0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan15 halaman

RPM Sepakbola

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran PJOK untuk permainan sepak bola di SMP Negeri 7 Kediri, disusun oleh Muhammad Rofiussyaen. Rencana ini mencakup identifikasi kesiapan peserta didik, karakteristik materi, tujuan pembelajaran, dan langkah-langkah pembelajaran yang berdiferensiasi selama tiga pertemuan. Fokus utama adalah pengembangan keterampilan dasar sepak bola, pemahaman taktik, dan integrasi nilai-nilai karakter serta kesehatan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
12 tayangan15 halaman

RPM Sepakbola

Dokumen ini adalah rencana pembelajaran PJOK untuk permainan sepak bola di SMP Negeri 7 Kediri, disusun oleh Muhammad Rofiussyaen. Rencana ini mencakup identifikasi kesiapan peserta didik, karakteristik materi, tujuan pembelajaran, dan langkah-langkah pembelajaran yang berdiferensiasi selama tiga pertemuan. Fokus utama adalah pengembangan keterampilan dasar sepak bola, pemahaman taktik, dan integrasi nilai-nilai karakter serta kesehatan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM PJOK

Permainan Invasi (Sepak Bola)


A. Identitas Modul

Nama Sekolah SMP Negeri 7 Kediri

Nama Penyusun Muhammad Rofiussyaen, [Link].

Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, & Kesehatan (PJOK)

Kelas / Fase / Semester IX / D / Ganjil

Alokasi Waktu 9 Jam Pelajaran (3 Pertemuan @ 3 JP)

Tahun Pelajaran 2025 / 2026

B. Identifikasi Kesiapan Peserta Didik


● Pengetahuan Awal: Peserta didik umumnya memiliki pengetahuan dasar tentang sepak
bola dari kegiatan di sekolah dasar/menengah, atau melalui media massa (turnamen lokal,
liga profesional). Mereka mungkin sudah familiar dengan konsep dasar seperti menendang
(passing), menggiring (dribbling), dan menembak (shooting) dalam konteks sehari-hari.
Namun, pemahaman tentang teknik yang benar, peraturan spesifik, dan aspek taktik
mungkin masih terbatas.
● Minat: Minat terhadap sepak bola sangat tinggi di kalangan peserta didik. Aspek kompetitif
dan kolaboratif dari permainan ini dapat meningkatkan motivasi. Pendekatan yang berfokus
pada pengembangan kemampuan individu, pencapaian target personal dalam tim, dan
variasi latihan yang menarik dapat meningkatkan minat.
● Latar Belakang: Peserta didik memiliki tingkat kebugaran fisik, koordinasi motorik, dan
pengalaman olahraga yang beragam. Beberapa mungkin memiliki bakat alami dalam sepak
bola, sementara yang lain mungkin perlu bimbingan lebih dalam mengembangkan dasar
gerak. Perlu adanya diferensiasi dalam instruksi, latihan, dan ekspektasi capaian.
● Kebutuhan Belajar:
○ Visual: Membutuhkan demonstrasi yang jelas dan lambat (slow motion) dari
guru/video, diagram formasi, rekaman pertandingan profesional untuk analisis taktik.
○ Auditori: Membutuhkan penjelasan lisan yang detail tentang tahapan gerak, instruksi
yang jelas saat latihan, atau diskusi tentang strategi permainan.
○ Kinestetik: Membutuhkan praktik langsung yang berulang dengan penekanan pada
feeling gerakan, latihan berbasis drills untuk setiap fase, dan simulasi pertandingan
untuk mengaplikasikan teknik.
C. Karakteristik Materi Pelajaran
● Jenis Pengetahuan yang Akan Dicapai: Pengetahuan konseptual (peraturan dasar,
formasi, prinsip taktik sederhana), pengetahuan prosedural (melakukan teknik dasar
menendang, menggiring, mengontrol bola, dan menembak dengan benar), dan pengetahuan
metakognitif (menganalisis dan mengevaluasi performa diri dan tim, mengidentifikasi
kesalahan teknik, serta merencanakan perbaikan). Kebugaran jasmani (kekuatan, kecepatan,
daya tahan, kelincahan) juga merupakan aspek penting.
● Relevansi dengan Kehidupan Nyata Peserta Didik: Sepak bola merupakan olahraga yang
populer dan sering dimainkan dalam aktivitas fisik sehari-hari. Materi ini meningkatkan
kebugaran jasmani secara keseluruhan, melatih disiplin diri, ketekunan, kerja sama tim, dan
mendorong pencapaian pribadi serta kelompok.
● Tingkat Kesulitan: Tingkat kesulitan beragam. Gerakan dasar seperti menendang mungkin
mudah, tetapi menguasai teknik menembak dengan berbagai variasi, menggiring dalam
kecepatan tinggi, atau membangun serangan tim memerlukan koordinasi dan pemahaman
taktik.
● Struktur Materi: Materi diawali dengan menendang dan menggiring bola, dilanjutkan
dengan mengontrol bola dan menembak, dan diakhiri dengan taktik dasar.
● Integrasi Nilai dan Karakter:
○ Kemandirian: Mendorong inisiatif untuk berlatih secara mandiri dan bertanggung
jawab atas performa diri.
○ Penalaran Kritis: Menganalisis gerakan diri sendiri dan teman, mengidentifikasi
kesalahan teknis, dan merumuskan cara perbaikan.
○ Disiplin: Melatih disiplin dalam mengikuti instruksi, menjaga pola latihan, dan
konsisten dalam mengulang gerakan serta mematuhi peraturan.
○ Sportivitas: Menghargai usaha teman, menerima hasil pertandingan, dan mendukung
sesama.
○ Ketekunan: Mendorong tidak mudah menyerah saat menghadapi tantangan dalam
menguasai teknik yang sulit atau menghadapi kekalahan.
○ Kolaborasi: Bekerja sama dengan anggota tim untuk mencapai tujuan bersama.
D. Dimensi Profil Lulusan
● Kemandirian: Peserta didik menunjukkan inisiatif dan ketekunan dalam menguasai teknik
sepak bola, bertanggung jawab atas performa diri, dan mampu mengevaluasi serta
merencanakan perbaikan.
● Kesehatan: Peserta didik menunjukkan perilaku hidup sehat dan memiliki pemahaman
tentang manfaat latihan sepak bola untuk kebugaran fisik.
● Komunikasi: Peserta didik mampu memberikan umpan balik yang konstruktif tentang
teknik kepada teman dan menerima masukan, serta berkomunikasi efektif dalam tim.
● Gotong Royong: Peserta didik mampu bekerja sama dalam tim untuk mencapai tujuan
permainan.
E. Desain Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP) NOMOR 046/H/KR/2025


Pada akhir Fase D, murid memiliki kemampuan sebagai berikut:
● 4.1. Terampil Bergerak: Menerapkan keterampilan gerak serta mentransfernya ke dalam
berbagai situasi gerak; memperagakan strategi gerak yang dapat dimanfaatkan untuk
meningkatkan capaian keterampilan gerak.
● 4.2. Belajar Melalui Gerak: Membuktikan strategi gerak yang paling efektif dalam situasi
gerak yang berbeda; menginvestigasi modifikasi peraturan yang mendukung fair play dan
partisipasi inklusif; menerapkan kepemimpinan, kolaborasi, dan pengambilan keputusan
kelompok ketika berpartisipasi di dalam berbagai aktivitas jasmani.
● 4.3. Bergaya Hidup Aktif: Berpartisipasi dalam aktivitas jasmani dan menjelaskan reaksi
tubuh terhadap berbagai tingkat intensitas yang berbeda; menjelaskan strategi peningkatan
aktivitas jasmani dan pencegahan perilaku sedenter.
● 4.4. Memilih Hidup yang Menyehatkan: Menganalisis risiko kesehatan akibat gaya hidup
dan merancang tindakan pencegahan melalui aktivitas jasmani berdasarkan rekomendasi
otoritas kesehatan; merancang pola makan sehat berdasarkan analisis kandungan gizi sesuai
kebutuhan aktivitas jasmani; serta mempraktikkan prosedur untuk menangani cedera yang
berisiko terhadap kesehatan dan keselamatan berdasarkan prinsip pertolongan pertama.
Lintas Disiplin Ilmu
● IPA: Prinsip gerak (kinematika, dinamika), gaya, energi, momentum (dalam menendang,
menggiring, dan menembak).
● Biologi/Pendidikan Kesehatan: Anatomi dan fisiologi tubuh (otot, tulang, sistem
pernapasan), pentingnya pemanasan dan pendinginan, nutrisi atlet, pencegahan dan
penanganan cedera.
● Sejarah: Sejarah sepak bola dunia dan Indonesia, tokoh-tokoh sepak bola.
Tujuan Pembelajaran

Pertemuan 1: Menendang dan Menggiring Bola Sepak Bola


Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
● Menganalisis dan menjelaskan teknik menendang bola sepak bola (kaki bagian dalam,
punggung kaki, kaki bagian luar) dengan benar.
● Mendemonstrasikan teknik menggiring bola sepak bola (menggunakan kaki bagian dalam,
kaki bagian luar, punggung kaki) dengan tahapan yang tepat.
● Menunjukkan sikap disiplin, kerja keras, dan sportivitas saat berlatih dan berkompetisi.
● Terintegrasi Adiwiyata: Menyadari pentingnya menjaga kebersihan alat dan area latihan
sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, serta mengidentifikasi potensi dampak
positif olahraga terhadap lingkungan sekitar, seperti penggunaan ruang terbuka hijau secara
optimal.
● Terintegrasi SSK: Menjelaskan pentingnya aktivitas fisik teratur sebagai upaya
pembentukan generasi yang sehat dan berkualitas, serta memahami pentingnya perencanaan
hidup sehat sejak dini.
Pertemuan 2: Mengontrol Bola dan Menembak Bola Sepak Bola
Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
● Menganalisis dan menjelaskan teknik mengontrol bola sepak bola (menggunakan kaki,
dada, paha) dengan benar.
● Mendemonstrasikan teknik menembak bola sepak bola ke gawang (dengan akurat dan
bertenaga) dengan tahapan yang benar dan aman.
● Menganalisis dan mengevaluasi teknik mengontrol dan menembak diri sendiri dan teman
untuk perbaikan.
● Terintegrasi Adiwiyata: Melakukan tindakan sederhana untuk mengurangi limbah plastik
di area lapangan (misalnya membawa botol minum isi ulang) dan menghemat penggunaan
air.
● Terintegrasi SSK: Menganalisis dampak pola hidup sehat terhadap kualitas hidup individu
dan keluarga, serta membahas pentingnya kerja sama tim sebagai dasar pembentukan
keluarga dan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan.
Pertemuan 3: Taktik Dasar Sepak Bola dan Permainan
Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
● Menganalisis dan menjelaskan prinsip dasar taktik menyerang (umpan satu dua, pergerakan
tanpa bola) dan bertahan (man to man marking, zone marking) dalam sepak bola.
● Mendemonstrasikan kerja sama tim dalam situasi permainan sederhana.
● Menunjukkan perilaku bertanggung jawab terhadap keselamatan diri dan orang lain saat
bermain sepak bola.
● Terintegrasi Adiwiyata: Merencanakan kegiatan sederhana untuk menjaga kebersihan dan
kenyamanan lingkungan sekolah terkait area olahraga, seperti mengumpulkan sampah di
sekitar lapangan.
● Terintegrasi SSK: Membahas pentingnya kerja sama tim sebagai dasar pembentukan
keluarga dan masyarakat yang harmonis dan berkelanjutan, serta menguatkan pemahaman
bahwa olahraga dan hidup sehat adalah bagian dari upaya membentuk generasi yang
berkualitas, yang pada akhirnya akan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Topik Pembelajaran Kontekstual
● Pemanasan Dinamis dan Peregangan Statis: Mengaitkan dengan persiapan otot dan sendi
untuk aktivitas intensif, pentingnya pencegahan cedera.
● Latihan Kekuatan dan Daya Ledak: Mengaitkan dengan pentingnya otot yang kuat untuk
menendang, melompat (menyundul), dan akselerasi.
● Analisis Gerak: Menonton video atlet profesional dan mengidentifikasi fase-fase gerak,
atau merekam gerakan siswa sendiri untuk dianalisis.
● Peraturan Kompetisi: Diskusi tentang mengapa peraturan penting untuk menjaga keadilan
dan keamanan dalam olahraga.
● Kisah Inspiratif Atlet: Mengaitkan dengan nilai ketekunan, disiplin, kerja sama tim, dan
semangat juang dalam mencapai prestasi.
Kerangka Pembelajaran

Praktik Pedagogik:
● Model Pembelajaran: Peer Teaching/Cooperative Learning.
● Strategi Pembelajaran:
○ Mindful Learning: Pemanasan yang terfokus pada kesadaran tubuh, instruksi detail
tentang setiap fase gerak, dan sesi refleksi.
○ Meaningful Learning: Mengaitkan setiap teknik dengan prinsip biomekanika
sederhana, menggunakan contoh atlet nyata, dan menekankan manfaat fisik dari latihan
sepak bola.
○ Joyful Learning: Latihan berbasis drills yang bervariasi dan menantang, kompetisi
mini, dan menciptakan suasana yang mendukung keberanian mencoba.
● Metode Pembelajaran: Demonstrasi, latihan berulang (drills), sirkuit latihan, feedback
langsung (dari guru dan teman), analisis video, kompetisi internal kelas.
Kemitraan Pembelajaran:
● Lingkungan Sekolah: Guru IPA (untuk menjelaskan prinsip gerak), Guru
Biologi/Pendidikan Kesehatan (untuk menjelaskan anatomi/fisiologi tubuh, gizi,
penanganan cedera), ekstrakurikuler sepak bola (jika ada).
● Lingkungan Luar Sekolah: Mengunjungi stadion atau lapangan sepak bola, menonton
pertandingan sepak bola, wawancara dengan atlet lokal atau pelatih (jika memungkinkan).
● Masyarakat: Mengamati bagaimana sepak bola menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Lingkungan Belajar:
● Ruang Fisik: Lapangan sepak bola yang memenuhi standar keamanan. Peralatan sepak
bola: bola sepak, cone, gawang, rompi tim.
● Ruang Virtual: Google Classroom untuk berbagi materi (video tutorial teknik, peraturan),
tugas analisis video, dan pengumpulan refleksi/pencatatan hasil.
● Budaya Belajar: Lingkungan yang mendorong disiplin, ketekunan, dan self-improvement.
F. Langkah-langkah Pembelajaran Berdiferensiasi

Pertemuan 1: Menendang dan Menggiring Bola Sepak Bola


● Kegiatan Pendahuluan (20 menit)
○ Guru memimpin pemanasan yang intensif dengan fokus pada sendi dan otot yang
digunakan dalam sepak bola.
○ Guru mengadakan challenge pemanasan ringan (misalnya, siapa yang bisa melakukan
dribbling bola terbanyak dalam 15 detik).
○ Guru mengaitkan pembelajaran dengan pentingnya teknik menendang dan menggiring
bola yang benar.
○ Integrasi Adiwiyata: Guru mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga
kebersihan area latihan dan membuang sampah pada tempatnya setelah selesai
pemanasan.
○ Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan: Guru menyampaikan bahwa aktivitas fisik
seperti sepak bola sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, yang
merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia dan
perencanaan keluarga sehat.
● Kegiatan Inti (65 menit)
○ Memahami (20 menit): Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan secara perlahan
teknik menendang (kaki bagian dalam, punggung kaki, kaki bagian luar) dan
menggiring bola (menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, punggung kaki).
○ Mengaplikasi (30 menit): Latihan Berdiferensiasi:
■ Latihan Menendang Bola di Tempat (Awal): Fokus pada sentuhan bola dan
posisi kaki.
■ Latihan Menggiring Bola Sambil Berjalan & Menendang Berpasangan
(Menengah): Drills menendang pendek dan kontrol bola dalam kelompok kecil.
■ Latihan Kombinasi Menggiring & Menendang dalam Situasi Permainan
(Mahir): Latihan menendang jauh dan menggiring dalam tekanan ringan.
○ Integrasi Adiwiyata: Selama latihan, guru mengajak peserta didik untuk menghemat
penggunaan air minum dan tidak meninggalkan sisa botol plastik di area lapangan.
○ Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan: Dalam latihan berpasangan, guru dapat
menekankan pentingnya komunikasi yang efektif, layaknya komunikasi dalam keluarga
untuk mencapai tujuan bersama dalam perencanaan hidup sehat.
○ Merefleksi (15 menit): Peserta didik melakukan self-reflection dan peer-feedback.
● Kegiatan Penutup (15 menit)
○ Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap kemajuan peserta didik.
○ Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya teknik yang benar.
○ Guru memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya (mengontrol bola dan
menembak).
○ Integrasi Adiwiyata: Guru mengajak peserta didik untuk secara sukarela
membersihkan area sekitar lapangan setelah selesai latihan.
○ Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan: Guru mengingatkan kembali pentingnya
menjaga kesehatan diri dan keluarga melalui gaya hidup aktif dan sehat sebagai bagian
dari pembangunan berkelanjutan.
Pertemuan 2: Mengontrol Bola dan Menembak Bola Sepak Bola
● Kegiatan Pendahuluan (20 menit)
○ Guru memimpin pemanasan yang berfokus pada koordinasi tubuh dan kekuatan kaki.
○ Guru mengadakan mini-challenge menembak dari jarak dekat.
○ Guru mengaitkan pembelajaran dengan teknik mengontrol dan menembak bola.
○ Integrasi Adiwiyata: Guru menekankan penggunaan peralatan secara efisien dan
merawatnya agar tidak cepat rusak, sebagai bentuk kepedulian terhadap sumber daya
lingkungan.
○Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan: Guru dapat mengaitkan mini-challenge
dengan pencapaian target personal dan bagaimana hal tersebut dapat diterapkan dalam
perencanaan masa depan individu dan keluarga.
● Kegiatan Inti (65 menit)
○ Memahami (20 menit): Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan fase-fase
mengontrol bola (posisi tubuh, perkenaan bola) dan menembak (langkah kaki, kekuatan
tendangan, akurasi).
○ Mengaplikasi (30 menit): Latihan Berdiferensiasi:
■ Latihan Mengontrol Bola Statis (Awal): Fokus pada sentuhan pertama yang
benar.
■ Latihan Mengontrol Bola dari Berbagai Arah (Menengah): Drills mengontrol
bola dari umpan teman.
■ Latihan Menembak ke Gawang (Mahir): Latihan menembak dari berbagai sudut
dan kondisi.
○ Integrasi Adiwiyata: Guru mendorong peserta didik untuk memanfaatkan cahaya
alami semaksimal mungkin jika latihan dilakukan di dalam ruangan, atau memilih area
lapangan yang teduh untuk mengurangi paparan sinar matahari langsung.
○ Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan: Dalam proses latihan, guru dapat
menekankan pentingnya ketekunan dan kesabaran dalam mencapai suatu tujuan, baik
dalam olahraga maupun dalam kehidupan berkeluarga, termasuk dalam merencanakan
keluarga berkualitas.
○ Merefleksi (15 menit): Peserta didik melakukan self-reflection dan peer-feedback.
● Kegiatan Penutup (15 menit)
○ Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap kemampuan mengontrol dan
menembak peserta didik.
○ Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya teknik mengontrol dan menembak.
○ Guru memberikan pengantar untuk pertemuan berikutnya (taktik dasar dan permainan).
○ Integrasi Adiwiyata: Guru mengingatkan peserta didik untuk memisahkan sampah
organik dan anorganik jika ada sisa makanan atau minuman.
○ Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan: Guru dapat mengajak peserta didik untuk
membayangkan bagaimana keterampilan yang dilatih hari ini dapat berkontribusi pada
kesehatan mereka di masa depan dan kesejahteraan keluarga.
Pertemuan 3: Taktik Dasar Sepak Bola dan Permainan
● Kegiatan Pendahuluan (20 menit)
○ Guru memimpin pemanasan yang berfokus pada kelincahan dan reaksi cepat.
○ Guru mengadakan mini-challenge permainan kecil (rebutan bola).
○ Guru mengaitkan pembelajaran dengan taktik dasar dan pentingnya kerja sama tim.
○ Integrasi Adiwiyata: Guru mengajak peserta didik untuk mengamati kondisi
lingkungan sekitar lapangan dan mengidentifikasi hal-hal yang dapat ditingkatkan
dalam kebersihan atau penataan.
○Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan: Guru dapat membuka diskusi tentang
bagaimana kerja sama tim yang baik dalam olahraga mencerminkan pentingnya gotong
royong dalam masyarakat dan keluarga yang harmonis.
● Kegiatan Inti (65 menit)
○ Memahami (20 menit): Guru menjelaskan dan mendemonstrasikan prinsip dasar taktik
menyerang (umpan satu dua, pergerakan tanpa bola) dan bertahan (man to man
marking, zone marking).
○ Mengaplikasi (30 menit): Latihan Berdiferensiasi:
■ Latihan Umpan Satu Dua (Awal): Fokus pada koordinasi passing dan pergerakan
tanpa bola.
■ Latihan Man to Man Marking & Zone Marking (Menengah): Drills bertahan
dalam formasi kecil.
■ Permainan Kecil (Small-Sided Games) (Mahir): Melakukan permainan sepak
bola dengan jumlah pemain terbatas (misalnya, 3 vs 3) dengan fokus pada
penerapan taktik.
○ Integrasi Adiwiyata: Selama permainan, guru dapat memberikan poin tambahan bagi
tim yang menunjukkan kesadaran lingkungan, misalnya tidak membuang sampah
sembarangan atau menggunakan peralatan dengan hati-hati.
○ Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan: Guru dapat mengajak peserta didik untuk
berdiskusi tentang pentingnya perencanaan strategi, baik dalam permainan maupun
dalam kehidupan, termasuk perencanaan keluarga yang sehat dan sejahtera.
○ Merefleksi (15 menit): Peserta didik melakukan self-reflection dan peer-feedback.
● Kegiatan Penutup (15 menit)
○ Guru memberikan umpan balik konstruktif terhadap kemampuan taktik dan kerja sama
tim.
○ Guru dan peserta didik menyimpulkan pentingnya koordinasi tim, taktik, dan teknik.
○ Guru mendorong peserta didik untuk terus menjaga kebugaran fisik.
○ Integrasi Adiwiyata: Guru bersama peserta didik merencanakan kegiatan sederhana
untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekolah terkait area olahraga.
○ Integrasi Sekolah Siaga Kependudukan: Guru menguatkan pemahaman bahwa
olahraga dan hidup sehat adalah bagian dari upaya membentuk generasi yang
berkualitas, yang pada akhirnya akan mendukung pembangunan berkelanjutan dan
ketahanan keluarga.
G. Asesmen Pembelajaran

Asesmen akan dilakukan secara komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta
didik.
● Asesmen pada Awal Pembelajaran (Diagnostik):
○ Observasi Awal: Guru mengamati kemampuan gerak dasar (menendang, menggiring)
siswa saat pemanasan atau aktivitas awal.
○Tanya Jawab Lisan: Pertanyaan singkat tentang pengetahuan dasar sepak bola.
○Format Asesmen: Ceklis observasi sederhana atau catatan anekdot.
● Asesmen pada Proses Pembelajaran (Formatif):
○ Observasi Kinerja (Saat Latihan dan Drills): Guru mengamati teknik dasar,
keterlibatan dan partisipasi, disiplin, serta kemampuan analisis diri/teman.
○ Jurnal Refleksi: Peserta didik menuliskan pembelajaran, kesulitan, dan rencana
perbaikan setelah setiap pertemuan.
○ Format Asesmen: Ceklis observasi, skala penilaian (rating scale), catatan anekdot, dan
umpan balik lisan langsung.
● Asesmen pada Akhir Pembelajaran (Sumatif):
○ Penilaian Kinerja (Praktik Individu/Kelompok):
■ Tugas Menggiring Cepat: Peserta didik melakukan dribbling melewati cone dalam
waktu tertentu.
■ Tugas Menendang Akurasi: Peserta didik melakukan tendangan ke target.
■ Tugas Menembak (Persentase): Peserta didik melakukan shooting dari area
tertentu.
■ Tugas Permainan Tim Kecil: Peserta didik berpartisipasi dalam permainan sepak
bola 3 vs 3.
○ Tes Pengetahuan (Tertulis): Soal esai singkat tentang teknik, peraturan, dan taktik.
○ Penilaian Proyek (Laporan Analisis Gerak/Taktik): Peserta didik membuat laporan
analisis tentang salah satu teknik atau taktik.
Contoh Pertanyaan atau Tugas Asesmen Spesifik:
● Asesmen Diagnostik (Awal Pembelajaran):
○ "Apa saja teknik dasar dalam sepak bola yang kalian tahu?"
○ "Menurut kalian, teknik apa yang paling sulit dalam sepak bola?"
● Asesmen Formatif (Proses Pembelajaran):
○ "Setelah mencoba menggiring bola hari ini, saya menyadari bahwa [bagian yang sulit]
adalah tantangan terbesar bagi saya. Untuk memperbaikinya, saya akan fokus pada
[rencana perbaikan]."
● Asesmen Sumatif (Akhir Pembelajaran):
○ "Jelaskan secara berurutan fase-fase gerak dalam melakukan tendangan ke gawang
dengan punggung kaki!"
INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK – MATERI MENGGIRING BOLA SEPAK BOLA

Rubrik Penilaian Praktik Menggiring Bola Sepak Bola

Aspek Skor 4 (Sangat Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Perlu


Baik) Bimbingan)
Sentuhan Bola Sentuhan bola Sentuhan cukup Sentuhan bola Tidak mampu
konstan, dekat konstan, kadang sering terlalu jauh, mengontrol bola
dengan kaki, bola agak jauh. sulit dikontrol. saat menggiring.
terkontrol penuh.

Pandangan Pandangan ke Pandangan cukup Pandangan terlalu Pandangan hanya


depan luas, ke depan, sering fokus pada bola. pada bola,
sesekali melihat melihat bola. menabrak objek
bola. lain.

Kontrol Arah & Mampu mengubah Cukup mampu Kesulitan Tidak mampu
Kecepatan arah dan mengubah arah, mengubah arah, menggiring lurus,
kecepatan dengan kecepatan kadang kecepatan lambat. tidak ada kontrol
mudah. tidak stabil. arah.

Posisi Tubuh Posisi tubuh Posisi cukup Posisi tidak Kaku dan tidak
seimbang, siap seimbang, kadang seimbang, sering siap bergerak.
bergerak ke segala kaku. kehilangan
arah. keseimbangan.

Lembar Refleksi Tertulis Murid – Menggiring Bola Sepak Bola

Contoh Pertanyaan:
● Apa yang kamu pelajari dari latihan menggiring bola sepak bola hari ini?
● Apa rencanamu agar teknik menggiring bolamu menjadi lebih baik?
● Bagaimana perasaanmu saat mempraktikkan menggiring melewati lawan imajiner?
Lembar Penilaian Praktik Murid – Menggiring Bola Sepak Bola

Nama Murid Sentuhan Bola Pandangan Kontrol Arah & Posisi Tubuh
Kecepatan

INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK – MATERI MENENDANG BOLA SEPAK BOLA

Rubrik Penilaian Praktik Menendang Bola Sepak Bola

Aspek Skor 4 (Sangat Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Perlu


Baik) Bimbingan)

Posisi Tubuh & Posisi tubuh Posisi cukup Posisi kurang Tidak tahu atau
Kaki seimbang, kaki seimbang, kaki seimbang, kaki salah posisi
siap menendang. kadang kurang kaku. tubuh/kaki.
siap.

Perkenaan Bola & Perkenaan kaki Perkenaan cukup Perkenaan kurang Gerakan tidak
Gerakan Lengan tepat di bola, tepat, dorongan tepat, dorongan terkoordinasi,
dorongan kaki kaki kurang, gerak kaki lemah, gerak tendangan kaku.
eksplosif, gerak lanjut kurang lanjut kaku.
lanjut sempurna. maksimal.

Arah & Akurasi Bola melaju lurus Bola melaju cukup Bola melaju tidak Tidak mampu
dan tepat sasaran. lurus, sesekali menentu, sering mengarahkan bola
meleset dari meleset jauh. ke sasaran.
sasaran.

Lembar Refleksi Tertulis Murid – Menendang Bola Sepak Bola

Contoh Pertanyaan:
● Apa yang kamu pelajari dari latihan menendang bola sepak bola hari ini?
● Bagian mana yang paling sulit kamu lakukan dalam latihan menendang tadi?
● Apa rencanamu untuk memperbaiki teknik menendang atau akurasimu?
Lembar Penilaian Praktik Siswa – Menendang Bola Sepak Bola

Nama Murid Posisi Tubuh & Kaki Perkenaan Bola & Arah & Akurasi
Gerakan Lengan

INSTRUMEN PENILAIAN PRAKTIK – MATERI MENEMBAK BOLA SEPAK BOLA

Rubrik Penilaian Praktik Menembak Bola Sepak Bola

Aspek Skor 4 (Sangat Skor 3 (Baik) Skor 2 (Cukup) Skor 1 (Perlu


Baik) Bimbingan)
Posisi Tubuh & Posisi tubuh Posisi cukup Posisi kurang Tidak tahu atau
Kaki seimbang, kaki seimbang, kaki seimbang, kaki salah posisi
tumpu kuat, siap kadang kurang kaku. tubuh/kaki.
menendang/melo kuat/siap.
mpat.

Posisi Kaki & Posisi kaki tepat, Posisi kaki cukup Posisi kaki salah, Tidak mampu
Rilis Bola rilis bola tepat, rilis bola rilis bola kaku. mengarahkan
sempurna dengan kurang sempurna. bola.
follow through.

Akurasi Bola masuk ke Bola mengenai Bola sering tidak Bola tidak sampai
gawang dengan gawang, kadang mengenai gawang. ke gawang.
baik. masuk.

Lembar Refleksi Tertulis Murid – Menembak Bola Sepak Bola

Contoh Pertanyaan:
● Apa yang kamu pelajari dari latihan menembak hari ini?
● Bagian mana yang paling menantang dalam melakukan menembak?
● Apa rencanamu untuk memperbaiki teknik menembak atau akurasimu?
Lembar Penilaian Praktik Siswa – Menembak Bola Sepak Bola

Nama Murid Posisi Tubuh & Kaki Posisi Kaki & Rilis Akurasi
Bola

Interval Nilai Penilaian Praktik

Rentang Skor Kategori Keterangan

86 – 100 Sangat Baik (A) Menunjukkan penguasaan teknik


sangat baik, percaya diri, dan
konsisten.

71 – 85 Baik (B) Penguasaan teknik baik, masih


terdapat sedikit kekeliruan.
56 – 70 Cukup (C) Penguasaan teknik dasar masih
perlu ditingkatkan.

≤55 Perlu Bimbingan (D) Belum menguasai teknik dasar,


perlu latihan intensif dan
pendampingan.

Skor Akhir = (Skor yang diperoleh / 12) × 100

Glosarium
● Sepak Bola: Permainan tim yang dimainkan dengan bola antara dua tim dengan tujuan
mencetak poin dengan memasukkan bola ke dalam gawang lawan.
● Menggiring Bola (Dribbling): Gerakan membawa bola dengan menguasai bola
menggunakan kaki saat bergerak.
● Menendang Bola (Passing): Gerakan mengoper bola kepada rekan satu tim atau
menembak ke gawang.
● Mengontrol Bola (Receiving): Gerakan menghentikan atau menguasai bola yang datang.
● Menembak Bola (Shooting): Gerakan memasukkan bola ke dalam gawang lawan.
Referensi
● Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk
SMP/[Link] Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.
● Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/[Link]
Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.
Kediri, 14 Juli 2025

Mengetahui,
Kepala SMP Negeri 7 Kediri
Anik Indrayani, [Link].
NIP. 19821217 201101 2 008
Guru Mata Pelajaran,
Muhammad Rofiussyaen, [Link].
NIP. 19900530 202421 1 013
LEMBAR REFLEKSI PESERTA DIDIK – MATERI MENGGIRING BOLA SEPAK
BOLA

Nama : .....................................................
Kelas : .....................................................
Hari, Tanggal : .....................................................
● Bagaimana perasaanmu saat pertama kali mencoba melakukan teknik menggiring bola
sepak bola?
● Apakah kamu merasa kesulitan atau percaya diri saat melakukan latihan menggiring bola
sepak bola? Mengapa?
● Apa yang paling kamu sukai dari kegiatan belajar menggiring bola sepak bola hari ini?
● Sebutkan perbedaan antara menggiring dengan kaki kanan dan kaki kiri!
BAHAN AJAR PJOK: SEPAK BOLA

A. Pengertian Sepak Bola

Sepak bola adalah permainan tim yang dimainkan dengan bola antara dua tim yang masing-
masing beranggotakan 11 pemain. Tujuan utama dalam sepak bola adalah mencetak poin dengan
memasukkan bola ke gawang lawan.

B. Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan mampu:


● Menjelaskan pengertian dan manfaat sepak bola.
● Menunjukkan teknik dasar menggiring, menendang, mengontrol bola, dan menembak
dengan benar.
● Melatih kecepatan, kelincahan, dan koordinasi tubuh secara optimal.
● Menunjukkan sikap sportif, kerja sama, dan percaya diri.
C. Teknik Dasar Sepak Bola
● Menggiring Bola (Dribbling)
○ Menggunakan kaki bagian dalam, kaki bagian luar, atau punggung kaki.
○ Pandangan ke depan untuk melihat posisi lawan dan rekan.
○ Sentuhan bola konstan dan dekat dengan kaki.
● Menendang Bola (Passing)
○ Menendang dengan Kaki Bagian Dalam: Mengoper bola jarak pendek dengan akurat.
○ Menendang dengan Punggung Kaki: Mengoper bola jarak jauh atau menembak
dengan kuat.
○ Menendang dengan Kaki Bagian Luar: Mengoper bola dengan efek melengkung atau
melewati lawan.
● Mengontrol Bola (Receiving)
○ Menggunakan kaki, dada, atau paha untuk menghentikan atau menguasai bola.
○ Sentuhan pertama yang lembut untuk mempersiapkan gerakan selanjutnya.
● Menembak Bola (Shooting)
○ Menembak dengan Kaki Punggung Kaki: Untuk kekuatan dan akurasi ke gawang.
○ Menembak dengan Kaki Bagian Dalam: Untuk penempatan bola yang lebih presisi.
○ Posisi tubuh di atas bola, rilis bola dengan dorongan kaki dan follow through.
D. Taktik Dasar Sepak Bola
● Taktik Menyerang: Pola Cutting, Umpan Satu Dua, Screening.
● Taktik Bertahan: Man to Man Marking, Zone Marking, Pressing.
E. Kesalahan Umum
● Menggiring bola terlalu jauh dari kaki.
● Menendang bola terlalu lambat atau tidak akurat.
● Mengontrol bola terlalu keras sehingga bola jauh dari jangkauan.
● Menembak tanpa follow through.
F. Peraturan Umum Permainan Sepak Bola
● Jumlah pemain 11 per tim.
● Offside: Pelanggaran posisi pemain saat menerima umpan.
● Foul: Pelanggaran yang berakibat tendangan bebas atau penalti.
● Waktu permainan: 2 babak @ 45 menit.
G. Nilai-Nilai yang Dapat Dikembangkan
● Disiplin: Melatih secara teratur.
● Sportivitas: Berlomba dengan jujur dan menghargai lawan.
● Kerja Sama: Bekerja sama dalam tim.
● Percaya Diri: Berani tampil maksimal.
● Tanggung Jawab: Terhadap peran di tim dan keselamatan.
H. Refleksi Diri
● Apa yang sudah kamu kuasai dari teknik menggiring, menendang, mengontrol bola, dan
menembak?
● Apa kesulitan yang kamu alami dalam menerapkan taktik tim?
LEMBAR REFLEKSI PESERTA DIDIK – MATERI TAKTIK SEPAK BOLA

Nama : .....................................................
Kelas : .....................................................
Hari, Tanggal : .....................................................
● Bagaimana perasaanmu saat pertama kali mencoba menerapkan taktik dalam permainan
sepak bola?
● Apa yang dimaksud dengan taktik menyerang dalam sepak bola?
● Bagaimana peran komunikasi dalam keberhasilan penerapan taktik tim?
● Apa perbedaan mendasar antara zone marking dan man to man marking dalam bertahan?

Anda mungkin juga menyukai