TUTORIAL KLINIK
STASE PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH (PPKMB)
DI RUANG KUMALA Lt.3 RSUD dr. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN
Preseptor Klinik: Rusdianawati, [Link].,Ners
Preseptor Akademik: Hanura Aprilia, Ns.,[Link]
Di Susun Oleh:
Kelompok 25 AJ 1
Anggota:
Eko Yulianto, [Link] : 2514901210103
Rahmadi, [Link] : 2514901210116
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
TAHUN 2025/2026
KASUS TUTORIAL
Ny. K berusia 56 tahun dirawat di ruang Kumala Lantai 3 (Ruang Jantung) Rumah Sakit dr. H.
Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dengan diagnosis medis congestive heart failure (CHF).
Seminggu yang lalu pasien merasakan sesak nafas semakin memberat, disertai dengan batuk
berdahak. Sesak memberat jika berbaring, jika berjalan jauh kurang lebih 50 meter pasien merasa
lelah. Pada hari Senin pukul 22.20 WITA tanggal 20 oktober 2025 tiba-tiba pasien mengeluh
sesak nafas dan batuk. Pasien pun akhirnya dibawa ke IGD RSUD dr. [Link] Ansari Saleh
Banjarmasin.
Saat pengkajian tanggal 22 Oktober 2025 didapatkan Pasien nampak lemah, terlihat masih
sesak nafas dan batuk-batuk, Kesadaran Composmentis GCS 4,5,6 (4 (respon mata) : membuka
mata spontan, 5 (respon verbal) : orientasi baik, 6 (respon motorik). TTV: TD =106/76mmHg,
N= 101 x/mnt, S= 36,4˚C, RR= 20 x/menit, SPO2= 95%, BB= 41kg, TB= 155cm. Konjungtiva
tampak pucat, bibir tampak pucat, denyut arteri carotis teraba lemah, simetris kanan dan kiri,
tidak ada bruit, tekanan vena jugularis meningkat (+), tampak distensi pada posisi 45°. CRT > 3
detik. Tonus otot pasien baik dengan hasil pengkajian kekuatan otot 5555 pada ekstremitas atas
dan bawah ka/ki. Skala aktivitas pasien berada di skala 3 (0-5) yang mana pasien membutuhkan
bantuan orang lain untuk melakukan aktivitas toileting, makan minum, perawatan diri serta
mobilitas. Pasien mengatakan nafsu makan makan menurun. Tampak makanan yang diberikan
tidak habis. Pasien dibatasi jumlah cairan yang masuk yaitu 4 gelas selama 24 jam.
Pemeriksaan Penunjang :
1. Hasil Laboratorium : Trombosit 490 ribu/ ul, nilai normal : 150-400 ribu/ ul
2. Foto Thorax : cor dbn, tampak infiltrat di para hiler kanan dan kiri paru.
3. EKG :
- ST : Adanya depresi atau elevasi segmen ST, tergantung keterangan lebih lanjut (pada
CHF sering berupa ST-depresi karena iskemia miokard sekunder).
- HR 103 bpm : Menunjukkan takikardi ringan.
- NAD : Normal Axis Deviation, artinya sumbu jantung normal (tidak ada deviasi
aksis)
- LVH : Left Ventricular Hypertrophy (Hipertrofi Ventrikel Kiri), menunjukkan
penebalan otot ventrikel kiri akibat peningkatan beban kerja jantung kronis.
Terapi :
- Inj. Furosemide 1 amp/8 jam
- Spironolaktone 100 mg ½ tab/24 jam
- Ramipril 5 mg 1 tab/ 24 jam
- Digoksin 0,25 mg ½ tab/24 jam
- KSR 1 tab/8 jam
- Atorvastatin 200 mg 1 tab/24 jam
- Acetylcysteine 200 mg 1 tab/8 jam
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BANJARMASIN
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN DAN KESEHATAN
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS
TUTORIAL KLINIK SESI I
Tanggal Pengkajian : 22/10/2025
Jam : 11.00
I. DATA PASIEN
- Nama : Ny. K
- Usia / tanggal lahir : 56 tahun / 20-12-1968
- Jenis kelamin : Perempuan
- Alamat : Jl. Belitung Darat Gg. Inayah RT.38
Banjarmasin
- Suku / bangsa : Banjar / Indonesia
- Status pernikahan : Cerai
- Agama / keyakinan : Islam
- Pekerjaan / sumber penghasilan: Ibu Rumah Tangga/ -
- Diagnosa medik : CHF (Gagal Jantung Kongestif)
- No. medical record :
- Tanggal masuk : 20-10-2025
II. KELUHAN UTAMA
Pasien mengatakan masih sesak nafas dan batuk. TTV: TD = 106/76 mmHg, N= 101 x/mnt,
S= 36,4˚C, RR= 20 x/menit, SPO2= 95 %, BB= 41 kg, TB= 155cm
TUTORIAL KLINIK SESI I
LEARNING
PROBLEM HYPOTESIS MECHANISM MORE INFO DON’T KNOW
ISSUE
DS: 1. Penurunan curah Gagal jantung adalah Diagnosa 1 1. Diagnosa yang Konsep penyakit
- Pasien jantung suatu keadaan a. Penurunan curah mungkin muncul CHF
mengatakan cepat berhubungan patofisiologis adanya jantung pada pasien CHF
lelah dan lemah. dengan kelainan fungsi jantung berhubungan 2. Apakah
- Pasien merasa perubahan irama berakibat jantung gagal
dengan komplikasi yang
pusing atau jantung .(00029) memompakan darah
penurunan irama dapat terjadi pada
berdebar. untuk memenuhi
kebutuhan metabolisme jantung pasien CHF
- Pasien mengeluh
sesak saat jaringan atau
aktivitas ringan kemampuannya hanya Diagnosa 2
DO : ada kalau disertai a. Ketidakefektifan
- TD: 106/76 peningkatan pengisian pola napas
mmHg ventrikel kiri. Dan berhubungan
- Nadi: 101 menimbulkan berbagai dengan keletihan
x/menit atau masalah seperti: otot polos.
irama tidak 1. Penurunan curah
teratur jantung Diagnosa 3
- RR: meningkat (> berhubungan a. Intoleransi
20 x/menit) dengan penurunan aktivitas
- Kulit pucat, irama jantung. berhubungan
dingin, lembab 2. Ketidakefektifan dengan
- CRT > 3 detik pola napas
- Tanda perfusi etidakseimbanga
berhubungan n antara suplai
perifer menurun
dengan keletihan dan kebutuhan
(akral dingin,
otot polos. oksigen
pengisian kapiler
lambat) 3. Intoleransi sekunder
- Bunyi jantung aktivitas terhadap
lemah atau tidak berhubungan penurunan curah
teratur dengan jantung (CHF)di
- Output urine etidakseimbangan tandai dengan
menurun (< 0,5 antara suplai dan kelemahan.
ml/kgBB/jam) kebutuhan oksigen
sekunder terhadap
penurunan curah
jantung (CHF)di
tandai dengan
kelemahan.
DS : 2. Ketidakefektifan
- Pasien pola napas
mengatakan berhubungan
masih sesak nafas dengan keletihan
- Pasien otot napas
mengatakan sekunder akibat
kadang-kdang kongesti paru.
masih batuk (00032)
DO :
- Tanda-tanda vital
TD : 106/76
mmhg
N : 101 x/menit
Pernapasan : 20
x/menit
Suhu : 36,4 C
SPO2 : 95 %
- JVP : Adanya
pelebaran vena
jugularis (saat
diukur 8 cm)
DS: 3. Intoleransi
- Pasien aktivitas
mengatakan berhubungan
badannya lemah dengan
- Pasien ketidakseimbang
mengatakan an antara suplai
mudah lelah bila dan kebutuhan
beraktivitas oksigen sekunder
DO: terhadap
- Paien terlihat penurunan curah
hanya duduk dan jantung (CHF)di
berbaring tandai dengan
ditempat tidur kelemahan.
- TTV : (00092)
TD : 106/76
mmhg
N : 101 x/menit
Pernapasan : 20
x/menit
SPO2 : 95 %
- Skala kekuatan
otot klien
5555 5555
5555 5555
TUTORIAL KLINIK SESI II
PROBLEM SOLVING
NURSING OUTCOMES NURSING
DIAGNOSA
(NOC) INTERVENTIONS (NIC)
Penurunan curah jantung Setelah dilakukan tindakan NIC : Cardiac Care
berhubungan dengan keperawatan selama 1x8 jam, 1. Monitor tanda-tanda vital
perubahan irama jantung curah jantung pasien secara berkala (TD, N, R,
meningkat atau kembali SpO₂, suhu).
(00029)
dalam batas normal yang 2. Observasi irama jantung
ditandai oleh perbaikan melalui EKG atau monitor
hemodinamik dan perfusi kardiak.
jaringan adekuat dengan 3. Monitor adanya tanda-
kreteria hasil : tanda penurunan perfusi:
1. Frekuensi jantung 60-100 kulit pucat, dingin, CRT
x/menit, irama teratur. memanjang, oliguria.
2. Tekanan darah dalam 4. Posisikan pasien
batas normal semifowler untuk
3. Pengisian kapiler < 3 menurunkan preload dan
detik memudahkan pernapasan.
4. Perfusi perifer kulit 5. Berikan oksigen sesuai
hangat, warna normal indikasi (2–4 L/menit
5. Tanda kongesti paru nasal kanul).
(tidak sesak, tidak ronki) 6. Catat intake-output dan
6. Produksi urin >30 timbang berat badan setiap
mL/jam hari.
Ketidakefektifan pola napas Setelah dilakukan tindakan NIC: Respiratory Monitoring
berhubungan dengan keperawatan selama 1x8 jam, 1. Observasi frekuensi,
keletihan otot napas pasien menunjukkan pola kedalaman, dan irama
sekunder akibat kongesti napas yang efektif dengan napas setiap 2–4 jam.
paru.(00032) tanda-tanda ventilasi adekuat. 2. Pantau penggunaan otot
dengan kriteria hasil: bantu napas dan ekspansi
1. Frekuensi nafas dalam dada.
batas normal 16-24 3. Auskultasi suara napas
x/menit (ronki, wheezing,
2. Irama nafas teratur crackles).
3. Saturasi oksigen > 95 % 4. Monitor saturasi oksigen
4. Tidak ada ronki dan secara kontinu (SpO₂).
weezhing
Intoleransi aktivitas Setelah dilakukan tindakan NIC : Activity Therapy
berhubungan dengan keperawatan selama 1x 8 1. Kaji tingkat intoleransi
ketidakseimbangan antara jami, pasien mampu aktivitas (jenis, durasi, dan
suplai dan kebutuhan melakukan aktivitas ringan pemicu kelelahan).
oksigen sekunder terhadap tanpa keluhan kelelahan atau 2. Observasi tanda vital
penurunan curah jantung sesak, dengan kreteria hasil : sebelum, selama, dan
(CHF)di tandai dengan 1. Kemampuan melakukan setelah aktivitas.
kelemahan.(00092) aktivitas meningkat 3. Hentikan aktivitas bila
secara bertahap. terjadi sesak napas, nyeri
2. TD dan HR dalam batas dada, atau HR >
normal 120x/menit.
3. Frekuensi nafas 16-24 4. Kolaborasi dengan
x/menit setelah aktivitas. fisioterapis untuk latihan
4. Kelelahan mobilisasi ringan.
berkurang/hilang.