0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Pragmatik Anlo Tgs

Dokumen ini berisi daftar 15 kelompok tindak komunikatif beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kelompok mencakup berbagai bentuk komunikasi seperti menyapa, mengundang, memuji, dan menegaskan. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bagaimana tindak komunikatif digunakan dalam interaksi sosial.

Diunggah oleh

Kristanti Abraham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan6 halaman

Pragmatik Anlo Tgs

Dokumen ini berisi daftar 15 kelompok tindak komunikatif beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Setiap kelompok mencakup berbagai bentuk komunikasi seperti menyapa, mengundang, memuji, dan menegaskan. Contoh-contoh tersebut menunjukkan bagaimana tindak komunikatif digunakan dalam interaksi sosial.

Diunggah oleh

Kristanti Abraham
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Berikut ini adalah daftar tindak komunikatif yang terbagi atas 15 kelompok:

1. Menyapa, mengundang, menerima, menjamu.


2. Memuji,mengucapselamat,menyanjung/
merayu,menggoda,memesona,menyombongkan.
3. Menginterupsi, menyelah, memotong pembicaraan.
4. Memohon, meminta, mengharapkan.
5. Mengelak, membohongi, mengobati kesalahan, mengganti subjek.
6. Mengkritik, menegur, mencerca, mengomeli, mengejek, menghina, mengancam,
memperingatkan.
7. Mengeluh, mengaduh.
8. Menuduh, menyangkal/mengingkari.
9. Menyetujui, menolak, mendebatmembantah.
10. Meyakinkan,menuntut,mempengaruhi/menyugesti,memperingatkan,menegaskan/
menyatakan, menasihati.
11. Melaporkan, menilai, mengomentari..
12. Memerintahhkan, memesan, meminta/menuntut.
13. Menanyakan, memeriksa/meneliti.
14. Menaruh simpati, menyatakan belasungkawwa
15. Menerima maaf, memaafkan.

Menemukan tuturan dari ke-15 tindak komunikasi tersebut, dengan konteks dalam
kehidupan sehari-hari.

 Jawaban

1. Tindak koomunikatif menyapa


An : selamat pagi bu, apa kabar?
Ibu Syane : ya selamat pagi An, baik. Kamu sendiri apa kabar?
An : Saya Puji Tuhan juga dalam keadaan baik bu.

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikatif menyapa, karena tokoh An menyapa Ibu Syane dengan ucapan ”selamat
pagi”.
2. Tindak komunikatif mengundang
Santi : Ver, besok aku ulang tahun, jangan lupa datang ya?
Vera : oh ya? ok besok aku pasti datang.
Santi : makasih ya..
Vera : iya San...

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikatif mengundang, karena tokoh Santi mengundang Vera untuk datang ke
acara ulang tahunya.

3. Tindak komunikatif memuji


Lita :wah Mia, kamu cantik sekali.
Mia : terimakasih Lita, kamu juga cantik.
Lita : ah masa sih? tapi terimakasih ya..
Mia : iya Lit, sama-sama.

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikasi memuji, karena tokoh Lita dan Mia saling memuji penampilan masing-
masing.

4. Tindak komunikatif mengucap selamat


Vera : selamat ulang tahun Santi, Tuhan Yesus memberkati selalu.
Santi : terimakasih banyak say, dan makasih ya udah datang.
Vera : iya sama-sama

Penggalan wacana diatas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunukasi mengucapkan selamat, karena tokoh Vera mengucapkan selamat ulang
tahun kepada Santi.

5. Tindak komunikatif meyakinkan


Paman : “Kau naik sepeda laki-laki?”
Ani : “Ya, ini sepeda bapak.
Paman : “Tidak pantas untuk anak perempuan.”
Ani : “Saya tidak mempunyai sepeda lain.”
Paman : “ Ibumu tahu kau menaiki sepeda laki-laki?”
Ani : “Ya, justru dia mengatakan kalau aku bisa mengemudikannya, aku boleh
mempergunakannya!"

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikatif meyakinkan, karena tokoh Ani berusaha meyakinkan pamannya bahwa ia
diberi izin oleh ibunya untuk mengendarai sepeda laki-laki.

6. Tindak komunikatif menyetujui


Paman : “Andi ayo ikut paman ke kelurahan!”
Andi : “Boleh, paman. Saya pamit kepada ibu dulu ya.”
Paman : “Baiklah, paman juga mau minta izin kepada ibumu.”
Andi : “Ayo, paman!”
Paman : “Kak, boleh aku mengajak andi ke kelurahan?”
Ibu : “Ya, pergilah! Hati-hati di jalan ya, jagalah Andi!”
Paman : “Terima kasih kak, Andi akan saya jaga baik-baik.”

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikatif menyetujui karena, tokoh ibu mengizinkan tokoh paman untuk mengajak
Andi ke kelurahan.

7. Tindak komunikatif membantah


Noto : “Bud, dompet ku hilang, kamu mengambilnya ya?”
Budi : “Apa? Mengambil dompetmu? Untuk apa?”
Noto : “Ya, soalnya kamu yang terakhir masuk kamarku.”
Budi : “Keterlaluan kamu Noto. Kamu tega menuduhku. Aku berani bersumpah
bahwa aku tidak mengambil dompetmu.”

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikatif membantah, karena tokoh Budi membantah tuduhan dari tokoh Andi
dengan mengajukan sumpah.

8. Tindak komunikatif menyatakan simpati


Ibu : “Pak ada musibah menimpa keluarga Pak Trisno”
Bapak : “Ha, musibah pa Bu?”
Ibu : “Anaknya meninggal tadi pagi.”
Bapak : “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun! Mari kita pergi melayat ke rumahnya bu!”
Ibu : “Ya pak, Ibu siap-siap dulu.”

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikatif menyatakan simpati, karena tokoh Ibu dan Ayah turut berduka cita
dengan adanya musibah yang menimpa keluarga Pak Trisno.

9. Tindak komunikatif menanyai


Anto : “Kakak Pembina akan melatih kita tali-temali.”
Yudi : “Apa itu? Aku tidak tahu.”
Anto : “Itu latihan mengikat tali dala pramuka?”
Yudi : “Nah, lalu apa sja yang perlu kita siapkan.”
Anto : “Namanya juga tali temali, jadi yang kita siapkan ya tali tambang.”

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikatif menanyai, karena tokoh Yudi menanyai Anto tantang tali –temali.

10. Tindak komunikatif menganalisis


Susi : “Aneh, ibuku hari ini kok arah-marah terus ya?”
Rizal : “Pasti kamu melakukan kesalahan.”
Susi : “Perasaan aku tidak melakukan kesalahan. “
Rizal : “Atau barangkali Ibumu lagi ada masalah.”
Susi : “Itu juga tidak, sepengetahuanku semua baik-baik saja seperti biasa.”
Rizal : “Nah, berarti Ibumu pasti sedang bertengkr dengan ayahmu. Makanya
bawaaannya marah-marah terus.”
Susi : “Ow mungkin juga ya Zal, tapi ya sudah lah.”

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikatif menganalisis karena tokoh Susi dan Rizal berusaha mencari tahu
mengapa Ibu susi marah-marah.

11. Tindak komunikatif menegaskan


Guru kelas : “Sudah berapa kali saya bilang, potong rabutmu. Kenapa kau tidak
potong-potong juga?!”
Yandi : “Nanti akan saya potong Pak! Tidak akan gondrong lagi!”
Guru kelas : “Nanti, nanti, nanti! Sampai kapan! Saya mau kamu pastikan kapan
kamu akan potong!”
Yandi : “Besok pak! Saya janji!”
Guru kelas : “Baiklah kalau begitu.”

Penggalan wacana di atas merupakan contoh wacana yang mengandung penerapan


tindak komunikatif menegaskan, karena tokoh Guru menegaskan kepada siswanya untuk
memotong rambut.
TUGAS
PRAGMATIK

O
L
E
H
NAMA: ADRIANA LOTKERY
NIM: 2014-35-118

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA


JURUSAN BAHASA DAN SENI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PATTIMURA
AMBON
2018

Anda mungkin juga menyukai