LAPORAN PENYULUHAN PRAKTIK KLINIK
PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS
PAAL X PENYAKIT DEMAM BERDARAH (DBD)
Disusun Oleh:
Febriyani PO71200230064
Muhammad Rehan PO71200230066
Chelseanna Desmawardanie PO71200230068
Rara Salsabila PO71200230070
Alfi Khyoriah PO71200230072
CI LAHAN PRAKTIK:
Ira Pebriani,[Link],Ners
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEPERAWATAN JURUSAN
KEPERAWATAN POLITEKNIK KESEHATAN
KEMENKES JAMBI 2024/2025
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan
rahmatnya proposal kegiatan penyuluhan kesehatan di lingkungan daerah masyarakat
yang diadakan oleh mahasiswa/Mahasiswi Poltekkes Kmenkes Jambi Jurusan
Keperawatan dapat terselesaikan dengan baik.
Kami pun sadar bahwa tanpa adanya suatu kerja sama disemua pihak yang
terkait, pelaksanaan kegiatan ini tidak dapat berjalan dengan [Link] karena
ucapan terimakasih kami sampaikan kepada:
1. CI Diruang Anak Kepada Kak Ira Pebriani,[Link],Ners
2. Seluruh Yang Terlibat dalam Kegiatan.
3. Seluruh Pegawai Puskesmas Paal X Kota Jambi Yang Terlibat Dalam Kegiatan
4. Seluruh Panitia Yang Telah Membantu Dan Menyelesaikan Laporan
Pertanggung Jawaban.
Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati, Kami mengharapkan bantuan
pemikiran lebih lanjut sebagai ilmu bekal kami dalam melaksanakan kegiatan yang
sama ditahun yang mendatang. Di samping itu kami atas nama panitia Mohon maaf
sebesar besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam acara [Link] segala
kekuranmgan dan kekeliruan selama kegiatan dilaksanakan.
Demikian proposal ini. Kami menerima kritik dan saran, atas perhatiannya
dan kerjasamanya kami ucapkan Terimakasih.
Jambi, 4 November 2025
Penulis
PENDAHULUAN
A. ANALISIS MASALAH
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus
dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk terutama nyamuk Aedes aegypti dan
Aedes albopictus. Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor penular penyakit DBD
karena nyamuk ini menyukai darah manusia (Soedarto, 2012). Kemampuan nyamuk
Aedes menjadi vektor penyakit DBD berkaitan dengan aktivitas menghisap darah
yang diperlukan oleh nyamuk betina untukproses pematangan telur demi kelanjutan
keturunannya (Biu dan Hassan, 2015). Nyamuk Aedes menggigit lebih dari satu
orang (multiple biter) untuk mendapatkan darah yang cukup, sehingga potensi
menularkan penyakit demam berdarah semakin tinggi (Kementerian Kesehatan RI,
2014).
Dengan meliat kondisi lingkungan pemukiman warga untuk saat ini, sangat
rentan terjadinya penyakit demam berdarah saat ini, karena masyarakat untuk saat
ini masih kurang peduli dengan kebersihan lingkungan dan masih kurang
pengetahuannya mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Dan dengan meliat
kondisi saat ini kami bertujuan untuk membuat program sosialisasi masyarakat
dalam bentuk penyuluhan kesehatan. Guna untuk memberikan pemahaman dan
pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat, serta cara untuk terhindar
dari penyakit demam berdarah. Karena salah satu langkah untuk terhindar dari
penyebaran penyakit demam berdarah diantaranya yaitu dengan menjaga lingkungan
sekitar. Karna yang seperti yang kita ketahui penyebaran Penyakit demam dengue
disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan kepada manusia melalui perantara
nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Tidak seperti nyamuk- nyamuk yang
pada umumnya mencari makan di malam hari, Aedes aegypti dan Aedes albopictus
umumnya menggigit di pagi hari sampai sore hari menjelang petang.
Jentik-jentik nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sering ditemukan
pada air selokan yang tidak mengalir, kolam, waduk, atau kamar mandi di rumah
kita. Itu artinya serangga ini menjadikan air yang tenang sebagai media untuk
berkembang biak. Dengan melihat status demografi untuk sekarang ini Wilayah
yang memiliki tingkat sanitasi buruk, seperti di kota-kota berpenduduk padat yang
terletak di negara-negara berkembang (salah satunya Indonesia), adalah wilayah
yang sering dilanda permasalahan demam dengue. Selain populasi penduduk yang
terus bertambah, penyebaran virus dengue juga didukung oleh mobilitasnya yang
terus meningkat.
Pada tahun 2024, Kota Jambi mengalami lonjakan kasus DBD, dengan 424
kasus tercatat hingga Juli. Angka ini meningkat dari 312 kasus pada tahun 2023, di
mana 7 pasien meninggal dunia. Pada tahun 2023, Kelurahan Kenali Besar memiliki
kasus terbanyak dengan 40 kasus, dua di antaranya meninggal dunia.
DBD sering kali tersebar luas di musim hujan. Parasit dan vektor penyakit
sangat peka terhadap faktor iklim, khususnya suhu, curah hujan, dan kelembaban.
Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan sekitar rumah,
berikut
langkah-langkah yang bisa anda lakukan:
1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus
- Menguras: Bersihkan dan kuras secara rutin tempat-tempat penampungan air,
seperti bak mandi, ember, pot bunga, dan tempat minum hewan.
- Menutup : Tutup rapat semua tempat penampungan air agar tidak menjadi
sarang
nyamuk, seperti drum atau gentong.
- Mengubur atau Mendaur Ulang : Buang atau daur ulang barang bekas yang bisa
menampung air, seperti kaleng, ban bekas, dan botol plastik.
Plus :
- Gunakan kelambu atau kawat anti nyamuk di jendela dan pintu.
- Tanam tanaman pengusir nyamuk, seperti serai, lavender, atau kemangi.
- Pakai obat nyamuk atau lotion anti nyamuk.
- Pelihara ikan pemakan jentik di kolam atau tempat penampungan air.
2. Fogging (Pengasapan)
- Pengasapan dilakukan oleh dinas kesehatan setempat di daerah yang ada kasus
DBD
untuk membunuh nyamuk dewasa. Namun, ini hanya efektif sebagai langkah
darurat
dan harus didukung dengan PSN.
3. Edukasi dan Penyuluhan
- Berikan penyuluhan kepada keluarga dan tetangga tentang pentingnya menjaga
kebersihan lingkungan dan mengenali gejala DBD.
- Ajarkan cara-cara sederhana untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk di
rumah dan sekitar rumah.
4. Penggunaan Larvasida
- Lakukan pemeriksaan jentik nyamuk secara berkala di rumah dan sekitar
lingkungan
untuk memastikan tidak ada tempat berkembang biaknya nyamuk.
6. Partisipasi dan Kerja Sama Komunitas
- Bergabung dalam kegiatan kerja bakti lingkungan untuk membersihkan selokan,
saluran air, dan area publik lainnya yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.
- Ajak seluruh warga untuk berpartisipasi aktif dalam pemberantasan sarang
nyamuk
secara serentak.
B. TUJUAN KEGIATAN
A. Tujuan umum penyuluhan DBD ini adalah untuk meningkatkan pemahaman
masyarakat tentang penyakit ini dan cara pencegahannya dengan cara
Memberikan
edukasi tentang penyakit DBD, Memberikan pencegahan dan pengendalian
penyakit
DBD, Mengedukasi penanganan awal pada DBD.
B. Tujuan Khusus penyuluhan DBD ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan
masyarakat tentang Gejala-gejala DBD, Faktor resiko dan cara penularannya,
Mengajarkan masyarakat langkah-langkah pencegahan DBD, Memberikan
edukasi
tentang kesehatan yang baik dan kebiasaan higienis di lingkungan sekitar.
C. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Sabtu, 09 November 2025 di Puskesmas Paal X
D. SASARAN
Adapun sasaran kegiatan penyuluhan ini kami tujukan kepada pasien yang
berada dipuskesmas paal x
E. MEDIA
Karton & Gambar
Leafet
F. LAPORAN KEGIATAN
Kegiatan penyuluhan kesehatan diawali pertemuan dengan kepala CI
Layanan Kesehatan primer Puskesmas Paal X untuk menjelaskan tujuan
kegiatan penyuluhan kesehatan pada Selasa,04 November 2025 kesepakatan
waktu penyuluhan diadakan pada Sabtu, 08 November 2025. peserta kegiatan
adalah pasien yang berada di paal x. Susunan acara kegiatan penyuluhan:
1. Pembukaan oleh seksi acara Febryani dan memperkenalkan kelompok
2. Pemaparan materi yang disampaikan Alfi Khoyria & Chealseana
Desmawardani
3. dokumentasi Rara Salsabila
4. Evaluasi
5. Foto Bersama
6. Penutup
G. HASIL YANG DI CAPAI
1. Evaluasi Struktur
Mahasiswa telah menyiapkan materi, sap, dan media untuk penyuluhan
Mahasiswa telah mengontrak waktu untuk dilakukan kegiatan
pendidikan kesehatan tentang Demam Berdarah Dengue (DBD).
Mahasiswa dan klien hadir di tempat pendidikan kesehatan tepat waktu.
Suasana lingkungan yang nyaman, kondusif, semangat dan aktif
selama kegiatan pendidikan kesehatan dilaksanakan.
Adanya komunikasi yang efektif serta diskusi yang baik antara
pemberi pendidikan kesehatan dengan klien.
2. Evaluasi Proses
Kegiatan dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan
Mahasiswa dapat membuat klien tertarik dalam kegiatan
pendidikan kesehatan.
Klien pendidikan kesehatan antusias dan aktif selama kegiatan
pendidikan kesehatan.
Mahasiswa dapat menjelaskan terkait pengertian, masalah, dampak,
dan solusi Demam Berdarah Dengue (DBD).
3. Evaluasi Hasil
Klien merasa puas dengan informasi dan pelatihan yang diberikan.
Klien diberikan memahami dan dapat menerapkan latihan yang
telah di berikan.
Klien antusias untuk mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan.
H. FAKTOR PENDUKUNG
1. Berangkat ketempat tujuan tepat waktu
2. Jalan mudah dilalui
3. Pembagian tugas kelompok berjalan dengan baik
4. Dana tercukupi
5. Mahasiswa berperan aktif dengan tugasnya
6. Peserta berperan aktif selama penyuluhan
7. Media terpenuhi
Adapun Faktor lain yang mendorong keberhasilan kegiatan ini adalah:
a. Terjalinnya hubungan saling percaya antara klien sasaran pendidikan
kesehatan dengan mahasiswa sehingga kegiatan dapat dilakukan dengan
lancar dan klien dapat memahami Materi Demam Berdarah Dengue
(DBD).
b. Komunikasi efektif yang baik antara mahasiswa dengan klien sehingga
informasi yang disampaikan mudah dipahami dan di ikuti.
I. SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
Terlampir
J. MATERI PENYULUHAN
Terlampir
K. HASIL KEGIATAN
Kegiatan Penyuluhan berlangsung pada hari Sabtu, 08 November
pukul 09.00 s/d Selesai WIB di Puskesmas Paal X. Kegiatan penyuluhan yang
dilaksanakan pada dasarnya berjalan lancar sesuai rencana. Susunan acara
yang telah terjadwalkan terlaksana dengan baik. Pasien sangat antusias dengan
kegiatan penyuluhan yang dilaksanakan tersebut. Kegiatan penyuluhan ini
dilaksanakan bertujuan untuk memberikan edukasi terkait Pentingnya
Pengetahuan Tentang Demam Berdarah Demgue (DBD), Diharapkan pasien
yang hadir setelah di berikan edukasi dapat memulai menerapkan Hidup
Sehat.
L. PENUTUP
Kegiatan Penyuluhan ini berjalan sesuai dengan rencana yang telah
disiapkan. Pasien menjadi sasaran utama dalam penyuluhan Demam Berdarah
Dengue (DBD). Pasien mampu memahami materi yang telah disampaikan.
Dengan adanya Promosi Kesehatan atau penyuluhan tersebut pasien dapat
menerapkan Hidup Sehat. Demikian Laporan Pelaksanaan penyuluhan ini
kami buat, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Lampiran1
SUSUNAN KEPANITIAN
PENYULUHAN PROMOSI
KESEHATAN
Pelindung : Ketua Prodi (DIII
Keperawatan) Penanggung jawab : Ira
Pebriani,[Link]
Ketua Panitia : Muhammad Rehan
Sekretaris : Rara Salsabila
Bendahara : Rara Salsabila
Moderator : Febryani
Divisi Edukasi & Materi :
Alfi Khoyiriah
Chealseana Desmawardani
Divisi Humas & Dokumentasi :
Rara Salsabila
Divisi Perlengkapan :
Rara Salsabila
Chealseana Desmawardani
Alfi Khoyiriah
Febryani
Muhammad Rehan
Lampiran 2
SUSUNAN ACARA
PENYULUHAN PROMOSI KESEHATAN
No. Waktu/Tgl Kegiatan Penanggung Jawab
1 04/Nov/2025 Pembuatan Proposal Kelompok
13.30 S/D
2 07/Nov/2025 Pengecekan/Pengunjungan Lokasi Kelompok
08.00 S/D
3 08/Nov/2025 Pelaksanaan Penyuluhan Kelompok
09.00 S/D
4 09.00-09.20 Opening Activity (Pembukaan Kegiatan) & Ketua panitia
Pengenalan Program
5 09.20-09.40 Pemaparan Materi/Edukasi Kesehatan Divisi edukasi & Materi
6 09.40-10.00 Diskusi Divisi edukasi Materi
7 10.00-10.10 Penutup Seksi dokumentasi
Lampiran 3
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)
A. Identitas Mata Kuliah
1. Pokok Bahasan : Demam Berdarah Dengue
2. Sasaran : Posyandu Puskesmas Paal X
3. Hari/Tanggal : Sabtu, 08 November 2025
4. Tempat : Puskesmas Paal X
5. Waktu : 60 Menit
6. Penyaji : D-III Keperawatan 3B
B. Tujuan intruksional umum (TIU)
Setelah diberikan pendidikan kesehatan, klien memahami dan mau menerapkan
Hidup Sehat.
C. Tujuan Instruksional Khusus(TIK)
Setelah dilakukan kegiatan pendidikan kesehatan dan demonstrasi bersama selama
60 menit sasaran akan mampu:
1) Mengetahui pengertian Demam Berdarah Dengue (DBD)
2) Memahami Pentingnya Demam Berdarah Dengue (DBD)
3) Mengetahui Bagian Dari Demam Berdarah Dengue (DBD)
D. Materi
1) Pengertian Demam Berdarah Dengue (DBD)
2) Penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
3) Tanda dan Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD)
4) Penegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
5) Pengobatan Demam Berdarah Dengue (DBD)
E. Metode
1) Ceramah
2) Demonstrasi
F. Media
Karton & Gambar
Leafet
G. Evaluasi
1) Evaluasi Struktur
- Pasien mengikuti kegiatan penyuluhan
- Penyuluhan diikuti oleh Orangtua dan anak-anak
2) EvaluasiProses
- Pasien antusias terhadap penyuluhan
- Pasien tidak meningalkan tempat saat penyuluhan berlangsung
H. Kegiatan Penyuluhan
Tahap Waktu Kegiatan Pengajar Kegiatan Peserta Metode Media
Pendahuluan 09.00- 1. Mengucapkan salam 1. Menjawab salam. Ceramah
09.20 2. memperkenalkan diri 2. mendengarkan
3. menjelaskan tujuan dan
kegiatan penyuluhan memperhatikan
4. menjelaskan kontrak dengan seksama.
waktu 3. menyetujui
kontrak waktu
yang telah di
sepakati.
Penyajian 09.20- 1. Menjelaskan materi Mendengarkan dan Ceramah Karton&
09.40 Demam Berdarah memperhatikan gambar
Dengue (DBD) dengan seksama
a. Pengertian DBD paparan materi dari
b. Penyebab DBD penyaji.
c. Tanda dan
Gejala DBD
d. Pencegahan
DBD
e. Pengobatan
DBD
Penutup 09.40- 1. Menyimpulkan materi 1. Memperhatikan
10.10 2. Mengucapkan salam dengan seksama
penutup. 2. Menjawab salam
Lampiran 4
MATERI PENYULUHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD)
A. Pengertian
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang
disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-BorneVirus, genus
Flavivirus, dan famili Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk
dari genus Aedes, terutama Aedes aegypti atau Aedes albopictus. (Sutarjo US,
2015).
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Hemrrhagic Fever
(DHF) ialah penyakit yang disebabkanvirus dengue yang ditularkan melalui
gigitan nyamuk Aedes aegyti dan Aedes albbopictus. Kedua jenis nyamuk ini
terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia kecuali ditempat ketinggian
lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut (Ginanjar, 2008).
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah suatu penyakit menular
yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan oleh nyamuk Aedes
aegypti yang ditandai dengan demam mendadak dua sampai tujuh hari tanpa
penyebab yang jelas, lemah atau lesu, gelisah, nyeri ulu hati, disertai dengan
tanda-tanda perdarahan di kulit berupa bintik perdarahan (petechia), ruam
(purpura). Kadangkadang mimisan, berak darah, muntah darah, kesadaran
menurun dan bertendensi menimbulkan renjatan (syok) dan kematian (Mubin,
2005). Demam berdarah dengue adalah penyakit demam akut yang
disebabkan oleh empat serotype virusdengue dan ditandai dengan empat
gejala klinis utama yaitu demam yang tinggi, manifestasi perdarahan,
hepatomegali dan tanda-tanda kegagalan sirkulasi sampai timbulnya renjatan
(Sindrom Renjatan Dengue) sebagai akibat dari kebocoran plasma yang dapat
menyebabkan kematian (Taddaga Kasse,. 2016).
Telah banyak upaya dan berbagai strategi untuk mengatasi masalah
ini yang dilakukan pemerintah melalui Departemen Kesehatan seperti
memberantas nyamuk dewasa melalui tehnik pengasapan (fogging),
menggunakan larvasida Abate yang ditaburkan ke tempat penampungan air/
bak mandi yang sulit dibersihkan, namun kedua metoda tersebut tidak efektif ,
sehingga perlu diupayakan cara atau metoda lain untuk menanggulangi
penyebaran dan perkembangbiakan kedua jenis nyamuk vektor virus dengue
tersebut. Hal tersebut merupakan tanggung jawab pemerintah dan seluruh
lapisan masyarakat Indonesia. Yang menjadi persoalan adalah sangat sulit
untuk membangkitkan kesadaran penduduk untuk turut berpartisipasi secara
sukarela agar upaya tersebut dapat berjalan baik.
B. Penyebab
Demam Berdarah Dengue atau Dengue Haemorrhagic Fever (DHF)
ditularkan nyamuk Aedes aegypti yang telah terjangkit virus Demam Berdarah
Dengue. Demam Berdarah Dengue disebabkan oleh salah satu dari empat
serotype virus yang berbeda antigen. Virus ini adalah kelompok flavirus dan
serotype adalah DEN-1, DEN-2, DEN-3, DEN-4. Infeksi oleh salah satu jenis
serotype ini akan memberikan kekebalan terhadap Haemorrhagic Fever dapat
mengalami infeksi 4 kali seumur hidupnya (Nursalam, dkk,. 2013).
Nyamuk Aedes aegypti mudah dikenali dengan memperhatikan warna
tubuhnya, tanda- tanda yang dapat digunakan sebagai penciri adalah :
merupakan lalat kecil dengan tubuh halus, lunak dan langsing, yang terbagi
menjadi tiga bagian yaitu: caput (kepala), thoraks (dada) dan abdomen (perut),
pada caput terdapat sepasang antena dengan mulut tipe menusuk dan
menghisap, bernafas dengan menggunakan sistem trachea yang langsung
berhubungan dengan jaringan tubuh,dengan mata faset yang tersusun atas
omnatidia dan mata tunggal (ocelli), sedangkan pada daerah thoraks terdapat
tiga pasang kaki, tubuh dan kaki berwarna gelap diselingi belang-belang putih,
pada permukaan atas punggung terdapat semacam huruf ‘Y’ dan terdapat
sepasang garis membujur, mempunyai sepasang sayap (Diptera), sayap muka
transparan dengan beberapa pembuluh darah dan sayap belakang mengalami
reduksi berubah bentuk seperti ‘halter’ dan mempunyai sistem syaraf tangga tali
yang terdiri atas ganglion-ganglion pada setiap ruas tubuhnya, organ kelamin
yang bersifat tunggal bermuara pada ujung abdomen dan nyamuk betina bersifat
ovivar. ( Borror and Delong, 1970).
C. Tanda dan Gejala
Gejala penyakit ini biasanya berupa demam disertai perdarahan bawah kulit
selaput hidung dan lambung, dengan tanda-tanda sebagai berikut: demam secara tiba-
tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada persendian dan otot (myalgias dan
arthralgias) dan ruam yang biasanya berwarna merah terang dan biasanya muncul
dulu pada bagian bawah badan dan pada beberapa kasus ruam menyebar pada sekujur
tubuh, gejala lain sering disertai radang perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare.
Demam biasanya terjadi sekitar enam sampai tujuh hari, gejala klinis demam
berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, perdarahan, trombositopenia dan
hemokonsentrasi, kadang terjadi sindrom shock dengue yang dapat menyebabkan
tingkat kematian yang tinggi. (Kristina dkk.,2004).
D. Pencegahan
Pencegahan penyakit DBD sangat tergantung pada pengendalian vektornya, yaitu
nyamuk Aedes aegypti. Pengendalian nyamuk tersebut dapat dilakukan dengan
menggunakan beberapa metode yang tepat yaitu:(Depkes., 2004).
1. Lingkungan
Metode lingkungan untuk mengendalikan nyamuk tersebut antara lain dengan
pemberantasan sarang nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat dan modifikasi
tempat perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia serta perbaikan
desain rumah. Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk sepanjang
hari (pagi sampai sore), karena nyamuk Aedes aktif pada siang hari dan pasif pada
malam hari. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menghindari diri berada di lokasi-
lokasi yang banyak terdapat nyamuk di siang hari, terutama di daerah yang sedang
terjadi serangan demam berdarah atau terdapat penderita DBD.
Langkah yang tepat adalah dengan menyingkirkan tempat berkembangbiak
nyamuk di sekitar rumah kita, karena hal yang memungkinkan penyebaran demam
berdarah adalah bila ada perkembangbiakan nyamuk di sekitar rumah dan halaman
kita. Seperti diketahui nyamuk Aedes aegypti berkembang biak pada tempat-tempat
yang dapat menampung air di dalam rumah seperti : bak mandi, tempayan, pot-pot
tanaman, toples, wadah palstik, tempat minum burung, perangkap semut,
penampungan air kulkas dan lain-lain, serta tempat-tempat penampungan air diluar
rumah seperti: lubang pohon, tempurung kelapa, bilah bambu, penampungan air, ban
bekas, kaleng bekas, botol pecah dan masih banyak lagi contoh lain yang berpotensi
sebagai genangan air.
Selain memperhatikan hal tersebut, juga perlu diperhatikan kondisi dansituasi
rumah, sebaiknya diusahakan rumah tetap terang dan berventilasi cukup, bersirkulasi
baik, bebas dari lembab bebas dari genangan, tetap terjaga kebersihannya baik di
dalam rumah, tempat kerja dan halaman, bebas dari sampah, akan sangat baik apabila
taman tidak terlalu rimbun. Bila diperlukan bisa dilakukan penyemprotan nyamuk
dengan insektisida, memasang kawat 12 nyamuk dipintu dan jendela, pemakaian
kelambu ketika tidur (khusus pada anak-anak saat tidur siang hari), pemakaian cairan
anti nyamuk dan baju lengan panjang dan celana panjang dengan kaus kaki juga
merupakan langkah preventif yang bijaksana untuk mencegah demam berdarah, untuk
sementara pada waktu terjadi wabah demam berdarah, diusahakan anak-anak tidak
bermain diluar atau di dalam rumah dengan celana dan baju berlengan pendek atau
apabila terpaksa maka digunakan cairan atau krem anti nyamuk (mosquito repellant)
pada bagian tubuh yang tidak tertutup.
2. Biologis
Pengendalian secara biologis diantaranya dengan menggunakan ikan pemakan
jentik (ikan adu/ ikan cupang) dan penanaman tumbuhan anti nyamuk (nyamuk tidak
suka terhadap bau yang dikeluarkan tumbuhan tersebut) dan pemakaian bakteri yang
bersifat larvasida seperti Bacillus thuringiensis (Bt.H14) walaupun sampai saat ini
masih belum efektif apabila digunakan pada wilayah yang terbuka dan besar selain itu
harganya masih relatif mahal dan jarang ditemukan di pasaran.
3. Kimiawi
Pengendalian secara kimiawi diantaranya dengan melakukan pertama:
pengasapan (fogging) dengan malathion dan fenthion yang berguna untuk mengurangi
kemungkinan penularan sampai batas waktu tertentu. Ditempat yang sudah terjangkit
demam berdarah biasa dilakukan penyemprotan insektisida secara fogging. Langkah
ini mempunyai beberapa kekurangan karena efeknya hanya bersifat sesaat dan sangat
tergantung pada jenis insektisida yang dipakai, selain itu partikel obat ini tidak dapat
masuk ke rumah tempat ditemukannya nyamuk dewasa. Langkah kedua yaitu:
memberikan bubuk abate/abatisasi (temephos) pada tempat-tempat penampungan air
yang terbuka seperti : gentong air, vas bunga, kolam dan lainnyauntuk membunuh
larva nyamuk, dimaksudkan untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk selama
beberapa minggu, perlakuan ini harus terus diulang setiap periode tertentu. Takaran
penggunaan bubuk Abate yang biasa dilakukan adalah dalam 10 liter air diberikan
satu gram bubuk Abate, jadi bila akan melakukan abatisasi untuk 100 liter air maka
diperlukan 10 gram bubuk abate atau satu sendok makan saja. Setelah dibubuhkan
abate maka selama tiga bulan bubuk abate dalam air tersebut mampu membunuh
jentik atau larva nyamuk Aedes aegypti, selama tiga bulan apabila tempat
penampungan air tersebut akan dibersihkan atau diganti airnya, sebaiknya dinding
bagian dalam tidak disikat karenaakan membuang abatenya dan air dalam
penampungan yang mengandung abate dengan takaran yang benar cukup aman dan
tidak berbahaya untuk digunakan sebagai air minum. Pada parit atau selokan sekitar
rumah terutamayang airnya tergenang tidak mengalir atau kolam, akuarium
diusahakan jangan dibiarkan kosong tetapi bisa dipelihara ikan pemangsa jentik
nyamuk.
Cara pencegahan yang efektif terhadap penyakit demam berdarah yang lazim
dilakukan biasanya dengan mengkombinasikan cara-cara tersebut diatas sebagai
langkah preventif membunuh larva yang dikenal dengan istilah 3M plus terdiri dari:
menguras, menutup dan menimbun, selain itu juga malakukan beberapa plus seperti
memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menabur larvasida, menggunakan kelambu
pada saat tidur siang hari, memasang kasa,menyemprot dengan insektisida,
menggunakan repellant, memasang obat nyamuk dan memeriksa jentik secara berkala
dan langkah-langkah lainnya sesuai kondisi setempat (Depkes., 2004).
E. Pengobatan DBD
Apabila sudah terlanjur terserang penyakit demam berdarah (DBD), maka langkah
pengobatan yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: (Sampurno, 2004).
1. Penggantian cairan tubuh yang berkurang
2. Penderita diberi minum sebanyak 1,5-2 liter per jam selama 24 jam berupa air teh,
gula sirup atau susu.
3. Gastroentritis oral solution/ kristal diare yaitu: garam elektrolit (oralit), bila perlu
satusendok makan setiap 3-5 menit.
Bila seseorang terserang DBD, pertolongan pertama yang bisa dilakukan
adalah memberi minum sebanyak-banyaknya dengan air yang sudah dimasak seperti
air susu, air teh, air putih,oralit ataupun air minum lainnya seperti jus jambu merah
atau air angkak yang bertujuan untuk meningkatkan kadar trombosit darah. Sementara
si penderita di kompres dengan air dingin atau es dan diberi obat penurun panas
seperti Paracetamol selama demam masih mencapai 390 C paling banyak enam dosis
selama 24 jam dan biasanya tidak diberikan obat sejenis salisilat karena akan memicu
perdarahan dan asidosis untuk selanjutnya penderita harus segera dibawa ke dokter.
Sesungguhnya belum ada bentuk vaksin yang dapat menyembuhkan penyakit DBD
secara langsung, sehingga apabila terpaksa harus dirawat di rumah sakit maka perlu
diperhatikan obat yang diberikan, kecuali cairan infus biasanya hanya diberikan obat
berupa vitamin untuk meningkatkan stamina tubuh dan tidak lazim diberikan
antibiotika kecuali ada indikasi penyakit infeksi lain.
Ketahanan tubuh dapat dilihat dari meningkatnya jumlah leukosit dalam darah,
pada saat jumlahnya meningkat berarti kondisi penderita sudah mulai membaik dan
biasanya jumlah trombosit juga kemudian akan meningkat. Yang perlu diperhatikan
juga adalah hasil laboratorium setiap hari dan apabila jumlah trombosit sudah
meningkat melewati batas normal yang ditandai grafik trombosit tidak turun lagi,
panas tubuh sudah normal lagi (360-370C), tekanan darah sudah normal berarti
penderita sudah sembuh dan sudah tidak perlu lagi menjalani rawat inap dan cukup
dirawat di rumah saja, tetapi diusahakan tetap minum air putih sebanyak-banyaknya
(± 20 gelas).
Beberapa cara tradisional yang sering dilakukan untuk mengobati DBD adalah
jus jambu biji, teh angkak, angco, kie cie, kiam boi/sun boi, daun dewa segar, bubuk
kunyit dan lain-lain,walaupun masih terjadi kontroversi terhadap khasiat cara-cara
pengobatan tersebut, tetapi tujuannya adalah bagaimana 15 mengupayakan
kesembuhan penderita. Khusus untuk penggunaan jambu biji dalam bentuk jus buah
jambu atau penggunaan ekstrak daun jambu biji telah banyak dilakukan penelitian,
satu diantaranya yang dilakukan oleh Fak. Kedokteran Unair bekerjasama dengan
BPOM yang memperoleh hasil yang dapat membuktikan bahwa ekstrak jambu biji
dapat menghambat pertumbuhan virus Dengue dan bahan ini dapat meningkatkan
jumlah trombosit sampai 100 ribu mililiter kubik tanpa efek samping yang dapat
tercapai dalam tempo delapan hingga 48 jam setelah ekstrak jambu biji dikonsumsi.
Karena sampai saat ini obat demam berdarah memang belum ditemukan, penggunaan
ekstrak daun jambu ini hanya sebagai pengobatan pendukung semata, menunggu uji
penelitian lebih lanjut dengan harapan ekstrak daun jambu biji dapat dijadikan obat
antivirus dengue berupa suplemen yang dapat dipasarkan ke masyarakat dalam bentuk
kapsul untuk orang dewasa dan bentuk sirup untuk konsumsi anak-anak.
Sebenarnya Badan Kesehatan Dunia (WHO) di Bangkok, Thailand pernah
berhasil membuat vaksin Dengue Divalen dan Trivalen untuk mengatasi wabah
demam berdarah dengue tetapi sampai saat ini, vaksin tersebut belum dipasarkan di
Indonesia. Sehingga alternatif yang muncul adalah memperbanyak minum air putih
untuk mengembalikan homeostatis cairan tubuh (kecenderungan menetap dalam
keadaan tubuh organisme normal), alternatif yang lain adalah penderita diberi jus
jambu biji yang memiliki kandungan vitamin C tinggi yang berguna untuk
meningkatkan kecerdasan sel dan vitamin A yang berfungsi untuk menjaga regenerasi
sel sesuai waktunya. Pasien yang mengkonsumsi ekstrak daun jambu dengan dosis 3 x
2 perhari selama lima hari, terbukti mengalami peningkatan jumlah trombosit baru
lebih dari 100 ribu/ml pada hari terakhir, hal ini dapat dijelaskan oleh karena asam
amino serin dan threonin yang terkandung dalam jambu biji mampu membentuk
trombopoitin yang berfungsi dalam proses maturasi megakariosit menjadi trombosit
(Sampurno, 2004).
Lampiran 5
ABSENSI
1. Absensi Hari Pertama Persiapan( Selasa, 04 November 2025)
NO NAMA PARAF
1 Rara Salsabial
2 Chealseana
Desmawardani
3 Alfi Khoyiria
4 Febryani
5 Muhammad Rehan
2. Absensi Penyuluhan (Sabtu, 08 November 2025)
NO NAMA PARAF
1 Rara Salsabila
2 Chealseana
Desmawardani
3 Alfi Khoyiria
4 Febryani
5 Muhammad Rehan
NOTULEN PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE
(DBD) PUSKESMAS PAAL X
Nama Kegiatan : Penyuluhan Kesehatan Tentang Penyakit Demam Berdarah Dengue
Hari/Tanggal : Sabtu,8 November
Waktu : 09:00-10:10
Tempat : Posyandu Tapak Dara
Peserta : Dihadiri 30 Masyarakat
Susunan Acara :
[Link]
2. Sambutan
[Link] Inti
4. Penutup
Hasil
1. Pembukaan
2. Sambutan dari petugas kesehatan (menjelaskan pegertian tentang Demam Berdarah Dengue)
Demam Berdarah Dengue (DBDPenyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah
penyakit
disebabkan oleh virus dengue yang tergolong Arthropod-BorneVirus, genus Flavivirus, dan
famili Flaviviridae. DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes, terutama Aedes
aegypti atau Aedes albopictus
3. Acara Inti
A. Kata sambutan dan perkenalan
B. Penyampaian Materi: dilaksanakan selama 45 menit
C. Pemberian materi tentang demam berdarah (Oleh Alfi Khoiriah)
D. Tanya jawab / diskusi: dilaksanakan selama 30 menit
- Peserta sudah mengerti dan paham tentang apa itu demam berdarah dengue
- Peserta mendegarkan dan paham dengan pemaparan materi yang disampaikan.
E. Pertanyaan peserta:
1. Demam tinggi mendadak kapan kita mencari pertolongan
F. Evaluasi akhir materi
Pada akhir materi dilakukan tanya jawab kepada peserta, dari 30 peserta yang hadir
paham dan mengerti dengan penjelasan yang diberikan
G. Kesimpulan
[Link] penyuluhan kesehatan tentang demam berdarah dengue (dbd) berjalan
dengan baik dan lancer.
2. Peserta sangat kooperatif.
3. Peserta sudah mengerti, materi yang di berikan dapat di pahami dengan
baik
LAMPIRAN
MEDIA LEAFLET
DOKUMENTASI KEGIATAN