0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan175 halaman

Module Scaffolding Inspektor

Dokumen ini membahas peraturan dan keselamatan kerja terkait scaffolding berdasarkan Undang-Undang Nomor I Tahun 1970. Terdapat berbagai ketentuan mengenai bahaya, perlengkapan pengaman, dan perhitungan beban yang harus diperhatikan saat menggunakan scaffolding. Selain itu, dokumen ini juga mencakup panduan instalasi dan penggunaan scaffolding yang aman.

Diunggah oleh

andreancur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan175 halaman

Module Scaffolding Inspektor

Dokumen ini membahas peraturan dan keselamatan kerja terkait scaffolding berdasarkan Undang-Undang Nomor I Tahun 1970. Terdapat berbagai ketentuan mengenai bahaya, perlengkapan pengaman, dan perhitungan beban yang harus diperhatikan saat menggunakan scaffolding. Selain itu, dokumen ini juga mencakup panduan instalasi dan penggunaan scaffolding yang aman.

Diunggah oleh

andreancur
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

INSPECTOR SCAFFOLDING

1
PENGANTAR PERATURAN
DAN
PERUNDANGAN

2
UNDANG-UNDANG
NOMER: I TAHUN 1970
TENTANG
KESELAMATAN KERJA

Bab dan pasal yang terkait dengan


penanganan Perancah atau Scaffolding,

Terdiri dari 11 BAB dan 18 PASAL

3
KESELAMATAN
KERJA SCAFFOLDING

4
KESELAMATAN KERJA SCAFFOLDING

ALOKASI BAHAYA
1. Potensi Bahaya
2. Kabel listrik tegangan tinggi, kabel telepon,
pipa gas, pipa air, pipa uap yang berada diatas
permukaan dan pepohonan
3. Perlengkapan yang berada dibawah
permukaan tanah
4. Landasan yang tidak stabil, seperti : tanah
lunak, kemiringan, lubang-lubang dan lain-lain
5. Area pengambilan barang

5
BEKERJA DISEKITAR KABEL LISTRIK

Ketentuan Larangan
• Jarak kabel listik sejajar dengan pipa scaffolding <4,5 m
• Jarak pipa scaffolding dibawah kabel listik
• Bila pemadaman listrik tidak memungkinkan, 4,5 m
kabel listrik harus diberi pengaman atau dibungkus
dengan jarak min.5 m dari rangka scaffolding yang
terdekat

Ketentuan Khusus
• Kabel listrik yang beraliran dan tidak terisolasi dengan
jarak 4,5 m
• Kabel listrik beraliran dan terisolasi berjarak ±4,9 ± 4,9
m dari rangka scaffolding

6
SCAFFOLDING SAFETY

1. LISTRIK TEGANGAN TINGGI ALOKASI BAHAYA


PERLENGKAPAN PENGAMAN DIRI KETENTUAN
KESELAMATAN KERJA KETENTUAN TAMBAHAN ALOKASI
BAHAYA
• Kabel listrik, kabel telepon, pipa gas, pipa air, pipa uap
yang berada diatas maupun dibawah permukaan
tanah
• Landasan tidak stabil, miring, berlobang, dll.
• Letak penumpukan berang atau material dan personil
lainnya
• Bangunan, bejana, instalasi dan peralatan disekitar
scaffolding
• Bahan berbahaya atau zat kimia yang dapat
menimbulkan karat
• Pagar, penerangan dan beban dinamis yang
menimbulkan vibrasi 7
3. LISTRIK TEGANGAN TINGGI
• Hindari mendirikan scaffolding disekitar :
←kabel listrik > 4,5 m sejajar perlengkapan
scaffolding
←kabel listrik 6 m diatas perlengkapan
scaffolding
←kabel listrik yang di isolasi > 5 m dari
scaffolding
• Tipe scaffolding tertentu :
←kabel listrik pada tiang > 2 m dari scaffolding
←kabel listrik pada menara > 6 m dari
scaffolding

8
PERLENGKAPAN PENGAMAN DIRI
• Safety gloves
• Safety shoes
• Coverall _ lengan panjang, tidak sempit dan
tertutup
• Fall arrester _ minimum 2 m dari permukaan
landasan
• Safety helmet
• Eventually goggles

9
TERKAIT DENGAN SCAFFOLD
• Personil tidak dibenarkan memanjat
scaffold, melalui pipa saluran kongkrit atau
pemakaian lain dan melalui mesin, kecuali
sementara erection dilakukan, peralatan
mampu menahan tambahan berat atau
gaya, tidak dioperasikan dan telah diikat
dengan aman pada scaffolding
• Jangan membebani peralatan yang dilalui
lebih dari 260 kg, kecuali di ijinkan oleh
yang berkompeten dengan peralatan
tersebut

10
PEMAKAIAN DRUM
• Panjang dan lebar platform ditopang
dengan dua drum dan tinggi tidak
melebihi satu drum
• Setiap drum diletakkan pada setiap
ujung platform
• Setiap drum terletak pada landasan
atau lantai utama

11
12
RANCANG BANGUN
SCAFFOLDING

13
MENGGAMBAR SCAFFOLDING

• Tentukan skala pada kertas kerja


• Tampak depan (A) _ memperlihatkan
standard, ledger, front brace dan guard rail
• Tampak smping (B) _ memperlihatkan
standard, transom, side brace dan guard rail
• Tampak atas (C) _ memperlihatkan
sambungan pada ledger dan transom
• Kolom (D) _menunjukkan keterangan gambar

14
TIPE GAMBAR SCAFFOLDING

15
FAKTOR PERKALIAN

16
LOAD PLANNING DESIGN LOAD (AS1576-1)

1. Dead Loads Seluruh perlengkapan yang terkait pada


scaffolding
2. Invironment Loads Pengaruh dari luar, seperti kecepatan
angin maks.
3. Live Load
• Light duty - max. 225 kg/bay untuk pekerjaan
ringan
• Medium duty - max. 450 kg/bay untuk pekerjaan
sedang
• Heavy duty - max. 675 kg/bay untuk pekerjaan
berat 200 N / m2, kecepatan angin dapat mencapai
770 N / m2 pada ketinggian 24 - 30 m
4. Catatan : 1 kg = 9,8 Newton

17
LOAD DISTRIBUTION KAPASITAS AMAN
TERHADAP DAYA DUKUNG LANDASAN

18
PERHITUNGAN BEBAN PADA STANDARD
• Jenis scaffold : heavy duty _ live load 675 kg
• Dead load = 1.975 kg
• Beban yang ditanggung oleh 4 buah standard
BERAT SCAFFLDING DAN DEAD LOAD
= 675 kg + 1.975 kg = 2.650 kg
• Standard luar menerima beban dalam 1 bay ←2.650 kg : 3 =
883,3 kg
• Standard dalam menerima beban dalam 2 bay ←2.650 kg x 2 =
5.300 kg
• Beban standard dalam 5.300 kg : 3 = 1766,6 kg
• Catatan : Tiap standard dirancang menerima beban 1/3 dari live
load
SOLE PLATE AREA CALCULATION LOAD ON STANDARD
• Outer Standard (Live load + Dead load) : 3 = ….. Kg
• Inner Standard {2 x (Live load + Dead load)} : 3 = ….. kg Load on
standard : ground pressure = ….. m2

19
Contoh Gambar Independent & Drop
Scaffold

20
Pebebanan Dan Tinggi Perancah
Perhitungan Pembebanan Perancah
Perancah Frame :
Beban maksimum yang diijinkan untuk perancah rangka adalah 400
kg dengan ketinggian 31 m, jika ketinggian 31 m, maka untuk
kestabilan paduan perancah, dibawah dipasang pipa rangkap
sebagai penguat (± 20 m dari puncak rakitan perancah).
Perancah Pipa :
Beban maksimum yang dijinkan untuk perancah jenis ini adalah
700 kg untuk ketinggian perancah hingga 45 m dari permukaan
tanah.
Perancah Kayu Bulat :
Beban maksimum yang dijinkan 200 kg pada ketinggian 7,20 m.
Perancah Lantai Kerja Pelat :
Beban maksimum yang dijinkan 150 kg dengan ketinggian 9 m.
Perancah siku dengan dukungan braket :
Beban maksimum yang dijinkan 200 kg, dengan ketinggian 15 m.

21
FORCE DIAGRAM
• Force pada scaffold tidak terlihat , namun
dapat diketahui melalui force diagram,
khususnya pada spur scaffold dan batang
dukung (truss)
• Diagram adalah sarana untuk mengetahui
dimana gaya gaya tersebut bekerja 3 garis
segitiga)
• Ada 3 gaya yang bekerja pada scaffolding,
yaitu segitiga gaya (digambarkan dalam
22
BATANG DUKUNG (TRUSS)
• Diperlukan bilamana bentangan pipa scaffold
melebihi SWL
• Pipa penghubung yang berada disekitar rangka
utama scaffolding kemungkinan kecil akan bengkok
• Truss harus dipasang bilamana beban terletak jauh
dari rangka utama dan kemungkinan pipa
penghubung akan bengkok
• Panjang pipa penghubung maksimum 2 m dari
rangka utama
• Batang pendukung digambarkan dalam bentuk
segitiga dan faktor pembebanan yang dirasakan
berupa tekanan (compression) dan tegangan
(tension)

23
Compression Bracing

Tension Bracing

24
Open Area Access Scaffold

25
SCAFFOLDING INDEPENDENT

INDEPENDENT SCAFFOLD
GENERAL
• Berdiri secara mandiri pada struktur atau
bangunan yang ditangani
• 4 standard yang dihubungkan dengan ledger
dan transom
• Bracing dipasang disisi depan dan samping
scaffolding
• Putlog dan ties dipasang pada bangunan,
struktur dan dilain tempat yang kuat serta
kokoh

26
27
USING GUIDE

28
USING STEPS
• Pergunakan end-to-end coupler sebagai
penyambung kecuali bracing mempergunakan
swivel coupler diluar standard
• Ledger dan transom dipasang pada bagian dalam
standard
• Maksimum2 buah platfor, dimulai pada lift yang
tertinggi
• Lengkapi edge protection dan access platform
• Base plat harus menempel pada landasan,
pegunakan adjustable base plate (ABP) pada
landasan yang lunak
• Tidak ada ketentuan khusus pada pemakaian jenis
scaffold ini

29
INSTALLATION GUIDE
• Pergunakan base plate
• Berdiri vertikal
• Dapat diperpanjang dan dipertinggi
• Panjang ledger & transom sesuai
ketentuan
• Penyambungan menggunakan sleeve
atau end to end

30
STANDARD
• coupler,dan tidak boleh pada :
• Standard yang berdekatan untuk membujur
atau melintang pada satu lift
• Standard yang sama pada lift yang berdekatan
• lebih 1 sambungan pada ledger yang
berdekatan atau lebih dari 300 mm dari ledger
• Datar dan level
• Terpasang sepanjang scaffold
• Pasang pada standard dengan r.a.c
• Penyambung pipa gunakan sleave (end to end)
coupler

31
LEDGER
Catatan :
• Gunakan sprocket pada tebal pipa yang
berbeda
• Jangan menyambung pipa pada :
• satu bay baik horisontal maupun vertikal
• Bay yang sama pada lift yang berdekatan
• Pipa yang sama pada bay yang berdekatan
• Bay paling ujung dari scaffold
• Maksimum 300 mm menonjol dari standard
• Jarak antara ledger pada tiap lift maksimum 2m

32
TRANSOM
• Datar dan level
• Terpasang pada setiap bay
• Tidak ada sambungan pipa
• Pasang pada standard dengan r.a.c dekat dengan ledger

BOARD BEARER ATAU PUTLOG


• Datar dan level
• Jangan disambung
• Terpasang diatas ledger dengan r.a.c. atau putlog
clamp
• Jarak minimum 150 mm dan maksimum 250 mm dari
standard
33
BRACING
Longitudinal (Face)
• Pasang dari dasar sampai maksimum tinggi
scaffold
• Pasang disisi luar standard
• Ikat pada standard dengan s.c. & pada
transom r.a.c.
• Batang pipa yang panjang tidak lebih dari 10 m
atau gunakan batang pipa pendek yang diawali
dari bay paling ujung dan selang antaranya
maksimum 3 bay
• Sedekat mungkin dengan persilangan rangka
34
Transverse
• Pasang pada setiap lift
• Ikat pada standard dengan s.c. & pada ledger r.a.c.
• Usahakan sedekat mungkin dengan persilangan
rangka

Kemiringan antara 35° sampai 55°

35
TIES
• Berfungsi sebagai pengokoh berdirinya
scaffolding dan untuk mencegah scaffolding agar
tidak roboh
• Tie terpasang kuat dan kokoh pada minimum 2
standard atau pada ledger dengan menggunakan
r.a.c
• Tie diawali dari bay paling ujung dan selanjutnya
selang antara disetiap 3 bay
• Tie vertical. Yang pertama tidak lebih dari 3 x
ukuran terpendek bagian bawah dan selanjutnya
disetiap 4 m atau prakteknya disetiap 2 lift
• Transom yang difungsikan sebagai tie disebut
putlog

36
EDGES PROTECTION
FUNCTION
pada tepi platform yang dari scaffolding Edge
protection dipasang terbuka dan ada gap
dengan sisi bangunan sebagai pengaman jatuh
para pelaksana atau peralatan kerja

INSTALLATION STANDARD (BSS & AS)


1. Toeboards
2. Guard (Hand) Rails

37
PLATFORM
INSTALLATION STANDARD
• SWL = 1,5 kN pada luas 500 x 500 mm
• Kelenturan plank 1/60 x jarak penopang atau maksimum
60 mm
• Posisikan papan menyilang board bearer atau putlog
• Ketebalan papan harus sama
• Gap papan satu dengan lainnya maksimum 10 mm
• Sambungan jangan overlap
• Papan menonjol dari board bearer antara 150 – 250 mm
• Papan diikat dengan kawat 4 mm atau tali serat 8 mm
• Penambahan lantai kerja diluar lantai kerja utama
maksimum 450 mm

38
JARAK BOARD BEARER ATAU PUTLOG SESUAI
TEBAL PAPAN

32 MM 1,0 METER
38 MM 1,5 METER
50 MM 2,0 METER
63 MM 2,5 METER

39
PERLENGKAPAN SCAFFOLD
• Standards
• Ledgers
• Transoms
• Board bearers
• Braces
• Planks
• Adj. Base Plate
• Castors

40
FRAME LOCKS

41
INSTALLATION GUIDE
• Pasang adjustable base plate
• Pasang sole plate pada landasan yang lunak
• Tinggi 45m, perhatikan kesempurnaan standard
• Transom & ledger maksimum 500 mm dari
landasan
• Pasang penguat pipa untuk modular jenis pipa
• Pasang penguat pipa pada bay ujung & setiap 3 bay
• Pasang penguat pada lift pertama < 3 x min. Luas
bagian bawah & selanjutnya setiap < 4 m
• Pasang penguat pipa setiap 2 lift
• Pasang safety clip pada setiap ujung penguat pipa

42
ERECTION OF MODULAR SCAFFOLD
Jangan menggabung perlengkapan yang berbeda bentuk dan
sistem, kecuali dengan alasan teknis :
• Kekuatan & dimensi dan perlengkapan sesuai
• Karakteristik kelenturan bahan memiliki kesamaan

kekokohan & keserasian scaffolding


Ketentuan lain :
• Frame & aluminium tidak dapat digabung pada modular
• Jangan memasang lengan gantung pada modular scaffold
• Pasang lengan gantung dekat sisi bangunan permanen
• Platform lengan gantung yang dipasang antara rangka,
maka rangka atas dan bawah harus terpasang papan
secara penuh dan sempurna

43
KETENTUAN KHUSUS
1. Base
2. Ties
3. Guard Rail
4. Hop-up Bracket
5. Ledger

44
MENDIRIKAN SCAFFOLDING

SPUR SCAFFOLD
Scaffold yang dibangun dari suatu ketinggian
diluar bangunan dengan bantuan pipa
penopang (spur) pada pipa membujur (needle)
yang dipasang dari dalam bangunan

45
SCAFFOLD ERECTION GUIDE
• Pastikan bangunan mampu menerima beban scaffold
• Ikat pipa yang berpotongan 90° dengan mempergunakan
r.a.c. dan sistem bracing dengan s.c.
• Pasang klam pengaman (safety clip) pada setiap ujung
pipa penguat atau pipa penopang
• Pasang pipa tom didalam bangunan antara lantai & atap
sebagai pengokoh posisi standar diluar bangunan,
lengkapi tom dengan headstock dan adjustable base
plate, pasang pipa melintang antara dua tom dan lengkapi
diagonal brace
• Needle di pasang pada setiap tom dan posisikan pada tepi
ambang bangunan (sill) keluar dari banguna sepanjang
yang dikehendaki
• Dan lain-lain

46
CANTILEVER SCAFFOLD
• Scaffold (indpendent, frame & modular) yang
dibangun dari suatu ketinggian diluar
bangunan dengan bantuan batang cantilever
• Beban pada fulcrum cantilever adalah
• Jumlah beban dan berat outer-end dan
counter-load
• Kapasitas bangunan dimana cantilever akan
dipasang harus diperhitungkan oleh engineer
atau personil yang kompeten
• Berat perlengkapan yang akan ditanggung
cantilever

47
LOAD
Perlengkapan Jenis / Ukuran Berat
Pipa tebal 4,00 mm 4,50 kg/m
tebal 4,88 mm 5,25 kg/m
Fitting right angle coupler 1,50 kg
swivel coupler 1,40 kg
putlog clip 0,60 kg
end-to-end coupler 1,00 kg
Catatan : Berat fitting ± 1,00 kg pada pulog scaffold dan
± 1,00 kg pada independent scaffold
Plank 225 x 30 mm - wet 10 kg/m
225 x 30 mm - dry 7 kg/m

48
Tindakan Pengamanan pada
Cantilever Scaffold
• Pasang brace pada semua rangka penopang dan tom agar
cantilever menjadi sangat kokoh
• Tumpuan standard duduk pada flendes bagian atas cantilever
(needle) agar tidak berubah akibat gerakan normal
• Pengelasan sebaiknya dilakukan pada klam penguat
(spigot/sleeve) di ujung cantilever sebelah dalam atau pada
ledger dengan safety fitting
• Perkuat tiang penguat cantilever (prop) dengan pipa melintang
• Bilamana mempergunakan plat dan baut sebagai klam, maka
mur harus dilengkapi kontra mur (counter nut)
• Hindari pemakaian baut tanam didalam kongkrit,
Membahayakan

49
LEDDERS PLANKS TUBES

• Ratio dan Proyeksi Scaffold Ladder

50
• Anak tangga kayu

• Posisi & bentuk Ladder

51
SCAFFOLD PLANKS JENIS DAN KETENTUAN
• Plank olahan dari kayu keras seperti kamper merah
(serat panjang & lurus) atau yang sejenis
• Dimensi 220 x 30 mm, rendemen 15%
• Clearence antara plank maks. 10 mm & hindari
tebal plank yang berbeda
• Pertemukan ujung plank pada sambungan, kecuali
ditentukan lain

52
METODE PENGIKATAN PLANK

1. Pergunakan fiber rope Ø 8 mm atau


wire Ø 4 mm
2. Pengaman ujung plank yang baik

53
KERUSAKAN PLANK

54
KERUSAKAN PLANK LAINNYA

55
PENGUJIAN PLANK

56
SCAFFOLD TUBES INSPECTION

57
SCAFFOLD PLANKS & TUBES STACKING

58
EDGE PROTECTION
GUARD (HAND) RAIL
TOE BOARD
NET ON PLATFORM

59
ADVANCE SCAFFOLDING

60
FUNCTION
• Mencegah seseorang atau barang jatuh dari platform yang
tingginya minimal 2 m
• Harus kuat terbuat dari bahan yang sama dengan standard,
ledger atau transom
GUARD (HAND) RAIL
FUNCTION
• Mencegah seseorang atau peralatan tergelincir keluar dari
platform
• Harus kuat terbuat dari bahan yang sama dengan standard,
DIMENSION
• Tinggi menurut BS 1139.90←1000 mm±50 mm, AS
1575←900-1100 mm
• Tinggi mid rail menurut BS 1139.90←470mm dari handrail
top atau sisi atas toeboard
61
• Maksimum 100 mm diluar platform menurut AS 1576.3
TOE BOARD
FUNCTION
• Mencegah seseorang atau peralatan tergelincir keluar dari
platform
• Harus kuat terbuat dari papan kayu keras & mutu baik

DIMENSION
• Lebar papan minimum150 mm
• Celah dengan lantai kerja maksimal 10 mm
• Standard lebar papan ± 200 -250 mm
• Maksimum 100 mm diluar platform menurut AS 1576.3

Dimension of Edge Protection

62
NET ON PLATFORM
PENIADAAN EDGE PROTECTION
Menangani Permukaan Bangunan
• Peniadaan guard rail _ jarak sisi platform dengan tembok bangunan
maks. 225 mm & tinggi bangunan min. 900 mm
• Peniadaan toe board _ jarak sisi platform dengan tembok bangunan
maks. 225 mm
Berdekatan dengan Bangunan
• Peniadaan guard rail _ jarak sisi platform dengan permukaan bangunan
maks. 100 mm & tinggi bangunan min. 900 mm
• Peniadaan toe board _ jarak sisi platform dengan bangunan maks. 10
mm & tinggi bangunan min. 150 mm dari platform
Access Platform
• Jalur lalu orang _ cukup diberi pengaman rantai pada setiap sisi
• Lubang lalu barang _ pasang penutup bila tidak dipergunakan 63
JALA PENGGANTI GUARD (HAND) RAIL
Ketentuan Pemakaian Terikat sejajar tepi platform
• Pemasangan harus vertikal dengan ketinggian
minimal 900 mm dari permukaan platform
• Tinggi plat toe board minimum 150 mm dari
platform
• Celah antara plat toeboard dengan platform maks.
10 mm
• Sisi atas harus kuat sehingga mampu sebagai
sarana proteksi

64
SAFETY FACTORS

1. Australian Standard (SF)


2. Australian Standard (RoT)
3. Menentukan Fiber Rope (AS)

65
PEMERIKSAAN
SCAFFOLDING

66
Terjadinya Kecelakaan

Faktor - faktor penyebab terjadinya


kecelakaan :
1. Unsafe condition / keadaan yang tidak
aman
2. Unsafe act / tindakan yang tak aman
3. Kombinasi keduanya.

67
Maksud Dan Tujuan Inspeksi Keselamatan Kerja :
• Menciptakan suasana lingkungan kerja yg
aman serta bebas dari bahaya.
• Menentukan prilaku kerja orang agar
mempunyai sikap kerja yg selamat.
• Memelihara kualitas produksi dan operasional
yang menguntungkan.
• Mengamati penerapan / pelaksanaan norma –
norma keselamatan kerja.
• Melokalisasi dan menetralisir bahaya – bahaya
yang ada.
• Sebagai bahan utama untuk pertemuan –
pertemuan P2K3.

68
Manfaat Inspeksi Keselamatan Kerja :
• Untuk memastikan apakah ada sesuatu yang anomaly dari
SOP perusahaan.
• Untuk menggairahkan kembali kepedulian terhadap K-3
Lingkup Lingkungan.
• Mengetahui kembali SOP yang menjadi standar
keselamatan kerja perusahaan.
• Sebagai bahan utama pengumpulan data terhadap
Observation Unsafe Behavior.
• Berguna untuk mengetahui dan menyesuikan perubahan
lingkungan.
• Untuk menilai kesadaran keselamatan kerja di lingkungan
karyawan perusahaan.
• Untuk mengukur dan mengkaji hasil usaha serta peranan
para supervisor terhadap Keselamatan Kerja.

69
Tata Cara Inspeksi

A. Sebelum melaksanakan Inspeksi :


1. Inspector harus mengusai semua peraturan dan
kebijaksanaan- kebijaksanaan yang ditetapkan oleh
Perusahaan mengenai norma-norma keselamatan
kerja.
2. Harus memahami undang-undang serta peraturan-
peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
3. Harus memahami ketentuan-ketentuan lain yang
berkaitan dengan Scaffolding.
4. Perencanaan Inspeksi dengan melihat data tempat
dan peralatan yang akan-diinspeksi.
5. Menganalisa kecelakaan yang telah terjadi ditempat
kerja

70
B. Hal-hal yang harus diperhatikan/ diamati dalam
menginspeksi scaffolding :
• Kelurusan dan kerataan.
• Persyaratan dan perlengkapan scaffolding.
• Kesempurnaan perlengkapan pengamanan.
• Posisi dan kekencangan coupler.
• Stabilitas, kekokohan dan keselamatan kerja.
• Foto scaffolding yang sedang diinspeksi.
• Lakukan pemasangan scaff tag sesuai kondisi
scaffolding yang di inspeksi.
• Sesudah inspeksi :Buat laporan inspeksi dan
lampirkan dokumen lainnya.

MOTTO :
“Stop Accidents Before They Stop You”

71
C. Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Pemeriksaan Scaffolding
• Kekokohan/ kekuatan pengikatan klamp atau pemasangan ring pada
klamp sehingga komponen tidak terlepas setelah terpasang.
• Pagar keselamatan dari pipa ketinggiannya harus bisa memproteksi
pekerja yang ada dilantai kerja (60/30 cm atau 70/40cm).
• Rigidity dari scaffolding assembly (struktur perancah) setelah terpasang,
yakni dengan memperbanyak kuda-kuda pasangan (brace) sehingga tidak
bergoyang-goyang saat digunakan.
• Safety plank (papan pijakan) cukup kuat lebar dan bercelah untuk
mencegah seseorang tergelincir dan jatuh.
• Menyatukan pemasangan perancah dengan bangunan terkait pada
beberapa titik tertentu, mencegah tumbangnya perancah tersebut
sewaktu digunakan.
• Keseimbangan keseluruhan pasangan perancah harus tegak lurus dan
dengan sama ukuran hingga keatas, menghindari pengecilan keatas.

72
D. Temuan Positif :
a. Bila kita akan melakukan suatu Pemeriksaan/ inspeksi
hendaknya temuan yang standar atau positif pun harusnya
menjadi perhatian dan dilaporkan, agar perusahaan atau
departemen yang diinspeksi
b. mendapat suatu penghargaan mempunyai nilai lebih (plus).

E. Temuan Anomaly :
a. Temuan-temuan yang diluar standar (anomaly) tetap
dilaporkan dan tentunya kita harus memberikan solusi
perbaikan yang kembali kestandar.
b. Berikan suatu pujian kepada scaffolder atas usahanya untuk
melakukan suatu perbaikan kedepannya dan saling
mendukung Keselamatan Kerja bersama.
c. Komunikasi dalam Inspeksi sangatlah penting dan berkata
santun menunjukan kepribain seorang yang berilmu.

73
SCAFFOLD INSPECTION
INSPECTION
IMPLEMENTATION
INSPECTION
CHECK LIST

74
A. S C A F T A G S

1. INSPECTION BEFORE ERECTION


2. INSPECTION WHILE ERECTION
3. ROUTINE INSPECTION

75
B. INSPECTION CHECK LIST

1. S C A F T A G S F U N C T I O N
2. WARNA SCAFTAGS
3. SCAFTAGS INSTALL & REMOVE

76
PEMERIKSAAN SCAFOLDING

1. Pemeriksaan sebelum pemasangan


2. Pemeriksaan selama pemasangan
3. Pemeriksaan rutin
4. Lembar pemeriksaan
5. Inspeksi & prosedur penandaan
(Tagging)

77
Adapaun warna yang dipergunakan pada tag yaitu :

MERAH berarti perancah tidak aman atau sedang


dibangun, dan tidak untuk digunakan.
KUINING berarti perancah tidk memenuhi semua
persyaratan, dan khusus peralatan atau
aturan yang di perlukan untuk menggunakan
perancah. Peralatan ini harus tulis (misalnya,
dilakukan pada perancah).
HIJAU berarti bahwa perancah AMAN UNTUK
PENGGUNAAN dan memenuhi smua standar
OHSA dan dapat digunakan tanpa aturan dan
peralatan tambahan. Perancah ini
memenuhisemua beban dan tingkat
kebutuhan, dan dengan nama inspektor yang
kompeten memberikan tag dan nomor
kontak.

78
ROPES & HITCES
FIBER ROPES
SAFETY FACTORS
MATERIAL LIFTING

79
KOMPOSISI TALI

Fiber Ropes

80
Jenis Tali

81
Pemakaian Tali
• Hoist gin wheels ← ø 16 mm
• Tag lines ← ø 12 mm
MAINTENANCE
• Gulung tali pada reel
• Jemur hingga kering & lunak
• Lakukan whipping dengan jarak 1,5 x ø tali sebelum
ditangani
Storages
• Hindari gas buang, sumber panas maks. temp. 65°C
• Tempat kering & cukup ventilasi
• Gantung atau bentangkan bila tidak digulung
• jangan diletakkan dilantai atau kotak non ventilasi
• Basah harus dikeringkan & bersihkan sebelumnya

82
Pemeriksaan Tali
• Berserabut atau berbulu
• Putus & lecet
• Bekas atau terbakar
• Berjamur & rapuh
• High stranding & kinks
• Berpasir & kotor
• Berbulu diantara strand

83
HITCHES

84
85
WHIPING
• Cara pengikatan ujung tali sebelum dipotong

86
SPLICES
• AS _ nature - min. 4 tuck & synthetic - min. 3 tuck
• AMERICAN _ nature & synthetic - min. 8 tuck

87
KNOTS
• Cara mematikan ujung tali

88
ADVANCE SCAFFOLDING

89
PERATURAN
DAN
PERUNDANGAN
1. Pasal – pasal 15,20, dan 27 Undang-undang Dasar
1945
2. Pasal – pasal 9 dan 10 Undang – undang Nomor 14
Tahun
3. 1969 tentang ketentuan – ketentuan pokok mengenai
Tenaga
4. Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1969
5. Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Nomor 2912);
STANDARD
ADVANCE SCAFFOLDING
PIHAK YANG BERTANGGUNG JAWAB
1. Manajer Yard
2. Manajer Konstruksi
3. Manajer HSE
4. Supervisor
5. Scaffolding Inspector
6. Supervisor Gudang
Type Scaffolding
• Scaffolding Independent :
Scaffolding yang dilengkapi 2 tiang atau lebih dihubungkan satu
dengan yang lainnya secara melintang atau membujur.
• Scaffolding Modular :
Scaffolding yang dibuat secara fabrikasi termasuk rangka
menyilang.
• Scaffolding Hanging :
Scaffolding independent yang digantungkan pada struktur
bangunan tetap dan tidak dapat diturunkan atau diangkat.
• Scaffolding Frame :
Scaffolding yang dibuat secara fabrikasi termasuk rangka
menyilang.
• Scaffolding Mobile :
Scaffolding yang berdiri sendiri dilengkapi dengan roda
dibawah tiang dan dapat dipindah.
• Tube Scaffolding :
Scaffolding yang menggunakan pipa sebagai tiang, rangka
menyilang, dan penguat lainnya dan mempergunakan klem
sebagai pengikat
• Scaffolding Overhead :
Scaffolding yang dipasang disuatu ketingian tertentu pada
bagian luar bangunan yang sifatnya dibangun keatas dan
kebawah yang berdiri sendiri dengan bantuan batang
penopang.
• Spur Scaffold :
Scaffolding yang tidak dipasang dari landasan namun dimulai
dari suatu ketingian yang beradapada bagian luar bangunan
yang dibantu oleh batang penopang dari bawah.
• Cantilever Scaffold :
Scaffolding yang ditopang oleh struktur (kantilever), dengan
prinsip kerja seperti tuas.
• Drop Scaffold :
Scaffolding yang dibuat karena tidak memungkinkan
membangun scafolding jenis yang lain. Dirancang sebagai jenis
scaffolding beban sedang yang dilengkapi 3 lift yang terpasang
kebawah dan pipa sebagai tiang, rangka menyilang dan
penguat lainnya dan menggunakan klem sebagai pengikat.
Komponen – Komponen Scaffolding

1. Tiang Vertikal (standard)


2. Ledger (gelagar memanjang)
3. Transom (gelagar melintang)
4. Bracing (pipa silang)
5. Guardrail / Handrail
6. Timber Sole (papan alas)
7. Base Plates (plat dasar)
8. Jack Base (plat dasar yang bisa diajas)
9. Swivel Coupler (clamp hidup)
10. Right Angle Coupler (clamp mati)
11. Joint Pin (penyambung
Berat Beban Scafolding
Peraturan Pemasangan dan Penggunaan Scaffolding
• Scaffolding hanya boleh didirikan dan dibongkar oleh seorang
scaffolder.
• Petugas yang memasang atau membongkar scaffolding atau
bekerja diketinggian lebih dari 2 meter harus memakai full
body harness.
• Scaffolding yang baru didirikan dapat digunakan jika inspector
sudah memasang kartu scaffold berwarna hijau.
• Setiap perancah yang sudah dipasang harus diberi nomor urut
dan dicatat didalam checklist inspeksi sehingga mudah untuk
dimonitor.
• Perancah harus diinspeksi setiap hari untuk menjamin
kelengkapan dan keamanan pemakai.
• Dan lain-lain
Ahli Scaffolding (Scaffolder)

Scaffolder adalah seorang yang telah memiliki


sertifikasi scaffolding dan diijinkan untuk mendirikan
scaffolding. Syarat – syarat seorang scaffolder adalah :
• Persyaratan Fisik
• Persyaratan Mental
• Persyaratan Sikap
Tugas Scaffolder
• Memeriksa bahan atau material perancah dari kerusakan atau
cacat yang tidak layak untuk digunakan.
• Memeriksa kelengkapan peralatan perancah, alat – alat
pengaman seperti FBH, jaring pengaman dll.
• Melaksanakan metode dan prosedur kerja yang aman bagi
tenaga kerja yang menggunakan perancah yang dibuat oleh
ahli perancah (scaffolder).
• Membantu memberikan pengarahan kepada pekerja untuk
menggunakan waktu kerja yang efisien, ruang lingkup dan
menerapkan prosedur kerja yang telah ditetapkan khususnya
pekerjaan dengan scaffolding.
• Merawat scaffolding dan bagian – bagiannya agar tetap dapat
dipakai, operator perancah hanya melaksanakan pemasangan,
perawatan dan pembongkaran berdasarkan rancangan atau
desain yang dibuat oleh pengawas atau ahli dibidang
scaffolding
Kewajiban Scaffolder

• Dilarang meninggalkan area selama perancah digunakan oleh


pekarja.
• Melakukan pemeriksaan dan pengamatan terhadap kondisi /
kemampuan dukung serta merawat bagian – bagian scaffolding
seperti : standard, ledger, transom, base plate, plank dan join –
join.
• Operator harus mengisi buku laporan harian perawatan
perancah.
• Apabila scaffolding dan bagian – bagiannya tidak berfungsi
dengan baik / rusak, operator harus segera memperbaiki atau
meghentikan pekerjaan dan segera melapor pada pengawas
atau ahli yang berwenang, dalam hal ini inspector scaffolding.
Penggunaan Scafolding

Yang harus diperhatikan dalam penggunaan scaffolding


adalah :
• Scaffolding tidak boleh digunakan untuk menyimpan
barang kecuali yang akan segera dipasang.
• Dalam penggunaan perancah harus dijaga bahwa gaya
beban dan muatan tidak boleh melebihi kapasitas yang
telah ditentukan.
• Distribusi gaya dan muatan harus merata untuk
mencegah bahaya dan keseimbangan.
• Kejutan gaya yang besar tidak boleh dibebankan
keperancah atau scaffolding.
Pemasangan Scaffolding

1. perlu diperhatikan adalah kondisi dasar (ground)


2. Periksa semua kondisi material
3. pastikan kondisi sekitarnya aman
4. Petugas keselamatan kerja (safety) bekerja sama
dengan supervisor
5. Lokasi sekitar pendirian perancah harus dibarricade
dan tempatkan papan pemberitahuan (signboard)
6. Semua kunci-kunci perancah harus diberi tali
pengaman
7. Tidak dibenarkan melempar keatas semua material
perancah
Perawatan Scaffolding

• Perancah harus diperiksa ulang seminggu (7 hari)sekali


atau sesudah angin kencang/cuaca buruk. Agar dapat
diketahui lebih dini jika mengalami kerusakan.
• Perancah harus diperiksa si pemakai setiap harinya
untuk memastikan kondisi lantai kerja tetap terikat dan
tidak lepas atau hilang.
• Scafolding yang sudah layak dipakai harus dilengkapi
dengan scafoldtag yang berwarna hijau ( green tag )
yang berarti aman untuk digunakan.
• Perancah yang belum siap dipakai atau ada salah satu
dari bagian scafolding tersebut yang hilang atau
terlepas harus dilengkapi dengan tanda merah (red tag)
yang berarti tidak aman untuk digunakan.
Pembongkaran Scaffolding
• lokasi sekitar pembongkaran harus diberi barricade
dan papan-papan pemberitahuan
• Pembongkaran perancah harus dilakukan oleh
orang yang memasangnya, dan harus dimulai dari
atas
• Perancah tidak boleh dibongkar salah satu dari
konstruksinya
• Dalam menurunkan material perancah pada
pembongkarannya harus menggunakan tambang
satu per satu diturunkan
• Tidak dibenarkan melempar kebawah semua
material perancah pada pembongkarannya
• Semua material yang telah dibongkar harus disusun
rapih
K3
SCAFFOLDING
UMUM
Apabila melakukan pemasangan atau mendirikan scaffolding /
bahaya-bahaya potensial yang mingkin terjadi adalah terhadap :
• Kabel teganggan tinggi yang berada di atas permukaan.
• Pohon-pohonan.
• Kabel telpon, pipa gas, air dan uap yang berada diatas
permukaan.
• Perlengkapan yang berada didalam tanah atau terpendam
seperti kabel-kabel tegangan tinggi/ pipa air/ gas da lain-lain.
• Lantai kerja yang tidak aman atau rusak dan sebagainya.
• Pelaksana atau pekerja yang lain dan pihak ketiga yang tidak
mengatahui masalahnya.
• Banggunan/ vessel/ struktur peralatan yang berada disekitar
scaffolding.
• Mineral atau bahan yang membahayakan .
• Bahan atau zat-zat yang menimbulkan karat.
• Pagar atau pengaman-pengaman lainnya.
• Penerangan yang kurang
KEPERLUAN KHUSUS

1. Bahan nrangka scaffolding terbuat dari logam yang


terisolasi
2. Pemasangan kabel listrik yang terisolasi
3. Menjaga atau mengamankan komponen scaffolding
4. Periksa rangka pipa dan transom
5. Jaga atau amankan peralatan dan perlengkapan scaffolding
6. amankan komponen atau peraatan scaffolding dari
komponen yang bergerak
7. Gunakan bahan scaffolding yang tidak mudah terbakar
8. Apabila pekerjaan konstruksi dilaksanakan berada atau
dekat sungai maka semua pekerja harus dilengkpi dengan
baju pelampung (life jaket) dan tali pengaman
PERLENGKPAN PENGAMAN DIRI
(PERSONNEL PROTECTIVE EQUIPMENT / PPE)

1. PAKAIAN KERJA
2. HELM PENGAMAN
3. SEPATU PENGAMAN
BERHUBUNGAN DENGAN SCAFFOLDING

1. Personil tidak diijinkan dengan mempergunakan atau


memanjat scaffolding melalui pipa saluran kongkrit
atau penggunaan lain dan mesin untuk mengangkat
atau memindahkan material
2. Tidak diijinkan untuk membebani pipa penyalur/
mesin atau penggunaan lainnya
3. Tidak ada erkecualian bagi siapakpun untuk
melanggar peraturan pada item A dan B
PENGGUNAAN DRUM
Tidak diijinkan bagi siapapun untuk memperguanakan
drm sebagai pengganti scaffolding didalam
melaksanakan suatu pekerjaan / kecuali :
• Tinggi lantai kerja ditopng dengan drum tidak
melebihi dari satu buah drum.
• Setiap drum diletakkan pada setiap ujung lantai
kerja dan,
• Setiap drum terletak ada stiap landasan atau pada
lantai kerja utama.
PENGENALAN
ADVANCE SCAFFOLDING
PENGENALAN ADVANCED SCAFFOLDING
Perancah (Scaffolding) adalah platform sebagai tempat
untuk bekerja di ketinggian dalam waktu tertentu atau
sementara waktu.
Ada tiga jenis dasar scaffolding, diantaranya:
• Supported scaffolds
• Suspended scaffolds
• Aerial lifts
Rangka Utama (Frame)
Pada tipe scaffolding ini tiang transom di las menjadi
satu / untuk menghubungkan satu dengan yang
laindigunakan rangka menyilang (Crossed diagonal
bracing) yang dipasang pada masing-masing tiang
dengan menggunakan pasak pengunci engsel di
bagian atas dan bawah tiang.
Komponen Scaffolding rangka besi

a. Pengikat (Tie – in)


b. Rel Pengaman (Guard Rails)
c. Lengan Penguat (Hop-Up Brackets)
Suspended Scaffold
I. CATENARY
II. INTERIOR HUNG III. MULTI-POINT
ADJUSTABLE
IV. SINGLE-POINT ADJUSTABLE V. FLOAT (SHIP)
VI. MULTI-LEVEL VII. NEEDLE BEAM
VIII. TWO-POINT (SWING STAGE)
Aerial Lifts

merupakan piranti vehicle-mounted yakni yang digunakan


untuk mengangkat pekerja, seperti platform extensible
booming dan vertical tower. Sering juga disebut sebagai
“cherry pickers” atau “boom trucks.”
Restraint: scaffold berpenopang dengan ketinggian dari atas ke
bawah dengan rasio lebih dari 4:1 harus tertopang oleh
pengikat, bracing, atau metode lainnya yang setara.
Support System: sebuah tiang perancah yang ditopang oleh
leg, posting, frame dan harus berbahan dasar pelat.
Stilt: Stilt dapat digunakan untuk menambah ketinggian
tempat para scaffolder bekerja yang digunakan diatas dasar
perancah yang ada. Akan tetapi ini hanya digunakan di
perancah yang berikuran besar. Jika stilt ini digunakan, maka
handrail atau guardrail harus ditinggikan sehingga sejajar
dengan stilt tersebut.
peraturan sesuai standar peraturan OSHA:
• Jika ketinggian pekerja lebih dari 10 ft (3.1 m), maka
guardrail, personal fall-arrest system atau keduanya
harus digunakan untuk menghindari jatuh.
• Jika platform scaffold lebih dari 24 inch (61 cm) diatas
atau dibawah titik akses pekerja, maka tangga, ramp
atau bagian permukaan sejenis lainnya harus
digunakan.
• Bila menggunakan akses langsung, permukaannya tidak
boleh lebih dari 24 inci (61 cm ) di atas atau 14 inci (36
cm) secara horisontal dari platform.
• Ketika lanyard yang terhubung ke lifeline horisontal
atau bagian struktural perancah satu-titik atau dua titik,
perancah harus memiliki perangkat penguncian
otomatis dan tambahan penopang independen yang
sama dalam jumlah dan kekuatannya dengan bagian
suspensi.
• Emergency escape dan piranti penyelamatan tidak
boleh digunakan sebagai bagian dari platform, kecuali
memang didesain agar berfungsi sebagai scaffold ber-
suspensi atau untuk emergency system.
Persyaratan OSHA terhadap Aerial Lifts mencakup:
• Hanya personil yang memiliki otoritas yang diperbolehkan
mengoperasikan aerial lifts
• Manufaktur atau pihak yang ditunjuk harus melakukan
sertifikasi atas setiap modifikasi
• Sistem pengereman dan outrigger harus diterapkan
• Boom dan basket load limits tidak boleh dilampaui
• Priranti ini tidak boleh digunakan untuk mengangkat
pekerja di atas basket floor
• Pekerja yang menggunakan aerial lift harus menggunakan
fall arrest systems beserta lanyard yang dikaitkan ke
boom atau basket.
MENDIRIKAN SCAFFOLDING
1. SPUR SCAFFOLD
2. SCAFFOLD ERECTION GUIDE
3. CANTILEVER SCAFFOLD
4. LOAD
5. BALANCE & COUNTER WEIGHT
6. Safety Factor
7. DROP SCAFFOLD
MEKANIKA TEKNIK
Dalam hubungannya dengan scaffolding,
mekanika teknik diperlukan untuk :
• Dpat mengatur jarak support agar tidak
terjadi lendutn berlebihan
• Aman terhadap kemungkinan mendapat
benturan atau beban-beban tak terduga
• Menentukan dimensi support
• Merencanakan pondasi support
I. REAKSI DAN MOMEN

reaksi tumpuhan beban terpusat :

Jika jarak tumpuhan A ke beban P adalah setengah bentang L, atau


beban P berada di tengah-tengah batangan AB, maka :
Reaksi tumpuan A = ½ P = 5 ton
Reaksi tumpuan B = ½ P = 5 ton
Jumlah reaksi tumpuan A dan B = 10 ton,sama dengan beban P
yang besarnya 10 ton.
Penyelesaian tersebut di atas tentu dapat kita terima dengan mudah
karena memang gampang dbayangkan. Untuk penyelesaian yang rumit,
marilah kita pahami prinsip-prinsip berikut :
a. Reaksi = aksi
b. Jumlah reaksi tumpuan = jumlah beban yang bekerja
c. Tumpuan A adalah SENDI, tumpuan B adalah ROL
d. Momen = beban x jarak
e. ½ L adalah jarak tumpuan A ke beban P, juga tumpuan B ke beban P.
jarak tumpuan A ke tumpuan B adalah L
f. Jumlah momn pada tumpuan SENDI dan ROL adalah NOL(Ø), atau
ƩMA = 0 Tm dan ƩMB = 0 Tm
g. Rah beban/gaya searah jarum jam diberi tanda positif (+)
h. Aarah beban/gaya tidak searah jarum jam diberi tanda negative (-)
Perhatikan :

ƩMA = 0 Tm
+P . ½ L – RB . L = 0 Tm
RB = +P . ½ L / L
= 10 Ton . ½ 10 m / m
= 5 Ton

ƩMB = 0 Tm
-P . ½ L - RA . L = 0 Tm
RA = +P . ½ L / L
= 10 Ton . ½ 10 m / m
= 5 Ton
I.I REAKSI TUMPUAN BEBAN TERBAGI RATA

b. ƩMA = 0
a. RA = ½ ql = ½ . 1 . 10 = 5 T = + qL . ½ L – RB . L
RB = ½ ql = ½ . 1 . 10 = 5 T = +1 . 10 . ½ . 10 – RB. 10
RB = 5 Ton
ƩMB = 0
= - qL . ½ L – RA . L
= - 1 . 10 . ½ . 10 – RA. 10
RA = 5 Ton
II.I MOMEN MAKSIMUM

a. reaksi-reaksi :
RA = ½ . P = 5 Ton
RB = ½ . P = 5 Ton
b. momen-momen :
X=0 m → M0 = RA . X = 5 Ton . 0 m = 0 tm
X=1 m → M1 = RA . X = 5 Ton . 1 m = 5 tm
X=2 m → M2 = RA . X = 5 Ton . 2 m = 10 tm
X=3 m → M3 = RA . X – P (x-2)
= 5 Ton . 3 m – 10(3-2)
= 5 tm
X=4 m → M0 = RA . X – P (x-2)
= 5 Ton . 4 m – 10(4-2)
= 0 tm

c. momen maksimum adalah momen yang paling besar yaitu : `Mx


= 2m = 10 Tm
PENCEGAHAN BAHAYA SCAFFOLDING

Lima bahaya scaffolding yang umum adalah:


• Terjatuh karena tergelincir, akses yang tidak aman
dan kurang memadainya piranti fall protection
• Kejatuhan benda
• Terkena sengatan arus listrik dari sumbernya di
ketinggian
• Scaffolding runtuh karena strukturnya tidak stabil
atau kelebihan beban
• Papan (board) yang tidak sempurna baik karena
materialnya ataupun kesalahan pemasangannya
A. Bahaya Jatuh
• Guardrail Systems
• Personal Fall Arrest Systems (PFAS)
B. Bahaya Kejatuhan Benda
C. Bahaya Listrik
D. Kapasitas
PEKERJA SCAFFOLDING

Ada tiga jenis pekerja dalam scaffolding :


1. Competent Person: yakni personil yang mampu
mengidentifikasi dan memprediksi kemungkinan bahaya
terhadap bangunan scaffolding ataupun lingkungan
tempat kerja. Ia memiliki otoritas dalam memberikan
pengukuran korektif guna mengurangi kemungkinan
bahaya.
2. Qualified Person: yakni personil yang sudah disertifikasi
untuk pengetahuan dan pengalamannya dan mampu
mendemonstrasikan keterampilannya dalam
memperbaiki masalah yang berhubungan dengan
pekerjaan scaffolding.
3. Engineer: yakni personil yang sudah teregistrasi sebagai
professional engineer yang mendesain dan menentukan
perancah ter-suspense ataupun perancah berpenopang.
Komponen – Komponen Scaffolding

1. Tiang Vertikal (standard)


• Ledger (gelagar memanjang)
• Transom (gelagar melintang)
2. Bracing (pipa silang)
• Guardrail / Handrail
• Timber Sole (papan alas)
3. Base Plates (plat dasar)
• Jack Base (plat dasar yang bisa diajas)
• Swivel Coupler (clamp hidup)
• Right Angle Coupler (clamp mati)
Berat Beban Scafolding

Beban yang dapat ditahan oleh scaffolding sesuai


dengan jenis beban yang akan ditahan oleh
scaffolding itu sendiri, yaitu :
RANCANG BANGUN
SCAFFOLDING
MENGGAMBAR SCAFFOLDING

Posisi gambar
A. tampak depan,
B. tampak samping,
C. tampak atas,
D. nama scaffolding, proyek & informasiN lainnya
PENJELASAN GAMBAR
• Dalam gambar ditunjukkan ukuran jarak antar standard,
ledger, transom & posisi brace serta penguat lainnya
• Jarak ditampilkan dalam tanda panah & angka, sambungan
dalam bentuk garis miring pendek
• Informasi ditulis secara rinci pada kolom D, maksudnya :
• _ Dipergunakan oleh estimator dalam menentukan ukuran
& jumlah material yang diperlukan
• _Dipergunakan oleh scaffolder dalam membangun
scaffolding
• Scaffolder berhak untuk melakukan penambahan
perlengkapan agar scaffolding menjadi lebih kokoh
walaupun tidak ditampilkan dalam gambar
TATA CARA MENGGAMBAR SCAFFOLDING

TIPE GAMBAR SCAFFOLDING


FAKTOR PERKALIAN
LOAD PLANNING DESIGN LOAD (AS1576-1) :
• Dead Loads Seluruh perlengkapan yang terkait pada
scaffolding
• Invironment Loads Pengaruh dari luar, seperti
kecepatan angin maks.
• Live Load
• Light duty - max. 225 kg/bay untuk pekerjaan ringan
• Medium duty - max. 450 kg/bay untuk pekerjaan
sedang
• Heavy duty - max. 675 kg/bay untuk pekerjaan berat
200 N / m2, kecepatan angin dapat mencapai 770 N /
m2 pada ketinggian 24 - 30 m
• Catatan : 1 kg = 9,8 Newton
Contoh Gambar Independent & Drop Scaffold
LEDDERS PLANKS TUBES

LEDDERS & THE OTHER ASPECT


AUSTRALIAN & NEW ZEALAND STANDARD
• Portable ladder - metal _ 1892.1 (1996)
• Portable ladder - timber _ 1892.2 (1996)
• Portable ladder - reinforce plastic _ 1892.3
(1996)
• Portable ladder - selection, safe use &
care←1892.4 (1996)
KETENTUAN KHUSUS
• Panjang metal ladder 9 m dan single ladder atau yang distel 15
m
• Pada platform tidak perlu penopang ladder & min. lebar
platform untuk light duty scaffold 450 mm
KETENTUAN UMUM
• Gunakan fiber glass ladder di daerah listrik bertegangan, jangan
gunakan metal & wood ladder yang di ikat kawat pada pipa
• Hindari pemakaian house & single ladder
• Pasang penguat pada setiap 8 anak tangga
KETENTUAN TAMBAHAN
• Tinggi maks. dari platform sampai bordes 6 m
• Bordes sebagai dudukan ladder sejajar platform
• Lengkapai access platform dengan rantai pengaman atau
penutup yang kuat & dapat dibuka tutup
Ratio dan Proyeksi Scaffold Ladder
Anak tangga kayu
Posisi & bentuk Ladder
SCAFFOLD PLANKS JENIS DAN KETENTUAN
• Plank olahan dari kayu keras seperti kamper merah
(serat panjang & lurus) atau yang sejenis
• Dimensi 220 x 30 mm, rendemen 15%
• Clearence antara plank maks. 10 mm & hindari tebal
plank yang berbeda
• Pertemukan ujung plank pada sambungan, kecuali
ditentukan lain
METODE PENGIKATAN PLANK
1. Pergunakan fiber rope Ø 8 mm atau wire
Ø 4 mm

2. Pengaman ujung plank yang baik


KERUSAKAN PLANK
PENGUJIAN PLANK
SCAFFOLD TUBES INSPECTION
SCAFFOLD PLANKS & TUBES STACKING
MENDIRIKAN SCAFFOLDING (ERECTION)
Beberapa hal yang harusdilakukan pada saat mendirikan (erection)
sebuah scaffolding independent/ adapun ketentuanya sebagai
berikut :
1. Persiapkan semua perlengkapan scaffolding yang akan
didirikan seperti, pipa, papan landasan, klam, perkakas serta
perlengkapan lainnya yang terkait.
2. Pelajari kembali gambar scaffolding yang telah dipersiapkan
agar meyakinkan terhadap ukuran, jenis dan perlengkapan
yang diperlukan.
3. Beri tanda (marking) pada landasan dimana standard akan
diletakkan.
4. Gunakan ganjal papan (wooden sole plate)/ bilamana
kekuatan dukung landasan tidak memenuhi syarat untuk
mendirikan scaffolding tersebut.
5. Letakan plat landasan (base plate) pada setiap marking yang
telah ditentukan.
6. Dan lain-lain
PERLENGKAPAN PENGIKATAN (FITTING)
Berikut contoh jenis-jenis gambar penyambung (fitting) :
PENGENALAN
ADVANCE SCAFFOLDING
PENGERTIAN RIGGING

Yang dimaksud dengan pekerjaan Rigging ialah


Suatu kerja yang sistematis dan terancam
dimana Objek harus dipindahkan dari satu
tempat ke terampilan dengan mempergunakan
suatu alat.

Terencana artinya Sebelum bekerja yang


sesungguhnya dilaksanakan, sudah dibuat
rencana pekerjaan terlebih dahulu.
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB RIGGER
RIGGER harus :
1. Mematuhiperaturan-peraturandansyarat-
syaratkeamanan yang berhubungandenganpekerjaan.
2. Mahirmemanjatdanbekerjapadaberbagaiketinggian
3. Memilikipengetahuantentang SWL Crane yang
digunakanuntukbekerja
4. Mempunyaipengetahuantentangkode/sinyal yang
digunakanuntuk Crane yang dapatdilihatataudidengar
5. Mempunyaipengetahuantentangberbagaimacampen
gikat
6. Selalumenggunakanjenis Sling, Hook dan lain-lain
peralatandenganbenar
7. Dan lain-lain
PRINSIP DASAR RIGGING
Ada 6 (enam) peralatansederhana yang
dapatmelipatgandukankekuatanseseorangialah:
1. Tuas / Pengungkit
• Golongan I
• Golongan II
• Golongan III
2. Papan Miring
3. Papan Miring gandaBaji / Wedge
4. Bautulir
5. RodadanPoros
6. Pulley
ISTILAH – ISTILAH PADA RIGGING

1. ANCHORAGE 11. END SEIZING


2. BEND 12. FULERUM
3. BIRD CAGING
13. IDLER
4. BLOCK
5. BREAKING ATRENGH 14. KNOT
6. CARGE NET 15. MAT/MATTING
7. CHOKER HITCH
8. CLIP/CLAMP
9. DOG LEG
10. DOLY
PENGIKATAN DAN PENGANGKATAN YANG AMAN
KOMPOSISI TALI
1. Fiber ropes
2. Jenis tali
3. Pemakaian tali
4. Maintenance
5. Pemeriksaan tali
TALI DAN PENGIKAT ( ROPES AND KNOTS )
A. ANCHOR KNOT / FISHERMAN ( Round Tum And Two
Half Hitchman )
B. BACK HAND SAILOR KNOT
C. BLACKWALL HITCH
D. BOWLINE
E. BUNTINE HITCH (BECKET HITCH)
F. CATS PAW / RICKING HITCH
G. CLOVE HITCH / BULDER HITCH (CENGKEH)
H. DOUBLE BECKER HITCH
I. DOUBLE SHEET BEND
J. FLEMISH LOOP
K. FISHERMEN’S KNOT
L. HORIZONTAL BARREL HITCH
M. SCHAFOLD HITCH
N. SNUBBER
O. TRIPLE BOWLINE
Ketentuan umum lihat hand out

Menangani material
SEMOGA BERMANFAAT

TERIMA KASIH
HEAD OFFICE : BRANCH OFFICE :
Jl. Syarifudin Yoes RT.11 No.15-16 Wisma Nugraha Santana Lt. 1
Kel. Sepinggan Baru, Balikpapan Suite 1416,Jl. Jendral Sudirman
Kalimantan Timur Kav. 7-8 Jakarta 10220
Tlpn: (0542) 8515235
Website:
[Link]
Contact Person :
Novan Saputra HP 081348628986

Anda mungkin juga menyukai