Module Scaffolding Inspektor
Module Scaffolding Inspektor
1
PENGANTAR PERATURAN
DAN
PERUNDANGAN
2
UNDANG-UNDANG
NOMER: I TAHUN 1970
TENTANG
KESELAMATAN KERJA
3
KESELAMATAN
KERJA SCAFFOLDING
4
KESELAMATAN KERJA SCAFFOLDING
ALOKASI BAHAYA
1. Potensi Bahaya
2. Kabel listrik tegangan tinggi, kabel telepon,
pipa gas, pipa air, pipa uap yang berada diatas
permukaan dan pepohonan
3. Perlengkapan yang berada dibawah
permukaan tanah
4. Landasan yang tidak stabil, seperti : tanah
lunak, kemiringan, lubang-lubang dan lain-lain
5. Area pengambilan barang
5
BEKERJA DISEKITAR KABEL LISTRIK
Ketentuan Larangan
• Jarak kabel listik sejajar dengan pipa scaffolding <4,5 m
• Jarak pipa scaffolding dibawah kabel listik
• Bila pemadaman listrik tidak memungkinkan, 4,5 m
kabel listrik harus diberi pengaman atau dibungkus
dengan jarak min.5 m dari rangka scaffolding yang
terdekat
Ketentuan Khusus
• Kabel listrik yang beraliran dan tidak terisolasi dengan
jarak 4,5 m
• Kabel listrik beraliran dan terisolasi berjarak ±4,9 ± 4,9
m dari rangka scaffolding
6
SCAFFOLDING SAFETY
8
PERLENGKAPAN PENGAMAN DIRI
• Safety gloves
• Safety shoes
• Coverall _ lengan panjang, tidak sempit dan
tertutup
• Fall arrester _ minimum 2 m dari permukaan
landasan
• Safety helmet
• Eventually goggles
9
TERKAIT DENGAN SCAFFOLD
• Personil tidak dibenarkan memanjat
scaffold, melalui pipa saluran kongkrit atau
pemakaian lain dan melalui mesin, kecuali
sementara erection dilakukan, peralatan
mampu menahan tambahan berat atau
gaya, tidak dioperasikan dan telah diikat
dengan aman pada scaffolding
• Jangan membebani peralatan yang dilalui
lebih dari 260 kg, kecuali di ijinkan oleh
yang berkompeten dengan peralatan
tersebut
10
PEMAKAIAN DRUM
• Panjang dan lebar platform ditopang
dengan dua drum dan tinggi tidak
melebihi satu drum
• Setiap drum diletakkan pada setiap
ujung platform
• Setiap drum terletak pada landasan
atau lantai utama
11
12
RANCANG BANGUN
SCAFFOLDING
13
MENGGAMBAR SCAFFOLDING
14
TIPE GAMBAR SCAFFOLDING
15
FAKTOR PERKALIAN
16
LOAD PLANNING DESIGN LOAD (AS1576-1)
17
LOAD DISTRIBUTION KAPASITAS AMAN
TERHADAP DAYA DUKUNG LANDASAN
18
PERHITUNGAN BEBAN PADA STANDARD
• Jenis scaffold : heavy duty _ live load 675 kg
• Dead load = 1.975 kg
• Beban yang ditanggung oleh 4 buah standard
BERAT SCAFFLDING DAN DEAD LOAD
= 675 kg + 1.975 kg = 2.650 kg
• Standard luar menerima beban dalam 1 bay ←2.650 kg : 3 =
883,3 kg
• Standard dalam menerima beban dalam 2 bay ←2.650 kg x 2 =
5.300 kg
• Beban standard dalam 5.300 kg : 3 = 1766,6 kg
• Catatan : Tiap standard dirancang menerima beban 1/3 dari live
load
SOLE PLATE AREA CALCULATION LOAD ON STANDARD
• Outer Standard (Live load + Dead load) : 3 = ….. Kg
• Inner Standard {2 x (Live load + Dead load)} : 3 = ….. kg Load on
standard : ground pressure = ….. m2
19
Contoh Gambar Independent & Drop
Scaffold
20
Pebebanan Dan Tinggi Perancah
Perhitungan Pembebanan Perancah
Perancah Frame :
Beban maksimum yang diijinkan untuk perancah rangka adalah 400
kg dengan ketinggian 31 m, jika ketinggian 31 m, maka untuk
kestabilan paduan perancah, dibawah dipasang pipa rangkap
sebagai penguat (± 20 m dari puncak rakitan perancah).
Perancah Pipa :
Beban maksimum yang dijinkan untuk perancah jenis ini adalah
700 kg untuk ketinggian perancah hingga 45 m dari permukaan
tanah.
Perancah Kayu Bulat :
Beban maksimum yang dijinkan 200 kg pada ketinggian 7,20 m.
Perancah Lantai Kerja Pelat :
Beban maksimum yang dijinkan 150 kg dengan ketinggian 9 m.
Perancah siku dengan dukungan braket :
Beban maksimum yang dijinkan 200 kg, dengan ketinggian 15 m.
21
FORCE DIAGRAM
• Force pada scaffold tidak terlihat , namun
dapat diketahui melalui force diagram,
khususnya pada spur scaffold dan batang
dukung (truss)
• Diagram adalah sarana untuk mengetahui
dimana gaya gaya tersebut bekerja 3 garis
segitiga)
• Ada 3 gaya yang bekerja pada scaffolding,
yaitu segitiga gaya (digambarkan dalam
22
BATANG DUKUNG (TRUSS)
• Diperlukan bilamana bentangan pipa scaffold
melebihi SWL
• Pipa penghubung yang berada disekitar rangka
utama scaffolding kemungkinan kecil akan bengkok
• Truss harus dipasang bilamana beban terletak jauh
dari rangka utama dan kemungkinan pipa
penghubung akan bengkok
• Panjang pipa penghubung maksimum 2 m dari
rangka utama
• Batang pendukung digambarkan dalam bentuk
segitiga dan faktor pembebanan yang dirasakan
berupa tekanan (compression) dan tegangan
(tension)
23
Compression Bracing
Tension Bracing
24
Open Area Access Scaffold
25
SCAFFOLDING INDEPENDENT
INDEPENDENT SCAFFOLD
GENERAL
• Berdiri secara mandiri pada struktur atau
bangunan yang ditangani
• 4 standard yang dihubungkan dengan ledger
dan transom
• Bracing dipasang disisi depan dan samping
scaffolding
• Putlog dan ties dipasang pada bangunan,
struktur dan dilain tempat yang kuat serta
kokoh
26
27
USING GUIDE
28
USING STEPS
• Pergunakan end-to-end coupler sebagai
penyambung kecuali bracing mempergunakan
swivel coupler diluar standard
• Ledger dan transom dipasang pada bagian dalam
standard
• Maksimum2 buah platfor, dimulai pada lift yang
tertinggi
• Lengkapi edge protection dan access platform
• Base plat harus menempel pada landasan,
pegunakan adjustable base plate (ABP) pada
landasan yang lunak
• Tidak ada ketentuan khusus pada pemakaian jenis
scaffold ini
29
INSTALLATION GUIDE
• Pergunakan base plate
• Berdiri vertikal
• Dapat diperpanjang dan dipertinggi
• Panjang ledger & transom sesuai
ketentuan
• Penyambungan menggunakan sleeve
atau end to end
30
STANDARD
• coupler,dan tidak boleh pada :
• Standard yang berdekatan untuk membujur
atau melintang pada satu lift
• Standard yang sama pada lift yang berdekatan
• lebih 1 sambungan pada ledger yang
berdekatan atau lebih dari 300 mm dari ledger
• Datar dan level
• Terpasang sepanjang scaffold
• Pasang pada standard dengan r.a.c
• Penyambung pipa gunakan sleave (end to end)
coupler
31
LEDGER
Catatan :
• Gunakan sprocket pada tebal pipa yang
berbeda
• Jangan menyambung pipa pada :
• satu bay baik horisontal maupun vertikal
• Bay yang sama pada lift yang berdekatan
• Pipa yang sama pada bay yang berdekatan
• Bay paling ujung dari scaffold
• Maksimum 300 mm menonjol dari standard
• Jarak antara ledger pada tiap lift maksimum 2m
32
TRANSOM
• Datar dan level
• Terpasang pada setiap bay
• Tidak ada sambungan pipa
• Pasang pada standard dengan r.a.c dekat dengan ledger
35
TIES
• Berfungsi sebagai pengokoh berdirinya
scaffolding dan untuk mencegah scaffolding agar
tidak roboh
• Tie terpasang kuat dan kokoh pada minimum 2
standard atau pada ledger dengan menggunakan
r.a.c
• Tie diawali dari bay paling ujung dan selanjutnya
selang antara disetiap 3 bay
• Tie vertical. Yang pertama tidak lebih dari 3 x
ukuran terpendek bagian bawah dan selanjutnya
disetiap 4 m atau prakteknya disetiap 2 lift
• Transom yang difungsikan sebagai tie disebut
putlog
36
EDGES PROTECTION
FUNCTION
pada tepi platform yang dari scaffolding Edge
protection dipasang terbuka dan ada gap
dengan sisi bangunan sebagai pengaman jatuh
para pelaksana atau peralatan kerja
37
PLATFORM
INSTALLATION STANDARD
• SWL = 1,5 kN pada luas 500 x 500 mm
• Kelenturan plank 1/60 x jarak penopang atau maksimum
60 mm
• Posisikan papan menyilang board bearer atau putlog
• Ketebalan papan harus sama
• Gap papan satu dengan lainnya maksimum 10 mm
• Sambungan jangan overlap
• Papan menonjol dari board bearer antara 150 – 250 mm
• Papan diikat dengan kawat 4 mm atau tali serat 8 mm
• Penambahan lantai kerja diluar lantai kerja utama
maksimum 450 mm
38
JARAK BOARD BEARER ATAU PUTLOG SESUAI
TEBAL PAPAN
32 MM 1,0 METER
38 MM 1,5 METER
50 MM 2,0 METER
63 MM 2,5 METER
39
PERLENGKAPAN SCAFFOLD
• Standards
• Ledgers
• Transoms
• Board bearers
• Braces
• Planks
• Adj. Base Plate
• Castors
40
FRAME LOCKS
41
INSTALLATION GUIDE
• Pasang adjustable base plate
• Pasang sole plate pada landasan yang lunak
• Tinggi 45m, perhatikan kesempurnaan standard
• Transom & ledger maksimum 500 mm dari
landasan
• Pasang penguat pipa untuk modular jenis pipa
• Pasang penguat pipa pada bay ujung & setiap 3 bay
• Pasang penguat pada lift pertama < 3 x min. Luas
bagian bawah & selanjutnya setiap < 4 m
• Pasang penguat pipa setiap 2 lift
• Pasang safety clip pada setiap ujung penguat pipa
42
ERECTION OF MODULAR SCAFFOLD
Jangan menggabung perlengkapan yang berbeda bentuk dan
sistem, kecuali dengan alasan teknis :
• Kekuatan & dimensi dan perlengkapan sesuai
• Karakteristik kelenturan bahan memiliki kesamaan
43
KETENTUAN KHUSUS
1. Base
2. Ties
3. Guard Rail
4. Hop-up Bracket
5. Ledger
44
MENDIRIKAN SCAFFOLDING
SPUR SCAFFOLD
Scaffold yang dibangun dari suatu ketinggian
diluar bangunan dengan bantuan pipa
penopang (spur) pada pipa membujur (needle)
yang dipasang dari dalam bangunan
45
SCAFFOLD ERECTION GUIDE
• Pastikan bangunan mampu menerima beban scaffold
• Ikat pipa yang berpotongan 90° dengan mempergunakan
r.a.c. dan sistem bracing dengan s.c.
• Pasang klam pengaman (safety clip) pada setiap ujung
pipa penguat atau pipa penopang
• Pasang pipa tom didalam bangunan antara lantai & atap
sebagai pengokoh posisi standar diluar bangunan,
lengkapi tom dengan headstock dan adjustable base
plate, pasang pipa melintang antara dua tom dan lengkapi
diagonal brace
• Needle di pasang pada setiap tom dan posisikan pada tepi
ambang bangunan (sill) keluar dari banguna sepanjang
yang dikehendaki
• Dan lain-lain
46
CANTILEVER SCAFFOLD
• Scaffold (indpendent, frame & modular) yang
dibangun dari suatu ketinggian diluar
bangunan dengan bantuan batang cantilever
• Beban pada fulcrum cantilever adalah
• Jumlah beban dan berat outer-end dan
counter-load
• Kapasitas bangunan dimana cantilever akan
dipasang harus diperhitungkan oleh engineer
atau personil yang kompeten
• Berat perlengkapan yang akan ditanggung
cantilever
47
LOAD
Perlengkapan Jenis / Ukuran Berat
Pipa tebal 4,00 mm 4,50 kg/m
tebal 4,88 mm 5,25 kg/m
Fitting right angle coupler 1,50 kg
swivel coupler 1,40 kg
putlog clip 0,60 kg
end-to-end coupler 1,00 kg
Catatan : Berat fitting ± 1,00 kg pada pulog scaffold dan
± 1,00 kg pada independent scaffold
Plank 225 x 30 mm - wet 10 kg/m
225 x 30 mm - dry 7 kg/m
48
Tindakan Pengamanan pada
Cantilever Scaffold
• Pasang brace pada semua rangka penopang dan tom agar
cantilever menjadi sangat kokoh
• Tumpuan standard duduk pada flendes bagian atas cantilever
(needle) agar tidak berubah akibat gerakan normal
• Pengelasan sebaiknya dilakukan pada klam penguat
(spigot/sleeve) di ujung cantilever sebelah dalam atau pada
ledger dengan safety fitting
• Perkuat tiang penguat cantilever (prop) dengan pipa melintang
• Bilamana mempergunakan plat dan baut sebagai klam, maka
mur harus dilengkapi kontra mur (counter nut)
• Hindari pemakaian baut tanam didalam kongkrit,
Membahayakan
49
LEDDERS PLANKS TUBES
50
• Anak tangga kayu
51
SCAFFOLD PLANKS JENIS DAN KETENTUAN
• Plank olahan dari kayu keras seperti kamper merah
(serat panjang & lurus) atau yang sejenis
• Dimensi 220 x 30 mm, rendemen 15%
• Clearence antara plank maks. 10 mm & hindari
tebal plank yang berbeda
• Pertemukan ujung plank pada sambungan, kecuali
ditentukan lain
52
METODE PENGIKATAN PLANK
53
KERUSAKAN PLANK
54
KERUSAKAN PLANK LAINNYA
55
PENGUJIAN PLANK
56
SCAFFOLD TUBES INSPECTION
57
SCAFFOLD PLANKS & TUBES STACKING
58
EDGE PROTECTION
GUARD (HAND) RAIL
TOE BOARD
NET ON PLATFORM
59
ADVANCE SCAFFOLDING
60
FUNCTION
• Mencegah seseorang atau barang jatuh dari platform yang
tingginya minimal 2 m
• Harus kuat terbuat dari bahan yang sama dengan standard,
ledger atau transom
GUARD (HAND) RAIL
FUNCTION
• Mencegah seseorang atau peralatan tergelincir keluar dari
platform
• Harus kuat terbuat dari bahan yang sama dengan standard,
DIMENSION
• Tinggi menurut BS 1139.90←1000 mm±50 mm, AS
1575←900-1100 mm
• Tinggi mid rail menurut BS 1139.90←470mm dari handrail
top atau sisi atas toeboard
61
• Maksimum 100 mm diluar platform menurut AS 1576.3
TOE BOARD
FUNCTION
• Mencegah seseorang atau peralatan tergelincir keluar dari
platform
• Harus kuat terbuat dari papan kayu keras & mutu baik
DIMENSION
• Lebar papan minimum150 mm
• Celah dengan lantai kerja maksimal 10 mm
• Standard lebar papan ± 200 -250 mm
• Maksimum 100 mm diluar platform menurut AS 1576.3
62
NET ON PLATFORM
PENIADAAN EDGE PROTECTION
Menangani Permukaan Bangunan
• Peniadaan guard rail _ jarak sisi platform dengan tembok bangunan
maks. 225 mm & tinggi bangunan min. 900 mm
• Peniadaan toe board _ jarak sisi platform dengan tembok bangunan
maks. 225 mm
Berdekatan dengan Bangunan
• Peniadaan guard rail _ jarak sisi platform dengan permukaan bangunan
maks. 100 mm & tinggi bangunan min. 900 mm
• Peniadaan toe board _ jarak sisi platform dengan bangunan maks. 10
mm & tinggi bangunan min. 150 mm dari platform
Access Platform
• Jalur lalu orang _ cukup diberi pengaman rantai pada setiap sisi
• Lubang lalu barang _ pasang penutup bila tidak dipergunakan 63
JALA PENGGANTI GUARD (HAND) RAIL
Ketentuan Pemakaian Terikat sejajar tepi platform
• Pemasangan harus vertikal dengan ketinggian
minimal 900 mm dari permukaan platform
• Tinggi plat toe board minimum 150 mm dari
platform
• Celah antara plat toeboard dengan platform maks.
10 mm
• Sisi atas harus kuat sehingga mampu sebagai
sarana proteksi
64
SAFETY FACTORS
65
PEMERIKSAAN
SCAFFOLDING
66
Terjadinya Kecelakaan
67
Maksud Dan Tujuan Inspeksi Keselamatan Kerja :
• Menciptakan suasana lingkungan kerja yg
aman serta bebas dari bahaya.
• Menentukan prilaku kerja orang agar
mempunyai sikap kerja yg selamat.
• Memelihara kualitas produksi dan operasional
yang menguntungkan.
• Mengamati penerapan / pelaksanaan norma –
norma keselamatan kerja.
• Melokalisasi dan menetralisir bahaya – bahaya
yang ada.
• Sebagai bahan utama untuk pertemuan –
pertemuan P2K3.
68
Manfaat Inspeksi Keselamatan Kerja :
• Untuk memastikan apakah ada sesuatu yang anomaly dari
SOP perusahaan.
• Untuk menggairahkan kembali kepedulian terhadap K-3
Lingkup Lingkungan.
• Mengetahui kembali SOP yang menjadi standar
keselamatan kerja perusahaan.
• Sebagai bahan utama pengumpulan data terhadap
Observation Unsafe Behavior.
• Berguna untuk mengetahui dan menyesuikan perubahan
lingkungan.
• Untuk menilai kesadaran keselamatan kerja di lingkungan
karyawan perusahaan.
• Untuk mengukur dan mengkaji hasil usaha serta peranan
para supervisor terhadap Keselamatan Kerja.
69
Tata Cara Inspeksi
70
B. Hal-hal yang harus diperhatikan/ diamati dalam
menginspeksi scaffolding :
• Kelurusan dan kerataan.
• Persyaratan dan perlengkapan scaffolding.
• Kesempurnaan perlengkapan pengamanan.
• Posisi dan kekencangan coupler.
• Stabilitas, kekokohan dan keselamatan kerja.
• Foto scaffolding yang sedang diinspeksi.
• Lakukan pemasangan scaff tag sesuai kondisi
scaffolding yang di inspeksi.
• Sesudah inspeksi :Buat laporan inspeksi dan
lampirkan dokumen lainnya.
MOTTO :
“Stop Accidents Before They Stop You”
71
C. Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Pemeriksaan Scaffolding
• Kekokohan/ kekuatan pengikatan klamp atau pemasangan ring pada
klamp sehingga komponen tidak terlepas setelah terpasang.
• Pagar keselamatan dari pipa ketinggiannya harus bisa memproteksi
pekerja yang ada dilantai kerja (60/30 cm atau 70/40cm).
• Rigidity dari scaffolding assembly (struktur perancah) setelah terpasang,
yakni dengan memperbanyak kuda-kuda pasangan (brace) sehingga tidak
bergoyang-goyang saat digunakan.
• Safety plank (papan pijakan) cukup kuat lebar dan bercelah untuk
mencegah seseorang tergelincir dan jatuh.
• Menyatukan pemasangan perancah dengan bangunan terkait pada
beberapa titik tertentu, mencegah tumbangnya perancah tersebut
sewaktu digunakan.
• Keseimbangan keseluruhan pasangan perancah harus tegak lurus dan
dengan sama ukuran hingga keatas, menghindari pengecilan keatas.
72
D. Temuan Positif :
a. Bila kita akan melakukan suatu Pemeriksaan/ inspeksi
hendaknya temuan yang standar atau positif pun harusnya
menjadi perhatian dan dilaporkan, agar perusahaan atau
departemen yang diinspeksi
b. mendapat suatu penghargaan mempunyai nilai lebih (plus).
E. Temuan Anomaly :
a. Temuan-temuan yang diluar standar (anomaly) tetap
dilaporkan dan tentunya kita harus memberikan solusi
perbaikan yang kembali kestandar.
b. Berikan suatu pujian kepada scaffolder atas usahanya untuk
melakukan suatu perbaikan kedepannya dan saling
mendukung Keselamatan Kerja bersama.
c. Komunikasi dalam Inspeksi sangatlah penting dan berkata
santun menunjukan kepribain seorang yang berilmu.
73
SCAFFOLD INSPECTION
INSPECTION
IMPLEMENTATION
INSPECTION
CHECK LIST
74
A. S C A F T A G S
75
B. INSPECTION CHECK LIST
1. S C A F T A G S F U N C T I O N
2. WARNA SCAFTAGS
3. SCAFTAGS INSTALL & REMOVE
76
PEMERIKSAAN SCAFOLDING
77
Adapaun warna yang dipergunakan pada tag yaitu :
78
ROPES & HITCES
FIBER ROPES
SAFETY FACTORS
MATERIAL LIFTING
79
KOMPOSISI TALI
Fiber Ropes
80
Jenis Tali
81
Pemakaian Tali
• Hoist gin wheels ← ø 16 mm
• Tag lines ← ø 12 mm
MAINTENANCE
• Gulung tali pada reel
• Jemur hingga kering & lunak
• Lakukan whipping dengan jarak 1,5 x ø tali sebelum
ditangani
Storages
• Hindari gas buang, sumber panas maks. temp. 65°C
• Tempat kering & cukup ventilasi
• Gantung atau bentangkan bila tidak digulung
• jangan diletakkan dilantai atau kotak non ventilasi
• Basah harus dikeringkan & bersihkan sebelumnya
82
Pemeriksaan Tali
• Berserabut atau berbulu
• Putus & lecet
• Bekas atau terbakar
• Berjamur & rapuh
• High stranding & kinks
• Berpasir & kotor
• Berbulu diantara strand
83
HITCHES
84
85
WHIPING
• Cara pengikatan ujung tali sebelum dipotong
86
SPLICES
• AS _ nature - min. 4 tuck & synthetic - min. 3 tuck
• AMERICAN _ nature & synthetic - min. 8 tuck
87
KNOTS
• Cara mematikan ujung tali
88
ADVANCE SCAFFOLDING
89
PERATURAN
DAN
PERUNDANGAN
1. Pasal – pasal 15,20, dan 27 Undang-undang Dasar
1945
2. Pasal – pasal 9 dan 10 Undang – undang Nomor 14
Tahun
3. 1969 tentang ketentuan – ketentuan pokok mengenai
Tenaga
4. Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1969
5. Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2912);
STANDARD
ADVANCE SCAFFOLDING
PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB
1. Manajer Yard
2. Manajer Konstruksi
3. Manajer HSE
4. Supervisor
5. Scaffolding Inspector
6. Supervisor Gudang
Type Scaffolding
• Scaffolding Independent :
Scaffolding yang dilengkapi 2 tiang atau lebih dihubungkan satu
dengan yang lainnya secara melintang atau membujur.
• Scaffolding Modular :
Scaffolding yang dibuat secara fabrikasi termasuk rangka
menyilang.
• Scaffolding Hanging :
Scaffolding independent yang digantungkan pada struktur
bangunan tetap dan tidak dapat diturunkan atau diangkat.
• Scaffolding Frame :
Scaffolding yang dibuat secara fabrikasi termasuk rangka
menyilang.
• Scaffolding Mobile :
Scaffolding yang berdiri sendiri dilengkapi dengan roda
dibawah tiang dan dapat dipindah.
• Tube Scaffolding :
Scaffolding yang menggunakan pipa sebagai tiang, rangka
menyilang, dan penguat lainnya dan mempergunakan klem
sebagai pengikat
• Scaffolding Overhead :
Scaffolding yang dipasang disuatu ketingian tertentu pada
bagian luar bangunan yang sifatnya dibangun keatas dan
kebawah yang berdiri sendiri dengan bantuan batang
penopang.
• Spur Scaffold :
Scaffolding yang tidak dipasang dari landasan namun dimulai
dari suatu ketingian yang beradapada bagian luar bangunan
yang dibantu oleh batang penopang dari bawah.
• Cantilever Scaffold :
Scaffolding yang ditopang oleh struktur (kantilever), dengan
prinsip kerja seperti tuas.
• Drop Scaffold :
Scaffolding yang dibuat karena tidak memungkinkan
membangun scafolding jenis yang lain. Dirancang sebagai jenis
scaffolding beban sedang yang dilengkapi 3 lift yang terpasang
kebawah dan pipa sebagai tiang, rangka menyilang dan
penguat lainnya dan menggunakan klem sebagai pengikat.
Komponen – Komponen Scaffolding
1. PAKAIAN KERJA
2. HELM PENGAMAN
3. SEPATU PENGAMAN
BERHUBUNGAN DENGAN SCAFFOLDING
ƩMA = 0 Tm
+P . ½ L – RB . L = 0 Tm
RB = +P . ½ L / L
= 10 Ton . ½ 10 m / m
= 5 Ton
ƩMB = 0 Tm
-P . ½ L - RA . L = 0 Tm
RA = +P . ½ L / L
= 10 Ton . ½ 10 m / m
= 5 Ton
I.I REAKSI TUMPUAN BEBAN TERBAGI RATA
b. ƩMA = 0
a. RA = ½ ql = ½ . 1 . 10 = 5 T = + qL . ½ L – RB . L
RB = ½ ql = ½ . 1 . 10 = 5 T = +1 . 10 . ½ . 10 – RB. 10
RB = 5 Ton
ƩMB = 0
= - qL . ½ L – RA . L
= - 1 . 10 . ½ . 10 – RA. 10
RA = 5 Ton
II.I MOMEN MAKSIMUM
a. reaksi-reaksi :
RA = ½ . P = 5 Ton
RB = ½ . P = 5 Ton
b. momen-momen :
X=0 m → M0 = RA . X = 5 Ton . 0 m = 0 tm
X=1 m → M1 = RA . X = 5 Ton . 1 m = 5 tm
X=2 m → M2 = RA . X = 5 Ton . 2 m = 10 tm
X=3 m → M3 = RA . X – P (x-2)
= 5 Ton . 3 m – 10(3-2)
= 5 tm
X=4 m → M0 = RA . X – P (x-2)
= 5 Ton . 4 m – 10(4-2)
= 0 tm
Posisi gambar
A. tampak depan,
B. tampak samping,
C. tampak atas,
D. nama scaffolding, proyek & informasiN lainnya
PENJELASAN GAMBAR
• Dalam gambar ditunjukkan ukuran jarak antar standard,
ledger, transom & posisi brace serta penguat lainnya
• Jarak ditampilkan dalam tanda panah & angka, sambungan
dalam bentuk garis miring pendek
• Informasi ditulis secara rinci pada kolom D, maksudnya :
• _ Dipergunakan oleh estimator dalam menentukan ukuran
& jumlah material yang diperlukan
• _Dipergunakan oleh scaffolder dalam membangun
scaffolding
• Scaffolder berhak untuk melakukan penambahan
perlengkapan agar scaffolding menjadi lebih kokoh
walaupun tidak ditampilkan dalam gambar
TATA CARA MENGGAMBAR SCAFFOLDING
Menangani material
SEMOGA BERMANFAAT
TERIMA KASIH
HEAD OFFICE : BRANCH OFFICE :
Jl. Syarifudin Yoes RT.11 No.15-16 Wisma Nugraha Santana Lt. 1
Kel. Sepinggan Baru, Balikpapan Suite 1416,Jl. Jendral Sudirman
Kalimantan Timur Kav. 7-8 Jakarta 10220
Tlpn: (0542) 8515235
Website:
[Link]
Contact Person :
Novan Saputra HP 081348628986