X
Dokumen Sayembara
Kerangka Acuan Kerja
Sayembara Wakaf Desain Arsitektur
RUMAH PASCABENCANA
BANJIR SUMATERA
Terbuka bagi Arsitek Anggota Ikatan Arsitek Indonesia dan
Mahasiswa dari Seluruh Indonesia
#iaihadir
“Terima kasih atas waktu & energi yang dicurahkan
untuk mengikuti sayembara ini
guna membantu Saudara-saudara kita yang
sedang mendapatkan musibah di Bumi Sumatera.”
“Arsitektur adalah bangunan nilai,
suatu semangat untuk memperbaiki kehidupan”
Eko Prawoto
1958-2023
Bismillahirrahmanirrohiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Salam sejahtera untuk kita semua
Pertama-tama kami ingin menyampaikan rasa duka yang Bencana yang datang silih berganti di Bumi Pertiwi
mendalam atas musibah banjir bandang di tiga provinsi di Pulau memerlukan sikap, empati kita. Langkah dan upaya
Sumatera pada tanggal 24/25 November 2025. Semoga warga menanggulangi perlu dilaksanakan secara kolaborasi
dan lingkungan yang terdampak dapat diberikan keselamatan, bersama-sama.
kekuatan, ketabahan dan kembali pulih dalam lindungan Yang
Maha Kuasa. Bagi korban yang meninggal dunia, semoga Yahintara berupaya untuk dapat mensinergikan upaya
diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan mitigasi kebencanaan dan kegiatan rekonstruksi
diberikan kesabaran dan kekuatan. pasca-bencana dengan para pemangku kepentingan
untuk dapat meringankan permasalahan yang ada di
Sangat banyak keluarga dan masyarakat yang terdampak akibat masyarakat, senantiasa berupaya membantu dengan
kejadian ini, baik di perkotaan maupun terutama di tenaga dan pemikiran.
kampung-kampung. Sarana prasarana seperti bangunan umum,
jalan, dan infrastruktur lainnya serta rumah warga banyak yang Semoga kegiatan Sayembara Wakaf Desain Arsitektur
mengalami kerusakan. Rumah Pascabencana Banjir Sumatera ini dapat
memberikan kontribusi positif bagi para arsitek dan
mahasiswa pesertanya, kepada penerima manfaat
Banyak cara untuk dapat meringankan beban saudara-saudara dan para pemangku kepentingan untuk dapat
kita yang terkena musibah ini. Sekecil apapun bantuan yang merealisasikan ide gagasan rancangannya dan bagian
diberikan akan sangat berharga bagi para korban dan penyintas pengabdian keprofesian.
yang membutuhkan. Dengan semangat #iaihadir kami Ikatan
Arsitek Indonesia Provinsi Jawa Barat (IAI JABAR) bersama Terimakasih kepada para kawan sevisi di Ikatan Arsitek
dengan para rekan sevisi dan seperjuangan mengadakan Indonesia Jawa Barat atas kolaborasi dan
Sayembara Wakaf Desain Rumah Pascabencana Banjir Sumatera kebersamaannya untuk merealisasikan niat baik ini.
ini.
Kegiatan ini dilandasi oleh panggilan hati nurani dan murni atas Salam Kolaborasi,
dasar kemanusiaan kepada para rekan sejawat, tanpa pretensi
apapun, untuk menyumbangkan keahlian profesi arsitek dalam Ar. Ruli Oktavian Santosa, IAI
konteks sosial kemanusiaan. Ketua Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Ar. Adrianto Santoso, IAI
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Provinsi Jawa Barat
Jembatan putus di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh
(Sumber: Planet Labs, Getty Images, dari [Link]
Kerusakan rumah akibat banjir di Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (19/12/2025)
([Link]/masriadi sambo).
Sumber: [Link]
Pemerintah Republik Indonesia beserta
masyarakat yang tergerak langsung turun
1/ Pendahuluan tangan berusaha memberikan bantuan untuk
menanggulangi akibat dari banjir bandang ini.
Akan tetapi niat baik ini banyak terhalang
Pada tanggal 25 November 2025, Pulau akibat jalur transportasi yang rusak / terputus
Sumatera bagian utara dilanda bencana menuju lokasi-lokasi terdampak, khususnya
hidrometeorologi berupa banjir bandang. Tiga yang terletak di daerah pedalaman. Sampai
provinsi yang paling berat menderita saat ini usaha dari berbagai pihak masih terus
dampaknya adalah Aceh, Sumatera Utara dan dilakukan.
Sumatera Barat. Diperkirakan 3,3 juta
penduduk terdampak akibat bencana ini – Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Barat bersama
hingga 1 juta orang terpaksa mengungsi, yang Yahintara terpanggil untuk menginisiasi
tersebar di sekitar 50 kabupaten / kota. sayembara wakaf desain rumah
pascabencana banjir untuk saudara-saudara
Walaupun pemicu dari banjir bandang ini dari kita yang kehilangan tempatnya bernaung di
anomali cyclon tropis Senyar yang ekstrim bumi Sumatera sebagai salah satu bentuk
akibat perubahan iklim global, tetapi ditengarai kegiatan pengabdian profesi arsitek. Hal ini
faktor ekologis dan kerusakan lingkungan yang dilakukan sesuai dengan keahlian profesi
menjadi penyebabnya. Penebangan hutan arsitek dalam bentuk perancangan lingkungan
secara masif serta konversi hutan hujan binaan manusia, secara khusus hunian atau
menjadi hutan produktif monokultur membuat tempat tinggal pasca bencana.
“spons” penyerap / penahan aliran air sangat
berkurang. Aliran air tidak sempat diserap
tanah, semakin cepat mengalir ke
sungai-sungai. Air di sungai tidak terbendung
karena debit air yang besar, meluap dan
membanjiri daerah aliran sungai, di mana
biasanya penduduk bermukim. Air ini
membawa gelondongan kayu dan sampah
yang menerjang rumah, meluluhlantakkan apa
yang ada di jalurnya.
2/ Maksud & Tujuan
Sayembara Wakaf Desain Rumah Pasca : tanah -- ini disediakan untuk madrasah atau
Bencana Banjir ini dimaksudkan untuk masjid; (3) hadiah atau pemberian yang
menampung ide / gagasan mereka yang bersifat suci. Sementara itu “mewakafkan”
merasa terpanggil untuk menyumbangkan memiliki arti memperuntukkan bagi umum
rancangan hunian pasca bencana banjir. atau untuk keperluan yang berkaitan dengan
agama: Pak Haji Umar ~ tanahnya untuk masjid
Ada beberapa poin yang menjadi tujuan ([Link] Wakaf di sini
kegiatan sayembara ini: kurang lebih identik dengan sumbangan atau
● Menjadi kegiatan pengabdian profesi donasi. Dalam konteks sayembara desain ini,
bagi para arsitek anggota Ikatan peserta diminta untuk mewakafkan desainnya
Arsitek Indonesia bagi khalayak publik yang membutuhkan
● Memberikan KUM bagi peserta yang dalam konteks sumbangsih sosial
memasukkan karyanya kemanusiaan untuk kegiatan kebencanaan.
● Mengumpulkan ide dan gagasan dari
para arsitek untuk hunian Dengan demikian maka aktivitas wakaf ini
pascabencana, khususnya bencana adalah aktivitas yang membawa kebaikan bagi
banjir, menjadi bank data desain rumah orang lain. Kegiatan desain yang diwakafkan
tinggal yang dapat diterapkan di daerah pada dasarnya adalah kegiatan sosial
yang sering terjadi banjir atau sering kemanusiaan. Kegiatan ini dibawa dalam
tergenang air konteks “sayembara” sebagai tambahan
● Menyumbangkan desain tersebut motivasi untuk kegiatan pengabdian profesi.
kepada Pemerintah atau pihak lain Karya-karya yang terpilih dari dewan juri
yang berkepentingan atau memiliki dianggap sebagai karya yang lebih menonjol
panggilan untuk memberikan dari sisi ide / gagasan, teknis, serta
sumbangan rumah bagi masyarakat aspek-aspek lainnya dibandingkan karya-karya
yang terdampak banjir lainnya – bukan dilihat dari sifat atau
maksudnya. Semoga juga dengan
Wakaf1/wa·kaf/ n memiliki arti : (1) tanah dikumpulkannya karya-karya yang masuk ini,
negara yang tidak dapat diserahkan kepada akan menjadi bank data atau ide bagi para
siapa pun dan digunakan untuk tujuan amal; stakeholder lainnya, dengan kemungkinan
(2) benda bergerak atau tidak bergerak yang terbuka bagi desain-desain tersebut untuk
disediakan untuk kepentingan umum (Islam) direalisasikan / dikonstruksi di lapangan.
sebagai pemberian yang ikhlas
3/ Peserta 4/ Lingkup
Perencanaan
Sayembara Desain Rumah Pasca Bencana Peserta sayembara diminta membuat konsep
Banjir ini memiliki 2 kategori peserta, yaitu : gagasan, desain dan perhitungan Rencana
Anggaran Bangunan sederhana. Di bawah ini
Kategori 1: Peserta Anggota Ikatan Arsitek adalah uraian kurang lebih apa yang disajikan
Indonesia dalam lembar presentasi. Prinsip singkat,
padat dan tepat sebaiknya digunakan dalam
Kategori 2 : Peserta Mahasiswa Mahasiswa memberikan penjelasan.
Semua Jurusan Keilmuan atau mereka yang
bermitra dengan Mahasiswa Arsitektur A Konsep Filosofi Perencanaan
Keterangan lebih lanjut diuraikan dalam bagian ● Tata ruang
“Pelaksanaan Sayembara” di bawah. ● Bentuk, citra, langgam arsitektur
B Konsep teknis perencanaan
● Konsep tata ruang (zoning, sirkulasi,
tapak, ruang terbuka, lansekap)
● Konsep arsitektur bangunan (tata
ruang, eksterior, interior, spesifikasi
bahan
● Konsep struktur bangunan (tahan
bencana - gempa, banjir)
● Konsep mekanikal dan elektrikal
sederhana
● Estimasi RAB
● Konsep rumah sehat: terpapar sinar
matahari, ventilasi udara, sanitasi
5/ Kriteria
Perencanaan
A/ Kriteria Umum Peserta juga dibebaskan untuk memiliki tipe
hunian kebencanaan, apakah (1) Huntara –
Perencanaan rumah pasca bencana banjir ini Hunian Sementara atau (2) Huntap – Hunian
dibuat dengan mengikuti kaidah-kaidah Tetap. Hunian sementara (Huntara) adalah
standar dalam perencanaan dan perancangan tempat tinggal darurat yang disediakan untuk
arsitektur. Tetapi hal ini jangan menjadi kaku. para korban bencana alam agar dapat memiliki
Rancangan yang diminta sifatnya harus tempat mengungsi sementara yang aman dan
"lentur" dalam mengantisipasi dinamika dalam layak sementara menunggu sampai hunian
realisasi di lapangan. tetap (Huntap) dibangun.
Bangunan rumah tinggal untuk 1 keluarga atau
lebih dari satu keluarga dengan minimum B/ Kriteria Khusus
dihuni oleh orang tua dan 2 anak (core family)
ataupun dengan tambahan anggota keluarga ● Bangunan yang menyehatkan pemilik /
lainnya (extended family). Ukuran area penghuninya
bangunan kurang lebih minimum 36 m2 ● Maksimalisasi lahan yang ada
sampai maksimum 72 m2. Tapak rumah ● Mempertimbangkan sumber daya bahan
tinggal seluas kurang lebih 60 m2 sampai bangunan yang tersedia secara lokal
maksimum 120 m2. KDB kurang lebih 50% ● Mempertimbangkan aspek pengerjaan
sampai dengan 60%. secara gotong royong dengan tetangga
lingkungan RT atau RW
Catatan: Ketentuan luasan bangunan ini ● Mempertimbangkan aspek logistik bahan
tidaklah mengikat, akan tetapi peserta diminta bangunan sehingga mobilisasi mudah.
menjelaskan latar belakang pemikiran luas ● Kemudahan aspek konstruksi
bangunan yang didesain, misalnya ditinjau dari ● Kuat, tahan lama, low maintenance
faktor perhitungan luas area minimum yang ● Aspek biaya pembangunan maksimal
dibutuhkan 1 penghuni, atau faktor budaya di enam puluh juta rupiah (Rp 60,000,000)
mana beberapa keluarga dapat tinggal dalam ● Aspek fungsi tetapi juga aspek estetik dan
satu rumah, dan alasan-alasan lainnya sesuai budaya / kebiasaan penghuninya
dengan konteks pascabencana.
C/ Fungsi dan Peruntukkan E/ Tapak & Bangunan Perancangan
Fungsi rumah pasca bencana banjir ini sebagai ● Lokasi rencana Rumah Pasca Bencana
rumah tinggal bagi mereka yang terdampak Banjir terutama terletak di 3 provinsi
bencana banjir atau menetap di daerah yang terdampak bencana banjir bandang
rentan terkena banjir atau di daerah yang atau di daerah rentan banjir atau
sering tergenang air secara periodik. tergenang air di seluruh Indonesia.
● Ukuran tapak: 6 meter (lebar) x 10
D/ Program Ruang Singkat meter (lebar) atau 10 meter (lebar) x 12
meter (dalam) atau menyesuaikan
Program ruang ini hanya untuk memberikan dengan konsep yang diusung peserta.
gambaran, tetapi tidak menjadi sebuah
keharusan karena sifat rumah tinggal atau ● Luas tapak : 60 m2 sampai dengan 120
hunian yang sangat fleksibel dan kompleks. m2.
● Ruang tengah atau ruang keluarga
● Ruang Tidur Orang Tua ● Koefisien Dasar Bangunan: 50% sampai
● Ruang Tidur Anak dengan 60%
● Kamar Mandi / WC
● Dapur ● Rancangan berupa bangunan setinggi 1
● Ruang tamu (satu) atau 2 (dua) lantai. Ruang di
● Teras bawah atap juga bisa dimaksimalkan.
● Ruang Jemur Koefisien Dasar Bangunan : 50-60%
● Dan sebagainya (sediakan ruang terbuka hijau).
Koefisien Lantai Bangunan : 2
● Angka-angka ini dapat disesuaikan
menurut konsepsi yang hendak
diangkat / disajikan oleh peserta
sayembara.
6/ Pelaksanaan
Sayembara
A/ Peserta Sayembara
A.1 Peserta Sayembara Kategori 1 A.2 Peserta Sayembara Kategori 2
Peserta Sayembara Kategori 1 adalah Anggota Peserta Sayembara Kategori 2 adalah
Ikatan Arsitek Indonesia dari seluruh Indonesia mahasiswa dari seluruh bidang keilmuan dari
maupun yang bekerja di luar negeri. seluruh Indonesia, tidak spesifik mahasiswa
arsitektur, tingkat D3 (Diploma-3) dan S1
Peserta dapat mengikuti secara individu atau (Sarjana).
kelompok. Jika individu, maka peserta diminta
melampirkan scan Surat Tanda Registrasi Peserta dapat mengikuti secara individu atau
Arsitek (STRA) pada saat pendaftaran. Jika kelompok. Jika kelompok, maka jumlah
kelompok, maka jumlah anggota kelompok anggota maksimal 3 ( tiga orang). Lampirkan
maksimal 3 (tiga orang) dengan 1 orang wajib scan kartu tanda mahasiswa pada saat
memiliki dan melampirkan scan STRA pada mengirimkan lembar presentasi. Lampirkan
saat pendaftaran. Anggota peserta kelompok juga biografi singkat para anggota kelompok.
tidak wajib dari arsitek ataupun anggota biasa
IAI, dapat dari profesi atau bidang keilmuan
lain, tetapi ketua kelompok sebaiknya adalah
arsitek. Diminta melampirkan biografi singkat
pada saat pendaftaran untuk publikasi.
Untuk mengikuti sayembara ini, peserta tidak
diminta untuk membayar biaya pendaftaran
B/ Tahapan Sayembara aspek sosial kemanusiaan, maka Ikatan
Arsitek Indonesia akan melakukan hal-hal
Sayembara dilakukan dalam 1 (satu) tahapan untuk mencegah masalah komersialisasi
saja. Karya peserta yang masuk akan diseleksi desain arsitektur untuk sosial kemanusiaan ini
menjadi 3 karya pilihan. dalam kapasitasnya sebagai sebuah
organisasi yang berbadan hukum dan
Peserta terpilih ini dapat diminta melakukan menjunjung tinggi etika profesi.
presentasi di depan dewan juri. Dewan juri
kemudian akan menentukan pemenang. C/ Penyampaian Materi Sayembara
Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu
gugat. Panitia penyelenggara tidak akan ● Format digital
menanggapi berbagai kritik dan saran dari ● Pengiriman via e-mail
pihak manapun untuk mengubah keputusan ● Ukuran layout kertas A3 Landscape
dewan juri tersebut. Peserta dianggap telah ● Jumlah maksimal 2 (dua) lembar, tidak
menyetujui hal ini pada saat memasukkan termasuk RAB
karyanya untuk dinilai. ● Memasukkan layout untuk publikasi
ukuran 21x21cm sebanyak 4 lembar
Karya yang dimasukkan dalam sayembara ● Lembar RAB dibuat dalam format kertas
akan menjadi bank data desain pengabdian ukuran A4
profesi Ikatan Arsitek Indonesia. Ikatan Arsitek ● Seluruh biaya terkait pembuatan materi
Indonesia dapat mempublikasikan hasil presentasi ditanggung oleh peserta.
sayembara ini menjadi satu publikasi atau ● Seluruh biaya terkait dengan presentasi
meletakkan desain tersebut di website IAI karya terpilih ditanggung oleh peserta.
untuk kepentingan sosial kemanusiaan. Nantinya panitia sayembara akan
menentukan apakah acara presentasi
Karya-karya ini bisa saja mendapatkan dilakukan secara teleconference atau
kemungkinan terbangun secara fisik oleh pihak temu muka atau cara-cara lain yang
manapun. Karena sifat karya sebagai efektif.
pengabdian profesi untuk aspek sosial ● Pengumuman pemenang dilakukan
kemanusiaan, maka arsitek atau desainernya melalui media sosial yang dimiliki oleh
komersial yang tidak berhubungan dengan Ikatan Arsitek Indonesia.
D/ Materi Presentasi E/ Jadwal Pelaksanaan Sayembara
● Konsep ● Pengumuman Sayembara : Kamis 25
● Site Plan Desember 2025
● Denah, Tampak, Potongan ● Pendaftaran secara online sampai
● Perspektif tanggal : Jumat 30 Januari 2026
● Rencana Anggaran Bangunan
● Maket (opsional) ● Pengiriman data-data sayembara
● Skala silakan ditentukan tetapi dilakukan secara online sampai
informatif tanggal : Jumat 30 Januari 2026
● Pemasukan karya : Sabtu 31 Januari
2026 pukul 23:59 dengan penanda
dalam email
● Pengumuman Karya Terpilih : Sabtu
7 Pebruari 2026
● Presentasi Karya Terpilih : Sabtu 14
Pebruari 2026
● Pengumuman Karya Terbaik : Sabtu
14 Pebruari 2026
● Pihak Panitia Penyelenggara akan
menginformasikan apabila ada
perubahan jadwal
F/ Persyaratan Penilaian G/ Diskualifikasi
● Peserta memenuhi kelengkapan Peserta dinyatakan diskualifikasi apabila :
administrasi ● Peserta terbukti berafiliasi dengan
Panitia Penyelenggara, Dewan Juri,
● Peserta memenuhi persyaratan teknis baik secara pribadi maupun
pemasukan materi dan format hubungan kerja
penyajian sayembara
● Peserta terbukti melakukan
● Peserta memasukkan karya sesuai komunikasi mengenai substansi
dengan waktu yang ditentukan yang mempengaruhi proses
penilaian dalam bentuk apapun pada
● Setiap peserta / kelompok boleh anggota Dewan Juri selama masa
mengirimkan lebih dari satu karya, sayembara
namun dengan pendaftaran yang
berbeda. Tidak diperkenankan 1 karya ● Peserta membuka identitas dirinya
didaftarkan atas 2 nomor peserta dalam bentuk apapun yang akan
yang berbeda mempengaruhi proses penilaian
Dewan Juri (panel karya, sosmed)
● Karya peserta yang diserahkan harus
● Dokumen karya mempunyai tanda /
asli dan bukan hasil plagiasi, baik
identitas lain di luar persyaratan
secara keseluruhan maupun sebagian
dari hasil karya orang lain ● Karya peserta dinilai Dewan Juri
merupakan hasil plagiasi atau hasil
karya milik orang lain
● Tidak memenuhi persyaratan
administrasi (misal: STRA sudah
tidak berlaku
● Kelompok lain mendaftar dengan
desain yang sama
Format Panel Presentasi
A3 Landscape (420mm W x 297mm H)
2 (dua) lembar
420mm
297mm
Format Publikasi
Custom (210mm W x 210mm H)
4 (empat) lembar
210mm 210mm
210mm
210mm
7/ Dewan Juri 8/ Apresiasi
● Perwakilan Ikatan Arsitek Indonesia Bagi tiga karya terpilih, Panitia akan
● Perwakilan Yayasan Arsitektur Hijau memberikan apresiasi berupa uang dan
Nusantara sertifikat kepada tiga karya pemenang
● Pemerhati / Aktivis Kebencanaan sayembara sebagai berikut:
● Perwakilan Akademisi
● Perwakilan Pemerintah Untuk Peserta Kategori 1
● Peserta Terpilih Pertama :
Rp 10,000,000 + Sertifikat
● Peserta Terpilih Kedua Kedua :
Rp 7,000,000 + Sertifikat
● Peserta Terpilih Ketiga :
Rp 5,000,000 + Sertifikat
Untuk Peserta Kategori 2
● Peserta Terpilih Pertama :
Rp 7,000,000 + Sertifikat
● Peserta Terpilih Kedua :
Rp 5,000,000 + Sertifikat
● Peserta Terpilih Ketiga :
Rp 3,000,000 + Sertifikat
8/ Hak Cipta 9/ Administrasi
Seluruh desain yang masuk ke panitia Untuk kepentingan sayembara ini, berikut
selanjutnya menjadi milik panitia sayembara, adalah beberapa informasi yang berhubungan
yang akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan dengan korespondensi / pemasukan karya
pengabdian profesi. Selanjutnya panitia berhak
untuk melakukan berbagai penyempurnaan Korespondensi :
yang diperlukan serta berdiskusi atau
melibatkan pemenang / peserta sayembara sayembara@[Link]
apabila ada pihak-pihak yang berminat untuk
membangun / merealisasikan karya tersebut,
baik karya terpilih ataupun bukan karya terpilih. Pemasukan Karya :
[Link]
Untuk media penjelasan & pendaftaran
melalui :
[Link]
Apabila ada informasi tambahan terkait
sayembara ini, maka Panitia akan
mengumumkannya melalui kanal-kanal media
resmi Ikatan Arsitek Indonesia Jawa Barat.
10/ Panitia
Kegiatan
Panitia Inti : Bidang 1 bagian Sayembara x Bendahara : Ar Dian Indahsyarie IAI
Bidang 3 bidang Pengabdian Profesi IAI Dwi Kurniasari, ST
Jabar x Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara
Sponsorship : Ar Farah Yulistia, IAI
Pengarah : Ar Adrianto Santoso IAI Ar Anisa Rizqia Rahmawati, IAI
Ar Andri Sopiandi IAI, GP Ar Mutia Khairunissa, IAI
Ar Tecky Hendrarto, IAI Khonsa Raisah Irfani, ST
Ar Ruli Oktavian IAI
Ketua Panitia : Ar Iyan Ruhyani, IAI Teknologi Informasi / Kesekretariatan
Anggota : Ar Iman Rochiman, IAI Eni Juhaeni
Ar Andre Kusprianto, IAI Kurniawan
Ar I Nyoman Wira Satya Tri Yayan
Prabawa, IAI Hendra
Ar Alfansyah Fauzy
Prajawisastra, IAI Humas / Media :
Ar Muhammad Wildan Ar Nadya Victoryka, IAI
Nurmanna, IAI Nur Alam Sadikin, ST
Farhan Ramadhan, [Link]. George Marvin, ST
Ar Rianti Tiarasari IAI Arham A Muwarih, [Link]
Widad M. Ramdan, [Link]
Sekretaris : Ar Eriko Mawanto, IAI, AA, GP Ar Priyanto, IAI
Ar Norman Prakoso IAI. Ar Olivia Fransiska Kristi, IAI
Ar. Nurlita Hidayah, IAI. Ar Faisal Yunus, IAI
Miranti, ST
Gerry G Soeriasoemantri, ST
Atas: kredit foto: Antara
(Sumber: [Link]
penyebab-dan-langkah-pencegahan-selanjutnya/)
Kanan: Warga mengarungi banjir setinggi leher orang
dewasa di Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Aceh, 30
November 2025 (Foto: Iwan Gunadi Batubara . AFP)
(Sumber: [Link]
X
#iaihadir