0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan17 halaman

k2 Program Linear

Makalah ini membahas metode simpleks untuk memaksimalkan fungsi tujuan dalam pemrograman linier. Metode ini digunakan untuk mengalokasikan sumber daya terbatas secara optimal melalui langkah-langkah sistematis dan tabel simpleks. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang metode simpleks dan aplikasinya dalam berbagai masalah.

Diunggah oleh

ekytriputri22
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2 tayangan17 halaman

k2 Program Linear

Makalah ini membahas metode simpleks untuk memaksimalkan fungsi tujuan dalam pemrograman linier. Metode ini digunakan untuk mengalokasikan sumber daya terbatas secara optimal melalui langkah-langkah sistematis dan tabel simpleks. Penulis berharap makalah ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang metode simpleks dan aplikasinya dalam berbagai masalah.

Diunggah oleh

ekytriputri22
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MAKALAH

METODE SIMPLEKS MAKSIMASI SEBAGAI


PROSEDUR PERHITUNGAN

Oleh :
Kelompok 5

Emilzan Barakati A1I123005


Rahma Ayu A1I123021
Eky Tri Putri A1I123043
Arnis A1I123080
Rozabatun Nafiah A1I123096

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang telah melimpahkan taufik
dan hidaya Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tujuan utama
dibuatnya makalah ini adalah untuk mamenuhi tugas pada mata kuliah program
linear.

Dalam penulisan makalah ini, kami membahas tentang metode simpleks


dengan rujukan buku bahan ajar Riset Operasi karya Ir. Maswarni.M.M., Hengki
Hermawan,S.E., M.M., dan Kartono,S.E., M.M. tahun 2019.

Mudah-mudahan makalah ini dapat memenuhi syarat. Besar harapan kami


kepada pembaca, sekurangnya dapat memberikan kritik dan saran yang
membangun kearah perbaikan makalah ini, sehingga makalah ini menjadi lebih
sempurna.

Kendari, 07 September 2024

Tim Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................ i


DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................... 1


1.1. Latar Belakang ................................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah .............................................................................. 2
1.3. Tujuan ............................................................................................... 2

BAB 2 PEMBAHASAN .........................................................................................3


2.1. Pengetian Metode Simpleks ...............................................................3
2.2. Penjelasan Tabel Simpleks………………………….......................... 4
2.3. Langkah-langkah Pengerjaan Metode……………………………….4
2.4. Contoh Metode Simpleks Sebagai Maksimasi………........................... 6

BAB 3 PENUTUP .................................................................................................12


3.1. Kesimpulan ..................................................................................... 12
3.2. Saran ............................................................................................... 12

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 14


BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dalam matematika terdapat metode untuk mengalokasikan sumber
daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan yang optimal. Metode
ini adalah pemrograman linier. Pemograman linier banyak diterapkan
dalam masalah ekonomi, industri, militer, sosial, dan lain-lain.
Pemrograman linear berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam
dunia nyata sebagai suatu model matematika yang terdiri dari sebuah fungsi
tujuan linier dengan beberapa kendala linier. Pemrograman linier
meliputi perencanaan aktivitas untuk mendapatkan hasil optimal, yaitu
sebuah hasil yang mencapai tujuan terbaik (menurut model matematika)
diantara semua kemungkinan alternatif yang ada.
Karateristik-karakteristik pada pemrograman linier adalah: fungsi
tujuan (untuk memaksimumkan atau meminimumkan sesuatu), fungsi
pembatas yang membatasi tingkatan pencapaian tujuan, adanya beberapa
alternatif tindakan yang bisa dipilih, fungsi tujuan dan kendala dalam
permasalahan diekspresikan dalam bentuk persamaan atau pertidaksamaan
linier.
Metode simpleks adalah suatu metode yang secara sistematis
dimulai dari suatu pemecahan dasar yang dimungkinkan ke pemecahan
dasar yang lainnya dan ini dilakukan tahap demi tahap yang disebut dengan
iterasi (dengan jumlah iterasi yang terbatas) sehingga pada akhirnya akan
tercapai suatu pemecahan dasar yang optimum dan setiap langkah
menghasilkan suatu nilai dari fungsi tujuan yang selalu lebih optimal
atau sama dari langkah-langkah sebelumnya.

1
2

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan permasalahan yang dibahas didalam makalah ini, sebagai
berikut:
1. Bagaimana memahami Pengertian metode simplek ?
2. Bagaimana memahami table simpleks?
3. Bagaimana langkah-langkah pengerjaan metode simpleks?
4. Bagaimana contoh metode simpleks sebagai maksimasi?
C. Tujuan
Adapun Tujuan dari makalah ini adalah :
1. Dapat memahami Pengertian metode simpleks
2. Dapat memahami table simpleks
3. Dapat mengetahui langkah-langkah pengerjaan metode simpleks
4. Dapat memahami contoh metode simpleks sebagai maksimasi
BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Metode Simpleks


Masalah yang sering dihadapi oleh manager produksi antara lain
adalah penentuan jumlah produksi dan kombinasi dari beberapa produk
disuatu perusahaan. Disisi lain perusahaan selalu menginginkan
keuntungan yang maksimal tetapi dihadapkan dengan berbagai alternatif
karena membutuhkan pengetahuan untuk menentukan pilihan jumlah
barang yang harus diproduksi. Memproduksi barang jenis satu bila di
produksi dalam jumlah banyak belum tentu menghasilkan keuntungan yang
maksimum, karena dalam memproduksi suatu barang di pengaruhi oleh
jenis material, jenis mesin yang digunakan dan lainnya. Untuk menentukan
dan menemukan jumlah atau kombinasi barang dari masing masing jenis
produk yang akan di produksi atau pengalaokasian tenaga kerja salah
satunya adalah dengan model program linier metode grafik. Namun pada
metode grafik adalah terbatas yaitu hanya bisa menyelesaikan atau berlaku
untuk dua variabel [Link] variabel yang lebih dari dua digunakan
metode simpleks yaitu Suatu teknik yang dapat memecahkan masalah-
masalah program linier secara umum. Dalam metode simpleks model
diubah ke dalam bentuk suatu tabel kemudian dilakukan beberapa langkah
dan ketentuan. Metode Simpleks adalah suatu metode yg secara matematis
dimulai dari suatu pemecahan dasar yg feasibel (basic feasible solution) ke
pemecahan dasar feasibel lainnya dan dilakukan secara berulang-ulang
(iteratif) sehingga akhirnya diperoleh suatu pemecahan dasar yang
[Link] mendapatkan nilai optimum adalah dengan menganalisis
sumbersumber daya apakah telah digunakan secara penuh (scarce) atau
secara berlebih (Abundant) digunakan dengan pendekatan tabel simpleks
[Link] tersebut dapat dilihat pada bagian kolom NK (atau nilai kanan
pada tabel sipleks yang disederhanakan). Sebagai contoh apabila terdapat

3
4

tiga kendala dalam suatu kasus tertentu dan dalam tabel simpleks optimal
diketahui nilai S1= 0 dan S3=3, berarti terdapat kapasitas yang berlebihan
(abundant) yaitu pada kendala ke-1 sebesar 10 satua dan kendala kendala
ke-3 sebesar 3 satuan. Sedangkan untuk kendala ke-2 tidak tertera pada
tabel simpleks optimal tersebut (S=2) dengan demikian sumbe daya
tersebut digunakan secara penuh (scarce) Besarnya harga bayangan (price
shadow) dapat diketahui dari tabel simpleks optimal. Harga bayangan
adalah besarnya perubahan nilai tujuan sebagai akibat perubahan dari
sumber daya ruas kanan fungsi kendala misalnya sebesar satu satuan. Harga
bayangan dapat dilihat pada tabel simpleks optimal bagian baris Cj –Zj
(atau baris Z pada tabel simpleks yang disederhanakan) kolom S1, S2, ….
[Link] contoh misalnya pada tabel simpleks optimal terdapat nilai
pada baris Cj –Zj kolom S1 = ¾ , S2 = 0, dan S3 = ¼. Dengan demikian
besarya harga bayangannya adalah S1 = ¾, S2 = 0 dan S3= 1/4 , berarti
apabila sumber daya ke-1 berubah sebesar satu satuan akan merubah nilai
tujuan sebesar ¾ , begitu pula untuk sumber daya ke-2 tidak berubah
wlaupun terdapat perubahan pada sumber daya tersebut Tabel simplek
dapat digambarkan sebagai berikut:
5

B. Penjelasan Table Simpleks

Kolom 1,berisi variabel basis yaitu variable yang membentuk matrik satuan
dari kumpulan fungsi pembatas.
Kolom 2, berisi konstanta dari variabel basis yang terdapat pada fungsi tujuan.
Kolom 3, berisi dari nilai bj,, yaitu nilai pada sisi kanan ketidaksamaan dari
fungi pembatas.
Kolom 4, Xi merupakan variabel keputusan, cimerupakan konstanta
dari fungsi tujuan.
Kolom 5, berisi konstanta dari persamaan - persamaan yang membentuk fungsi
Pembatas.
Kolom 6, berisi nilai hasil perhitungan untuk menentukan variabel basis yang
meninggalkan (bukan variabel basis lagi) dengan memilih bj/aij
terkecil, dimana aij> 0
Kolom 7, berisi nilai-nilai untuk menentukan variabel masuk atau ‘Entering
Variable’ (calon variabel basis baru) dengan memilih nilai paling
negatif untuk fungsi tujuan maksimum atau sebaliknya untuk fungsi
tujuan minimum dari perhitungan rumus (∑(a11 bj) – cj).
6

Contoh menyusun table metode simpleks


Fungsi tujuan :
z = 𝑥1 + 4𝑥2
Fungsi kendala
2𝑥1 + 𝑥2 ≤ 3
3𝑥1 + 5𝑥1 ≤ 9
𝑥1 + 3𝑥1 ≤ 5
𝑥1 , 𝑥2 ≥ 0

Penyelesaian
Standar form
Max z = 𝑥1 + 4𝑥2 - 0𝑠1 - 0𝑠2 - 0𝑠3
Max z - 𝑥1 - 4𝑥2 + 0𝑠1 + 0𝑠2 + 0𝑠3 = 0
2𝑥1 + 𝑥2 + 𝑠1 + 0𝑠2 + 0𝑠3 = 3
3𝑥1 + 𝑠𝑥2 + 0𝑠1 + 𝑠2 + 0𝑠3 = 9
𝑥1 + 3𝑥2 + 0𝑠1 + 0𝑠2 + 𝑠3 = 5
𝑥1 , 𝑥2 , 𝑠1 , 𝑠2 , 𝑠3 ≥ 0

C. Langkah-langkah pengerjaan metode simpleks


Menurut Andi Wijaya (2012) Terdapat 12 (dua belas ) yang dapat
dilakukan dalam metode simplek yaitu:
a. Mengidentifikasikan fungsi tujuan dan variiabel keputusan serta
memformulasikan dalam simbol matematis
b. Mengidentifikasikan fungsi tujuan yang akan dicapai kendala kendala
y
c. Menginformasikan tujuan dan kendala kedalam fungsi model
matematis
d. Mengubah pertidaksamaan“≤” pada kendala dirubah menjadi “=”
dengan menambahkan vaiabel slack (S)
7

e. Masukkan nila fungsi tujuan dan fungsi kendala-kendala yang telah


melalui proses perubahan ke dalam tabel simpleks. Disamping itu juga
menentukan nilai C1 yaitu angka pada masing masng kolom yang dicari
dikalikan dengan koefisien dasar (kd) dan kemudian mencari nilai C1
– Z1
f. Mencari kolom kunci: negatif terbesar pada baris C1 – Z1
g. Mencari baris kunci: positif terkecil pada indeks, (indeks =b1 pada
masing-masing baris dibagi angka pada kolom kunci di masing masing
baris
h. Mencari angka kunci: pertemuan antara kolom kunci dan baris kunci
i. Mengubah variabel keputusan pada baris kunci dengan variabel
keputusan pada kolom kunci dan kemudian merubah seluruh elemen
pada baris kunci dengan cara membagi seluruh elemen tersebut dengan
angka kunci.
j. Mengubah nilai-nilai pada baris lain (diluar baris kunci) dengan
menggunakan pendekatan nilai nilai baris baru = nilai nilai baris yang
lama dikurangi nilai-nilai pada baris kunci baru dimana sebelumnya
telah dikalikan dengan koefisien kolom kunci pada baris awal tersebut
k. Memastikan seluruh elemen pada baris C1 – Z1 tidak ada yang bernilai
negatif, apabila masih terdapat nilai negatif maka diulangi melalui
langkah ke-6 dan seterusnya
l. Apabila seluruh elemen pada baris C1 – Z1 tidak ada yang bernilai
negatif maka proses eksekusi telah selesai. Nilai Z optimum dan
besarnya variabel keputusan berada pada kolom tersebut (Z1dan b)

D. Contoh metode simpleks sebagai maksimasi


Contoh Kasus 1
Fungsi tujuan:
Maksimalkan Z = 6x1+ 10x2
Fungsi Kendala:
4x1 ≤ 16
8

6x2 ≤ 30
12x1+ 10x2 ≤ 60
Langkah 1
Mengubah fungsi tujuan dan fungsi kendala (lihat ketentuan metode
simplex).
Fungsi tujuan :
Z = 6x1+ 10x2====== Z - 6x1 - 10x2 = 0
Fungsi Kendala :
4x1 ≤ 16 === 4 x1 + S1 = 16
6x2 ≤ 30 === + 6x2 + S2 = 30
12x1+ 10x2≤ 60=== 12x1 + 10x2 +S3 = 60
S1, S2 dan S3 adalah variabel slack Langkah 2 persamaan –
persamaan kedalam tabel simplex Menyusun Tabel

Langka 3
Menentukan kolom kunci yaitu kolom yang mempunyai angka yang
bernilai negatif (−) pada angka terbesar pada baris Z (fungsi tujuan) seperti
tabel di bawah ini:
9

Langkah 4
Memilih baris kunci (yaitu baris yang mempunyai nilai index
terkecil).
Perhitungan index adalah sbb.: Indeks = angka pada masing- masing baris
NK dibagi angka pada kolom kunci dari masing- masing baris

Langkah 5
Menentukan nilai-nilai baris kunci ( dengan angka kunci). Baris
kunci semula adalah S2 berobah menjadi X2. Angka kunci merupakan nilai
yang posisinya berada pada perpotongan antara kolom kunci dengan baris
kunci pada kausu ini adalah nilai 6 ,seperti tbel dibawah ini

Langkah 6
Menentukan nilai baris baru kunci yaitu semua baris kunci dibagi
angka kunci hasilnya seperti tabel berikut
10

Langkah 7
Membuat baris baru dari masing masing baris lainnya (selain baris
kunci) dengan mengubah nilai-nilai baris, sehingga nila dengan langkah
perhitungan sebagai berikut: NBBK = Nilai baris baru kunci
Baris baru = baris lama – (KAKK x NBBK)
Menghitung nilai pada baris Z, S1 dan S3
Baris Z
Baris lama [-6 -10 0 0 0 0]
NBBK -1 0 [0 1 0 1/6 0 5]

Baris Baru -6 0 0 5/3 0 50

Baris S1
Baris lama [4 0 1 0 0 16]
NBBK 0 [0 1 0 1/6 0 5]

Baris Baru 4 0 1 0 0 16

Baris S3
Baris lama [4 0 1 0 0 16]
NBBK 0 [0 1 0 1/6 0 5]

Baris Baru 4 0 1 0 0 16

Bisa juga di cari denga cara sebagai berikut untuk Contoh baris Z
a. -6 - (-10 x0) = -6
b. -10 – (-10 x 1) = 0
c. 0 – (-10 x 0 ) = 0
d. 0 – (-10x 1/6) = -5/3
e. 0 – (-10 x 0) = 0
f. 0 – ( -10x 5 ) = 50
Begitu seterusnya dengan baris S1 dan S3
11

Nilai baris baru Z, S1, dan S3 yang telah didapat dimasukkan


kedalam tabel, sehingga didapat tabel seperti berikut:

Langkah 7
Melakukn perbaikan – perbaikan lagi (seperti langkah3 -6) karena nilai
negatif masih [Link] dengan menentukan baris kunci dan kolom kunci
terlebih dahulu. Hasil dengan pengerjaan yang sama dengan langkah 3 dan
langkah 4

Langkah 8.
Nilai baris baru kunci yaitu dengan cara semua baris kunci dibagi angka
kunci hasilnya seperti tabel berikut

Langkah 9
Membuat baris baru dengan cara nilai nilai baris yang lama dikurangi
nilai-nilai pada baris kunci baru dimana sebelumnya telah dikalikan dengan
koefisien kolom kunci pada baris awal tersebut. Seperti langkah 7 sebelumnya

Menghitung nilai pada baris Z, X1 dan X2


Baris Z
Baris lama [-6 0 0 5/3 0 50]
NBBK -6 [1 0 0 1/6 0 10/6]
12

Baris Baru 0 0 0 0 1 60

Baris X1
Baris lama [4 0 1 0 0 16]
NBBK 4 [1 0 0 -5/18 0 10/6]

Baris Baru 0 0 1 20/18 -2/3 9

Baris X2
Baris lama [4 1 0 1/3 0 5]
NBBK 0 [1 0 0 5/18 1/6 10/6]

Baris Baru 0 1 0 1/3 0 5

Langkah 10
Menyusun nilai yang sudah ditentukan pada tebel berikut

Karena pada baris Z sudah tidak ada bernilai negative maka


didapatkesimpulan yaitu: keuntungan maksimum :Zmax=60 dengan jumlah
X1=10/6 dan X2=5
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Metode penyelesaian program linier dengan metode simpleks pertama
kali dikemukakan oleh George Dantzig pada tahun 1947. Metode ini
menjadi terkenal ketika ditemukan alat hitung elektronik dan menjadi
populer ketika munculnya komputer. Proses perhitungan metode ini
dengan melakukan literasi berulang ulang sampai tercapai hasil optimal
dan proses perhitunganini menjadi mudah dengan computer. Selanjutnya
berbagai alat dan metodedikembangkan untuk menyelesaikan masalah
program linier bahkan sampaipada masalah riset operasi hingga tahun
1950 an seperti program dinamika,teori antrian dan persediaan.
Metode simpleks ini adalah metode yang biasanya digunakan untuk
memecahkan setiap permasalahan pada pemrograman linier yang
kombinasi variabelnya terdiri dari tiga variabel atau lebih. Metode
simpleks merupakan sebuah metode lanjutan dari metode grafik. Metode
grafik tidak dapat menyelesaikan persoalan manajemen yang memiliki
variabel keputusan yang cukup besar, sehingga untuk menyelesaikannya
dibutuhkan sebuah metode yang lebih kompleks yaitu dengan
menggunakan program komputer QSB (Quantitative System For
Business) atau menggunakan metode simplex. Dalam kenyataanya
penggunaan komputer lebih efisien, akan tetapi metode dasar yang
digunakan dalam pengoperasian komputer tetap metode simpleks.
B. Saran
Demikianlah makalah ini kita susun, semoga dapat memberikan
manfaat terutama bagi penyusun khususnya bagi pembaca
[Link] menyadari bahwa makalah ini jauh dari
kesempurnaan, maka dari itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
membangun demi kesempurnaan makalah kami.

13
DAFTAR PUSTAKA

Regi, I. S., & Pratama, M. N. P. (n.d.). MAKALAH.


Taha, H. A. (1996). Riset Operasi. In Jakarta: Bina Rupa Aksara
(Vol. 3, Issue 2).

14

Anda mungkin juga menyukai