0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan32 halaman

Proposal Rismaa

Dokumen ini adalah proposal penelitian yang membahas pengaruh pendapatan masyarakat petani terhadap pertumbuhan ekonomi di Desa Galung, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani dan dampaknya terhadap ekonomi lokal. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pemerintah dan pihak terkait dalam meningkatkan pendapatan masyarakat petani.

Diunggah oleh

E r wi n E r
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan32 halaman

Proposal Rismaa

Dokumen ini adalah proposal penelitian yang membahas pengaruh pendapatan masyarakat petani terhadap pertumbuhan ekonomi di Desa Galung, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani dan dampaknya terhadap ekonomi lokal. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan masukan bagi pemerintah dan pihak terkait dalam meningkatkan pendapatan masyarakat petani.

Diunggah oleh

E r wi n E r
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PENGARUH PENDAPATAN MASYARAKAT PETANI

TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI DESA GALUNG

KECAMATAN TAPALANG KABUPATEN MAMUJU

Proposal Penelitian Untuk Skripsi

Oleh:

RISMA NILAWATI

NOMOR POKOK MAHASISWA : 201602072

PROGRAM STUDI : EKONOMI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAMUJU

2022
HALAMAN PENGESAHAN

JUDUL PROPOSAL : PENGARUH PENDAPATAN MASYARAKAT

PETANI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI

DI DESA GALUNG KECAMATAN TAPALANG

KABUPATEN MAMUJU

NAMA MAHASISWA : RISMA NILAWATI

NOMOR POKOK : 201602072

PROGRAM STUDI : EKONOMI PEMBANGUNAN

Disetujui Untuk Diseminarkan

Tanggal persetujuan

1. Pembimbing I :………………………………………………………….

2. Pembimbing II :………………………………………………………….

Pembimbing I Pembimbing II

Hj. Yati Heryati, S.E., [Link].,M.M Tri Frida Suryati, SE., [Link]
NIDN: 0917126501 NIDN 0931128005

Ketua Program Studi


Ekonomi Pembangunan

Jefriansyah Dwi Saputra A,SE.,[Link]. Pemb


NIDN: 0915017702
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ii
DAFTAR ISI iii
[Link] Belakang 1

[Link] Masalah 3

[Link] Penelitian 3

[Link] Penelitian 3

II TINJAUAN PUSTAKA 4
[Link] Pendapatan 4

[Link] Pendapatan 8

[Link] Pendapatan 10

[Link] Pertumbuhan Ekonomi 11

[Link]-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi 12

[Link] 14

METODE PENELITIAN 15
[Link] dan Waktu Penelitian 15

[Link] dan Sumber Data 15

[Link] dan Sampel Penelitian 16

[Link] Pengumpulan Data. 17

[Link] Analisis 18

[Link] Operasional 20

[Link] Penulisan 20
I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu Negara berkembang yang sebagian

besar tinggal pada daerah pedesaan yaitu kurang lebih 70% dan hamper

50% dari total angkatan kerja nasional rakyat kita memperoleh

keuntungan nasib dari kerja pada bagian sektor pertanian. Hal tersebut

menandakan bahwa penduduk Indonesia lebih banyak hidup pada daerah

pedesaan yang pada umumnya bermata pencaharian dalam bidang

pertanian sebagai petani.

Pada umumnya pendapatan merupakan salah satu tujuan dalam

setiap hidup masyarakat dimana pendapatan menjadi sumber demi

melanjutkan kehidupan setiap masyarakat. Pada dasarnya pembangunan

di desa bukanlah sekedar untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang

semakin baik akan tetapi yang penting meningkatkan pendapatan

masyarakat demi mencapai kehidupan yang lebih baik. Pertumbuhan

ekonomi adalah perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara

berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik.

Bagi petani di pedesaan, pembentukan modal sering dilakukan

dengan cara menabung, yaitu menyisihkan sebagian pendapatannya

untuk keperluan menabung. Karena petani kecil yang modalnya juga kecil

dan sebaliknya bagi petani besar yang modalnya juga relatif besar, maka

kemampuan untuk menabung bagi petani juga akan lebih besar. Hal ini
dapat dimengerti karena di pedesaan sering dijumpai bahwa “kekayaan

seseorang sering ditentukan oleh luasnya pemilikan penguasaan tanah,”

Soekartiwi (2013: 25)

Pada dasarnya pertanian merupakan salah satu taraf dalam

meningkatkan kualitas hidup masyarakat namun pada kenyataannya

petani banyak hidup dibawah garis kemiskinan dan belum mampu

meningkatkan pendapatannya, ini juga terjadi pada desa Galung

Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju karena mereka merupakan

salah satu daerah yang memiliki sumber daya alam yang cukup baik tapi

masyarakatnya belum mampu mengolah hasil pertanian tersebut

sehingga penghasilan yang di dapatkan masih jauh dari ekspektasi yang

di inginkan oleh masyarakat.

Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang antara lain

adalah keterbatasan modal kerja, keterbatasan ilmu serta terbatasnya

tekhnologi yang digunakan serta beberapa faktor penghambat lainnya.

Pertanian memiliki potensi yang cukup besar dalam meningkatkan

pembangunan ekonomi nasional namun demikian sangat diperlukan

peran dari para petani untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Pemerintah juga berperan penting dalam peningkatan pendapatan

petani karena tanpa adanya campur tangan pemerintah sebagai pembeli

kebijakan juga sebagai penyedia fasilitas bagi para petani maka akan sulit

untuk meningkatkan pendapatan.


Berdasarkan defenisi diatas, maka penulis tertarik untuk meneliti

tentang Pengaruh Pendapatan Masyarakat Petani Terhadap

Pertumbuhan Ekonomi di Desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten

Mamuju.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini ialah Apakah Pengaruh Pendapatan Masyarakat Petani

Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat di Desa Galung

Kecamatann Tapalang Kabupaten Mamuju?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh

Pendapatan Masyarakat Petani Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Masyarakat di Desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju

D. Manfaat Penelitian

1. Hasil dari penelitian ini diharapkan akan memberikan masukan dan

inspirasi bagi pemerintah setempat dan pihak lain yang terkait untuk

mencari jalan sebagai upaya peningkatan pendapatan masyarakat

petani di desa Galung Kecamatan Tapalang kabupaten Mamuju

2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai penelitian

ilmiah untuk mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan

sebagai masukan untuk mendukung pihak lain yang ingin melakukan

penelitian di bidang yang sama.


II TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Pendapatan

Pendapatan merupakan tujuan dari setiap aktivitas yang dilakukan

oleh masyarakat ataupun oleh perusahaan. Perusahaan berorientasi

sebagai profit maka pendapatan mempunyai peranan yang sangat besar.

Pendapatan merupakan faktor penting dalam operasi suatu perusahaan,

karena pendapatan akan mempengaruhi tingkat laba yang diharapkan

akan menjamin kelangsungan hidup perusahaan.

Harnanto (2019:102) menuliskan bahwa pendapatan adalah “kenaikan

atau bertambahnya aset dan penurunan atau berkurangnya liabilitas

perusahaan yang merupakan akibat dari aktivitas operasi atau pengadaan

barang dan jasa kepada masyarakat atau konsumen pada khususnya.

Sedangkan menurut Sochib (2018:47) pendapatan merupakan aliran

masuk aktiva yang timbul dari penyerahan barang/jasa yang dilakukan

oleh suatu unit usaha selama periode tertentu

Menurut Wiryohasmono (2014:3) pendapatan adalah keseluruhan

penghasilan yang diterima dari suatu usaha atau kegiatan tertentu

sedangkan penerimaan adalah setiap hasil yang diterima dari suatu

usaha atau kegiatan tertentu.

Ensiklopedia Ekonomi menyebutkan bahwa tingkat pendapatan

(Income Level) adalah tingkat hidup yang dicapai dan dinikmati oleh

individu atau keluarga yang didasarkan atas penghasilkan mereka atau


sumber-sumber pendapatan lain. Tingkat pendapatan merupakan salah

satu kriteria maju tidaknya suatu daerah. Bila pendapatan suatu daerah

relative rendah,dapat dikatakan bahwa kemajuan dan kesejahteraan

tersebut akan rendah pula. Kelebihan dari konsumsi maka akan disimpan

pada bank yang tujuannya untuk berjaga-jaga baik kemajuan dibidang

pendidikan, produksi dan sebagainya juga mempengaruhi tingkat

tabungan masyarakat. [Link] (2011:103) berpendapat bahwa bila

pendapatan masyarakat suatu daerah relatif tinggi, maka tingkat

kesejahteraan dan kemajuan daerah tersebut tinggi pula

Pendapatan adalah pendapatan uang yang diterima dan diberikan

kepada subjek ekonomi berdasarkan prestasi-prestasi yang diserahkan

yaitu berupa pendapatan dari profesi yang dilakukan sendiri atau usaha

perorangan dan pendapatan dari kekayaan. Besarnya pendapatan

seseorang bergantung pada jenis pekerjaannya (Sadono,2006:47),

Soekartawi (2012:132) menjelaskan pendapatan akan mempengaruhi

banyaknya barang yang dikonsumsikan, bahwa sering kali dijumpai

dengan bertambahnya pendapatan, maka barang yang dikonsumsi bukan

saja bertambah, tapi juga kualitas barang tersebut ikut menjadi perhatian.

Misalnya sebelum adanya penambahan pendapatan kualitas jagung yang

dijual masih kualitas yang kurang baik, namun setelah bertambahnya

pendapatan maka menjual dan menkomsusikan jagung yang kualitasnya

lebih baik dari sebelumnya.


Berdasarkan defenisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa

pendapatan merupakan arus kas masuk yang di hasilkan dari berbagai

aktivitas pekerjaan yang dilakukan oleh masyarakat.

Menurut Martani dkk (2018:216) Ada tiga perbedaan kriteria yang

dapat digunakan dalam menentukan saat yang tepat untuk mengakui

pendapat yaitu :

a. Penjualan barang

Pendapatan dari penjualan barang harus diakui apabila seluruh

kondisi berikut dipenuhi:

1) Entitas telah memindahkan resiko secara signifikan dan telah

memindahkan manfaat kepemilikan barang kepada pembeli.

2) Entitas tidak lagi melnjutkan pengelolaanyang biasanya terkait

dengan kepemilikan atas barang ataupun melakukan

pengendalian efektif atas barang yang dijual.

3) Jumlah pendapatan tersebut dapat diukur dengan andal.

b. Penjualan jasa

Jika hasil yang terkait dengan penjualan jasa dapat diestimasi

dengan andal, pendapatan sehubungan dengan transaksi tersebut

harus diakui dengan acuan pada tingkat penyelesaian dari transaksi

pada tanggal neraca. Hasil transaksi dapat diestimasi dengan andal,

jika seluruh kondisi berikut ini dipenuhi oleh:

1) Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal.


2) Kemungkinan besar manfaat ekonomi sehubungan dengan

transaksi tersebut dapat diperoleh entitas.

3) Tingkat penyelesaian dari suatu transaksi pada tanggal neraca

dapat diukur dengan andal. Berdasarkan uraian diatas, pendapatan

penjualan jasa diakui hanya jika memungkinkan besar manfaat

ekonomi sehubungan dengan transaksi tersebut akan mengalir ke

perusahaan.

c. Pendapatan Bunga, Royalti, Dividen

Pendapatan yang timbul dari pengguna asset entitas oleh pihak lain

yang menghasilkan bunga, royalti, dividen diakui sebagai berikut:

1) Pengakuan pendapatan bunga mengikuti konsep akuntansi

akrual. Pendapatan bunga diakui menggunakan metode suku

bunga efektif

2) Pendapatan royalti diterima dari pengguna aset perusahaan

seperti paten, hak cipta musik dan film, akan diakui berdasarkan

garis lurus selama periode waktu perjanjian royalty

3) Pendapatan dividen diakui ketika muncul hak pemegang saham

untuk menerima pembayaran dividen, yaitu tanggal pengumuman

dividen.

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa ada tiga kriteria yang

digunakan untuk menentukan saat yang tepat untuk mengakui pendapatan


yaitu penjualan barang, penjualan jasa dan pendapatan bunga, royalti dan

dividen.

B. Klasifikasi Pendapatan

Kusnadi (2000:19) menyatakan bahwa pendapatan dapat

diklasifikasikan menjadi dua bagian, yaitu :

1. Pendapatan operasional

Pendapatan operasional adalah pendapatan yang timbul dari

penjualan barang dagangan, produk atau jasa dalam perode tertentu

dalam rangka kegiatan utama atau yang menjadi tujuan utama

perusahaan yang berhubungan langsung dengan usaha (operasi)

pokok perusahaan yang bersangkutan. Pendapatan ini sifatnya normal

sesuai dengan tujuan dan usaha perusahaan dan terjadinya berulang-

ulang selama perusahaan melangsungkan kegiatannya. Setiap

perusahaan memiliki pendapatan operasional yang berbeda-beda

sesuai dengan jenis usaha yang dikelola perusahaan. Salah satu jenis

pendapatan operasional perusahaan adalah pendapatan yang

bersumber dari penjualan. Penjualan ini berupa penjualan barang dan

penjualan jasa yang menjadi objek maupun sasaran utama dari usaha

pokok perusahaan. Penjualan ini dapat dibedakan ke dalam dua

bentuk, yaitu :

a) Penjualan kotor adalah pendapatan dari penjualan sebelum

pengembalian barang (retur), diskon, dan komisi-komisi penjualan.


b) Penjualan bersih adalah total pendapatan penjualan dikurangi

faktor-faktor pengurang seperti retur, diskon, dan komisi.

2. Pendapatan non operasional

Pendapatan non operasional merupakan pendapatan yang diperoleh

dari kegiatan sampingan atau bukan dari kegiatan utama perusahaan

(di luar usaha pokok) yang bersifat insidentil. Adapun jenis pendapatan

ini dapat dibedakan sebagai berikut :

a) Pendapatan yang diperoleh dari penggunaan aktiva atau sumber

ekonomi perusahaan oleh pihak lain, yaitu :

1) Bunga adalah pembebanan untuk penggunaan kas atau setara

kas atau jumlah terutang kepada entitas

2) Royalti adalah pembebanan untuk penggunaan aset jangka

panjang entitas,

3) Dividen adalah distribusi laba kepada pemegang investasi

ekuitas sesuai dengan proporsi kepemilikan mereka atas

kelompok modal tertentu.

b) Pendapatan yang diperoleh dari penjualan aktiva di luar barang

dagangan atau hasil produksi. Pemisahan atau pembagian

pendapatan yang mengalir dari berbagai sumber sangat perlu

dilakukan sehingga dapat diperoleh ketepatan dalam mengambil

keputusan bagi pihak ekstern terutama para pemakai laporan

keuangan.
Berdasarkan defenisi di atas, pendapatan dapat diperoleh dengan

berbagai macam kegiatan yang dilakukan baik dari penjualan barang atau

penggunaan jasa yang dilakukan juga dapat menghasilkan pendapatan.

Menurut Bramastuti (2009:48) indikator pendapatan meliputi:

1. Pendapatan yang diterima per bulan

2. Bekerja

3. Anggaran biaya sekolah

4. Beban keluarga ditanggung

C. Kegunaan Pendapatan

Sebagai indikator ekonomi yang mengukur tingkat kemakmuran

penduduk suatu daerah, pendapatan perkapita dihitung secara berskala

(periodik) biasanya satu tahun. Manfaat dari perhitungan pendapatan

perkapita antara lain adalah sebagai berikut :

1) Untuk melihat tingkat perbandingan kesejahteraan masyarakat suatu

daerah dari tahun ketahun.

2) Sebagai data perbandingan kesejahteraan suatu daerah dengan

daerah lain. Dari pendapatan perkapita masing-masing daerah dapat

dilihat tingkat kesejahteraan tiap daerah.

3) Sebagai data perbandingan tingkat standar hidup suatu daerah

dengan daerah lainnya. Dengan mengambil dasar perkapita dari tahun

ketahun, dapat disimpulkan apakah pendapatan perkapita suatu

daerah rendah (bawah), sedang atau tinggi.


4) Sebagai data untuk mengambil kebijakan di bidang ekonomi.

Pendapatan perkapita dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan

untuk mengambil langkah dibidang ekonomi.

Selama bertahun-tahun pendapatan perkapita telah dijadikan standar

untuk melihat tingkat kesejahteraan suatu negara. Pendapatan perkapita

menggambarkan pendapatan rata-rata seorang individu dalam kurun

waktu satu tahun. Jika pendapatan perkapita tinggi berarti perekonomian

sudah maju, demikian pula sebaliknya. Dengan melihat perkembangan

perekonomian dan kemakmuran suatu negara, dengan 14 cara

membandingkan besarnya pendapatan perkapita dari tahun ke tahun,

membandingkan tingkat kemakmuran ( standar hidup ) antar negara,

apakah tergolong kelompok daerah, menengah, atau tinggi. Pendapatan

perkapita dapat memberikan data-data mengenai kependudukan, seperti

jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun dan

penyebaran penduduk dari tiap daerah.

D. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi menurut Joko Untoro (2010:39) mengatakan

bahwa: “Pertumbuhan Ekonomi adalah perkembangan kegiatan dalam

perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi

dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat

dalam jangka panjang”.


Menurut Sadono Sukirno (2011:9) mengatakan bahwa Pertumbuhan

ekonomi merupakan perkembangan aktivitas perekonomian yang

mengakibatkan jumlah agregat barang dan jasa yang dihasilkan

masyarakat meningkat. Adapun menurut Schumpeter dalam Putong

(2002:252) mengatakan bahwa Pertumbuhan ekonomi adalah

pertambahan output (pendapatan nasional) yang disebabkan oleh

pertambahan alami dari tingkat pertambahan penduduk dan tingkat

tabungan.

Berdasarkan definisi-definisi pertumbuhan ekonomi diatas dapat

dikatakan bahwa pengertian pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan

kegiatan aktivitas produksi barang dan jasa perekenomian disuatu negara

secara berkesinambungan yang menunjukkan output perkapita dan akan

mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.

E. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Sukirno (2010:213) “Pertumbuhan ekonomi suatu wilayah

dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Faktor ekonomi yang mempengaruhi

pertumbuhan ekonomi meliputi Sumber Daya Alam, Sumber Daya

Manusia, Modal, Teknologi dan sebagainya”.

1) Sumber Daya Alam

Sumber daya alam merupakan faktor utama yang berpengaruh

terhadap perkembangan perkonomian. Kekayaan alam suatu negara

meliputi luas dan kesuburan tanah, keadaan iklim dan cuaca, jumlah
dan jenis hasil hutan serta kandungan mineral. Tersedianya sumber

daya alam yang melimpah akan memper mudah usaha dalam

mengembangkan perekonomian suatu negara, terutama pada masa

awal pertumbuhan ekonomi. Suatu negara yang kekurangan sumber

daya alam tidakdapat membangun dengan cepat.

2) Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia merupakan faktor yang sangat berpengaruh

terhadap perkembangan perekonomian SDM meliputi kualiatas dan

kuantitas dalam pertumbuhan ekonomi sutau Negara.

3) Modal

Modal merupakan persediaan faktor produksi yang secara fisik dapat

diproduksi kembali. Pembentukan modal atau akumulasi merupakan

investasi dalam bentuk barang modal yang bertujuan untuk menaikkan

stok modal, Output nasional dan pendapatan nasional. Sehingga

pembentukan modal menjadi salah satu kunci dalam mencapai

pertumbuhan ekonomi. Pembentukan modal dapat meningkatkan

output nasional dengan bermacam-macam cara. Investasi di bidang

barang modal tidak hanya meningkatkan produksi saja, tetapi juga

akan membawa ke arah kemajuan teknologi.

4) Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi menjadi faktor yang penting dalam proses

pertumbuhan ekonomi. Dengan adanya kemajuan teknologi akan


mendorong munculnya penemuan-penemuan baruyang dapat

meningkatkan produktivitas pekerja, modal dan faktor produksi yang

lain.

Menurut Kuznet (2011:26), “terdapat lima pola penting pertumbuhan

teknologi di dalam pertumbuhan ekonomi moderen. Kelima pola tersebut

meliputi: penemuan ilmiah atau penyempurnaan pengetahuan teknik,

investasi, inovasi, penyempurnaan dan penyebarluasan yang biasanya diikuti

oleh penyempurnaan. Hal tersebut sejalan dengan yang diungkapkan oleh

Schumpeter bahwa inovasi (pembaharuan) sebagai faktor teknologi yang

penting dalam pertumbuhan ekonomi

F. Hipotesis
METODE PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di desa Galung Kecamatan Tapalang

Kabupaten Mamuju. Adapun waktu yang di perlukan dalam penelitian ini

selama dua bulan yakni September sampai November tahun 2022

B. Jenis dan Sumber Data

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Data kualitatif, adalah data dalam bentuk uraian yang diperoleh dari

hasil wawancara masyarakat di desa Galung Kecamatan Tapalang

Kabupaten Mamuju berupa pertanyaan dengan memberikan alternatif

pilihan dalam bentuk tanggapan

2. Data kuantitatif, adalah data yang diambil dari hasil koesioner yang

diberikan kepada masyarakat di Desa Galung Kecamatan Tapalang

Kabupaten Mamuju berupa pernyataan dengan memberikan alternatif

pilihan dalam bentuk tanggapan responden berupa angka-angka yang

akan diolah dan dianalisa sesuai dengan metode analisis sehingga

dapat terlihat hasil penelitian sesuai dengan harapan peneliti

Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Data primer, yakni data yang di terima langsung dari subjek

penelitian dan responden.

2. Data sekunder, yaitu data yang di terima atau di dapatkan dari

dokumen atau laporan tertulis yang berkaitan dengan penelitian ini.


C. Populasi dan Sampel Penelitian

1. Populasi

Populasi penelitian adalah seluruh subjek yang akan diteliti di

daerah penelitian. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat

Tambi sebanyak 4.010 orang

2. Sampel

sampel dalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Untuk

menentukan ukuran sampel dari populasi digunakan.

Penentuan jumlah sampel yang digunakan oleh penulis dalam

penelitian ini adalah berdasarkan metode slovin dalam buku siregar

(2011:34). Sehingga menarik sampel sebagai berikut:

N = 4.010 orang

N
n= 2
1+ N e

Sehinga:

4.010
n=
1+¿ ¿

4.010
n=
1+(4.010 x 0 , 01)

4.010
n=
1+ 40 ,1

4.010
n=
41 , 1

n=97 , 56
¿ 97 , 56

Berdasarkan perhitungan diatas, maka peneliti membulatkan

sampel yang akan digunakan sebanyak 98 orang masyarakat galung

D. Metode Pengumpulan Data.

Metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data

yang diperlukan adalah sebagai berikut :

1. Observasi, menurut Arikunto (2006:124) “observasi adalah

pengumpulan data atau informasi yang harus dilakukan dengan

melakukan pengamatan langsung ke tempat yang akan diteliti. yaitu

melakukan pengamatan langsung terhadap pendapatan masyarakat di

desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju

2. Wawancara adalah “pengumpulan informasi dengan mengajukan

serangkaian pertanyaan lisan yang dapat dijawab secara lisan. Secara

sederhana, wawancara diartikan sebagai alat pengumpulan data yang

menggunakan tanya jawab antara pencari informasi dan sumber”

(Hadad Nawawi, 2001: 91).

3. Kuesioner, dalam penelitian ini menggunakan Skala Likert yang

dikembangkan oleh Rensis Likert yang menggunakan alternatif angka

skala penelitian yaitu:

1) Sangat Setuju (SS) dengan score 5

2) Setuju (S) dengan score 4


3) Netral (N) dengan score 3

4) Tidak Setuju (TS) dengan Score 2

5) Sangat Tidak Setuju (STS) dengan score 1

Kuesioner yang tersedia nantinya akan diberikan kepada

responden yakni seluruh masyarakat desa Galung Kecamatan Tapalang

Kabupaten Mamuju Metode ini digunakan untuk mengatahui pendapatan

nelayan terhadap perekonomian masyarakat lingkungan tambi

E. Metode Analisis

1. Uji Validitas

Ukuran validitas suatu alat ukur. Instrumen yang valid atau tidak valid

hingga sangat efektif. Uji validasi dilakukan dengan menggunakan

SPSS untuk memastikan bahwa alat investigasi mencerminkan apa

yang sedang diukur. Setelah data diperoleh dari angket, maka

dilakukan perhitungan uji validitas instrumen dengan menggunakan

rumus korelasi

2. Uji Reliabilitas

Pengujian reliabilitas adalah alat untuk mengukur kuesioner yang

berisi variabel konfigurasi atau metrik. Suatu kuesioner dikatakan

reliabel atau tidak reliabel jika jawaban seseorang terhadap

pernyataan tersebut terkadang stabil. Uji reliabilitas dapat dilakukan

dengan bantuan program SPSS yang memberikan validitas

pengukuran reliabilitas dengan Statistical Clonbunch Alpha Test.


Konfigurasi atau variabel dikatakan reliabel jika menghasilkan nilai

Cronbanch Alpha > 0.6

3. Uji Signifikansi (Uji t)

Uji-t dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang

signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Pengujian

dijalankan pada tingkat signifikansi 0,05 dan dua sisi. –ttabel< thitung

Untuk ttabel, Ho diterima. -thitung & lt; Jika ttabel atau thitung > ttabel,

maka Ho ditolak. Jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima. If the

significance < 0.05, maka Ho di tolak.

4. Analisis Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linier sederhana digunakan untuk mengelola

data yang terkumpul dan menemukan kebenaran hipotesis yang

diajukan. Regresi linier sederhana adalah regresi dengan satu variabel

bebas dan satu variabel terikat.

Menurut Sugiyono (2014:270), “analisis regresi linier

sederhana digunakan berdasarkan hubungan fungsional atau kausal

antara variabel bebas dan variabel terikat”.

. Adapun formulanya :

Y =a+bX + e
Di mana:

Y = Pertumbuhan Ekonomi

a = Konstanta

b = Koefisien Regresi

X = Pendapatan

e = Error

F. Definisi Operasional

Definisi Operasional variable penelitian sebagai berikut:

1. Pendapatan petani

Pendapatan hasil pertanian di dapatkan masyarakat dari kegiatan

bertani pada desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju

yang dapat dihitung dalam satuan nilai uang rupiah.

2. Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat

Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat adalah hasil yang disebabkan

oleh menurunnya niali produksi pertanian, namun juga dikarenakan

semakin meningkatnya biaya operasional serta naiknya harga pada

bibit tanaman tertentu

G. Sistematika Penulisan

Untuk memperoleh gambaran dan memudahkan pembahasan

proposal/skripsi ini maka akan disajikan sistematika penulisan yang

merupakan garis besar dari proposal ini. Adapun sistematika penulisan

adalah sebagai berikut:


BAB I PENDAHULUAN

Bab ini menguraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan

penelitian dan manfaat penelitian.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Dalam bab ini dikemukakan landasan teori yang berkaitan pengertian

pendapatan dan pertumbuhan ekonomi serta teori-teori yang

berhubungan dengan penelitian ini

BAB III METODE PENELITIAN

Dalam bab ini dikemukakan mengenai lokasi dan waktu penelitian,

jenis dan sumber data, metode pengumpulan data, metode analisis,

defenisi operasional, dan sistematika penulisan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Berisi tentang hasil penelitian secara sistematika kemudian dianalisis

dengan menggunakan metode penelitian yang telah ditetapkan untuk

selanjutnya diadakan pembahasan.

BAB V PENUTUP

Berisi tentang kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang telah

dilakukan.

DAFTAR PUSTAKA
Dalam bab ini dikemukakan mengenai referensi yang digunakan untuk

menjadi rujukan dalam melakukan penelitian ini.


DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT.


Rineka Cipta.

[Link]. 2019. Pengaruh prestasi sekolah dan tingkat pendapatan


keluarga terhadap motivasi berwiraswasta siswa smk bakti oetama
ondangrejo [Link] jurusan akutansi UMS
Dwi Martani, dkk. 2018. Akuntansi Keuangan Menengah Berbasis PSAK.
Jakarta: Salemba Empat
Harnanto,Drs.M. [Link]-dasar [Link]

Kusnadi. 2000. Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate), Prinsip,


Prosedur & Metode, Edisi Pertama, Brawijaya Malang
Nawawi, Hadari. (2001). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Bisnis
yang [Link] Keempat. Penerbit Gadjah Mada University
Press, Yogyakarta.
Soekartawi. 2013. Agribisnis Teori dan Aplikasinya. Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada

Sochib. 2018. Pengantar Akuntansi 1. Yogyakarta: Deepublish.

Soekartawi. 2012. Ilmu Usaha Tani. Universitas Indonesia : Jakarta

Sadono, Sukirno. 2006. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan


Dasar Kebijakan. Jakarta: Prenada Media Group.
Sugiyono.2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Untoro, Joko, 2010, Ekonomi, Jakarta, Kawahmedia
Putong. 2002. Pengantar Ekonomi Mikro dan Makro, Jakarta: Ghalia
Indonesia
Sadono, Sukirno. 2010. Makroekonomi. Teori Pengantar. Edisi Ketiga. PT.
Raja Grasindo Perseda. Jakarta.
Wiryohasmono., 2014. Konsep Pendapatan Rumah Tangga di Indonesia.
Salemba Empat. Jakarta
LAMPIRAN
KUESIONER

A. IDENTITAS RESPONDEN

Nama responden :

Usia :

Jenis kelamanin: Pria/Wanita :

Pendidikan Terakhir :

B. Pertanyaan Penelitian

Pilihlah salah satu jawaban yang paling sesuai menurut pendapat saudara

yang menyangkut Pengaruh Pendapatan Petani Terhadap Pertumbuhan

Ekonomi di Desa Galung Kecamatan Tapalang Kabupaten Mamuju dengan

memberikan tanda silang (X) pada kolom jawaban yang anda anggap paling

sesuai.

Sangat Setuju (ST) (5)

Setuju (S) (4)

Kurang Setuju (KS) (3)

Tidak Setuju(TS) (2)

Sangat Tidak Setuju(STS) (1)


C. Daftar Pernyataan

Pendapatan (X)

SS S KS TS STS
NO Pernyataan
5 4 3 2 1

Hasil Dari Bertani Mampu Untuk


1
Membiayai Kebutuhan Keluarga

Pendapatan Yang Di Peroleh Dari Petani


2
Sesuai Dengan Yang Di Harapkan

Biaya Yang Di Keluarkan Sesuai Dengan


3
Hasil Yang Di Inginkan

Saya Mengharapkan Hasil Yang


4
Seimbang Dengan Kerja Saya

Biaya sekolah mampu terpenuhi dari hasil


5
bertani
Pertumbuhan Ekonomi (Y)

SS S KS TS STS
NO Pernyataan
5 4 3 2 1

Saya mencari relasi untuk mempermudah


1
memasarkan hasil kebun

Dengan perkembangan tekhnologi, maka


2 lebih mudah untuk berkomunikasi dengan
rekan kerja sama

Sumber daya alam yang dihasilkan di


3
desa Galung Beraneka ragam

Lebih mudah menghasilkan macam-


4 macam hasil pertanian di desa Galung
dibandingkan daerah lainnya.

Modal yang banyak, membuat


5 pendapatan hasil pertanian terus
bertambah

Anda mungkin juga menyukai