Data kuantitatif, adalah data yang diambil dari hasil koesioner yang
diberikan kepada masyarakat di Desa Galung Kecamatan Tapalang
Kabupaten Mamuju berupa pernyataan dengan memberikan alternatif
pilihan dalam bentuk tanggapan responden berupa angka-angka yang
akan diolah dan dianalisa sesuai dengan metode analisis sehingga
dapat terlihat hasil penelitian sesuai dengan harapan peneliti
Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:
1. Data primer, yakni data yang di terima langsung dari subjek
penelitian dan responden.
2. Data sekunder, yaitu data yang di terima atau di dapatkan dari
dokumen atau laporan tertulis yang berkaitan dengan penelitian ini.
C. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi penelitian adalah seluruh subjek yang akan diteliti di
daerah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat
Tambi sebanyak 4.010 orang
2. Sampel
sampel dalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Untuk
menentukan ukuran sampel dari populasi digunakan.
Penentuan jumlah sampel yang digunakan oleh penulis dalam
penelitian ini adalah berdasarkan metode slovin dalam buku siregar
(2011:34). Sehingga menarik sampel sebagai berikut:
N = 4.010 orang
N
n= 2
1+ N e
Sehinga:
4.010
n=
1+¿ ¿
4.010
n=
1+(4.010 x 0 , 01)
4.010
n=
1+ 40 ,1
4.010
n=
41 , 1
n=97 , 56
¿ 97 , 56
Berdasarkan perhitungan diatas, maka peneliti membulatkan
sampel yang akan digunakan sebanyak 98 orang masyarakat galung
D. Metode Pengumpulan Data.
Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data
yang diperlukan adalah sebagai berikut :
1. Observasi, menurut Arikunto (2006:124) “observasi adalah
pengumpulan data atau informasi yang harus dilakukan dengan
melakukan pengamatan langsung ke tempat yang akan diteliti. yaitu
melakukan pengamatan langsung terhadap pendapatan masyarakat di
desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju
2. Wawancara adalah “pengumpulan informasi dengan mengajukan
serangkaian pertanyaan lisan yang dapat dijawab secara lisan. Secara
sederhana, wawancara diartikan sebagai alat pengumpulan data yang
menggunakan tanya jawab antara pencari informasi dan sumber”
(Hadad Nawawi, 2001: 91).
3. Kuesioner, dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert yang
dikembangkan oleh Rensis Likert yang menggunakan alternatif angka
skala penelitian yaitu:
1) Sangat Setuju (SS) dengan score 5
2) Setuju (S) dengan score 4
3) Netral (N) dengan score 3
4) Tidak Setuju (TS) dengan Score 2
5) Sangat Tidak Setuju (STS) dengan score 1
Kuesioner yang tersedia nantinya akan diberikan kepada
responden yakni seluruh masyarakat desa Galung Kecamatan Tapalang
Kabupaten Mamuju Metode ini digunakan untuk mengatahui pendapatan
nelayan terhadap perekonomian masyarakat lingkungan tambi
E. Metode Analisis
1. Uji Validitas
Ukuran validitas suatu alat ukur. Instrumen yang valid atau tidak valid
hingga sangat efektif. Uji validasi dilakukan dengan menggunakan
SPSS untuk memastikan bahwa alat investigasi mencerminkan apa
yang sedang diukur. Setelah data diperoleh dari angket, maka
dilakukan perhitungan uji validitas instrumen dengan menggunakan
rumus korelasi
2. Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas adalah alat untuk mengukur kuesioner yang
berisi variabel konfigurasi atau metrik. Suatu kuesioner dikatakan
reliabel atau tidak reliabel jika jawaban seseorang terhadap
pernyataan tersebut terkadang stabil. Uji reliabilitas dapat dilakukan
dengan bantuan program SPSS yang memberikan validitas
pengukuran reliabilitas dengan Statistical Clonbunch Alpha Test.
Konfigurasi atau variabel dikatakan reliabel jika menghasilkan nilai
Cronbanch Alpha > 0.6
3. Uji Signifikansi (Uji t)
Uji-t dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang
signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Pengujian
dijalankan pada tingkat signifikansi 0,05 dan dua sisi. –ttabel< thitung
Untuk ttabel, Ho diterima. -thitung & lt; Jika ttabel atau thitung > ttabel,
maka Ho ditolak. Jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima. If the
significance < 0.05, maka Ho di tolak.
4. Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengelola
data yang terkumpul dan menemukan kebenaran hipotesis yang
diajukan. Regresi linier sederhana adalah regresi dengan satu variabel
bebas dan satu variabel terikat.
Menurut Sugiyono (2014:270), “analisis regresi linier
sederhana digunakan berdasarkan hubungan fungsional atau kausal
antara variabel bebas dan variabel terikat”.
. Adapun formulanya :
Y =a+bX + e
Di mana:
Y = Pertumbuhan Ekonomi
a = Konstanta
b = Koefisien Regresi
X = Pendapatan
e = Error
F. Definisi Operasional
Definisi Operasional variable penelitian sebagai berikut:
1. Pendapatan petani
Pendapatan hasil pertanian di dapatkan masyarakat dari kegiatan
bertani pada desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju
yang dapat dihitung dalam satuan nilai uang rupiah.
2. Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat
Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat adalah hasil yang disebabkan
oleh menurunnya niali produksi pertanian, namun juga dikarenakan
semakin meningkatnya biaya operasional serta naiknya harga pada
bibit tanaman tertentu
G. Sistematika Penulisan
Untuk memperoleh gambaran dan memudahkan pembahasan
proposal/skripsi ini maka akan disajikan sistematika penulisan yang
merupakan garis besar dari proposal ini. Adapun sistematika penulisan
adalah sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan
penelitian dan manfaat penelitian.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Dalam bab ini dikemukakan landasan teori yang berkaitan pengertian
pendapatan dan pertumbuhan ekonomi serta teori-teori yang
berhubungan dengan penelitian ini
BAB III METODE PENELITIAN
Dalam bab ini dikemukakan mengenai lokasi dan waktu penelitian,
jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, metode analisis,
defenisi operasional, dan sistematika penulisan.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Berisi tentang hasil penelitian secara sistematika kemudian dianalisis
dengan menggunakan metode penelitian yang telah ditetapkan untuk
selanjutnya diadakan pembahasan.
BAB V PENUTUP
Berisi tentang kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah
dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Dalam bab ini dikemukakan mengenai referensi yang digunakan untuk
menjadi rujukan dalam melakukan penelitian ini.
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT.
Rineka Cipta.
[Link]. 2019. Pengaruh prestasi sekolah dan tingkat pendapatan
keluarga terhadap motivasi berwiraswasta siswa smk bakti oetama
ondangrejo [Link] jurusan akutansi UMS
Dwi Martani, dkk. 2018. Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK.
Jakarta: Salemba Empat
Harnanto,Drs.M. [Link]-dasar [Link]
Kusnadi. 2000. Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate), Prinsip,
Prosedur & Metode, Edisi Pertama, Brawijaya Malang
Nawawi, Hadari. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis
yang [Link] Keempat. Penerbit Gadjah Mada University
Press, Yogyakarta.
Soekartawi. 2013. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada
Sochib. 2018. Pengantar Akuntansi 1. Yogyakarta: Deepublish.
Soekartawi. 2012. Ilmu Usaha Tani. Universitas Indonesia : Jakarta
Sadono, Sukirno. 2006. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan
Dasar Kebijakan. Jakarta: Prenada Media Group.
Sugiyono.2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Untoro, Joko, 2010, Ekonomi, Jakarta, Kawahmedia
Putong. 2002. Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro, Jakarta: Ghalia
Indonesia
Sadono, Sukirno. 2010. Makroekonomi. Teori Pengantar. Edisi Ketiga. PT.
Raja Grasindo Perseda. Jakarta.
Wiryohasmono., 2014. Konsep Pendapatan Rumah Tangga di Indonesia.
Salemba Empat. Jakarta
LAMPIRAN
KUESIONER
A. IDENTITAS RESPONDEN
Nama responden :
Usia :
Jenis kelamanin: Pria/Wanita :
Pendidikan Terakhir :
B. Pertanyaan Penelitian
Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai menurut pendapat saudara
yang menyangkut Pengaruh Pendapatan Petani Terhadap Pertumbuhan
Ekonomi di Desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju dengan
memberikan tanda silang (X) pada kolom jawaban yang anda anggap paling
sesuai.
Sangat Setuju (ST) (5)
Setuju (S) (4)
Kurang Setuju (KS) (3)
Tidak Setuju(TS) (2)
Sangat Tidak Setuju(STS) (1)
C. Daftar Pernyataan
Pendapatan (X)
SS S KS TS STS
NO Pernyataan
5 4 3 2 1
Hasil Dari Bertani Mampu Untuk
1
Membiayai Kebutuhan Keluarga
Pendapatan Yang Di Peroleh Dari Petani
2
Sesuai Dengan Yang Di Harapkan
Biaya Yang Di Keluarkan Sesuai Dengan
3
Hasil Yang Di Inginkan
Saya Mengharapkan Hasil Yang
4
Seimbang Dengan Kerja Saya
Biaya sekolah mampu terpenuhi dari hasil
5
bertani
Pertumbuhan Ekonomi (Y)
SS S KS TS STS
NO Pernyataan
5 4 3 2 1
Saya mencari relasi untuk mempermudah
1
memasarkan hasil kebun
Dengan perkembangan tekhnologi, maka
2 lebih mudah untuk berkomunikasi dengan
rekan kerja sama
Sumber daya alam yang dihasilkan di
3
desa Galung Beraneka ragam
Lebih mudah menghasilkan macam-
4 macam hasil pertanian di desa Galung
dibandingkan daerah lainnya.
Modal yang banyak, membuat
5 pendapatan hasil pertanian terus
bertambah